• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektifitas Cendawan Mikoriza Arbuskula (Cma) Terhadap Pemberian Pupuk Spesifik Lokasi Tanaman Jagung Pada Tanah Inceptisol

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Efektifitas Cendawan Mikoriza Arbuskula (Cma) Terhadap Pemberian Pupuk Spesifik Lokasi Tanaman Jagung Pada Tanah Inceptisol"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Tabel 1.  Hasil analisis contoh tanah Tiga Binanga sebelum perlakuan                Laboratorium Tanah BPTP Sumatera Utara (2007)
Tabel 2.  N-total (%) tanah setelah perlakuan (VI MST) terhadap pemberian                CMA dan pupuk Rekomendasi CMA (g pot-1)
Tabel 3.  Ketersediaan P (ppm) ditanah setelah perlakuan (VI MST) terhadap                 pemberian CMA dan pupuk Rekomendasi CMA (g pot-1) Rataan
Tabel 5.  Rata-rata bobot kering tanaman (g batang-1               pemberian CMA dan pupuk ) pada VI MST terhadap RekomendasiCMA (g pot-1) Rataan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang diperoleh menunjukkan media sebagai perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa.. Sedang hasil

Hal tersebut dapat terjadi karena pupuk kimia praktis dalam penggunaanya, dan memiliki kandungan hara makro (NPK) yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar. Selain

Parameter yang diamati adalah luas daun, umur berbunga, umur panen, jumlah biji per tongkol, volume akar, bobot kering jagung pipil kering per tongkol, bobot basah tajuk, bobot

tanaman jagung terjadi karena aplikasi pupuk kandang ayam yang mampu meningkatkan pH tanah , C-organik tanah serta unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannhya

Hal ini disebabkan karena pemberian takaran pupuk hayati 3 g/tanaman belum mampu menyediakan unsur hara yang cukup untuk kebutuhan hidup tanaman jagung akibat simbiosis

Untuk meningkatkan ketersediaan hara N dan P tanah serta produksi tanaman jagung perlu dilakukan pengkombinasian dan pengkayaan unsur hara dari bahan ± bahan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah spora FMA selama pertumbuhan tanaman jagung tidak dipengaruhi oleh perlakuan kombinasi pupuk Organonitrofos dan kimia,

Peningkatan produksi jagung di Indonesia kebanyakan dilakukan dengan meningkatkan dosis pupuk anorganik, akan tetapi hasil yang didapat masih rendah, sehingga perlu