• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMASI PORTOFOLIO SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MARKOWITZ.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "OPTIMASI PORTOFOLIO SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MARKOWITZ."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

OPTIMASI PORTOFOLIO SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MARKOWITZ

Oleh: Ari Fitriani NIM 409530001 Program Studi Matematika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sain

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya

yang memberikan kemudahan dan kesempatan kepada penulis sehingga skripsi ini

dapat diselesaikan dengan baik.

Skripsi ini berjudul “Optimasi Portofolio Saham dengan Menggunakan

Model Markowitz”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Sain, Fakultas

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini dengan rendah hati dan tulus penulis menyampaikan

terimakasih yang sebesar-besarnya kepada ibu Dra. Nerli Khairani, M.Si., sebagai

dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan

saran-saran kepada penulis sejak awal penelitian sampai dengan selesainya penulisan

skripsi ini. Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Dr. E. Elvis

Napitupulu, M.S., Bapak Mulyono, S.Si, M.Si., dan Bapak Drs. H. Banjarnahor,

M.Pd., sebagai dosen penguji/pemberi saran yang telah memberikan masukan dan

saran-saran yang sangat bermanfaat mulai dari rencana penelitian sampai

selesainya penyusunan skripsi ini.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Drs. H. Banjarnahor,

M.Pd., sebagai dosen pembimbing akademik, Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si.,

selaku rektor Universitas Negeri Medan beserta para staf pegawai di rektorat,

Bapak Prof. Drs. Motlan, M.Sc., Ph.D, selaku dekan Fakultas Matematika dan

Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan beserta para staf pegawai di

fakultas, Bapak Drs. Syafari, M.Pd., selaku ketua Jurusan Matematika, Ibu Dra.

Nerli Khairani, M.Si., selaku Ketua Program Studi Matematika, Bapak Drs.

Yasifati Hia, M.Si. sebagai Sekretaris Jurusan Matematika beserta seluruh Bapak

dan Ibu dosen serta staf pegawai Jurusan Matematika yang telah membantu

penulis.

Teristimewa penulis ucapkan terima kasih kepada Ayahanda Zainuddin

dan Ibunda Masniar tercinta yang telah banyak memberikan dukungan, do’a,

semangat, motivasi, perhatian dan pengertian yang telah diberikan kepada penulis

(4)

v

terkhusus juga kepada Abangda Iwan Effendi (Alm) yang telah memberikan

motivasi dan pesan-pesan berharga diwaktu kecil, serta Adinda Fauziah yang

senantiasa membantu serta memberikan dukungan dan semangat dengan penuh

perhatian.

Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada yang selalu

menguatkan, Keluarga besar UKMI Ar-Rahman Unimed khususnya Departemen

SPK (Syiar dan Pelayanan Kampus) Universitas, Murobbiah, Laskar’09, teman-

teman kontrakan Gg. Jambu, No.7A (Husna, Haflah, Aan dan dek Fitri), atas do’a

dan semangat kebersamaannya. Penulis juga mengucapkan terima kasih dengan

penuh hangat yang spesial kepada sahabat seperjuangan dalam menuntut ilmu

selama lebih kurang 4 tahun, Ristinawati yang selalu mendengarkan, Nur Tri Julia

yang telaten dan lemah lembut dan teman-teman Nondik’09 yang penuh kejutan

(tanpa kalian saya tidak akan pernah merasakan persahabatan yang

beranekaragam ini).

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelesaikan

skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi

maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang

bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan skripsi ini. Kiranya skripsi

ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan. Semoga Allah

SWT senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Medan, Maret 2014

Penulis,

Ari Fitriani

(5)

iii

OPTIMASI PORTOFOLIO SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MARKOWITZ

ARI FITRIANI (409530001) ABSTRAK

Salah satu alternatif investasi yang paling menjanjikan keuntungan adalah dengan menanamkan dana di pasar modal. Dalam berinvestasi seorang investor dihadapkan pada berbagai macam pilihan investasi, Semakin tinggi tingkat pengembalian yang diharapkan, maka semakin tinggi pula risiko yang akan dihadapi. Para investor juga akan kebingungan untuk menentukan saham apa yang terbaik yang harus dimasukkan ke dalam portofolio dan berapa proporsi dana yang akan mereka investasikan. Berdasarkan pada permasalahan tersebut, dalam tulisan ini digunakan model Markowitz untuk memilih saham terbaik yang akan dimasukkan ke dalam portofolio berdasarkan perhitungan dan analisis optimasi tingkat return dan risiko tiap-tiap saham, uji kesesuaian Chi-Square, perhitungan koefisien korelasi dan kovarians. Setelah terpilih empat saham terbaik selanjutnya dilakukan pembentukan portofolio optimal dan ditentukan berapa banyak proporsi dana yang diinvestasikan pada masing-masing saham.

(6)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman 3.1. Daftar Saham Sub Sektor Bank Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia 24

3.2. Sampel Penelitian 26

4.1. Saham yang Tidak Termasuk Pada Kriteria Pertama 29

4.2. Peringkat Nilai Kapitalisasi Pasar di BEI Periode 2012-2013 29

4.3. Distribusi, Mean dan Deviasi Standar Enam Saham Unggulan 34

4.4. Expected Return Saham Periode Oktober 2012-Oktober 2013 35

4.5. Nilai Standar Deviasi Masing-masing saham 36

4.6. Kovarian antara dua saham 38

4.7. Koefisien Korelasi Antara Dua Saham 39

4.8. Kombinasi dan Proporsi Dana 46

(7)

ix

DAFTAR GRAFIK

Halaman

4.1. Return Saham Individual Bank Central Asia 31

4.2. Return Saham Individual Bank Mandiri (Persero) Tbk 31

4.3. Return Saham Individual Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 32

4.4. Return Saham Individual Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 32

4.5. Return Saham Individual Bank Danamon Indonesia Tbk 33

4.6. Return Saham Individual Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 33

4.7. Expected Return Dan Standar Deviasi Harian Saham 37

(8)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Harga Saham (Closing Price) Harian Sampel 58

Lampiran 2. Tingkat Return Harian Sampel Penelitian 65

(9)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pada era modern saat ini, investasi dalam bentuk kepemilikan aset

finansial mulai diminati oleh masyarakat di Indonesia. Salah satu aset finansial

yang paling populer adalah stocks atau saham. Saham merupakan surat berharga

sebagai bukti tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan hukum

dalam suatu perusahaan, khususnya perusahaan publik yang memperdagangkan

sahamnya. Investasi seperti ini menawarkan tingkat pertumbuhan keuntungan

yang cepat dengan risiko yang juga sebanding. Jika investor membeli saham,

berarti mereka membeli prospek perusahaan dari saham tersebut. Kalau prospek

perusahaan membaik, harga saham tersebut akan meningkat. Namun perlu

diketahui bahwa semakin besar return (keuntungan) maka tingkat risikonya

semakin meningkat pula. Investor pada umumnya merupakan pihak yang sangat

tidak menyukai risiko tetapi menginginkan return yang maksimal (Anik, 2011).

Menurut Clarkson (1997) dikutip dalam Yayat dan Sukono (2003),

masalah investasi sebenarnya sudah merupakan hal yang biasa dibicarakan orang,

namun berinvestasi dengan cara menaruh sebagian dananya di pasar modal adalah

bukan merupakan hal yang biasa dilakukan kebanyakan orang. Adanya risiko

yang mempengaruhi tingkat keuntungan membuat sebagian orang enggan

menginvestasikan uangnya di pasar modal. Bukan hanya karena harga saham

yang sering berubah, melainkan juga karena kita sukar memperkirakan apa yang

akan terjadi di masa yang akan datang, dan spekulasi sering dilakukan. Biasanya

pasar modal akan ikut bereaksi sesuai dengan perkembangan perekonomian.

Apabila terjadi krisis ekonomi, harga saham dan surat berharga lainnya akan ikut

berubah.

Jika seseorang telah menginvestasikan seluruh dananya hanya dalam

bentuk saham tunggal, maka bisa dipastikan dia akan mengalami kebangkrutan

jika harga saham yang dimiliki mengalami penurunan. Karena itulah seseorang

(10)

2

modalnya pada sejumlah saham yang mungkin akan memberikan keuntungan

besar. Penggabungan sejumlah saham dalam sebuah investasi ini disebut

portofolio. (Gruber dan Elton, 1991)

Teori portofolio sendiri di prakarsai oleh Markowitz seorang ekonom

lulusan Universitas Chicago yang telah memperoleh Nobel Prize di bidang

ekonomi pada tahun 1990. Dasar-dasar portofolio ini diperkenalkan oleh

Markowitz pada tahun 1952. Markowitz mengembangkan teori portofolio, yang

melihat pada bagaimana laba investasi dapat dioptimalkan. Para ekonom telah

lama memahami pandangan umum atas peragaman portofolio di mana perkataan

"jangan meletakkan semua telurmu di 1 keranjang " sudah lama beredar. Namun

Markowitz menunjukkan cara bagaimana mengukur risiko sejumlah keamanan

dan bagaimana menggabungkannya di sebuah portofolio untuk mendapatkan laba

maksimum atas risiko yang didapat. (Wikipedia, 2013)

Tujuan dari model Markowitz ini adalah untuk pendistribusian dana

secara efisien. Menurut Markowitz, risiko ekspektasi tergantung pada

keanekaragaman (diversifikasi) kemungkinan return ekspektasi (Nurika,2011),

diversifikasi ini merupakan satu konsep investasi supaya investor memiliki

beberapa jenis investasi yang berlainan. Jika seorang investor berkeinginan untuk

memaksimumkan keuntungan yang diharapkan daripada portofolio, dana

diletakkan dalam sekuritas yang mempunyai harapan keuntungan yang

maksimum. Oleh karena itu terdapat peraturan yang mencadangkan supaya

investor melakukan diversifikasi dan perlu memaksimumkan keuntungan

diharapkan. Peraturan ini menyatakan bahwa para investor perlu melakukan

diversifikasi dananya kepada semua sekuritas yang mempunyai harapan

keuntungan yang maksimum. Diversifikasi investasi ini bisa sejenis misalnya

saham dengan saham atau saham dengan obligasi. Diversifikasi investasi akan

memberikan manfaat optimum apabila return antar investasi dalam satu portofolio

berkorelasi negatif, ini karena portfolio akan menghapuskan risiko sekuritas

(Ahmad dan Othman, 2002). Misalnya investor yang menginvestasikan dananya

di pasar modal, maka investor tidak hanya memilih satu saham saja sebagai

(11)

3

perolehan yang optimal sekaligus akan mampu meminimalkan tingkat risiko yang

dimiliki oleh masing-masing aset yang akan membentuk portofolio tersebut.

(Nurika,2011)

Tetapi dalam pembentukan portofolio akan timbul masalah lain.

Permasalahannya adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang

dapat dibentuk dari kombinasi aktiva beresiko yang tersedia di pasar. Di Bursa

Efek Jakarta (BEJ) saja misalnya, hingga tahun 2012 di dalam situs

galerisaham.com saham yang terdaftar sebanyak 451 saham, Kombinasi ini dapat

mencapai jumlah yang tidak terbatas. Belum kombinasi ini juga memasukkan

aktiva bebas risiko di dalam pembentukan portofolio. Jika terdapat kemungkinan

portofolio yang jumlahnya tidah terbatas, maka akan timbul pertanyaan portofolio

mana yang akan dipilih oleh investor?, Jika investor adalah rasional, maka mereka

akan memilih portofolio yang optimal. (Jogiyanto, 2008:271)

Masalah lainnya dalam pembentukan portofolio ini adalah para investor

tidak serta merta dapat mengetahui dengan segera berapa proporsi dana yang

optimum bagi masing-masing saham dalam portofolio. Analisis portofolio yang

efisien pun perlu dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut agar dana yang

kita berikan di pasar modal berada pada saham-saham terbaik yang nantinya akan

dimasukkan dalam pembentukan portofolio yang optimum. (Yayat dan Sukono,

2003)

Pengujian portofolio optimal dengan model Markowitz telah membuktikan

bahwa model ini memugkinkan untuk mendapatkan portofolio saham yang

optimal. Penelitian yang dilakukan oleh Yayat dan Sukono (2003) terhadap

saham-saham LQ45 di BEI pada Januari - Agustus 2001 dengan menggunakan

metode optimasi model Markowitz, menunjukkan bahwa dari empat saham

unggulan versi LQ45 yang dianalisis terpilih dua saham yaitu HM Sampurna dan

Telkom memberikan hasil yang optimum dalam pembentukan portofolio investasi

dengan proporsi dana berturut-turut sebesar 51% dan 49%. Temuan penelitian

Yuli dan Ayu (2012) tehadap saham-saham sektor perbankan yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia periode Juli 2011 – Juli 2012. menunjukkan bahwa dari 15

(12)

4

portofolio optimal, yaitu saham BSWD (Bank Of India Indonesia Tbk), BEKS

(Bank Pundi Indonesia Tbk), MAYA (Bank Mayapada Internasional Tbk), BTPN

(Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk), dan BBNI (Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk). Investasi pada portofolio optimal memberikan total expected

return portofolio sebesar 2,135 persen dengan tingkat penyimpangan risiko/varians portofolio sebesar 0,293 persen. Berdasarkan analisis ini dapat

disimpulkan bahwa pembentukan portofolio mempunyai peran yang sangat

penting dalam investasi saham karena selain dapat memaksimalkan return juga

dapat meminimalkan risiko bila dibandingkan dengan invetasi pada satu jenis

saham.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kecenderungan investor

dalam menginvestasikan dananya pada kelompok saham sektor manufaktur

dibandingkan kelompok saham perbankan. Kecenderungan ini terjadi terutama

sejak terjadinya krisis perbankan, dengan adanya krisis perbankan yang melanda

Indonesia yang dimulai pada tahun 1997 menyebabkan beberapa bank ditutup

(Sari, 2010). Melihat pesatnya perkembangan dunia perbankan saat ini, beberapa

analis memprediksikan bahwa sektor perbankan akan mampu mendatangkan

keuntungan bagi para investornya. Jumlah bank go public yang masih tercatat di

Bursa Efek Jakarta sampai tahun 2012 sebanyak 26 bank yaitu Bank ICB

Bumiputera Tbk, Bank Capital Indonesia Tbk, Bank Ekonomi Raharja Tbk, Bank

Central Asia Tbk, Bank Bukopin Tbk, Bank Negara Indonesia (Persero), Bank

Nusantara Parahyangan Tbk, Bank Mutiara Tbk, Bank Danamon Indonesia Tbk,

Bank Pundi Indonesia Tbk, Bank QNB Kesawan Tbk, Bank Mandiri (Persero)

Tbk, Bank Bumi Arta Tbk, Bank CIMB Niaga Tbk, Bank Internasional Indonesia

Tbk, Bank Permata Tbk, Bank Of India Indonesia Tbk, Bank Victoria

International Tbk, Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Bank Artha Graha

Internasional, Bank Mayapada Internasional Tbk, Bank Windu Kentjana

International, Bank Mega Tbk, Bank OCBC NISP Tbk, Bank Pan Indonesia Tbk,

(13)

5

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah dikemukakan

sebelumnya, maka penelitian dilakukan pada saham-saham secara khusus di

sektor perbankan dengan menggunakan model Markowitz dalam penentuan

portofolio optimalnya. Sehingga penulis tertarik melakukan penelitian dengan

judul “OPTIMASI PORTOFOLIO SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN

MODEL MARKOWITZ”

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam

penulisan proposal ini adalah:

1. Bagaimana memilih saham-saham terbaik yang akan dimasukkan kedalam

pembentukan portofolio optimal dengan menggunakan model Markowitz?

2. Seberapa besar proporsi dana yang harus diinvestasikan pada

masing-masing saham tersebut.

1.3 Batasan Masalah

Dalam penelitian ini penulis membatasi masalah sebagai berikut:

1. Saham terbaik yang di pilih sebanyak 4 saham saja dari 6 saham unggulan

yang di pilih dari beberapa saham yang aktif.

2. Harga saham yang di gunakan adalah harga saham perusahaan perbankan

di Bursa Efek Jakarta (BEJ) atau sekarang disebut Bursa Efek Indonesia

(BEI). Penelitian ini dibatasi pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia sebagai pasar saham dan sudah go publik. Karena

banyaknya faktor-faktor harga saham baik dari internal maupun eksternal

perusahaan, maka data yang di kumpulkan nantinya di batasi pada pasar

saham yang normal. Adapun data yang digunakan adalah data harian harga

saham pada Oktober 2012 sampai Oktober 2013 yang di peroleh dari situs

(14)

6

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk memilih saham-saham terbaik yang akan dimasukkan kedalam

pembentukan portofolio optimal dengan menggunakan model Markowitz.

2. Menentukan besar proporsi dana yang harus diinvestasikan pada

masing-masing saham tersebut.

1.5 Manfaat Penelitian

Dari penelitian ini penulis berharap agar pembahasan ini bermanfaat bagi

berbagai kalangan, antara lain:

a. Manfaat bagi peneliti dan mahasiswa

1. Sebagai tambahan wawasan dan informasi untuk kajian lebih lanjut

mengenai metode optimasi dan penerapannya sebagai acuan dalam

pengembangan penulisan karya tulis ilmiah.

2. Untuk memberikan dasar pengetahuan tentang teori dan model

Markowitz.

3. Sebagai penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki khususnya

program linier dan statistik dalam bidang ekonomi dan keuangan.

b. Manfaat Untuk Perusahaan

Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberi kontribusi dan

(15)

54

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik

kesimpulan sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil perhitungan, empat saham terbaik yang terpilih adalah

BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI. Portofolio optimal yang terbentuk dari

saham-saham terbaik adalah saham yang memiliki nilai kovarians dan

koefisien korelasi positif terkecil dan memiliki expected return yang juga

positif.

2. Dari keenam saham yang dijadikan sampel, portofolio optimal dibentuk oleh

gabungan portofolio 2 yaitu antara saham BBCA dan BBNI dengan proporsi

optimal masing-masing 72% dan 28%. Dari portofolio yang dibentuk akan

menghasilkan return sebesar 0,0010 atau 0,1% dan standar deviasi (risiko)

mencapai titik paling rendah yakni 0,01965 atau 1,96%. Jika dibandingkan

dengan risiko saham secara individu yang menjadi sampel, titik ini

merupakan titik terendah. Bagi investor yang risk averse akan memilih

portofolio ini dalam investasi mereka.

5.2 Saran

Dengan melihat hasil perhitungan serta kesimpulan diatas, saran yang diberikan

adalah

1. Portofolio yang dibentuk dengan model Markowitz memberikan tingkat

risiko yang paling rendah dibandingkan dengan saham-saham lainnya

secara individu, untuk itu metode ini dapat digunakan sebagai salah satu

metode dalam berinvestasi.

2. Portofolio yang dihasilkan dalam penelitian ini merupakan portofolio yang

dilakukan dengan menggunakan data historis, sehingga tidak dapat

menjanjikan hasil serupa apabila menggunakan sampel berbeda dan

(16)

55

3. Bagi calon investor disarankan untuk benar-benar teliti dalam menentukan

dasar pemilihan saham jika ingin mendapatkan hasil yang terbaik.

4. Pada penelitian ini model yang digunakan hanya Markowitz, oleh karena

itu untuk peneliti selanjutnya dapat digunakan model lain yang lebih

komplek variabelnya seperti model indeks tunggal, CAPM, dan

(17)

56

DAFTAR PUSTAKA

Clarkson, 1997, R.S., Financial Risk and The Markowitz and Black-Scholes Worlds, Procending, 7th International Afir Colloqium, Cairns, The Institute of Actuaries of Australia.

Gruber and Elton. 1991. Modern Portfolio Theory and Investment Analysis. Fourth Edition. Singapure: John Wiley & Sons, Inc.

Halim, A. 2003. Analisis Investasi. Jakarta: Erlangga.

Husnan, Suad, Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi Kedua, UPP AMP YKPN, Yogyakarta, 1994.

H.M Jogiyanto. 2008. Teori Portofolio Dan Analisis Investasi. Edisi Kelima. Yogyakarta: BPFE.

Kasanh, Anik Khuswatun. 2011. Pemilihan Saham Untuk Portofolio Menggunakan

Pendekatan Data Envelopment Analysis (Dea). Tugas Akhir Jurusan

Matematika ITS.

Nurathovia, Putri. 2013. Makalah Investasi. Di download tanggal 08 desember 2013

Purba, Nurika Mayuni. 2011. Portofolio Model Markowitz Dan Model

Yamazaki Dengan Pendekatan Value At Risk. Skripsi Jurusan Matematika USU.

Rodoni, A dan Yong, O. 2002. Analisis Investasi Dan Teori Portopolio. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio dan Investasi. Teori dan Aplikasi. Edisi Pertama. Yogyakarta: Kanisius.

Yayat P dan F. Sukono. 2003. Optimasi Portofolio Investasi Dengan

Menggunakan Model Markowitz. Vol. 6. No. 1, 1 - 10, April 2003, ISSN :

1410-8518. Jurnal Matematika Dan Komputer: UNPAD.

Yuniarti, Sari. 2010. Pembentukan Portofolio Optimal Saham-Saham Perbankan

Dengan Menggunakan Model Indeks Tunggal. Vol.14, no. 3 september 2010,

hlm. 459-466. Terakreditasi SK. No. 167/DIKTI/Kep/2007. Jurnal Keuangan Dan Perbankan: Universitas Merdeka Malang.

(18)

57

Wikipedia. Definisi Investasi. Di akses pada tanggal 08 desember 2013.

http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-saham-dan-jenis-saham/, di akses pada tanggal 17 desember 2013

http://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_efek di akses pada tanggal 30 desember 2013

http://galerisaham.com/sahamkita-com/kapitalisasi-pasar/ di akses pada tanggal 2 januari 2014

http://sahamok.com

http://idx.co.id

Referensi

Dokumen terkait

Diakhir proses pembinaan, peneliti sebagai pengawas (supervisor) dan guru melakukan diskusi bersama. Diskusi ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi

Sedangkan untuk volume tertinggi pada arah keluar gerbang selamat datang, terjadi juga pada jam sibuk siang dengan jumlah volume lalu lintas sebesar 730 smp/jam, hal ini

untuk menghasilkan nilai tambah (add value) terhadap usahanya.“Bukan itu saja, dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keahlian pengusaha desa dalam memanfaatkan

Februari 1991, hutan kota di definisikan sebagai satu lahan yang bertumbuhan pohon-pohon di dalam wilayah perkotaan di dalam tanah Negara maupun tanah milik yang

Apakah bayi pernah mengalami diare yang berkepanjangan, berulang, yang kadang dapat disertai darah, muntah, nyeri perut (rewel) dimana tidak disertai demam atau

Pada awalnya komputer diciptakan sebagai alat hitung semata, namun perkembangan dari waktu ke waktu membuat komputer menjadi alat yang handal untuk membantu segala

Pengaruh Pengendalian Internal Terhadap Pengelolaan dan Pendistribusian Zakat Pada Badan Amil Zakat Nasional Kota dan Kabupaten Sukabumi.. Jeni Rahman 1) , Evi

 Harga yang terjangkau  Excellent service  Semangat kerja karyawan baik  Sablon yang berkualitas  Inovasi dalam desain  Promosi konveksi yang masih