• Tidak ada hasil yang ditemukan

I l m u W a r i s Oleh : Abu Suhaib Salim Ali Ganim. Surabaya; 11/11/2013 M.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "I l m u W a r i s Oleh : Abu Suhaib Salim Ali Ganim. Surabaya; 11/11/2013 M."

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

ميحرلا نمحرلا للها مسب

مكيلع ملاسلا

هتاكربو للها ةمحرو

I lm u

W ari s

Oleh : Abu Suhaib Salim Ali Ganim. Surabaya; 11/11/2013 M.

(2)

Oleh : Abu Suhaib Salim Ali Ganim. Surabaya; 11/11/2013 M.

(3)

ميحرلا نحمرلا للها مسب

وتاكربو للها ةحمرو مكيلع ملاسلا

Ilmu Waris

Oleh : Abu Suhaib Salim Ali Ganim. Surabaya; 11/11/2013 M.

(4)

Bagian Dzawil Furudh & Ashobah

yang tersebut dalam Al-Qur’an dan

(5)

Ayat-ayat tentang waris.

Surat An-Nisa’ ayat 11

.

disebutkan bagian waris 1/2, 2/3, 1/6, 1/3 dan

(2:1 antara anak laki-laki dan perempuan).

Surat An-Nisa’ ayat 12.

disebutkan bagian waris 1/2, 1/4, 1/8, 1/6 dan

1/3.

Surat An-Nisa’ ayat 176.

disebutkan bagian waris 1/2, 2/3, dan (2:1

antara saudara laki-laki dan perempuan yang

bukan seibu).

(6)

Hadits Nabi

ِنْب ِللها ِدْبَع ْنَع

ٍساَّبَع

a

َِبَِّنلا َّنَأ

:

َلاَق

`

اْوُقِْلَْأ

اَمَف اَهِلْىَأِب َضِئاَرَفلا

ٍلُجَر َلَْوَِلَِف َيِقَب

.

ٍرَكَذ

يِراَخُبلا ُهاَوَر

مِلْسُمَو

Dari Abdullah bin Abbas

a

Sesungguhnya Nabi

`

bersabda : "Berikanlah

jatah harta peninggalan

kepada orang yang berhak

atasnya, dan apa yang

masih tersisa berikanlah

kepada dia yang lebih

berhak dari golongan

(7)
(8)

 Definisi Ilmu Waris

Rukun & Syarat Waris  Sebab & Penghalang Waris

Ahli Waris Laki-laki & Perempuan  Macam-macam Waris & Ahli Waris

Mengenal Ahli Waris Dzawil Furudh &’AshobahBagian masing-masing Dzawil Furudh & contoh

(9)

Definisi Ilmu Waris

 Definisi Ilmu Waris adalah :

Suatu disiplin ilmu yang membahas tentang ahli waris -siapa yang berhak mewarisi dan yang tidak berhak mewarisi- dan ketentuan bagian masing-masing ahli waris.

 Batasan Ilmu Waris :

Mengetahui pembagian harta warisan baik

menurut pemahamannya dan perhitungannya.

(10)

Rukun – rukun waris

Rukun-rukun Waris :

Pewaris, yakni orang yang wafat, dan ahli warisnya berhak untuk mewarisi harta peninggalannya.

Ahli waris, yaitu mereka yang berhak untuk menguasai atau menerima harta peninggalan pewaris dikarenakan adanya ikatan kekerabatan (nasab) atau ikatan pernikahan, atau wala’.

Harta warisan, yaitu segala jenis benda atau kepemilikan yang ditinggalkan pewaris, baik berupa uang, tanah, dll.

(11)

Syarat - syarat waris

Syarat-syarat Waris :

Meninggalnya seseorang (pewaris) baik secara

hakiki maupun secara hukum (misalnya

dianggap telah meninggal oleh hakim).

Adanya ahli waris yang hidup secara hakiki

pada waktu pewaris meninggal dunia.

Mengetahui seluruh ahli waris secara pasti,

(12)

Sebab - sebab waris

Sebab-sebab Waris :

Kerabat hakiki (adanya ikatan nasab), seperti kedua orang tua, anak, saudara, paman, dst.

Pernikahan, yaitu terjadinya akad nikah secara legal (syar'i) antara seorang laki-laki dan

perempuan, sekalipun belum atau tidak terjadi hubungan intim (bersenggama) antar keduanya.

Al-Wala’, yaitu kekerabatan karena sebab hukum. disebut juga wala’ al-'itqi dan wala’ an-ni'mah.

(13)

Penghalang – penghalang waris

Penghalang / Penggugur Waris :

Budak.

Pembunuh.

(14)

Ahli waris laki-laki

(1) Anak laki-laki (dari

pernikahan yang sah),

(2) Cucu laki-laki (dari anak laki-laki),

(3) Bapak kandung,

(4) Kakek (dari pihak bapak),

(5) Saudara Laki-laki kandung,

(6) Saudara Laki-laki seayah,

(7) Saudara Laki-laki seibu,

(8) Anak Laki-laki dari

saudara laki-laki kandung,

(9) Anak Laki-laki dari saudara laki-laki seayah,

(10) Paman kandung

(saudara kandung bapak),

(11) Paman seayah

(saudara bapak seayah),

(12) Anak Laki-laki paman kandung,

(13) Anak Laki-laki paman seayah,

(14) Suami/Duda (bukan mantan),

(15) Laki-laki yang

(15)

Ahli Waris Laki-laki & contoh aplikasi

Jika seluruh ahli waris laki-laki berkumpul;

Maka yang akan mendapat harta warisan diantara

mereka hanyalah tiga : Suami, Ayah dan Putra, selain mereka akan terhalang dan tidak mendapat waris.

Lihat tabel berikut :

12

Harta 600 jt

1/4

Suami

3

600 : 12 x 3 = 150 jt

1/6

Ayah

2

600 : 12 x 2 = 100 jt

(16)

Ahli waris Perempuan

(1) Anak Perempuan (dari pernikahan yang sah),

(2) Ibu kandung,

(3) Cucu Perempuan (dari keturunan anak laki-laki),

(4) Nenek (ibu dari

ibu),

(5) Nenek (ibu dari

bapak), (6) Saudara Perempuan kandung, (7) Saudara Perempuan seayah, (8) Saudara Perempuan seibu, (9) Istri/Janda (bukan mantan), (10) Perempuan yang memerdekakan budak.

(17)

Ahli Waris Perempuan & contoh aplikasi

Jika seluruh ahli waris Perempuan berkumpul; Maka yang mendapat harta warisan diantara mereka hanyalah lima : Istri, Ibu, Putri, Cucu Pr (putrinya

putra), Saudari kandung, selain mereka akan terhalang.

Lihat tabel berikut :

24 Harta 480 jt 1/8 1 Istri 3 480 x 3/24 = 60 jt 1/6 Ibu 4 480 x 4 = 1920 : 24 = 80 jt 1/2 1 Putri 12 24 : 12 = 2 jadi 480 : 2 = 240 jt 1/6 1 Cucu Pr 4 480 : 24 x 4 = 80 jt Sisa 1 Sdri K 1 24/480 = 1/20 jd 1 : 1/20 = 1 x 20/1 = 20 jt

(18)

Ahli Waris Laki-laki & Perempuan beserta contoh aplikasi

Jika seluruh ahli waris

laki-laki dan

Perempuan berkumpul;

Maka yang mendapatkan harta waris diantara mereka hanyalah lima : Ibu, Ayah, Putra, Putri, dan salah satu Suami atau Istri.

(19)

Perhatikan dua tabel berikut :

Jika mayat Laki-laki

Jika mayat Perempuan

24 72 1/8 Istri 3 9 1/6 Ibu 4 12 1/6 Bapak 4 12 Sisa 2 : 1 Putra 13 26 Putri 13 12 36 1/4 Suami 3 9 1/6 Ibu 2 6 1/6 Bapak 2 6 Sisa 2 : 1 Putra 5 10 Putri 5

(20)
(21)

Bagan Ahli Waris

Dzawil Furudh & Ashobah

Ibunya Ibu

Ibunya

Ayah Kakek

Ibu Ayah Paman

Kandung Paman Sebapak Anak Lelaki Pmn Sebapak Anak Lelaki Pmn Kndg Sdr Lk/Pr Seibu Suami/ Istri Mayat Anak Pr Anak Lelaki Cucu Lelaki Cucu Pr Sdr Lk Sebapak Sdr Pr Sebapak Sdr Lk Kndg Sdr Pr Kndg Ponakan laki-laki Kndg Ponakan Laki-laki Sebapak Istri Istri Suami Suami Istri

(22)

Bagan Ahli Waris

Dzawil Furudh & Ashobah

Ibunya Ibu Ibunya Ayah Kakek

Ibu Ayah Paman Kandung Paman Sebapak Anak Lelaki Pmn Sebapak Anak Lelaki Paman Kandung Sdr Lk/Pr Seibu

Suami/ Istri Mayat

Anak Pr Anak Lelaki

Cucu Lelaki Cucu Pr Sdr Lk Sebapak Sdr Pr Sebapak Sdr Lk Kndg Sdr Pr Kndg Ponakan

laki-laki Kandung Ponakan laki-laki Sebapak Istri Istri Suami Suami Istri Ibu Nenek Ibu Nenek Ibu Nenek Ibu Nenek Ayah Kakek Ayah Kakek Cicit Lelaki Cicit Lelaki Cicit Pr Cicit Pr

(23)
(24)

Kerabat Ahli Waris dari Ushul

Bagan

No Kerabat si mayit Dzawil Furudh ‘Ashob ah Dzawil Arhaam 1 Bapak kandung  

2 Ayahnya bapak (Kakek)  

3 Ayahnya ibu (Kakek) 

4 Ayahnya kakek dari pihak bapak  

5 Ayahnya kakek dari pihak ibu 

6 Ibu kandung 

7 Ibunya ibu (Nenek) 

8 Ibunnya bapak (Nenek)  9 Ibunya nenek dari pihak ibu  10 Ibunya nenek dari pihak bapak 

(25)

Kerabat Ahli Waris dari Furu’

Bagan

No Kerabat si mayit Dzawil Furudh

‘Asho bah

Dzawil Arhaam

1 Anak Laki-laki (Putra) 

2 Cucu Laki-laki dari Putra  3 Cucu Perempuan dari Putra 

4 Cicit Laki-laki dari pihak Putra  5 Cicit Perempuan dari pihak Putra 

6 Anak Perempuan (Putri) 

7 Cucu Laki-laki dari Putri 

8 Cucu Perempuan dari Putri 

9 Cicit Laki-laki dari pihak Putri  10 Cicit Perempuan dari pihak Putri 

(26)

Kerabat Ahli Waris dari Hawasyi

Bagan

No Kerabat si mayit Dzawil

Furudh

‘Asho bah

Dzawil Arhaam

1 Saudara Laki-laki kandung  2 Putra Saudara Laki-laki kandung 

3 Putri Saudara Laki-laki kandung  4 Saudara Laki-laki sebapak 

5 Putra Saudara Laki-laki kandung 

6 Putri Saudara Laki-laki sebapak  7 Saudara Laki-laki seibu 

8 Putra Saudara Laki-laki seibu  9 Putri Saudara Laki-laki seibu 

(27)

Kerabat Ahli Waris dari Hawasyi

Bagan

No Kerabat si mayit Dzawil Furudh

‘Asho bah

Dzawil Arhaam 1 Saudara perempuan kandung 

2 Putra Saudara Perempuan kandung  3 Putri Saudara Perempuan kandung  4 Saudara Perempuan sebapak 

5 Putra Saudara Perempuan kandung  6 Putri Saudara Perempuan sebapak  7 Saudara Perempuan seibu 

8 Putra Saudara Perempuan seibu  9 Putri Saudara Perempuan seibu 

(28)

Kerabat Ahli Waris dari Hawasyi

Bagan

No Kerabat si mayit Dzawil Furudh

‘Ashob ah

Dzawil Arham

1 Paman (Sdr Laki-laki ayah) kandung  2 Putra Paman (Sdr Laki-laki ayah) kandung 

3 Putri Paman (Sdr Laki-laki ayah) kandung  4 Paman (Sdr Laki-laki ayah) sebapak 

5 Putra Paman (Sdr Laki-laki ayah) sebapak 

6 Putri Paman (Sdr Laki-laki ayah) sebapak  7 Paman (Sdr Laki-laki ayah) seibu  8 Putra Paman (Sdr Laki-laki ayah) seibu  9 Putri Paman (Sdr Laki-laki ayah) seibu 

(29)

Kerabat Ahli Waris dari Hawasyi

Bagan

No Kerabat si mayit Dzawil Furudh

‘Asho bah

Dzawil Arham 1 Paman (Sdr Laki-laki ibu) kandung  2 Putra Paman (Sdr Laki-laki ibu)

kandung

 3 Putri Paman (Sdr Laki-laki ibu) kandung  4 Paman (Sdr Laki-laki ibu) sebapak  5 Putra Paman (Sdr Laki-laki ibu) sebapak  6 Putri Paman (Sdr Laki-laki ibu) sebapak  7 Paman (Sdr Laki-laki ibu) seibu  8 Putra Paman (Sdr Laki-laki ibu) seibu  9 Putri Paman (Sdr Laki-laki ibu) seibu 

(30)

Kerabat Ahli Waris dari Hawasyi

Bagan

No Kerabat si mayit Dzawil Furudh

‘Asho bah

Dzawil Arham 1 Bibi (Sdr perempuan ayah) kandung  2 Putra Bibi (Sdr perempuan ayah) kandung  3 Putri Bibi (Sdr perempuan ayah) kandung  4 Bibi (Sdr perempuan ayah) sebapak  5 Putra Bibi (Sdr perempuan ayah) sebapak  6 Putri Bibi (Sdr perempuan ayah) sebapak  7 Bibi (Sdr perempuan ayah) seibu  8 Putra Bibi (Sdr perempuan ayah) seibu  9 Putri Bibi (Sdr perempuan ayah) seibu 

(31)

Kerabat Ahli Waris dari Hawasyi

Bagan

No Kerabat si mayit Dzawil Furudh

‘Asho bah

Dzawil Arham 1 Bibi (Sdr perempuan ibu) kandung  2 Putra Bibi (Sdr perempuan ibu) kandung  3 Putri Bibi (Sdr perempuan ibu) kandung  4 Bibi (Sdr perempuan ibu) sebapak  5 Putra Bibi (Sdr perempuan ibu) sebapak  6 Putri Bibi (Sdr perempuan ibu) sebapak  7 Bibi (Sdr perempuan ibu) seibu  8 Putra Bibi (Sdr perempuan ibu) seibu  9 Putri Bibi (Sdr perempuan ibu) seibu 

(32)

Macam-macam waris & Ahli Waris

Macam-macam waris ada dua (2):

1- Waris dengan Fardhu.

(Al-Fardhu adalah kadar/bagian-bagian tertentu

yang diperoleh ahli waris, yakni :

1/2, 1/4, 1/8,

2/3, 1/3

dan

1/6

)

2- Waris dengan Ashobah.

(‘Ashobah adalah ahli waris yang mendapatkan

bagian tidak tertentu/tetap).

(33)

Macam-macam waris & Ahli Waris

Macam-macam ahli waris, ada tiga (3) :

1- Dzawil Furudh.

2- Ashobah.

3- Dzawil Arham.

Adapun al-Furudh al-Muqaddarah adalah kadar tertentu bagi ahli waris yang tersebut dalam Al-Qur'an, yaitu ada enam (6) :

(34)

Mengenal Dzawil Furudh

Dzawil Furudh (Ashabul Furudh) adalah ahli waris yang mendapat kadar / bagian tertentu.

Ahli Waris

Dzawil Furudh

:

 (1) Suami/Duda (bukan mantan),

 (2) Istri/Janda (bukan mantan),

(3) Anak Perempuan (Putri) kandung,

 (4) Cucu Perempuan (dari keturunan anak laki-laki),

 (5) Ibu Kandung,

(6) Nenek (ibu dari ibu / ibu dari bapak),  (7) Ayah Kandung,

(8) Kakek (ayahnya bapak),

 (9) Saudara Perempuan kandung,

(10) Saudara Perempuan seayah,

(35)

Macam-macam Waris

Perhatikan tabel/bagan berikut :

Bagian (1/2) Macam-macam Waris Waris dengan Ashobah Bagian (1/3) Bagian (2/3) Disebut dengan Furudh Al-Muqaddar ah Bagian (1/6) Bagian (1/4) Bagian (1/8) Waris dengan Fardhu ‘Ashobah binafsihi ‘Ashobah bighoirihi ‘Ashobah ma’alghoiri

(36)

Macam-macam Ahli Waris

Perhatikan tabel/bagan berikut :

Macam-macam Ahli Waris Sebab Nikah Dzawil Furudh atau Ashabul Furudh Nasabiyyah Sababiyyah Dzawil Arhaam ‘Ashobah Sebab Nasab Suami Istri

Terhalang selama ada Dzawil

Furudh dan atau ’Ashobah. Ushul

Furu’ Hawasyi

(37)

Macam-macam Ahli Waris Dzawil Furudh

Perhatikan tabel/bagan berikut :

Ahli Waris Dzawil Furudh sebab nasab

Seorang/beberapa Anak Pr (Putri)

Seorang/beberapa Cucu Pr dr Putra

Ushul

Hawasyi

Seorang/beberapa Sdr Lk/Pr seibu Seorang/beberapa Sdri sebapak Seorang/beberapa Sdri kandung

Ayah

Furu’

Kakek

Ibu Ibunya Ibu (Nenek)

Ibunya Ayah (Nenek)

(38)

Bagan Ahli Waris

Dzawil Furudh

Ibunya Ibu Kakek Ibunya Ayah

Ibu Ayah Sdr Lk/Pr Seibu - Suami/ - Istri Mayat Lk/Pr Putri Putra Cucu Pr dr Putra Sdri Sebapak Sdri Kandung Istri Istri-2 Suami-2 Suami-2

(39)

Macam-macam Ahli Waris ‘Ashobah

Perhatikan tabel/bagan berikut :

Ahli Waris ‘Ashobah

Sdri kandung dg Anak Pr/Cucu Pr dr Putra

Sdri sebapak dg Anak Pr/Cucu Pr dr Putra

‘Ashobah binafsihi ‘Ashobah bighoirihi ‘Ashobah ma’alghoiri

Sdri sebapak dg Sdr sebapak (2:1)

Sdri kandung dg Sdr kandung (2:1)

Cucu Pr dr Putra dg cucu Lk dr Putra (2:1)

Anak Pr dengan anak Lk (2:1)

(40)

Bagan Ahli Waris

Ashobah

dari nasab

Kakek

Ayah Paman Kandung Paman Sebpk

Putra Paman Sebapak Putra Paman Kandung Mayat Lk/Pr Putra Cucu Lk dr Putra Sdr Sebapak Sdr Kandung Putra Sdr Kandung Putra Sdr Sebapak Istri Istri-2 Istri-2

(41)

Bagan Ahli Waris

Dzawil Furudh & Ashobah

Ibunya Ibu Ibunya Ayah Kakek

Ibu Ayah Paman Kandung Paman Sebapak Anak Lelaki Pmn Sebapak Anak Lelaki Paman Kandung Sdr Lk/Pr Seibu

Suami/ Istri Mayat

Anak Pr Anak Lelaki

Cucu Lelaki Cucu Pr Sdr Lk Sebapak Sdr Pr Sebapak Sdr Lk Kndg Sdr Pr Kndg Ponakan

laki-laki Kandung Ponakan laki-laki Sebapak Istri Istri Suami Suami Istri Ibu Nenek Ibu Nenek Ibu Nenek Ibu Nenek Ayah Kakek Ayah Kakek Cicit Lelaki Cicit Lelaki Cicit Pr Cicit Pr

(42)

Perhatikan Latihan-latihan

Ashabul

(43)

Bagian Suami

Bagian Suami 1/2 bila tidak ada Far’ul Waris (anak keturunan dzawil

furudh atau ‘ashobah).

Bagian Suami 1/4 bila terdapat Far’ul Waris

(anak keturunan dzawil

furudh atau ‘ashobah).

2 1/2 Suami 1 1/2 1 Sdri kandung 1 4 1/4 Suami 1 Sisa 1 Anak laki-laki. 3

(44)

Beberapa contoh dan latihan

Contoh 1

Contoh 2

2 1/2 Suami 1 M 1 Cucu Pr dr Putri -Sisa Putra Sdr kandung 1 4 1/4 Suami 1 M 1 Cucu Pr dr Putri -1/2 + Sisa 1 Cucu Pr dr Putra 2 + 1

(45)

Beberapa contoh dan latihan

Contoh 3

Contoh 4

12 1/4 Suami 3 2/3 8 Cucu Pr dr Putra 8 M Putri Sdr kandung -Sisa Putra Sdr kandung 1 12 1/4 Suami 3 M 3 Cucu Pr dr Putri -1/2 1 Cucu Pr dr Putra 6 1/6 + Sisa Ayah 2 + 1

(46)

Bagian istri

Bagian Istri 1/4 bila tidak ada Far’ul Waris (anak keturunan dzawil

furudh atau ‘ashobah).

Bagian Istri 1/8 bila terdapat Far’ul Waris

(anak keturunan dzawil

furudh atau ‘ashobah).

4 1/4 1 Istri 1 Sisa 1 Paman kandung 3 8 1/8 1 Istri 1 Sisa 1 Putra. 7

(47)

Beberapa contoh dan latihan

Contoh 1

Contoh 2

4 1/4 1 Istri 1 M Cucu Pr dr Putri -Sisa Putra Paman K 3 8 48 1/8 2 Istri 1 6 M Cucu Pr dr Putri - -Sisa (2:1) 1 Cucu Pr dr Putra 7 14 1 Cucu Lk dr Putra 28

(48)

Beberapa contoh dan latihan

Contoh 3

Contoh 4

4 1/4 Istri 1 Sisa (3/4) 1 Sdr kandung 2 1 Sdri kandung 1 M Putra sdr kandung -12 1/4 Istri 3 1/3 Ibu 4 1/6 1 Sdr seibu 2 Sisa 1 Putra sdr sebapak 3

(49)

Bagian anak perempuan seorang/lebih

 Bagian seorang anak Pr adalah 1/2 selama tidak ada sdr laki-lakinya.

 Bagian dua orang anak Pr atau lebih adalah

2/3 selama tidak ada sdr laki-lakinya. 4 1/4 Suami 1 1/2 1 Putri 2 Sisa Paman 1 24 1/8 Istri 3 2/3 4 Putri 16 1/6 & Sisa Ayah 4 + 1

(50)

Bagian anak perempuan ketika bersama saudara laki-lakinya sekandung, sebapak

ataupun seibu (

mu’ashib

)

Bagian seorang anak perempuan atau lebih

ketika bersama saudara laki-lakinya yang

sekandung, sebapak maupun seibu adalah (2:1).

4

1/4

Suami

1

Sisa

(2:1)

1 anak Pr

1

1 anak laki-laki

2

(51)

Bagian anak perempuan ketika bersama saudara laki-lakinya sekandung, sebapak

ataupun seibu (

mu’ashib

) 24 1/8 Istri 3 1/6 Ibu 4 1/6 Ayah 4 Sisa (2:1) 1 anak Pr 1 6 anak laki-laki. 12

(52)

Beberapa contoh dan latihan

Contoh 1

Contoh 2

12 1/4 Suami 3 1/2 1 Putri 6 1/6 Ibu 2 Sisa Putra Sdr kandung 1 12 36 1/4 Suami 3 9 2/3 4 Putri 8 24 Sisa (2:1) 1 Cucu Pr dr Putra 1 1 1 Cucu Lk dr Putra 2

(53)

Beberapa contoh dan latihan

Contoh 3

Contoh 4

24 1/8 Istri 3 1/6 Ayah 4 Sisa (2:1) 3 Putri 3 7 Putra 14 M Putra Sdr kandung -24 72 1/8 2 Istri 3 9 1/6 Ibu 4 12 1/6 Kakek 4 12 Sisa (2:1) 1 Putra 13 26 1 Putri 13

(54)

Bagian Cucu perempuan dari

anak/keturunan laki-laki seorang/lebih

 Bagian seorang cucu Pr adalah 1/2 selama tidak ada sdr laki-lakinya.

 Bagian dua orang cucu Pr atau lebih adalah 2/3 selama tidak ada sdr

laki-lakinya (mu’ashib).

8

1/8

Istri

1

1/2

1 cucu

Pr

4

Sisa Paman

3

12/13 A’ul 13 1/4 Suami 3 3/13 2/3 4 Cucu Pr 8 8/13 1/6 & Sisa Ayah 2 2/13

(55)

Bagian Cucu perempuan dari

anak/keturunan laki-laki seorang/lebih.

Bagian seorang cucu perempuan atau lebih 1/6

ketika bersama satu anak perempuan berwaris

setengah (1/2) sebagai penyempurna (2/3).

12

1/4 Suami 3

1/2 1 anak pr (putri) 6 1/6 1 cucu pr dr putra 2

(56)

Bagian Cucu perempuan dari

anak/keturunan laki-laki seorang/lebih.

 Latihan 1 24 72 1/8 Istri 3 9 2/3 2 Anak Pr 16 48 1/6 Ibu 4 12 M 2 Sdri Kandung - -Sisa (2:1) 1 Cucu Pr 1 1 1 Cucu laki-laki. 2

(57)

Beberapa contoh kasus

Latihan 2

12/13

‘Aul 13

1/4

Suami

3

3/13

2/3

4 anak Pr

8

8/13

1/6

Ibu

2

2/13

G

1 cucu Pr

-

Gugur

Sisa

1 Sdri

Kandung

-

Tidak

tersisa

(58)

Beberapa contoh kasus

Latihan 3

24

48

1/8

Istri

3

6

2/3

2 Anak Pr

16

32

1/6

Ibu

4

8

G

1 cucu Pr

-

-Sisa

2 Sdri

sebapak

1

2

(59)

Cucu perempuan berashobah ???

Cucu Perempuan berashobah bil ghoiri ketika

bersama mu’ashib (sdr laki-lakinya sekandung

atau sebapak atau sepupu laki-lakinya).

4

4

1/4

Suami

1

1

Sisa

(2:1)

1 cucu Pr

3

1

1 cucu Laki-laki

2

(60)

Cucu perempuan berashobah ???

Contoh Lain :

24 72 1/8 Istri 3 9 1/2 1 Putri 12 36 1/6 Ibu 4 12 1/6 Ayah 4 12 M Sdri kandung - -Sisa (2:1) 1 Cucu Pr 1 1 1 Cucu Laki-laki 2

(61)

Cucu perempuan berashobah ???

Cucu Perempuan berashobah bil

ghoiri ketika bersama mu’ashib

(sdr laki-lakinya

atau

sepupu

laki-lakinya

atau

cucu laki-laki

dari keturunan laki-laki yang

(62)

Cucu perempuan berashobah ???

Lebih jelasnya Perhatikan contoh berikut:

6 18

1/2 1 Anak Pr ) تنبلا ( 3 9 1/6

1 Cucu Pr dari anak laki-laki ( تنب نبا ) 1 3 Sisa (2:1) تنب نبا نبا

Cicit Pr dari keturunan Laki2

2

2 نبا نبا نبا نبا

Cicit Laki-laki dr keturunan Laki2 yang lebih rendah derajatnya

(63)

Bagian waris Ibu

 Hak Ibu 1/6 bilamana terdapat Far’ul Waris atau terdapat (dua /lebih) sdr si mayat.

 Contoh ibu jika dengan far’ul waris (anak

keturunan dzawil

furudh atau ‘ashobah).

6 1/6 Ibu 1 Sisa 5 Sdr Lk kandung 5 6 1/6 Ibu 2 1/2 1 Putri 3 Sisa Paman 1

(64)

Bagian waris Ibu

 Hak Ibu 1/3 bilamana tidak terdapat Far’ul Waris atau tidak

terdapat (dua/lebih) saudara si mayit.

 Contoh ibu jika dengan far’ul waris (anak

keturunan dzawil

furudh atau ‘ashobah).

6 1/3 Ibu 2 1/2 1 Sdr Pr kandung 3 Sisa Paman 1 6 1/6 Ibu 1 A 1 Putra 5 M Paman

(65)

-Kapankah Ibu mendapat 1/3 sisa ???

(masalah

al-’umariyatain

)

Kasus Pertama

Kasus Kedua

Asal masalah 12 (bukan Umariyatain) Umariyatain (asal masalah 4) Istri 1/4 3 1 Ibu 1/3 4 1 ( 1/3 sisa ) Ayah Sisa 5 2 Asal masalah 6 (bukan Umariyatain) Umariyatain (asal masalah 6) Suami 1/2 3 3 Ibu 1/3 2 1 ( 1/3 sisa ) Ayah Sisa 1 2

(66)

Selamat Mengikuti Penjelasan

Berikut :

(67)

Apakah Nenek (ibu dari ibu & ibu dari

ayah) mendapat hak Waris ???

Kriteria Nenek yang mendapat hak waris. Setiap Nenek yang ter-hubungkan dengan ahli

waris, seperti : (Nenek dari pihak ibu dan terus keatas yang seluruhnya wanita, Nenek dari pihak ayah dan seterusnya keatas yang

seluruhnya laki-laki).

 Nenek mendapat bagian waris selama tidak ada ibu si

mayit atau nenek terdekat.

 Bagian nenek

seperti ibu, kecuali dalam masalah

Umariyatain.

(68)

Apakah Nenek (ibu dari ibu & ibu dari

ayah) mendapat hak Waris ???

Perhatikan tabel berikut :

Kriteria Nenek Dzawil Furudh

Dzawil Arham

Ibunya Ibu  Ibunya Ayah  Ibunya Kakek dari Ayah 

Ibunya Kakek dari Ibu  Ibunya Nenek dari Ayah 

(69)

Untuk lebih jelas lagi,

Perhatikan tabel berikut :

Macam-macam Nenek Pendapat para Ulama Islam

Ibunya Ibu (Nenek dari Ibu) Menurut Pendapat al-Malikiyah. Menurut Pendapat al-Hanabilah. Menurut Pendapat al-Hanafiyah & as-Syafi’iyah. Ibunya Ayah (Nenek dari

Ayah)

Ibunya Kakek dari pihak ayah (dari keturunan

laki-laki)

x

Neneknya kakek dari ayah pihak ayah (dari

keturunan laki-laki)

(70)

Amati & cermati tabel berikut :

Macam-macam Nenek Pendapat para Ulama Islam

Nenek ke V dari Ibu, dari keturunan Perempuan

( مأ ملأا مأ مأ مأ مأ ) Menurut Pendapat al-Malikiyah. Menurut Pendapat al-Hanabilah. Menurut Pendapat al-Hanafiyah & as-Syafi’iyah. Nenek ke V dari Ayah,

dari keturunan Perempuan

( مأ بلأا مأ مأ مأ مأ )

Nenek ke IV dari Kakek (ayahnya ayah) dari keturunan perempuan.

مأ بأ مأ مأ مأ

بلأا

Nenek ke III dari ayahnya kakek dari pihak ayah

مأ بلأا بأ بأ مأ مأ

Nenek ke II dari kakeknya kakek dari pihak ayah

مأ بلأا بأ بأ بأ مأ

(71)

Contoh Kasus Nenek

 Bagian nenek seperti ibu

(1/6) seorang atau lebih. Selama tidak ada ibu

atau nenek terdekat. Contoh 1 :

 Nenek terhalang oleh/ dengan adanya ibu.

Contoh 2 : 6 1 Nenek 1/6 1 1 Putri 1/2 3 1 Paman Sisa 2 6 1 Nenek dr ayah M -1 Nenek dr ibu M -Ibu 1/6 1 1 Putra Sisa 5

(72)

Contoh Kasus Nenek

Nenek (ibunya ayah) terhalang oleh ayah

menurut Jumhur, sedangkan pendapat Imam

Ahmad tidak terhalang oleh ayah.

6 6 12

Nenek (Ibunya ibu) 1/6 1 1/6 1 1 Nenek (Ibunya ayah) M - 1

Ayah 1/6 1 1/6 1 2

1 Putra Sisa 4 Sisa 4 8 Jumhur Imam Ahmad

(73)

(masalah Umariyatain & bukan

Umariyatain)

Umariyatain

Bukan Umariyatain

Asal masalah 6 (bukan Umariyatain) Suami 1/2 3 Nenek 1/6 1 Ayah Sisa 2 Asal masalah 6 (Umariyatain) Suami 1/2 3 Ibu 1/3 Sisa 1 Ayah Sisa 2

(74)

(masalah Umariyatain & bukan

Umariyatain)

Umariyatain

Bukan Umariyatain

Asal masalah 12 (bukan Umariyatain) Istri 1/4 3 Nenek 1/6 2 Ayah Sisa 7 Asal masalahnya 4 atau 12 (Umariyatain) Istri 1/4 1 3 Ibu 1/3 Sisa 1 3 Ayah Sisa 2 6

(75)

Bagian waris ayah

 Hak Ayah 1/6 bilamana

terdapat Far’ul Waris laki (anak keturunan Laki-laki yang ber-ashobah).

Hak Ayah Ashobah

bilamana tidak terdapat

Far’ul Waris Laki-laki

maupun Perempuan. 6 1/6 Ayah 1 Sisa 5 anak Laki-laki 5 3 1/3 Ibu 1 Sisa Ayah 2 M Paman

(76)

-Bagian waris ayah

Hak Ayah 1/6 + ‘ashobah bilamana terdapat far’ul waris perempuan (anak keturunan perempuan dzawil furudh).

Contoh Ayah berashobah.

6 2/3 2 anak Pr 4 1/6 + Sisa Ayah 1 + 1 1 A Ayah 1 M 1 Sdr Pr kandung -M Paman

(77)
(78)

-Bagian waris kakek

Hak Kakek sama seperti Ayah, kecuali dalam

tiga (3) keadaan :

Kakek beserta Saudara yang bukan seibu.

2 Kasus Umariyatain (Ayah, Ibu, Suami/Istri).

6

1/6

Kakek

1

Sisa

5 Anak Laki-laki

5

(79)

-Bagian waris kakek

Beberapa contoh yang lain :

6 1/6 + Sisa Kakek 1 + 1 2/3 4 anak Pr 4 M Paman -12 1/4 Istri 3 1/6 Nenek 2 Sisa Kakek 7

(80)

(masalah Umariyatain & bukan

Umariyatain)

Umariyatain

Bukan Umariyatain

Asal masalah 6 (bukan Umariyatain) Suami 1/2 3 Ibu 1/3 2 Kakek Sisa 1 Asal masalah 6 (Umariyatain) Suami 1/2 3 Ibu 1/3 Sisa 1 Ayah Sisa 2

(81)

(masalah Umariyatain & bukan

Umariyatain)

Umariyatain

Bukan Umariyatain

Asal masalah 12 (bukan Umariyatain) Istri 1/4 3 Ibu 1/3 4 Kakek Sisa 5 Asal masalahnya 4 atau 12 (Umariyatain) Istri 1/4 1 3 Ibu 1/3 Sisa 1 3 Ayah Sisa 2 6

(82)

Terdapat perbedaan pendapat dalam masalah tersebut :

 Kakek seperti Ayah (yakni menggugurkan hak/bagian waris saudara-saudara yang bukan se-ibu).

Ini Madhab Sahabat Nabi Abu Bakar As-Shiddiq, Aisyah, Abu Musa al-Asy’ari, Abu Darda’, Abu Hurairah, Mu’ad bin Jabal, Ibnu Abbas dll dan pendapat Abu Hanifah, di kuatkan oleh Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qoyyim, As-Sa’di, Ibn baaz & Ibn ‘Utsaimin.

 Saudara yang bukan se-ibu berwaris bersama Kakek.

Ini Madhab para Sahabat Nabi Umar, Utsman, Ali, Ibnu Mas’ud, Zaid bin Tsabit dll dan pendapat Malik, As-Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal.

(83)

Bagian sdr perempuan kandung

seorang/lebih.

Bagian seorang sdri kandung adalah 1/2

selama tidak ada sdr laki-lakinya.

2

1/2

Suami

1

1/2

1 Sdri Kandung

1

Sisa

Paman

(84)

-Bagian sdr perempuan kandung

seorang/lebih.

Beberapa contoh lain :

12 ‘Aul 13 1/4 Istri 3 3/13 1/3 Ibu 4 4/13 1/2 1 Sdri kandung 6 6/13 Sisa Paman - -12 ‘Aul 13 1/4 Suami 3 3/13 2/3 8 Anak Pr 8 8/13 M 1 Sdri kandung - -1/6 + Sisa Ayah 2 2/13

(85)

Bagian sdr perempuan kandung seorang/lebih

Bagian dua

orang atau

lebih sdr Pr

kandung

adalah 2/3

selama tidak

ada sdr

laki-lakinya.

6

‘Aul 7

1/2

Suami

3

3/7

2/3

2 Sdri

Kandung

4

4/7

Sisa Paman

-

(86)

-Bagian sdr perempuan kandung seorang/lebih 

Contoh

Lain :

6/7 35 1/6 Ibu 1 5 2/3 5 Sdri Kandung 4 20 1/3 1 Sdr se-ibu 2 5 1 Sdri se-Ibu 5

Contoh

Lain :

12 36 1/4 Istri 3 9 2/3 4 Sdri Kandung 8 24 Sisa 3 Putra Paman 1 3

(87)

Kapankah sdr perempuan kandung

seorang/lebih ber

ashobah

???

 Sdr Pr kandung akan berashobah bil ghoiri ketika dia bersama sdr laki-lakinya, bagiannya ( 2 : 1 ).

 Sdr Pr kandung akan

berashobah ma’al ghoiri ketika dia bersama

anak Pr si mayat. 2 14 1/2 Suami 1 7 Sisa (2:1) 3 Sdri Kandung 1 3 2 Sdr Kandung 4 24 72 1/8 Istri 3 9 2/3 4 anak Pr 16 48 Sisa 3 Sdri Kandung 5 15

(88)

Bagian sdr perempuan sebapak

seorang/lebih.

Bagian seorang Sdri sebapak adalah 1/2

selama tidak ada sdr laki-lakinya.

4

1/4 Istri 1

1/2 1 Sdri sebapak 2

(89)

Bagian sdr perempuan sebapak

seorang/lebih.

Beberapa contoh yang lain :

6 ‘Aul 8 1/2 Suami 3 3/8 1/3 Ibu 2 4/8 1/2 1 Sdri sebapak 3 6/8 Sisa Paman - -24 1/8 Istri 3 2/3 8 Anak Pr 16 M 1 Sdri sebapak -1/6 + Sisa Ayah 4 + 1

(90)

Bagian sdr perempuan sebapak

seorang/lebih

Bagian dua orang atau lebih Sdri sebapak 2/3

selama tidak ada sdr laki-lakinya.

6/7

35

1/6

Ibu

1

5

2/3

5 Sdri sebapak

4

20

1/3

1 Sdr se-ibu

2

5

1 Sdri se-ibu

5

(91)

Bagian sdr perempuan sebapak

seorang/lebih

Contoh lain.

12 1/4 Istri 3 2/3 2 Sdri sebapak 8 Sisa Paman 1 6 ‘Aul 7 1/2 Suami 3 3/7 2/3 4 Sdri Sebapak 4 4/7 Sisa 3 Anak Laki-laki Paman -

(92)

-Bagian saudara perempuan sebapak

seorang/lebih.

 Bagian Sdri Sebapak 1/6 ketika bersama satu Sdri kandung yang berwaris setengah (1/2).

Sdr i sebapak akan gugur jika

bersama dua orang sdri

kandung atau lebih dan tidak ada sdr laki-laki yg sebapak.

12 1/4 Istri 3 1/2 1 Sdr Pr Kandung 6 1/6 2 Sdr Pr Sebapak 2 Sisa Putra Paman 1 12 1/4 Istri 3 2/3 2 Sdr Pr Kandung 8 G 2 Sdr Pr Sebapak -Sisa Putra Paman 1

(93)

Bagian saudara perempuan sebapak

seorang/lebih.

Sdri sebapak akan ber-’ashobah bil ghoiri, jika

bersama dua orang sdri kandung atau lebih

dan terdapat sdr laki-laki yang sebapak.

12 48 1/4 Istri 3 12 2/3 4 Sdri Kandung 8 32 Sisa (2:1) 1 Sdri sebapak 1 1 1 Sdri sebapak 1 1 Sdr sebapak 2 M Putra Paman K -

(94)

-Kapankah sdr perempuan sebapak

seorang/lebih ber

ashobah

???

 Sdr Pr sebapak akan berashobah bil ghoiri ketika dia bersama sdr laki-lakinya, bagiannya ( 2 : 1 ).

 Sdr Pr sebapak akan

berashobah ma’al ghoiri ketika dia bersama

anak Pr si mayit. 6 6 1/6 Ibu 1 1 Sisa (2:1) 3 Sdri Sebapak 5 3 1 Sdr Sebapak 2 12 60 1/4 Suami 3 15 2/3 4 anak Pr 8 40 Sisa 5 Sdri Sebapak 1 5

(95)

Bagian sdr laki-laki atau perempuan yang seibu seorang/lebih.

 Bagian seorang Sdr Seibu Laki-laki atau Pr adalah 1/6 selama tidak ada

penghalangnya.

 Bagian dua orang/lebih dari Sdr Seibu, Laki-laki atau Pr adalah 1/3 selama tidak ada penghalangnya.

6

1/2 Suami 3

1/3 Ibu 2

1/6 1 Sdri Seibu 1 Sisa Putra Paman

Sebapak -4 20 1/4 Istri 1 5 1/3 + Sisa 2 Sdri Seibu 3 6 Rodd pada Sdr Seibu 3 Sdr Seibu 9

(96)

Bagian sdr laki-laki atau perempuan yang seibu seorang/lebih.

Bagian seorang Sdr seibu

Laki-laki atau Pr adalah 1/6 selama tidak ada

penghalangnya.

Bagian dua orang/lebih

Sdr seibu, Laki-laki atau Pr adalah 1/3 selama

tidak ada penghalangnya.

2 1/2 Suami 1 Sisa Ayah 1 M 1 Sdri seibu -M Putra Paman Sebapak -8 24 1/8 Istri 1 3 Sisa 3 Anak Laki-laki 7 21 M 2 Sdri Seibu - -3 Sdr Seibu

(97)

للها همحر يناسيبلا ميحرلا دبع يضاقلل سيفن ملاك

ِهِدَغ ِْفِ َلاَق َّلَِإ ِوِمْوَ ي ِْفِ اًباَتِك ٌدَحَأ ُبُتْكَي َلَ ُوَّنَأ ُتْيَأَر ينِِّإ

:

ْوَلَو ،ُنَسْحَتْسُي َناَكَل اَذَك َدْيِز ْوَلَو ،ُنَسْحَأ َناَكَل اَذَى َري يُغ ْوَل

ْنِم اَذَىَو ،ُلَْجَْأ َناَكَل اَذَى َكِرُت ْوَلَو ،ُلَضْفَأ َناَكَل اَذَى َميدُق

ِرَشَبْلا ِةَلُْجْ ىَلَع ِصْقَّ نلا ِء َلاْيِتْسا ىَلَع ٌلْيِلَد َوُىَو َِبَِعْلا ِمَظْعَأ

.

 ”Sesungguhnya tidaklah seseorang menulis sebuah karya

ilmiah kecuali esoknya ia berkata : andai saja ini dirubah atau ditambah niscaya akan lebih baik, atau yang ini dimajukan atau dihapus niscaya akan lebih indah, yang demikian

menunjukkan bahwa manusia tiada yang sempurna, memiliki banyak kekurangan“.

Lihat : (Kasyfu Dhunun ‘an Asami al-Kutub wal-Funun. Al-Hajj Kholifah).

(98)

يرثلأا بيهص وبأ مناغ يلع نب ملاس

.

؛اياباروس

11/11/2013

Referensi

Dokumen terkait

Spons Petrosia nigricans hasil transplantasi memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang alami baik pada ulangan 1 maupun ulangan 2 pada pelarut

Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh musik pengiring kerja terhadap penurunan tingkat stres kerja pada pegawai Badan Pengelola Keuangan Daerah

Pada sawah yang berdrainase baik kandungan bahan organik didalam lapisan tanah bawah (subsoil) pada umumnya adalah lebih rendah dari pada lapisan atas tanah.. Akibatnya

Hilangnya atau dicabutnya gigi terutama pada usia muda akan membuat gigi-gigi yang lainnya bergerak ke arah gigi yang hilang tersebut sehingga membuat gigi tidak teratur lagi,

Tujuan pemberian makan pada anak adalah : Tujuan pemberian makan pada anak adalah : Memberikan zat gizi yang cukup sesuai dengan kebutuhan yang Memberikan zat

bahwa Lambang Daerah merupakan wujud dari identitas Daerah Kabupaten Murung Raya dan jati diri yang khas dalam rangkaian upaya memacu semangat untuk maju,

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan persepsi tentang bauran pemasaran

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, memberikan kekuatan kepada penulis selama menyusun Laporan Tesis ini sebagai