• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendamping / Konselor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pendamping / Konselor"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KAS US

• S eorang suami mengumpat dan memukul istrinya karena tidak mau memenuhi kebutuhan sexnya • S eorang suami selalu cemburu dan membatasi

pergaulan maupun cara berdandan istrinya

• S eorang suami bila marah selalu membanting atau merusak benda benda di sekitarnya

• S eorang suami merasa bersalah karena berselingkuh tapi terus menerus di ulang

• S eorang suami merasa putus asa tidak bisa mengubah perilaku istrinya yang dianggapnya “pencemburu”

(3)

Konseling

Hubungan antara 2 orang (konselor & klien),

bersifat saling membantu, untuk menyelesaikan masalah tertentu

Bertujuan memberdayakan klien dalam menanggapi masalah kehidupan

M engembangkan mekanisme koping yang efektif dalam menghadapi masalah kehidupan

(4)

Tujuan Konseling

M embantu klien menghadapai situasi krisis (crisis

intervention)

M embantu klien mengatasi penderitaan

M embantu klien menyesuaikan diri dengan perubahan kehidupan

M embantu klien menata kehidupannya dan merencanakan masa depan

(5)

Pendamping / Konselor

Peran pendamping adalah sebagai fasilitator  membantu,

mempermudah, memberi dukungan/motivasi

Tug a s uta m a:

M endukung untuk memahami masalah

M endukung memahami hal-hal yang terkait

dengan masalah (M isal: mengapa masalah terjadi, pihak-pihak yang terlibat)

M endukung memahami alternatif-alternatif penyelesaian masalah

(6)

M embantu mengenal kekuatan/kelebihan dan keterbatasannya

M enggunakan sebaik mungkin sumber daya untuk menyelesaikan masalah

 pendamping seyogyanya mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang, mampu berempati pada individu/masyarakat yang didampingi; tetapi tidak memperlihatkan keberpihakan dan tidak bias/ memiliki prasangka

(7)

Prinsip Dasar Pendampingan

Prinsip Kesetaraan

Pemberian nasehat vs pencarian alternatif dan pemahaman akan implikasi

Keputusan terakhir tidak diambil oleh pendamping

Pendampingan bukan advokasi

Tolok ukur keberhasilan adalah kemandirian dan kemampuan membuat keputusan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dialami

(8)

Pendampingan tidak (hanya) memfokuskan pada pengalaman menyakitkan yang terjadi pada masa lalu, tetapi membantu memecahkan

masalah-masalah konkrit yang dihadapi saat sekarang

Bukan melupakan pengalaman menyakitkan, tetapi mengintegrasikan dalam keutuhan

kehidupan

Kerahasiaan, empati, menghargai & menghormati  memfasilitasi.

(9)

Keterampilan Dasar Konseling

Kemampuan berempati, menghayati penderitaan klien

Keterampilan membina hubungan saling percaya

Keterampilan berkomunikasi

Keterampilan mendengar aktif

Keterampilan memberi dukungan & membangun semangat klien

(10)

Keterampilan Dasar Konseling

Keterampilan untuk memberikan informasi & psikoedukasi

Keterampilan membantu klien memecahkan masalah

Keterampilan memahami sikap, perilaku dan suasana perasaan klien, termasuk mengenali bahasa tubuh

(11)

Empati

Adalah kemampuan untuk merasakan hal-hal yang dihayati orang lain; bagaimana jika berada dalam posisi orang lain tsb, namun tetap sebagai pihak yang berdiri di luar masalah

Dapat jatuh dalam simpati, bila terlarut dalam situasi yang dihadapi orang tsb, lalu gagal bersikap objektif

E mpati berkaitan dengan kepedulian, pemahaman, serta sikap menghargai/menghormati

(12)

Mendengar Aktif-Reflektif

1. M embiarkan orang lain berbicara

2. M emperlihatkan kepedulian kita melalui bahasa tubuh

cth: memandang matanya, sesekali mengangguk, menampilkan ekspresi yang sesuai, dll

1. E kspresi-ekspresi verbal singkat dapat

memperlihatkan bahwa kita menghargai dan memahami

(13)

4. M engajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka

(open-ended questions) untuk mengeksplorasi

cth: “bagaimana kelanjutannya? ”; “lalu? ”; :oh… begitu. Lalu bagaimana? ”

5. M engulang isi cerita dalam bahasa yang lebih singkat & padat  memastikan pemahaman kita tidak keliru, dan meyakinkannya bahwa ia sungguh-sungguh didengar

cth: “Tadi anda bercerita tentang anak… .., dan perasaan anda yang sedih…

Betul begitu ? ”

6. M erefleksikan perasaan yang terkandung dalam cerita

cth: “Tampaknya anda kecewa karena… .Anda jadi bingung harus berbuat

(14)

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

dalam Proses Konseling

Jangan terlalu cepat mengusulkan jalan keluar atau memberi nasehat

Hindari menarik kesimpulan terlalu cepat dan memberi solusi imatur

Hindari terlalu banyak bertanya “mengapa? ”

Jangan menggunakan perintah, atau bahkan ancaman

cth: “..sebaiknya anda melakukan … , bila tidak saya tidak bertanggung jawab… ”

(15)

Hindari menginterupsi, menyetop, memberikan komentar saat orang tsb masih berbicara

Jangan mengkritik atau merendahkan

cth: “masalah kecil saja anda cepat putus asa… ”

Perhatikan metafora-metafora dan pesan tersirat

Perhatikan ekspresi non-verbal, intonasi suara, bahasa tubuh

(16)

Fokuskan pada penilaian aspek psikologis dan bukan ukuran-ukuran moral

Hindarkan bersimpati

S etiap akhir sesi berikan simpulan akan proses, hasil yang telah dicapai, dan rencana mendatang

(17)

M embangun M otivasi

Perubahan Perilaku Diri

Filosofi:

Kemampuan setiap orang untuk mengarahkan kehidupannya dan berubah menjadi lebih baik. Tujuan:

M emotivasi klien untuk mengubah perilaku kekerasan di masa lalu

Langkah:

1. mendiskusikan pengalaman PKDR T

2. mengenali kemampuan mengendalikan diri 3. mendiskusikan kekuatan dan kelemahan

(18)

M engelola Pikiran & E mosi Negatif

Filosofi:

Pikiran/persepsi salah atau negatif akan

menentukan emosi dan perilaku kita

Tujuan:

M elatih mengenali pikiran negatif dan

dampaknya seraya mengubah menjadi pola pikir

yang positif dan rasional

Langkah:

1. M engenali pikiran negatif  positif

2. Problem solving

(19)

M engelola Konflik

Filosofi:

M engelola konflik berarti mencari solusi dari setiap pertentangan yang seringkali memicu KDR T

Tujuan:

Klien mampu bersikap positif dalam menanggapi konflik Langkah:

1. melatih bersikap tenang dan menghargai pendapat orang lain

2. klarifikasi masalah

(20)

M engelola Amarah

Filosofi:

Kemarahan, ketegangan dan perilaku agresif

adalah suatu kondisi yang dapat dikelola dengan

latihan mengendalikan diri

Tujuan:

Terbentuk perilaku klien yang mampu mengenali

tanda tnda amarah dan mengendalikannya

Langkah:

1. M engenali pertanda amarah

2. M elatih kemampuan mengendalikan dengan

memindahkan perhatian

(21)

Teknik R elaksasi

Filosofi:

M elatih relaksasi adalah melatihkan kesadaran kita akan kemampuan diri untuk mengontrol ketegangan Tujuan:

Klien mampu melakukan teknik nafas lambat dan

relaksasi otot progresif untuk meredakan ketegangan Langkah:

1. Latihan teknik nafas lambat

(22)

R itual melepas perilaku kekerasan

Tujuan:

M emperkuat kepercayaan diri untuk

meninggalkan perilaku kekerasan

Langkahnya:

– R eview pelatihan

– Diskusi

(23)

Burn-out Syndrome

Orang-orang yang menekuni kegiatan

kemanusiaan dapat mengalami kelelahan kepedulian

Kelelahan kepedulian  burn-out syndrome; berada dalam titik jenuh dalam menghayati

aktivitasnya, seolah-olah (untuk sementara waktu) tidak dapat berfungsi dengan baik; kelelahan fisik & mental akibat kerja keras>> untuk mencapai pengharapan tinggi

(24)

Biasanya timbul setelah beberapa bulan atau tahun

Burn-out syndrome berkembang perlahan dalam

waktu yang cukup lama

Tidak setiap kepribadian rentan terkena burn-out

syndrome.

Biasanya terjadi pada orang dengan kepribadian perfeksionis, idealis, berkomitmen & berdedikasi tinggi, atau memiliki target tinggi terhadap hasil yang ingin dicapai, sehingga memberikan lebih

banyak dari yang dapat diberikan olehnya terhadap orang lain.

(25)

H a l ya ng m ela ta rbela k a ng i a nta ra la in:

• M engalami secara terus menerus bekerja dalam situasi menyakitkan/traumatis

• S ituasi kerja yang penuh tuntutan dan tekanan, tanpa penghargaan memadai

• Tiada waktu dan kesempatan untuk “mengambil jarak” • M enyadari situasi sangat rumit dan sulit diselesaikan • Kesadaran tentang keterbatasan kemampuan berbuat • R asa tanggung jawab besar, kepedulian dan keinginan

membantu yang besar tapi terbentur situasi nyata yang sulit • Identifikasi (kelekatan kuat) pada yang didampingi

(26)

M a nifes ta s i burn-out syndrome:

kelelahan yang sangat & hilang energi;

perasaan yang menumpul, seperti jauh dari lingkungannya/merasa sendiri;

cepat marah & tersinggung, tidak sabar;

merasa tidak dihargai, skeptis, sinis;

adanya kesedihan, ketidakberdayaan, hilang kegembiraan, gangguan tidur (depresi);

gangguan somatik;

mungkin kehilangan kepedulian atau kelembutan yang sebelumnya menjadi ciri khas

(27)

Bagaimana mencegah dan meminimalkan burn-out

syndrome?

M engadakan masa bebas kerja secara teratur,

menyediakan waktu beristirahat & berekreasi di luar lokasi kerja, adanya rotasi/variasi kerja

M emberikan penghargaan dan perhatian terhadap pekerja atas kerja keras, dedikasi, inisiatif dan

inovasi mereka

M engembangkan hubungan saling menguatkan dengan keluarga & rekan kerja; dapat juga

dilakukan kegiatan-kegiatan kelompok untuk

(28)

Referensi

Dokumen terkait

Alasan klasik bahwa notaris tetap sebagai orang yang berada diluar para pihak sehingga tidak dapat digugat atau dituntut merupakan dalih yang bersifat defensif yang

Berbicaranya Allah tentu tidak sama dengan cara berbicaranya manusia. Bagai- mana Allah berbicara? Hal itu berada di luar jangkauan kemampuan akal manusia. Yang jelas, sebagai

Suatu sistem kompensasi yang cocok dan efektif akan menarik orang- orang yang memiliki kemampuan dan keahlian untuk tetap berada di perusahaan tersebut dan termotivasi

1) Untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya (kreditor). 2) Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat

produk yang berada di luar kemampuan peneliti, maka peneliti akan meminta pihak lain sebagai mitra untuk bekerja sama dalam pengembangan produk bahan ajar tersebut; (3) Produk

Kemampuan kepala sekolah dalam berkomunikasi dengan berbagai pihak baik yang ada di lingkungan sekolah maupun yang berada di luar sekolah dikemukakan oleh salah

Menurut Dentan et al, Akta 134 merupakan akta yang mempunyai unsur “paternalistic” kerana pihak kerajaan berada di posisi sebagai bapa yang menentukan kehidupan anaknya iaitu Orang

Oleh karena itu, walaupun serviks telah berada di luar introitus vagina dengan panjang serviks mencapai 10-12 cm dengan sondase, korpus uteri tetap dalam posisi normal di rongga