• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan pemahaman siswa tentang kalor dan perpindahannya beradasarkan identifikasi Zone of Proximal Development (ZPD) siswa kelas VIIB SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengembangan pemahaman siswa tentang kalor dan perpindahannya beradasarkan identifikasi Zone of Proximal Development (ZPD) siswa kelas VIIB SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta"

Copied!
179
0
0

Teks penuh

(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PENGEMBANGAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KALOR DAN PERPINDAHANNYA BERADASARKAN IDENTIFIKASI ZONE OF PROXIMAL DEVELOPMENT (ZPD) SISWA KELAS VIIB SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKARTA HALAMAN JUDU SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika. Disusun Oleh: Brigitta Dwi Utami 121424009. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2016. i.

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. HALAMAN PERSEMBAHAN. “kulakukan yang terbaikku Kau yang selebihnya, Tuhan selalu punya cara membuatku menang pada akhirnya” “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang” (Amsal 23:18). Skripsi ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus Ayahku Lukas Sarjono Ibuku Margarita Bustinah Kakakku Yohanes Chriatianto A.W Kakakku Nur Diyan Ariyanti Terimakasih atas segala doa, kasih sayang, dorongan, dan dukungan kepadaku. iv.

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA. Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan dalam daftar pustaka, sebagaimana layaknya ilmiah.. Yogyakarta, 28 Juli 2016 Penulis. Brigitta Dwi Utami. v.

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS. Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Brigitta Dwi Utami NIM. : 121424009. Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul: PENGEMBANGAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KALOR DAN PERPINDAHANNYA BERADASARKAN IDENTIFIKASI ZONE OF PROXIMAL DEVELOPMENT (ZPD) SISWA KELAS VIIB SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKARTA Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 28 Juli 2016 Yang menyatakan. (Brigitta Dwi Utami). vi.

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK. Brigitta Dwi Utami. 2012. Pengembangan Pemahaman Siswa Tentang Kalor dan Perpindahannya Beradasarkan Identifikasi Zone of Proximal Development (ZPD) Siswa Kelas VIIB SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pemahaman awal siswa tentang kalor dan perpindahannya sebelum pembelajaran, (2) Profil Zone of Proximal Development siswa tentang kalor dan perpindahannya, (3) Pemahaman akhir siswa tentang kalor dan perpindahannya setelah pembelajaran yang dirancang berdasarkan Zone of Proximal Development. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-April 2016 di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dengan subyek siswa kelas VIIB. Pengumpulan data menggunakan pretest dan wawancara pra pembelajaran, untuk menentukan ZPD siswa, posttest dan wawancara akhir pembelajaran. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman awal siswa masih berada di klasifikasi sedang dan dapat ditentukan dimana letak Zone of Proximal Development (ZPD) siswa untuk merancang pembelajaran yang efektif. Kata Kunci: Pemahaman, Zone of Proximal Development, Pengembangan. vii.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT. Brigitta Dwi Utami. 2012. The Development of Students Understanding About Kalor and The Movement Based on Zone of Proximal Development (ZPD) Identification of 7thB Grader Students of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High School. Physic Education Study Program. Departement of Mathematics and Science Education. Faculty of Teacher Training and Education. Sanata Dharma University. Yogyakarta. This research aims to know: (1) Initial understanding of students about Kalor and The movement before learning, (2) Profil Zone of Proximal Development of students about Kalor and The Movement, (3) Final understanding of students about Kalor and The Movement after learning that are designed based on the Zone of Proximal Development. Research carried out from March until April 2016 in Junior High School Pangudi Luhur 1 Yogyakarta with subject were students of class VIIB. Data collection use pretest and interview before learning, to determine ZPD of students, posttest and interview after learning. The result research showed that the initial understanding was still in the middle classification and be determined where the location Zone of Proximal Development(ZPD) of students to design effective learning. Keywords: Understanding, Zone of Proximal Development, Development. viii.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR. Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan rahmatNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengembangan Pemahaman Siswa Tentang Kalor dan Perpindahannya Berdasarkan Identifikasi Zone of Proximal Development (ZPD) Siswa Kelas VIIB SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan skripsi ini terwujud atas bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak yang membimbing dan memberi petunjuk serta motivasi. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph. D. selaku Dosen Pembimbing atas bimbingan, bantuan dan pengarahan selama penelitian sampai penyusunan skripsi. 2. Segenap dosen Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan pengajaran yang sangat bermanfaat. 3. Br. Yosep Anton Utmiyadi, FIC,S.S. selaku Kepala Sekolah SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah mengijinkan mengadakan penelitian di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. 4. Al. Bambang Wiharjanto, S.Pd. selaku Guru Mata Pelajaran IPA yang telah membimbing, memberi motivasi, saran dan kritikan selama penelitian berlangsung di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. 5. Orang Tua, kakak Yohanes Christianto dan Diyan Ariyanti yang telah mendukung, memberi nasehat dan motivasi. Terima kasih untuk semua yang telah kalian berikan. 6. Yohanes Dominikus Gawe yang selalu memberikan dukungan, bantuan, doa, dan kasihnya. 7. Ratna Mintarsih dan Afriani Neriyanti Mada atas kebersamaannya.. ix.

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 8. Sahabat-sahabatku, Ayang, Ditta, dan Neneng atas kebersamaannya. 9. Teman-temanku angkatan 2012, kakak tingkat, adik tingkat semuanya atas pengalaman hidup dalam menjalin persahabatan selama ini. 10. Murid kelas VIIB SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah banyak membantu dan mau bekerjasama dengan baik dari awal hingga akhir penelitian. 11. Semua. pihak. yang. telah. membantu. dan. mendukung. hingga. terselesaikannya skripsi ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.. Penulis. x.

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................. v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ...................................................... vi ABSTRAK ............................................................................................................ vii ABSTRACT ........................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix DAFTAR ISI .......................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xv DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xvi BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 A. Latar Belakang ............................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 3 C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 3 D. Kegunaan Penelitian..................................................................................... 4 BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................. 5 A. Teori Belajar Konstruktivistik...................................................................... 5 1.. Teori Konstruktivisme Personal ............................................................... 5. 2.. Teori Konstruktivisme Sosial ................................................................... 6. 3.. Prinsip - prinsip Konstruktivisme ............................................................. 6. B. Zone of Proximal Development (ZPD) ........................................................ 7 C. Scaffolding ................................................................................................... 9 D. Peran Guru ................................................................................................. 10 E. Metode Pembelajaran IPA ......................................................................... 11 1.. Eksperimen ............................................................................................. 11. 2.. Demonstrasi ............................................................................................ 12. xi.

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 3. Diskusi- Presentasi ..................................................................................... 13 F.. Kalor dan Perpindahannya ........................................................................ 15. G. Penelitian yang Relevan ............................................................................ 24 H. Kerangka Pemikiran .................................................................................. 24 BAB III METODOLOGI PENELITIAN.............................................................. 26 A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 26 B. Subyek Penelitian ....................................................................................... 26 C. Design Penelitian ....................................................................................... 26 D. Waktu dan Tempat penelitian .................................................................... 27 E. Treatment ................................................................................................... 27 F.. Instrumen Penelitian................................................................................... 28. G. Metode Pengumpulan Data ........................................................................ 35 H. Metode Analisis data .................................................................................. 37 1.. Data Kuantitatif ...................................................................................... 37. 2.. Data Kualitatif ........................................................................................ 40. BAB IV DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN .............................. 42 A. Data ............................................................................................................ 42 A.1 Pelaksanaan Penelitian ............................................................................ 42 A.2 Pretest ..................................................................................................... 43 A.3 Wawancara Pra Pembelajaran................................................................. 44 A.4 Posttest .................................................................................................... 44 A.5 Wawancara Akhir Pembelajaran............................................................. 46 B. Analisis Data dan Pembahasan .................................................................. 46 B.1 Hasil Pretest ............................................................................................ 46 B.2 Wawancara Pra Pembelajaran ................................................................. 51 B.3 Analisis Pemahaman Awal ..................................................................... 68 B.4 Zone of Proximal Development (ZPD) dan Pembelajaran ...................... 69 B5. Hasil Posttest ........................................................................................... 76 B.6 Wawancara Akhir Pembelajaran ............................................................. 81 B.7 SPSS ....................................................................................................... 95. xii.

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB V PENUTUP ................................................................................................ 96 A. Kesimpulan ................................................................................................ 96 B. Saran ........................................................................................................... 97 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 99 LAMPIRAN ........................................................................................................ 101. xiii.

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL. Tabel 1. Kalor Jenis Beberapa Bahan ................................................................... 16 Tabel 2. Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest .......................................................... 28 Tabel 3. Tingkat Ketercapaian Butir Soal ............................................................. 35 Tabel 4. Klasifikasi Tingkat Pemahaman Awal Siswa ......................................... 35 Tabel 5. Langkah Pengumpulan Data ................................................................... 35 Tabel 6. Analisis Pretest ....................................................................................... 37 Tabel 7. Analisis Posttest ...................................................................................... 37 Tabel 8. Klasifikasi Pemahaman Awal Siswa ...................................................... 38 Tabel 9. Klasifikasi Penilaian Butir Soal Pretest .................................................. 38 Tabel 10. Klasifikasi Pemahaman Akhir Siswa .................................................... 38 Tabel 11. Klasifikasi Penilaian Butir Soal Posttest .............................................. 39 Tabel 12. Analisis Wawancara Pra Pembelajaran................................................. 41 Tabel 13. Analisis Wawancara Akhir Pembelajaran............................................. 41 Tabel 14. Analisis Hasil Pretest ............................................................................ 43 Tabel 15. Analisis Hasil Posttest .......................................................................... 44 Tabel 16. Hasil Klasifikasi Pemahaman Awal Siswa ........................................... 47 Tabel 17. Hasil Klasifikasi Penilaian Butir Soal Pretest ...................................... 48 Tabel 18. Hasil Analisis Wawancara Pra Pembelajaran ....................................... 53 Tabel 19. Hasil Klasifikasi Pemahaman Akhir Siswa .......................................... 77 Tabel 20. Hasil Klasifikasi Penilaian Butir Soal Posttest ..................................... 79 Tabel 21. Hasil Analisis Wawancara Akhir Pembelajaran ................................... 81. xiv.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR. Gambar 1. Empat Tahap Perkembangan ZPD ........................................................ 9 Gambar 2. Kalor .................................................................................................... 15 Gambar 3. Proses Perubahan Wujud..................................................................... 17 Gambar 4. Grafik Peristiwa Kalor Laten .............................................................. 20 Gambar 5. Perpindahan Kalor Secara Langsung .................................................. 21 Gambar 6. Bahan-Bahan Konduktor dan Isolator Panas ...................................... 22 Gambar 7. Arus Konveksi Pada Air yang Dipanaskan ......................................... 22 Gambar 8. Diagram Desain Penelitian ................................................................. 27 Gambar 9. Rumus Segitiga Kalor ......................................................................... 73. xv.

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran1. Surat Jawaban Ijin Penelitian .......................................................... 102 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .................................... 103 Lampiran 3. Soal Pretest dan Posttest ................................................................ 119 Lampiran 4. Analisis Jawaban Pretest ................................................................ 123 Lampiran 5. Analisis Jawaban Posttest ............................................................... 125 Lampiran 6. Transkip Wawancara Pra Pembelajaran ......................................... 127 Lampiran 7. Transkip Wawancara Akhir Pembelajaran .................................... 143 Lampiran 8. Analisis SPSS ................................................................................. 163. xvi.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang IPA merupakan mata pelajaran yang diajarkan mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Sampai saat ini IPA masih dianggap mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Dalam mempelajari IPA, pemahaman konsep sangatlah penting karena IPA merupakan pengetahuan yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Untuk memahami konsep yang baru, diperlukan prasyarat pemahaman konsep awal. Jika pemahaman konsep awal siswa sudah baik, siswa akan dengan mudah mengembangkan pemahaman konsep yang telah dimiliki oleh siswa. Tetapi jika belum siswa butuh bantuan untuk mengembangkan pemahamannya. Menurut teori konstruktivisme, siswa membangun pengetahuannya sendiri secara aktif. Konstruktivisme adalah salah satu teori pembelajaran yang baik digunakan dalam pembelajaran. Teori konstruktivisme menjelaskan bahwa pengetahuan seseorang adalah bentukan (konstruksi) dari orang itu sendiri. Pengetahuan selalu merupakan akibat dari suatu konstruktisi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang. Seseorang membentuk skema, kategori, konsep dan struktur pengetahuan yang diperlukan. untuk. pengetahuan. 1. (Piaget. dalam. Suparno,. 2001)..

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Dalam teori konstruktivisme sosial, guru berperan sebagai fasilitator sehingga guru harus mengetahui dimana Zone of Proximal Developmant (ZPD) siswa. Untuk mengetahui ZPD guru perlu mengetahui pemahaman awal siswa terhadap suatu materi dengan memberikan pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan harus sesuai dengan materi yang ada. Dengan mengetahui ZPD siswa, guru dapat membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman awal dengan suatu metode. Menurut Vygotsky, interaksi dengan teman sebaya, perancah (scaffolding), dan modeling merupakan faktor penting yang memfasilitasi perkembangan kognitif dan pemerolehan pengetahuan individu (Thalib, 2010: 95). Metode eksperimen, demonstrasi, dan diskusi-presentasi dapat dipilih karena metode tersebut melibatkan siswa langsung dengan pengalaman-pengalaman yang ada dan dapat berinteraksi dengan temannya,. sehingga. dengan. mudah. siswa. mengembangkan. pemahamannya. Oleh karena itu peneliti ingin melaksanakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Pemahaman Siswa tentang Kalor dan Perpindahannya Berdasarkan Identifikasi Zone of Proximal Development Siswa Kelas VIIB SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta..

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. B. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah pemahaman awal siswa tentang kalor dan perpindahannya sebelum pembelajaran? 2. Bagaimanakah profil Zone of Proximal Development siswa tentang kalor dan perpindahannya? 3. Bagaimanakah pemahaman akhir siswa tentang kalor dan perpindahannya setelah pembelajaran yang dirancang berdasarkan Zone of Proximal Development ?. C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang ingin diteliti di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Pemahaman awal siswa tentang kalor dan perpindahannya sebelum pembelajaran 2. Profil Zone of Proximal Development siswa tentang kalor dan perpindahannya. 3. Pemahaman akhir siswa tentang kalor dan perpindahannya setelah pembelajaran yang dirancang berdasarkan Zone of Proximal Development..

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. D. Kegunaan Penelitian 1. Bagi guru dan calon guru Guru dan calon guru dapat menyadari betapa pentingnya mengetahui Zone of Proximal Development siswa, sehingga dapat mengembangkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa dengan pembelajaran yang efektif. 2. Bagi peneliti Bagi peneliti dapat dimanfaatkan sebagai latihan untuk mengetahui Zone of Proximal Development siswa dan membantu mengembangkan pemahaman awal yang sudah dimiliki siswa..

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI. A. Teori Belajar Konstruktivistik Konstruktivisme adalah filosofi pembelajaran yang dilandasi premis bahwa dengan merefleksikan pengalaman, kita membangun, mengkonstruksi pengetahuan, pemahaman kita tentang usia tempat kita hidup (Suyono dan Haryanto, 2011: 105). Belajar. menurut. konstruktivis. dapat. dirumuskan. sebagai. penyusunan pengetahuan dari pengalaman konkret, melalui aktivitas kolaboratif,. refleksi. dan. interpretasi.. Aktivitas. yang. demikian. memungkinkan si pembelajar memiliki pemahan yang berbeda terhadap pengetahuan tergantung pada pengalamannya dan perspektif yang dipakai dalam. menginterpretasikannya.. Pembelajaran. merupakan. aktivitas. pengaturan lingkungan agar terjadi proses belajar, yaitu interaksi si pembelajar dengan lingkungannya (Khodijah, 2014: 80-81). 1. Teori Konstruktivisme Personal Konstruktivisme psikologis dimulai dari karya Piaget mengenai bagaimana seorang anak membangun pengetahuan kognitifnya. Piaget menyoroti bagaimana seorang anak pelan-pelan membentuk skema, mengembangkan skema, dan mengubah skema. Piaget menekankan bagaimana. individu. sendiri. 5. mengkonstruksi. pengetahuan. dari.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. berinteraksi dengan pengalaman dan objek yang dihadapi. Piaget menekankan seorang anak mengadakan abtraksi, baik secara sederhana maupun secara refleksi. Dalam membentuk pengetahuan fisis dan matematisnya. Tampak bahwa tekanan perhatian Piaget lebih pada keaktifan individu dalam membentuk pengetahuan. Bagi Piaget, Pengetahuan lebih dibentuk oleh si anak itu sendiri yang sedang belajar (Suparno, 1997: 43-44). 2.. Teori Konstruktivisme Sosial Teori. sosiocultural. Vygotsky. menekankan. pentingnya. perkembangan kecerdasan/intelegensi melalui kultur atau masyarakat. Perkembangan individu terjadi melalui dua tahap, yaitu dimulai dengan pertukaran sosial antarpribadi (interaksi dengan lingkungan sosial), kemudian terjadi internalisasi intrapersonal. Keterampilan individu dapat dikembangkan melalui interaksi individu dengan bantuan atau bimbingan orang dewasa (guru) dan kolaborasi dengan teman sebaya (Thalib, 2010: 96). 3. Prinsip - prinsip Konstruktivisme Menurut Suparno (1997:49) secara garis besar prinsip-prinsip konstruktivisme yang diambil adalah (1) pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri, baik secara personal maupun secara sosial; (2) pengetahuan tidak dipindahkan dari guru ke siswa, kecuali dengan keaktifan siswa sendiri untuk bernalar; (3) siswa aktif mengkonstruksi secara terus menerus, sehingga terjadi perubahan konsep menuju ke.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. konsep yang lebih rinci, lengkap, serta sesuai dengan konsep ilmiah; (4) guru berperan membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi siswa berjalan mulus.. B. Zone of Proximal Development (ZPD) Vygotsky (Yohanes, 2010: 129) mengemukakan konsep tentang Zone of Proximal Development (ZPD) yang dapat diartikan sebagai Daerah Perkembangan Terdekat. Vygotsky yakin bahwa pembelajaran terjadi apabila siswa bekerja atau belajar menangani tugas-tugas atau masalah kompleks yang masih dalam jangkauan kognitif siswa atau tugastugas tersebut berada dalam Daerah Perkembangan Terdekat (Zone of Proximal Development). Vygotsky (1978: 86) mendefinisikan Zone of Proximal Development sebagai berikut: Zone of Proximal Development is the distance between the actual developmental level as determined by independent problem solving and the level of potential development as determined through problem solving under adult guidance or collaboration with more capable peers. Zone of Proximal Development (ZPD) adalah jarak antara perkembangan aktual, seperti yang nampak dalam pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat. perkembangan. potensial,. seperti. yang. ditunjukan. dalam. pemecahan masalah dibawah bimbingan orang dewasa atau dengan bekerja sama dengan teman sebaya yang lebih mampu..

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Menurut. Tharp. &. Gallimore. (Yohanes,. 2010:. 131-132),. perkembangan ZPD terdiri atas empat tahap, yaitu: Tahap Pertama: More Dependence to Others Stage Tahapan dimana kinerja anak mendapat banyak bantuan dari pihak lain, seperti teman-teman sebayanya, orang tua, guru, masyarakat, ahli, dan lain-lain. Dari sinilah muncul model pembelajaran kooperatif atau kolaboratif dalam mengembangkan kognisi anak secara konstruktif. Tahap Kedua: Less Dependence External Assistence Stage Tahap dimana kinerja anak tidak lagi terlalu banyak mengharapkan bantuan dari pihak lain, tetapi lebih kepada self assistance, lebih banyak anak membantu dirinya sendiri. Tahap Ketiga: Internalization and Automatization Stage Tahap dimana kinerja anak sudah lebih terinternalisasi secara otomatis. Kasadaran akan pentingnya pengembangan diri dapat muncul dengan sendirinya tanpa paksaan dan arahan yang lebih besar dari pihak lain. Walaupun demikian, anak pada tahap ini belum mencapai kematangan yang sesungguhnya dan masih mencari identitas diri dalam upaya mencapai kapasitas diri yang matang. Tahap Keempat: De-automatization Stage Tahap dimana kinerja anak mampu mengeluarkan perasaan dari kalbu, jiwa, dan emosinya yang dilakukan secara berulang-ulang, bolakbalik, recursion. Pada tahap ini, keluarlah apa yang disebut dengan de automatisation sebagai puncak dari kinerja sesungguhnya..

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Gambar 1. Empat Tahap Perkembangan ZPD (Tharp & Gallimore, 1998: 35). C. Scaffolding Rudi (2010: 131) menjelaskan bahwa scaffolding adalah pemberian bantuan (tuntunan) yang dapat mendukung siswa lebih kompeten dalam usahanya menyelesaikan tugas di daerah jangkauan konitifnya. Scaffolding ini dapat berupa penyederhanaan tugas, memberikan petunjuk kecil mengenai apa yang harus dilakukan siswa, pemberian model prosedur penyelesaian tugas, menunjukkan kepada siswa apa saja yang telah dilakukannya dengan baik, pemberitahuan kekeliruan yang dilakukan siswa dalam langkah pengerjaan tugas, dan menjaga agar rasa frustasi siswa masih berada pada tingkat yang masih dapat ditanggungnya. Scaffolding dari Vygotsky berbeda dengan system pembelajaran yang menggunakan modul yang telah diterapkan di Indonesia saat ini..

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Scaffolding mengacu kepada kegiatan guru dalam membimbing kegiatan belajar anak (Thalib, 2010: 96). D. Peran Guru Dalam pendekatan konstruktivisme sosial, instruktur lebih berperan sebagai fasilitator daripada sebagai guru menurut pengertian konvensional. Jika seorang guru menyampaikan materinya dengan ceramah didaktis yang menyangkut pokok bahasan, maka fasilitator membantu siswa untuk memperoleh pemahamannya sendiri terhadap suatu pokok bahasan. Bila dalam model pembelajaran lama pembelajar berperan secara pasif, sedangkan dalam paradigma baru pembelajar memegang peran aktif dalam pembelajaran. Perubahan ini mengakibatkan fasilitator harus menunjukkan keterampilan yang berbeda dari seorang guru. Jika guru berceramah,. maka. seorang fasilitator akan. bertanya. Jika. guru. menyediakan jawaban, maka seorang fasilitator akan menyediakan bimbingan serta menciptakan suasana yang kondusif bagi siswa untuk sampai pada simpulannya sendiri. Jika pembelajaran guru secara monolog, maka seorang fasilitator mengakomodasi adanya dialog yang kontinyu dengan siswa (Suyono dan Haryanto, 2011: 113-114)..

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. E. Metode Pembelajaran IPA 1. Eksperimen Pelaksanaan metode ilmiah dalam suatu proses pembelajaran IPA di kelas dapat dilakukan dengan metode eksperimen. Metode eksperimen yang dilaksanakan oleh peserta didik level SMP berada pada level pembuktian suatu teori, meskipun tidak menutup kemungkinan, seorang peserta didik level SMP dapat menemukan suatu fakta baru tentang fenomena gejala alam. Metode eksperimen bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik dalam menemukan dan memahami suatu konsep atau teori IPA yang sedang dipelajari. Kemampuan berpikir peserta didik dimulai dengan adanya pertanyaan apa, mengapa, kapan, dimana, dan bagaimana suatu fenomena alam terjadi. Pertanyaanpertanyaan tersebut dapat diberikan oleh guru sebagai stimulus untuk melaksanakan eksperimen, tetapi juga dapat berasal dari peserta didik akibat melihat fenomena yang mereka jumpai. Pelaksanaan proses pembelajaran IPA berdasarkan kurikulum 2013 mengoptimalkan. penggunaan. metode. eksperimen.. Metode. eksperimen yang digunakan dalam kurikulum 2013 menggunakan metode discovery dengan pola dasar melakukan pengamatan, menginferensi, dan mengkomunikasikan/ menyajikan. Pola dasar akan dikembangkan lebih lanjut menjadi pengumpulan data atau.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. pengamatan lanjutan, menganalisis data, dan menarik kesimpulan (Wisudawati dan Sulistyowati, 2013: 53-54). 2. Demonstrasi Metode demonstrasi merupakan cara pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan dengan menggunakan media atau alat peraga yang sesuai dengan materi yang disampaikan ( Wisudawati, Asih Widi, 2014: 148-149). Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi dalam proses pembelajaran IPA adalah : a. Siswa akan dapat memusatkan perhatian pada objek IPA yang di demonstrasikan. b. Proses pembelajaran IPA akan lebih terarah pada materi yang dipelajari. c. Pengalaman dan kesan akibat dari demonstrasi yang dilakukan akan lebih melekat pada siswa. Kelebihan metode demonstrasi adalah sebagai berikut : a. Membenatu siswa memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau system kerja, mekanisme kerja suatu benda, dan langkah-langkah eksperimen. b. Memudahkan dalam memberikan berbagai jenis penjelasan tentang konsep IPA..

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. c. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret, dengan menghadirkan objek sebenarnya. Kelemahan metode demonstrasi adalah sebagai berikut : a. Siswa terkadang sukar melihat demonstrasi dengan jelas jika dilaksanakan dalam kelas yang besar. b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai materi. 3. Diskusi - Presentasi Metode diskusi-presentasi merupakan cara pencapaian tujuan pembelajaran IPA dengan komunikasi interaktif dalam penyampaian ide atau pendapat dalam suatu forum ilmiah untuk membahas suatu permasalahan IPA. Metode diskusi-presentasi diaplikasikan dalam proses pembelajaran IPA untuk : a.. Mendorong peserta didik berpikir kritis.. b.. Mendorong peserta didik mengekspresikan pendapatnya secara bebas.. c.. Mendorong peserta didik menyumbangkan buah pikirnya untuk memecahkan masalah bersama..

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. d.. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban. untuk. memecahkan. masalah. berdasarkan. pertimbangan yang seksama. Kelebihan metode diskusi-presentasi antara lain : a.. Menyadarkan peserta didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan.. b.. Menyadarkan peserta didik bahwa dengan berdiskusi, merekan saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.. c.. Membiasakan peserta didik untuk mendengarkan pendapat orang. lainsekalipun. berbeda. dengan. pendapatnya. dan. membiasakan bersikap toleransi. d.. Menanamkan karakter kooperatif atau mau bekerja sama dengan orang lain.. Kelemahan metode diskusi-presentasi antara lain : a.. Metode diskusi tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar atau kelas dengan jumlah yang besar.. b.. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.. c.. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara/agresif sehingga peserta didik yang cenderung pendiam/nonassertive mempunyai kesempatan yang terbatas dalam menyampaikan ide/gagasan..

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. Metode diskusi memberikan kesempatan peserta didik menyampaikan ide atau gagasan menurut apa yang mereka ketahui. Guru dapat mengetahui sejauh mana konsep yang telah dipahami oleh peserta didik ketika menyampaikam ide atau gagasan. Guru juga dapat mengetahui salah konsep yang dimiliki peserta didik dari metode diskusi. Proses pembelajaran IPA yang menggunakan metode ini dapat mengubah paradigm teacher centered menjadi student centered dan mendorong peserta didik membagun pengetahuan IPA, sikap ilmiah IPA dan perilaku /karakter kooperatif (Wisudawati, Asih Widi, 2014: 146 – 148).. F. Kalor dan Perpindahannya 1. Pengertian Kalor. Gambar 2. Kalor Energi panas yang berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah disebut kalor..

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. 2. Satuan Kalor Dalam SI, satuan kalor adalah joule (J), tetapi kalor sering juga dinyatakan dalam satuan kalori. Satu kalori adalah jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air hingga naik sebesar 1ºC. Satu kalori sama dengan 4,184 J, sering dibulatkan menjadi 4,2 J. 3. Kalor dan Perubahan Suhu Benda Ketika kalor diberikan kepada suatu zat, molekul-molekulnya bergetar/ bergerak lebih cepat sehingga suhu zat naik. Suhu zat bisa saja tetap, tetapi kalornya digunakan untuk mengatasi gaya tarik antar molekul sehingga wujud zat berubah. Dengan demikian, kalor dapat menyebabkan perubahan suhu zat atau perubahan wujud zat. Tabel 1. Kalor Jenis Beberapa Bahan Bahan. Kalor Jenis (J/ (Kg °K) ). Air. 4148. Alkohol. 2450. Alumunium. 920. Karbon (grafit). 710. Pasir. 664. Besi. 450. Tembaga. 380. Perak. 235.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. a. Kalor untuk menaikkan suhu benda bergantung pada jenis benda itu b. Semakin besar kenaikan suhu benda, kalor yang diperlukan semakin besar pula c. Semakin besar massa benda, kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu semakin besar pula Jadi, pernyataan diatas dapat dirumuskan secara matematis, seperti di bawah ini: Kalor yang diperlukan untuk kenaikan suhu = kalor jenis x massa benda x kenaikan suhu 4. Kalor pada Perubahan Wujud Benda. Gambar 3. Proses Perubahan Wujud a. Melebur dan Membeku Melebur/ mencair adalah perubahan wujud zat dari padat ke cair. Proses kebalikannya yaitu membeku, adalah perubahan wujud zat dari cair ke padat. Untuk melebur zat memerlukan kalor, tetapi sewaktu melebur suhu zat tetap. Ketika zat padat dipanaskan, energi. molekul-molekulnya. bertambah. sehingga. molekul-.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. molekulnyanya bergerak lebih cepat, jarak antar partikelnya makin jauh, dan suhu zat terus bertambah. Pada suhu tertentu, energi yang dimiliki molekul-molekul digunakan untuk mengatasi gaya tarikmenarik antar molekul (disebut juga gaya kohesi) yang menahan molekul-molekul zat padat tetap ditempatnya. Sebagai hasilnya, molekul-molekul sekarang dapat berpindah tempat dan dapat dikatakan zat padat telah melebur menjadi zat cair. Contoh : es yang dipanaskan. Proses kebalikannya, yaitu membeku, bisa terjadi jika zat cair terus didinginkan. Zat melepas kalor ketika membeku, tetapi suhu zat tetap. Contoh : air dimasukan ke dalam freezer. b. Menguap dan Mengembun Menguap adalah perubahan wujud zat dari cair ke gas. Ketika proses menguap, zat memerlukan kalor, tetapi suhu zat tetap. Contoh : Alkohol yang diteteskan ke kulit akan segera menghilang dan kulit akan terasa dingin. Hal tersebut terjadi karena alkohol memiliki titik didih yang lebih rendah dari air, tetapi memiliki suhu yang sama antara alkohol dan kulit. Karena memiliki titik didih yang rendah alkohol mudah menguap sehingga memerlukan kalor yang diambil dari kulit. Kulit terasa dingin karena kehilangan kalor..

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. Cara mempercepat penguapan : Memanaskan, memperluas permukaan, meniupkan udara di atas permukaan, menyemburkan zat cair, mengurangi tekanan pada permukaan. Proses kebalikannya, mengembun adalah perubahan wujud zat dari gas ke cair. Ketika proses mengembun, zat melepaskan kalor, tetapi suhu zat tetap. Contoh : Terdapat titik-titik air di dinding gelas yang berisi air es yang diakibatkan mengembunnya udara di sekitar gelas. Kembali ke prinsip kalor yaitu energi panas mengalir dari benda yang bersuhu tinggi ke rendah. Karena suhu udara sekitar lebih tinggi maka udara disekitar gelas tersebut akan melepas kalor ke dinding-dinding gelas yang bersuhu lebih rendah. c. Menyublim dan Menghablur/ Desposisi Menyublim adalah proses perubahan wujud dari padat langsung ke gas. Ketika proses menyublim, zat memerlukan kalor. Contoh : Kapur barus yang diletakkan di lemari lama kelamaan akan menghilang. Desposisi adalah perubahan wujud zat dari gas langsung ke padat, ketika proses menghablur, zat memerlukan kalor. Contoh : Kristal es. 5. Kalor Laten Ketika benda melebur, kalor tidak digunakan untuk menaikkan suhu tetapi hanya untuk memperlebar jarak antar molekul. Tampak.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. seolah-olah kalor ini tidak ada (tersembunyi). Oleh karena itu, kalor yang terlihat dalam perubahan wujud, termasuk kalor pada proses melebur yang disebut kalor laten.. Kalor penguapan Kalor Laten. Q=mxU. Kalor lebur/beku Q=mxL. Dengan: Q. = kalor yang dibutuhkan/ dilepas untuk berubah wujud (J). m = massa zat yang berubah wujud (kg) L. = kalor lebur atau kalor beku (J/kg). U. = kalor penguapan atau kalor pengembunan (J/kg). Gambar 4. Grafik Peristiwa Kalor Laten Keterangan : A-B. : Wujud Es. B-C. : Wujud es dan air (proses melebur) - Kalor Laten. C-D. : Wujud Air. D-E. : Wujud air dan uap ( proses menguap) - Kalor Laten.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. 6. Perpindahan Kalor a. Konduksi Konduksi merupakan perpindahan kalor melalui bahan tanpa disertai perpindahan partikel-partikel bahan itu. Saat menyetrika, setrika yang panas bersentuhan dengan kain yang disetrika. Kalor berpindah dari setrika ke kain. Perpindahan kalor seperti ini disebut konduksi. Perhatikan mekanisme perpindahan kalor secara konduksi pada gambar 5.. Gambar 5. Perpindahan Kalor Secara Langsung Benda yang jenisnya berbeda memiliki kemampuan menghantarkan panas secara konduksi (konduktivitas) yang berbeda pula. Bahan yang mampu menghantarkan panas dengan baik disebut konduktor. Konduktor buruk disebut isolator..

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. Gambar 6. Bahan-Bahan Konduktor dan Isolator Panas b. Konveksi Konveksi adalah perpindahan kalor dari satu tempat ke tempat lain bersama dengan gerak partikel-partikel bendanya. Contoh konveksi adalah ketika air bagian bawah dipanaskan, ternyata air bagian atas juga panas. Bagian bawah air mendapatkan kalor dari pemanas, air memuai sehingga menjadi lebih ringan dan bergerak naik dan digantikan dengan air dingin bagian atas. Dengan cara ini, panas dari bagian bawah berpindah bersama aliran air menuju bagian atas. Pola aliran air membentuk arus konveksi.. Gambar 7. Arus Konveksi Pada Air yang Dipanaskan Konveksi dimanfaatkan pada berbagai peralatan. Contohnya oven, pemanggang roti, pengering rambut, dan lain-lain..

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. c. Radiasi Ketika berjalan di siang hari terasa panasnya matahari di wajah. Kalor di matahari dapat sampai di wajah. Kalor dapat menempuh jarak berjuta-juta kilometer dan melewati ruang hampa, dimana di ruang hampa tidak ada materi yang memindahkan kalor secara konduksi dan konveksi. Jadi perpindahan kalor dari matahari sampai ke bumi dengan cara lain. Cara tersebut adalah radiasi. Radiasi adalah adalah transfer energi oleh gelombang elektromagnetik, seperti pada matahari (Giancoli, 2001: 511). Setiap benda dapat memancarkan dan menyerap radiasi kalor, yang besarnya antara lain bergantung pada suhu benda, luas permukaan benda, dan warna benda. 1) Makin panas benda dibandingkan dengan panas lingkungan sekitar, makin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya. Makin rendah suhu benda, makin besar pula kalor yng diterima dari lingkungannya. 2) Makin luas permukaan benda panas, makin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya. Makin luas permukaan benda dingin, makin besar pula kalor yang diterima dari lingkungannya. 3) Makin gelap benda panas, makin besar pula kalor yang diradiasikan ke lingkungannya. Makin gelap benda dingin, makin besar pula kalor yang diterima dari lingkungannya..

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. G. Penelitian yang Relevan Berdasarkan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan, terdapat penelitian yang relevan dengan penelitian ini, yaitu: Skripsi yang ditulis oleh Gandha. Setiawan, Jurusan Pendidikan. Matematika dan IPA, Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun 2015, dengan judul Pemahaman Siswa Tentang Konsep Usaha dan Energi: Sebuah Studi Kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pemahaman siswa tentang konsep usaha dan energi. Hasil dari penelitian ini diungkapkan bahwa terdapat perubahan pemahaman setelah partisipan diberi pertanyaan baru yang mengarah pada suatu konsep. Pada skripsi Gandha Setiawan leebih memfokuskan pada perubahan pemahaman melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada suatu konsep. Sedangkan pada penelitian yang akan dilakukan selain mengetahui perubahan pemahaman partisipan, peneliti juga ingin mengenal letak Zone of Proximal Development partisipan.. H. Kerangka Pemikiran Teori konstruktivisme menjelaskan bahwa pembelajaran akan optimal ketika siswa aktif dan berada pada Zone of Proximal Development. Sehingga peneliti berusaha menerapkan teori tersebut ke dalam penelitian ini. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang kalor dan perpindahannya dalam pembelajaran dengan.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. mengacu kepada konstruktivisme, mengetahui profil Zone of Proximal Development siswa tentang kalor dan perpindahannya dalam pembelajaran yang mengacu kepada konstruktivisme dan mengetahui pemahaman akhir siswa tentang kalor dan perpindahannya setelah pembelajaran yang dirancang berdasarkan Zona of Proximal Development dan mengacu kepada konstruktivisme. Sehingga untuk mencapai tujuan tersebut dipersiapkan langkahlangkah penelitian. Langkah pertama yaitu dengan melakukan pretest kepada seluruh siswa kelas VIIB. Kemudian dilakukan wawancara kepada 3 orang siswa untuk mengetahui pemahaman awal dan Zone of Proximal Development. (ZPD). yang. dimiliki. siswa. tentang. kalor. dan. perpindahannya. Untuk mengembangkan pemahaman awal siswa dilakukan treatment yang sesuai dengan hasil pretest dan wawancara mengenai pemahaman awal siswa tentang kalor dan perpindahannya. Treatment yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode eksperimen. Dimana di dalam pembelajaran siswa akan dibagi dalam kelompok dan melakukan eksperimen. Setelah dilakukan treatment, seluruh siswa kelas VIIB diberikan test (posttest). Wawancara kembali dilakukan kepada 3 orang siswa yang sebelum treatment telah diwawancarai..

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif menggunakan metode wawancara. Penelitian kuantitatif menggunakan metode pretest dan posttest. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya (Sukardi, 2008: 157). Metode deskriptif digunakan karena peneliti ingin mengetahui perkembangan pemahaman siswa sebelum dan sesudah pembelajaran yang mengacu pada ZPD dengan teori konstruktivisme.. B. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta berjumlah 43. Untuk mengkonfirmasi pemahaman siswa melalui wawancara, dipilih 3 siswa yang masing-masing memiliki nilai tertinggi, menengah, dan terendah pada saat pretest. C. Design Penelitian Penelitian ini menggunakan design penelitian wawancara bebas terpimpin dan one group pretest-postest design. Dimana wawancara bebas. 26.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. terpimpin, pewawancara sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan atau point yang ingin diajukan dalam wawancara (Suparno, 2010: 62). Sedangkan untuk design one group pretest-posttest, satu kelompok diobservasi atau diukur bukan hanya akhir treatment (posttest) tetapi juga sebelumnya (pretest) (Suparno, 2010: 140). Pretest. Analisis Pretest. Wawancara Pra Pembelajaran. Posttest. Pelaksanaan Pembelajaran. Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran. Analisis Posttest. Wawancara Akhir. Gambar 8. Diagram Desain Penelitian. D. Waktu dan Tempat penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2016 di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.. E. Treatment Treatment yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pemberian pembelajaran IPA tentang kalor dan perpindahannya yang sesuai dengan kurikulum 2013 pada peserta didik kelas VIIB SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2015/2016..

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. F. Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini instrumen penelitiannya adalah penelitian dengan menggunakan instrumen wawancara bebas terpimpin. dan test. yang dilakukan dua kali yaitu sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pembelajaran. Dalam penelitian ini diberikan treatment yang mengacu pada hasil pretest dan wawancara awal sehingga dapat disusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan pemahaman awal siswa. Penyusunan pretest dan posttest mengacu pada indikator yang ingin dicapai sesuai dengan materi yang diteliti. Berikut tabel kisi-kisi soal pretest dan posttest: Tabel 2. Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest Indikator Siswa dapat. Soal 1. Apabila dua benda yang suhunya berbeda. menjelaskan. disentuhkan, maka.... pengertian kalor. a. Kalor mengalir dari benda bersuhu rendah ke benda bersuhu tinggi b. Kalor mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah c. Benda bersuhu rendah melepaskan kalor d. Benda bersuhu tinggi suhunya bertambah. Siswa dapat menyebutkan. 3. Satuan kalor dalam sistem internasional adalah....

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. satuan kalor. a. Kalori. dalam SI. b. Kilokalori c. Joule d. KWh. Siswa dapat. 4. Suatu. benda. jika. diberi. kalor. menyebutkan. mengalami…. perubahan yang. a. Perubahan wujud dan massa zat. dialami benda jika. b. Perubahan ukuran dan massa zat. diberikan kalor. c. Perubahan suhu dan wujud zat. akan. d. Perubahan suhu dan ukuran zat Siswa dapat. 5. Kalor yang diserap oleh suatu zat tergantung. menyebutkan. pada faktor-faktor di bawah ini, kecuali.... faktor-faktor yang. a. Massa zat. c. Tekanan udara luar. mempengaruhi. b. Jenis zat. d. Kenaikan suhu. kalor Siswa dapat. 2. Kalor yang sama diberikan kepada dua benda. mengetahui. dengan massa sama dan pada suhu awal yang. hubungan antara. sama, tetapi kedua benda tersebut terbuat dari. kenaikan suhu. bahan yang berbeda. Ternyata benda A. dengan kalor jenis. mengalami perubahan suhu lebih tinggi dibandingkan benda B. Kesimpulan tentang benda A yang memiliki perubahan suhu lebih.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. tinggi dari benda B adalah… a. Benda A memiliki kalor jenis lebih kecil daripada benda B b. Benda A memiliki kalor jenis lebih besar daripada benda B c. Benda A bisa memancarkan lebih banyak energi kalor daripada benda B d. Benda A menyerap lebih banyak energi kalor daripada benda B Siswa dapat. 7.. Sebanyak 2 kg zat dengan kalor jenis. menentukan. 4kJ/kg°C dipanaskan dan 30°C ke 60°C.. besarnya kalor. Kalor yang diperlukan untuk melakukan ini. yang diperlukan. adalah…. dalam sebuah. a. 240 kJ. peristiwa. b. 160 kJ c. 36 kJ d. 20 Kj. Siswa dapat. 8. Sepotong es dimasukkan ke dalam bejana. menjelaskan kalor. kemudian dipanaskan. Es berubah menjadi air.. pada perubahan. Apabila. wujud benda. mendidih dan menguap. Apa kesimpulanmu tentang. terus. menerus. hubungan. antara. dipanaskan,. kalor. air. dengan.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. perubahan bentuk zat? a. Melebur dan menguap memerlukan kalor b. Menguap dan mengembun memerlukan kalor c. Membeku dan melebur melepaskan kalor d. Melebur dan mengembun melepaskan kalor 9. Pernyataan. yang. benar. tentang. proses. mengembun dan membeku adalah… a. Keduanya. melepaskan. kalor. ke. lingkungan b. Keduanya menyerap kalor dari lingkungan c. Tidak mempengaruhi suhu sekitarnya d. Tidak melibatkan kalor 10. Titik-titik air yang menempel pada bagian luar gelas yang berisi es terjadi karena… a. Air yang berada di dalam menembus gelas b. Es di dalam gelas mencair c. Udara di sekitar gelas mengembun d. Gelas menyerap air yang berlebih 11. Bagian kulit kita terasa dingin jika diusapkan alkohol. Hal ini karena….. a. Alkohol memiliki temperatur lebih rendah.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. daripada temperatur tubuh b. Adanya partikel alkohol yang meresap masuk ke dalam pori-pori kulit c. Alkohol menguap dan menyerap kalor dari tubuh d. Alkohol menguap dan melepaskan kalor ke tubuh 12. Ketika es melebur menjadi air, gaya yang harus diatasi adalah… a. Tarik – menarik antara elektron dan inti atom b. Tarik - menarik antara atom-atom dalam molekul c. Gaya antara molekul-molekul d. Gaya gravitasi Siswa dapat. 6. Air yang sudah mendidih pada 100°C. menjelaskan. dipanaskan terus, ternyata suhu air tersebut. Kalor Laten. tidak berubah. Hal ini menunjukkan bahwa… a. Kalor yang diberikan berfungsi untuk mengubah wujud b. Kalor. yang. perubahan suhu. diberikan. menghambat.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. c. Jumlah kalor yang diberikan sebanding dengan kenaikan suhu d. Kalor yang diberikan sama dengan kalor yang dilepaskan Siswa dapat. 13. Peristiwa. yang. menunjukkan. adanya. menjelaskan. perpindahan kalor secara konduksi adalah.... macam-macam. a. Terjadinya arus vertikal di laut. perpindahan kalor. b. Memanaskan setrika listrik. dalam kehidupan. c. Mencairkan es di kutub. sehari-hari. d. Pemancaran energi surya ke bumi 14. Berikut adalah peristiwa perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari 1) mendidihkan air di atas bara api 2) berjalan pada siang hari yang panas 3) memanaskan ujung logam di dalam bara api 4) berdiam disekitar api unggun Yang merupakan perpindahan kalor secara konveksi adalah.... a. 1 b. 2 c. 3 d. 4.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. 15. Perpindahan kalor secara radiasi ditunjukkan oleh gambar.... a.. c.. b.. d.. Untuk setiap butir soal yang benar bernilai 1 maka ditentukan presentasi setiap butir soal yang diperoleh adalah sebagai berikut: P=. x 100%. Keterangan: P. = Persentase setiap butir soal (%). Sbs. = Skor setiap butir soal. Sm. = Skor maksimal setiap butir soal.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35. Tingkat ketercapaian butir soal diklasifikasikan menjadi 3 tingkat yaitu rendah, sedang, tinggi. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Tingkat Ketercapaian Butir Soal Presentase 0-30% 31-60% 61-100%. Kategori Rendah Sedang Tinggi. Tingkat pemahaman awal siswa diklasifikasikan menjadi 5 tingkat Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Klasifikasi Tingkat Pemahaman Awal Siswa Nilai. Kategori. 10-29. Sangat Kurang. 30-49. Kurang. 50-69. Cukup. 70-89. Baik. 90-100. Sangat Baik. G. Metode Pengumpulan Data Tabel 5. Langkah Pengumpulan Data Informasi. Cara. Responden. memperoleh 1. Pemahaman. - Pretest. Awal. - Seluruh. siswa. kelas. VIIB - Wawancara pra - Sampel 3 siswa kelas pembelajaran. VIIB.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36. 2. Letak Zone of - Pretest. - Seluruh. Proximal Development. kelas. VIIB - Wawancara pra - Sampel 3 siswa kelas pembelajaran. 3. Pemahaman. siswa. - Posttest. VIIB - Seluruh. akhir. siswa kelas. VIIB - Wawancara. - Sampel 3 siswa kelas. Akhir. VIIB. pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu dengan wawancara bebas terpimpin dan test (pretest dan posttest). Wawancara digunakan untuk mengetahui lebih dalam lagi pemahaman partisipan. tentang. konsep. kalor. dan. perpindahannya. dengan. mewawancarai 3 orang peserta didik yang digunakan sebagai sampel. Dalam kegiatan wawancara dibuat pertanyaan-pertanyaan yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi pemahaman awal partisipan yang mengacu pada hasil pretest. Hasil wawancara ini direkam menggunakan recorder supaya tidak kehilangan data-data yang diperlukan. Metode pengumpulan data menggunakan Test dilakukan dua kali, yakni sebelum dan sesudah pembelajaran. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan pemahaman siswa kelas VIIB tentang kalor dan perpindahannya. Setelah dilakukan tes sebelum pembelajaran (pretest).

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. wawancara pra pembelajaran diberikan treatment yang sesuai, kemudian dilakukan tes setelah pembelajaran (posttest) dan wawancara akhir.. H. Metode Analisis data 1. Data Kuantitatif Data kuntitatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest yang telah dilakukan seluruh siswa kelas VIIB. Berikut adalah tabel analisis hasil pretest dan posttest siswa: Tabel 6. Analisis Pretest Kode No Siswa. Nilai Nomer Item Skor Pretest 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15. Total Benar Rata-rata Tabel 7. Analisis Posttest Kode No Siswa. Total Benar Rata-Rata. Nomer Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15. Nilai Skor Posttest.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38. Untuk mengetahui klasifikasi pemahaman awal siswa dibuat tabel sebagai berikut: Tabel 8. Klasifikasi Pemahaman Awal Siswa. No. Kode Siswa. Kategori Penilaian Nilai. Sangat Kurang. Kurang. Cukup. Baik. Sangat Baik. Jumlah Persentase. Untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa dalam setiap butir soal digunakan hasil pretest. Data ditampilkan dalam tabel klasifikasi penilaian butir soal pretest. Tabel 9. Klasifikasi Penilaian Butir Soal Pretest Indikator. No. Soal. Persentase (%). Tingkat Ketercapaian Rendah Sedang Tinggi. Untuk mengetahui distribusi klasifikasi pemahaman akhir siswa dibuat tabel sebagai berikut: Tabel 10. Klasifikasi Pemahaman Akhir Siswa Kode No Siswa. Kategori Penilaian Nilai. Jumlah Persentase. Sangat Kurang. Kurang. Cukup. Baik. Sangat Baik.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. Untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa dalam setiap butir soal digunakan hasil posttest. Data ditampilkan dalam tabel klasifikasi penilaian butir soal posttest. Tabel 11. Klasifikasi Penilaian Butir Soal Posttest Indikator. No. Soal. Tingkat Ketercapaian Rendah Sedang Tinggi. Presentasi (%). Hasil test juga dianalisis menggunakan T-Test untuk kelompok dependen. T-test ini digunakan untuk mengetes satu kelompok yang dites dua kali, yaitu pada pretest dan posttest. Kelompok bergantung,. dependen. merupakan. berkaitan. atau. kelompok. bahkan. sama.. yang Untuk. menghitungnya dapat digunakan rumus: (Suparno, 2011:87) ̅̅̅̅. Trel=. ̅̅̅̅. [∑. √. ∑. ]. Dimana: D = perbedaan antara skor setiap subjek = Xi1 – Xi2 N = Jumlah pasang skor (jumlahpasangan) Derajat kebebasan: df = N – 1. saling cara.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. Setelah diperoleh nilai Treal , kemudian |Treal| dibandingkan dengan |Tcrit| dalam tabel korelasi dengan level significant 0,05. Jika | Treal| > |Tcrit| maka significant, artinya ada perubahan yang significant, jika sebaliknya |Treal| < |Tcrit| maka tidak significant. Untuk mempermudah dalam menganalisis data yang diperoleh, peneliti menggunakan program SPSS 20. 2. Data Kualitatif Data. kualitatif. diperoleh. dengan. cara. melakukan. wawancara. Wawancara tersebut dilakukan pada sampel yang terpilih. Wawancara direkam menggunakan recorder kemudian ditranskip dari bentuk rekaman ke dalam bentuk percakapan, agar mempermudah peneliti dalam menganalisis pendapat partisipan mengenai kalor dan perpindahannya. Wawancara dilakukan dua kali pada sampel terpilih yang sama yakni sebelum dan sesudah treatment. Untuk. menentukan. profil. ZPD. dilakukan. analisis. berdasarkan hasil pretest dan wawancara pra pembelajaran. Profil ZPD digunakan untuk menyusun rancangan pembelajaran. Untuk menganalisis hasil pretest dan wawancara pra pembelajaran dibuat tabel sebagai berikut:.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41. Tabel 12. Analisis Wawancara Pra Pembelajaran No. Soal. Hasil Pretest Kelas. Pertanyaan Wawancara Pra Pembelajaran. Hasil Wawancara Pra Pembelajaran. Untuk menganalisis hasil posttest wawancara akhir pembelajaran dibuat tabel sebagai berikut: Tabel 13. Analisis Wawancara Akhir Pembelajaran No. Soal. Hasil Posttest Kelas. Pertanyaan Wawancara Pra Pembelajaran. Hasil Wawancara Pra Pembelajaran.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB IV DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN. A. Data A.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, yaitu pada bulan Maret - April 2016. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIB dengan jumlah 43 siswa. Dalam penelitian ini, peneliti memberikan pretest seluruh siswa dan wawancara pra pembelajaran kepada 3 siswa terpilih untuk mengetahui Zone of Proximal Development siswa. Dari hasil pretest dan wawancara pra pembelajaran dirancang proses pembelajaran sesuai ZPD siswa. Setelah proses pembelajaran selesai dilaksanakan penelti memberikan kembali posttest kepada seluruh siswa dan wawancara akhir pembelajaran pada siswa yang terpilih sebelumnya untuk mengetahui pemahaman akhir siswa. Berikut adalah kegiatan yang dilakukan selama penelitian. Pretest. : 2 Maret 2016. Wawancara pra pembelajaran. : 18-19 Maret 2016. Pelaksanaan Pembelajaran. : 21 Maret 2016, 6 dan 13 April 2016. Posttest. : 13 April 2016. Wawancara Akhir Pembelajaran. : 14 April 2016. 42.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43. A.2 Pretest Tabel 14. Analisis Hasil Pretest. No. Kode Siswa. Nomer Item. Skor. Nilai Pretest. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 15. 100. 8 6 9 6 7 10 9 8 7 10 5 9 10 5 5 6 10 5 8 8 12 9 6 7 10 10 9 5 8 10 6 7 10. 53.3. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 1. 0. 0. 0. 0. 1. 1. 1. 2. 2. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 0. 1. 1. 0. 0. 0. 1. 1. 1. 3. 3. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 4. 4. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 5. 5. 0. 0. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 6. 6. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 7. 7. 1. 0. 0. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 8. 8. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 9. 9. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 0. 10. 10. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 11. 11. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 12. 12. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 13. 13. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 14. 14. 1. 1. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 0. 0. 1. 1. 0. 0. 15. 15. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 16. 16. 1. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 0. 17. 17. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 18. 18. 1. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 19. 19. 1. 0. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 20. 20. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 21. 21. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 0. 1. 22. 22. 1. 0. 0. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 23. 23. 1. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 0. 0. 0. 1. 1. 1. 24. 24. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 1. 1. 25. 25. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 26. 26. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 27. 27. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 28. 28. 1. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 29. 29. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 0. 0. 0. 1. 1. 30. 30. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 31. 31. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 1. 0. 0. 1. 32. 32. 1. 0. 0. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 0. 33. 33. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 40.0 60.0 40.0 46.7 66.7 60.0 53.3 46.7 66.7 33.3 60.0 66.7 33.3 33.3 40.0 66.7 33.3 53.3 53.3 80.0 60.0 40.0 46.7 66.7 66.7 60.0 33.3 53.3 66.7 40.0 46.7 66.7.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44. 34. 34. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 35. 35. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 36. 36. 1. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 1. 0. 1. 0. 0. 1. 37. 37. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 38. 38. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 0. 1. 1. 1. 39. 39. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 40. 40. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 41. 41. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 42. 42. 1. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 43. 43. 1. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 33. 1. 6. 21. 23. 4. 31. 13. 37. 12. 15. 20. 39. 32. 39. Jumlah Skor Rata- Rata Kelas. 7 5 6 9 4 6 7 8 7 7. 46.7 33.3 40.0 60.0 26.7 40.0 46.7 53.3 46.7 46.7. 50,5. A.3 Wawancara Pra Pembelajaran Data disajikan dalam bentuk transkip wawancara (terlampir pada lampiran 6). A.4 Posttest Tabel 15. Analisis Hasil Posttest. No. Nilai. Kode Nomer Item. Siswa 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 2. 2. 1. 0. 1. 1. 0. 0. 1. 0. 1. 0. 3. 3. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 4. 4. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 5. 5. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 6. 6. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 7. 7. 1. 0. 1. 1. 0. 0. 1. 0. 1. 1. 8. 8. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 9. 9. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 10. 10. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. Skor. Posttest. 15. 100. 11 9 9 12 12 13 10 11 12 13. 73.3 60 60 80 80 86.7 66.7 73.3 80 86.7.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1. 1. 1. 1. 1. 21. 18. 43. 41. 37. 43. 11. 11. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 12. 12. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 13. 13. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 14. 14. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 0. 0. 15. 15. 1. 0. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 1. 16. 16. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 17. 17. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 18. 18. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 19. 19. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 20. 20. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 0. 1. 0. 21. 21. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 22. 22. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 0. 0. 23. 23. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 24. 24. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 25. 25. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 26. 26. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 0. 27. 27. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 28. 28. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 29. 29. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 30. 30. 1. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 31. 31. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 32. 32. 1. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 33. 33. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 34. 34. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 1. 35. 35. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 36. 36. 1. 1. 0. 0. 1. 0. 0. 0. 1. 1. 37. 37. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 38. 38. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 39. 39. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 1. 0. 40. 40. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 41. 41. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 42. 42. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 0. 0. 0. 0. 43. 43. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. Jumlah Skor Rata-Rata Kelas. 43. 26. 41. 39. 37. 15. 38. 27. 39. 12 11 13 11 10 11 14 11 14 11 14 11 13 14 11 13 14 12 14 13 14 12 13 12 14 9 11 12 9 12 10 8 13. 80 73.3 86.7 73.3 66.7 73.3 93.3 73.3 93.3 73.3 93.3 73.3 86.7 93.3 73.3 86.7 93.3 80 93.3 86.7 93.3 80 86.7 80 93.3 60 73.3 80 60 80 66.7 53.3 86.7. 79.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46. A.5 Wawancara Akhir Pembelajaran Data disajikan dalam bentuk transkip wawancara (terlampir pada lampiran 7).. B. Analisis Data dan Pembahasan B.1 Hasil Pretest . Nilai rata-rata pretest kelas adalah 50,5.. . Dilihat dari tabel hasil prestest diatas, dapat disimpulkan bahwa skor yang diperoleh siswa berada diantara 4-12.. . Siswa yang mendapat skor tertinggi saat pretest yaitu 12, dengan kode siswa 21.. . Siswa yang mendapatkan skor terendah saat pretest yaitu 4, dengan kode siswa 38.. . Soal untuk jumlah siswa yang menjawab benar terbanyak saat pretest adalah nomor 13 dan 15 dengan jumlah siswa 39 orang. Soal nomor 13 dan 15 ini mengenai macam-macam perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari.. . Soal untuk jumlah siswa yang menjawab benar paling sedikit saat pretest adalah nomor 2 dengan jumlah siswa sebanyak 1 orang. Soal nomor 2 mengenai hubungan kenaikan suhu dengan kalor jenis..

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47. . Hasil Klasifikasi Pemahaman Awal Siswa Tabel 16. Hasil Klasifikasi Pemahaman Awal Siswa Kode No Nilai Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31. 53.3 40.0 60.0 40.0 46.7 66.7 60.0 53.3 46.7 66.7 33.3 60.0 66.7 33.3 33.3 40.0 66.7 33.3 53.3 53.3. Kategori Penilaian Sangat Kurang Cukup Kurang                                          .  . 80.0.  . 60.0 40.0.  . 46.7.  . 66.7.  . 66.7.  . 60.0.  . 33.3. .  . 53.3.  . 66.7.  . 40.0. Baik.  . Sangat Baik.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48. 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43. . 32 46.7 33 66.7 34 46.7 35 33.3 36 40.0 37 60.0 38 26.7 39 40.0 40 46.7 41 53.3 42 46.7 43 46.7 Jumlah Persentase.    . .    . .      .     . . .  .    . 1 2,33%. 21 48,84%. 20 1 46,51% 2,33%. 0%. Hasil Klasifikasi Penilaian Butir Soal Pretest Tabel 17. Hasil Klasifikasi Penilaian Butir Soal Pretest. Indikator. No.Soal Presentase (%). Tingkat Ketercapaian Rendah Sedang Tinggi . Siswa dapat menjelaskan pengertian kalor. 1. 76,7. Siswa dapat menyebutkan satuan kalor dalam SI. 3. 14,0. Siswa dapat menyebutkan perubahan yang dialami benda jika diberikan kalor. 4. 48,8. . Siswa dapat menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kalor. 5. 53,5. . Siswa dapat menjelaskan hubungan antara kenaikan suhu dengan kalor jenis. 2. 2,3. Siswa dapat menentukan. 12. 46,5. . . .

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49. besarnya kalor yang diperlukan dalam sebuah peristiwa Siswa dapat menjelaskan kalor pada perubahan wujud benda. . 7. 72,1. 8. 30,2. 9. 86,0. 10. 27,9. 11. 34,9. Siswa dapat menjelaskan Kalor Laten. 6. 9,3. Siswa dapat menjelaskan macam-macam perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari. 13. 90,7. . 14. 74,4. . 15. 90,7. .     . Dari tabel diatas dapat dilihat klasifikasi penilaian pretest butir soal dan tingkat pemahaman awal siswa tentang kalor dan perpindahannya. Presentase tingkat ketercapaian untuk beberapa soal masih di bawah 30%. Terdapat lima soal yang masuk dalam kategori rendah yaitu soal nomor 3 mengenai satuan kalor dalam Sistem Internasional. Dimana masih banyak siswa yang belum mengetahui satuan kalor yaitu Joule. Hal tersebut dapat diketahui dengan melihat banyak siswa yang menjawab satuan kalor dalam Sistem Internasional yaitu kWh. Soal nomor 2 mengenai hubungan kenaikan suhu dengan kalor jenis. Dimana hubungan kenaikan suhu berbanding terbalik dengan kalor jenis. Pada soal ini masih banyak siswa yang salah dalam.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50. memilih jawaban. Mereka memiliki pemahaman awal bahwa ketika sebuah benda mengalami kenaikan suhu yang tinggi maka kalor jenis nya juga besar atau berbanding lurus. Soal nomor 8 dan 10 memiliki indikator yang sama yaitu kalor pada perubahan wujud benda. Soal nomor 8 membahas tentang proses mengembun dan membeku. Siswa hanya paham mengenai perubahan wujud yang terjadi namun siswa tidak mengerti bahwa dalam proses mengembun. dan. membeku,. keduanya. melepaskan. kalor. ke. lingkungan. Hal tersebut dapat dilihat masih banyak siswa yang memilih jawaban kedua proses tersebut menyerap kalor dari lingkungan. Soal nomor 10 membahas tentang sebuah peristiwa bagian kulit kita terasa dingin jika diusapkan alkohol. Dalam soal ini masih banyak siswa yang kurang paham bahwa alkohol dan kulit memiliki temperatur yang sama tetapi alkohol memiliki titik didih yang rendah. Dapat dilihat banyak siswa yang memilih jawaban alkohol memiliki temperatur lebih rendah daripada temperatur tubuh sehingga alkohol lebih cepat menguap dan menyerap kalor dari tubuh. Soal nomor 6 mengenai kalor laten. Dimana soal tersebut membahas mengenai apa yang menyebabkan air yang sudah mendidih pada 100°C dipanaskan terus, ternyata suhu air tersebut tidak berubah. Siswa memiliki pemahaman hal tersebut terjadi karena jumlah kalor.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51. yang diberikan sebanding dengan kenaikan suhu. Siswa tidak mengetahui bahwa hal tersebut terjadi karena kalor yang digunakan untuk merubah wujud. Untuk soal yang masuk dalam kualifikasi tingkat ketercapaian sedang berjumlah empat yaitu soal nomor 4 mengenai perubahan yang dialami benda jika diberikan kalor, nomor 5 mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kalor, nomor 11 mengenai kalor pada perubahan wujud benda, dan 12 mengenai kalor yang diperlukan dalam sebuah peristiwa. Sedangkan pada kolom tingkat ketercapaian tinggi berjumlah enam soal yaitu nomor 1 mengenai pengertian kalor, 7 dan 9 mengenai kalor pada perubahan wujud benda, serta 13, 14, dan 15 mengenai macam-macam perpindahan kalor dalam kehidupan seharihari. B.2 Wawancara Pra Pembelajaran Peneliti mengoreksi hasil pretest yang telah dilaksanakan. Nilai dari hasil pretest menjadi acuan peneliti untuk melakukan wawancara dengan mengambil 3 siswa yang memiliki kriteria nilai terendah, tertinggi dan menengah. Ketiga siswa yang terpilih akan mewakili keadaan pemahaman awal seluruh siswa sebelum diberikan treatment atau pembelajaran. Tetapi pada penelitian kali ini siswa yang mendapat nilai tertinggi dan terendah tidak bisa mengikuti wawancara pra pembelajaran karena. beberapa. alasan.. Sehingga. peneliti. memutuskan. untuk. mewawancarai siswa lain yang memiliki kategori nilai tertinggi, dan.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52. terendah di dalam kelas. Siswa yang terpilih dengan kategori tinggi memiliki kode siswa 33, kategori rendah rendah memiliki kode siswa 29, dan menengah memiliki kode siswa 9. Wawancara dilakukan diluar jam pelajaran setelah pulang sekolah. Dari hasil pretest dan wawancara pra pembelajaran, peneliti merancang proses pembelajaran yang akan berlangsung sesuai dengan pemahaman awal siswa..

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53. Tabel 18. Hasil Analisis Wawancara Pra Pembelajaran No.. Hasil Pretest Kelas. Soal 1. Siswa. sudah. paham. Pertanyaan Wawancara Pra. Hasil Wawancara Pra. Pembelajaran. Pembelajaran. mengenai  Saya punya air panas bermassa 100 Siswa. masih. kurang. paham. pengertian kalor. Terbukti sudah 33. gram suhu nya sebesar 40º. Apakah air perbedaan antara energi panas dan. siswa yang menjawab benar bahwa. tersebut mempunyai energi panas ?. kalor. Karena siswa menganggap. kalor mengalir dari benda yang  Kira-kira air panas bermassa 100 gram bahwa bersuhu tinggi ke rendah.. suhu nya sebesar 40º C mempunyai sama. kalor juga ga?  Apa itu kalor?  Jadi menurutmu kalor sama energi panas sama atau tidak?. energi panas dan kalor.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54. 3. Banyak. siswa. yang. belum. mengetahui satuan kalor dalam.  Apa satuan kalor dalam Sistem Siswa L tidak bisa menyebutkan Internasional?. Sistem Internasional yaitu Joule.. satuan kalor dalam SI Siswa D dapat menyebutkan satuan. Hal tersebut dapat dilihat 6 siswa. kalor dalam SI adalah Joule. yang menjawab benar yaitu Joule. Siswa R tidak bisa menyebutkan. Sebanyak 26 siswa yang menjawab satuan. kalor. dalam. satuan kalor dalam SI. Sistem. Internasional yaitu kWh. 4. Siswa sudah bisa menyebutkan perubahan yang dialami benda jika.  Perubahan apa saja yang dialami oleh Siswa L sudah paham karena bisa suatu benda jika diberikan kalor?. menyebutkan. perubahan. yang. diberikan kalor yaitu perubahan. dialami benda jika diberikan kalor. suhu dan wujud. Hal tersebut dapat. adalah. diketahui dari sebanyak 21 siswa. perubahan suhu. perubahan. wujud. dan.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55. yang. menjawab. sebanyak jawaban. 19. benar. siswa. perubahan. Tetapi. Siswa D belum paham. memilih suhu. mengenai. perubahan yang dialami benda jika. dan. diberikan kalor. Karena siswa tidak. ukuran. mengetahuinya Siswa R cukup paham mengenai perubahan yang dialami oleh suatu benda Karena. ketika siswa. diberikan R. kalor.. menjawab. perubahan panas, suhu, dan zat. 5. Siswa sudah bisa menyebutkan  Menurutmu kalor yang diserap oleh Siswa kurang paham mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi. suatu zat tergantung sama massa nya? faktor-faktor yang mempengaruhi. kalor. Hal tersebut dapat terlihat 23. Jenis zat nya? Kenaikan suhu nya? kalor. Karena siswa hanya bisa. siswa. Tekanan udara luar?. tersebut. bisa. memilih. menyebutkan beberapa faktor saja..

Gambar

Gambar 1. Empat  Tahap Perkembangan  ZPD (Tharp  &amp;  Gallimore, 1998:
Gambar 2. Kalor
Tabel 1. Kalor Jenis Beberapa Bahan
Gambar 3. Proses Perubahan Wujud  a.  Melebur dan Membeku
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jika hasil pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan kemampuan yang sama maka data yang digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi

komersial yang terdiri orang-orang, barang dagangan atau surat-surat menikmati hal lintas yang dilaksanakan dalam dua bentuk kebebasan , yaitu kebabasan transit tanpa

Jika ada form yang belum diisi, maka sistem akan memberitahukan anda ketika tombol Lanjut diKlik... Input Riwayat

1 NURUL ISTIQAMAH Non PNS TK Al-HUSNAH Jl.Sunan Ampel No.7 Ngrongo Kediri Jawa Timur. 2 ELI UMMI NADZIROH Non PNS TK BUNGA DELIMA Jl.Sunan Ampel No.7 Ngrongo Kediri

Perhitungan Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Job Order costing (Studi Kasus UMKM CV. Tristar Alumunium).. Yogyakarta : Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Tingggi

b. Siswa hanya dapat menyusun teks laporan informasi sederhana tentang proses perubahan cuaca dengan bantuan guru. Siswa dapat menjelaskan sikap yang sesuai dalam

6.Ilmu untuk menembus bahasa AL’A adalah dengan membiarkan “ZAT TIDAK DIKENAL” atau zat RABB itu sendiri yang akan membimbing setiap manusia “Dengan cara yang berbeda”,

Dilihat dari penelitian yang pernah dilakukan dalam pembuatan beras analog, desa ini cukup potensial untuk pengembangan beras analog karena konsumsi pangan pokok