• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kategori politik kekuasaan pendidikan Keputusan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kategori politik kekuasaan pendidikan Keputusan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Kategori Keputusan

1. Keputusan dalam Keadaan ada Kepastian

Apabila semua informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan lengkap, maka keputusan dikatakan dalam keadaan atau situasi ada kepastian. Dengan perkataan lain dalam keadaan ada kepastian kita dapat meramalkan secara tepat atau eksak hasil dari setiap tindakan (action).

Pemecahan: Deterministic

Teknik: a) Linear Programming, b) Model Transportasi, c) Model penugasan, d) Model Inventory, e) Model Antrian, f) Model Network

2. Keputusan dalam Keadaan ada resiko (risk)

Resiko terjadi kalau hasil pengambilan keputusan walaupun tidak diketahui dengan pasti akan tetapi diketahui nilai kemungkinan (probabilitasnya).

Pemecahan: Probabilistic

Teknik: a) Model Keputusan Probabilistic, b) Model Inventory Probabilistic, c) Model antrian Probabilistic.

3. Keputusan dalam Keadaan Ketidakpastian (uncertainty)

Ketidakpastian akan kita hadapi sebagai pengambil keputusan kalau hasil kuputusan sama sekali tidak tahu karena hal yang akan diputuskan belum pernah terjadi sebelumnya. Pemecahan: tambahan informasi dan menggunkan “subjective probability” yaitu nilai probabilitas yang anda ciptakan sendiri.

Teknik: Analisis keputusan dalam keadaan ketidakpastian. 4. Keputusan dalam Keadaan ada Konflik (conflict)

Situasi konflik terjadi kalau kepentingan dua pengambil keputusan atau lebih saling bertentangan (ada konflik) dalam situasi konpetitif. Pengambil keputusan bisa juga berarti pemain (player) dalam suatu permainan (game).

Pemecahan: Tergantung tindakan lawan Teknik: Teori Permainan (game theory)

Faktor yang harus diperhatikan dalam Pengambilan Keputusan: 1. Hal-hal berwujud dan tidak berwujud.

2. Keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi. 3. Keputusan jangan berorientasi kepentingan pribadi.

4. Jarang ada pilihan yang memuaskan.

5. Pengambilan Keputusan merupakan tindakan mental.

6. Pengambilan Keputusan yang efektif memerlukan waktu cukup lama.

7. Perlu Pengambilan Keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. 8. Keputusan hendaknya dilembagakan agar dapat diketahui apakah keputusan tersebut benar atau salah.

9. Keputusan merupakan awal dari serangkaian kegiatan berikutnya Langkah-Langkah dalam Pengambilan Keputusan

1. Rumuskan/identifikasi persoalan keputusan 2. Kumpulkan informasi yang relevan

3. Cari alternatif tindakan

4. Analisis alternatif yang fleksibel 5. Memilih alternatif terbaik

(2)

Referensi

Dokumen terkait

sistematis dengan nilai tinggi dan sangat tinggi saat mengambil keputusan untuk tidak kuliah.. Pengambilan keputusan dikatakan sistematis apabila mereka mampu

Keadaan prakonversi mencakup semua kondisi sebelum individu mengambil keputusan untuk melakukan konversi agama atau.. mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat. Kondisi

Apabila semua keterangan yang diperlukan telah lengkap dan tidak ada keberatan untuk meluluskan permohonan yang bersangkutan, sedang wewenang untuk memutus ada pada Gubernur

Atribut sistem operasi yang terdapat pada Blackberry dan Android akan mempengaruhi sikap konsumen dalam mengambil keputusan membeli, seperti yang dikatakan oleh Fandy Tjiptono

Mengambil jalan pintas dalam proses pengambilan keputusan hanya akan menghasilkan informasi yang tidak lengkap yang akan mempersulit masalah situasi lebih lanjut karena banyak

Apabila semua keterangan yang diperlukan telah lengkap dan tidak ada keberatan untuk meluluskan permohonan yang bersangkutan, sedang wewenang untuk memutus ada pada Gubernur

1) Situasi di mana pengambilan keputusan berada dalam keadaan ‘darurat’ sehingga harus dipilih dari alternatif yang tidak terlalu banyak perbedaannya. 2) Situasi

Rendahnya kontrol diri menunjukkan bahwa mahasiswa rendah dalam kemampuan menentukan dan mengendalikan situasi yang berasal dari luar dan dalam dirinya, tidak mampu mengambil keputusan