• Tidak ada hasil yang ditemukan

Antiseptik alami seperti dapat dimanfaatkan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Antiseptik alami seperti dapat dimanfaatkan "

Copied!
79
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNOLOGI

PRODUKSI TANAMAN

NOVA TRIANI, S.P., M.P.

2016

(2)

ARTI PENTING TANAMAN PANGAN

Pangan merupakan kebutuhan paling hakiki

yang menentukan kualitas sumber daya

manusia dan stabilitas sosial politik sebagai

prasyarat untuk melaksanakan pembangunan.

Kebutuhan pangan meningkat sejalan dengan

meningkatnya jumlah penduduk

Tanaman pangan: pemeran pokok pemenuhan

(3)

POTENSI WILAYAH PENANAMAN DAN

PENGEMBANGAN TANAMAN PANGAN

Kementerian Pertanian melalui APBN TA. 2016

melaksanakan kegiatan perluasan areal tanam

(ekstensifikasi) dan peningkatan indeks

pertanaman padi pada lahan yang masih

berpotensi untuk ditingkatkan, antara lain

(4)

PERAN PENTING TANAMAN PANGAN BAGI

MASYARAKAT

Makanan pokok

(5)

PERAN EKONOMIS TANAMAN PANGAN

Pengembangan sektor tanaman pangan

merupakan salah satu

strategi kunci dalam

memacu pertumbuhan ekonomi

pada masa

yang akan datang. Selain berperan sebagai

sumber penghasil

devisa

yang besar, juga

merupakan

sumber kehidupan

bagi sebagian

(6)

PELUANG

PRODUKSI TANAMAN PANGAN

1). Kesenjangan hasil antara potensi dan kondisi di lapangan masih tinggi

2). Tersedia teknologi untuk meningkatkan produktivitas

3). Potensi sumberdaya lahan sawah, rawa/lebak, pasang surut, lahan kering (perkebunan, kehutanan) dan lahan sementara

tidak diusahakan masih luas

4). Pengetahuan/Keterampilan SDM (Petani, Penyuluh/PPL,

Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan/POPT, Pengawas Benih Tanaman/PBT, dan Petugas Pertanian Lainnya) masih dapat dikembangkan

5). Tersedianya potensi pengembangan produksi berbagai pangan pilihan selain beras

(7)

KENDALA DAN TANTANGAN

PRODUKSI TANAMAN PANGAN

Teknologi pasca panen di petani masih sederhana kualitas rendah  harga rendah (contoh kadar air panen jagung 25%)

Lahan sawah irigasi semakin menurun  pengoptimalan lahan kering untuk padi gogo

Produktivitas lahan menurun Perubahan iklim global

Jumlah areal/lahan berkurang (alih fungsi lahan pertanian)Krisis air

Masalah mekanisasi

Terbatasnya infrastruktur

Belum optimalnya perbenihan nasional

(8)

PEMULIAAN TANAMAN

TANAMAN PANGAN

Varietas yang spesifik lokasi

Varietas tahan cekaman air, kekeringan,

salinitas

Varietas berpotensi hasil tinggi

Varietas genjah

Varietas padi bervitamin A

(9)

STRATEGI PENINGKATAN TANAMAN PANGAN DAN KEBIJAKAN-KEBIJAKANNYA

Upaya efisiensi usahatani (ekonomi, mutu,

produktivitas)

penerapan teknologi (penentuan lokasi,

penggunaan varietas, benih bermutu, penanaman,

pemeliharaan, panen dan pasca panen yang tepat)

Diversifikasi pangan

Melibatkan sektor pemerintah, peneliti, masyarakat,

LSM

2016 difokuskan pada peningkatan produktivitas

(10)

TEKNOLOGI

PRODUKSI TANAMAN PANGAN

Teknologi yang diterapkan harus

memperhatikan faktor lingkungan, baik

lingkungan fisik maupun lingkungan sosial

Tantangan transfer teknologi : kebijakan, sosial

(11)
(12)

Jagung

pangan, bahan baku

industri, pakan ternak, ekspor

SYARAT TUMBUH TANAMAN JAGUNG

Dataran rendah, dataran

tinggi, sawah, tegalan.

Suhu optimal 21-34 °C.

pH. tanah 5,6-7,5

Ketinggian 1000-1800 m

(13)

Teknik Budidaya Tanaman Jagung

Teknik Budidaya Tanaman Jagung

Varietas unggul (hibrida, komposit), benih bermutu

Tidak dianjurkan penyulaman

Penyiapan lahan

OTS, TOT; pH

tanah < 5-->ditambah kapur (dosis 300 kg/ha)

Penanaman

TOT langsung dicangkul/koak sesuai

(14)
(15)

Penanaman OTS

ditugal untuk dibuat lubang

tanam benih, beri pupuk kandang/kompos 1-2

genggam (±50 gr) 3-7 hari sebelum

tanam/saat tanam sebagai penutup benih.

Jarak tanam : (a) 70 cm x 20 cm dengan 1

benih per lubang tanam, atau (b) 75 cm x 40

cm dengan 2 benih per lubang tanam

populasi 66.000-71.000 tanaman/ha.

Pemupukan

350-400 kg urea/ha, 100-150 kg

SP-36/ha, dan 100-150 kg KCl/ha.

ditugal

(16)
(17)

Cara menentukan

dosis urea pada

pemupukan III

dengan

menggunakan BWD.

Cara menentukan

dosis urea pada

pemupukan III

dengan

(18)

Penyiangan

dua minggu sekali, umur 15 hst-6

minggu hst. Bersamaan dengan pembumbunan

Pengendalian hama penyakit

Penyakit bulai,

jamur

(Fusarium sp).

Pengendalian

perlakuan

benih, 1 kg benih dicampur metalaksis (Ridhomil

atau Saromil) 2 gr dilarutkan dalam 7,5-10 ml air.

Jamur (Fusarium)

disemprot Fungisida (Dithane

M-45) dosis 45 gr / tank isi 15 liter.

Penyemprotan pada bagian tanaman di bawah

tongkol. Dilakukan sesaat setelah ada gejala infeksi

jamur / membuang daun bagian bawah tongkol

(19)

Hama

lalat bibit (awal pertumbuhan

tanaman, dikendalikan mulai saat tanam

dengan insektisida carbofuran), penggerek

batang (carbofuran (3-4 butir

carbofuran/tanaman, melalui pucuk tanaman

pada tanaman yang mulai terserang) dan

tongkol. Hama penggerek batang

carbofuran

(20)

Pengairan

musim kemarau

menjelang tanaman

berbunga, penyiraman lebih intensif. Musim kemarau

(21)

Panen

100 hst (tergantung varietas). Siap

panen/masak fisiologis

daun jagung/klobot telah

kering, berwarna kekuning-kuningan, dan ada tanda

hitam di bagian pangkal tempat melekatnya biji pada

tongkol. Penundaan panen 7 hari setelah masak

(22)

Pasca panen

pengeringan (penjemuran langsung di

ladang, tongkol terkupas yang dikeringkan di lantai

jemur dengan pemanasan matahari langsung

(18%)/mesin batch dryer, pengeringan setelah

pemipilan). Penundaan pengeringan 3-5 hari, luka saat

pemipilan

timbul cendawan

(23)

• Persyaratan mutu jagung untuk perdagangan menurut Standar Nasional Indonesia (SNI)

Persyaratan kualitatif meliputi :

1. Produk harus terbebas dari hama dan penyakit.

2. Produk terbebas dari bau busuk maupun zat kimia lainnya (berupa asam).

(24)

• Penyimpanan jagung  untuk benih harus wadah tertutup

rapat sehingga kedap udara, tidak terjadi kontak dengan udara (logam dilengkapi absorban/penyerap (biasanya digunakan

abu sekam) untuk mengurangi kelembaban di dalam wadah penyimpanan; wadah logam yang tutupnya dilapisi dengan paraffin)

(25)
(26)

GANDUM

Gandum

terigu

Bahan

baku mie, roti

Perkiraan impor terigu Tahun

2013 mencapai 5,7 juta ton

Gandum

terigu

Bahan

baku mie, roti

(27)

Badan Litbang Pertanian telah merilis 2 varietas

gandum yaitu Varietas Dewata dan Varietas Selayar

pada Tahun 2003

Prospek pengembangan gandum

NTT (Soe), Papua

(Merauke), Jatim (Tosari), Sulsel (Malino, Enrekang)

dan Sulut (Tomohon)

(28)

TEKNIK BUDIDAYA GANDUM

TEKNIK BUDIDAYA GANDUM

BENIH varietas Dewata dan Selayar (UPBS Balai Penelitian Tanaman Serealia). Kebutuhan benih 100 kg/ha. Sebelum ditanam, diberi perlakuan fungisida Ceresan.

PENGOLAHAN TANAH OTS. Bedengan lebar 2 m. Jarak antar bedengan 50 cm.

PENANAMAN alur/larikan pada bedengan. Kedalaman alur/larikan 5 cm dengan jarak antar larikan 25 cm. Benih disebar merata dalam larikan, sekitarnya beri furadan, tutup dengan tanah.

(29)
(30)

PENYIANGAN

umur 15 dan 28-30 hst.

manual

(hand weeding).

PENGAIRAN

menyesuaikan kondisi hujan. Gandum

tidak memerlukan banyak air (kebutuhan air per

musim adalah 254-400 mm). Pemberian air dilakukan

bila tidak ada hujan (menggenangi saluran

disekeliling bedengan), setiap 2-3 minggu. Pada umur

tanaman 45-65 hari, kondisi tanah harus dijaga cukup

lembab/basah (proses pengisian biji berlangsung

(31)

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT Ulat tanah, Aphids, Kepik hijau dan Jamur. Ulat tanah (malam hari,umur 1-4

minggufuradan dosis 20 kg/ha pada lubang larikan saat tanam). Kepik hijau (pengisian biji sehingga biji menjadi hampa/malai menjadi berwarna putihDecis 2,5 EC).

PANEN bila 80% dari rumpun telah bermalai, batang dan daun menguning biji mengeras. Umur panen 90-125 hari tergantung ketinggian tempat. Semakin tinggi tempat maka umur panennya juga semakin lama.

(32)

PADI

(33)
(34)
(35)
(36)

TEKNIK BUDIDAYA PADI

TEKNIK BUDIDAYA PADI

SYARAT TUMBUH

- Padi sawah irigasi  curah hujan bukan faktor pembatas - Lahan kering  curah hujan optimum > 1600 mm/th.

- Padi gogo  bulan basah yang berurutan min. 4 bulan. (Bulan basah : bulan yang mempunyai curah hujan >200 mm dan

tersebar secara normal atau setiap minggu ada turun hujan

sehingga tidak menyebabkan tanaman stress karena kekeringan)

- Suhu optimum untuk pertumbuhan tanaman padi berkisar

antara 24 - 29C.

- Padi gogo lahan kering dataran rendah, areal yang lebih terjal dapat ditanami di antara tanaman keras.

(37)

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT)

Padi Sawah

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT)

Padi Sawah

Penerapan PTT didasarkan pada empat prinsip, yaitu:

1. Terpadu : PTT merupakan suatu pendekatan agar sumber daya tanaman, tanah dan air dapat dikelola dengan sebaik-baiknya secara terpadu.

2. Sinergis : PTT memanfaatkan teknologi pertanian terbaik dengan memperhatikan keterkaitan yang saling mendukung antar komponen teknologi

3. Spesifik lokasi : PTT memperhatikan kesesuaian teknologi dengan lingkungan fisik maupun sosial budaya dan ekonomi petani setempat

(38)

Komponen teknologi dasar dalam PTT yaitu:

1. Penggunaan varietas padi unggul atau varietas padi

berdaya hasil tinggi dan atau bernilai ekonomi tinggi,

2. Benih bermutu dan berlabel,

3. Pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan

tanaman dan status hara tanah (spesifik lokasi),

(39)

Komponen Teknologi Pilihan dalam PTT yaitu :

1. Penanaman bibit umur muda dengan jumlah bibit

terbatas yaitu antara 1-3 bibit per lubang.

2. Peningkatan populasi tanaman,

3. Penggunaan kompos bahan organik dan atau pupuk

kandang sebagai pupuk dan pembenah tanah.

4. Pengaturan pengairan dan pengeringan berselang,

5. Pengendalian gulma

6. Panen tepat waktu,

(40)

Tanam VUB secara bergantian untuk memutus siklus

hidup hama dan penyakit.

Varietas unggul dipilih sesuai dengan kondisi wilayah,

mempunyai produktivitas tinggi, sesuai permintaan

konsumen.

Benih bermutu adalah benih dengan vigor tinggi dan

bersertifikat. Pemilihan benih bermutu dilakukan

dengan cara:

Merendam benih dalam larutan garam dengan

menggunakan indikator telur. Telur diletakkan didasar

air dan masukkan garam sampai telur mulai terangkat

kepermukaan, kemudian telur diambil dan benih

(41)

Dapat juga dengan cara membuat larutan garam dapur (30

gr garam dapur dalam 1 It air) atau larutan pupuk ZA (1 kg pupuk ZA dalam 2,7 It air), masukkan benih ke dalam

larutan garam atau pupuk ZA (Volume larutan 2 kali volume benih), kemudian diaduk-aduk dan benih yang

mengambang dibuang.

Keuntungan menggunakan benih bermutu: 1. Benih tumbuh cepat dan serempak

2. Jika disemaikan akan menghasilkan bibit yang tegar dan sehat

3. Pada saat ditanam pindah, bibit tumbuh lebih cepat

(42)

varietas padi pada kondisi jarak tanam sempit

mengalami penurunan kualitas

pertumbuhan, seperti jumlah anakan dan

malai yang lebih sedikit, panjang malai yang

lebih pendek, dan jumlah gabah permalai

berkurang bila dibandingkan pada kondisi

jarak tanam yang lebar (potensial)

KARENA: persaingan dalam penerimaan

cahaya matahari, pengurasan unsur hara yang

intensif, peluang berkembangnya penyakit

endemik sebagai akibat dari kondisi

(43)
(44)

PERSEMAIAN

Lahan 1 ha, benih ± 20 kg. Benih bernas (yang tenggelam)

dibilas air bersih,direndam air 24 jam.

Diperam dalam karung 48 jam, dijaga kelembabannya

(membasahi karung)

Benih hibrida langsung direndam dan diperam.

Luas persemaian 400 m2/ha (4% dari luas tanam).

Lebar bedengan pembibitan 1,0-1,2 m dan diberi campuran

pupuk kandang, serbuk kayu dan abu 2 kg/m2

(memudahkan pencabutan bibit padi,kerusakan akar

(45)
(46)

PERSIAPAN LAHAN

OTS (2 kali bajak dan 1 kali garu), minimal, TOT

Faktor penentu : kemarau panjang, pola tanam,

jenis/tekstur tanah.

Dua minggu sebelum pengolahan tanah taburkan

(47)

PENANAMAN

Tanam bibit muda <21 HSS (hari setelah sebar), 1-3

bibit/rumpun. Bibit lebih muda (14 HSS) dengan 1 bibit/rumpun akan menghasilkan anakan lebih banyak, daerah endemis keong mas gunakan benih 18 HSS dengan 3 bibit/rumpun.

Penyulaman sebelum 14 HST. Pada saat bibit ditanam, tanah dalam kondisi jenuh air.

Penanaman sistem jajar legowo 2 : 1 atau 4 : 1 (40x(20x10) cm atau (50x(25x12,5) cm

JAJAR LEGOWO :Cara tanam berselang seling 2 baris tanam dan 1 baris kosong (legowo 2 : 1) atau 4 baris tanam dan satu baris

(48)

Pengaturan jarak tanam dilakukan dengan

caplak, dengan lebar antar titik 20-25 cm.

Setelah dilakukan caplak silang dan

membentuk tegel (20 X 20 cm atau 25 X 25

cm), pada setiap baris ke tiga dikosongkan dan

calon bibitnya ditanam pada barisan ganda

yang akan membentuk jarak tanam dalam

barisan hanya 10 cm. Kekurangan bibit untuk

baris berikutnya diambilkan bibit dari

(49)

Keuntungan cara tanam jejer legowo :

• Rumpun tanaman yang berada pada bagian pinggir lebih banyak.

• Terdapat ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpulan keong mas atau untuk mina padi.

Ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih baik untuk

pertanaman.

• Pengendalian hama, penyakit dan gulma lebih mudah. • Pada tahap awal areal pertanaman lebih terang sehingga kurang disenangi tikus

• Penggunaan pupuk lebih berdaya guna.

(50)

Seluruh kegiatan peningkatan produktivitas

(intensifikasi) diwajibkan menerapkan

teknologi tanam jajar legowo,

sementara untuk

kegiatan perluasan areal tanam(ekstensifikasi)

diharapkan dapat menerapkan teknologi tanam

jajar legowo atau disesuaikan dengan kondisi

setempat

. (Kementan, 2016). Peningkatan

(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)

PENGAIRAN

Pengairan berselang : Pemberian air berselang (intermittent) /pengaturan kondisi sawah dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian.

Tujuan pengairan berselang:

1. Menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi, lebih luas

2. Memberi kesempatan akar tanaman memperoleh udara lebih banyak sehingga dapat berkembang lebih dalam. Akar yang dalam dapat menyerap unsur hara dan air yang lebih banyak.

3. Mencegah timbulnya keracunan besi.

4. Mencegah penimbunan asam organik dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar.

5. Mengaktifkan jasad renik (mikroba tanah) yang bermanfaat. 6. Mengurangi kerebahan

7. Mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah).

8. Menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen 9. Memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah)

(61)

Cara pemberian air

tanaman umur 3 hari, petakan

sawah diairi,tinggi genangan 3 cm, 2 hari berikutnya

tidak ada penambahan air. Hari ke-4 diari kembali,

tinggi genangan 3 cm. (terus sampai fase anakan

maksimal). Mulai fase pembentukan malai sampai

pengisian biji, petakan sawah digenangi terus. 10 -15

hari sebelum panen sampai saat panen tanah

dikeringkan.

Tanah berpasir & cepat menyerap air, waktu pergiliran

pengairan diperpendek. (ketersediaan air selama satu

musim tanam kurang mencukupi, pengairan bergilir

selang 5 hari. Sawah (drainase jelek), tidak perlu

(62)

PEMUPUKAN

Pemupukan berimbang pemberian berbagai unsur hara dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekurangan hara yang

dibutuhkan tanaman berdasarkan tingkat hasil yang ingin dicapai dan hara yang tersedia dalam tanah.

Untuk setiap ton gabah yang dihasilkan, tanaman padi

membutuhkan hara N sekitar 17,5 kg, P sebanyak 3 kg dan K sebanyak 17 kg.

Agar efektif dan efisien, penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah.

(63)

Pupuk awal N: umur padi sebelum 14 hst ditentukan

berdasarkan tingkat kesuburan tanah.

Cara pemberian pupuk N: disebar merata di permukaan

tanah.

Pupuk Urea mudah larut dalam air (saluran pemasukan

(64)
(65)
(66)

PENGENDALIAN GULMA

Pengolahan tanah sempurna, mengatur air

dipetakan sawah, menggunakan benih padi

bersertifikat, hanya menggunakan kompos sisa

tanaman dan kompos pupuk kandang,

herbisida

Pengendalian gulma manual

kosrok(landak)

(67)

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

Monitoring populasi hama dan kerusakan tanaman Hama :

keong mas (mekanis,pestisida Saponin, rerak 20-50 kg/ha) wereng coklat (varietas tahan wereng coklat, pupuk K,

insektisida botani atau jamur ento-mopatogenik

(Metarhizium annisopliae atau Beauveria bassiana),

insektisida kimiawi

(68)

Tikus (menekan populasi awal sejak awal pertanaman sebelum tikus memasuki masa reproduksigropyok masal, sanitasi habitat,

pemasangan TBS (Trap Barrier System) dan LTBS (tinier Trap Barrier System).

Walang sangit (keluarnya malai-matang susuberas berubah warna, mengapur, hampa-->kendalikan gulma, pupuk merata agar tanaman seragam, insektisida

Penyakit hawar daun bakteri (bakteri Xanthomonas campesti-is pv

oryzae  bercak kuning sampai putih berawal dari terbentuknya garis lebam berair pada bagian tepi daun-->varietas tahan, benih/bibit

(69)

Penyakit blast (semua stadia)

bercak belah

ketupat – lebar ditengah dan meruncing di

kedua ujungnya. Ukuran bercak kira-kira 1-1,5

x 0,3-0,5 cm berkembang menjadi berwarna

abu-abu pada bagian tengahnya. Bila infeksi

terjadi pada ruas batang dan leher malai

(neck

blast),

akan merubah leher malai yang

terinfeksi menjadi kehitam-hitaman dan

patah, mirip gejala beluk oleh penggerek

batang-->varietas tahan, perlakuan benih,

waktu pembungaan tidak hujan terus

(70)

Padi Gogo

(1) penggunaan Varietas unggul (disarankan

lebih dari satu varietas),

(2) penambahan bahan organik tanah dan

tindakan konservasi tanah,

(3) pemupukan berimbang sesuai rekomendasi

setempat dan waktu pemupukan yang tepat,

(4) sistem tanam seperti jajar legowo dan

(71)
(72)

Pengolahan tanah dan cara tanam

olah tanah saat

awal hujan dan menjelang tanam, tanam saat hujan

stabil, sistim jajar legowo dengan jarak tanam 30 x 20

x 10 cm dengan 4 – 5 butir per lubang.

Pemupukan

bahan organik dikombinasikan pupuk

N, P dan K disesuaikan kebutuhan tanaman dan

(73)

Pengendalian hama penyakit

vegetatif (lalat bibit,

penggerek batang, hama lundi),hama penggerek

(74)

Panen dan Pasca Panen

Panen saat gabah telah menguning tapi malai masih segar

(75)

Pasca panen

-

Jemur gabah dengan ketebalan 5-7 cm,

pembalikan 2 jam sekali. Pengering buatan

suhu 42C (ka benih 10-12%), 50C (ka konsumsi

12-14%)

-

Simpan dalam wadah bersih

(lumbung/gudang), bebas hama, sirkulasi

udara baik

-

Sebelum digiling, gabah diangin-anginkan agar

(76)
(77)
(78)

Than

k yo

u...

l: thai rice (indica)

(79)

TUGAS

Carilah jurnal tentang tanaman pangan

(contoh: tentang penggunaan pupuk,

pengaturan jarak tanam, pengaruh cekaman

kekeringan, penggunaan pola tanam, dll)

Tanaman pangan (padi, jagung, gandum,

sorgum, barley,dll)

Jurnal di atas tahun 2010 (indonesia/english)

Referensi

Dokumen terkait

“Amanah itu suatu tugas yang diberikan kepada kita baik itu amanah dari sang Pencipta maupun dari atasan, dimana harapannya itu kita mampu, mampu melakukan secara

Na- ime, 1980-ih godina razvile su se tehnike koje koriste eliptiˇcke krivulje u faktorizaciji i dokazivanju prostosti, a uoˇcila se i teˇzina problema diskretnog logaritma u

Dapat diilustrasikan bahwa provinsi-provinsi pada kuadran IV, dengan kondisi angka persentase pemenuhan pemberian ASI yang besar memang dapat menurunkan prevalensi baduta

bagi masyarakat samin adalah pemeluknya mampu melaksanakan prinsip ajaran dan meninggalkan pantangan ajaran samin, sekaligus berpatokan pada garis besar ’syariatnya’ yakni

Beberapa Contoh Usulan dari Musrenbang Provinsi yang perlu didiskusikan dalam Musrenbang Nasional (2/2). Provinsi

Pemilik UMKM IMEL, menyepakti keinginan kepala desa, antara lain untuk menjadikan UMKM IMEL: (a) seperti Inomaret/alfamart, baik sistem pengelolaanya maupun sarana dan

Hasil penelitian analisis deskriktif menujukkan bahwa variabel politik uang (X) berdasarkan indicator pemberian uang, pemberian barang, pemberian janji/iming- iming masuk

1. Menciutkan jumlah PGAN dan mengubah status sebagian besar PGAN tersebut menjadi Madrasah Tsanawiyah atau Aliyah Negeri.. PGA-PGA yang diselenggarakan oleh pihak