• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Eksternalitas Wisata Museum Sangi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kajian Eksternalitas Wisata Museum Sangi"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

i

EKONOMI PUBLIK

Kajian Eksternalitas Wisata Museum Sangiran Terhadap Aspek Sosial dan Ekonomi Masyarakat Desa Krikilan

Makalah ini disusun guna untuk memenuhi tugas matakuliah Ekonomi Publik yang diampu oleh bapak Yogi Pasca Pratama, S.E, M.E

Oleh :

Thufall Rafii Grischa Erlita F1117058

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

i DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... i

DAFTAR TABEL ... ii

DAFTAR GAMBAR ... iii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

BAB II RUMUSAN MASALAH ... 4

2.1 Rumusan Masalah ... 4

2.2 Tujuan Penelitian ... 4

2.3 Manfaat Penelitian ... 4

BAB III KAJIAN LITERATUR ... 5

3.1 Pariwisata ... 5

3.2 Eksternalitas ... 6

3.3 Kondisi Sosial Ekonomi ... 6

3.4 Dampak Pariwisata Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat ... 6

BAB IV PEMBAHASAN ... 8

4.1 Hasil dan Pembahasan ... 8

4.1.1 Keadaan Umum Wilayah ... 8

4.1.2 Karakteristik Objek Wisata ... 8

4.1.3 Karakteristik Pengunjung ... 10

4.1.4 Pengaruh wisata terhadap aspek ekonomi ... 10

4.1.5 Pengaruh Wisata Terhadap Aspek Sosial ... 11

BAB V KESIMPULAN ... 13

5.1 Kesimpulan ... 13

(3)

ii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jumlah Wisatawan Mancanegara dan Domestik di Jawa Tengah ... 2

(4)

iii

DAFTAR GAMBAR

Grafik 4.1 Perkembangan Jumlah Pengunjung Domestik dan Mancanegara ... 9

Grafik 4.2 Retribusi Museum Sangiran Tahun 2012-2015 ... 10

Grafik 4.3 Matapencaharian Perdagangan dan Akomodasi Penduduk ... 11

(5)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang berperan besar dalam proses pembangunan suatu daerah yaitu memberikan kontribusi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dan pendapatan masyarakat Sektor pariwisata juga memiliki peran dalam mendorong kegiatan sosial ekonomi suatu daerah.

Pariwisata dapat mempengaruhi kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi disuatu daerah. Adanya pariwisata juga akan menumbuhkan usaha-usaha ekonomi yang saling merangkai dan menunjang kegiatan sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Segi budaya dalam pariwisata merupakan sarana untuk memperkenalkan alam dan kebudayaan daerah tujuan wisata. Dengan sarana inilah dapat mendorong kreativitas rakyat dalam menggali dan meningkatkan serta melestarikan seni budaya daerahnya. (Sholekhatu, 2015)

(6)

2

Tabel 1.1 Jumlah Wisatawan Mancanegara dan Domestik di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012-2016

Tahun Wisatawan Jumlah Pertumbuhan

Mancanegara Domestik Sumber : Badan Pusat Statistik Jawa Tengah (2018)

Pertumbuhan jumlah wisatawan di Jawa Tengah pada tahun 2016 meningkat cukup signifikan sebesar 15%, yang sebelumnya pada tahun 2015 hanya mengalami pertumbuhan sebesar 5% pada tahun 2015, 1% pada tahun 2014, dan 14% pada tahun 2013.

Provinsi Jawa Tengah memiliki 29 kabupaten dan 6 kota. Salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata di Jawa Tengah adalah Kabupaten Sragen. Sektor pariwisata Kabupaten Sragen mempunyai empat objek wisata, yaitu Gunung Kemukus, Kolam Renang Kartika, Pemandian Air Panas Bayanan, dan Museum Sangiran. Berikut adalah data pengunjung wisata dalam empat tahun terakhir.

Tabel 1.2 Jumlah Pengunjung Objek Wisata Sragen

Tahun

Objek Wisata Sragen Gunung

Kemukus

Kolam Renang

Kartika Bayanan Sangiran

2012 38893 96900 33897 25614496

2013 39323 73000 24717 29820765

2014 38594 65837 23968 30273693

2015 30815 70517 57302 31807261

Jumlah 147625 306254 139884 117516215

Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen (2018)

(7)

3

(8)

4 BAB II

RUMUSAN MASALAH 2.1 Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana dampak objek wisata terhadap kondisi ekonomi dan sosial masyarakat di Desa Krikilan Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen?”

2.2 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penulisan studi kasus ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak keberadaan objek wisata Museum Sangiran dengan kondisi ekonomi sosial masyarakat Desa Krikilan Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen.

2.3 Manfaat Penelitian

Hasil penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak sebagai berikut:

1. Bagi penulis dapat menganalisis apa saja dampak dari keberadaan objek wisata Museum Sangiran.

2. Bagi pemerintah, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan terkait dengan pariwisata di Kabupaten Sragen.

(9)

5 BAB III

KAJIAN LITERATUR 3.1 Pariwisata

Menurut Undang Undang Republik Indonesia Tentang Kepariwisataan, Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha. Kepariwisataan bertujuan untuk:

1) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2) Meningkatkan kesejahteraan rakyat 3) Menghapus kemiskinan

4) Mengatasi pengangguran

5) Melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya 6) Memajukan kebudayaan

7) Mengangkat citra bangsa 8) Memupuk rasa cinta tanah air

9) Memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa 10) Mempererat persahabatan antar bangsa.

(10)

6

sendiri dan tinggal sementara di tempat tujuan dengan berbagai aktivitas wisatanya.

3.2 Eksternalitas

Menurut Stiglitz (2000,52) mendefinisikan eksternalitas sebagai kerugian atau manfaat yang dialami suatu indivitu atau perusahaan akibat kegiatan yang dilakukan oleh individu atau perusahaan lain, namun individu atau perusahaan yang memperoleh kerugian atau memperoleh manfaat tidak dibayar atau membayar atas dampak yang mereka rasakan. Ekternalitas dapat dikelompokan menjadi dua jenis yaitu eksternalitas positif dan eksternalitas negative. Eksternalitas positif terjadi ketika kegiatan satu pihak memiliki dampak positif terhadap pihak lain, eksternalitas negatif terjadi ketika tindakan yang dilakukan satu pihak berdampak negatif terhadap pihak ketiga atau pihak yang tidak terlibat dalam transaksi Azis (2010, 53).

3.3 Kondisi Sosial Ekonomi

Keberadaan Museum Sangiranakan akan memberi dampak bagi kehidupan masyarakat Desa Krikilan. Secara bertahap kondisi ekonomi sosial masyarakat akan mengalami perubahan. Sosial ekonomi adalah suatu keadaan atau kedudukan yang diatur secara sosial dan menempatkan seseorang pada posisi tertentu dalam struktur sosial masyarakat, beberapa faktor yang sering diikutsertakan oleh beberapa ahli dalam melihat kondisi social ekonomi, yakini antara lain perumahan, kesehatan, dan sosialisasi dalam lingkungan masyarakat. Banyak aspek yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya pedesaan seperti pendapatan yang rendah sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari, pendidikan yang rendah sehingga tidak dapat mengangkat martabat dan perumahan yang tidak sesuai dengan standar kesehatan (Harianik, 2016) 3.4 Dampak Pariwisata Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat

(11)

7

(12)

8 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Hasil dan Pembahasan

4.1.1 Keadaan Umum Wilayah

Sangiran terletak di Desa Krikilan Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen Jawa Tengah, sangiran merupakan salah satu situs fosil manusia purba terlengkap di pulau Jawa. Luasnya wilayah Sangiran mencapai 56 km2 yang terdiri dari tiga kecamatan di Kabupaten Sragen, yaitu Kecamatan Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh, serta satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar, yaitu Kecamatan Gondangrejo.

Sangiran merupakan situs terpenting untuk perkembangan berbagai bidang ilmu pengetahuan terutama untuk penelitian di bidang antropologi, arkeologi, biologi, paleoantropologi, geologi, dan tentu saja untuk bidang kepariwisataan. Keberadaan Situs Sangiran sangat bermanfaat untuk mempelajari kehidupan manusia prasejarah karena situs ini dilengkapi dengan fosil manusia purba, hasil-hasil budaya manusia purba, fosil flora dan fauna purba beserta gambaran stratigrafinya. (Museum Indonesia, 2017).

4.1.2 Karakteristik Objek Wisata

(13)

9

Nomor 556/012/023/SK/2010; Nomor 556/285.1/IV/2010 tentang Pelestarian Kawasan Sangiran sebagai Warisan Budaya. (Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya, 2018).

Untuk menarik minat pengunjung pemerintah Kabupaten Sragen melakukan inovasi-inovasi baru dalam pembangunan dan penyediaan fasilitas Museum Sangiran. Tujuan dari pembangunan dan penyediaan fasilitas adalah menarik jumlah pengujung domestik dan mancanegara untuk berwisata di Museum Sangiran. Berikut adalah jumlah perkembangan jumlah pengunjung Museum Sangiran.

Grafik 4.1 Perkembangan Jumlah Pengunjung Domestik dan Mancanegara di Museum Sangiran Tahun 2012-2015

Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen (2018)

Perkembangan jumlah pengunjung di Museum Sangiran mengalami fluktuasi, pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 16%, sedangkan pada tahun 2014 mengalami penurunan cukup derastis sebesar 86% atau sebesar 197.093 orang, dan pada tahun 2015 kembali meningkat sebesar 13% atau sebesar 33.752 orang.

2012 2013 2014 2015

(14)

10

Grafik 4.2 Retribusi Museum Sangiran Tahun 2012-2015

Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen (2018)

Seperti yang terlihat pada grafik diatas peningkatan jumlah pengunjung berbanding lurus dengan peningkatan retribusi Museum Sangiran dari tahun ke tahun, pada tahun 2013 meningkat sebesar Rp 411.791.900, pada tahun 2014 meningkat sebesar Rp 58.610.600, dan peningkatan retribusi terbesar selama tiga tahun terakhir pada tahun 2015 sebesar 173.184.000.

4.1.3 Karakteristik Pengunjung

Pengunjung museum berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Sebagian besar pengujung berwisata ke Sangiran dengan tujuan wisata edukasi. Banyak pelajar dari berbagai daerah yang melakukan studi tour di museum Sangiran. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sragen menunjukan bahwa pertumbuhan jumlah pengunjung setiap tahun di Museum Sangiran meningkat sebesar 13%.

4.1.4 Pengaruh wisata terhadap aspek ekonomi 1) Kesempatan Kerja

(15)

11

Grafik 4.3 Matapencaharian Perdagangan dan Akomodasi Penduduk Umur 10 Tahun Keatas Desa Krikilan Tahun 2011-2015

Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen (2018)

Masyarakat Krikilan yang berprofesi sebagai pedagang dari tahun 2011 sampai 2015 selalu mengalami peningkatan sekitar 1% sampai 3% setiap tahunnya. Data tersebut menunjukan bahwa keberadaan wisata Museum Sangiran dapat berdampak positif terhadap usaha perdagangan di Desa Krikilan.

2) Meningkatkan Pendapatan

Pendapatan masyarakat yang memiliki usaha di kawasan wisata mayoritas mengalami peningkatan pendapatan. Peningkatan pendapatan yang terjadi cukup bervariasi.

4.1.5 Pengaruh Wisata Terhadap Aspek Sosial 1) Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Meningkatnya kualitas pendidikan suatu daerah banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan daerah itu sendiri, misalnya pembangunan sarana dan prasarana akan sangat mendukung kemajuan pendidikan, dengan adanya wisata warisan dunia ini berdampak pada meningkatnya pendidikan di Desa Krikilan.

2011 2012 2013 2014 2015

Perempuan 211 211 212 213 214

Laki-Laki 213 213 224 224 226

(16)

12

Grafik 4.4 Pendidikan Penduduk 5 Tahun Keatas di Desa Krikilan Tahun 2012-2015

Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen (2018)

Dari data masyarakat Desa Krikilan yang mengenyam pendidikan dibangku Kuliah, SMA, SMP, dan SD pertumbuhan setiap tahunnya adalah sebesar 1%.

2) Penggunaan Bahasa Lokal (Jawa)

Banyaknya pengunjung museum tidak menyebabkan lunturnya bahasa daerah, karena pada dasarnya masyarakat tetap menggunakan bahasa jawa dalam kegiatannya sehari-hari. Kehadiran wisatawan mancanegara atau wisatawan dari daerah lain membuat masyarakat sekitar untuk belajar bahasa asing.

3) Pelestarian Kesenian Tradisional

Kesenian Rodatan dan Kotekan Lesung sering sekali ditampilkan di berbagai kesempatan sebagai ajang promosi agar daya tarik wisata. selain itu juga diadakan kegiatan rutin tahun yaitu srawung Seni yang dilakukan di lokasi objek wisata. Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan kesenian Desa Krikilan.

2012 2013 2014 2015 2016

Perguruan Tinggi 58 59 59 60 60

SMA 424 432 437 438 441

SMP 838 854 860 867 871

SD 1240 1264 1270 1283 1286

0

(17)

13 BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan dan Saran

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa adanya wisata Museum Sangiran memberikan dampak terhadap kawasan yang ada disekitarnya. Dampak tersebut meliputi aspek ekonomi dan social, antaralain meningkatnya kesempatan kerja, meningkatnya pendapatan masyarakat, meingkatnya kualitas pendidikan, penggunaan bahasa lokal, dan melestarikan kesenian daerah.

Ada beberapa hal ya g dapat dijadikan sebagai masukan, saran yang bisa disampaikan antara lain:

1.

Melakukan pelatihan terhadap masyarakat sekitar untuk membuat dan memproduksi suatu produk yang nantinya dapat dijual untuk dijadikan oleh-oleh para wisatawan

(18)

14

DAFTAR PUSTAKA

Afandi, Rois Lukman, and Mohammad Mukti Alie. "Kajian Pengaruh Keberadaan

Kawasan Wisata Sangiran terhadap Aspek Fisik, Aspek Ekonomi, dan

Aspek Sosial Masyarakat." Teknik PWK (Perencanaan Wilayah

Kota) 4.2 (2015): 282-292.

Azis, Napitupuly, and Resosudarmo. (2010) “Pembangunan Berkelanjutan”. (hal. 53, bab 4). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. 2018. Pariwisata.

<https://jateng.bps.go.id/subject/16/pariwisata.html#subjekViewTab3>

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen. 2018. Pariwisata.

<https://sragenkab.bps.go.id/subject/16/pariwisata.html#subjekViewTab3>

Bagus Gusti. (2016). “Pengantar Industri Pariwisata”. (hal.17, bab 1). Yogyakarta: CV Budi Utama

Cahyani, Okkie Pritha, et al. “Batu Nisan: Pola Pengrajin Dan Korelasinya Terhadap Budaya (Studi Kasus Kampung Gondang Kelurahan

Manahan).” Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan 15.1 (2017).

Dzaki, Aulia. "Kajian Eksternalitas Industri Pengasapan Ikan di Kelurahan

Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara." Teknik PWK (Perencanaan

Wilayah Kota) 4.1 (2015): 134-144.

Harranik Nurul. (2016). “Dampak Objek Wisata Pulau Merah Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sumberagung Kecamatan

Pasanggrahan Kabupaten Banyuwangi. Universitas Jember, Jember.

Heriawan. (2004). “Peran dan Dampak Pariwisata pada Perekonomian Indonesia: Suatu Pendekatan Model 1-0 dan SAM”. Institut Pertanian

Bogor. Bogor

Hermawati, Sri, And Yusye Milawaty. "Potensi Industri Pariwisata Kabupaten

(19)

15

Pamungkas, Luky Handianto Adi, Susilo Susilo, and Yogi Pasca Pratama.

“Peranan Pertanian Sistem Arealan dan Penanggulangan Kemiskinan di

Pedesaan (Studi Kasus Desa Manukan Kecamatan Kalitidu Kabupaten

Bojonegoro).” Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan 15.1 (2017).

Retnoningsih, Endang. "Dampak Pengelolaan Wisata Agro Terhadap Kehidupan

Sosial Dan Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus: Kebun Teh Kaligua Desa

Pandansari Kab Brebes Jawa Tengah)." Khasanah Ilmu 4.1 (2015).

Ridlo, Sholekhatu, and SBM NUGROHO. Analisis Kunjungan Obyek Wisata

Museum Sangiran Kabupaten Sragen. Diss. Fakultas Ekonomika dan Bisnis, 2014.

Setyanto, Alief Rakhman, Bhimo Rizky Samudro, and Yogi Pasca Pratama.”Kajian Pola Pengembangan UMKM di Kampung Batik Laweyan Melalui Modal Sosial Dalam Menghadapi Perdagangan Bebas

Kawasan Asean.” Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan 15.2 (2017).

Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya. 2018. Museum Sangiran.

<http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/siteregnas/public/objek/detailcb/P O2015091000093/Sangiran>

Soekadijo, R G. (1996). “Anatomi Pariwisata: Memahami Pariwisata Sebagai Systemic Linkage”. Jakarta: : PT Gramedia Pustaka Utama

Syafruddin, Eki, Ghozali Maskie, and Yogi Pasca Pratama. “Kajian Operasional Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Kesejahteraan Masyarakat Nelayan

(Studi Kasus Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan).” Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan 14.2 (2017).

Gambar

Grafik 4.1 Perkembangan Jumlah Pengunjung Domestik dan
Grafik 4.2 Retribusi  Museum Sangiran Tahun 2012-2015
Grafik 4.3 Matapencaharian Perdagangan dan Akomodasi Penduduk
Grafik 4.4 Pendidikan Penduduk 5 Tahun Keatas di Desa Krikilan Tahun 2012-2015

Referensi

Dokumen terkait

kondisi yang dihadapi oleh masing-masing perusahaan. 31 Mekanisme penerapan CSR berlanjut pada perencanaan, persiapan, pembiayaan, pelaksanaan, pendokumentasian,

Bahwa selama dalam perkawinan tersebut, Terdakwa dan Saksi-1 tinggal di daerah Rawageni Depok, semula kehidupan Terdakwa dan Saksi-1 berjalan harmonis dan mempunyai

(1) Apabila jumlah pjak yang masih harus dibayar tidak dilunasi dalam jangka waktu sebagaimana ditentukan dalam surat teguran atau surat peringatan atau surat lain yang sejenis,

Undangan. Adanya asas legalitas menjadi sebuah kelemahan ketika ada suatu tindak pidana yang belum terdapat aturannya, dalam hal ini narkotika jenis baru yang

Yang bertandatangan di bawah ini saya, Beby Pamungkas Nabilah menyatakan bahwa skripsi dengan judul: Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Website ,

Dari tabel. 5 tersebut terlihat bahwa perolehan angket motivasi belajar secara klasikal mengalami peningkatan, yaitu dari siklus I persentase di dapat sebesar yakni 60%

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh daya dan durasi operasi reaktor terhadap konsentrasi nuklida 3 H dan 14 C dalam air sistem pendingin

Kartika Dewi Fitness Centre Yogyakarta sebagai penyedia jasa kebugaran di kota Yogyakarta yang pertama menjadi rujukan awal orang untuk berolahraga, masyarakat mengenal