PERATURAN UMUM AKADEMIK
A. PROGRAM PENDIDIKAN DI STTN
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN Yogyakarta menyelenggarakan Pendidikan Program D-IV.
Program Diploma IV STTN merupakan pendidikan profesional yang bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional dalam menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi nuklir dan atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
Program diploma IV diarahkan pada hasil lulusan yang mampu melaksanakan pekerjaan yang kompleks dengan dasar kemampuan potensial tertentu, termasuk ketrampilan merencanakan, melaksanakan kegiatan, memecahkan masalah dengan tanggung jawab mandiri pada tingkat tertentu memiliki keterampilan manajerial, serta mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang keahliannya. Sebutan yang diperoleh setelah menyelesaikan Program D-IV STTN adalah Sarjana Sains Terapan (S.ST).
B. SISTEM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Sistem yang digunakan dalam menyelenggarakan pendidikan di STTN adalah Sistem Kredit Semester.
Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.
Semester adalah kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.
Satuan Kredit Semester selanjutnya disebut SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama 1 semester melalui kegiatan terjadwal sebanyak 1 minggu perkuliahan atau 2 jam praktikum, atau 4 jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri.
Satu Satuan Kredit Semester per- minggu terdiri atas: 1. Untuk mahasiswa setara dengan:
a. 50 menit kegiatan tatap muka terjadwal; b. 60 menit kegiatan akademik terjadwal; c. 60 menit kegiatan akademik mandiri. 2. Untuk dosen setara dengan:
a. 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa;
b. 60 menit cara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur;
c. 60 menit pengembangan materi kuliah.
Untuk kegiatan yang menyangkut kemampuan, ketrampilan psikomotorik dan fisik yang dilakukan di laboratorium atau studio, nilai 1 SKS setara dengan 2 jam (120 menit) praktikum terjadwal diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur dan 1-2 jam kegiatan mandiri.
Untuk Kerja Praktek dan Tugas Akhir, nilai 1 SKS setara dengan 4 jam kerja lapangan mahasiswa, diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur, dan 1-2 jam kegiatan mandiri, atau nilai 1 SKS sama dengan penyelesaian kegiatan selama 64-85 jam efektif per semester.
Penerapan Sistem Kredit Semester di STTN saat ini diatur sebagai berikut.
1. Masa Kuliah sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) selama 7-8 minggu;
2. Masa Ujian Tengah Semester (UTS) selama 1-2 minggu; 3. Masa Kuliah Sesudah UTS selama 7-8 minggu;
4. Masa Ujian Akhir Semester (UAS) selama 2-3 minggu. C. TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER
Tujuan pokok penggunaan Sistem Kredit Semester adalah: 1. memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat
belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu sesingkat-singkatnya;
2. memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya;
3. melaksanakan sejauh mungkin sistem pendidikan input dan output ganda;
4. mempermudah penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
5. memperbaiki sistem evaluasi kecakapan mahasiswa;
6. memungkinkan perpindahan mahasiswa antar Program studi atau dari perguruan tinggi lain ke STTN, apabila memenuhi persyaratan. D. JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI
1. Jumlah beban SKS untuk setiap Program Studi minimal 144 dan maksimal 160.
2. Pengambilan jumlah SKS mahasiswa ditentukan berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) dan atau Indeks Prestasi Semester (IPS), dan maksimum 24 SKS dengan persetujuan Dosen wali.
E. MASA STUDI
1. Masa studi untuk menyelesaikan Program D-IV STTN rata-rata adalah 8 semester;
2. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) dari D-III PATN atau yang setara adalah 3 Semester;
3. Masa studi setiap tahun akademik terdiri atas 2 semester reguler, yaitu semester ganjil dan semester genap;
4. Jika dipandang perlu dan memungkinkan STTN dapat menyelenggarakan semester pendek;
5. Masa studi mahasiswa diakhiri dengan penyusunan tugas akhir, ujian komprehensif, seminar, dan sidang sarjana di depan Dewan Penguji.
6. Batas masa studi maksimum adalah 5 tahun terhitung sejak terdaftar sebagai mahasiswa;
7. Perpanjangan masa studi mahasiswa hanya dapat diberikan 1 kali selama-lamanya 1 tahun, dan dapat diberikan dengan alasan:
a. pernah cuti hamil dalam masa studi; atau
b. pernah memperoleh ijin sakit yang atas saran dokter rumah sakit memerlukan istirahat dalam waktu paling lama 1 tahun; atau
c. ketentuan akademik yaitu karena nilai yang belum memenuhi syarat kelulusan, atau pelaksanaan kerja praktek dan atau tugas akhir yang menghadapi kendala; atau
d. hal-hal lain yang mendapat persetujuan tertulis dari Kepala BATAN, bagi mahasiswa karyawan dan Ketua STTN bagi mahasiswa umum.
F. SEMESTER REGULER
Semester reguler terdiri atas semester ganjil dan semester genap. Lama kegiatan per-semester adalah 16-19 minggu termasuk UTS dan UAS.
Pengaturan masa kuliah adalah : empat belas (14) mingggu masa kuliah, 1-2 minggu masa ujian tengah semester, dan 3 minggu masa ujian akhir semester. Dua (2) hari masa UTS di Semester Genap digunakan untuk Studi Ekskursi mahasiswa semester VI dan 1 hari masa UTS Semester Ganjil digunakan untuk Kuliah Etika Profesi.
G. SEMESTER PENDEK (SP)
Jika dipandang perlu dan memungkinkan, Program Studi dapat menyelenggarakan semester pendek. Semester pendek diselenggarakan pada saat liburan semester genap. Tujuan penyelenggaraan semester pendek adalah:
1. mempersingkat waktu studi mahasiswa;
2. meningkatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. Persyaratan mahasiswa agar dapat mengikuti semester pendek adalah:
1. memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) semester genap yang berlaku;
2. tidak sedang melaksanakan kerja praktek (KP);
3. Program Studi menyatakan perlunya diselenggarakan dan disetujui dalam Rapat yang dihadiri Pimpinan STTN, Pengurus Jurusan, Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, dan Kepala Bagian Administrasi Umum;
H. SISTEM UJIAN
Ujian diselenggarakan untuk mengetahui evaluasi keberhasilan proses belajar mengajar yang telah diselenggarakan.
1. Bentuk dan Frekuensi Ujian
Ujian dilaksanakan dalam bentuk Ujian Tulis terjadwal yaitu: a. Ujian Tengah Semester (UTS)
Ujian Tengah Semester adalah kegiatan evaluasi yang dijadwalkan oleh STTN dan dilaksanakan pada pertengahan Semester (setelah minggu ke 8), khusus untuk mata kuliah teori atau praktikum yang membutuhkan evaluasi tengah semester secara tertulis.
b. Ujian Akhir Semester
Ujian Akhir Semester adalah kegiatan evaluasi pada akhir semester untuk materi teori maupun praktikum.
Di samping memberikan ujian itu, setiap pengampu mata kuliah dapat memberikan evaluasi dalam bentuk lain seperti tes/kuis, yang dilaksanakan di luar Jadwal UTS dan UAS, maupun tugas-tugas yang berupa penyelesaian soal-soal, penulisan karya ilmiah, karangan/paper, maupun kegiatan lain yang dilaksanakan sebelum UAS.
2. Persyaratan Ujian
Untuk mengikuti ujian mahasiswa harus memenuhi persyaratan: a. telah lunas uang SPP dan kuliah;
b. memiliki KTM yang masih berlaku;
c. memiliki Kartu Rencana Studi (KRS) semester yang bersangkutan dan telah ditandatangani oleh dosen wali.
d. mendaftar sebagai peserta ujian untuk memperoleh KARTU UJIAN.
Catatan: Setelah masa ujian selesai Kartu Ujian dikembalikan ke Sub. Bagian Akademik dan Pengajaran untuk diisi nilai-nilai yang sudah keluar dan dipakai sebagai bahan konsultasi pengisian KRS dengan dosen wali apabila pada masa perwalian KHS belum terbit.
3. Materi Ujian
Secara umum materi ujian ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan.
4. Tata Tertib Ujian
Setiap mahasiswa peserta Ujian Tulis/Praktikum harus mematuhi tata tertib sebagai berikut.
1. Peserta ujian harus mengenakan pakaian seragam STTN dengan sopan;
2. Lima menit sebelum ujian dimulai, peserta sudah berada di tempat yang ditentukan, mengisi lembar Evaluasi Dosen terkait (berlaku untuk UAS);
3. Setelah mahasiswa mengumpulkan lembar evaluasi menunggu panitia membagi soal dan kertas ujian;
4. Peserta ujian harus membawa: a. Kartu Ujian yang syah; b. Alat tulis kecuali kertas;
c. Peralatan lain yang diijinkan oleh dosen penguji. 5. Selama ujian berlangsung, peserta dilarang:
a. meninggalkan tempat ujian tanpa ijin pengawas;
b. pinjam meminjam alat tulis antar peserta tanpa ijin pengawas;
c. bercakap-cakap dengan peserta lain atau berbuat sesuatu yang dapat menimbulkan anggapan yang bersangkutan
bertindak tidak jujur atau curang. Apabila sudah diperingatkan secara lisan oleh petugas sebanyak 3 kali tetapi tidak diindahkan, pengawas ujian dapat meminta yang bersangkutan meninggalkan ruang ujian, dan hasil pekerjaan diberikan kepada pengawas untuk diberi catatan dan dilaporkan kepada dosen terkait.
d. merokok;
e. mengaktifkan hand phone;
f. membuat catatan pada bangku atau tembok;
g. menyobek nomor ujian dan atau memindahkan tempat duduk;
h. mengerjakan ujian atas nama peserta lain, apabila hal ini terjadi maka kedua belah pihak dinyatakan tidak lulus.
6. Hasil pekerjaan ujian ditinggalkan di tempat setelah ujian dinyatakan selesai;
7. Peserta tidak boleh mengikuti ujian apabila: a. terlambat lebih dari 15 menit;
b. terlambat kurang dari 15 menit, tetapi sudah ada peserta ujian yang telah selesai dan meninggalkan tempat ujian; 8. Sanksi:
Pelanggaran terhadap ketentuan di atas dikenakan sanksi sebagai berikut.
a. Peringatan lisan;
b. Namanya dicatat untuk dilaporkan kepada Pengurus Jurusan/dosen yang bersangkutan;
c. Jika sudah diperingatkan lisan 3 kali, namun masih melakukan pelanggaran yang sama, yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari ruang ujian.
a. dianggap tidak lulus;
b. tidak diijinkan mengikuti ujian-ujian selanjutnya. I. PENILAIAN HASIL BELAJAR
1. Penilaian hasil belajar mahasiswa adalah usaha untuk mengetahui tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi yang dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian, pelaksanaan tugas, praktikum, praktek, dan pengamatan dosen; 2. Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu;
3. Pada permulaan kuliah semester yang bersangkutan, pengampu wajib memberitahukan bobot dan nilai tugas-tugas akademik kepada mahasiswa;
4. Penilaian hasil belajar mahasiswa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan cara yang sesuai dengan ciri-ciri bidang studi/mata kuliah/yang bersangkutan;
5. Penilaian hasil belajar diwujudkan dalam nilai akhir (NA) yang merupakan gabungan dari UTS, UAS, dan tugas-tugas lain berdasarkan bobot yang telah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan.
6. Nilai akhir dinyatakan dalam bentuk huruf yang masing-masing mempunyai arti dan bobot sebagai berikut:
A = Baik Sekali : mempunyai bobot 4; B = Baik : mempunyai bobot 3; C = Cukup : mempunyai bobot 2; D = Kurang : mempunyai bobot 1; E = Gagal : mempunyai bobot 0.
Nilai E merupakan nilai mati, mahasiswa yang mendapat nilai tersebut dinyatakan tidak lulus.
J. HASIL UJIAN
Hasil ujian setiap mata kuliah dapat diumumkan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut.
1. Nilai UTS tidak diumumkan oleh STTN, namun disarankan dosen pengampu mengumumkan sendiri dalam bentuk angka dan mengembalikan hasilnya kepada mahasiswa;
2. Nilai akhir diumumkan oleh STTN dalam bentuk huruf.
3. Pada setiap akhir semester mahasiswa diberi Kartu Hasil Studi (KHS) yang dapat digunakan sebagai bahan konsultasi dengan Dosen Wali. Jika pada masa pengisian KRS KHS belum tersedia, bahan konsultasi menggunakan kartu ujian yang telah diisi nilai-nilai yang sudah keluar oleh Sub. Bag. Akademik dan Pengajaran BAAK.
K. UJIAN SUSULAN
Mahasiswa yang tidak hadir pada ujian terjadwal dinyatakan tidak menggunakan kesempatan ujian yang telah disediakan oleh STTN. Ujian susulan hanya diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan:
1. mengajukan permohonan secara resmi kepada dosen terkait sepengetahuan Ketua Jurusan dengan alasan sakit dan dirawat di rumah sakit yang ditunjukkan dengan bukti dari Rumah sakit, atau keluarga ( orang tua, anak, suami/isteri) meninggal dunia, atau kerabat dekat, yang tinggal 1 rumah meninggal dunia;
2. dosen yang bersangkutan menyatakan bersedia yang dibuktikan dengan menuliskan kesediaanya pada surat permohonan mahasiswa;
3. mahasiswa menggandakan dan mendistribusikan surat yang sudah disetujui dosen tersebut ke Jurusan dan BAAK;
4. pelaksanaan ujian susulan tidak boleh melebihi 2 minggu setelah UAS berakhir.
L. EVALUASI HASIL PENDIDIKAN
Evaluasi hasil pendidikan mahasiswa merupakan pengukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tingkat kompetensi yang telah ditentukan dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan oleh STTN. Pengukuran dilakukan berdasarkan indeks prestasi (IP). Indeks Prestasi meliputi Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
1. Indeks Prestasi Semester (IPS)
Setiap akhir semester dilaksanakan evaluasi terhadap semua kegiatan akademik yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada semester itu dalam bentuk IPS. Indeks Prestasi Semester merupakan ukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi dalam 1 semester. Besarnya IPS mahasiswa dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
[
]
∑
∑
= K K x H IPSdengan H = bobot nilai perolehan dan K = nilai kredit mata kuliah. 2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi selama mengikuti proses pembelajaran sampai dengan semester terakhir. Perhitungan IPK dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut:
( ) ( ) ( ) ( )
∑
∑
∑
∑
+ + + + = n ke semester I semester n ke semester I semester K ... K HxK ... HxK PK IBeban studi yang dapat diambil oleh mahasiswa pada semester berikutnya ditentukan atas dasar IPK atau IPS yang dicapai dengan persetujuan dosen wali, yaitu:
Rentangan IP Jumlah SKS maksimum < 2,25 16
2,25 ≤ IP ≤ 3,00 20 3,00 < IP < 3,50 22 ≥ 3,50 24 M. EVALUASI STUDI MAHASISWA
Evaluasi studi dimaksudkan untuk menilai kelayakan seorang mahasiswa untuk melanjutkan studi di STTN. Mahasiswa yang berhak melanjutkan pendidikan pada semester berikutnya adalah yang memenuhi syarat sebagai berikut.
1. Diijinkan/disetujui oleh jurusan;
2. Melakukan daftar ulang sesuai prosedur administrasi dan mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) yang disetujui oleh Dosen Wali; 3. Mempunyai kartu mahasiswa yang berlaku.
Kelanjutan pendidikan mahasiswa ditentukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap indeks prestasi sebagai berikut.
1. Akhir Semester I, IP < 2,25 diperingatkan;
2. Akhir Semester II dan III, IPK < 2,25 diperingatkan keras;
3. Akhir Semester IV dilakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutan studi mahasiswa. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi agar
seorang mahasiswa dapat melanjutkan pendidikannya ke Semester V adalah sebagai berikut.
Mengumpulkan sekurang-kurangnya 64 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2,56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %, tanpa nilai E.
4. Akhir Semester VIII dilakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutan studi mahasiswa. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi agar seorang mahasiswa dapat melanjutkan pendidikannya ke Semester IX adalah dapat mengumpulkan SKS sekurang-kurangmya 128 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2,56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %, tanpa nilai E;
5. Akhir Semester X merupakan batas waktu penyelesaian program pendidikan D-IV STTN. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk penyelesaian program D-IV adalah dapat: Menyelesaikan semua beban SKS sesuai dengan Program Studi, Mencapai IPK sekurang-kurangnya 2,56, Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %, tanpa nilai E
6. Evaluasi untuk program ekstensi (lanjutan dari Program D-III) dilaksanakan setelah Semester II. Agar dapat melanjutkan studi di STTN pada akhir Semester II mahasiswa harus sudah memperoleh sekurang-kurangnya 32 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2,75 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 % tanpa nilai E.
7. Jika mahasiswa tidak memenuhi syarat pada butir 3, 4, 5 atau 6 di atas, maka yang bersangkutan terkena sanksi pemutusan hak pendidikan (drop out) oleh Ketua STTN.
N. BATAS AKHIR WAKTU STUDI
Waktu studi Program D-IV STTN dihitung mulai saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa untuk pertama kali sampai dengan mahasiswa itu dinyatakan lulus ujian tugas akhir. Cuti akademik dan skorsing tidak diperhitungkan sebagai waktu studi. Batas waktu studi adalah 5 (lima) tahun. Untuk Program Ekstensi batas waktu studi adalah 5 (lima) semester.
Perpanjangan waktu studi mahasiswa hanya dapat diberikan 1(satu) kali selama-lamanya 1 (satu) tahun. Mahasiswa yang ingin memperpanjang waktu studi wajib mengajukan permohonan perpanjangan kepada Ketua STTN melalui Pembantu Ketua I disertai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan persetujuan oleh Ketua Jurusan. Penolakan/persetujuan perpanjangan ini harus sudah dapat diputuskan dalam waktu 7 hari, sejak surat itu diterima Puket I. Pada masa perpanjangan ini mahasiswa dikenai beaya perkuliahan seperti mahasiswa angkatan terakhir.
O. PERSYARATAN KELULUSAN
Mahasiswa dapat dinyatakan lulus apabila telah memenuhi ketentuan sebagai berikut.
1. Mengumpulkan SKS sesuai dengan kurikulum Program Studi; 2. Mencapai Indeks Prestasi sekurang-kurangnya 2,56;
3. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %, tanpa nilai E;
P. PREDIKAT KELULUSAN
Predikat kelulusan merupakan penghargaan akademik atas prestasi akademik yang diperoleh seorang mahasiswa selama mengikuti pendidikan. Predikat kelulusan adalah sebagai berikut:
1. IPK 2,56 – 3,00: memuaskan;
2. IPK 3,01 – 3,50: sangat memuaskan; 3. IPK 3,51 – 4,00: dengan pujian. Q. WISUDA
Ijazah dan sebutan Sarjana Sains Terapan (S.ST) diberikan dalam Upacara Wisuda. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk memperoleh Ijazah/mengikuti Wisuda adalah:
1. Telah dinyatakan lulus yang dibuktikankan dengan transkrip akademik yang dikeluarkan oleh Sub. Bag. Akademik dan Pengajaran BAAK (ditandai dengan paraf Kepala BAAK atau pejabat yang ditunjuk);
2. Menyerahkan Tugas Akhir kepada Jurusan, Perpustakaan STTN, Dosen Pembimbing, dan untuk Karyawan Tugas Belajar ke PUSDIKLAT-BATAN yang dibuktikan dengan tanda terima. 3. Mempunyai sertifikat TOEFL dengan nilai minimal 400;
4. Menyerahkan Karya Tulis Ilmiah untuk Jurnal Forum Nuklir; 5. Telah mengikuti Kuliah Etika Profesional /Kuliah Umum/Kapita
Selekta sedikitnya 4 kali.
6. Menyelesaikan ketentuan lain termasuk Administrasi.
Rincian lebih lanjut mengenai wisuda dibuat dalam ketentuan tersendiri yang diumumkan menjelang waktu pelaksanaan.