• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. PERANCANGAN BANGUNAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3. PERANCANGAN BANGUNAN"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Dalam penerapan ke dalam bentuk bangunan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan fasilitas bangunan kemudian menerapkannya dalam bentuk penataan massa yang merupakan penjabaran dari konsep eklektik (campuran 3 gaya arsitektur : arsitektur Pendopo, arsitektur Klenteng Kwan Sing Bio, dan arsitektur tradisional barat Kolonial Belanda) ke dalam bahasa arsitektur. Dalam penjabaran ke dalam bahasa arsitektur digunakan pendekatan perilaku yang merupakan esensi dasar dari konsep tersebut.

3.1. Fasilitas Bangunan

3.1.1. Kebutuhan dan Luasan Ruang 3.1.1.1. Kantor Pengelola

a. Kantor Pusat

Sebagai ruang kerja pengelola pusat. Standart : AD.

R. Manajer Pertokoan = 14,00 m /orang. R. Assistant Manager = 9,30 m /orang.

R. Secretary = 6,70 m /orang.

R. Manager Dept. = 9,30 m /orang.

R. Staff = 4,46 m /orang.

1. Information Desk / Receptionist. Luasan = 1,5 x 2 = 3 m .

2. Hall.

Standart : AD 1,1 m /orang. Ditentukan kapasitas 10 orang. Luasan = 11 m .

(2)

3. R. General Manager.

Luasan = 1 orang x 14 m² = 14 m². 4. R. Assistant General Manager.

Luasan = 1 orang x 9,30 m² = 9,30 m². 5. R. Sekretaris General Manager.

Luasan = 1 orang x 6,70 m² = 6,70 m². 6. R. Rapat.

Standart = AD = 1,5 m²/orang. Ditentukan : kapasitas 14 orang. Luasan = 14 x 1,5 m²/orang = 21 m². 7. R. makan / istirahat.

Standart = AD 2,25 m²/orang. Ditentukan kapasitas 10 orang.

Luasan = 10 x 2,25 m²/orang = 22,5 m². 8. Tempat / R. sholat.

Asumsi = 0,6 m x 1,2 m = 0,72 m². Ditentukan kapasitas 10 orang. Luasan = 10 x 0,72 m² = 7,2 m². 9. Tempat / R. Wudhu

Standart = AD = 1,1 m². Ditentukan kapasitas 7 orang. Luasan = 7 x 1,1 m² = 7,7 m². 10. Toilet.

Luasan = 6 m².

11. Gudang perlengkapan kantor.

Sebagai tempat menyimpan file-file kantor. Luasan = 4 m² (asumsi).

12. Gudang peralatan kebersihan.

Sebagai tempat menyimpan alat-alat kebersihan. Luasan = 2 m² (asumsi).

(3)

b. Kantor Pengelola Area Wisata.

Sebagai ruang kerja pengelola area wisata.

Standart AD : untuk 1 orang pimpinan dan 4 orang staf memerlukan 15 m² -25 m², dipilih luas ruang pimpinan = 5 m² dan luas ruang staf = 4 m².

1. Hall.

Standart : AD 1,1 m²/orang. Ditentukan kapasitas 10 orang. Luasan = 11 m².

2. R. Kabag. Personil Dept + staf. Luasan = 1 orang x 5 m² = 5 m². 3. R. Staf Bagian Personil Dept.

Ditetapkan : 1 orang.

Luasan = 1 orang x 4 m² = 4 m². 4. R. Kabag. Operation Dept.

Luasan = 1 orang x 5 m² = 5 m².

5. R. Staf Bagian Maintenance Gedung dan Area Wisata (Operasional Dept.). Ditetapkan : 2 orang di ME.dan 3 orang di bulding service.

Luasan = 5 orang x 4 m² = 20 m².

6. R. Staf Bagian Keamanan Gedung dan Area Wisata (Operasional Dept.). R. kerja pengawas dan Pos utama keamanan dan pos jaga life guard (1 orang).

Luasan = 1 orang x 4 m² = 4 m².

7. R. Kabag. Marketing, Promotion, Accounting Dept. Luasan = 1 orang x 5 m² = 5 m².

8. R. Staf Marketing dan Promotion Dept. Ditetapkan 2 orang.

Luasan = 2 orang x 4 m² = 8 m². 9. R. makan / istirahat.

Standart = AD 2,25 m²/orang. Ditentukan kapasitas 10 orang.

(4)

10. Toilet.

Luasan = 6 m². 11. R. Loker.

Sebagai tempat menyimpan barang pribadi karyawan. Luasan = 6 m² (asumsi).

12. Gudang peralatan kebersihan, dll.

Sebagai tempat menyimpan alat-alat kebersihan. Luasan = 2 m² (asumsi).

Luas keseluruhan = 92,5 m². c. Kantor Pengelola TPI dan pasar.

Standart AD : untuk 1 orang pimpinan dan 4 orang staf memerlukan 15 – 25 m², dipilih luas ruang pimpinan = 5 m² dan luas ruang staf = 4 m².

1. Hall.

Standart : AD 1,1 m²/orang. Ditentukan kapasitas 10 orang. Luasan = 11 m².

2. R. Kabag. Personil Dept + staf. Luasan = 1 orang x 5 m² = 5 m². 3. R. Staf Bagian Personil Dept.

Ditetapkan : 1 orang.

Luasan = 1 orang x 4 m² = 4 m². 4. R. Kabag. Operation Dept.

Luasan = 1 orang x 5 m² = 5 m².

5. R. Staf Bagian Maintenance Gedung dan Area Wisata (Operasional Dept.). Ditetapkan : 2 orang di ME.dan 3 orang di bulding service.

Luasan = 5 orang x 4 m² = 20 m².

6. Staf Bagian Keamanan Gedung dan Area Wisata (Operasional Dept.). 7. R. kerja pengawas dan Pos utama keamanan dan pos jaga life guard (1 orang). Luasan= 1 orang x 4 m² = 4 m².

7. R. Kabag. Marketing, Promotion, Accounting Dept. Luasan = 1 orang x 5 m² = 5 m².

(5)

8. R. Staf Marketing dan Promotion Dept. Ditetapkan 1 orang.

Luasan = 1 orang x 4 m² = 4 m². 9. R. makan / istirahat.

Standart = AD 2,25 m²/orang. Ditentukan kapasitas 10 orang.

Luasan = 10 x 2,25 m²/orang = 22,5 m². 10. Toilet. Luasan = 6 m². 11. R. Loket. Luasan = 1,5 x 2 = 3 m². 12. R. Loker.

Sebagai tempat menyimpan barang pribadi karyawan. Luasan = 6 m² (asumsi).

13. Gudang peralatan kebersihan, dll.

Sebagai tempat menyimpan alat-alat kebersihan. Luasan = 2 m² (asumsi).

Luas total = 97,5 m².

Sub Total Luasan Bangunan Kantor Pengelola = 346,4 m².

Luas total + sirkulasi 30 % = 450,32 m².

3.1.1.2. Fasilitas Service a. Loading dock.

Sebagai tempat untuk bongkar barang, mesin, bahan bakar solar, sampah. Standart = AD = 1 trush truck = 8,6 x 2,4 = 20,64 m².

Ditentukan 1 loading dock untuk 2 mobil.

Luasan = 2 x 20,64 = 41,28+ sirkulasi 50 % = 61,92 m². b. Gudang maintenance.

Sebagai tempat penyimpanan barang-barang. Luasan 4 x 18 = 72 m².

c. R. Genset.

(6)

Luasan = 50 m² = 50 m². d. R. Trafo.

Sebagai tempat menyimpan trafo penurun tegangan listrik. Luasan = 4 x 5 = 20 m².

e. R. pompa.

Luasan = 10 m² (asumsi). f. R. panel.

Sebagai ruang untuk mengontrol instalasi listrik. Luasan = 10 m² (asumsi).

g. R. mekanikal.

Sebagai tempat mesin dan alat service. Luasan = 15 m² (asumsi).

Sub Total Luasan = 278,92 m². Luas Total + Sirkulasi 30 % = 362,596 m². 3.1.1.3. Fasilitas Berbelanja

a. Pujasera Seafood – makanan berat.

Perbandingan = Food Court Plaza Surabaya 10 kios/104 kursi. Food Court Indo Plaza 15 kios/236 kursi. 1. R. makan.

Tempat makan minum dengan menu sea food.

Standart = NMH ( New Metric handbook) = 2,05 x 1,8 = 3,69 m²/meja (4 orang).

Ditentukan pengunjung 360 orang = 360 orang : 4 orang = 90 kelompok meja.

Luasan = 360/4 x 3,69 + sirkulasi 40 % = 464,94 m². 2. Tempat / ruang untuk rombong.

Sebagai ruang persiapan, tempat jual macam-macam olahan sea food. Standart rombong = 2,55m x 1,5m = 3,825 m²/rombong.

Ditentukan = 36 pengunjung untuk 1 unit rombong, maka butuh 360/36 = 10 rombong.

(7)

3. Counter + office (small), 1 kompleks dengan rombong. Sebagai ruang pembayaran dan ruang kerja pengelola. Ditentukan = 5 % luas r. makan.

Luasan = 5 % x 464,94 m²= 23,25 m². 4. Toilet.

Luasan = 20 m² (asumsi). Luasan keseluruhan = 546,44 m² b. Pusat jajan.

Jumlah rombong dan warung di sekitar alun-alun saat ramai : 1. Rombong buah dingin + rujak = 9.

2. Rombong es buah = 3.

3. Rombong legen + siwalan = 3. 4. Rombong bakso + es = 19. 5. Rombong angsle = 2. 6. Rombong batagor = 1. 7. Rombong siomay = 1. 8. Rombong jagong godog = 5. 9. Rombong putu = 2.

10. Rombong keripik = 7. 11. Rombong dawet = 1. 12. Rombong es degan = 6. 13. Rombong gorengan = 4. 14. Rombong mie ayam = 4. 15. Rombong es lilin = 2. 16. Rombong martabak = 1. 17. Rombong coca cola = 1. 18. Rombong tahu campur = 4.

Jumlah rombong + warung di Pantai Boom dan sekitarnya saat ramai : 1. Rombong mie ayam = 1.

2. Rombong bakso + es degan = 4. 3. Rombong martabak = 1.

(8)

5. Rombong tahu campur = 4. 6. Rombong gorengan = 2. 7. Rombong jamu = 1. 8. Rombong legen = 1.

9. Rombong terang bulan = 1. 10. Rombong putu = 1.

11. Rombong es degan dan es sirup = 1. 12. Rombong tahu petis = 1.

13. Warung makan = 8. 14. Warung ketan = 1.

Total jumlah rombong + warung makan adalah perpaduan jumlahnya di alun-alun dan pantai Boom =103. Jumlah 103 ditetapkan dibulatkan menjadi 100. Asumsi : 6 orang/rombong.

Gambar 3.1. Dimensi Rombong Perhitungan = Standart rombong = 2,55m x 150m. Standart meja + kursi = 2,55m x 150m.

Total rombong, meja, kursi = 8,415m². Luasan = 8,415 x 110 = 925,65 m². c. Toko souvenir.

Jenis yang dijual = kain / baju batik & tenun gedog, pakaian, dan kerajinan (ongkek, dll).

Perbandingan :

1. Jumlah toko-toko di sekitar alun-alun saat ramai : a. Toko batik = 24.

(9)

b. Toko pakaian = 8.

c. Toko stiker + poster + topi + jam + kacamata + rokok = 5. d. Toko souvenir kerajinan = 8.

2. Jumlah toko-toko di pantai boom dan sekitarnya :

a. Toko stiker + poster + topi + jam + kacamata + rokok + sabuk + terompet + balon = 5.

b. Toko kaset = 2. c. Toko VCD = 2. d. Toko kaos obral = 2.

Luasan per unitnya = 12 m²/toko (asumsi).

Maka ditentukan jumlah tokonya =56 toko. Jumlah 56 ditetapkan berkembang menjadi 60.

Luasan keseluruhan = 12 m² x 60 = 720 m². d. WC umum-2.

Luasan = 25 m² (asumsi). e. Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Personal yang berada di sana = nelayan, petugas pelelang ikan, bakul kecil, konsumen berduit (jumlah ikan yang dibeli banyak), konsumen lain yang ikut lelang (beli ikan dengan jumlah sedikit). Luasan di pasar ikan Tuban = 150 m², karena datangnya tidak bersamaan sehingga tidak perlu luasan yang sangat besar. Untuk 5 tahun mendatang diperkirakan bertambah 200 %, karena kebutuhan transaksi ikan yang semakin besar, yaitu 300 m².

f. Pasar

1. Kios jual ikan di pasar tradisional + ikan. Asumsi = 3,825 m²/rombong.

Perbandingan : di pasar ikan Tuban = 20 unit. Untuk 5 tahun mendatang kios ikan ditetapkan 30 unit.

Luasan = 3,825 x 30 = 114,75 m². 2. Kios kelontong.

Asumsi = 10 m².

Perbandingan : di pasar ikan Tuban = 2 unit. Untuk 5 tahun mendatang kios kelontong ditetapkan menjadi 10 unit.

(10)

Luasan 10 x 10 = 100 m². 3. Kios sayur-mayur.

Asumsi : 6 m².

Perbandingan : di pasar ikan Tuban = 3 unit. Untuk 5 tahun mendatang kios sayur mayur ditetapkan menjadi 10 unit.

Luasan : 6 x 10 = 60 m². 4. Kios daging.

Asumsi : 3,825 m²/rombong.

Perbandingan : di pasar ikan Tuban = 3 unit. Untuk 5 tahun mendatang kios daging ditetapkan 10 unit.

Luasan : 3,825 x 10 = 38,25 m² + dapur kotor (asumsi 4 m² untuk semua kios daging).

= 38,25 + 4 = 42,25 m². 5. Kios penyuplay es batu.

R. penyimpanan es = 5m² (asumsi). R. penjualan = 4m² (asumsi).

Ditetapkan 4 unit. Luasan keseluruhan = 4 x 9 = 36 m². Luas total pasar = 353 m².

g. WC umum-2.

Luasan : 25 m² (asumsi). h. Penyewaan gudang es.

Ditentukan 4 unit

Luasan = 2m x 2m = 4 m².

4m x 4 unit = 16 m² (untuk pendinginan ikan segar).

Sub Total Luasan Bangunan Fasilitas Berbelanja = 2911,09 m².

Luas total + sirkulasi 30 % = 3784,42 m².

3.1.1.4. Fasilitas Penunjang a. Telepon umum.

Perbandingan :

1. Pondok Indah Mall Jakarta 8 buah. 2. Segitiga Senen Jakarta 16 buah.

(11)

3. Tunjungan Plaza Surabaya 15 buah. Ditentukan = 16 buah telepon umum. Standart : AD = 1,1 m²/orang.

Luasan 16 x 1,1 = 17,6 m². b. Musholla.

1. T. sholat.

Asumsi = 0,6 m x 1,2 m = 0,72 m². Ditentukan = kapasitas 100 orang. Luasan = 100 x 0,72 m² = 72 m². 2. Teras.

Asumsi = 0,72 m².

Ditentukan = ½ x tempat sholat. Luasan = ½ x 72 m² = 36 m². 3. Tempat wudlu.

Standart = AD = 1,1 m².

Ditentukan kapasitas 10 orang (Tempat pria dan wanita dipisah, 5 orang pria dan 5 orang wanita).

Luasan = 10 x 1,1 m² = 11 m².

Luas r. musholla keseluruhan = 119 m². c. Panggung gembira.

Luasan ditetapkan = 10m x 15m = 150 m². 1. Panggung (lansekap) :

Jumlah penonton ditentukan = 200 orang. 2. Kebutuhan per penonton = 1 m².

Luas ruang penonton = 200 x 1 m² = 200 m².

1 penari diperkirakan bergerak bebas dalam 4 m² ruang. Apabila digunakan untuk penampilan drama, tari, musik, nyanyi dperlukan luas panggung 15m x 7,5m (luas panggung minimum, AD).

3. Luas areal untuk musik band / gamelan jawa = 60 m². Luas total panggung = 260 m².

(12)

4. Belakang panggung :

a. Ruang tunggu pemain, 1 penari 0,5 m², diperlukan = 20 m x 0,5 m = 10 m².

b. Toilet : Ditentukan :

• Toilet pria ditentukan 2 buah = 4 m². • Toilet wanita ditentukan 2 buah = 4 m². c. Ruang ganti :

4 orang memerlukan (1 shower, 1 WC, 1 wastafel) = 20,1 m² (A. J. Metrix).

10 penari memerlukan 10 / 4 x 20,1 m² = 100 m² (A.J. Metrix). d. Gudang peralatan = 30 m².

e. Ruang lampu dan ruang loker = 11,6 m² = 12 m² (A.J. Metrix). Luas total belakang panggung = 160 m².

d. Galangan / dok perahu.

1. Tempat Berlabuh Perahu Nelayan : Perhitungan :

Jumlah nelayan = 3% x 11.063 orang = 332 orang. 1 perahu untuk 6 nelayan.

Gambar 3. 2. Dimensi Perahu

Untuk perahu nelayan tidak ada rentangan di kanan kiri perahunya. Lama kegiatan pkl. 01.00-13.00.

Lama pemakaian tiap perahu ±12 jam. Jadi jumlah perahu = 332 / 6 = 56 perahu.

Luas area berlabuh perahu nelayan = 2,4 m²/perahu x 56 perahu = 134,4 m².

(13)

2. Tempat Berlabuh Perahu Wisata, Mancing, dan Life guard :

Ditetapkan memakai 3 perahu yacht sebagai perahu pancing untuk keamanan selama memancing saat malam hari (pkl. 22.00- 01.00), memakai 10 perahu kayu dengan rentangan sebagai perahu wisata untuk kenyamanan wisata, 10 skuter air untuk wisata berlayar dengan berputar-putar di bagian barat site, dan memakai 4 speed boat untuk usaha penyelamatan life guard yang lebih cepat.

a. Yacht = max isi 20 orang. Asumsi = 12m x 5m = 60 m².

b. Perahu wisata = max isi 6 orang. Asumsi besaran perahu = 2m x 1,8m = 3,6 m².

c. Skuter air = max 2 orang. Asumsi besaran perahu = 1,5m x 60 = 90 m². d. Speed boat life guard = max isi 6 orang. Asumsi besaran speed boat =

2m x 5m = 10 m².

Luasan ruang yang terbentuk : 3. Galangan perahu nelayan.

Ditetapkan untuk kapasitas 10 perahu. Luasan = 2,4 m² x 10 = 24 m².

Dilengkapi dengan : a. Kios material berlayar.

1. Gudang = asumsi 9 m². 2. R. penjualan = asumsi 6 m². Luas keseluruhan = 15 m².

b. Toko onderdil perahu dan speed boat. 1. Gudang = asumsi 9 m². 2. R. penjualan = asumsi 6 m². Luas keseluruhan = 15 m².

4. Galangan perahu wisata, yacht, speed boat life guard.

Ditetapkan untuk perahu wisata kapasitas 5 perahu, untuk yacht kapasitasnya 2 perahu, dan untuk speed boat kapasitasnya 2. Untuk mesin hidrolist 2m x 2m, ditetapkan 3 di sisi kiri dan 3 di sisi kanan.

(14)

Dilengkapi dengan : a. Kios material berlayar.

1. Gudang = asumsi 9 m². 2. R. penjualan = asumsi 6 m². Luas keseluruhan = 15 m².

b. Toko onderdil perahu dan speed boat. 1. Gudang = asumsi 9 m². 2. R. penjualan = asumsi 6 m². Luas keseluruhan = 15 m². e. Koperasi simpan pinjam.

1. Teller = 6 m². 2. Hall =10 m². 3. R. administrasi = 5m². 4. Gudang = 3 m² Luasan = 24 m². f. BRI. a. Teller = 10 m². b. Hall =20 m². c. R. administrasi = 6m². d. Gudang = 5 m². Luasan = 41 m².

(15)

g. Playground anak-anak.

Gambar 3.3. Jenis-jenis permainan Jenis-jenis permainan :

1. Jungkat-jungkit (4 buah) = 6m x 6m = 36m². Direncanakan 2 unit= 72 m². 2. Peluncuran (2 buah) = 7,2m x 9m = 64,8 m². Direncanakan 2 unit = 129,6

m².

3. Ayunan ( 4 buah) = 4,8m x 9,6m = 46,08m². Direncanakan 3 unit = 138,24 m².

4. Panjat-panjatan (2 buah) = 4,8m x 7,2m = 34,56 m². Direncanakan 2 unit = 69,12 m².

(16)

5. Tangga melingkar (2 buah) = 4,8m x 7,2m = 34,56 m². Direncanakan 2 unit = 69,12 m².

6. Terowongan (1 buah) = 1m x 3m = 3 m². Total luas Playground = 481,08 m².

h. Lapangan volley.

Ditetapkan menggunakan 1 lapangan tennis. 1. Lapangan berukuran = 10m x 20m = 200 m². 2. Ruang pengurus dan penyewaan alat-alat = 10 m². i. Persewaan Skuter Air.

Ditetapkan menggunakan 10 skuter air.

1. Ruang tunggu yang dibutuhkan + sirkulasi 30% = 52m². 2. Ruang pengurus dan penjualan karcis = 8 m².

3. Gudang peralatan, bahan bakar (10 drum), bengkel = 20 m². Luas ruang keseluruhan = 80 m².

j. Persewaan pancing + yacht. 1. R. administrasi.

Luasan = 4 m² (asumsi). 2. Hall.

Standart AD = 1,1 m²/orang. Ditentukan untuk 20 orang. Luasan = 1,1 x 20 = 22 m².

Ditentukan menggunakan 1 unit. Luasan keseluruhan = 26 m².

Luas lansekap = 1246,52 m².

Sub Total Luasan Bangunan Fasilitas Penunjang = 733,6 m².

Luas Total + sirkulasi 30 % = 953,68 m².

3.1.1.5. Fasilitas Keamanan a. Pos Jaga Lifeguard.

Letaknya ditinggikan untuk lebih mudah mengawasi. 1. WC.

(17)

2. R. Kerja.

Luasan = 5 m² (asumsi).

Ditetapkan ada 2 unit = 8 m² x 2 = 16 m². Tiap unit untuk 2 orang. b. Pos Jaga Keamanan.

1. WC.

Luasan = 3 m² (asumsi). 2. R. Kerja.

Luasan = 5 m² (asumsi).

Ditetapkan ada 2 unit = 8 m² x 2 = 16 m². Tiap unit untuk 2 orang. Sub Total Luasan = 32 m².

Luas total + sirkulasi 30 % = 41,6 m². 3.1.1.6. Fasilitas Kesehatan

Sebagai tempat untuk memeriksa kesehatan. Ditentukan : a. Lobby = 10 m². b. R. periksa = 15 m². c. Toilet = 4 m². d. R. ganti / lockers = 4 m². e. R. pengelola = 5 m². f. R. dokter = 5 m². g. Gudang obat = 3 m². Sub total luasan = 46 m². Luas total sirkulasi 30 % = 59,8 m². 3.1.1.7. Fasilitas Parkir

a. Parkir area wisata.

1. Untuk bus ditentukan 4.

Standart AD = 13,7m x 2,7m = 36,99 m². Luasan = 4 x 36,99 = 147,96 m².

2. Untuk truck ditentukan 1.

(18)

Luasan = 20,64 x 1 = 20,64 m².

3. Untuk kendaraan pribadi ditentukan 40. Standart AD = 2,3 x 4,6 = 10,58m². Luasan = 10,58 x 40 = 423,2 m². 4. Untuk sepeda motor ditentukan 100.

Standart AD = 0,75 x 1,5 = 1,125 m². Luasan = 1,125 x 100 = 90 m².

Luasan total parkir area wisata = 681,8 m². b. Parkir Area TPI dan Pasar.

1. Untuk mobil ditentukan 30 mobil. Standart AD = 2,3 x 4,6 = 10,58m². Luasan = 10,58 x 30 = 317,4 m².

2. Untuk sepeda motor ditentukan 60 sepeda motor. Standart AD = 0,75 x 1,5 = 1,125 m².

Luasan = 1,125 x 60 = 67,5 m². 3. Untuk truck ditentukan 4 truck.

Standart AD = 8,6 x 2,4 = 20,64 m². Luasan = 20,64 x 4 = 82,56 m².

Luasan total area parkir TPI dan pasar = 467,46 m². Sub total luasan Fasilitas Parkir = 1149,26 m². Luas total + sirkulasi 60 % = 1494,04 m².

3.1.1.8. Total Luasan Fasilitas Fasilitas-fasilitas yang ada :

a. Kantor pengelola = 450,32 m². b. Fasilitas service = 362,576 m². c. Fasilitas berbelanja = 3784,42 m². d. Fasilitas penunjang = 953,68 m². e. Fasilitas keamanan = 41,6 m². f. Fasilitas kesehatan = 59,8 m². g. Fasilitas parkir = 1494,04 m².

(19)

Luas site dikurangi sempadan depan dan

sempadan tepi laut (22.317,69 m² – 4583 m²) = 17.734,69 m².

Fasilitas (bangunan) = 5652,396 m² = 32 %.

Lansekap (termasuk pakir) = 10382,294 m² = 68 %. Luas site efektif untuk dibangun = 17.734,690 m² = 100%.

3. 2. Pola Penataan Massa Bangunan

Dari pendekatan perilaku, direncanakan membuat fasilitas yang senyaman mungkin dan akrab di masyarakat. Untuk itu dipilih konsep bentuk eklektik (campuran) sehingga pengunjung terutama warga kota Tuban sendiri bisa santai, akrab dan tidak kaget menikmati perubahan bentuk arsitektur yang terjadi untuk pengembangan Pantai Boom sebagai Fasilitas Berbelanja dan Rekreasi Khas Pantai Boom Tuban. Dari ciri arsitektur di sekitar pantai boom, dapat dilihat penggunaan 3 gaya arsitektur :

a. Arsitektur Klenteng, yang didominasi etnis Cina. Diambil dari bentuk Klenteng Kwan Sing Bio.

Gambar 3.4. Foto-foto Klenteng Kwan Sing Bio

b. Arsitektur Pendopo, yang banyak dikenal oleh semua kalangan masyarakat Indonesia terutama warga kota Tuban. Diambil dari bentuk Bappeda, Pendopo Tuban.

(20)

Gambar 3.6. Dari kiri ke kanan Pendopo, Kejaksaan, Bappeda Tuban c. Arsitektur Kolonial Berlanda, yang nampak di sekitar Pantai Boom hanya

sebagian kecil saja di rumah-rumah di sepanjang barat timur, toko Hero.

Gambar 3.7. Toko Hero

Gambar 3.8. Contoh Ornamen Arsitektur Kolonial Belanda Ciri arsitektur Kolonial Belanda :

1. Bangunan yang massif dan tertanam kuat lewat pondasi yang membenam di tanah.

2. Pasangan batu bata sebagai pembatas antara ruangan di luar dan di dalam sekaligus berfungsi sebagai elemen utama konstruksi yang mengokohkan berdirinya bangunan tersebut.

3. Ukiran dan dekorasi serta ornamen yang keseluruhannya berlanggam Eropa merupakan elemen penghadir keindahan dari arsitektur aliran barat. 4. Dengan dukungan bahan bangunan seperti seng gelombang, genting dan

(21)

rangka batang ( seiring waktu, konstruksi kayu terlupakan, beralih ke beton ).

Dari ketiga gaya tersebut arsitektur jawa pendopo dianggap lebih mendominasi karena masyarakat umumnya adalah masyarakat muslim yang biasa menggunakan bangunan pendopo untuk keperluan berkumpul, selain itu masyarakat Tuban lebih akrab dengan bentukan ini, baik itu muslim maupun etnis Cina.

Dari Pendopo akan diambil bentukan atap dan tiangnya serta ukiran dipilih dengan bentuk batik gedog pada kolom-kolom, dari klenteng akan diambil elemen-elemen atap yang akan dipadukan dengan bentuk atap pendopo, dan dari gaya kolonial belanda akan diambil bentukan tritisan serta benang-benangan besi untuk jendela, pintu.

Sehingga dengan konsep gaya eklektik akan dapat menampilkan perilaku murni dan terjaga. Ini nantinya akan dimunculkan pada tiap-tiap masa dengan proporsi yang cukup dalam Fasilitas Berbelanja dan Rekreasi Khas Pantai Boom Tuban.

3.2.1. Pendalaman Sequence / Perilaku

Karena sifat proyek yang lebih menitikberatkan kepada aktifitas pengguna, maka dipilih pendalaman sequence / perilaku. Ada 2 massa penting yang menjadi pembahasan.

3.2.1.1. Menara Pandang.

Massa ini merupakan klimak dari site. Dari pendekatan perilaku, dapat dianalisa bahwa pucuk kawasan Pantai Boom sangat potensial untuk menara pandang. Perilaku yang mungkin terjadi sbb :

a. 1 orang : bengong. b. 2 orang : pacaran. c. 3-5 orang : keluarga. d. 10 orang : rombongan.

Sesuai dengan peraturan 2 – 3 lantai seperti yang terlihat pada bangunan sekitar maka ditetapkan jumlah lantai Menara Pandang 3 lantai. Untuk kebutuhan

(22)

perilaku tersebut, dalam desain direncanakan semakin ke atas maka zoning ruangnya semakin prifat, dengan pertimbangan semakin ke atas semakin sepi yang mudah ditangkap maksudnya oleh masyarakat pada umumnya.

a. Lantai 1 untuk sirkulasi kereta kelinci, bisa juga digunakan sebagai pedestrian khususnya bagi pengunjung rombongan / keluarga, Bila pengunjung ingin langsung ke lantai 2 bisa naik tangga di pinggir bangunan sehingga biarpun ada kereta kelinci masih bisa nyaman jalan-jalan tidak takut tertabrak.

b. Lantai 2 terutama ditujukan untuk keluarga. Maka perlu disediakan fasilitas berupa bangku / tempat duduk di sekeliling site yang bundar sekaligus untuk menikmati best view. Untuk keluarga yang ingin lesehan untuk makan, disediakan juga space untuk menggelar tikar.

c. Lantai 3 terutama ditujukan untuk bengong, pacaran, dan keluarga. Untuk space keluarga disediakan area bebas di tengah lantai 3. Untuk bengong dan pacaran disediakan fasilitas tempat duduk dan teropong melihat bintang di pinggir melingkar yang arahnya lebih ke best view laut sebelah utara. Bila pengunjung ingin menggunakan fasilitas ini, bisa membayar koin ke kotak yang disediakan di dekat bilik-bilik melihat bintang.

Bila dikaitkan dengan konsep eklektik, maka di sini ciri yang terwujud adalah : a. Fungsi umum bangunan sebagai pendopo yaitu tempat berkumpulnya

orang-orang. Dengan dinding pada masing-masing lantai yang tingginya hanya 1 meter, jadi nantinya akan ada banyak sirkulasi angin menerobos disini.

b. Bentuk atap tunggal di tengah seperti rumah-rumah Jawa dulu, dengan bentukan yang sudah dimodifikasi menjadi kerucut. Material atap yang dipilih disini adalah polikarbonat.

c. Untuk menaungi sisa area di pinggir bangunan dibuat atap dengan rangka baja yang ditarik dengan kawat baja oleh kolom beton yang juga menumpu rangka atap baja. Untuk bahan penutup atap dipilih seng gelombang karena selain lebih ekonomis, juga sesuai dengan jenis material tradisional barat Kolonial Belanda. Unsur warna merah dan kuning sangat kuat pada atap yang sangat khas klenteng. Unsur warna coklat sebagai warna kayu juga dipakai sebagai penyeimbang antara arsitektur Pendopo dan tradisional Kolonial Belanda.

(23)

d. Bahan penutup pelat lantai pada tiap-tiap lantai digunakan ubin warna klasik, sesuai dengan konsep jawa, selain itu juga lebih mudah perawatannya, tidak berkesan terlalau mewah, sehingga pengunjung lebih akrab dengan material yang sudah umum di Jawa ini.

e. Pada lantai 3 dindingnya menggunakan batu bata khas kolonial Belanda dengan bentuk modifikasi yang tertentu meyerupai dinding yang digunakan pada Klenteng Kwan Sing Bio.

f. Pada kolom diberi ornamen gotik khas eklektik Kolonial Belanda, ditambah dengan ornamen khusus yang banyak dipakai pada klenteng pada umumnya di Jawa. Pada balok, karena tidak ada plafon (diekspos) maka diberi sentuhan ukiran batik gedog. Pada balok dan kolom di lantai 1 dan 2 digunakan ornamen yang sama.

3.2.1.2. Pujasera Seafood.

Dari pendekatan perilaku, dapat dianalisa bahwa Pujasera Seafood sangat potensial untuk diletakkan di tengah area Pantai Boom. Perilaku yang mungkin terjadi sbb :

a. 1 orang : bengong sambil makan. b. 2 orang : kencan dan makan. c. 3-5 orang : keluarga makan bersama. d. 10 orang : rombongan makan bersama.

Sesuai dengan peraturan ( maksimal 2 – 3 lantai ), kapasitas pengunjung yang direncanakan, juga seperti yang ada pada bangunan sekitar, maka ditetapkan jumlah lantai Pujasera Seafood 3 lantai. Untuk kebutuhan perilaku tersebut, dalam desain direncanakan semakin ke atas maka zoning ruangnya semakin private, dengan pertimbangan semakin ke atas semakin sepi yang mudah ditangkap maksudnya oleh masyarakat pada umumnya.

a. Lantai 1 terutama ditujukan untuk area makan rombongan dan keluarga. Disediakan kelompok meja dengan 4 kursi saja supaya lebih fleksibel untuk penggunaan bergantian. Bila pengunjung ingin langsung ke lantai 2 bisa naik tangga di tengah bangunan yang langsung terlihat dari entrance barat maupun timur.

(24)

b. Lantai 2 terutama ditujukan untuk keluarga. Disediakan juga kelompok meja dengan 4 kursi.

c. Lantai 3 terutama ditujukan untuk 1 dan 2 orang, tapi tetap disediakan kelompok meja dengan 4 kursi sehingga lebih fleksibel penggunaannya. Pada intinya, penataan ruang ketiga lantai tersebut dibuat fleksibel. Sehingga disediakan kelompok meja dengan 4 kursi sama pada tiap lantai. Makan sambil menikmati view bisa dimana saja.

Bentuk denah tidak masif semua tertutup dinding penuh, tetapi dibuat lebih luwes dengan banyak angin menerobos. Ini diwujudkan dengan dengan dinding setinggi 1 meter di barat dan timur bangunan., sehingga ventilasi silang jelas terwujud.

Dinding utara dan selatan tertutup penuh. Denah lantai 2 membesar 1,5 meter ke barat dan 1,5 meter ke timur dari ukuran denah lantai 1. Dan denah lantai 3 membesar lagi 1,5 meter ke barat dan 1,5 meter ke timur dari ukuran denah lantai 1. Hal ini dimaksudkan sebagai sosoran bagi lantai di bawahnya sekaligus untuk lebih mengantisipasi kapasitas pengunjung yang lebih suka makan dan berkumpul sambil menikmati view di bagian atas bangunan yaitu di lantai 2 dan lantai 3. Bila dikaitkan dengan konsep eklektik, maka di sini ciri yang terwujud adalah :

a. Fungsi umum bangunan sebagai pendopo yaitu tempat berkumpulnya orang-orang. Cuma di sini ada fungsi sama yang penting yaitu makan. Bangunan yang terwujud dilindungi atap dengan sosoran dari beton yang cukup untuk menghindari panas matahari. Bentuk atapnya tunggal berupa atap pelana seperti rumah-rumah Jawa dulu, bahan penutup atap yang dipilih disini adalah genteng tanah liat yang nampak sangat tradisional Jawa pendopo. Untuk kebutuhan penyinaran alami dan melihat bintang saat malam hari sebagian penutup atapnya menggunakan genteng kaca.

b. Unsur warna merah dan kuning sangat kuat pada atap yang sangat khas klenteng. Unsur warna coklat sebagai warna kayu juga dipakai sebagai penyeimbang antara arsitektur pendopo dan tradisional kolonial Belanda. c. Bahan penutup pelat lantai pada tiap-tiap lantai digunakan ubin warna klasik,

(25)

berkesan terlalu mewah, sehingga pengunjung lebih akrab dengan material yang sudah umum di Jawa ini.

d. Pada dindingnya menggunakan material beton dengan ukiran batik gedog. Pada kolom diberi ornamen gotik khas eklektik Kolonial Belanda, ditambah dengan ornamen khusus yang banyak dipakai pada klenteng pada umumnya di Jawa. Pada balok, karena tidak ada plafon (diekspos) maka diberi sentuhan ukiran batik gedog juga.

e. Pada sebagian besar massa bangunan, walaupun tidak ada lagi tiang kayu (sekarang diputuskan menggunakan beton), penutup dan konstruksi atap ikut mengalami perubahan, namun sifat, fungsi, dan penampilannya tidak menunjukkan perbedaan (dengan kata lain : meneruskan tradisi pendopo sebagai sarana berkumpul yang bersifat terbuka).

Gambar

Gambar 3.1. Dimensi Rombong
Gambar 3. 2. Dimensi Perahu
Gambar 3.3. Jenis-jenis permainan
Gambar 3.4. Foto-foto Klenteng Kwan Sing Bio
+2

Referensi

Dokumen terkait

Sudah menjadi peraturan/standar RSUD Soreang komplain dari pasien setiap bulannya tidak boleh lebih dari 5 orang yang mengajukan.. komplain, sedangkan kalau dilihat setiap

Membantu manajer produksi dalam merencanakan, menyusun, mengkoordinasi dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab bidang produksi, ke arah kinerja terbaik untuk

‌ ه ديهمتلا ةملك ميحرلا نمحرلا للها مسب ا دملح علا بر لله ا ينلم و و ةلاصلا نلأا فرشأ ىلع ملاسلا ءايب ينلسرلماو نديس ا و ولآ ىلعو دممح حيباصم وباحصأ

Hasil uji profil metabolit sekunder ekstrak kulit batang pada pohon mangrove Rhizophora mucronata dari Perairan Karangsong yang di dapat yaitu alkaloid,

Setelah melakukan percobaan siswa dapat menjelaskan pengaruh gaya terhadap percepatan roket air yang bergerak sesuai dengan hukum II Newton.. Setelah melakukan percobaan siswa

Harga lebih berpengaruh terhadap volume penjualan dapat disebabkan karena konsumen beras premium Bulog Sub Divre Wilayah V Kedu mayoritas adalah pedagang dan

Unit kompetensi ini harus diujikan secara konsisten pada seluruh elemen dan dilaksanakan pada situasi pekerjaan yang sebenarnya di tempat kerja atau di luar

Pada tumor ekstramedular, gejala yang mendominasi adalah kompresi serabut saraf spinalis, sehingga yang paling awal tampak adalah nyeri, mula- mula di punggung dan