Nama : Agape Yeselia Jujati Selly
NIM :
811.2.142.003MM
Konsentrasi : SDM
Soal :
1. Anda adalah salah seorang pemimpin dari sebuah instansi atau perusahaan. Perbedaan instansi atau perusahaan perbedaan pula tugas, ukuran, keahlian dan sistem yang efisien. Bagaimana pelaksanaan dan pengawasan standar kinerja yang harus anda lakukan dalam bidang tugas, ukuran, keahlian dan sistem yang efisien pada instansi atau perusahaan anda? (bagi yang belum bekerja bisa mengamati instansi atau perusahaan disekitar anda)
2. Jabarkan keempat variable diatas, menjadi indikator yang dapat dipergunakan untuk mengukur kinerja organisasi! Masing-masing variable paling kurang 5 indikator
3. Ubahlah indikator-indikator manejadi kuisioner yang disusun dalam table yang lengkap dengan skala pengukurannya.
4. Ujilah validasi dan realibilitas dari kuisioner yang disusun dalam bentuk table kuisioner tersebut? Ini berarti anda harus melakukan uji coba kuisioner tersebut pada 10 sampel yang anda inginkan betulkan!
5. Apa komentar anda setelah hasil uji validasi dan realibilitas yang telah anda lakukan?
6. Variabel diatas menggambarkan bahwa setiap instansi atau perusahaan sama dalam variabelnya tetapi beda dalam indikatornya, jika sama jelaskan anda KKN. Dan orang yang KKN nilainya tidak keluar. Kumpul tanggal 7 Desember 2015.
Jawab :
1. Sebagai seorang pimpinan dalam Pelaksanaan dan pengawasan standar kinerja dalam bidang tugas, ukuran, keahlian dan sistem yang efisien yang digunakan dalam pelaksanaan dan pengawasan terhadap kinerja menggunakan 5 (lima) varibel yaitu :
a. Tugas :
Merupakan pekerjaan tanggung jawab seseorang atau suatu pekerjaan yang dibebankan yang wajib dilakukan yang telah di rencananakan dalam sebuah organisasi artinya pengawasan dilakukan secara melekat kepada seorang karyawan sehingga dalam melaksanakan tugas dapat bekerja sama antar pegawai dan antar bidang dimanapun sehingga tugas dapat berjalan dengan baik.
b. Ukuran :
c. Keahlian :
Merupakan sesuatu skill yang dimiliki seseorang yang terbawa sejak lahir baik karyawan maupun pimpinan dalam sebuah organisasi keahlian menjadi suatu ukuran dalam pekerjaan seseorang sehingga pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan berdasarkan keahlian yang dimiliki artinya dalam pelaksanaan pengawasan lebih diberatkan pada ketelitian, hasil kerja, ketahanan dalam bekerja, kemauan dan selalu inovasi
d. Sistem yang efisien :
Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output efisiensi adalah sesuatu yang kita kerjakan berkaitan dengan menghasilkan hasil yang optimal dengan tidak membuang banyak waktu dalam proses pengerjaannya.efektif belum tentu efisien dan begitu sebaliknya artinya pengawasan dilakukan terhadap jasa pelayanan, metode kerja, pemanfaatan teknologi informasi serta peneyelesaian pekerjaan dan penerapan manajemen yang profesional yang dapat terukur.
2. Variabel variabel dan indikator-indikator dalam pengukuran kinerja : a. Variabel tugas dengan indikatornya sebagai berikut :
- Kerjasama antar pegawai.
- Terciptanya sinergi antar pegawai. - Terciptanya sinergi antar bidang kerja. - Bersedia ditempatkan dibagian manapun.
- Bersedia membantu rekan lainnya jika mendapat masalah. b. Variabel Ukuran dengan indikatornya sebagai berikut :
- Ritme kerja dalam tugas rutin. - Ritme kerja dalam tugas mendadak.
- Ketahanan kerja sampai waktu yang ditentukan - Kemauan atau keikhlasan dalam bekerja. - Sikap dalam bekerja.
c. Variabel Keahlian dengan indikatornya sebagai berikut : - Teliti dalam bekerja.
- Hasil kerja selalu akurat.
- Tingkat pengetahuan pegawai dalam mengerjakan tugas - Selalu Inovasi dalam pelaksanaan
- Keahliah dalam bidang IT d. Variabel Sistem yang efisien
- Jasa layanan selalu terjamin mutunya.
- Dalam bekerja mengikuti metode kerja yang bermutu - Pemanfaatan Teknologi Informasi
- Waktu penyelesaian yang cepat dan tepat
3. Ubahlah indikator-indikator dimaksud menjadi kuesioner yang disusun dalam bentuk tabel yang lengkap dengan skala pengukurannya.
No. Indikator STS TS N S SS Ket
1. Tugas
- Terjalin Kerjasama antar
pegawai. 1 2 3 4 5
- Terciptanya sinergi antar
pegawai. 1 2 3 4 5
- Terciptanya sinergi antar
bidang kerja. 1 2 3 4 5
- Bersedia ditempatkan dibagian
manapun. 1 2 3 4 5
- Bersedia membantu rekan
lainnya jika mendapat masalah. 1 2 3 4 5
No. Indikator STS TS N S SS Ket
2. Ukuran
- Ritme kerja dalam tugas rutin. 1 2 3 4 5 - Ritme kerja dalam tugas
mendadak. 1 2 3 4 5
- Ketahanan kerja sampai waktu
yang ditentukan 1 2 3 4 5
- Kemauan atau keikhlasan
dalam bekerja. 1 2 3 4 5
- Tingkat pengetahuan pegawai
dalam mengerjakan tugas 1 2 3 4 5
- Selalu Inovasi dalam
pelaksanaan 1 2 3 4 5
- Keahliah dalam bidang IT 1 2 3 4 5
-No. Indikator STS TS N S SS Ket 4. Sistem yang efisien
- Jasa layanan selalu terjamin mutunya. 1 2 3 4 5 - Dalam bekerja mengikuti metode kerja yang
bermutu 1 2 3 4 5
- Pemanfaatan Teknologi Informasi 1 2 3 4 5
- Waktu penyelesaian yang cepat dan tepat 1 2 3 4 5 - Penerapan manajemen yang profesional,
Akuntabilitas, sinergi, transparan dan inovatif
1 2 3 4 5
4. Ujilah validitas dan realibilitas dari kuesioner yang anda buat. Apakah valid dan realibel kuesioner tersebut? Ini berarti anda harus melakukan uji coba kuesioner tersebut pada 10 sampel yang anda inginkan. Betulkan!
Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) dan variabel terikat. Variabel Bebas (X) dalam penelitian ini adalah komponen kinerja yang terdiri dari tugas, ukuran, keahlian dan system yang efisien.
R PERTANYAAN Total
Korelasi 0,8018 0,7168 0,6682 0,6581 0,2836 0,9206 0,8860 0,3883 0,7212 0,6614 0,6614 0,6515 0,1008
-0,2576 0,1443 0,0445 0,7212 0,5320 0,2141 0,4558 Keterangan Valid Valid Valid Valid
Tidak
Valid Valid Valid Tidak
Valid Valid Valid Valid Valid Tidak
Pengujian Menggunakan Skala Likert :1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju dan 5 = sangat setuju
Nilai r tabel ( n = 10 ,
= 5% )
GENAP :
GANJIL :
JUMLAH
R PERTANYAAN R PERTANYAAN Nilai TOTAL
1 3 7 9 11 17 Total 2 4 6 10 12 Total Ganjil Genap
1 3 3 3 2 3 2 16 1 3 3 3 3 3 9 16 9
2 3 3 3 2 3 2 16 2 3 3 3 3 3 9 16 9
3 4 4 4 2 4 2 20 3 4 4 4 4 4 12 20 12
4 5 5 5 4 5 4 28 4 5 5 5 5 5 15 28 15
5 4 4 4 4 4 4 24 5 3 5 4 4 4 12 24 12
6 4 4 5 5 4 5 27 6 5 4 5 4 5 14 27 14
7 3 3 3 4 3 4 20 7 3 5 4 3 3 12 20 12
8 3 3 4 4 3 4 21 8 4 4 3 3 5 11 21 11
9 4 4 4 3 3 3 21 9 4 4 4 3 5 12 21 12
10 4 5 4 4 2 4 23 10 4 3 4 2 5 11 23 11
Korelasi 0,91609
Dari hasil uji validitas skor ganjil dan genap maka didapat nilai korelasi sebesar : 0,91609
Rumus Spearman Brown :
=
1 +
2
=
2 0,91609
1 + 0,91609
=
1,8322
1,9161
= 0,9562
5. Apa komentar anda setelah uji validitas dan reliabilitas yang telah anda lakukan? a. Variabel Tugas, Variabel Ukuran, Variabel Keahlian dan Variabel Sistem yang
Efisiensi memberikan pengaruh positif terhadap kinerja secara keseluruhan b. Masih terdapat sejumlah kecil indikator pada variabel penelitian yang tidak
memberikan pengaruh kepada kinerja c. Mempertahankan kinerja yang sudah baik
d. Memperhatikan sejumlah kecil indikator yang memiliki nilai negatif terhadap penilaian kinerja total untuk dicarikan solusi penyelesaian sehingga di masa depan bisa memberikan pengaruh positif terhadap kinerja secara total.
e. Perlunya penghargaan khusus bagi personil yang memiliki kinerja yang baik. f. Melakukan penelitian pengukuran kinerja secara berkala untuk memonitor
perkembangan kinerja dan mempertahankan kinerja yang baik.
TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER
Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Evaluasi Kinerja
Dosen : Jou Sewa Adrianus SE, MM
OLEH :
AGAPE YESELIA JUJATI SELLY
NIM 811.2.142.003MM
KONSENTRASI : SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
PROGRAM PASCA SARJANA
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN KONSENTRASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDIRA
KUPANG
Nama : Agape Yeselia Jujati Selly
NIM :
811.2.142.003MM
Konsentrasi : SDM Soal :
1. Faktor apa saja sebagai pemicu kinerja orang NTT beda dengan kinerja orang di provinsi lain? Tulis paling kurang 20 penyebab perbedaan tersebut diatas.
Jawab :
a. Kepemimpinan
b. Lingkungan kerja Sosial Ekonomi. c. Fasilitas kantor
d. Kerjasama e. Prioritas kerja
f. Pemahaman atas tugas g. Kedisiplinan
h. Otoritas dan Tanggungjawab i. Inovasi dan kreativitas j. Penyelesaian pekerjaan k. Inisiatif
l. Efektifitas dan efisien
m. Kemampuan dan ketrampilan n. Teknologi Informasi
o. Orientasi pada pelayanan p. Makanan
2. Menurut saudara semua variabel yang anda angkat, mana yang sungguh-sungguh sangat mengganggu kinerja orang NTT dan tunjukkan konsep teorinya.
Jawab :
- Motivasi Kerja
Yang menjadi pemicu utama terganggunya kinerja orang NTT adalah Motivasi Kerja Fillmore H. Stanford (1969:173) mendefinsikan bahwa Motivation as an energizing condition of the organism that serves to direct that organism toward the goal of a certain class (Motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia kearah suatu tujuan tertentu).
Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulakan bahwa motif merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri sesorang yang perlu dipenuhi agar orang tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, sedangkan motivasi adalah kondisi yang menggerakkan seseorang agar mampu mencapai tujuan dan motifnya. Motivasi dapat pula dikatakan sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dalam diri untuk giat dalam bekerja.
Memotivasi seseorang untuk bekerja dengan cara memberikan tanggungjawab sebaiknya dilakukan oleh pimpinan sehingga bawahan merasa ada tanggung jawab yang diemban dengan demikian motivasi dalam bekerja merupakan faktor penggerak atau pendorong bagi pegawai atau karyawan
3. Nilai-nilai sosial manakah yang dapat menyebabkan kinerja buruk, tunjukkan variabelnya dan apa alasannya?
Jawab : LIngkungan Kerja Sosial Ekonomi
Komponen ekternal
yaiitu lingkungan sosial ekonomi keluarga (Pegawai). Komponen lingkungan sosial ekonomi keluarga bisa mempengaruhi etos kerja menurun, seperti kebutuhan rumah tangga yang semakin besar, keperluan pendidikan anak-anak, membangun rumah, serta masalah keluarga, rumah tangga hubungan suami istri, kenakalan anak anak yang sudah semakin beranjak dewasa, sehingga menyita pikiran dan tenaga di dalam jam kerja pegawai. Disisi lain insentif dari kantor tidak ada, gaji sudah tidak mencukupi.
Komponen Internal
lingkungan sosial ekonomi di tempat kerja seorang pegawai akan menurunkan etos kerja jika dari lingkungan kerja tidak ada kepastian keberlangsungan kedepan, hubungan dengan teman sekerja ada masalah persaingan tidak sehat, saling menjatuhkan dan memfitnah, struktur organisasi, tupoksi, serta promosi jabatan tidak jelas, dan tidak tertib administrasi.
4. Nilai-nilai religius manakah yang mengganggu kinerja orang NTT? Jawab : Nilai Religius dalam tingkat pendidikan seseorang
5. Variabel manakah dipandang netral dan tidak mengganggu kinerja orang NTT? Jawab : Teknologi Informasi
Karena sebuah Organisasi terdiri dari sekelompok orang dengan berbagai tingkat keahlian. Informasi merupakan salah satu sumber daya yang paling utama dimiliki oleh organisasi dan sistem informasi dengan sendirinya akan melekat pada seseorang dalam sebuah organisasi.
6. Mengapa makanan juga sebagai pemicu turunnya kinerja organisasi? Jawab :
TUGAS MID
Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Evaluasi Kinerja
Dosen : Jou Sewa Adrianus SE, MM
OLEH :
AGAPE YESELIA JUJATI SELLY
NIM 811.2.142.003MM
KONSENTRASI : SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
PROGRAM PASCA SARJANA
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN KONSENTRASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDIRA
KUPANG
Nama : Agape Yeselia Jujati Selly
NIM :
811.2.142.003MM
Konsentrasi : SDM
Soal :
Kasus : Pabrik Bintoro Jaya
Ahmad sukses kariernya pada perusahaan Cendrawasi Ambon, sehingga dipromosikan menjadi asisten manajer pabrik PT. Bukit Karang. Karena kesulitan dana dan permodalan PT. Bintoro Jaya dalam memenuhi kuota produksinya, maka ia diangkat menjadi manajer perusahaan tersebut.
Ahmad seorang yang ambisius dan agak berorientasi kekuasaan. Ia yakin bahwa cara terbaik untuk menyelesaikan masalah adalah memegang kendali, mengambil keputusan dan menggunakan wewenang untuk menerapkan keputusannya. Setelah melakukan studi kelayakan secara cermat, ia mengeluarkan perintah mengurangi anggaran 7% untuk setiap departemen. Kemudian ia menginstruksikan menaikkan omset produksi sebesar 10% untuk bulan berikutnya. Kemudian pada bulan kedua ia memberhentikan manajer produksi karena tidak mampu menaikkan produksi. Kemudian lima manajer lainnya mengundurkan diri.
Namun ahmad mengumumkan setiap manajemen mematuhi peraturan dan anggaran. Ahmad berhasil luar biasa dengan tingkat produktivitas naik sebesar 11% dan pada bulan ke-4 pabrik dapat memenuhi kuota anggaran. Akhirnya ia ditarik ke kantor pusat Jakarta, kemudian Bintoro Jaya mengalami kondisi produktivitas turun sebesar 10% yang sama yaitu kesulitan modal dan anggaran.
1. Bahaslah model perilaku organisasi yang diterapkan ahmad dan jenis iklim organisasi yang diciptakannya.
Jawab :
formal, ofisial, dan berdasarkan kewenangan. Ahmad tidak menerima saran bawahan, tetapi lebih menonjolkan kekuasaan formal. Ahmad begitu yakin tentang hal yang baik untuk perusahaan sehingga karyawan hanya mengikuti perintah Ahmad. Ahmad menciptakan iklim kerja yang tidak kondusif.
Orientasi karyawan adalah kepatuhan terhadap atasan, bukan rasa hormat terhadap manajer. Akibat psikologisnya adalah terjadinya ketergantungan karyawan terhadap atasan dengan prestasi kerja yang minimal, sekedar untuk mendapatkan upah kerja yang dapat mencukupi kebutuhan keluarga.
2. Lakukan identifikasi masalah yang dihadapi oleh pabrik Bintoro Jaya Jawab :
Masalah : Produktivitas PT. Bintoro Jaya menurun Sebab :
- Kehilangan sosok seorang pimpinan yang dapat mengatur produktivitas perusahaan dengan baik.
- Kinerja karyawan menurun karena karyawan terbiasa bekerja berdasarkan perintah pimpinan yang otokratik bukan karena merasa bertanggungjawab atas pekerjaannya.
3. Bagaimana langkah-langkah pemecahan masalah dan rekomendasi yang harus diajukan agar pabrik Bintoro Jaya kembali berjaya.
Jawab :
Langkah pemecahan masalah :
- Perusahaan membutuhkan seorang pimpinan yang bisa meningkatkan produktivitas.
- Karena kesulitan modal dan anggaran disarankan agar perusahaan melakukan pemimjaman modal kepada pihak ketiga
- Menanamkan nilai kesadaran dan motivasi kerja pada karyawan sehingga karyawan bekerja dengan tanggungjawab bukan karena takut kepada pimpinan - Pemberian reward kepada karyawan yang produktif
- Perlunya inovasi dalam lingkungan kerja.
Kelebihan dan kekurangan :
KELEBIHAN KEKURANGAN
1. Dapat meningkatkan produktivitas perusahaan
1. Jika salah menempatkan pimpinan, justru malah bisa lebih menurunkan produktivitas perusahaan
2. Dapat membuat perusahaan beroperasi kembali
2. Menambah utang perusahaan
3. Dapat memperbaiki standar kinerja yang tidak efektif sebelumnya
3. Perlu penyesuaian ulang dari karyawan untuk standar kinerja yang baru
4. Karyawan bisa bekerja dengan penuh tanggungjawab
4. Tergantung pada pribadi masing-masing karyawan
5. Dapat memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja
5. Pengeluaran perusahaan bertambah
6. Seluruh Karyawan diikutsertakan dalam membuat terobosan-terobosan sebagai nilai tambah peningkatan produksi.
6. Terjadinya kompetisi dalam inovasi peningkatan mutu produksi.
4. Rekomendasi :
TUGAS
MATA KULIAH
Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Perilaku Organisasi
Dosen : Jou Sewa Adrianus SE, MM
OLEH :
AGAPE YESELIA JUJATI SELLY
NIM 811.2.142.003MM
KONSENTRASI : SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
PROGRAM PASCA SARJANA
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN KONSENTRASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
FAKULTAS EKONOMI