Oleh: Bambang Widodo, SPd SMA Negeri 9 Yogyakarta
Prinsip Superposisi Linier
Prinsip Superposisi Linier
Prinsip Superposisi Linier
Prinsip Superposisi Linier
Sefase
Sefase
Sefase
Sefase
beda fasenya : 0,2 , 4 , ….
beda fasenya : 0,2 , 4 , ….
beda fasenya : 0,2 , 4 , ….
beda fasenya : 0,2 , 4 , ….
beda lintasan : 0, ,2 , 3 , ….
beda lintasan : 0, ,2 , 3 , ….
beda lintasan : 0, ,2 , 3 , ….
beda lintasan : 0, ,2 , 3 , ….
terjadi interferensi Konstruktif/ saling menguatkan,
terjadi interferensi Konstruktif/ saling menguatkan,
terjadi interferensi Konstruktif/ saling menguatkan,
terjadi interferensi Konstruktif/ saling menguatkan,
amplitudo maksimum
amplitudo maksimum
amplitudo maksimum
amplitudo maksimum
πλ λ
πλ
amplitudo maksimum
amplitudo maksimum
amplitudo maksimum
amplitudo maksimum
Berlawanan fase
Berlawanan fase
Berlawanan fase
Berlawanan fase
beda fase : ,3 ,5 , ….
beda fase : ,3 ,5 , ….
beda fase : ,3 ,5 , ….
beda fase : ,3 ,5 , ….
beda lintasan : ½ ,3/2 , 5/2
beda lintasan : ½ ,3/2 , 5/2
beda lintasan : ½ ,3/2 , 5/2
beda lintasan : ½ ,3/2 , 5/2
terjadi interferensi distruktif/ saling melemahkan,
terjadi interferensi distruktif/ saling melemahkan,
terjadi interferensi distruktif/ saling melemahkan,
terjadi interferensi distruktif/ saling melemahkan,
amplitudo nol
amplitudo nol
amplitudo nol
amplitudo nol
π πλ
πλ
λ
Interferensi cahaya
Interferensi cahaya
Interferensi cahaya
Interferensi cahaya
Sumber gelombang harus koheren
Sumber gelombang harus koheren
Sumber gelombang harus koheren
Sumber gelombang harus koheren
kedua gelombang selalu memiliki beda fase tetap (boleh nol tetapi
kedua gelombang selalu memiliki beda fase tetap (boleh nol tetapi
kedua gelombang selalu memiliki beda fase tetap (boleh nol tetapi
kedua gelombang selalu memiliki beda fase tetap (boleh nol tetapi
tidak harus nol ), frekuensi sama
tidak harus nol ), frekuensi sama
tidak harus nol ), frekuensi sama
tidak harus nol ), frekuensi sama
Amplitudo hampir sama
Amplitudo hampir sama
Amplitudo hampir sama
Amplitudo hampir sama
Cara menghasilkan pasangan sumber cahaya koheren
Cara menghasilkan pasangan sumber cahaya koheren
Cara menghasilkan pasangan sumber cahaya koheren
Cara menghasilkan pasangan sumber cahaya koheren
1. Sinari dua atau lebih celah sempit dengan cahaya yang berasal
1. Sinari dua atau lebih celah sempit dengan cahaya yang berasal
1. Sinari dua atau lebih celah sempit dengan cahaya yang berasal
1. Sinari dua atau lebih celah sempit dengan cahaya yang berasal
dari celah tunggal, thomas young
dari celah tunggal, thomas young
dari celah tunggal, thomas young
dari celah tunggal, thomas young
2. Dapatkan sumber
2. Dapatkan sumber
2. Dapatkan sumber
2. Dapatkan sumber----sumber koheren maya dari sebuah cahaya
sumber koheren maya dari sebuah cahaya
sumber koheren maya dari sebuah cahaya
sumber koheren maya dari sebuah cahaya
dari pemantulan saja, fresnel
dari pemantulan saja, fresnel
dari pemantulan saja, fresnel
dari pemantulan saja, fresnel
3. Gunakan sinar laser sebagai penghasil cahaya koheren
3. Gunakan sinar laser sebagai penghasil cahaya koheren
3. Gunakan sinar laser sebagai penghasil cahaya koheren
3. Gunakan sinar laser sebagai penghasil cahaya koheren
Interferensi celah ganda ( Thomas young)
pita gelap, destruktif pita terang, konstruktif
Analisis kuantitatif
interferensi terjadi karena adanya beda lintasan ( ) yang
ditempuh oleh cahaya S1 dan S2 ke layar ( P ) R S P S P S ∆S = 2 − 1 = 2 S ∆ θ sin d ∆S θ sin d R S d R S S S R S θ sin 2 2 2 1 2 = = = =
Interferensi maksimum (pita terang)
pusat
terang
:
0
n
1,2,3,...
n
λ
n
θ
sin
d
∆S
λ,2λ,3λ
0,
θ
sin
d
∆S
=
=
=
=
=
=
3
-ke
terang
pita
:
3
n
2
-ke
terang
pita
:
2
n
1
-ke
terang
pita
:
1
n
pusat
terang
:
0
n
=
=
=
=
Interferensi minimum ( Pita gelap)
1,2,3,...
n
)λ
2
1
n
(
θ
sin
d
∆S
λ
2
5
λ,
2
3
λ,
2
1
θ
sin
d
∆S
=
−
=
=
=
=
dst
3,
-ke
gelap
pita
3,
n
2
-ke
gelap
pita
2,
n
1
-ke
gelap
pita
1,
n
1,2,3,...
n
=
=
=
=
Jarak pita terang atau pita gelap ke-n dari terang pusat
karena jarak celah dan layar sangat jauh dibanding dengan jarak antara kedua celah ( L>>>d ) maka sudut bernilai kecil sehingga
pita terang θ L d tan d sin d L tan sin y y = = = ≈ θ θ θ θ
n
)
(
d
n
sin
d
=
=
λ
λ
θ
y
pita terang,...
3
,
2
,
1
n
n
L
d
n
)
L
(
d
=
=
=
λ
λ
y
y
Pita gelap
Jarak antara pita terang dan
,.... 3 , 2 , 1 ) 2 1 n ( L d ) 2 1 n ( ) L ( d ) 2 1 n ( sin d = − = − = − = n y y λ λ λ θ
Jarak antara pita terang dan
pita gelap yang berdekatan
Jarak diantara dua pita terang
berurutan
d
L
y
2
1=
λ
∆
d
L
y
=
λ
∆
Hubungan antara indeks bias medium dengan
mula-mula medium antara celah dan layar memiliki
indeks bias n1 dan diperoleh lebar pita y1, jika medium
antara celah dan layar diganti dengan indeks bias n2
maka diperoleh lebar pita y2. dapat dinyatakan
y ∆
n
y
n
y
2
n
2
=
y
1
n
1
y
=
Sepasang celah dengan jarak 0,2 mm disinari tegak
lurus. Garis terang ketiga terletak 7,5 mm dari garis
terang ke nol pada layar yang jaraknya 1 m dari celah. Panjang gelombang sinar yang dipakai adalah ….. ( 5 x 10-4
mm )
Suatu berkas cahaya monokromatis setelah melalui
sepasang celah sempit yang jaraknya 0,3 mm
membentuk pola interferensi pada layar yang jaraknya 0,9 m dari celah. Bila jarak antara garis gelap kedua terhadap pusat pola 3 mm, maka panjang gelombang terhadap pusat pola 3 mm, maka panjang gelombang cahaya adalah ….. ( 6,7 x 10-7m )
Dua celah yang berjarak 1 mm disinari cahaya merah
dengan panjang gelombang 6,5 x 10-7m. Garis gelap
terang dapat diamati pada layar yang berjarak 1 m dari celah. Jarak antara gelap ketiga dan terang ke lima
1. dua celah sempit yang dipisahkansejauh 1,5 mm diterangi cahaya 1. dua celah sempit yang dipisahkansejauh 1,5 mm diterangi cahaya 1. dua celah sempit yang dipisahkansejauh 1,5 mm diterangi cahaya 1. dua celah sempit yang dipisahkansejauh 1,5 mm diterangi cahaya
lampu natrium yang memiliki panjang gelombang 589 nm. Pita lampu natrium yang memiliki panjang gelombang 589 nm. Pita lampu natrium yang memiliki panjang gelombang 589 nm. Pita lampu natrium yang memiliki panjang gelombang 589 nm. Pita----pita interferensi teramati pada layar sejauh 3 m. carilah jarak Pita----pita pita interferensi teramati pada layar sejauh 3 m. carilah jarak pita pita interferensi teramati pada layar sejauh 3 m. carilah jarak pita pita interferensi teramati pada layar sejauh 3 m. carilah jarak pita----pita dilayar.( y/n) 1,18 mm
pita dilayar.( y/n) 1,18 mm pita dilayar.( y/n) 1,18 mm pita dilayar.( y/n) 1,18 mm
2. dua celah sempit yang dipisahkan pada jarak 1 mm diterangi 2. dua celah sempit yang dipisahkan pada jarak 1 mm diterangi 2. dua celah sempit yang dipisahkan pada jarak 1 mm diterangi 2. dua celah sempit yang dipisahkan pada jarak 1 mm diterangi
cahaya dengan panjang gelombang 600 nm, dan pola interferensi cahaya dengan panjang gelombang 600 nm, dan pola interferensi cahaya dengan panjang gelombang 600 nm, dan pola interferensi cahaya dengan panjang gelombang 600 nm, dan pola interferensi dipandang pada layar berjarak 2 m jauhnya. Hitung jumlah pita dipandang pada layar berjarak 2 m jauhnya. Hitung jumlah pita cahaya dengan panjang gelombang 600 nm, dan pola interferensi cahaya dengan panjang gelombang 600 nm, dan pola interferensi cahaya dengan panjang gelombang 600 nm, dan pola interferensi cahaya dengan panjang gelombang 600 nm, dan pola interferensi dipandang pada layar berjarak 2 m jauhnya. Hitung jumlah pita dipandang pada layar berjarak 2 m jauhnya. Hitung jumlah pita dipandang pada layar berjarak 2 m jauhnya. Hitung jumlah pita dipandang pada layar berjarak 2 m jauhnya. Hitung jumlah pita terang percentimeter dilayar. ( n/y) 8,33 pita/cm
terang percentimeter dilayar. ( n/y) 8,33 pita/cm terang percentimeter dilayar. ( n/y) 8,33 pita/cm terang percentimeter dilayar. ( n/y) 8,33 pita/cm
3. Dengan menggunakan alat celah ganda konvensional dan cahaya 3. Dengan menggunakan alat celah ganda konvensional dan cahaya 3. Dengan menggunakan alat celah ganda konvensional dan cahaya 3. Dengan menggunakan alat celah ganda konvensional dan cahaya
yang panjang gelombangnya 589 nm, 28 pita yang panjang gelombangnya 589 nm, 28 pita yang panjang gelombangnya 589 nm, 28 pita
yang panjang gelombangnya 589 nm, 28 pita----pita terang pita terang pita terang pita terang
percentimeter teramati pada layar yang berjarak 3 m jauhnya. percentimeter teramati pada layar yang berjarak 3 m jauhnya. percentimeter teramati pada layar yang berjarak 3 m jauhnya. percentimeter teramati pada layar yang berjarak 3 m jauhnya. Berapakah jarak pisah celahnya.4,95 mm
Berapakah jarak pisah celahnya.4,95 mm Berapakah jarak pisah celahnya.4,95 mm Berapakah jarak pisah celahnya.4,95 mm
Seberkas cahaya
monokromatis jatuh pada lapisan tipis transparan lapisan tipis transparan
ABC dipantulkan oleh
permukaan atas
ABDEF dipantulkan
lapisan bawah
Berkas cahaya pantul
Untuk mempermudah
analisis kuantitatif anggap cahaya
monokromatis datang tegak lurus pada
tegak lurus pada
lapisan tipis, sehingga beda lintasan pis lapisan ti tebal t t 2 ABC ABDEF ∆S = = − =
Persamaaan matematis untuk satu
perubahan fase 180
0akibat pemantulan
Syarat agar pada suatu
lapisan tipis terjadi interferensi melemah/destruktif ( gelap )
∆S
=
2
t
=
m
λ
' gelap ) ( terjadi apabila perbedaaan lintasan 2t = 0 atau bilangan bulat dari panjang gelombang dalam lapisan tipis )pis
lapisan ti
dalam
gelombang
panjang
λ
...
0,1,2,3,..
m
λ
t
2
∆S
' '=
=
=
=
m
Syarat agar pada
suatu lapisan tipis terjadi interferensi menguat/konstruktif( terang ) ( terjadi apabila perbedaan lintasan
)
λ
2
1
(
t
2
∆S
=
=
m
+
' merupakan bilangan ganjil dari ½ panjang gelombang dalam lapisan tipispis
lapisan ti
dalam
gelombang
panjang
λ
...
0,1,2,3,..
m
2
'=
=
Jika yang diketahui panjang
gelombang diudara
Sehingga interferensi konstruktif
λ
pis lapisan ti bias indeks n λ λ atau (1) ) λ(n n λ ' u ' = = = = n λn
λ
)
2
1
(m
t
2
λ
)
2
1
(m
2t
'+
=
+
=
Interferensi destruktifλ
)
2
1
(m
n t
2
n
2
+
=
λ
m
n t
2
m
t
2
'=
=
λ
Cahaya polychromatis,
selaput tipis air sabun disinari dalam arah tegak lurus dengan menggunakan
cahaya natrium dengan panjang gelombang 589,3nm. Jika indeks bias air sabun adalah 1,33 tentukan
a. ketebalan minimum selaput air sabun yang tampak terang b. ketebalan minimum selaput air sabun yang tampak gelap
Lapisan udara berbentuk seperti kampak ( taji )dibuat dengan nenempatkan
Lapisan udara berbentuk seperti kampak ( taji )dibuat dengan nenempatkan
sepotong kertas kecil diantara dua potong kaca rata. Cahaya dengan panjang gelombang 500 nm datang secara normal pada plat kaca, dan pola
interferensi diamati dengan pemantulan. Jika sudut yang dibentuk antara kedua plat 3 x 10-4 rad. Berapa banyaknya pita interferensi per cm yang
Genangan minyak dengan indek bias 1,3 mengapung di
atas permukaan air. Cahaya dengan panjang gelombang 5.000 A jatuh hampir tegak lurus terhadap lapisan tipis tersebut sehingga terjadi interferensi saling melemahkan. Tentukan tebal minimum lapisan minyak tersebut.
Suatu lapisan tipis bensin (n = 1,40) mengapung di atas
permukaan kaca (n = 1,50). Sinar Matahari jatuh hampir
tegak lurus pada lapisan tipis dan memantulkannya ke
permukaan kaca (n = 1,50). Sinar Matahari jatuh hampir
tegak lurus pada lapisan tipis dan memantulkannya ke
mata Anda. Walaupun sinar Matahari adalah sinar putih yang mengandung berbagai warna, tetapi lapisan tipis
tampak berwarna kuning. Ini karena interferensi destruktif pada lapisan menghilangkan warna biru( biru di udara = 468 nm) dari cahaya yang dipantulkan ke mata Anda.
Tentukan ketebalan minimum t (t 0) dari lapisan tipis ini.
λ
Jika lapisan tebal yang
beragam disinari dengan cahayamonokromatik akan teramati pita atau garis terang gelap secara selang seling (
Interferensi konstruktif/ terang
)
1
(
R
λ
)
1
(m
r
2=
+
'=
m
+
λ
R
datar
cembung
lensa
jari
-jari
R
n
ke
terang
lingkaran
jari
jari
r
)
2
1
(
R
λ
)
2
1
(m
r
t ' 2 t=
−
−
=
+
=
+
=
R
n
m
λ
Interferensi destruktif/ gelap m R λ m r2 = ' =
λ
R n ke gelap lingkaran jari jari r m R λ m r g ' 2 g − − = = = R nλ
Pada percobaan interferensi cincin newton digunakan cahaya
dengan panjang gelombang 5700 A0. hasil pengamatan
menunjukkan jari-jari lingkaran gelap ke sepuluh adalah 6 mm. hitung jari-jari kelengkungan lensa