16 April 2018
Serangan Syria
Seolah menjadi sebuah kebutuhan maka kali ini Trump menggempur Syria dengan kekuatan rudal. Berbeda dengan perang dagang bersama China maka untuk Syria Amerika menunjukkan kekuatan militernya kepada dunia. Tentu saja alasan untuk penyerangan ini masih diperdebatkan karena penggunaan senjata kimia bisa jadi datang dari pihak manapun. Rusia sendiri bersama dengan Iran masih mengukur respon yang akan diberikan sehubungan dengan serangan Washington ke ibu kota Syria.
Bagaimana efek dari serangan tersebut kepada ekonomi dunia? Kami melihat ke-bijakan dari Trump cenderung bersifat jangka pendek. Sama seperti menghe-bohkan ketika menumpas NISS, kebijakan tembok pembatas, perang dagang dengan China, dan terakhir menyerang Syria.
Bukan tidak mungkin serangan ke Syria dilakukan untuk mengeliminasi efek negatif dari rangkaian berita perang dagang dengan China yang agak sulit untuk
di-menangkannya. Kemungkinan Rusia maupun China untuk melakukan balasan pun relatif kecil. Kedua sekutu Syria kemungkinan hanya akan membalas di lokasi perang Syria yang dikuasai AS sehingga perang relatif akan terjadi di kawasan Syria saja. Cukup menarik karena sebuah negara kecil di Timur Tengah sekarang menjadi sebuah tempat uji coba berbagai senjata canggih dari berbagai negara besar.
Kepentingan Rusia maupun Iran di Syria semata mata adalah kepenguasaan ladang minyak serta akses terhadap tanah. Sementara Amerika lebih berkepentingan un-tuk melindungi sekutu Timur tengah mereka dari pengaruh pemberontakan. Seku-tu kuat Amerika di Timur Tengah adalah Arab Saudi yang menerapkan kepemimpi-nan Monarki dengan keluarga kerajaan yang saat ini memasuki generasi ke empat. Seperti kita ketahui bersama terdapat kerapuhan dari sistem monarki yang saat ini sehubungan tekanan arus musim semi Arab yang dimulai di Tunisia beberapa ta-hun lampau.
Dari perspektif pasar modal, ketakutan dari perang Syria baru akan menjadi nyata ketika berkembang keluar dari Medan pertempuran Syria. Selama pertempuran berada di dalam batas lingkup Syria maka kami melihat tidak ada hal yang perlu ditakutkan oleh investor. Perang entah itu di sisi perdagangan, politik, maupun mi-liter rupanya akan menjadi suguhan sehari hari selama Trump berkuasa. Kami tidak melihat adanya indikasi dari Rusia maupun China untuk menjadikan perang di Syria lebih luas cakupannya dari saat ini.
Untuk pasar modal Indonesia kami masih memandang keterikatan menarik antara pertumbuhan laba emiten dengan kinerja IHSG. Emiten emiten di Indonesia men-catatkan pertumbuhan laba hingga diatas 20% yang menjadi indikasi baik. Di tahun 2018 kami memperkirakan laba akan tumbuh di kisaran 18% terutama didukung oleh pertumbuhan konsumsi dan investasi di Indonesia.
IHSG kami lihat sudah menguji level 6000 an untuk menguji komitmen pembeli. Di level ini terdapat komitmen yang cukup besar sehingga kami lihat dapat menjadi benteng bagi IHSG.
IHSG sepekan menguat 95 point membentuk candle dengan body naik dan shadow panjang di atas indikasi tekanan atas penguatan. Pada Candle harian IHSG melemah 40 point membentuk candle dengan body turun dan shadow di atas indikasi tekanan turun. Volume relative rendah di bawah rata-rata 20 hari terakhir. IHSG telah bergerak dalam trend naik jangka panjang sejak 23 Desember 2016, test channel bawah berpeluang konsolidasi. Dalam jangka menegah IHSG dalam trend turun sejak 19 Februari 2018, harga masuk kembali ke dalam channel atas berpeluang kon-solidasi melemah. Sedangkan jangka pendek membentuk tren naik sejak 23 Maret 2018. Harga tembus channel tengah ke bawah berpeluang konsolidasi melemah. Pada jangka menegah trend turun tidak di dukung volume yang turun membuka peluang terjadi kenaikan di jangka menegah. Sedangkan di jangka pendek trend naik harga tidak di dukung volume yang turun peluang kenaikan sementara.
Indikator MACD terjadi golden cross pada 6 April 2018, tetapi garis MACD masih di bawah garis 0. Harga berpeluang konsolidasi menguat di jangka menegah. Indicator Stochastic oscillator (SO) terjadi dead cross dan keluar dari area overbought peluang konsolidasi melemah di jangka pendek. Money flow mengindikasikan ada indikasi mulai ada aliran dana keluar harga peluang tertekan di jangka pendek. Harga test Bollinger band tengah dan berpeluang konsolidasi melemah di jangka pendek.
IHSG minggu ini di perkirakan berpeluang konsolidsai melemah dengan Support di level 6243 sampai 6137 dan resistance 6335 sampai 6380. Cenderung SOS.
Indicator MACD terjadi dead cross pada 13 Maret 2018 tetapi garis MACD di atas garis 0. Indikasi negative divergence di MACD, harga berpelu-ang konsolidsai melemah di jberpelu-angka menegah. Indicator Stochastic oscillator (SO) terjadi golden cross dan tembus garis 50 ke atas, peluberpelu-ang kon-solidasi menguat di jangka pendek. Harga test Bollinger band tengah dengan band yang menyempit dan candle kecil peluang konkon-solidasi di jangka pendek.
Pekan ini kami perkirakaan USDIDR berpeluang konsolidasi menguat (rupiah melemah) dengan dengan level Support di level 13735 sampai 13695 dan resistance di level 13780 sampai 13794.
USDIDR selama sepekan kemarin melemah 20 point membentuk candle dengan body turun kecil dan shadow diatas dan bawah indikasi konsoli-dasi. Candle harian USDIDR melemah 19 point membentuk candle dengan body naik kecil dan shadow di atas indikasi konsolikonsoli-dasi. USDIDR dalam pola trend naik di jangka panjang ditunjukan trend channel naik sejak 7 Maret 2016. Harga mendekati channel atas berpeluang konsolidasi. Jangka menegah dalam trend naik sejak 25 Januari 2018, harga mendekati channel bawah, peluang konsolidasi menguat. Sedangkan jangka pen-dek dalam trend datar sejak 1 Maret 2018. Harga test channel tengah berpeluang konsolidasi menguat.
Source: Company, Team Estimate
Source: Reuters
Wijaya Karya (WIKA)
Penjualan 2017 naik 67,06% (yoy) menjadi Rp 26,18 triliun dari Rp.15,67 triliun pada 2016. Return on As-sets (ROA) WIKA tahun 2017 adalah sebesar 7,48% dengan Return on Equity (ROE) sebesar 35,17%. Sedangkan pertumbuhan laba WIKA pada 2017 yaitu sebesar 9,55% menjadi Rp. 1,31 triliun dari Rp. 1,19 triliun pada 2016 .WIKA Prospect.
Pada tahun 2017 WIKA berhasil membukukan kontrak baru Rp 42,40 triliun. WIKA memproyeksikan di tahun 2018 akan meraih kontrak sebesar Rp 57,25 triliun atau meningkat 35% dari tahun 2017. Dengan target kontrak baru ini, WIKA akan memiliki Total Order Book ditahun 2018 sebesar Rp 130,92 Triliun yang akan menjadi basis yang kuat bagi pertumbuhan Pen-dapatan dan Laba Bersih wika ditahun mendatang.Capital Expenditure.
WIKA membidik tahun ini bisa lebih ekspansif. Hal ini tercermin dari besaran belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2018 yang naik hampir 200% yaitu sebesar Rp 36 triliun. Sumbernya dari campuran yaitu ada kas inter-nal, pinjaman perbankan, IPO anak usaha, dan laba perusahaan. Pada 2015 capex WIKA sebesar Rp 1,7 triliun, pada 2016 turun menjadi Rp 1,4 triliun. Pada 2017, capex WIKA kembali meningkat menjadi Rp 12,02 triliun. dari segi pendanaan, WIKA juga mendapat dana pinjaman dari China Development Bank (CDB), dan ada rencana penerbitan global bonds sebesar US$ 400 juta. Selain itu, WIKA berencana melanjutkan IPO anak usaha.Valuation.
Dengan menggunakan metode DCF FCFE, dengan vasumsi Cost of Equity sebesar 14,16% dan beta 1,27 diperoleh nilai wajar sebesar Rp. 2.293. Untuk itu kami merekomendasikan untuk MEMBELI saham WIKA, dengan potensial return sebesar 31,40%.Financial Highlights 2016 2017 2018F 2019F
Growth Sales (%) 15.04% 67.06% 2.28% 23.16%
Growth EBITDA (%) 30.32% 42.60% 1.62% 21.44%
Growth Operating Income (%) 32.47% 31.22% 2.28% 23.16%
Growth Net Income (%) 68.39% 9.55% 17.03% 26.55%
ROA (%) 6.00% 4.66% 4.10% 4.77%
ROE (%) 13.14% 9.56% 10.10% 11.83%
Current Ratio (x) 1.59 1.34 1.37 1.36
Debt to Equity (%) 111% 151% 141% 130%
Revenue (In Billion) 15,669 26,176 26,774 32,975
Operating Income (In Billion) 2,192 2,876 2,942 3,623
EBITDA (In Billion) 2,327 2,772 2,811 3,416
Laba Bersih (In Billion) 1,194 1,308 1,531 1,938
EPS* 133 146 171 216
PE Ratio (x) 17.22 15.72 13.43 10.61
PBV Ratio (x) 1.61 1.41 1.31 1.21
PT WIJAYA KARYA Tbk (WIKA)
Profitability(annualized) FY17 5 Year Avg
Gross Margin 10.99% 11.94% EBITDA Margin 12.68% 12.97% Operating Margin 10.59% 11.24% Pretax Margin 7.99% 8.88% Net Margin 5.00% 5.82% Tax Rate 35.17% 34.26% ROA 4.66% 5.59% ROE 9.56% 13.66%
Source: Company
Source: Company
Income Statement (In Billion IDR) 2015 2016 2017 2018F 2019F
Penjualan Bersih
13,620 15,669 26,176 26,774 32,975
Beban Pokok Penjualan 11,965 13,477 23,300 23,832 29,352
Laba Kotor
1,655 2,192 2,876 2,942 3,623
Laba bersih ventura bersama
288 379 573 564 636
Laba bruto setelah ventura bersama
1,943 2,571 3,449 3,506 4,260
Beban Usaha 429 527 677 695 844
Laba Usaha
1,514 2,044 2,772 2,811 3,416
Laba/Beban Lain-lain 16 52 (2) (2) (3)
Beban Bunga Bersih 431 435 678 532 532
Laba Sebelum Pajak
1,098 1,660 2,092 2,277 2,881
Pajak
395 449 736 745 943
Laba Bersih 709 1,194 1,308 1,531 1,938
Balance Sheet (In Mill) 2015 2016 2017 2018F 2019F
Kas dan Setara Kas 2,560 9,270 11,254 10,379 11,194 Investasi Jangka Pendek 70 2,018 2,177 2,177 2,177 Piutang Usaha 2,782 3,751 4,930 5,640 6,947 Persediaan 1,031 1,164 1,663 1,938 2,387 Aktiva Lancar Lain 6,117 7,449 14,887 14,887 14,887
Aktiva Lancar 12,560 23,652 34,910 35,020 37,591 Aktiva Tetap Bersih 3,184 3,325 3,932 4,551 5,325 Aset Tidak Lancar Lain 3,858 4,379 6,842 6,842 6,842
Aktiva Tidak Lancar 7,042 7,703 10,774 11,392 12,166
Aktiva 19,602 31,355 45,684 46,413 49,757 Hutang Usaha 4,323 4,527 8,925 8,582 10,570 Hutang Bank 1,222 4,712 6,424 6,424 6,424 Hutang Lancar Lain 5,052 5,670 10,627 10,627 10,627
Kewajiban Lancar 10,598 14,909 25,976 25,633 27,620 Hutang Jangka Panjang 1,692 932 2,108 2,108 2,108 Kewajiban Tidak Lancar Lain 1,874 2,777 2,968 2,968 2,968
Kewajiban Tidak Lancar 3,567 3,708 5,076 5,076 5,076
Total Kewajiban 14,164 18,617 31,052 30,709 32,697 Modal Saham 1,321 7,442 7,442 7,442 7,442 Saldo Laba 2,013 3,105 4,003 5,075 6,432 Ekuitas lain-lain 1,041 898 1,188 1,188 1,188 Kepentingan Non-Pengendali 1,063 1,293 1,998 1,998 1,998 Total Ekuitas 5,438 12,738 14,632 15,704 17,060
2
0
17
CFO
CFI
CFF
FCF
Q1
Q2
Q3
Q4
Q1
Q2
Q3
Q4
Q1
Q2
Q3
Q4
Q1
Q2
Q3
Q4
W T O N (1 84 ,6 6 2) (1 75 ,2 3 2) 1 0 7 ,7 6 3 5 5 6 ,1 4 4 (1 13 ,1 4 4) (2 80 ,7 7 9) (4 33 ,2 4 9) (5 31 ,5 8 5) 1 1 2 ,3 8 5 3 5 6 ,2 7 3 2 4 0 ,7 9 8 2 7 0 ,9 8 5 (2 66 ,8 0 6) (4 23 ,7 0 7) (2 93 ,9 8 6) 5 5 ,5 59 W S K T (3 ,3 78 ,8 4 7) ( 4 ,0 0 5 ,1 6 5) (5 ,0 81 ,4 1 3) (5 ,9 59 ,5 6 2) (2 ,2 27 ,6 8 0) (8 ,2 60 ,1 2 6) (1 0 ,3 5 5 ,2 53 ) (1 9 ,2 3 8 ,7 18 ) 4 ,1 2 5 ,9 4 6 9 ,1 4 9 ,8 7 8 1 1 ,6 98 ,9 2 5 2 0 ,6 30 ,9 1 9 (6 ,3 22 ,1 2 0) (1 2 ,4 2 6 ,4 91 ) (1 5 ,3 3 8 ,3 26 ) (2 5 ,1 1 3 ,7 22 ) W S B P (1 ,1 17 ,4 9 8) ( 2 ,5 4 3 ,1 3 2) (2 ,2 31 ,4 5 9) (2 ,4 13 ,7 9 9) (1 03 ,8 1 6) (9 04 ,2 5 3) (9 49 ,1 7 4) (1 ,3 02 ,3 3 6) 1 3 4 ,1 0 6 1 ,2 9 9 ,7 6 5 3 2 0 ,6 5 9 5 3 8 ,6 6 0 (1 ,2 21 ,3 1 4) (3 ,4 47 ,3 8 4) (3 ,1 80 ,6 3 3) (3 ,7 16 ,1 3 5) P TP P (1 ,6 62 ,1 8 7) ( 2 ,1 7 3 ,4 5 1) (1 ,5 20 ,9 3 4) 1 ,4 6 2 ,7 2 2 (3 64 ,5 2 6) (1 ,2 31 ,4 8 0) (2 ,4 56 ,1 7 6) (3 ,9 03 ,4 8 4) (5 00 ,3 5 5) 9 4 4 ,8 1 0 9 5 5 ,3 0 1 2 ,6 9 5 ,8 5 8 (1 ,8 69 ,1 8 0) (2 ,5 85 ,8 3 8) (2 ,2 05 ,8 5 1) (7 1 ,8 5 2 ) W IK A (1 ,3 35 ,0 0 3) ( 2 ,1 8 1 ,5 6 2) (2 ,6 99 ,7 4 6) 1 ,8 8 5 ,2 5 2 (2 16 ,7 4 6) (7 82 ,1 5 4) (1 ,0 00 ,6 6 2) (2 ,6 37 ,5 4 8) 2 7 8 ,6 1 4 1 ,5 1 8 ,5 0 3 1 ,6 6 3 ,1 4 8 2 ,7 2 7 ,8 2 3 (1 ,3 58 ,2 6 5) (2 ,4 21 ,8 1 3) (3 ,2 82 ,8 1 0) 7 5 2 ,2 2 3Source: Company, Reuters