• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan model pembelajaran sains kontekstual untuk peserta didik difabel netra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengembangan model pembelajaran sains kontekstual untuk peserta didik difabel netra"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Langkah-Langkah Metode R & D  Untuk fase analisis kebutuhan yang
Gambar 2. Sintaks Model Art of Contextual Learning for Disability (A-CLeD)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk melihat kualitas refleksi yang dapat mengarah pada peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan analisis terhadap data yang sudah dikumpulkan dengan cara mengelompokkan

Fluida Statis SMA/MA,‖ Pendidikan Fisika Al Biruni 5, no.. peserta didik selanjutnya memahami isinya, karena bahan yang dipelajari menjadi bagian baru dari struktur

Tahap selanjutnya adalah mengadakan refleksi yaitu membahas dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang baru telah dilaksanakan. Refleksi dilakukan untuk

dipelajari oleh siswa. Dalam tahap ini siswa bebas mengambil sumber dari manapun. Misalnya siswa mengambil sumber dari internet, bimbingan guru, atau menggunakan

Refleksi (Reflection) adalah cara berpikir tentang apa yang baru di pelajari atau berpikir ke belakang tentang apa yang sudah dilakukan di masa lalu.

Fase terakhir yaitu fase penilaian (evaluation), fase ini memiliki fungsi untuk penilaian dari data hasil aktivitas siswa, respon siswa selama pembelajaran

anak-anak tidak diberi kesempatan mempelajari keterampilan tertentu, mereka akan memiliki dasar ketermpilan yang telah dipelajari oleh teman-teman sebayanya, dan

Dari model tersebut siswa dapat melakukan penjiplakan (copying), pengadaptasian, baru kemudian mengembangkan keterampilan sendiri. Fase pemodelan dapat dilakukan dengan