• Tidak ada hasil yang ditemukan

FATHIN A RESTU NUGROHO X PMP EX A 16

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FATHIN A RESTU NUGROHO X PMP EX A 16"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

FATHIN A RESTU NUGROHO

X PMP EX A

(2)
(3)

A.

Persamaan Kuadrat

Persamaan Kuadrat merupakan suatu persamaan polinomial berorde 2 dengan bentuk umum dari persamaan kuadrat yaitu y=ax²+bx+c dengan a≠0 dan koefsien kuadrat a merupakan koefsien dari x², koefsien linear b merupakan koefsien dari x sedangkan c adalah koefsien konstan atau biasa juga disebut suku bebas. Nilai koefsien a,b dan c ini yang menentukan bagaimana bentuk parabola dari fungsi persamaan kuadrat dalam ruang xy.

Persamaan kuadrat dalam x mempunyai bentuk umum:

ax2 + bx + c = 0 , a ¹ 0 a, b dan c adalah bilangan real.

1. 1. Menyelesaikan Persamaan kuadrat

Persamaan kuadrat dapat diselesaikan dengan beberapa cara, yaitu dengan:

a) memfaktorkan,

Nilai x1 dan x2 disebut akar-akar (penyelesaian) persamaan kuadrat.

(4)

Jadi, penyelesaian dari x2 – 4 x + 3 = 0 adalah 3 dan 1.

1. b. Menyelesaikan persamaan kuadrat dengan melengkapkan kuadrat sempurna

Persamaan kuadrat ax2+ bx+ c = 0 dapat diselesaikan dengan mengubahnya menjadi (x + p)2

= q.

Contoh 1:

(5)

Jawab: x2 – 6 x + 5 = 0

1. c. Menyelesaikan persamaan kuadrat dengan menggunakan rumus

Rumus penyelesaian persamaan kuadrat a x2+ bx+ c = 0 adalah

Contoh :

Tentukan himpunan penyelesaian dari x2 + 7x – 30 = 0.

(6)

a = 1 , b = 7 , c = – 30

x = 3 atau x = –10

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {–10 , 3}.

2. Jenis-jenis Akar Persamaan Kuadrat

Kita perhatikan kembali persamaan kuadrat ax2+ bx+ c = 0 dengan akar-akarnya , b2 – 4ac

disebut diskriminan (D). Sehingga rumus penyelesaian persamaan kuadrat dapat ditulis sebagai .

Dari rumus tersebut tampak bahwa nilai x tergantung dari nilai D.

Apabila:

1. D > 0 maka ÖD merupakan bilangan real positif, sehingga persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berlainan, .

2. D = 0 maka ÖD = 0, sehingga persamaan kuadrat mempunyai dua akar real sama. .

3. D < 0 maka ÖD merupakan bilangan tidak real (imajiner), maka persamaan kuadrat tidak mempunyai

akar real atau persamaan kuadrat mempunyai akar tidak real.

Contoh :

(7)

1. x2 – 10 x + 25 = 0

3. Jumlah dan hasilkali akar-akar persamaan kuadrat

1. Persamaan kuadrat ax2+ bx+ c = 0 mempunyai akar x

1 dan x2. Dengan tanpa menyelesaikan persamaan tersebut,

(8)

= (x1 + x2)2 – 2 x1x2 = 2 (-3)2 – 2 . 4 = 1

4. Menyusun Persamaan Kuadrat

Persamaan kuadrat dapat disusun dengan:

v menggunakan perkalian faktor,

v menggunakan jumlah dan hasilkali akar-akar.

1. a. Menyusun persamaan kuadrat dengan menggunakan perkalian faktor

Pada bahasan terdahulu, persamaan kuadrat x2 + p x + q = 0 dapat dinyatakan sebagai

(xx1) (xx2) = 0 sehingga diperoleh akar-akar persamaan itu x1 dan x2. Dengan demikian jika

akar-akar

persamaan kuadrat x1 dan x2 maka persamaannya adalah (xx1) (xx2) = 0.

Contoh 1:

Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya 3 dan -2.

(9)

Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya dan !

Jawab: (x – ) (x – ) = 0

= 0

6 x2 – 2 x – 3 x + 1 = 0

6 x2 – 5 x + 1 = 0

1. b. Menyusun persamaan kuadrat menggunakan jumlah dan hasil kali akar-akar

Persamaan .

Dengan menggunakan x1 + x2 = – dan x1x2 = , maka akan diperoleh persamaan:

x2 – (x

1 + x2)x + x1x2 = 0.

Contoh:

Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya –2 dan –3.

Jawab: x1 + x2 = -2 – 3 = – 5

x1x2 = 6

Jadi, persamaan kuadratnya x2 – (–5)x + 6 = 0 atau x2 + 5x + 6 = 0.

1. c. Menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya berkaitan dengan akar-akar persamaan kuadrat lain

Seringkali kita mendapatkan suatu persamaan kuadrat yang akar-akarnya berhubungan dengan akar-akar persamaan yang lain.

Contoh 1:

Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 3 lebih dari akar-akar persamaan x2 – 2x + 3

(10)

= x1 + x2 + 6 = x1x2 + 3(x1 + x2) + 9

Persamaan kuadrat yang akarnya a dan b adalah:

x2 – (a + b)x + ab = 0.

persamaan itu disebut nilai pembuat nol fungsi f.

Nilai fungsi f untuk x = p ditulis f(p) = ap2 + bp + c.

Contoh 1:

Ditentukan: f(x) = x2 – 6x – 7

Ditanyakan:

(11)

2. nilai f untuk x = 0 , x = –2

Jawab:

1. Nilai pembuat nol fungsi f diperoleh jika f(x) = 0

x2 – 6 x – 7 = 0

Supaya merupakan suatu kuadrat sempurna, syaratnya D = 0.

D = (p – 1)2 – 4 . 3 . 3 = 0

1. 2. Nilai Maksimum dan Minimum Fungsi Kuadrat

Untuk menentukan nilai maksimum/minimum fungsi kuadrat, perhatikan uraian berikut:

1) f(x) = x2 – 2x – 3

(12)

=(x – 1)2 – 4

Bentuk kuadrat selalu bernilai positif atau nol, maka (x – 1)2 mempunyai nilai paling kecil

(13)

grafk dari,

2. [Penyelesaian]

3. Dengan mengikuti langkah-langkah menyelesaikan fungsi kuadrat dan

grafknya , yang telah dikemukakan diatas yaitun

⬄ Menentukan titik potong dengan sumbu x, untuk y = 0 n ⬄ Menentukan titik potong dengan sumbu y, untuk x = 0 n ⬄ Menentukan titik puncak n

(14)

[Penyelesaian]

⬄ Titik potong dengan sumbu x, untuk y = 0, ⬄ Titik potong dengan sumbu y, untuk x = 0,

⬄ Menentukan titik puncak,

⬄ Sketsa grafkn

[Penyelesaian]

(15)

⬄ Grafk Fungsi n

grafk fungsi kuadrat,

[Penyelesain]

(16)

⬄ Sketsa grafk n

[Penyelesaian]

⬄ Titik potong dengan sumbu x, untuk y = 0, ⬄ Titik potong dengan sumbu y, untuk x = 0,

⬄ Titik puncak grafk,

(17)

4. Menentukan Fungsi Kuadrat yang Grafiknya Memenuhi Syarat-syarat Tertentu

Suatu fungsi kuadrat dapat ditentukan apabila fungsi itu:

1. melalui tiga titik yang berlainan.

2. memotong sumbu-X dan melalui sebuah titik lain.

3. melalui sebuah titik dan koordinat titik terendah/tertinggi diketahui. 4. menyinggung sumbu-X dan melalui sebuah titik.

1. a. Fungsi kuadrat yang grafiknya melalui tiga buah titik

Contoh:

Tentukan persamaan grafik fungsi kuadrat yang melalui titik (–1 , 0) , ( 1 , 8 ) dan ( 2, 6 ).

Jawab :

Misal persamaan grafik adalah y = a x2+ bx+ c

Grafik melalui titik (–1 , 0) ® 0 = a(–1)2 + b (–1) + c

0 = ab + c ………. (1)

Grafik melalui titik (1 , 8) ® 8 =a (1)2 + b (1) + c

(18)

Grafik melalui titik ( 2 , 6 ) ® 6 = a (2)2 + b (2) + c

b. Fungsi kuadrat yang grafiknya memotong sumbu-X

Misalkan titik potongnya (p , 0) dan (q , 0).

(p , 0) dan (q , 0) memenuhi persamaan y = a x2+ bx+ c sehingga 0= ap2+ bp+c dan

0= aq2+ bq+c . Kedua persamaan itu dikurangkan, akan diperoleh:

(19)

= a(x2 – (p + q)x+ pq)

= a(xp) (xq)

Jadi, y = a(xp) (xq) adalah fungsi kuadrat yang grafiknya memotong sumbu-X di (p,0) dan (q,0).

Contoh:

Tentukan fungsi kuadrat yang grafiknya memotong sumbu-X di titik (–5,0) dan (1,0), serta melalui titik (–3, –8) !

Jawab:

Grafik memotong sumbu-X di titik (–5,0) dan (1,0), maka fungsi kuadratnya

y = a(x – (–5)) (x – 1)

1. c. Menentukan fungsi kuadrat jika koordinat titik puncak grafik fungsi itu diketahui

Koordinat titik tertinggi/ terendah grafik fungsi kuadrat y = ax2+ bx+ c adalah .

Dengan melihat kembali kajian terdahulu, maka fungsi kuadrat y = ax2+ bx+ c dapat

dinyatakan dengan .

Sehingga fungsi kuadrat yang berpuncak di (p , q) adalah y = a (xp)2 + q

Contoh:

(20)

Jawab:

d. Fungsi kuadrat yang grafiknya menyinggung sumbu-X

Perhatikan kembali bahasan tentang “Titik potong grafik dengan sumbu-X”. Grafik akan menyinggung sumbu-X jika dan hanya jika b2 – 4ac = 0, maka koordinat titik tertinggi atau

terendah adalah (,0).

Sehingga .

Jadi, fungsi kuadrat yang grafiknya menyinggung sumbu-X adalah .

Sehingga fungsi kuadrat yang grafiknya menyinggung sumbu X adalah y = a(xp)2

Contoh:

Tentukan fungsi kuadrat yang grafiknya menyinggung sumbu-X di titik (2,0) dan melalui titik (0,4) !

Jawab:

Fungsi kwadrat yang grafiknya menyinggung sumbu X di (2,0) adalah

y = a (x – 2)2

(21)

4 = a(0 – 2)2 = 4a

a = 1

Gambar

Grafik melalui titik (1 , 8)  ®    8 =a (1)2 + b (1) + c
Grafik melalui titik ( 2 , 6 )  ®  6 = a (2)2 + b (2) + c

Referensi

Dokumen terkait

Energi yang ditunjukkan dari persamaan energi total di atas, atau dikenal sebagai head pada suatu titik dalam aliran steady adalah sama dengan total energi pada titik lain

Dari grafik yang ada maka dilakukan analisis data dengan menggunakan persamaan regresi linear yakni y = a + bx sehingga diperoleh konsentrasi besi (Fe) pada sampel air laut yang

Dari grafik yang ada maka dilakukan analisis data dengan menggunakan persamaan regresi linear yakni y = a + bx sehingga diperoleh konsentrasi besi (Fe) pada sampel air laut yang

Persamaan tersebut sesuai dengan rumus regresi linier sederhana yaitu Y=a+bX, dimana Y merupakan lambang dari variabel terikat, a konstanta, b koefisien regresi untuk variabel

Dari data pada Tabel 5 diperoleh nilai-nilai sebagai berikut : Maka diperoleh : Selanjutnya dengan mempergunakan persamaan regresi linear Y = a + bX dapat diperoleh hasil sebagai