• Tidak ada hasil yang ditemukan

20150506 SE NO 36 SE 2015 PEMBAYARAN PPH21 BULAN APRIL 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "20150506 SE NO 36 SE 2015 PEMBAYARAN PPH21 BULAN APRIL 2015"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAOAN KEPEGAWAIAN OAERAH

PROVINSI OAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Kepada

Yth. Seluruh Kepala SKPO/UKPO

Oi1ingkungan Pemprov. OK1 Jakarta di

SURATEDARAN NOMOR: セ@ /SE/2015

TENTANG

Jakarta

PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 (PPh 21) BULAN APRIL 2015 Menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 80/PMK.03/201 0 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.03/2007 tentang Penentuan Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran dan Penyetoran Pajak, Penentuan Tempat Pembayaran Pajak, dan Tata Cara Pembayaran, Penyetoran dan Pelaporan Pajak, serta Tata Cara Pengangsuran dan Penundaan Pembayaran Pajak, dengan ini disampaikan kepada seluruh Kepala SKPO/UKPO bahwa batas jatuh tempo pembayaran dan penyetoran pajak adalah tanggal 1 0 bulan berikutnya. Pembayaran dan penyetoran pajak yang dilakukan setelah tanggal jatuh tempo, dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% per bulan yang dihitung dari tanggal jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan.

Untuk itu, segera melakukan pencetakan listing pembayaran dan memproses pencairan dari pajak PPh 21 TKO Februari 2015, TKO Maret 2015 dan Gaji April 2015 paling lambat tanggal 8 Mei 2015. Apabila terjadi sanksi administrasi yang ditimbulkan karena keterlambatan pembayaran dan penyetoran pajak maka menjadi tanggung jawab kepala SKPO/UKPO.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara, saya ucapkan terima kasih.

Jakarta. 6 Mei 2015

Tembusan:

(2)

BAOAN KEPEGAWAIAN OAERAH

PROVINSI OAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Kepada

Yth. Seluruh Kepala SKPO/UKPO

Oilingkungan Pemprov. OK1 Jakarta di

SURATEDARAN NOMOR: セ@ /SE/2015

TENTANG

Jakarta

PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 (PPh 21) BULAN APRIL 2015

Menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 80/PMK.031201 0 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.03/2007 tentang Penentuan Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran dan Penyetoran Pajak, Penentuan Tempat Pembayaran Pajak, dan Tata Cara Pembayaran, Penyetoran dan Pelaporan Pajak, serta Tata Cara Pengangsuran dan Penundaan Pembayaran Pajak, dengan ini disampaikan kepada seluruh Kepala SKPO/UKPO bahwa batas jatuh tempo pembayaran dan penyetoran pajak adalah tanggal 1 0 bulan berikutnya. Pembayaran dan penyetoran pajak yang dilakukan setelah tanggal jatuh tempo, dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% per bulan yang dihitung dari tanggal jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan.

Untuk itu, segera melakukan pencetakan listing pembayaran dan memproses pencairan dari pajak PPh 21 TKO Februari 2015, TKO Maret 2015 dan Gaji April 2015 paling lambat tanggal 8 Mei 2015. Apabila terjadi sanksi administrasi yang ditimbulkan karena keterlambatan pembayaran dan penyetoran pajak maka menjadi tanggung jawab kepala SKPO/UKPO.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara, saya ucapkan terima kasih.

Referensi

Dokumen terkait

ANALISA KEPATUHAN PEMBAYARAN DAN PELAPORAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA PAJAK PENGHASILAN (PPh) PASAL 21 PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 255/PMK.03/2008 tentang perhitungan besarnya angsuran Pajak Penghasilan (PPh) dalam tahun berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia NO.190/PMK.05/2012 Tentang Pembayaran Dalam Rangka Pelaksana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sekretariat

252/PMK.03/2008 disebutkan bahwa: “Besarnya PPh Pasal 21 yang harus dipotong untuk masa pajak terakhir adalah selisih antara Pajak Penghasilan yang terutang atas seluruh

252/PMK.03/2008 disebutkan bahwa: “Besarnya PPh Pasal 21 yang harus dipotong untuk masa pajak terakhir adalah selisih antara Pajak Penghasilan yang terutang atas seluruh

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.03/2018 tentang Pelaksanaan Pengkreditan Pajak atas Penghasilan dari Luar Negeri Republik Indonesia.. Perpajakan Teori &

Republik Indonesia, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 243/PMK.03/2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 635/Kmk.04/1994 Tentang Pelaksanaan Pembayaran

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK.03/2008, yang dikutip oleh Radianto (2010:71) menyebutkan bahwa, “Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan