• Tidak ada hasil yang ditemukan

NEO FUNGSIONALISME DALAM PANDANGAN EKOSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "NEO FUNGSIONALISME DALAM PANDANGAN EKOSI"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Mata Kuliah:

Keberlangsungan hubungan antara manusia dan alam merupakan sebuah ikatan yang perlu

dijaga keharmonisannya, nampak dalam kondisi modernitas di semua ragam bentuk

pengetahuan dengan sangat mudah dalam proses transformasinya. Dampak dari globalisasi

ini tak khayal berimbas pada mekanisme pemanfaatan lahan yang menjurus ke bentuk

penghancuran lingkungan hidup dalam rangka pemenuhan nilai pragmatis sebuah

sumberdaya demi memenuhi kebutuhan manusia, sayangnya secara ekonomis, eksploitasi

ini diperparah oleh keinginan segelintir manusia entah melalui institusi pemerintahan

maupun perusahaan swasta berusaha untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Hal

ini menjadi titik perhatian dari dua tokoh Neo-Fungsionalisme yang fokus pada ekosistem,

Roy Rapport dan A. P. Vayda menjadi pelopor untuk memerangi nafsu pragamatism

manusia dalam hubungannya dengan lingkungan hidup, mereke mengatakan bahwa

manusia dan lingkungan dipahami sebagai komponen–komponen ekosistem; upacara, adat,

istiadat, dan sebagainya merupakan mekanisme penyeimbang antara komponen manusia

dan lingkunagan. Berangkat dari pandangan Roy Rapport dan A. P. Vayda dalam teori

(2)

kerangka adat budaya yang masih tetap mapan sampai saat ini, berusaha agar jalinan

hubungan alam dan manusia tetap harmonis.

Karampuang, salah satu suku yang mendiami Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal yang menarik ketika kita melihat secara terfokus, bagaimana masyarakat adat

karampuang dalam menjalin hubungannya dengan lingkungan hidup. Masyarakat adat

Karampuang di Kabupaten Sinjai, memiliki kebudayaan yang diyakini sebagai pedoman

perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, salah satunya ialah kebudayaan yang senantiasa

tetap menjaga dan memelihara kelestaraian hutan. Menurut beberapa informasi, sampai

saat ini masyarakatnya masih berupaya mempertahankan beberapa tradisi warisan leluhur

atau cikal bakal desa seperti selalu menyelnggarakan upcara bersih desa secara teratur

setiap tahun, membersihkan sumber air secara bersama sama, mengadakan penghijauan

dan suasana serta kondisi pemukimannya mencerminkan sebuah Assijampangeng dan

Assamaturuseng, kedua konsep lokal tersebut memberikan pemaknaan bagaimana

masyarakat dalam beraktifitas sangat memperhatikan alam. Contoh kedua adalah

bagaimana masyarakat adat karampuang dalam pemanfaatan hutan. Pada dasarnya

menghargai dan menghormati lingkungan alam merupakan suatu prinsip dasar bagi

manusia sebagai bagian dari alam semesta seluruhnya. Seperti halnya, setiap anggota

komnitas sosial mempunyai kewajiban untuk menghargai kehidupan bersama. Demikian

pula setiap anggota masyarakat adat Karampuang sebagai bagian dari komunitas ekologis

telah membuktikan nilai penghargaan dan penghormatan di setiap kehidupan terhadap

lingkungan hidup sebagai perwujudan hubungan harmonis antara alam dan manusia.

Secara tersirat masyarakat adat karampuan mempunyai kewajiban moral untuk menjaga

(3)

terpenting bagi kehidupan manusia, hal ini tersaji dalam bentuk kehidupan sehari-hari.

Konteks ini dapat dilihat melalui pemaknaan hutan menurut masyarakat Karampuang yang

memiliki kewajiban untuk menjaga hutan di sekitarnya sebagai menjaga sebuah rumah

Referensi

Dokumen terkait

Sumber daya alam: semua kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.. Sumber daya manusia: disebut juga manusia yang

keberlangsungan ilmu pengetahuan. Seperti pada sebuah ungkapan dalam bahasa Arab disebutkan bahwa hendaklah kita menumtut ilmu hingga negeri China. Hal ini mempunyai

Medis atau kedokteran adalah ilmu tentang berbagai kondisi tubuh manusia untuk menjaga kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya dari kondisi sakit..

Allah SWT menciptakan alam yang indah ini untuk dijaga dan dilestarikan. Bila manusia bisa merawatnya dengan baik, maka alam tidak akan rusak. Tidak akan ada makhluk

Sebagai oranisme manusia membutuhkan energi dan mengaturnya dengan baik. Dalam hal ini dorongan seksual dan dorongan agresi perlu dipahami. Manusia perlu mengatur energi

1) Teori antroposentrisme, memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta. Manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan

Manusia membutuhkan privasi dan teritori untuk memenuhi kebutuhan akan kenyamanan, dan keamanan, yang perlu dijaga dan dipertahankan, sehingga nantinya sebuah karya

Mitologi masyarakat Hindu di Bali yang juga hadir dalam ragam hias merupakan sebuah usaha untuk menggambarkan harmonisasi kehidupan manusia dan alam baik nyata (sekala)