Terselesainya makalah ini berkat kerja sama dari berbagai pihak untuk itu kami ucapkan Terselesainya makalah ini berkat kerja sama dari berbagai pihak untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Masniah,
terimakasih kepada Ibu Masniah, S.Kep S.Kep selaku dosen pembimbing selaku dosen pembimbing kami serta kami serta rekanrekan – – rekan yangrekan yang memberikan masukan dan gagasan tentang makalah yang kami susun.
memberikan masukan dan gagasan tentang makalah yang kami susun.
Kami menyadari bahwa makalah kami banyak terdapat kekurangan dan kesalahan baik Kami menyadari bahwa makalah kami banyak terdapat kekurangan dan kesalahan baik dari sisi tulisan maupun
dari sisi tulisan maupun sistem penulisan, maka dari sistem penulisan, maka dari itu saya itu saya mohon maaf mohon maaf dan mengucapkandan mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. terima kasih atas kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Semoga apa yang kami sajikan pada makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Semoga apa yang kami sajikan pada makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
Pontianak,
Pontianak, 28 28 Oktober Oktober 20112011
Penulis Penulis
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. Latar BelakangLatar Belakang
Dokumentasi memiliki beberapa tujuan dalam jaringan yang rumit antara pasien, fasilitas, Dokumentasi memiliki beberapa tujuan dalam jaringan yang rumit antara pasien, fasilitas, pelayanan, pemberi perawatan, dan pembayaran.Yang terpenting adalah terdapatnya bukti pelayanan, pemberi perawatan, dan pembayaran.Yang terpenting adalah terdapatnya bukti tertulis tentang komunikasi antara bidang pelayanan kesehatan, dokter, perawat, dan tenaga tertulis tentang komunikasi antara bidang pelayanan kesehatan, dokter, perawat, dan tenaga profesional kesehatan lainnya. Bukti bahwa hak pasien sudah dilindungi juga merupakan hal profesional kesehatan lainnya. Bukti bahwa hak pasien sudah dilindungi juga merupakan hal yang penting dengan dugaan potensi kecurangan, pengobatan yang salah atau penganiyaan. yang penting dengan dugaan potensi kecurangan, pengobatan yang salah atau penganiyaan. Dokumentasi berperan sebagai bukti bahwa sudah diikutinya hukum, peraturan, regulasi, Dokumentasi berperan sebagai bukti bahwa sudah diikutinya hukum, peraturan, regulasi, panduan, statuta, kebijakan dan prosedur-prosedur yang berkaitan dengan praktek panduan, statuta, kebijakan dan prosedur-prosedur yang berkaitan dengan praktek keperawatan. Sebuah masalah dapat menjadi faktor penentu dalam klaim medis-hukum, keperawatan. Sebuah masalah dapat menjadi faktor penentu dalam klaim medis-hukum, dilema etik, dan tindakan disipliner sebelum digunakannya
dilema etik, dan tindakan disipliner sebelum digunakannya state board of nursing.state board of nursing.
Anak-anak bergantung pada perawat untuk mengantisipasi, mendeteksi, Anak-anak bergantung pada perawat untuk mengantisipasi, mendeteksi, mengkomunikasikan kebutuhan mereka yang unik. Pemantauan dan dokumentasi yang baik mengkomunikasikan kebutuhan mereka yang unik. Pemantauan dan dokumentasi yang baik merupakan aspek penting dalam perawatan pediatrik yang melindungi anak dari cedera dan merupakan aspek penting dalam perawatan pediatrik yang melindungi anak dari cedera dan meminimalkan risiko tanggung jawab bagi perawat dilingkungan pediatrik.
meminimalkan risiko tanggung jawab bagi perawat dilingkungan pediatrik.
Peran perawat pediatrik adalah berfokus dalam membantu anak-anak memperoleh tingkat Peran perawat pediatrik adalah berfokus dalam membantu anak-anak memperoleh tingkat kesehatan yang optimal. Statistik Amerika terbaru menunjukkan bahwa populasi anak kesehatan yang optimal. Statistik Amerika terbaru menunjukkan bahwa populasi anak dibawah usia 21 tahun lebih dari 63 juta. Kira-kira 30% dari seluruh populasi di AS terdiri dibawah usia 21 tahun lebih dari 63 juta. Kira-kira 30% dari seluruh populasi di AS terdiri dari anak-anak. (U.S. Bureau of the Cencus, 1997)
dari anak-anak. (U.S. Bureau of the Cencus, 1997)
Perawat pediatrik di unit keperawatan akut tidak hanya bekerja dengan anak-anak tetapi Perawat pediatrik di unit keperawatan akut tidak hanya bekerja dengan anak-anak tetapi juga
juga dengan keluarga. dengan keluarga. Konsep pelayanan Konsep pelayanan kesehatakesehatan n yang yang berpusat pada berpusat pada keluarga memakaikeluarga memakai nilai-nilai dan dinamika keluarga sebagai hal yang dipertimbangkan. Ketika membuat nilai-nilai dan dinamika keluarga sebagai hal yang dipertimbangkan. Ketika membuat rencana asuhan, perawat pediatrik harus mengkaji kesehatan anak dan keluarganya. Asuhan rencana asuhan, perawat pediatrik harus mengkaji kesehatan anak dan keluarganya. Asuhan keperawatan memberi upaya dengan memasukkan rutinitas keluarga untuk mendukung unit keperawatan memberi upaya dengan memasukkan rutinitas keluarga untuk mendukung unit keluarga secara lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami tertarik untuk membahas tentang keluarga secara lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami tertarik untuk membahas tentang
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
B.
B. Tujuan PenulisanTujuan Penulisan 1.
1. Tujuan Umum:Tujuan Umum:
Untuk mengetahui dan memahami Dokumentasi Pediatrik secara umum. Untuk mengetahui dan memahami Dokumentasi Pediatrik secara umum.
2.
2. Tujuan KhususTujuan Khusus a.
a. Mahasiswa dapat memahami konsep dokumentasiMahasiswa dapat memahami konsep dokumentasi b.
b. Untuk memenuhi mata ajar Dokumentasi KeperawatanUntuk memenuhi mata ajar Dokumentasi Keperawatan
C.
C. Metode PenulisanMetode Penulisan
Penulisan makalah ini menggunakan metode studi kepustakaan yang membahas tentang Penulisan makalah ini menggunakan metode studi kepustakaan yang membahas tentang dokumentasi pada pediatrik.
dokumentasi pada pediatrik.
D.
D. Ruang LingkupRuang Lingkup
Dalam penyusunan makalah ini, kami hanya membahas tentang Dokumentasi Pada Pediatrik Dalam penyusunan makalah ini, kami hanya membahas tentang Dokumentasi Pada Pediatrik
E.
E. Sistematika PenulisanSistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan makalah ini terdiri atas tiga bab, yaitu: Adapun sistematika penulisan makalah ini terdiri atas tiga bab, yaitu:
BAB
BAB I I : Pendahuluan, meliputi: Latar belakang, Tujuan penulisan, Metode penulisan,: Pendahuluan, meliputi: Latar belakang, Tujuan penulisan, Metode penulisan, Ruang Lingkup dan Sistematika penulisan
Ruang Lingkup dan Sistematika penulisan
BAB II : Landasan Teoritis yang berisikan Dokumentasi, Dokumentasi Pediatrik dan BAB II : Landasan Teoritis yang berisikan Dokumentasi, Dokumentasi Pediatrik dan Dokumentasi dan Penyimpangan yang Umum Terjadi Pada Keperawatan Pediatrik Dokumentasi dan Penyimpangan yang Umum Terjadi Pada Keperawatan Pediatrik
BAB III : PENUTUP yang berisikan kesimpulan dan saran BAB III : PENUTUP yang berisikan kesimpulan dan saran
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
BAB II BAB II Tinjauan Teoritis Tinjauan Teoritis A. A. DokumentasiDokumentasi 1. 1. DefinisiDefinisi Dokumentasi
Dokumentasi merupakan merupakan segala segala sesuatu yang sesuatu yang tertulis atau tertulis atau tercetak yang tercetak yang dapatdapat diandalkan sebagai catatan tentang bukti bagi individu yang berwenang ( Potter & diandalkan sebagai catatan tentang bukti bagi individu yang berwenang ( Potter & Perry, 2005 )
Perry, 2005 )
Dokumentasi adalah salah satu aspek terpenting dari peran pemberi perawatan Dokumentasi adalah salah satu aspek terpenting dari peran pemberi perawatan kesehatan di area pelayanan kesehatan. Dokumentasi memiliki beberapa tujuan dalam kesehatan di area pelayanan kesehatan. Dokumentasi memiliki beberapa tujuan dalam jaringan
jaringan yang yang rumit rumit antara antara pasien, pasien, fasilitas, fasilitas, pelayanpelayanan, an, pemberi pemberi perawataperawatan, n, dandan pembayaran. Dokumentasi adalah bukti bahwa tanggung jawab hukum dan etika pembayaran. Dokumentasi adalah bukti bahwa tanggung jawab hukum dan etika perawat terhadap pasien sudah dipenuhi dan bahwa ada pasien menerima asuhan perawat terhadap pasien sudah dipenuhi dan bahwa ada pasien menerima asuhan keperawatan yang bermutu (Patricia, 2000)
keperawatan yang bermutu (Patricia, 2000)
Dokumentasi adalah segala sesuatu yang tertulis atau tercetak yang berguna bagi Dokumentasi adalah segala sesuatu yang tertulis atau tercetak yang berguna bagi individu khususnya perawat yang berfungsi sebagai bukti bertanggung jawab hukum individu khususnya perawat yang berfungsi sebagai bukti bertanggung jawab hukum dan etika perawat.
dan etika perawat.
2.
2. Dokumentasi Proses KeperawatanDokumentasi Proses Keperawatan
Contoh pendokumentasian proses keperawatan yang efektif: Contoh pendokumentasian proses keperawatan yang efektif:
a.
a. Penggunaan standar terminology (pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan,Penggunaan standar terminology (pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi)
dan evaluasi) b.
b. Data yang bermanfaat dan relevan dikumpulkan kemudian dicatat sesuai denganData yang bermanfaat dan relevan dikumpulkan kemudian dicatat sesuai dengan prosedur dalam catatan yang permanen.data yang masuk dituliskan pada lembar prosedur dalam catatan yang permanen.data yang masuk dituliskan pada lembar pengkajian klien pada waktu yang khusus, misalnya setiap jam, setiap 4 jam atau pengkajian klien pada waktu yang khusus, misalnya setiap jam, setiap 4 jam atau setiap 8 jam. Data tersebut meliputi observsi keadaan fisik klien atau
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
hanya pada periode waktu tertentu, tetapi sewaktu-waktu terjadi masalah pada klien hanya pada periode waktu tertentu, tetapi sewaktu-waktu terjadi masalah pada klien khususnya pada waktu yang belum atau tidak direncanakan.
khususnya pada waktu yang belum atau tidak direncanakan. c.
c. Dianosa keperawatan di susun berdasarkan klasifikasi dan analisa data yang akurat.Dianosa keperawatan di susun berdasarkan klasifikasi dan analisa data yang akurat. d.
d. Rencana tindakan keperawatan ditulis dan dicatat sebagai bagian dari catatanRencana tindakan keperawatan ditulis dan dicatat sebagai bagian dari catatan permanen
permanen e.
e. Observasi dicatat secara akurat,lengkap,dan sesuai urutan waktuObservasi dicatat secara akurat,lengkap,dan sesuai urutan waktu f.
f. Evaluasi dicatat sesuai urutan waktunya, meliputi selamaEvaluasi dicatat sesuai urutan waktunya, meliputi selama dirawat,diruju
dirawat,dirujuk,pulang,ataupun perubahan k,pulang,ataupun perubahan keadaan keadaan klien.Respon klien.Respon klien klien terhadapterhadap tindakan intervensi keperawatan dan medis juga perlu dituliskan.
tindakan intervensi keperawatan dan medis juga perlu dituliskan. g.
g. Rencana tindakan keperawatan yang direvisi,berdasarkan hasil yang diharapkanRencana tindakan keperawatan yang direvisi,berdasarkan hasil yang diharapkan dari klien.
dari klien.
3.
3. Standar DokumentasiStandar Dokumentasi
Standar dokumentasi adalah suatu pernyataan tentang kualitas dan kuantitas Standar dokumentasi adalah suatu pernyataan tentang kualitas dan kuantitas dokumentasi dipertimbangan secara adekuat dalam suatu situasi tertentu.
dokumentasi dipertimbangan secara adekuat dalam suatu situasi tertentu.
Dibawah ini adalah contoh penggunaan pola standar dokumentasi yang efektif: Dibawah ini adalah contoh penggunaan pola standar dokumentasi yang efektif:
a.
a. Kepatuhan terhadap aturan pendokumtasian yang ditetapkan oleh profesi atauKepatuhan terhadap aturan pendokumtasian yang ditetapkan oleh profesi atau pemerintah. Pencatatan tersebut menyediakan pedoman penggunaan singkatan, pemerintah. Pencatatan tersebut menyediakan pedoman penggunaan singkatan, tanda tangan, metode jika ada kesalahan, dan peraturan jika data terlambat tanda tangan, metode jika ada kesalahan, dan peraturan jika data terlambat masuk.Pengukuran
masuk.Pengukuran keamanan, keamanan, keperawatan keperawatan khusus khusus seperti seperti hal-hal hal-hal yangyang berhubungan dengan perioperatif, catatan terjadinya kejadian perlukaan klien, dan berhubungan dengan perioperatif, catatan terjadinya kejadian perlukaan klien, dan anjuran dokter harus mencerminkan peraturan dan prosedur pendokumentasianyang anjuran dokter harus mencerminkan peraturan dan prosedur pendokumentasianyang berlaku.
berlaku. b.
b. Standar profesi keperawatan dituliskan kedalam catatan kesehatan. Data yang adaStandar profesi keperawatan dituliskan kedalam catatan kesehatan. Data yang ada menjabarkan apa yang dilakukan perawat.perawat mempunyai kewenangan untuk menjabarkan apa yang dilakukan perawat.perawat mempunyai kewenangan untuk
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
keperawatan secara professional,mempunyai otoritas,sebagaimana dokter keperawatan secara professional,mempunyai otoritas,sebagaimana dokter memepunyai otoritas dalam diagnosis dan pengobatan.
memepunyai otoritas dalam diagnosis dan pengobatan. c.
c. Peraturan tentang Praktik Keperawatan dapat dilihat pada catatan pelayananPeraturan tentang Praktik Keperawatan dapat dilihat pada catatan pelayanan krsehatan. Data yang
krsehatan. Data yang tertulis menunjukan kegiatan tertulis menunjukan kegiatan perawat yang perawat yang independen independen dandan interdependen. Diagnosa keperawatan secara khusus mempunyai ijin mendiagnosa interdependen. Diagnosa keperawatan secara khusus mempunyai ijin mendiagnosa masalah medis sebaliknya diagnose medis tidak terdapat pada catatan keperawatan. masalah medis sebaliknya diagnose medis tidak terdapat pada catatan keperawatan. Data yang dituliskan sering meliputi pengobatan dan program dokter,perawatan Data yang dituliskan sering meliputi pengobatan dan program dokter,perawatan luka dan aktifitas.Demikian juga catatan intervensi keperawatan meliputi rencana luka dan aktifitas.Demikian juga catatan intervensi keperawatan meliputi rencana tindakan keperawatan,pengukuran berkurangnya rasa nyeri,untuk mencegah tindakan keperawatan,pengukuran berkurangnya rasa nyeri,untuk mencegah terjadinya infeksi, atau mengurangi/ mencegah kecemasan klien.
terjadinya infeksi, atau mengurangi/ mencegah kecemasan klien. d.
d. Pedoman akreditas harus diikuti. Penekanan yang khusus pada data tentangPedoman akreditas harus diikuti. Penekanan yang khusus pada data tentang kegiatan observasi dan evaluasi. Tahap pada proses keparawatan adalah kegiatan observasi dan evaluasi. Tahap pada proses keparawatan adalah dituliskannya data setiap klien pada waktu masuk rumah sakit sampai pulang.Data dituliskannya data setiap klien pada waktu masuk rumah sakit sampai pulang.Data tersebut meliputi keadaan klien, pengobatan, tingkat kesadaran klien, tanda-tanda tersebut meliputi keadaan klien, pengobatan, tingkat kesadaran klien, tanda-tanda vital mulai masuk, sampai keluar dari rumah sakit.
vital mulai masuk, sampai keluar dari rumah sakit.
4.
4. Tujuan Utama DokumentasiTujuan Utama Dokumentasi
Sebagai dokumen rahasia yang mencatat semua pelayanan keperawatan klien, catatan Sebagai dokumen rahasia yang mencatat semua pelayanan keperawatan klien, catatan tersebut dapat diartiakan sebagai suatu catatan bisnis dan hokum yang mempunyai tersebut dapat diartiakan sebagai suatu catatan bisnis dan hokum yang mempunyai banyak manfaat dan penggunaan. Tujuan utam dari pendokumentasian adalah untuk: banyak manfaat dan penggunaan. Tujuan utam dari pendokumentasian adalah untuk:
a.
a. Mangidentifikasi status kesehatan klien dalam rangka mencatat kebutuhan klien,Mangidentifikasi status kesehatan klien dalam rangka mencatat kebutuhan klien, merencanakan, melaksanakan tindakan keperawatan, dan mengevaluasi tindakan. merencanakan, melaksanakan tindakan keperawatan, dan mengevaluasi tindakan. b.
b. Dokumentasi untuk penelitian, keuangan, hukum, dan etika. Hal ini jugaDokumentasi untuk penelitian, keuangan, hukum, dan etika. Hal ini juga menyediakan: Bukti kualitas asuhan keperawatan
menyediakan: Bukti kualitas asuhan keperawatan c.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
g.
g. Pengurangan biaya informasiPengurangan biaya informasi h.
h. Sumber informasi untuk data yang harus dimasukanSumber informasi untuk data yang harus dimasukan i.
i. Komunukasi konsep resiko tindakan keperawatanKomunukasi konsep resiko tindakan keperawatan j.
j. Informasi untuk muridInformasi untuk murid k.
k. Persepsi hak klienPersepsi hak klien l.
l. Dokumentasi untuk tenaga profesional dan tanggungjawab etika danDokumentasi untuk tenaga profesional dan tanggungjawab etika dan mempertahankan
mempertahankan kerahasiaan kerahasiaan informasi informasi klienklien m.
m. Suatu data keuangan yang sesuaiSuatu data keuangan yang sesuai n.
n. Data perencanaan pelayanan kesehatan dimasa akan datingData perencanaan pelayanan kesehatan dimasa akan dating
5.
5. Manfaat dan Pentingnya DokuManfaat dan Pentingnya Dokumentasi Keperawatanmentasi Keperawatan
Dokumentasi keperawatan mempunyai makna yang penting bila dilihat dari berbagai Dokumentasi keperawatan mempunyai makna yang penting bila dilihat dari berbagai aspek:
aspek:
a. Hukum a. Hukum
Semua catatan informasi tentang klien merupakan dokumentasi resmi dan Semua catatan informasi tentang klien merupakan dokumentasi resmi dan bernilai hukum. Bila terjadi suatu masalah (misconduct) yang berhubungan bernilai hukum. Bila terjadi suatu masalah (misconduct) yang berhubungan dengan profesi keperawatan, dimana perawat sebagai pemberi jasa dank lien dengan profesi keperawatan, dimana perawat sebagai pemberi jasa dank lien sebagai pengguna jasa, maka dokumentasi di perlukan sewakti-waktu. sebagai pengguna jasa, maka dokumentasi di perlukan sewakti-waktu. Dokumentasi tersebuat
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
c.
c. KomunikasiKomunikasi
Dokumentasi keadaan klien merupakan alat
Dokumentasi keadaan klien merupakan alat “perekam” terhadap masalah yang“perekam” terhadap masalah yang
berkaitan dengan klien. Perawat atau tenaga kesehatan lain akan bisa melihat berkaitan dengan klien. Perawat atau tenaga kesehatan lain akan bisa melihat catatan yang ada dan sebagai alat komunikasi yang dijadiakan pedoman dalam catatan yang ada dan sebagai alat komunikasi yang dijadiakan pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan.
memberikan asuhan keperawatan. d.
d. KeuanganKeuangan
Dokumentasi dapat bernilai keuangan.Semua tindakan keperawatan yang belum, Dokumentasi dapat bernilai keuangan.Semua tindakan keperawatan yang belum, sedang, dan telah diberikab dicatat dengan lengkap yang dapat dipergunakan sedang, dan telah diberikab dicatat dengan lengkap yang dapat dipergunakan sebagai acuan atau pertimbangan dalam biaya keperawatan bagi klien.
sebagai acuan atau pertimbangan dalam biaya keperawatan bagi klien. e.
e. PendidikanPendidikan
Dokumentasi mempunyai nilai pendidikan, karena isinya menyangkut kronologis Dokumentasi mempunyai nilai pendidikan, karena isinya menyangkut kronologis dari kegiatan asuhan keperawatan yang dapat dipergunakan sebagai bahan atau dari kegiatan asuhan keperawatan yang dapat dipergunakan sebagai bahan atau referensi pembelajaran bagi siswa atau profesi keperawatan.
referensi pembelajaran bagi siswa atau profesi keperawatan. f.
f. PenelitianPenelitian
Dokumentasi keperawatan mempunyai nilai penelitian. Data yang terdapat Dokumentasi keperawatan mempunyai nilai penelitian. Data yang terdapat didalamnya mengandung informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan atau didalamnya mengandung informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan atau obyek riset dan pengembangan profesi keperawatan.
obyek riset dan pengembangan profesi keperawatan. g.
g. AkreditasAkreditas
Melalui dokumentasi keperawatan akan dapat dilihat sejauh mana peran dan Melalui dokumentasi keperawatan akan dapat dilihat sejauh mana peran dan fungsi perawat dalam memberikan asuhann keperawatan kepada klien. Dengan fungsi perawat dalam memberikan asuhann keperawatan kepada klien. Dengan demikian akan dapat diambil kesimpulan tingkat keberhasilan pemberian asuhan demikian akan dapat diambil kesimpulan tingkat keberhasilan pemberian asuhan keperawatan yang diberikan, guna pembinaan dan pengembangan lebuh lanjut. keperawatan yang diberikan, guna pembinaan dan pengembangan lebuh lanjut.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
2.
2. Faktor-faktor Dalam Merawat Klien Faktor-faktor Dalam Merawat Klien PediatrikPediatrik
Pasien pediatrik merupakan tantangan khusus bagi perawat. Banyak klien pediatrik Pasien pediatrik merupakan tantangan khusus bagi perawat. Banyak klien pediatrik yang tidak dapat mengkomunikasikan kebutuhannya ataumengungkapkan rasa nyeri. yang tidak dapat mengkomunikasikan kebutuhannya ataumengungkapkan rasa nyeri. Perawat harus sangat sensitif terhadap bentuk-bentuk komunikasi non-verbal, seperti Perawat harus sangat sensitif terhadap bentuk-bentuk komunikasi non-verbal, seperti tangisan posisi tubuh, dan kontak mata. Ketidakmampuan bayi untuk mengkomunikasi tangisan posisi tubuh, dan kontak mata. Ketidakmampuan bayi untuk mengkomunikasi berarti perawat harus mengantisipasi kebutuhan anak.
berarti perawat harus mengantisipasi kebutuhan anak.
Secara fisiologis, anak-anak berbeda dari orang dewasa. Anak-anak menunjukkan laju Secara fisiologis, anak-anak berbeda dari orang dewasa. Anak-anak menunjukkan laju metabolisme yang lebih cepat. Rentang tanda-tanda vital berubah sejalan dengan metabolisme yang lebih cepat. Rentang tanda-tanda vital berubah sejalan dengan kematangan anak. Bayi menunjukkan frekuensi jantung dan pernafasan yang lebih cepat kematangan anak. Bayi menunjukkan frekuensi jantung dan pernafasan yang lebih cepat serta tekanan arteri yang lebih rendah. Kebutuhan cairan, terutama bagi bayi lebih serta tekanan arteri yang lebih rendah. Kebutuhan cairan, terutama bagi bayi lebih sedikit. Meskipun kebutuhan cairan sehari-hari pada anak lebih besar per kilo gram sedikit. Meskipun kebutuhan cairan sehari-hari pada anak lebih besar per kilo gram berat badan, tetapi jumlah cairan yang dibutuhkan lebih sedikit daripada yang berat badan, tetapi jumlah cairan yang dibutuhkan lebih sedikit daripada yang diperlukan orang dewasa.
diperlukan orang dewasa.
Pemberian cairan yang berlebihan harus dihindari melalui pemantauan dan dokumentasi Pemberian cairan yang berlebihan harus dihindari melalui pemantauan dan dokumentasi asupan cairan yang cermat. Volume urin juga sedikit pada anak-anak, dan hal ini juga asupan cairan yang cermat. Volume urin juga sedikit pada anak-anak, dan hal ini juga memerlukan pengukuran yang cermat. Cairan tubuh bayi relatif lebih banyak (kira-kira memerlukan pengukuran yang cermat. Cairan tubuh bayi relatif lebih banyak (kira-kira 75%) jika dibandingkan dengan orang dewasa. Cairan ini terdirir dari cairan 75%) jika dibandingkan dengan orang dewasa. Cairan ini terdirir dari cairan ekstrseluler. Jika keseimbangan cairan ekstraseluler terganggu, akan terjadi dehidrasi ekstrseluler. Jika keseimbangan cairan ekstraseluler terganggu, akan terjadi dehidrasi cepat. Sejumlah organ dan sistem tubuh tidak berkembang selama periode bayi dan cepat. Sejumlah organ dan sistem tubuh tidak berkembang selama periode bayi dan anak-anak awal. Lebih jauh lagi, beberapa penyakit seperti menginitis, cenderung lebih anak-anak awal. Lebih jauh lagi, beberapa penyakit seperti menginitis, cenderung lebih
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
pada kekhawatiran tentang anak dan sistem pendukungnya. Pembentukan rasa percaya pada kekhawatiran tentang anak dan sistem pendukungnya. Pembentukan rasa percaya harus dilakukan dengan cepat dilingkungan perawatan akut. Infoormasi-informasi yang harus dilakukan dengan cepat dilingkungan perawatan akut. Infoormasi-informasi yang diperlukan untuk merumuskan tentang asuhan keperawatan anak harus dikumpulkan diperlukan untuk merumuskan tentang asuhan keperawatan anak harus dikumpulkan dan didokumentasikan dengan cara yang efisien dan komprehensif. Wawancara awal dan didokumentasikan dengan cara yang efisien dan komprehensif. Wawancara awal adalah alat untuk membentuk hubungan profesional dengan keluarga. Strategi berikut adalah alat untuk membentuk hubungan profesional dengan keluarga. Strategi berikut ini dapat digunaka untuk mempermudah pengambilan riwayat keperawatan dan ini dapat digunaka untuk mempermudah pengambilan riwayat keperawatan dan membuat hubungan terapeutik dengan keluarga.
membuat hubungan terapeutik dengan keluarga. a.
a. Sebelum interaksi, tentukan siapa yang akan diwawancarai. Perawat harus berhati-Sebelum interaksi, tentukan siapa yang akan diwawancarai. Perawat harus berhati-hati untuk tidak beranggapan bahwa orang dewasa yang menemani anak adalah hati untuk tidak beranggapan bahwa orang dewasa yang menemani anak adalah orangtuanya. Tentukan perlu tidaknya anak diwawancarai secara terpisah
orangtuanya. Tentukan perlu tidaknya anak diwawancarai secara terpisah b.
b. Pilih tempat yang tenang dan pribadi melakukan wawancara. Hhal ini memastikanPilih tempat yang tenang dan pribadi melakukan wawancara. Hhal ini memastikan bahwa wawancara merupakan satu-satunya fokus perhatian selama interaksi ini bahwa wawancara merupakan satu-satunya fokus perhatian selama interaksi ini belangsung.
belangsung. c.
c. Mulai wawancar dengan memperkenalkan diri perawat pada anak dan keluarga.Mulai wawancar dengan memperkenalkan diri perawat pada anak dan keluarga. Nama perawat, gelar, dan perannya harus dijelaskan. Tanyakan nama panggilan Nama perawat, gelar, dan perannya harus dijelaskan. Tanyakan nama panggilan setiap anggota keluarga.
setiap anggota keluarga. d.
d. Jelaskan alasan dan lamanya wawancara, serta dapatkan izin verbal untuk Jelaskan alasan dan lamanya wawancara, serta dapatkan izin verbal untuk melanjutkan
melanjutkan e.
e. Gunakan teknik pertanyaan terbuka untuk mengarahkan fokus dari sesi tersbut.Gunakan teknik pertanyaan terbuka untuk mengarahkan fokus dari sesi tersbut. Pertanyaan tertutup dapat dipergunakan untuk memperoleh informasi spesifik
Pertanyaan tertutup dapat dipergunakan untuk memperoleh informasi spesifik f.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Sekalipun pada tahun pertama kehidupannya, bayi sudah dapat berkomunikasi melalui Sekalipun pada tahun pertama kehidupannya, bayi sudah dapat berkomunikasi melalui dua bentuk interaksi. Kebutuhan bayi didokumentasikan malalui vokalisasi dan perilaku dua bentuk interaksi. Kebutuhan bayi didokumentasikan malalui vokalisasi dan perilaku nonverbal. Pada akhir tahun pertama kehidupanna, anak sudah dapat menucapkan nonverbal. Pada akhir tahun pertama kehidupanna, anak sudah dapat menucapkan beberapa kata
beberapa kata
Tabel 2.1 Tabel 2.1
Pedoman Untuk Berkomunikasi Dengan Anak Pedoman Untuk Berkomunikasi Dengan Anak Usia 0-1 tahun
Usia 0-1 tahun
Gendong, timang, dan bicara dengan bayi, terutama ketika ia sedangGendong, timang, dan bicara dengan bayi, terutama ketika ia sedang marah atau ketakutan
marah atau ketakutan
Gunakan suara yang lembut dan pelanGunakan suara yang lembut dan pelan
Dekati bayi dengan Dekati bayi dengan perlahan dan hindari perlahan dan hindari gerakan yang gerakan yang menakutkanmenakutkan
Usia 2-5 tahun Usia 2-5 tahun
Berikan instruksi yang singkat dan jelasBerikan instruksi yang singkat dan jelas
Izinkan anak berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan (jikaIzinkan anak berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan (jika perlu)
perlu)
Bersikap jujur dan beri tau anak jika prosedur itu menyakitkanBersikap jujur dan beri tau anak jika prosedur itu menyakitkan
Usia 6-12 tahun Usia 6-12 tahun
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
4.
4. Resiko Hukum Perawatan Resiko Hukum Perawatan PediatrikPediatrik
Perawat yang merawat pasien pediatrik diharuskan memiliki satndar perawatan yang Perawat yang merawat pasien pediatrik diharuskan memiliki satndar perawatan yang terampil yang lebih tinggi karena pasien muda memerlukan lebih banyak perhatian terampil yang lebih tinggi karena pasien muda memerlukan lebih banyak perhatian (calloway, 1986)
(calloway, 1986)
Karena pasien-pasien ini tidak bisa mnejaga diri, maka mereka mengandalkan (perawat) Karena pasien-pasien ini tidak bisa mnejaga diri, maka mereka mengandalkan (perawat) untuk mengantisipasi, mendeteksi, mendokumentasikan, dan bahkan mengomunikasikan untuk mengantisipasi, mendeteksi, mendokumentasikan, dan bahkan mengomunikasikan tanda-tanda samar penyakit yang mengancam atau yang menyebabakan komplikasi. tanda-tanda samar penyakit yang mengancam atau yang menyebabakan komplikasi. Keinginan dan kemampuan perawat untuk memenuhi peran advokasi pasien berarti Keinginan dan kemampuan perawat untuk memenuhi peran advokasi pasien berarti perbedaan antara hasil positif dan negatif (DiCoztanzo, 1996). Bagi perawat, istilah perbedaan antara hasil positif dan negatif (DiCoztanzo, 1996). Bagi perawat, istilah perlindungan
perlindungan diri, diri, berarti berarti “semakin “semakin kecil kecil usia usia pasien, pasien, semakin semakin besar besar risikonya” risikonya” (Greve,(Greve, 1990). Pada tahun-tahun terakhir terdapat kecendrungan manjatuhkan tuntutan kriminal 1990). Pada tahun-tahun terakhir terdapat kecendrungan manjatuhkan tuntutan kriminal kepad perawat, terutama yang merawat lansia atau anak-anak yang masih sangat kecil, kepad perawat, terutama yang merawat lansia atau anak-anak yang masih sangat kecil, untuk penyimpangan yang tidak disengaja tetapi termasuk dalam kelalaian. Dalam 2 tahun untuk penyimpangan yang tidak disengaja tetapi termasuk dalam kelalaian. Dalam 2 tahun terakhir, tiga perawat yang bekerja sama dikenakan tuntutan kriminal pembunuhan akibat terakhir, tiga perawat yang bekerja sama dikenakan tuntutan kriminal pembunuhan akibat kelalaian atas kematian bayi yang di injeksi obat sebanyak 10 kali dosis yang diresepkan kelalaian atas kematian bayi yang di injeksi obat sebanyak 10 kali dosis yang diresepkan
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
1)
1) Nama anggota keluarga yang ada hubungannya dengan anak Nama anggota keluarga yang ada hubungannya dengan anak 2)
2) Orienttasi keluarga di ruang rawat (mis: letak telepon, jam berkunjung, sertaOrienttasi keluarga di ruang rawat (mis: letak telepon, jam berkunjung, serta lokasi dapur, dan kafetari rumah sakit) dan juga dikamar anak ((mis: bel panggil, lokasi dapur, dan kafetari rumah sakit) dan juga dikamar anak ((mis: bel panggil, penghalang tempat tidur)
penghalang tempat tidur) 3)
3) Pemakaian gelang identitasPemakaian gelang identitas 4)
4) Penjelasan rutinitas unit, termasuk waktu makan, waktu tidurPenjelasan rutinitas unit, termasuk waktu makan, waktu tidur 5)
5) Pengissian format riwayat keperawatanPengissian format riwayat keperawatan 6)
6) Berat badan dan usia anak serta adanya alergi terhadap makanan atau obatBerat badan dan usia anak serta adanya alergi terhadap makanan atau obat 7)
7) Pengkajian detail terhadap kondisi anak pada saat masuk Pengkajian detail terhadap kondisi anak pada saat masuk 8)
8) TTV dan pengukuran pertumbuhan (mis: tinggi atau panjang badan, lingkatrTTV dan pengukuran pertumbuhan (mis: tinggi atau panjang badan, lingkatr kepala)
kepala) 9)
9) Materi tertulis yang diberikan kepada keluargaMateri tertulis yang diberikan kepada keluarga 10)
10) Respons anak dan keluarga terhadap proses penerimaan dan orientasiRespons anak dan keluarga terhadap proses penerimaan dan orientasi 11)
11) Temuan yang diperoleh keluarga berkaitan dengan hasil pemeriksaanTemuan yang diperoleh keluarga berkaitan dengan hasil pemeriksaan laboraturium, kebutuhan diet, dan prosedur
laboraturium, kebutuhan diet, dan prosedur 12)
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Standar restrein ditulis sedemikian rupa sehingga kebijakan individu dapat Standar restrein ditulis sedemikian rupa sehingga kebijakan individu dapat dirumuskan, tetapi kebijakan tersebut juga harus mencakup hal-hal tersebut :
dirumuskan, tetapi kebijakan tersebut juga harus mencakup hal-hal tersebut : a)
a) perlindungan terhadap hak, harga diri, dan kesejahteraan pasien selama pemakaianperlindungan terhadap hak, harga diri, dan kesejahteraan pasien selama pemakaian restrein
restrein b)
b) digunkan berdasarkan pengkajian kebutuhan pasiendigunkan berdasarkan pengkajian kebutuhan pasien c)
c) keputusan tentang metode yang paling tidak restriktif keputusan tentang metode yang paling tidak restriktif d)
d) pemasangan dan pelepasan restrein oleh anggota staf yang kompetenpemasangan dan pelepasan restrein oleh anggota staf yang kompeten e)
e) pemantauan dan pengkajian ulang terhadap pasien selama pemakaian restreinpemantauan dan pengkajian ulang terhadap pasien selama pemakaian restrein f)
f) batas waktu instruksibatas waktu instruksi g)
g) dokumentasidokumentasi
Standar tersebut juga memungkinkan pemberian instruksi pemakaian ekstrein tidak Standar tersebut juga memungkinkan pemberian instruksi pemakaian ekstrein tidak hanya oleh dokter tetapi juga oleh praktisi berlisensi mandiri (JCAHO,1996).
hanya oleh dokter tetapi juga oleh praktisi berlisensi mandiri (JCAHO,1996).
Restrein sering diperlukan di lingkungan pediatric untuk melindungi pasien Restrein sering diperlukan di lingkungan pediatric untuk melindungi pasien selama prosedur,untuk membatasi gerakan tubuh,melindungi area tertentu,atau untuk selama prosedur,untuk membatasi gerakan tubuh,melindungi area tertentu,atau untuk
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Perawat harus mewaspadai adanta factor resiko pemganiayaan jika ditemukan Perawat harus mewaspadai adanta factor resiko pemganiayaan jika ditemukan cidera baik dilaporkan maupun yang diobservasi. Jika terdapat satu factor atau lebih, cidera baik dilaporkan maupun yang diobservasi. Jika terdapat satu factor atau lebih, pertimbangkan untuk melakukan kekhawatiran anda tersebut. Tanda-tanda terpenting pertimbangkan untuk melakukan kekhawatiran anda tersebut. Tanda-tanda terpenting harus didokumentasikan dalam rekam medis. Tinjauan catatan dan observasi pasien harus didokumentasikan dalam rekam medis. Tinjauan catatan dan observasi pasien dapat memunculkan hal-hal berikut (boyco, melhorn, vargo, 1996) :
dapat memunculkan hal-hal berikut (boyco, melhorn, vargo, 1996) : 1)
1) perbedaan laporan atau dari 1 pemeriksa dengan pemeriksa lain tentang bagaimanaperbedaan laporan atau dari 1 pemeriksa dengan pemeriksa lain tentang bagaimana cidera itu terjadi, apakah karena tindakan anak atau tindakan pengasuh
cidera itu terjadi, apakah karena tindakan anak atau tindakan pengasuh 2)
2) pertentangan informasi dari anak dan orang tua tentang terjadinya ciderapertentangan informasi dari anak dan orang tua tentang terjadinya cidera 3)
3) terlambatan dalam mencari pengobatanterlambatan dalam mencari pengobatan 4)
4) riwayat cidera atau kecurigaan cidera yang tidak dapat dijelaskanriwayat cidera atau kecurigaan cidera yang tidak dapat dijelaskan 5)
5) cidera yang tidak konsisten dengan riwayat anak atau tingkat perkembangan anak cidera yang tidak konsisten dengan riwayat anak atau tingkat perkembangan anak 6)
6) cidera lebih lama dari waktu terjadinyacidera lebih lama dari waktu terjadinya 7)
7) orang tua yang terpisah atau seseorang yang tidak berusaha mengamankan anak orang tua yang terpisah atau seseorang yang tidak berusaha mengamankan anak 8)
8) diagnosis reterdasi mental atau kelambatan perkembangandiagnosis reterdasi mental atau kelambatan perkembangan
Orang tua dengan kemarahan hebat diidentifikasi dengan mudah ketika anaknya Orang tua dengan kemarahan hebat diidentifikasi dengan mudah ketika anaknya
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
5.
5. Pengkajian dan Penampilan Umum pada AnakPengkajian dan Penampilan Umum pada Anak
Penampilan umum anak adalah kesan subjektif dan kumulatif penampilan fisik Penampilan umum anak adalah kesan subjektif dan kumulatif penampilan fisik anak, status nutrisi, perilaku, kepribadian, interaksi denagn orang tua dan perawat (juga anak, status nutrisi, perilaku, kepribadian, interaksi denagn orang tua dan perawat (juga saudara kandung jika ada), postur tubuh, perkembangan, dan kemampuan berbicara. saudara kandung jika ada), postur tubuh, perkembangan, dan kemampuan berbicara. Walaupun penampilan umum dicatat pada awal pemeriksaan fisik, ini mencakup semua Walaupun penampilan umum dicatat pada awal pemeriksaan fisik, ini mencakup semua observasi terhadap anak tersebut selama wawancara dan pengkajian fisik.
observasi terhadap anak tersebut selama wawancara dan pengkajian fisik.
Perhatikan mimik wajah, ekpresi wajah dan penampilan anak. Sebagai contoh, mimik Perhatikan mimik wajah, ekpresi wajah dan penampilan anak. Sebagai contoh, mimik wajah memberikan petunjuk pada anak yang sedang merasa nyeri: sulit bernafas, merasa wajah memberikan petunjuk pada anak yang sedang merasa nyeri: sulit bernafas, merasa ketakutan, merasa tidak puas atau merasa bahagia; mengalami defisiensi mental, atau ketakutan, merasa tidak puas atau merasa bahagia; mengalami defisiensi mental, atau sedang mengalami penyakit akut.
sedang mengalami penyakit akut.
Observasi postur, posisi, dan tipe pergerakan tubuh. Anak yang kehilangan fungsi Observasi postur, posisi, dan tipe pergerakan tubuh. Anak yang kehilangan fungsi pendengaran atau penglihatan ditandai dengan mengangkat kepala dalam posisi yang pendengaran atau penglihatan ditandai dengan mengangkat kepala dalam posisi yang kaku untuk mendengar atau melihat lebih baik. Anak yang sedang mengalami nyeri kaku untuk mendengar atau melihat lebih baik. Anak yang sedang mengalami nyeri mungkin menyokong bagian tubuhnya yang sakit. Anak dengan harga diri rendah atau mungkin menyokong bagian tubuhnya yang sakit. Anak dengan harga diri rendah atau
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Perilaku termasuk kepribadian anak, tingkat aktivitas, reaksi terhadap stress, Perilaku termasuk kepribadian anak, tingkat aktivitas, reaksi terhadap stress, permintaan-permintaannya, rasa frustasi, interaksi dengan orang lain (terutama orang tua dan permintaannya, rasa frustasi, interaksi dengan orang lain (terutama orang tua dan perawat), tingkat kesadaran, dan respons terhadap stimulus. Beberapa pertanyaan mental perawat), tingkat kesadaran, dan respons terhadap stimulus. Beberapa pertanyaan mental yang berfungsi sebagai pengingat untuk mengobservasi perilaku meliputi: Bagaimana yang berfungsi sebagai pengingat untuk mengobservasi perilaku meliputi: Bagaimana kepribadian anak secara keseluruhan? Apakah anak memiliki rentang perhatian yang luas kepribadian anak secara keseluruhan? Apakah anak memiliki rentang perhatian yang luas atau perhatiannya sangat mudah dialihkan? Dapatkah anak mengikuti dua atau tiga atau perhatiannya sangat mudah dialihkan? Dapatkah anak mengikuti dua atau tiga perintah dengan baik tanpa perlu diulangi? Bagaimana respons anak yang lebih kecil pada perintah dengan baik tanpa perlu diulangi? Bagaimana respons anak yang lebih kecil pada lambatnya pemberian pujian atau keadaan frustasi? Apakah kontak mata digunakan lambatnya pemberian pujian atau keadaan frustasi? Apakah kontak mata digunakan selama percakapan? Apa reaksi anak terhadap perawat dan anggota keluarganya? Apakah selama percakapan? Apa reaksi anak terhadap perawat dan anggota keluarganya? Apakah anak cepat atau lambat dalam mengerti suatu penjelasan??
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Area lain yang memungkinkan terjadinya cedera pada anak merupakan tanggung jawab Area lain yang memungkinkan terjadinya cedera pada anak merupakan tanggung jawab perawat meliputi pengawasan anak di ruang bermain. Anak yang tidak ditemani tidak perawat meliputi pengawasan anak di ruang bermain. Anak yang tidak ditemani tidak boleh mengunjungi ruang bermain karena kemungkinan terjadinya jatuh, pingsan, boleh mengunjungi ruang bermain karena kemungkinan terjadinya jatuh, pingsan, muntah dan aspirasi, atau cedera karena anak yang lain. Dokumentasikan kapan anak muntah dan aspirasi, atau cedera karena anak yang lain. Dokumentasikan kapan anak pergi ke ruang bermain dan dengan siapa.
pergi ke ruang bermain dan dengan siapa. 5.
5. Distres EmosionalDistres Emosional
Ketika anak mengalami cedera, kemungkinan tidak hanya tuntutan hukum saja yang Ketika anak mengalami cedera, kemungkinan tidak hanya tuntutan hukum saja yang terjadi atas nama anak, namun orangtua juga berhak mengajukan tuntutan atas distres terjadi atas nama anak, namun orangtua juga berhak mengajukan tuntutan atas distres emosional yang mereka alami. Orang tua dapat menuntun secara distres emosional emosional yang mereka alami. Orang tua dapat menuntun secara distres emosional dengan dua cara. Pertama, orang tua dapat menuntun karena distres mereka disebabkan dengan dua cara. Pertama, orang tua dapat menuntun karena distres mereka disebabkan
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime. BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP A. A. KesimpulanKesimpulan
Dokumentasi pediatrik adalah segala sesuatu yang tertulis atau tercetak yang berguna bagi Dokumentasi pediatrik adalah segala sesuatu yang tertulis atau tercetak yang berguna bagi individu khususnya perawat yang berfungsi sebagai bukti bertanggung jawab hukum dan individu khususnya perawat yang berfungsi sebagai bukti bertanggung jawab hukum dan etika perawat khusus untuk klien pediatrik.
etika perawat khusus untuk klien pediatrik.
Perawat pediatrik di unit keperawatan akut tidak hanya bekerja dengan anak-anak tetapi Perawat pediatrik di unit keperawatan akut tidak hanya bekerja dengan anak-anak tetapi juga
juga dengan keluarga. dengan keluarga. Konsep pelayanan Konsep pelayanan kesehatakesehatan n yang berpusat yang berpusat pada pada keluarga memakaikeluarga memakai nilai-nilai dan dinamika keluarga sebagai hal yang dipertimbangkan. Ketika membuat nilai-nilai dan dinamika keluarga sebagai hal yang dipertimbangkan. Ketika membuat
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Lyer, Patricia. 2005. Dokumentasi Keperawatan: Suatu Pendekatan Proses Keperawatan. EGC. Lyer, Patricia. 2005. Dokumentasi Keperawatan: Suatu Pendekatan Proses Keperawatan. EGC. Jakarta
Jakarta
Nursalam. 2001. Proses dan Dokumentasi Keperawatan konsep dan Praktik. Salemba Medika. Nursalam. 2001. Proses dan Dokumentasi Keperawatan konsep dan Praktik. Salemba Medika. Jakarta
Jakarta
Potter & Perry. 2005. Fundamental Keperawatan. EGC. Jakarta Potter & Perry. 2005. Fundamental Keperawatan. EGC. Jakarta