• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENCEGAHAN KORUPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENCEGAHAN KORUPSI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.

1.11 LaLatatar Ber Belalakakangng

Korupsi di Indonesia tampaknya sudah menjangkiti semua tingkatan masyarakat Korupsi di Indonesia tampaknya sudah menjangkiti semua tingkatan masyarakat dan jajaran birokrasi. Tanpa disadari, korupsi muncul dari kebiasaan yang dianggap dan jajaran birokrasi. Tanpa disadari, korupsi muncul dari kebiasaan yang dianggap lu

lumrmrah ah dadan n wawajajar r ololeh eh mmasasyyararakakat at umumumum, , sesepepertrti i mmemembeberi ri hahadidiah ah kekepapadada  pejabat/pegawai

 pejabat/pegawai negeri negeri atau keluarganya atau keluarganya imbal jasimbal jasa a dari pelayanan dari pelayanan yang sebenarnyayang sebenarnya menjadi bagian dari tugas aparatur sipil negaranya.

menjadi bagian dari tugas aparatur sipil negaranya. T

Tinindadakakan n pepenanangngkakapapan n pepelalaku ku kokorurupspsi i yyanang g didilalakukukakan n ololeh eh KoKomimisisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbukti masih belum mengurangi secara signiikan Pemberantasan Korupsi (KPK) terbukti masih belum mengurangi secara signiikan an

angkgka a kokoruruppsi si di di jajajajararan n bibirorokrkrasasi. i. !e!engnginingagat t kokorurupspsi i di di InIndodonenesisia a susudadahh  berkembang

 berkembang sangat sangat canggih canggih dan dan pembangunan pembangunan karakter karakter bangsa bangsa secara secara keseluruhan,keseluruhan,  peran

 peran serta serta mahasiswa mahasiswa dan dan unsur unsur generasi generasi muda muda lainnya lainnya sangatlah sangatlah penting penting dandan mendesak dalam upaya"upaya pencegahan korupsi di

mendesak dalam upaya"upaya pencegahan korupsi di indonesia.indonesia.

1.2

1.2 TuTujuan juan MakalahMakalah #.

#. !en!enjelajelaskaskan n penpengergertiatian, n, berberagam agam benbentuktuk, , dan dan akaktor tor penpenyeyebab bab tintindakdakanan korupsi dan akibat dari korupsi.

korupsi dan akibat dari korupsi. $.

$. !emb!embedakan bentedakan bentuk tindak piduk tindak pidana korupana korupsi dan perilaku korusi dan perilaku korupti.pti. %.

%. !enga!enganalisis perbnalisis perbuatan koruuatan korupsi dan perilapsi dan perilaku koruptku korupti di masyarakati di masyarakat.. &.

&. !enjel!enjelaskan gerakaaskan gerakan pemberantn pemberantasan dan pencegahasan dan pencegahan korupsi di Indonesian korupsi di Indonesia.a. '.

'. !enjab!enjabarkan eek koruparkan eek korupsi bagi perkembansi bagi perkembangan demokgan demokrasi Indonesiarasi Indonesia.. .

. !enjel!enjelaskan peran pentiaskan peran penting pemerintang pemerintah, lembaga pendih, lembaga pendidikan dan masydikan dan masyarakatarakat sipil dalam gerakan pencegahan korupsi di Indonesia.

sipil dalam gerakan pencegahan korupsi di Indonesia.

1 1

(2)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian

ecara hariah kata *korupsi+ mengandung banyak pengertian yang negati, yakni kebusukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral,  penyimpangan dari kesucian, kata"kata atau ucapan yang meghina atau menitnah.

!enurut icolas Tarling ($--') dalam Corrupstion and Goverment in Asia *korupsi mengandung pengertian kejahatan atau penyimpangan integritas akibat tindakan penyuapan dan perilaku menyimpang dari kesucian.

eenisi yang diberikan 0rgani1ation or  Economic Cooperation and   Development  (023), mendeenisikan korupsi sebagai penyalahgunaan ungsi

lembaga atau sumber publik untuk kepentingan pribadi, baik materi maupun non" materi. eperti dikatakan wijayanto ($--4), pengertian korupsi yang banyak dipacu adalah deenisi yang diberikan oleh bank dunia dan 5P terhadap korupsi, yakni *the abuse of public office for private gain+ (penyalahgunan lembaga publik untuk  kepentingan pribadi).

!ah1ar ($--%) mengutip dari philip (#467), deenisi korupsi yang pertama adalah pengertian korupsi yang berpusat pada kantor publik (public oice"centered corrruption), yang dideenisikan sebagai tingkah laku dan tindakan seseorang pejabat  publik yang menyimpang dari tugas"tugas publik ormal untuk mendapatkan keuntungan pribadi, atau keuntungan dari orang"orang tertentu yang terkait dengannya seperti keluarga, kerabat karib, dan teman. eenisi korupsi kedua dalah  pengertian korupsi yang berpusat pada dampak korupsi terhadap kepentingan umum (public interest"centered). !enurut deenisi ini korupsi dapat terjadi, jika seorang  penguasa atau ungsionaris dalam kedudukan publik melakukan tindakan tertentu dari orang"orang yang memberikan imbalan, sehingga merusak kedudukannya dan kepentingan publik. 8dapun deenisi ketiga adalah pngertian korupsi yang menggunakan teori pilihan publik dan sosial, serta pendekatan ekonomi yang digunakan dalam kerangka analisi politik.

2.2 BentukBentuk K!ru"#i

(3)

!enurut 55 o. %# Tahun #444 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang termasuk dalam tindak pidana korupsi adalah9

a. etiap orang yang dikategorikan melawan hukum  b. !elakukan perbuatan memperkaya diri sendiri

c. !enguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi

d. !enyalahgunakan kewenangan maupun kesempatan atau sarana yang ada  padanya karena ada jabatan.

e. !erugikan kepentingan umum dan masyarakat luas . uap menyuap

g. Penggelapan dalam jabatan h. Pemerasan

i. Kecurangan

 j. :enturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa

ecara umum korupsi dapat dikategorikan dalam dua menjadi dua jenis9

#. Korupsi :esar ( grand corruption), adalah tindakan korupsi yang dilakukan oleh pejabat publik tingkat tinggi terkait dengan kebijakan publik yang  berhubungan dengan berbagai bidang termasuk ekonomi.

$. Korupsi Kecil ( petty corruption), adalah bentuk korupsi yang dilakukan oleh  pegawai pmerintah untuk memenuhi hidup sehari"hari karena pendapatannya

tidak memadai.

2.$ M!%u# K!ru"#i

!odus korupsi disimpulkan oleh :ank unia terjadi dalam bentuk penyuapan kepada9

a. 8nggota P; untuk memengaruhi perundangan.  b. Pejabat negara untuk memengaruhi kebijakan publik.

c. Penegak hukum untuk memengaruhi putusan kasus"kasus korupsi berskala  besar.

d. Penjabat bank sentral untuk memengaruhi kebijakan moneter. e. Partai politik dalam bentuk sumbangan kampanye ilegal.

!enurut konsultan antikorupsi :ank unia usan ;ose"ackerman ($-#-),  beberapa alasan mengapa pengusaha melakukan suap terhadap pejabat9

a. iikut sertakan dalam datar perusahaan pra kualiikasi dan untuk membatasi  peserta tender.

 b. !endapat inormasi dari dalam instansi pemerintah seputar proyek yang akan ditender.

c. !endorong pejabat yang bertanggung jawab dengan proyek agar mengatur  spesiikasi tender dengan maksud perusahaannya menjadi satu"satunya yang lolos dalam proses tender proyek.

d. !enjadi pemenang tender kemudian ia akan menaikkan harga (mark up) kebutuhan proyek atau menurunkan kwalitas proyek.

(4)

2.& Pe'i(u K!ru"#i

8da enam aktor utama penyebab muncul dan berkembangnya korupsi di Indonesia9

a. <aktor politik, melibatkan persoalan kemauan atau iktikad baik re1im dan elite politik dalam menyelesaikan kasus korupsi.

 b. <aktor yudiris, persoalan masih lemahnya perundang"undangan dan sanksi hukum yang terkait dengan persoalan korupsi.

c. <aktor budaya, berkembangnya pandangan eodalistik dan sikap ingin dilayani serta hidup mewah.

d. <aktor struktur administrasi pemerintahan yang membuka peluang terjadinya  praktik korupsi.

e. <aktor insenti ekonomi yang tidak berimbang sehingga cukup memancing aparat birokrasi untuk mencari tambahan dengan cara menyalahgunakan wewenang.

. <aktor historis warisan kolonialisme, hadirnya aparatur negara bermental korup dan strukur pemerintahan yang berorientasi menjadi pelayan atasan ketimbang pelayan masyarakat.

Tiga hal yang menjadikan seseorang memiliki peluang untuk melakukan korupsi9

" !emiliki wewenang untuk melakukan kebijakan publik dan melakukan administrasi atas kebijakan tersebut.

" 8danya manaat ekonomi akibat kebijakan tersebut

" istem yang membuka kesempatan bagi pejabat publik untuk melakukan  pelanggaran.

2.) Da'"ak K!ru"#i

Korupsi berdampak negati, langsung maupun tidak langsung kepada sumber  daya manusia (!) dan sumber daya alam (8) sekaligus.

:eberapa 8kibat korupsi adalah 9

#. 8nggaran pembangunan pendidikan suatu negara melorot drastis. 8kibat dikorupsi pejabat publik, bangunan sekolah ambruk jauh sebelum waktunya, sarana pembelajaran tidak berkualitas, asilitas pendidikan kurang bermutu,  potongan tidak beralasan jelas atas gaji guru.

:udaya korupsi dapat juga dilihat pada proses awal penjaringan pegawai negeri sipil (P) yang sarat dengan penyuapan. Pelaksanaan 5jian asional yang tidak sepi dari manipulasi nilai dan kebocoran soal.

(5)

$. elain berdampak pada pengikisan karakter anak bangsa, korupsi berdampak   pada kerusakan alam suatu negara. Korupsi kerap kali berlangsung pada sektor 

minyak dan gas bumi, kehutanan, kelautan.

elanjutnya, dampak korupsi pada pengolahan 8 adalah kerusakan pada lingkungan yang disebabkan oleh mengadopsi kebijakan dan regulasi dan  pembuatan pejabat pusat dengan pengolahan 8 dan lingkungan yang lebih

mnguntungkan pejabat pusat maupun daerah.

uap untuk mendapatkan tanah, sur=ei"sur=ei untuk menerima tanah atau suap untuk mendapatkan akses air irigasi, atau suap untuk melakukan pemancingan ilegal, pemalsuan laporan jumlah pohon yang ditebang, suap pertambangan ilegal.

2.* +erakan Anti K!ru"#i

Pendekatan terhadap korupsi tidaklah tunggal, beberapa pendekatan antara lain 9

#. Pendekatan sosiologis yang dilakukan yed >ussein 8latas dalam karyanya The Sosiology of Corruption, memasukkan unsur nepotisme, yakni menempatkan kerabat atau teman pada jabatan dalam pemerintahan tanpa kualiikiasi yang sesuai kebutuhan.

$. ecara spesiik pakar politik ?. Kristiadi menjelaskan hubungan korupsi dengan perpolitikan Indonesia, yang disebut korupsi politik. !enurutnya, catur maruk pemerintahan dan sistem politik nasional yang belum stabil menjadi aktor tindakan korupsi terhadap uang negara yang dilakukan oleh  pegawai pemerintah dan politisi untuk meraup keuntungan pribadi dan

kelompok.

Program"program pencegahan korupsi dapat dilakukan melalui pendidikan dan kampanye antikorupsi dikalangan masyarakat. >al ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan generasi Indonesia sekarang dan mendatang yang anti terhadap korupsi.

Korupsi tidak lagi menjadi persoalan lokal. eiring dengan saling ketergantungan antara negara"negara di dunia utamanya anatara negara donor dan negara berkembang, wacana pemberantasan korupsi tidak bisa dipisahkan dari isu" isu global. Keterlibatan mereka akibat temuan banyaknya dana pinjaman asing, baik 

(6)

melaluhi organisasi keuangan internasional maupun negara donor yang disalah gunakan oleh pejabat negara penerimaan donor, tak terkecuali indonesia. >al ini mendorong inter=ensi asing melaluhi isu"isu pemberantaan korupsi bahkan tekanan asing terhadap negara penerima donor untuk melakukan transparansi dan  pengelolahan pemerintahan yang baik.

Pengalaman serupa dialami oleh indonesia. ejak kurun #44-"an,misalnya, korupsi banyak terjadi dilingkaran pemerintahan pusat. >al ini tidak lepas dari mekanisme pemerintahan yang terpusat di tangan presiden yang menjadian korupsi terpusat di kalangan elite birokrasi. Kontrol pemerintahan terhadap media massa dan  politik menjadikan kasus"kasus korupsi di lingkaran birokrasi tidak terungkap.

5ntuk mengurangi tindakan korupsi dukungan bebagai pihak sangat dibutuhkan. Tidak hanya pemerintahan, tapi juga kelompok masyarakat sipil, organisasi masyarakat proesional dan politik, dan dunia usaha harus bekerja sama dalam pemberantasan korupsi,. an politik, dan dunia usaha harus bekerja sama dalam pemberantasan korupsi. Keberadaan komisi pemberantasan korupsi (KPK) sebagai lembaga independen pemberantasan korupsi belumlah memadai dengan tingginya kasus korupsi di indonesia. Kekurangan ini semakin diperparah dengan masih minimnya dukungan dari lembaga"lembaga negara. :ukti kuat kurangnya dukungan lembaga negara terhadap keberadaan KPK dapat ditunjukkan dengan sejumlah pertentangan antara KPK dan P; maupun kepolisian. ikap kritis P;  dan kepolisian terhadap peran dan tindakan KPK tak jarang karena berkaitan dengan  banyaknya anggota legislati dan polisi tersanggut masalah hukum yang ditangani

KPK.

i tengah belum maksimalnya ungsi kontrol ( check and balance ) diantara tiga lembaga negara (eksekutif, legislatif , dan yudikatif) dalam koridor trias politika,  peran KPK masih sangat dibutuhkan. Peran tersebut semakin penting manakala  prinsip"prinsip trias politik berjalan jauh dari yang seharusnya. :ahkan banyak 

kalangan menilai prinsip trias politika telah berubah menjadi *trias koruptika+ di mana masing"masing lembaga negara tersebut sarat dengan praktik korpsi.

KPK telah membuktikan dirinya sebagai benteng terakhir bagi  pemberantasan korupsi diindonesia. amun demikian, hal yang jauh lebih penting dari program pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK, program pencegahan korupsi melaluhi jalur pendidikan bagi generasi muda mendesak untuk terus digalakkan di segala tingkatan jenjang pendidikan. 5ntuk menghentikan tradisi

(7)

korupsi, program"program pencegahan korupsi melaluhi pendidikan ormal, inormal, dan nonormal ( keluarga ) diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang bahaya korupsi bagi diri dan lingkungan seseorang serta dampak negati  terhadap masa depan bangsa. Korupsi tidak kalah berbahayanya dengan narkoba dan tindakan terorisme. Pemberantasan dan pendidikan tentang bahaya ketiga jenis ancaman bangsa dan negara ini harus berlangsung secara bersamaan, sistematis,  berkesinambungan, dan menjadi priorits pemerintahan.

?eremy pop menawarkan strategi untuk memberantas korupsi yang menggedepankan kontrol kepada dua unsur paling berperan di dalam tindakan korupsi,

#. Peluang korupsi $. Keinginan korupsi

!enurutnya korupsi terjadi jika peluang dan keinginan muncul dalam waktu bersamaan . peluang dapat dikurangi dengan cara mengadahkan  perubahan secara sistematis, sedangkan keinginan dapat dikurangi dengan cara mengembalikkan siasat9 laba tinggi, resiko rendah+ menjadi * laba rendah resiko tinggi+ dengan cara meneggakkan hukum dan menakuti secara eekti, dan menegakkan mekanisme akuntabilitas.

Penanggulangan korupsi harus dilakukan dengan pendekatan komprehensi, sistemis, dan terus"menerus. Penanggulangan tindakan korupsi dapat dilakukan, antara lain dengan 9

#. 8danya  political ill dan political action dari pejabat negara dan  pimpinan lembaga pemerintah pada setiap satuan kerja organisasi unruk 

melakukan langkah proakti pencegahan dan pemberantasan perilaku dan tindakan pidana korusi. Tanpa kemauan kuat pemerintah unuk  memberantas korupsi di segala line pemerintahan, kampanye  pemberantasan korupsi hanya slogan kosong belaka.

$. Penegakan hukum secara tegas dan berat. Proses eksekusi mati bagi koruptor di 3ina, misalnya telah membuat sejumlah pejabat tinggi dan  pengusaha di negeri ini menjadi jera untuk melakukan tindakan korupsi.

>al ini yang sama terjadi pila dinegara"negara maju di asia, seperti Korea selatan, ingapura, dan ?epang termaksud di antara negara yang dikenal kompromi dengan pelaku korupsi. Tindakan ini merupakan shock therapy untuk mengghilangkan tindakan korupsi di jajaran apatur pemerintah.

(8)

%. !embangun lembaga"lembaga yang mendukung upaya pencegahan korupsi, misalnya komisi !mbudsman sebagai lembaga yang memeriksa  pengaduan pelayanan administrasi publik yang buruk.

&. !embangun mekanisme penyelenggaraan pemerintahan menjamin terlaksananya praktik  good and clean governance, baik di sektor   pemerintahan swasta, atau organisasi kemsyaraatan.

'. !emberikan pendidikan antikorupsi, baik melalui pendidikan ormal maupun nonormal. alam pendidikan ormal, sejak pendidikan dasar  sampai perguruaan tinggi diajarkan bahwa nilai korupsi adalah bentuk  lain dari kejahatan.

. @erakan umat beragama tentang antikorupsi, yaitu gerakan membawa kesadaran keagamaan dan mengembangkan spiritualitas anti korupsi.

2., K!ru"#i Pengha'-at Uta'a Tata Kel!la Pe'erintah Baik %an Ber#ih

Kasus"kasus korupsi Indonesia tidaklah berdiri sendiri. Tindakan korupsi  banyak melibatkan kalangan eksekuti dan anggota legislati di saat mereka melakukan dan menentukan anggaran pembangunan. apat dibayangkan beberapa kerugian negara jika korupsi sudah dilakukan oleh penyelenggara negara sejak dari hulu hingga kehilir pembangunan. Praktik penyelewengan uang dan aset negara ini masih diramaikan oleh praktik politik uang (money politics) dalam pemilihan kepala daerah dan pimpinan partai politik maupun suap menyuap yang dilakukan oleh masyarakat terhadap pejabat publik dan aparat penegak hukum.

Kondisi korupsi Indonesia semakin buruk karena tindakan korupsi dilakukan oleh aktor"aktor politik, baik dilembaga parlemen maupun lembaga"lembaga negara lainnya. alam perspekti negara modern, sistem politik demokrasi dengan check  and balance nya diharapkan mampu menekan semaksimal mungkin godaan politik  dikalangan penyelenggara negara dan para politisi, baik melaluhi modus dalam  proses penyusutan perunang"undangan maupun pada tahap pelaksanaan peraturan

yang dibuat bersama antara pemerintah dan anggota legislati

>al"hal terkait dengan korupsi politik yang mendesak dilakukan adalah, demikian Kristiadi menekankan, pengawasan terhadap tata kelola keuangan parpol. #. Kejelasan atau transparansi atas dana pemasukan asal usul dan jumlah dana

sumbangan yang mengalir ke partai politik dari seseorang atau lembaga harus dilaporkan kepada piblik dan sesuai dengan perundn"undangan yang berlaku.

(9)

$. Kejelasan serupa harus pula dilakukan dalam hal pengeluaran parpol maupun kandidat anggota legislati dan eksekuti dengan dana yang mereka gunakan selama kegiatan pemilu maupun kegiatan kepartaian.

%. Keharusan partai politik membuat pelaporan keuangan dengan menunjukan secara resmi seseorang dengan kualiikasi sebagai akuntan publik serta bersedia kapan saja untuk memberikan keterangan secara transparan dan kauntabel kepada konstituen dan masyarakat luas terkait dengan keuangan partai

&. !enggunakan pinsip"prinsip transparansi dalam penyusunan laporan keuangan  partai.

'. !emberikan sanksi yang jelas pada anggota partai yang melakukan pelanggaran dalam hal penggunaan keuangan partai

!enurut ugiato ($--4) untuk mencegah praktik penyalagunaan dana kampanye setidaknya ada enam cara, untuk mengontrol aliran dalam kampaye politik  (ugiarto, $--4)9

#. !elakukan pembatasan dana kampanye, sebagaimana dilakukan dibanyak negara $. Pelanggaran sumbangan dari luar negeri, sebagai tindakan pencegahan atas

kekungkinan campur tangan asing dam kebijakan polik setelah pemilu.

%. Pembatasan penggunaan dana kampanye, dalam rangka mengurangi ketergantungan parpol kepada lembaga donor, perusahaan maupun perorangan. &. Pembatasaan waktu kampanye, dengan maksud mengurangi peredaan uang

sepanjang masa kampanye. >al yang dapat menopang kualitas pemilu maupun calon presiden, kepada daerah dan anggota legislati 

'. Transparansi publik terkait dengan para dana kandidat dan papol.

. !emperkuat sumber dana yang berasal dari suadana masyarakat dengan tujuan mengurangi ketergantungan papol terhadap kucuran dana sumber anggaran  pendapatan belanja negara (8P:), donator penyandang dana.

2. K!ru"#i %an Na#i- De'!kra#i In%!ne#ia

Korupsi identik dengan kekuasaan. 5ngkapan klasik lord action,+ poer tends to corrupt + (kekuasaan cenderung korupsi) menyiratkan kesimpulan yan sangat jelas  bahwa siapapun yan memiliki kekuasaan, dia memiliki peluang lebih besar untuk 

melakukan orupsi atau penyalahgunaan kekuasaannya dalam berbagai macaam dan

(10)

cara. emokrasi idealnya harus dijalankan secara bermartabat dan substansial, sehingga ia dapat menjadi media pendidikan karakter masyarakat,

 asib demokrasi ditentukan oleh sejauh mana budaya korupsi dapat dihilangkan. Kedengarannya utopis, tapi jika korupsi aan mengalami kesuraman  bahkan kepolitik nasional, makan nasib demokrasi akan berlangsung tanpa etika. Kebijakan publik akan dikorbankan untuk kepentingan pribadi dan kelompok  maupun parpol. >al ini terjadi akibat langsung dari proses politik, baik pemilihan anggota legislati maupun kepada kepala daerah, tidak sepi dari politik uang (money  polic).

8kibat langsung dari oligarki politik yang menyelip dalam sistem demokrasi ini peran pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi menjadi hilang. >al ini terjadi kerena pers akan lebih mewakili kepentingan pemilik modal dari pada menyuarahkan aspirasi raktyat, 8lih"ahlih mejadi pilar demokrasi, pers tidak  independen sangat berpotensi sebagai ancaman bagi demokrasi itu sendiri. ?ika kondisi ini terjadi, pers akan diam terhadap kasus"kasus korupsi, apalagi jika korupsi melihatkan sang pemilik modal.

Partai politik merupakan pilar penting demokrasi. !eskipun partai politik dianggap  banyak kalangan sebagai biang keladi korupsi politik, peranannya dam penguatan demokrasi tidak bisa disepelekan. Peran partai politik, apa pun keadaannya adalah  penting bagi berjalannya sistem demokrasi. Aahirnya ide mengurangi jumlah partai  politik sah"sah saja sepanjang bukan untuk memberangus partai politik dengan

alasan sebagai sumber korupsi politik.

5saha pencegahan korupsi dapat pula dilakukan oleh lembaga pendidikan. Khususnya perguruaan tinggi, yang memiliki peran strategis bagi penguatan demokrasi dan kampanye antikorupsi. !ahasiswa dan dosen dapat menjadi agen intelegtual yang tetap kritis dan soluti terhadap semua kebijakan pemerintah yang dianggap memilik potensiai untuk disalahgunakan. >al yang tak kalah pentingnya dari posisi stategis hasiswa sebagai agen perubahan di indonesia , mereka tidak boleh lengah dari kemungkinan pembelokan sistem demokrasi dari tujuan dan  prosesdurnya yang ideal.

ari sekian jumlah pilar demokrasi di atas, kelompok mahasiswa dan cendekiawan dianggap sebagai komponen masyarakat sipil yang siharapkan selalu hadir menjadi kekuatan pengimbang negara atau kekuasaan yang sesuai dengan karaternya cenderung bertindakak korup. 5ntuk memutuskan akar budaya korupsi di

(11)

#-Indonesia mahasiswa dapat berperan menjadi penggingat antikorupsi di lingkungan kampus, melaluhi sikap berani bertanya dan mengawasi pelaksanaan semua kebijakan yang dijalankan birokrasi kampus. elain ikut menentukan masa depan  bangsa kepedulian generasi muda terhadap masaa depan demokrsi dapat ditunjukkan melalui sikap kritis terhadap segala kemungkinan lahirnya tindakan korupsi di lingkungan terdekat maupun di tengah masyarakat luas.

BAB III

KESIMPULAN DAN SA/AN

).1 Ke#i'"ulan

8dapun kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah 9

1.   ecara hariah kata *korupsi+ mengandung banyak pengertian yang negati, yakni kebusukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral,  penyimpangan dari kesucian, kata"kata atau ucapan yang meghina atau

menitnah.

2. <aktor utama penyebab muncul dan berkembangnya korupsi di Indonesia 9  politik , yudiris,  budaya, struktur administrasi pemerintahan yang membuka  peluang terjadinya praktik korupsi, insenti ekonomi dan historis warisan

kolonialisme

%. Korupsi berdampak negati, langsung maupun tidak langsung kepada sumber  daya manusia (!) dan sumber daya alam (8) sekaligus.

).2 Saran

(12)

8dapun saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut 9

#. Tindakan korupsi di Indonesia sudah menjangkiti semua lapisan masyarakat, sebagai mahasiswa kita dapat mencegah hal itu semakin berlanjut dengan cara mengontrol diri sendiri, memperkuat iman dengan beribadah agar tidak  gampang terpengaruh terhadapa segala tindakan korupsi

$. ebagai mahasiswa ita juga dapat melakukan gerakan anti korupsi dengan  banyak berkampanye dan mengajak masyarakat untuk menydari korupsi

adalah tindakan yang sangat jahat dan menyakiti masyarakat.

%. ebagai mahasiswa kita juga dapat mengajari adik"adik generasi bangsa untuk tidak melakukan korupsi dalam segala hal apapun dengan cara memberi contoh di kehidupan sehari"hari.

DA0TA/ PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian hukum yang berjudul Integritas pejabat publik sebagai upaya. pencegahan tindak pidana korupsi ini dilakukan

Lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat pent ing bagi pemberant asan korupsi di Indonesia, karena melalui lembaga pendidikan t inggi ilmu hukum pembent ukan

1 Namun, jika melihat data keterlibatan pelaku korupsi dari pihak swasta/ korporasi dan rendahnya upaya pencegahan korupsi yang dilakukan oleh korporasi di Indonesia, maka

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya skripsi berjudul “ PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN SLEMAN DALAM PENCEGAHAN

Pencegahan korupsi sebagai kerja bersama.. Penyelamatan sektor SDA merupakan tugas bersama semua elemen bangsa. KPK menjalankan fungsi trigger mechanism dengan menggunakan

Tulisan ini mengungkapkan bahwa penjabaran UNCAC dalam hukum nasional terkait dengan upaya pencegahan korupsi oleh pemerintah yang dilakukan dalam bentuk ratifikasi atau

Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menambahkan, kerja sama dengan kedua lembaga antikorupsi itu merupakan langkah nyata Pelindo memerangi korupsi di pelabuhan.. Melalui penguatan

Panduan Pencegahan Korupsi yang diterbitkan oleh KPK bekerjasama dengan Kadin