• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

14

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Metode eksperimen menurut Sugiyono (2013, hlm. 107) “penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan”. Jadi dalam penelitian ini terdapat perlakuan terhadap kelas eksperimen yang diuji oleh penulis. Sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013, hlm. 14) mengemukakan bahwa “metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, tekik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.” Disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.

B. Desain Penelitian

Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode ekperimen bentuk

Quasi Experimental Design, bentuk ini terdiri dari dua macam, yaitu :

1. Time Series Design

2. Nonequivalent Control Group Design

Dalam penelitian ini, penulis melakukan metode eksperimen dalam bentuk

Nonequivalent Control Group Desain. Pada desain ini terdapat dua kelompok, Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Menurut Sugiyono (2013, hlm. 116) “desain ini hampir sama dengan pretest-posttest control group design, hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random”. Setelah ditentukan mana kelompok eksperimen dan mana

(2)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kelompok kontrol, kemudian kedua kelompok diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal sebelum diberi perlakuan. Kemudian setelah diberi perlakuan diadakan posttest untuk mengetahui hasilnya. Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3.1

Desain Nonequivalent Control Group

Keterangan :

O1 = tes awal kelas eksperimen O2 = tes akhir kelas eksperimen X = perlakuan menggunakan NHT

O3 = tes awal kelas kontrol O4 = tes akhir kelas kontrol

O1 x O2

(3)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. Alur Penelitian

Alur penelitian dapat digambarkan oleh diagram sebagai berikut :

Gambar 3.1 Alur Penelitian

Penentuan variabel penelitian (studi kepustakaan)

Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Number Head Together

(NHT)

Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan

metode konvensional

Menyusun instrumen penelitian, uji coba dan validitas instrument

Penentuan subjek penelitian

Pretest

Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode NHT

Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakanmetode konvensional

Posttest

(4)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Analisis data

Kesimpulan Keterangan :

a. Menentukan variabel-variabel penelitian yang terdiri dari variabel bebas dan terikat.

b. Menyusun media pembelajaran yang akan digunakan pada proses pembelajaran di kelas eksperimen atau pun kelas kontrol.

c. Menyusun instrumen penelitian berupa soal tes dan wawancara. d. Menentukan populasi dan sampel.

e. Memberi uji pretest untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol.

f. Menjalankan penelitian pada kelas eksperimen dengan menggunakan metode NHT dan kelas kontrol dengan menggunakan metode konvensional.

g. Memberikan uji posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

h. Mengumpulkan data-data yang didapat selama proses penelitian berlangsung.

i. Menganalisis hasil penelitian dan melakukan uji hipotesis. j. Menyimpulkan hasil dari penelitian.

2. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur suatu gejala dan media untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan selama proses penelitian berlangsung. Jumlah instrumen yang digunakan tergantung pada variabel yang diteliti (Sugiyono, 2013, hlm. 390). Dengan pengertian tersebut, maka penulis menggunakan instrumen berdasarkan variabel.

a. Variabel 1 (efektivitas pembelajaran matematika)

Untuk mengukur variabel efektivitas pembelajaran matematika penulis menggunakan instrument tes. Adapun kisi-kisi penulisan instrumen tersebut adalah sebagai berikut :

(5)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Table 3.2

Kisi-kisi Soal Berdasarkan Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep

Indikator kemampuan pemahaman konsep

Nomor

Soal Jumlah

Memberikan label, mengemukakan secara vebal dan mendefinisikan konsep

1 20

Mengidentifikasi dan menurunkan

contoh dan non contoh 2 20

Menggunakan model, diagram dan

symbol untuk menyajikan konsep 3 20 Menerjemahkan dari suatu

represetasi ke repsentasi yang lain 4 20 Mengenal berbagai makna dan

interpretasi dari konsep 5 20

Jumlah 100

Soal Tes

1. Apakah yang dimaksud dengan bilangan bulat dan sebutkan tiga contohnya !

2. Bilangan bulat yang ditunjukkan diagram panah pada garis bilangan di bawah adalah . . . .

(6)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3. Gunakan garis bilangan di bawah untuk menunjukkan 3 + (-4)

4. Jarak Seorang penyelam berada di kedalaman laut 15 m dari permukaan laut. Kawannya berada di atas menara kapal yang tingginya 8 m dari permukaan laut. Berapa jarak ketinggian mereka berdua?

5. Tuliskan lambang bilangan dari kalimat : Suhu udara di dalam tabung pembeku itu dapat mencapai dua puluh dua derajat Celcius di bawah nol Kunci Jawaban

1. Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan 0, bilangan asli dan lawan bilangan asli. Contohnya -2, 0, 3.

2. -6 3. -1

4. 23m

5. 22o C

b. Variabel 2 (metode NHT dalam konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat)

Untuk mengukur variabel ini penulis menggunakan instrumen wawancara. Adapun pedoman wawancara adalah sebagai berikut :

(7)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel 3.3

Pedoman wawancara

No Pertanyaan Jawaban ( Ya

atau Tidak

1 Apakah kamu paham terhadap materi yang

disampaikan oleh guru dengan menggunakan metode NHT?

2 Apakah pembelajaran matematika menggunakan

metode NHT menyenangkan? …

3 Apakah kamu merasa lebih semangat mengikuti

pembelajaran menggunakan metode NHT ? …

4 Apakah kamu aktif dalam mengikuti pembelajaran

matemtika menggunanakan metode NHT ? …

5 Apakah pembelajaran matematika dengan

menggunakan metode NHT lebih menyenangkan dari pada metode biasa (konvensional) ?

C. Lokasi, Populasi dan Sampel 1. Lokasi

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Taktakan 1, yang beralamat di Jl. Takari Km. 07 Kecamatan Taktakan, Kota Serang- Banten. Lokasi ini dipilih untuk mempermudah penulis dalam melaksanakan penelitian karena sekolah ini berada tidak jauh dari kediaman penulis dan

(8)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

waktu yang digunakan akan lebih efisien, alas an lain yaitu karena di SDN Taktakan 1 memiliki kelas parallel, yaitu setiap kelas terbagi ke dalam kelas A dan B. Dengan beberapa alasan tersebut, selama proses penelitian diharapkan dapat berjalan dengan lancar.

2. Populasi

Menurut Sugiyono (2013, hlm. 117) “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Banyak terdapat sekolah dasar di wilayah sekitar kediaman penulis, namun karena beberapa alasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa di SDN Taktakan 1, dari kelas 1 sampai kelas 6.

3. Sampel

Dalam Sugiyono (2013, hlm. 118) “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh sebuah populasi”. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Purposive Sampling atau sampel yang disengaja. Sampel yang diambil dari seluruh subjek penelitian adalah siswa SD kelas IVA dan IVB. Di mana untuk kelas IVA berjumlah 40 siswa dan kelas IVB berjumlah 41 siswa. Namun dalam pelaksanaannya, penulis tidak menggunakan semua siswa selama proses penelitian dikarenakan ada beberapa siswa yang berhalangan hadir. Dalam pengolahan data, hanya diambil 25 siswa pada masing-masing kelas yang selalu hadir selama proses penelitian berlangsung, hal ini bertujuan supaya tidak menghambat saat pelaksanaan pengolahan data. Adapun alasan pemilihan siswa kelas empat adalah karena pada tingkatan atau rentang usia di kelas empat, siswa masih cenderung bepikir bebas, kreatif dan terbuka. Sehingga masih mudah untuk diarahkan. Selain itu, pada tingkatan kelas empat, siswa masih memiliki kemampuan dasar yang sama walaupun berbeda kelas (dalam tingkatan yang sama). Dalam penelitian ini IVA dijadikan sebagai kelas eksperimen yang menggunakan metode NHT dan IVB dijadikan sebagai kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional dalam pembelajarannya. Antara kelas IVA dan IVB

(9)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu memiliki tingkat kemampuan yang berbeda.

D. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data 1. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu tes berupa soal dan angket yang dibagikan kepada masing-masing siswa.

a. Tes, diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan untuk mengukur sejauh mana konsep pemahaman siswa terhadap konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Soal yang diberikan hampir sama dengan sebelum dan setelah diberi perlakuan. Bedanya hanya terletak dalam kalimat atau angka saja.

b. Wawancara, dibagikan kepada 10 responden atau siswa pada kelas eksperimen yang telah diberi perlakuan menggunakan metode NHT. 2. Teknik Pengolahan Data

Untuk mengetahui apakah tes yang akan kita berikan kepada siswa tersebut tepat atau tidak, maka penulis harus menguji kualitas setiap butir soal terlebih dahulu dengan validator dosen pembimbing dan guru kelas (hasil pengujian terlampir), ada pun cara menguji validitas butir soal adalah sebagai berikut :

a. Validitas

1) Validitas Muka

Untuk setiap butir soal, validator membubuhkan angka 1 pada tabel, jika ia menganggap soal tersebut valid. Bubuhkan angka 0 jika menganggap soal tersebut tidak valid. Kemudian berikan komentar mengenai ketidakvalidan soal tersebut, dan berikan saran/perbaikan pada tempat yang telah disediakan dalam tabel. Soal dikatakan valid (dari segi validitas muka) jika telah memenuhi kriteria validitas muka, yakni apabila butir soal tersebut memiliki kejelasan dari segi bahasa atau redaksional.

(10)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Bentuk pengajuan validitas muka kepada guru kelas dan dosen pembimbing:

Tabel 3.4

Pengajuan Validitas Muka

No. Soal

Valid (1) atau

Tidak Valid (0) Komentar dan Saran Perbaikan

1.

2.

3.

2) Validitas Isi

Untuk setiap butir soal, bubuhkan angka 1 pada tabel, jika Bapak/Ibu menganggap soal tersebut valid. Bubuhkan angka 0 jika Bapak menganggap soal tersebut tidak valid. Kemudian berikan komentar mengenai ketidakvalidan soal tersebut, dan berikan saran/perbaikan pada tempat yang telah disediakan dalam tabel.

Soal dikatakan valid jika butir soal tersebut telah sesuai dengan:

1. Materi pokok yang diberikan. 2. Indikator pencapaian hasil belajar.

3. Aspek kemampuan berpikir pemahaman konsep matematis. 4. Tingkat kesukaran untuk siswa kelas IV SD.

Bentuk pengajuan uji validitas isi kepada guru kelas dan dosen pembimbing :

Tabel 3.5

Pengajuan Validitas Isi

No. Soal

Valid (1) atau Tidak Valid

(0)

(11)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. 2. 3. 4. 5. 6.

3) Validitas Butir Soal

Menurut Cece Rakhmat & Solehuddin, “tes yang baik adalah tes yang memiliki tingkat validitas yang tinggi”. Validitas artinya ketepatan soal. Untuk menghitung validitas soal dapat digunakan rumus di bawah ini :

Rxy = 𝑛.∑𝑥𝑦 – (∑𝑥) (∑𝑦)

{𝑛. ∑𝑥2 −(∑𝑥)²}{𝑛. ∑𝑦2 −(∑𝑦)2}

Keterangan :

Rxy = koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y

n = banyak subjek

x = nilai hasil uji coba y = nilai rata-rata harian

Setelah nilai Rxy sudah diketahui, maka peneliti dapat

menentukan tingkat kevaliditasan dengan melihat kriteria tingkat validitas seperti di bawah ini :

(12)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Table 3.6

Kriteria tingkat validitas

Interval Koefisien Penafsiran

0,00 – 0,199 Validitas Sangat rendah

0,20 – 0,399 Validitas Rendah

0,40 – 0,599 Validitas Cukup

0,60 – 0,799 Validitas Kuat

0,80 – 1,000 Validitas Sangat kuat

Untuk mengetahui tingkat validitas tiap butir soal, dalam penelitian ini soal tes diujikan terlebih dahulu ke SD lain sebelum diberikan ke sekolah tempat penelitian. Sekolah yang dijadikan uji coba yaitu SDN Serang 11 Kota Serang. Hasil data diolah menggunakan program Microsoft Exel dan Anates Versi 4.0.5. adapun hasil validitas butir soal bisa dilihat pada lampiran.

b. Reliabilitas

Reliabilitas merupakan konsisten atau ketetapan soal, tes yang reliabel dapat menghasilkan data yang konsisten sehingga hasilnya nanti akan dapat dipercaya. Untuk menguji reliabilitas tes, penulis menggunakan bantuan Anates versi 4.0.5.

Table 3.7

Klasifikasi tingkat reliabilitas

Besarnya ri Penafsiran 0,80 < rII ≤ 1,00 Sangat tinggi 0,60 < rII ≤ 0,80 Tinggi 0,40 < rII ≤ 0,60 Cukup 0,20 < rII ≤ 0,40 Rendah rII ≤ 0,20 Sangat rendah E. Analisis Data

(13)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu a. Uji Normalitas

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data untuk mengetahui bahwa data setiap variabel yang akan dianalisis nantinya harus merupakan data berdistribusi normal.

Untuk menghitung uji normalitas data, peneliti menggunakan program

Software Statistics Passage for the Social Science (SPSS) for windows.

Data dinyatakan normal apabila taraf signifikasinya di atas 5%. b. Uji Homogenitas Variansi

Untuk mengetahui apakah kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki variansi yang sama rata atau homogeny maka perlu dilakukan uji homogenitas variansi. Uji ini dilakukan dengan menggunakan program

Software Statistics Passage for the Social Science (SPSS) for windows.

c. Uji Hipotesis

Langkah-langkah uji hipotesis :  Membuat deskriptif Ha dan Ho

Ho ; µ1 = µ2= tidak ada pengaruh setelah diberi perlakuan Ha ; µ1 ≠ µ2= ada pengaruh setelah diberi perlakuan  Mencari t hitung

𝑡 = 𝑋 − 𝜇𝑠 𝑜 𝑛

Keterangan :

t = nilai t yang dihitung

𝑋 = nilai rata-rata

µo= nilai yang dihipotesiskan s = simpangan baku sampel n = jumlah anggota sampel d. Perhitungan Uji Gain Ternormalisasi

Perhitungan gain ternormalisasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kemampuan dasar pemecahan masalah siswa selama

(14)

Indri Yulianingsih,2015

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER DALAM KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

penelitian ini baik dengan pembelajaran menggunakan pendekatan NHT

maupun pembelajaran yang menggunakan pendekatan konvensional. Adapun perhitungan gain ternormalisasi menggunakan bantuan software Ms. Exel dengan rumus dari (Melzer, 2003).

% 100 . . . . x pretes skor ideal skor pretes skor postes skor g   

Dimana skor ideal yaitu 100.

Untuk mellihat peningkatan N-Gain siswa, maka sebagai acuan menggunakan tabel yang tertera di bawah ini.

Tabel 3.8 Interpretasi N–Gain Gain Klasifikasi g>0,7 gain tinggi 0,3<g≤0,7 gain sedang g≤0,3 gain rendah

Gambar

Gambar 3.1  Alur Penelitian
Tabel 3.8  Interpretasi N–Gain  Gain  Klasifikasi  g&gt;0,7  gain tinggi  0,3&lt;g≤0,7  gain sedang  g≤0,3  gain rendah

Referensi

Dokumen terkait

Sebelum memberikan tes kepada siswa, menurut Purwanto (2014:62) terdapat dua syarat psikometris yang harus dipenuhi sebuah instrumen yaitu validitas dan

Proses Profile Matching dilakukan untuk menentukan rekomendasi karyawan dalam Sistem Kenaikan Jabatan dan Perencanaan Karir berdasar pada 3 aspek yaitu Kapasitas

Menghadapi bencana alam yang disebabkan oleh perubahan iklim, negara-negara maju penghasil emisi karbon terbesar di dunia seharusnya menyadari perlunya bersikap adil

Menurut Brehm (1992), ambang batas terhadap ancaman seksual (individu mempersepsikan pasangannya berminat dalam hubungan seksual dengan orang lain) lebih rendah

(4) Bagi Anggota Biasa yang telah menjadi anggota pada Anggota Luar Biasa Kadin, yaitu Organisasi Perusahaan atau Organisasi Pengusaha dikenakan Uang Iuran Anggota sebesar 50%

Setelah kedua variabel tersebut diukur, maka dapat digunakan untuk menjawab tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah

• Kegiatan Ayo Menulis, siswa menuliskan sikap-sikap dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan nilainilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila?. • Siswa bisa

Berdasarkan beberapa pendapat pakar di atas, dapat dinyatakan bahwa tindak tutur merupakan kegiatan menggunakan bahasa kepada mitra tutur dalam rangka