• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. karena dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengelompokkan, menganalisis dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. karena dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengelompokkan, menganalisis dan"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

50 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1.Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian dalam bidang penerjemahan yang bersifat deskriptif kualitatif, terpancang, dan berkasus tunggal. Disebut penelitian deskriptif karena dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengelompokkan, menganalisis dan menginterpretasikan data penelitian (Surakhmad, 2002:140). Masalah yang dideskripsikan adalah teknik penerjemahan dan kualitas terjemahan kalimat yang mengandungungkapan satire dalam Novel The 100 Year-Old-Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared.

Menurut Moleong (2005:6) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan sebagainya secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.

Tujuan penelitian ini adalah mencermati suatu fenomena yang terjadi dalam konteks situasi tertentu, oleh karena itu dapat disebut sebagai penelitian studi kasus.Penelitian ini disebutsebagai studi kasus terpancang karena masalah penelitian sudah ditentukanterlebih dahulu dalam proposal penelitian sebelum permasalahan tersebut digalilebih dalam di lapangan (Sutopo, 2002).

(2)

Karena sasaran atau subjek penelitiannya memiliki karakteristik yang sama, penelitian ini termasuk studi kasus tungggal. Menurut Neubert (2004), penelitian bidang penerjemahan seperti ini disebut sebagai limited case study atau case studies focusing on particular aspects of ST and TT.Jika ditinjau dari sisi orientasinya, menurut Shuttleworth dan Crowie (1998), penelitian ini termasuk penelitian di bidang penerjemahan yang berorientasi pada produk.

Metode etnografi juga digunakan dalam penelitian ini karena peneliti juga turun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang dirasa masih belum tercukupi dari sumber data utama.Menurut Spradley (2007: 12), etnografi digunakan untuk mendeskripsikan suatu permasalahan budaya secara eksplisit dan implisit, yang diungkapkan melalui komentar maupun wawancara. Data yang dikumpulkan dari lapangan berupa hasil kuesioner dan focus group discussion (FGD).Kuesioner yang diberikan berisi pertanyaan-pertanyaan yang mengukur tingkat keakuratan, keterbacaan, dan keberteriman terjemahan. Selanjutnya, para rater akan dikumpulkan dalam FGD untuk mendiskusikan ketiga aspek kualitas terjemahan tersebut.

Data yang akan dikumpulkan, dikelompokkan, dianalisis, dan diinterpretasikan dalam penelitian ini akan dipilih dan dikumpulkan berdasarkan pendekatan stilistika dan pendekatan penerjemahan. Pendekatan stilistika digunakan untuk menemukan kompleksitas kalimat yang mengandung ungkapan satire,tipe ungkapan satire, dan peranti retoris yang digunakannya dalam novel The 100 Year Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared. Pendekatan penerjemahan digunakan untuk menganalisis teknik penerjemahan serta kualitas

(3)

terjemahan ungkapan satire dalam novel tersebut, dilihat dari tingkat keakuratan, keterbacaan, dan keberterimaannya.

3.2. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian merupakan “focus-determined boundary”, yang secara harafiah berarti ‘batas yang ditentukan oleh fokus atau objek penelitian’ (Lincoln dan Guba, 1985 dalam Santosa, 2014: 47). Sementara itu, menurut Spradley dalam Santosa (2014: 40), lokasi penelitian harus memiliki unsur-unsur pokok dari lokasi penelitian yaitu tempat atau seting, aktor atau partisipan, dan kejadian.

Lokasi penelitan ini adalah novel yang berjudul The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared yang ditulis oleh Jonas Jonasson, diterbitkan pertama kali oleh Piratförlaget, Swedia, dan diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Bentang Pustaka. Novel ini ber-setting di Swedia, tepatnya di kota kecil bernama Malmköping. Partisipan dalam penelitian ini adalah semua tokoh yang ada dalam The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared, terutama tokoh utamanya—Allan Karlson. Tokoh-tokoh lain dalam novel ini adalah Julius Jonsson, Benny, Gunilla (Jelita), Direktur Alice, dan Ni Wayan Laksmi. Kejadian yang diangkat dalam novel The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared adalah semua kalimat yang mengandung ungkapan satire yang terdapat di dalam novel tersebut.

(4)

3.3. Data dan Sumber Data

Data yang dikaji di dalam penelitian ini dibagi menjadi 2, yaitu data primer dan data sekunder. Yang termasuk data primer adalah:

1) data lingusitik, yaitu semua data yang termasuk dalam ungkapan satire di dalam novel The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, dan

2) data informan, yaitu hasil kuesioner dan focus group discussiondari para rater tentang keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan.

Selanjutnya, data sekunder dalam penelitian ini adalah segala informasi yang terkait dengan novel The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared dari situs resmi penulis http://jonasjonasson.com/ dan review mengenai novelnya di situs https://www.goodreads.com/book/show/13486632-the-hundred-year-old-man-who-climbed-out-of-the-window-and-disappeared.

3.4. Teknik Sampling

Menurut Arikunto (2002: 109), sampel adalah bagian dari representasi populasi yang akan diteliti. Sampel penelitian ini ditentukan berdasarkan sampel berdasarkan criterion-based sampling dalam memilih sumber data, informan, serta pengumpulan datanya. Teori ini juga disebut dengan theoritical-based sampling yang artinya sumber data dipilih dan dikumpulkan berdasarkan pendekatan teori yang digunakan.

(5)

Karena penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, dipilih sumber data yang mewakili informasi yang diperlukan. Oleh karena itu, digunakan teknik purposive sampling. Teknik ini dipilih karena sesuai dengan kecenderungan peneliti memilih data yang dianggap memiliki informasi dan permasalahan secara mendalam serta dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap (Sutopo, 2002: 56). Oleh karena itu, pemilihan sampel berdasarkan kriteria digunakan sebagai dasar pemilihan data dalam novel serta informan dalam penelitian ini. Kriteria novel dalam penelitian ini meliputi:

1) Novel menggunakan gaya bahasa satire.

2) Novel diterbitkan setelah tahun 2010 dan telah diterjemahkan dalam lebih dari 10 bahasa.

3) Novel mendapatkan rating pembaca tinggi dalam situs goodreads.com. Sementara itu, kriteria satire yaitu kalimat yang mengandung sindiran, ejekan, maupun olok-olok dalam hal kelemahan manusia, budaya, kondisi sosial, maupun politik.

Teknik sampling yang ditujukan kepada para informan ditentukan secara selektif karena yang diutamakan adalah kedalaman, kemantapan, serta ketuntasan informasinya. Oleh karena itulah, informan penilai hendaknya ahli dalam bidangnya, yang memiliki kompetensi memadai dalam memberikan penilaian terhadap teks terjemahan.Informan terdiri atas 3 orang rater dalam aspek keakuratan dan keberterimaan, dan 3 orang rater dalam aspek keterbacaan (responden).

(6)

1) Menguasai bahasa Inggris (BSu) dan bahasa Indonesia (Bsa) dengan baik. 2) Memiliki latar belakang pendidikan penerjemahan, minimal S2

Penerjemahan.

3) Memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidang penerjemahan. 4) Bersedia menjadi rater dan membantu memberikan kontribusi terhadap

penelitian ini.

Sementara itu, kriteria rater dalam aspek keterbacaan (responden) adalah: 1) menguasai Bahasa Indonesia dengan baik,

2) memiliki latar belakang pendidikan minimal S1, 3) suka membaca buku, terutama novel terjemahan,

4) danbersedia menjadi rater serta membantu memberikan kontribusi terhadap penelitian ini.

3.5. Pemerolehan Data

Pemerolehan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga macam cara pengambilan data, yaitu sebagai berikut.

1. Analisis Isi

Analisis ini (content analysis) merupakan variasi bentuk dari analisis dokumen. Sutopo (2006: 81) menyatakan bahwa teknik analisis isi merupakan cara untuk menentukan beragam hal sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitiannya. Grbich dalam Santosa (2014: 65) menyatakan bahwa analisis

(7)

isi digunakan untuk mencerna bentuk, makna, fungsi perilaku sosial di dalam suatu konteks dalam dokumen yang besar, termasuk di dalamnya ada pengkodean dan pengkategorian.

Dalam pelaksanaannya, analisis isi dalam penelitian ini dilakukan dengan tahap-thap sebagai berikut.

1) Peneliti membaca novel The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared, baik novel asli maupun terjemahannya, serta memahami konteks situasi dalam novel tersebut.

2) Peneliti mengumpulkan dan mengklasifikasikan kalimat yang mengandung ungkapan satire yang ditemukan dalam novel The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared.

3) Peneliti memberikan kode data.

4) Menganalisis teknik penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan ungkapan satire di dalam novel tersebut.

5) Peneliti menganalisis pengaruh penerapan teknik penerjemahan terhadap kualitas terjemahan.

2. Kuesioner

Menurut Sutopo (2006), kuesioner adalah daftar pertanyaan bagi pengumpulan data dalam penelitian. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data sekunder agar diperoleh informasi yang dapat menjadi pertimbangan dalam melakukan analisis. Dalam penelitian ini, kuesioner

(8)

bertujuan untuk memperoleh data tentang tingkat keakuratan, keberterimaan, serta keterbacaan. Informasi diperoleh dengan cara memberikan kuesioner pada kepada rater. Kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan yang bersifat tertutup dengan pilihan jawaban yang sudah dibatasi. Dalam kuesioner juga tersedia kolom komentar agar rater dapat memberikan pendapatnya. Kuesioneryang telah diisi oleh para rater akan didiskusikan lebih lanjut dalam FGD untuk disepakati hasilnya.

Tabel 3.1. Skala Penilaian Keakuratan (Nababandkk., 2012) Kategori

Terjemahan

Skor Parameter Kualitatif

Akurat 3 Makna kata, istilah teknis, frasa, klausa atau kalimat bahasa sumber dialihkan secara akurat kedalam bahasa sasaran; sama sekali tidak terjadi distorsi makna.

Kurang Akurat

2 Sebagian besar makna kata, istilah teknis, frasa, klausa, atau kalimat bahasa sumber sudah dialihkan secara akurat ke dalam bahasa sasaran. Namun, masih terdapat distorsi makna ganda (taksa) atau ada makna yang dihilangkan, yang mengganggu keutuhan pesan.

Tidak Akurat 1 Makna kata, istilah teknis, frasa, klausa atau kalimat bahasa sumber dialihkan secara tidak akurat kedalam bahasa sasaran, atau dihilangkan (deleted).

Tabel 3.2. Skala Penilaian Keberterimaan (Nababandkk., 2012) Kategori

Terjemahan

Skor Parameter Kualitatif

Berterima 3 Terjemahan terasa alamiah; istilah teknis yang digunakan lazim dan akrab bagi pembaca; frasa, klausa dan kalimat yang

(9)

digunakan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.

Kurang Berterima

2 Pada umumnya terjemahan sudah terasa alamiah, namun ada sedikit masalah pada penggunaan istilah teknis atau terjadi sedikit kesalahan gramatikal.

Tidak Berterima

1 Terjemahan tidak alamiah atau terasa seperti karya terjemahan; istilah teknis yang

digunakan tidak lazim digunakan dan tidak akrab bagi pembaca; frasa, klausa dan kalimat yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.

Tabel 3.3. Skala Penilaian Keterbacaan (Nababandkk., 2012) Kategori

Terjemahan

Skor Parameter Kualitatif Tingkat

Keterbacaan Tinggi

3 Kata, istilah teknis, frasa, klausa, kalimat, atau teks terjemahan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca.

Tingkat Keterbacaan Sedang

2 Pada umumnya terjemahan dapat dipahami oleh pembaca, namun ada bagian tertentu yang harus dibaca lebih dari satu kali untuk memahami terjemahan.

Tingkat Keterbacaan Rendah

1 Terjemahan sulit dipahami oleh pembaca.

3. Focus Group Discussion (FGD)

Setelah kuesioner dibagikan kepada informan (rater), sebagai tindak lanjutnya akan diadakan sebuah forum diskusi untuk membahas bersama tentang hasil kuesioner. FGD dilakukan untuk memperoleh kemantapan data. Di dalam forum diskusi ini, penilaian terhadap kualitas terjemahan

(10)

didiskusikan dan disepakati bersama hasilnya. Berikut ini adalah ketentuan FGD dalam penelitian ini.

1) Peserta FGD adalah para informan (rater), dengan peneliti bertindak sebagai moderatornya.

2) Materi yang didiskusikan adalah jawaban kuesioner yang telah diisi sebelumnya oleh para informan.

3) FGD mendiskusikan jawaban-jawaban kuesioner terutama yang belum disepakati oleh para informan, untuk disepakati bersama hasilnya. 4) Lama waktu FGD adalah 1x90 menit.

5) Dalam FGD, peneliti berperan sebagai moderator dengan tugas sebagai berikut.

a. Menjaga arah diskusi agar semua peserta berperan aktif dan fokus pada topik diskusi.

b. Mencatat hasil-hasil diskusi dan kesimpulannya.

3.6. Validitas Data

Untuk pengembangan validitas penelitian digunakan triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data (Moleong, 2010: 17)

Ada empat macam teknik triangulasi yang sering digunakan untuk pengecekan validitas data di dalam penelitian kualitatif, yaitu triangulasi sumber,

(11)

triangulasi metode, triangulasi teori, dan triangulasi penelitian (Lincoln dan Guba, 1985, dalam Santosa, 2014: 57). Namun, validasi data yang digunakan dalam penelitian ini hanya triangulasi sumber data dan triangulasi metode.

1) Triangulasi sumber data

Patton (dalam Sutopo, 2002: 78) menyebutkan bahwa triangulasi sumber memanfaatkan jenis sumber data yang berbeda-beda untuk menggali data yang sejenis.Data yang diperoleh dari analisis isi dibandingkan dengan data yang didapatkan dari kuesioner. Dengan perbandingan ini, validitas data akandapat lebih dipertanggungjawabkan karena ditinjau dari sumber data yang berbeda. Triangulasi ini dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 3.1. Bagan triangulasi sumber data (diadaptasi dari Sutopo, 2002: 80)

2) Triangulasi metode

Triangulasi metodologis dilakukan dengan cara mengkaji data yang dikumpulkan dengan metode yang berbeda. Dalam penelitian ini, ada 3 metode yang digunakan yaitu teknik analisis isi, kuesioner, dan focus group

Data Analisis Isi Kuesioner FGD Dokumen Informan (rater)

(12)

discussion. Data yang dihimpun melalui analisis teks terjemahan akan dibandingkan dengan kuesioner yang diberikan kepada rater. Dari pengkajian dengan metode yang berbeda, akan didapatkan validitas datanya.Bagan berikut menggambarkan trianguasi metode yang dilakukan pada penelitian ini.

Gambar 3.2. Bagan triangulasi metode (diadaptasi dari Sutopo, 2002: 81)

3.7. Analisis Data

Data yang terkumpul dianalisis secara induktif sesuai dengan ciri metode penelitian kualitatif, yaitu datanya diumpulkan satu per satu untuk menyusun teori yang utuh.

Menurut Spradley (1980, dalam Santosa, 2014: 65), content analysis dilakukan melalui empat langkah analisis,yaitu analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen, dan analisis tema budaya.

Teknik analisis data menurut Spradley dapat digambarkan dalam bagan berikut ini. Data Analisis Isi Kuesioner FGD Sumber Data

(13)

Gambar 3.3. Skema Analisis Data (Spradley dalam Santosa, 2014)

1) Analisis Domain

Grbich (dalam Santosa, 2014: 67) menjelaskan bahwa domain adalah bagian organik alamiah dari struktur besar suatu fenomena budaya. Struktur itu terdiri atas unsur-unsur pembentuk yang bersifat langsung maupun tidak langsung dari suatu fenomena budaya, sosial, atau kebahasaan yang terkait di dalamnya. Ini berarti analisis domain dilakukan untuk memperoleh gambaran besar tentang objek yang diteliti. Analisis ini secara umum digunakan untuk memilah antara yang data dan bukan data.

Dalam penelitian ini, kalimat demi kalimat diperiksa dan dianalisis sehingga dapat ditentukan apakah mengandung ungkapan satire atau tidak. Jika mengandung ungkapan satire maka dikategorikan sebagai data. Sebaliknya, jika kalimat tidak mengandung satire maka tidak dimasukkan sebagai data.

Berikut ini adalah contoh data.

Menemukan Tema Budaya

(14)

Konteks situasi: Alan menceritakan tentang ibunya saat melahirkan dirinya. Ibu Allan melahirkan dengan bantuan istri tetangga yang tidak memiliki keahlian khusus dalam kebidanan, namun terpandang dalam masyarakat karena pernah mendapatkan kesempatan untuk memberi hormat di hadapan Raja Karl IV Johan.

BSu: She gave birth at home with the help of the neighbour’s wife who was not especially talented at midwifery but who had some status in the community because as a nine-year-old she had had the honour of curtsying before King Karl XIV Johan, who in turn was a friend (sort of) of Napoleon Bonaparte.

BSa: Dia melahirkan di rumah dengan bantuan istri tetangga yang tidak terlalu berbakat dalam hal perbidanan, tetapi memiliki status dalam masyarakat karena pada usia 9 tahun wanita itu mendapat kehormatan membungkuk di depan Raja Karl XIV Johan, yang juga teman dari Napoleon Bonaparte (atau semacam itulah).

Sementara itu, yang merupakan contoh bukan data misalnya sebagai berikut. Konteks Situasi: Dalam pelariannya, Allan tiba di sebuah pemakaman dan beristirahat. Di sana ia melihat kuburan Henning Algotsson. Usia mereka sebaya tetapi Henning sudah meninggal 61 tahun terlebih dulu.

BSa: He was born the same year as a Henning Algotsson who lay beneath the stone just across from his bench

.

BSa: Dia lahir pada tahun yang sama dengan Henning Algotsson yang terbaring di bawah batu nisan tepat di seberang bangkunya.

2) Analisis Taksonomi

Setelah melakukan analisis domain, langkah berikutnya adalah analisis taksonomi. Jika analisis domain memberikan hasil yang luas dan umum, analisis

(15)

taksonomi dilakukan untuk memperdalam pengumpulan data. Santosa (2012:54) menyatakan bahwa analisis taksonomi digunakan untuk mengklasifikasikan data berdasarkan kategorinya.

Analisis taksonomi adalah analisis data untuk mengorganisasikan domainbeserta bagian-bagiannya sehingga terbentuk suatu kesatuan yang utuh.Tujuan analisis taksonomi adalah untuk mereduksi data yang besar ke dalam kelompok-kelompok yang lebih terfokus.Pada tahap ini, data diklasifikasikan berdasarkan tipe satire dan peranti retoris yang membentuknya.Berikut ini adalah contoh analisis taksonomi.

Tabel 3.4. Contoh Analisis Taksonomi

No Konteks Situasi

BSu BSa Jenis

Kalimat Tipe Satire Peranti Retoris 005 Dalam pelariannya, Allan yang sudah tua tidak bisa bergerak dengan gesit karena kondisi fisiknya sudah menurun jauh. Better to be on his way while he could, Allan thought, as he stepped out of the flowerbed on creaking knees. Lebih baik aku segera pergi selagi bisa, pikir Allan, sambil menjauhi petak bunga dengan lutut berderit. KMB EXP HIP

Keterangan kode data: 005: Nomor data

KMB: Kalimat Majemuk Bertingkat EXP: Experential

(16)

3) Analisis Komponensial

Analisis komponensial adalah analisis yang menghubungkan hubungan antarklasifikasi data dengan kualitas terjemahannya. Pada tahap ini, tingkat keakuratan dan keberterimaan dikaitkan dengan kompleksitas kalimat yang mengandung ungkapan satire, tipe satire, peranti retoris pengungkap satire, dan teknik penerjemahan, serta kualitas terjemahan. Analisis komponensial disajikan dalam bentuk tabel seperti berikut.

Tabel 3.5. Contoh Analisis Komponensial No Konteks

Situasi

BSu BSa Jenis

kalimat Tipe Satire Peranti Retoris Teknik Penerjemahan Kualitas Terjemahan KA KB KT 001 Judul, menggambarkan Allan Karlson yang berusia 100tahun, melarikan diri dari kamarnya di rumah lansia dengan cara memanjat jendela. The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared

KMi PER IRO Peminjaman

murni

3 1 2

4) Analisis Tema Budaya

Analisis tema budaya dapat diperoleh apabila analisis domain, taksonomi, dan komponensial telah dilakukan.Analisis tema budaya merupakan analisis mencari teori mendasar pada penelitian yang kita kerjakan (Santosa, 2012: 68).Dengan kata lain,

(17)

analisis ini merupakan interpretasi dari analisis doman, taksonomi, dan komponensial, hingga membentuk pola umum dari data yang diperoleh.

3.8. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

Secara keseluruhan, penelitian ini akan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut.

1. Persiapan

1) Mengumpulkan data berupa kalimat yang mengandung ungkapan satire dalam novel The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared dan terjemahannya.

2) Memberikan kode pada data yang diperoleh dan menganalisis teknik terjemahan.

3) Menyusun proposal penelitian.

2. Analisis Data

1) Mengidentifikasi jenis kalimat yang mengandung ungkapan satire berdasarkan kompleksitasnya dalam novel The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared.

2) Menentukan tipe ungkapan satire yang ada dalam novel The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared.

3) Menentukan peranti retoris pengungkap satire dalam novel The 100-Year-Old Man who Climbed Out of the Window and Dissapeared

(18)

4) Menentukan informan (rater).

5) Memberikan kuesioner kepada rater untuk mendapatkan data tentang kualitas terjemahan.

6) Melakukan FGD dengan para rater untuk menyepakati hasil penilaian terhadap kualitas terjemahan.

3. Menarik Kesimpulan

Dari analisis data yang telah dilakukan, peneliti menarik kesimpulan tentang hasil penelitiannya.

Gambar

Tabel 3.1. Skala Penilaian Keakuratan (Nababandkk., 2012)  Kategori
Tabel 3.3. Skala Penilaian Keterbacaan (Nababandkk., 2012)  Kategori
Gambar  3.1.  Bagan  triangulasi  sumber  data  (diadaptasi  dari  Sutopo,  2002: 80)
Gambar 3.2. Bagan triangulasi metode (diadaptasi dari Sutopo, 2002: 81)
+4

Referensi

Dokumen terkait

Seperti yang dijelaskan Hanum (2013) biaya depresiasi merupakan biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan dalam menghitung pajak, maka dengan semakin besar

040447 Kabanjahe pada tahun 1991 dan diselesaikan pada tahun 1997, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 1 Kabanjahe pada tahun 1997 dan diselesaikan pada tahun 2000,

Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran modul dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak kelas II Minu Wedoro Waru Sidoarjo.?.

Memberi pertanyaan sederhana kepada pasien tentang pengunaan obat yang diberikan menerapkan nilai dasar Komitmen mutu dengan indikator Efektif, sebelum saya

Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini ialah informan yang secara langsung menjatuhkan talak terhadap istrinya karena adanya intervensi dari

EFEKTIFITAS PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Universitas Pendidikan Indonesia

Dikatakan baik apabila hitungan kesatu kaki kanan melangkah ke depan, hitungan ke dua kaki kiri melangkah ke depan, hitungan ke tiga kaki kanan melangkah ke depan kaki

Hal ini menunjukkan selama proses penelitian banyak hal yang mendukung proses pembelajaran tari sigeh penguten menggunakan media audio visual sehingga memperoleh hasil lebih