• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Genu Varum terhadap Kelincahan dan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) pada Pemain Sepakbola - UNS Institutional Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Hubungan Genu Varum terhadap Kelincahan dan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) pada Pemain Sepakbola - UNS Institutional Repository"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ii

PENGESAHAN SKRIPSI

Skripsi dengan judul: Hubungan Genu Varum Terhadap Kelincahan dan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) pada Pemain Sepakbola

I.B. Tri Ojas Saktiana, NIM: G0014118, Tahun: 2017

Telah disetujui untuk diuji di hadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Pada Hari , Tanggal

Pembimbing Utama

Nama : Dhoni Akbar Ghozali,dr.,M.Kes (...) NIP : 19840629 2009 12 1 002

Pembimbing Pendamping

Nama : Muthmainah, dr.,M.NeuroSci (...) NIP : 19840707 2009 12 2 003

Penguji Utama

Nama : Selfi Handayani,dr.,M.Kes,Sp.Ak (...) NIP : 19670214 1997 02 2 001

Surakarta, ...

Ketua Tim Skripsi Kepala Program Studi

(2)

iii

PERNYATAAN

Dengan ini menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Surakarta, 18 Desember 2017

(3)

iv ABSTRAK

I.B. Tri Ojas Saktiana. G0014118. 2017. Skripsi. Fakultas Kedokteran. Universitas Sebelas Maret.

Latar Belakang: Genu varum merupakan kondisi dimana lutut berbentuk seperti huruf O. Genu varum dapat diketahui dengan cara mengukur jarak intercondylus genu. Keadaan anatomis yang tidak normal ini banyak ditemui pada pemain sepakbola dengan intensitas latihan tinggi sejak usia dini. Genu varum mempengaruhi struktur anatomi lain disekitar articulatio genu.. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan genu varum terhadap kelincahan dan delayed onset muscle soreness (DOMS) pada pemain sepakbola.

Metode: Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 sampel. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok genu varum dan kelompok genu normal dengan cara dilihat jarak intrcondylus. Semua sampel dihitung kelincahannya menggunakan illinois agility test dan dilihat tingkat DOMS menggunakan VAS. Analisa hubungan genu varum terhadap kelincahan dan DOMS menggunakan tes t independent. Hubungan kelincahan sebelum dan setelah latihan menggunakan analisa uji t dependent. Dan hubungan antara besar DOMS dengan kelincahan menggunakan uji korelasi pearson. Hasil: Semua data yang didapatkan terdistribusi normal dan terdapat varian besar data. Hasil uji t independent pada hubungan genu varum dan kelincahan didapatakan perbedaan yang bermakna dengan p 0.000. Hasil uji t independent pada hubungan genu varum dan DOMS didapatkan hasil yang kurang signifikan dengan p 0.553. Hasil analisa uji t dependent pada kelincahan sebelum dan setelah latihan didapatakn hasil yang signifikan dengan nilai p 0.000. Dan untuk hasil analisa uji korelasi pearson untuk hubungan DOMS dan kelincahan menujukan hasil yang signifikan dengan nilai p 0.001 serta nilai pearson corelation 0.588 yang menunjukan tingat korelasi yang sedang.

(4)

v ABSTRACT

I.B.Tri Ojas Saktiana, G0014118, 2017. Relationship of Genu Varum to Agility and Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) on Football Players. Mini Thesis. Faculty of Medicine, Sebelas Maret University, Surakarta.

Background: Genu varum is a condition where the knee is shaped like the letter O. Genu varum can be known by measuring the distance of the intercondylus genu. This abnormal anatomical state is commonly encountered in soccer players with high intensity training from an early age. Genu varum affects other anatomical structures around the knee. This study aims to determine the relationship of genu varum to agility and delayed onset muscle soreness (DOMS) in football players.

Methods: The study was analytic observational with cross sectional design. The number of samples in this study were 30 samples. The sample is divided into two groups: genu varum group and normal genu group by way of intrcondylus distance. All samples were counted agility using illinois agility test and viewed DOMS level using VAS. Analysis of genu varum relationship to agility and DOMS using independent t test. Agility relationship before and after exercise using t test dependent analysis. And the relationship between large DOMS with agility using Pearson correlation test.

Result: All data obtained is normally distributed and there is a large variant of data. The result of independent t test on the relationship of genu varum and agility found significant difference with p 0.000. Result of independent t test on relationship of genu varum and DOMS got less significant result with p 0.553. The result of t test dependent analysis on agility before and after exercise obtained a significant result with p value 0.000. And for parson correlation test result for DOMS correlation and agility showed significant result with p value of 0.001 and value of pearson corelation 0.588 which shows correlation is medium.

Conclusion: Genu varum improves the agility of football players. Genu varum has no relationship to DOMS. DOMS affects agility and has a positive correlation relationship to agility.

Keywords : Genu varum, delayed onset muscle soreness (DOMS), agility,

(5)

vi PRAKATA

Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat-Nya peneliti dapat menyelesaikan laporan skripsi sebagai syarat memenuhi gelar sarjana kedokteran.

Peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan membantu dalam penyelesaian penelitian ini. Terima kasih peneliti ucapkan pada:

1. Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si selaku Dekan beserta para Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan dukungan atas penulisan skripsi kepada peneliti,

2. Sinu Andhi Jusup, dr., M.Kes, AIFM selaku Ketua Program Studi S1 Kedokteran yang telah memberikan dukungan atas penulisan skripsi kepada peneliti,

3. Dhoni Akbar Ghozali,dr.,M.Kes selaku pembimbing utama yang telah memberikan bimbingan kepada peneliti,

4. Muthmainah,dr.,M.NeuroSci selaku pembimbing pendamping yang telah memberikan bimbingan kepada peneliti,

5. Selfi Handayani,dr.,M.kes,Sp.Ak selaku penguji yang telah memberikan kritik dan saran yang membangun guna menyempurnakan penelitian ini,

6. Kedua orang tua peneliti yang selalu mendukung dan memberikan semangat kepada peneliti,

7. Para pemain sepakbola Universitas Sebelas Maret yang telah bersedia menjadi responden dalam penelitian ini,

8. Teman teman dekat saya Mira, Irsyad, Maudy, Ilham , Wildan, Chakra, Akbar , Ryan yang telah memberikan dukurngan dan motivasi untuk dapat menyelesaikan skripsi ini dengna baik

9. Teman-teman Calvaria, Kerabat Anatomi, KKN Sembalun dan KMHD yang telah memberikan dokungan dan semangat

10.Pihak-pihak lain yang telah membantu peneliti, yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.

Laporan skripsi ini tentu jauh dari sempurna. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran guna menyempurnakan laporan ini. Akhir kata, semoga laporan skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

18 Desember 2017 Peneliti,

(6)

vii DAFTAR ISI

Halaman judul ... i

Halaman persetujuan ... ii

Halaman pernyataan ... iii

Abstrak ... iv

Prakata ... vi

Daftar isi ... vii

Daftar tabel ... viii

Daftar gambar ... ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat Penelitian ... 3

BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka ... 4

B. Kerangka Berpikir ... 38

C. Pertanyaan Penelitian ... 39

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 40

B. Lokasi Penelitian ... 40

C. Subjek Penelitian ... 40

D. Identifikasi Variabel ... 41

E. Definisi Operasional Variabel ... 42

F. Rencana Penelitian ... 45

G. Alat dan Bahan Penelitian ... 46

H. Cara Kerja ... 46

I. Analisis Data ... 49

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Data Hasil Penelitian ... 50

B. Sajian Data Hasil Penelitian ... 50

C. Analisis Data ... 52

BAB V PEMBAHASAN A. Hubungan Genu Varum dan Kelincahan ... 61

B. Hubungan Genu Varum dan DOMS ... 63

C. Hubungan Kelincahan dan DOMS ... 65

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 68

B. Saran ... 68 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(7)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Data Umur dan IMT sampel ... 50

Tabel 4.2 Data Intesitas Latihan... 51

Tabel 4.3 Data Kelincahan Genu Normal dan Genu Varum Sebelum Latihan .. 51

Tabel 4.4 Data Kelincahan Genu Normal dan Genu Varum Setelah Latihan ... 52

Tabel 4.5 Data DOMS Genu Varum dan Genu normal ... 52

Tabel 4.6 Hasil Uji Shapiro-Wilk Kelincahan ... 54

Tabel 4.7 Hasil Uji Homogenitas Kelincahan ... 54

Tabel 4.8 Hasil Uji T independent Data Genu varum terhadap kelincahan... 55

Tabel 4.9 Hasil Uji Shapiro-Wilk DOMS ... 55

Tabel 4.10 Hasil Uji Homogenitas DOMS ... 56

Tabel 4.11 Hasil Uji T Idependent Genu varum terhadap DOMS ... 56

Tabel 4.12 Hasil Uji Shapiro-Wilk Sebelum dan Setelah latihan ... 56

Tabel 4.13Tes Homogenitas Kelincahan Sebelum dan Setelah Latihan ... 57

Tabel 4.14 Hubungan Kelincahan Sebelum dan Setelah latihan ... 57

Tabel 4.15 Data Selisih Kelincahan Setelah dan Sebelum Latihan ... 58

Tabel 4.16 Uji Normalitas Selisih Kelincahan Sebelum dan Setelah Latihan .... 59

Tabel 4.17 Hasil Uji Homogenitas Perbedaan Kelincahan ... 59

(8)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Articulatio genu dan ligamentum cruciatum ... 6

Gambar 2.2 Musculi Regio femur ... 8

Gambar 2.3 Jarak Intercondylar (IC) dan Intermaleolar (IM) ... 12

Gambar 2.4 Biomekanik Sprint ... 17

Gambar 2.5 Visual analog scale ... 24

Gambar 2.6 McGill Pain Questionnaire ... 26

Gambar 2.7 Skema Kerangka Pemikiran ... 38

Gambar 3.1 Illinois Agility Test ... 43

Gambar 3.2 Visual analog scale ... 44

Referensi

Dokumen terkait

Intinya, yang diinginkan dengan ini adalah, jika ada tombol diklik maka fungsi stacksatu() dipanggil, dan di dalam fungsi stacksatu() tersebut dipanggillah fungsi

Strategi distribusi berkenaan dengan penentuan dan manajemen saluran distribusi yang dipergunakan oleh produsen untuk memasarkan barang dan jasanya, sehingga produk

Tentukan rencana sampling berdasarkan kode ukuran sampel & tingkat “k” yang dapat diterima. Hitung

Puskesmas Kampung Bali Kota Bengkulu masih melakukan pelayanan terhadap pasien dengan cara manual seperti pencarian data pasien, pengelolahan data pasien,

pengambilan keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh konsumen atau pembeli, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian ( attention )

Sitompul & Simaremare (2017) juga menegaskan bahwa nilai religius membahas mengenai hubungan manusia dengan Tuhan sebagai pencipta seluruh alam dengan segala

Amir Hamzah, Pustakawan Penyelia, pangkat Pengatur TingkatI, golongan ruang II/d, mengerjakan butir kegiatan“katalog sederhana dengan prestasi sebanyak 50 judul”,membuat dan