ANALISIS USAHA DAN PROSPEK PENGEMBANGAN
PADA UKM ”PETIKAN CITA HALUS”
CITAYAM, BOGOR
DEDE NOERAENI
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2009
SURAT PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan dengan sebenar-benarnya, bahwa laporan akhir yang berjudul :
Analisis Usahadan Prospek Pengembangan pada UKM ”Petikan Cita Halus” Citayam, Bogor
merupakan hasil karya saya sendiri di bawah arahan dari komisi pembimbing. Laporan akhir ini belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar pada program sejenis di perguruan tinggi lain serta belum pernah dipublikasikan.
Semua data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan secara jelas dan dapat diperiksa kebenarannya.
Bogor, Juli 2009
ABSTRACT
DEDE NOERAENI. The Business Analysis and Development Prospect of
“Petikan Cita Halus” Small Industry at Citayam, Bogor. Supervised by
KOMAR SUMANTADINATA as Committee Chairman, and DARWIN KADARISMAN as member.
The fish processing business in Indonesia is generally dominated by middle and small scale industries. Yet, they are usually weak in some dimensions, such as capital, technology, information, management and marketing. The objectives of this study is (1) to find out the production system of “Petikan Cita Halus” small industry at Citayam, Bogor; (2) to evaluate its business feasibility; and (3) to develop its strategy.
The primary and secondary data were applied in this research. They were analyzed using the descriptive method, financial feasibility and the SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats) matrix. The descriptive analysis was conducted to find out the company’s condition, management, technical and production, and marketing system. The analysis of its financial feasibility was done, firstly, by developing the cash flow. The method applied to assess its business feasibility was by the use of Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), or Profitability Index (PI). An analysis of the financial ratio was also conducted to learn about the company’s financial performance. The ratios used were liquidity, leverage, activity, and profitability. The SWOT analysis was used to develop strategies by merging strength, weakness, opportunity and threat of the organization.
The result indicated that the production volume of “Petikan Cita Halus” small industry is 7.3 kg/ day at present, and that rays fish is the most produced. This production is still below the maximum capacity of small industries, which is 1 ton / day. This small enterprise is financially incapable, with a negative NPV (Rp1,031,409,954), a B/C Ratio less than one (0.45), and IRR equal to 0.71%, which is still below the discount rate required (16%), and a payback period of 10.03 years. The liquidity, debt and profitability ratios in 2007 showed a decline compared to those in 2006, whereas the activity ratio showed an increase.
The alternative strategy that can be applied at “Petikan Cita Halus” small industry is a) utilizing the advancement of information technology to promote products and expand market, b) maintaining and improving product quality to increase sale, and maintaining customers’ loyalty, c) establishing outlets and partnership to market products, d) improving the mastery of processing technology, e) optimizing productivity to minimize production cost, f) making cost-efficiency to cut production cost and enhance profit, and g) selecting the most profitable main products.
RINGKASAN
DEDE NOERAENI. Analisis Usaha dan Prospek Pengembangan pada UKM ”Petikan Cita Halus” Citayam, Bogor. Dibimbing oleh KOMAR SUMANTADINATA sebagai Pembimbing Utama dan DARWIN KADARISMAN, sebagai Pembimbing Anggota.
Usaha pengolahan hasil perikanan di Indonesia pada umumnya masih didominasi oleh pengolahan ikan berskala kecil dan menengah. Namun, usaha pengolahan hasil perikanan skala mikro kecil umumnya lemah dalam berbagai dimensi, baik dalam aspek permodalan, teknologi, informasi, manajemen maupun pemasaran. Untuk itu, dilakukan pengkajian aspek-aspek yang berpengaruh dalam pengembangan usaha UKM pengolahan ikan asap ”Petikan Cita Halus” Citayam, Bogor. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui sistem produksi, 2) mengevaluasi kelayakan usa, dan 3) menyusun strategi pengembangan usaha UKM tersebut.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif, kelayakan finansial dan SWOT (Strengths-Weakness-Opportunities-Threats Matrix). Analisis deskriptif digunakan untuk melihat keadaan umum perusahaan, kondisi manajemen, teknis dan produksi, serta sistem pemasaran. Analisis kelayakan finansial dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun aliran tunai cash flow. Metode yang digunakan untuk menilai kelayakan usaha adalah Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal
Rate of Return (IRR) dan Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) atau Profitability Index (PI).
Selain analisis kelayakan usaha, digunakan juga analisis rasio keuangan untuk mengetahui secara cepat kinerja keuangan perusahaan. Jenis rasio keuangan yang digunakan adalah rasio likuiditas (liquidity ratio), rasio hutang (leverage ratio), rasio aktivitas (activity ratio) dan rasio keuntungan (profitability ratio). Analisis SWOT digunakan untuk menyusun strategi dengan menggabungkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki organisasi.
UKM Petikan Cita Halus merupakan kepanjangan dari UKM Petani Ikan Citayam Haji Amril Lubis yang didirikan oleh Haji Amril Lubis pada tahun 2001 dan secara resmi dideklarasikan pada tanggal 11 Maret 2002. Usaha ini berawal dari
coba-coba dengan responden tetangga dan rekan sejawat. Karena respon yang positif, Haji Amril Lubis memanfaatkannya menjadi usaha komersial. Saat ini, UKM Petikan Cita Halus berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 25 orang. Produk UKM Petikan Cita Halus juga sudah sesuai dengan SNI, memiliki sertifikat halal dan terdaftar di Depkes RI. UKM Petikan Cita Halus terletak di Jl Akarwangi Raya Ds Ragajaya Citayam, Bogor, dan menempati lahan seluas 3800 m2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume produksi UKM ”Petikan Cita Halus” saat ini adalah 7,3 kg/hari, masih jauh di bawah kapasitas produksi maksimum yaitu 1 ton/hari, dengan jumlah produksi ikan asap yang paling banyak adalah ikan asap pari. UKM ”Petikan Cita Halus” tidak layak secara finansial, dengan nilai NPV negatif (Rp -1.031.409.954), B/C ratio kurang dari satu (0,45), IRR sebesar 0,71% masih di bawah tingkat diskonto yang disyaratkan sebesar 16%, dan payback period selama 10,03 tahun. Rasio likuiditas, hutang dan profitabilitas pada tahun 2007 menunjukkan hasil yang menurun dibandingkan tahun 2006, sedangkan rasio aktivitas mengalami peningkatan.
Alternatif strategi yang dapat diterapkan di UKM “Petikan Cita Halus” adalah a) memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk promosi produk dan
memperluas pasar, b) mempertahankan dan meningkatkan mutu produk untuk meningkatkan penjualan dan menjaga loyalitas pelanggan, c) membuka outlet-outlet dan kemitraan untuk memasarkan produk, d) meningkatkan penguasaan teknologi pengolahan, e) mengoptimalkan kemampuan produksi untuk meminimalkan biaya produksi, f) melakukan efisiensi biaya untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan, dan g) melakukan strategi pemilihan produk utama yang paling menguntungkan. Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan usaha
adalah: a) UKM “Petikan Cita Halus” diharapkan untuk melakukan analisis prioritas terhadap 7 alternatif strategi yang telah diperoleh; dan b) UKM “Petikan Cita Halus” agar menyusun program kerja untuk melaksanakan strategi yang telah diprioritaskan Kata kunci: analisis usaha, prospek pengembangan, UKM
@ Hak Cipta milik IPB, tahun 2009 Hak Cipta dilindungi Undang-undang
1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruhnya karya tulis ini tanpa
mencantumkan atau menyebutkan sumber
a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian karya
ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah
b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB
2. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya
ANALISIS USAHADAN PROSPEK PENGEMBANGAN PADA UKM ”PETIKAN CITA HALUS” CITAYAM, BOGOR
DEDE NOERAENI
Tugas Akhir
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Profesional pada
Program Studi Industri Kecil Menengah
SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR 2009
Judul Tugas Akhir : Analisis Usaha dan Prospek Pengembangan pada UKM ”Petikan Cita Halus” Citayam, Bogor
Nama Mahasiswa : Dede Noeraeni Nomor Pokok : F052050225
Program Studi : Industri Kecil Menengah
Menyetujui, Juli 2009
Komisi Pembimbing
Prof. Dr. Komar Sumantadinata Ir. Darwin Kadarisman, M.S. Ketua Anggota
Mengetahui,
Ketua Program Studi Dekan Sekolah Pascasarjana Industri Kecil Menengah
Prof.Dr.Ir. H. Musa Hubeis, M.S., Dipl.Ing., D.E.A. Dr.Ir.H. Khairil A. Notodiputro, M.S.
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Tasikmalaya pada tanggal 21 Oktober 1961 dari ayah alm. Syamsudin dan ibu Iting Kartimah. Penulis merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Pendidikan sarjana ditempuh di Fakultas Ekonomi Manajemen, Universitas Islam Nusantara, Bandung, dan lulus pada tahun 1986.
Pengalaman kerja penulis dimulai tahun 1986 sampai 1989 dengan bekerja di kantor konsultan Akutansi dan Perpajakan di Bandung. Tahun 1989-1992 sebagai supervisor impor pada perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di Bandung, tahun 1992-1993 sebagai kepala bagian impor pada perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Bandung. Penulis diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian Republik Indonesia, dipekerjakan di Perum Prasarana Perikanan Samudera, Jakarta, pada tahun 1993. Pada tahun 2003 dimutasikan ke UPT Pelabuhan Perikanan Samudera Jakarta, dan pada tahun yang sama penulis dimutasikan ke Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan ditempatkan di Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Jakarta sampai dengan sekarang.