• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI SISWA KELAS X DAN XI TERHADAP PROFIL GURU BIDANG PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DI SMA SEKECAMATAN MEDAN BELAWAN TAHUN AJARAN 20013 / 20014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERSEPSI SISWA KELAS X DAN XI TERHADAP PROFIL GURU BIDANG PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DI SMA SEKECAMATAN MEDAN BELAWAN TAHUN AJARAN 20013 / 20014."

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI SISWA KELAS X DAN XI TERHADAP PROFIL GURU BIDANG STUDI PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

DI SMA SEKECAMATAN MEDAN BELAWAN TAHUN AJARAN 2013/2014

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat-Syarat Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

OLEH

NOVIATI

NIM : 609112056

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)

PERSETUJUAN

Skripsi yang diajukan oleh Noviati Nim 609112056 Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Prodi Pendidikan Jasmani Sekolah

telah diperiksa dan disetujui untuk diseminarkan di Fakultas Ilmu Keolahragaan

Medan, April 2014

Dosen Pembimbing

(3)
(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin penulis ucapkan kehadhirat Allah SWT yang

telah memberikan ni’mat ilmu, ni’mat iman, ni’mat kesehatan, dan waktu yang

luang kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan walaupun dalam wujud yang sangat sederhana. Adapun skripsi ini berjudul “Persepsi Siswa Kelas X dan XI Terhadap Profil Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Di SMA Sekecamatan Medan Belawan Tahun Ajaran 2013/2014.” yang diajukan untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar sarjana Program Studi Pendidikan Jasmani Sekolah (PJS) Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan.

Penulis menyadari, bahwa keberadaan skripsi ini bagai “setetes air di laut” yang tak punya arti apa-apa, namun dalam penyelesaiannya sangat banyak mendapat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Selanjutnya penulis sadar bahwa selaku manusia biasa tak luput dari kesalahan, tidak ada gading yang tidak retak, kalau tidak retak bukanlah gading. Tidak ada manusia yang tidak punya kesalahan, kalau tidak punya kesalahan bukanlah manusia” oleh karena itu

penulis menyampaikan mohon maaf yang sedalam-dalamnya dan ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada:

1. Bapak Prof. Drs. Ibnu Hajar, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Medan.

(6)

3. Bapak Drs. Hady Suyono, M.Pd, sebagai Pembimbing skripsi saya yang telah memberikan arahan dan petunjuk dalam menyelesaikan skripsi ini 4. Bapak Drs. Suryadi Damanik, M.kes, selaku Ketua Jurusan Pendidikan

Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

5. Bapak Arfi Tantri, SPd, MPd, selaku Seketaris Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi.

6. Bapak Mukhlis, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 20 Medan yang telah memberikan izin dan mempermudah dalam penelitian skripsi.

7. Bapak Drs. Isnadi selaku Kepala Sekolah SMA Hang Tuah Belawan yang telah memberikan izin dan mempermudah dalam penelitian skripsi.

8. Seluruh civitas Akademik Universitas Negeri Medan, dan teman-teman PJKR/PJS B Reguler 2009.

9. Teristimewa buat keluarga tercinta Ayahanda Muhammad Syazli, Ibunda tercinta Ruziah Nur, yang telah banyak memberikan dukungan semangat dan doa selama penyusunan skripsi ini.

10. Kepada Kakanda Ruzsani, S.Pd, Abangda Faisal Azmi, SH, adik Suffiyyati, Muhammad Undzhur, dan Khair Muhammad yang sangat mensuport dan mendukung sampai penyelesaian skripsi penulis.

(7)

Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu – persatu yang turut serta memberikan bantuan dan sumbangan pemikiran selama penulis mengikuti perkuliahan.

Akhirnya, segala kebaikan yang telah diberikan kepada penulis menjadi amal ibadah yang diterima oleh yang maha kuasa. Penulis telah berusaha untuk penyempurnaan skripsi ini, namun penulis menyadari bahwa tak ada tulisan yang sempurna selain Al-qur’an, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi perbaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pengetahuan umumnya dan prestasi olahraga khususnya. Amin… Ya … Rabbal… ‘Alamin

Medan, April 2014 Penulis

Noviati

(8)

ABSTRAK

NOVIATI. Persepsi Siswa Kelas X dan XI Terhadap Profil Guru Bidang Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Di SMA Sekecamatan Medan Belawan Tahun Ajaran 20013 / 20014. ( Pembimbing : HADY SUYONO ). Skripsi : Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMED 2013.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas X dan XI terhadap profil guru bidang studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di SMA Sekecamatan Medan Belawan tahun ajaran 2013/2014.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan jumlah sampel 165 orang dari dua sekolah yaitu : SMA Negeri 20 Medan = 97 orang dan SMA Hang Tuah Belawan = 68 orang. Tehnik penentuan sampel dengan menggunakan tehnik random sampling. Teknik pengambilan data dilakukan melalui penyebaran angket.

Untuk mengetahui persepsi siswa kelas X dan XI terhadap profil guru bidang studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan sebelumnya dilakukan uji coba angket yang dilakukan di SMA Negeri 19 Medan Kecamatan Medan Labuhan dengan 65 butir pernyataan. Kemudian dilakukan penyebaran angket yang terdiri dari 45 butir pernyataan yang telah diuji dengan nilai validitas 0,367 dan nilai reliabilitas sebesar 0,823. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan perhitungan persentase secara perindikator yang mengacu kepada 4 kompetensi guru pendidikan jasmani.

(9)

DAFTAR ISI

1.1 Latar Belakang Terjadinya Persepsi …...……… 21

1.2 Proses Terjadinya Persepsi ………. 27

1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi ……….. 31

1.4 Fungsi Persepsi dan Ciri-ciri Persepsi ……… 36

2. Hakekat Profil Guru ……….… 38

1. Kompetensi Pedagogik ………. 43

2. Kompetensi Kepribadian ..………. 44

3. Kompetensi Sosial …….……… 45

4. Kompetensi Profesional ……… 46

(10)

2.2Peranan Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan …… 52

B.Kerangka Berfikir ……… 55

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ……… 57

A.Lokasi Penelitian ….……… 57

B.Populasi dan Sampel ……… 57

1. Populasi ……… 57

2. Sampel ……… 59

C.Metode Penelitian ……… 60

D.Variabel Penelitian ..……… 60

E. Instrument Penelitian ...……… 60

F. Teknik Analisis Data ……… 64

BAB IV HASIL PENELITIAN ……… 66

A.Deskripsi Data Penelitian ……… 66

B.Hasil Penelitian ……… 68

C.Pembahasan Hasil Penelitian ...……… 69

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ……… 72

A.Kesimpulan ……… 72

B.Saran-saran ……… 72 DAFTAR PUSTAKA

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Pamplet SMA Negeri 20 Medan ……… 104

2. Guru Bidang Studi Sedang Memberikan Arahan pada Siswa …... 104

3. Penulis Sedang Memberikan Arahan pada Siswa ………. 105

4. Penulis Sedang Memberikan Arahan Pada Siswa ………. 105

5. Penulis Sedang Membagikan Angket ……… 106

6. Guru Bidang Studi Membantu Membagikan Angket ……… 106

7. Siswa Sedang Mengerjakan Angket ………... 107

8. Penulis Sedang Mengawasi Siswa ………. 107

9. Penulis Mengumpulkan Angket ………. 108

10. Penulis Melakukan Senam Otak Bersama Siswa ……….…. 108

11.Penulis Berfoto Bersama Guru Bidang Studi dan anggota panitia pelaksana ………... 109

12. Penulis Berfoto Dengan Wakil Dewan Guru dan Staf TU ………… 109

13.Penulis Berfoto Bersama Guru Bidang Studi, Panitia Pelaksana dan Siswa/Siswi SMA Negeri 20 Medan ………. 110

14. Pamplet SMA Hang Tuah Belawan ………. 110

15. Guru Bidang Studi Sedang Memberikan Arahan pada Siswa ……. 111

16.Penulis Sedang Memberikan Arahan pada Siswa ……… 112

17. Penulis Sedang Membagikan Angket ………... 112

18. Siswa Sedang Mengerjakan Angket ………. 113

19. Penulis Sedang Mengawasi Siswa ……… 113

20.Penulis Melakukan Senam Otak Pada Siswa ……… 114

(13)

i

DAFTAR LAMPIRAN

1. Lampiran 1 uji coba angket ……… 76

2. Lampiran 2 Perhitungan Uji Validitas dan Reliabilitas ……… 86

3. Lampiran 3 Data Hasil Penelitian ……… 95

4. Lampiran 4 Tabel Persentase Butir Soal ……… 99

(14)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses, dimana pendidikan merupakan usaha sadar dan penuh tanggung jawab dari orang dewasa dalam membimbing, memimpin, dan mengarahkan peserta didik dengan berbagai problema atau persoalan dan pertanyaan yang mungkin timbul dalam pelaksanaanya. Pendidikan juga dapat diartikan sebagai hasil, dimana pendidikan itu merupakan wahana untuk membawa peserta didik mencapai tingkat perkembangan optimal sesuai dengan potensi pribadinya sehingga menjadi menusia yang sadar akan bertanggung jawab akan tugas-tugas hidupnya sebagai manusia, sesuai dengan hakiki dan ciri-ciri kemanusiaanya.

Manusia yang diciptakan oleh Tuhan sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi ini mempunyai berbagai keistimewaan dan kelebihan dibanding dengan makhluk-makhluk lain. Kelebihan dan keistimewaan ini ialah karena manusia dikaruniai akal. Fikiranlah yang membedakan secara kualitatif, di antara manusia dan hewan. Manusia dan hewan sama-sama menikmati fungsi panca indra, namun manusia berbeda dengan hewan, karena manusia dianugerahi oleh Allah SWT berupa akal.

(15)

2

diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. Dalam konteks penyelenggaraan ini, guru dengan sadar merencanakan kegiatan pembelajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkat aturan dan rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum.

Proses pembelajaran penyelenggaraan pendidikan secara formal dan non formal di Indonesia sudah berlangsung sejak lama, namun sistem penyelenggaraan dan hasil belum sesuai yang kita harapkan. Salah satu fakta kongkrit adalah sampai sekarang masih terlalu sedikit para pendidik (guru) disekolah yang menerapkan rumusan tujuan instruksional secara jelas dan benar, memang sebagaian sekolah mewajibkan para guru merancang pembelajaran dan tidak harus menerima apa-apa yang telah tersirat di buku mata pelajaran, pembelajaran itu dilaksanakan sesuai kurikulum yang berlaku saat itu, sejak tahun 2006 sekolah harus menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), kurikulum ini merupakan kurikulum mandiri berdasarkan kebutuhan, kepentingan masyarakat dan daerah. dan saat ini telah diterapkan kurikulun terbaru untuk tingkat SMA yaitu berlakunya Kurikulum 2013 yang terbaru sekarang ini, yang menitikberatkan terhadap tujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan) apa yang mereka peroleh setelah menerima materi pelajaran. Kurikulum ini juga mempunyai objek yang lebih menekankan kepada fenomena alam, sosial, budaya dan kesenian.

(16)

3

adalah pekerjaan yang yang berkualifikasi professional dan golongan pekerjaan yang paling rendah adalah pekerjaan kasar atau unskilled laborer. Di Amerika Serikat Departemen Kesehatan, Pendidikan Kesejahteraan, mencatat sebanyak dua puluh empat pekerjaan yang memperoleh akreditasi professional, yaitu :

anastecian, arsitek, theology, pengusaha, chemist (ahli farmasi), dokter gigi,

engineer, ahli kehutanan, jurnalis, pengacara hukum, pustakawanan, dokter, musikus, guru, ahli alkitab, dokter hewan, psikolog dan akuntan publik (Stinnet, 1970).

Guru sebagai jabatan dituntut memiliki empat kompetensi : Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Secara substantif kompetensi ini mencakup kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

(17)

4

bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan merupakan salah satu guru bidang studi yang ada di SMA. Rata-rata disetiap SMA hanya ada satu atau dua guru bidang studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Sebenarnya guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan selain sebagai guru bidang studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, juga digunakan sebagai Pembina dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti : Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, Paskibraka, kegiatan Prestasi Olahraga, dapat digunakan sebagai pembantu Kepala Sekolah (PKS III), sebagai Pembina OSIS, sebagai Pembimbing Konseling (BK), dan sebagai pengelola Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), biasanya kegiatan guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan jauh banyak dibandingkan dengan guru bidang studi lainnya, dengan demikian akan memberikan kesan tertentu bagi anak didik.

(18)

5

Siswa tersebut menjadi lebih segan terhadap guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, disebabkan adanya Profil yang berbeda antara Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dengan Bidang Studi lainnya. Hal ini disebabkan karena guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dapat dijadikan sebagai sahabat/kawan para siswa. Biasanya siswa menjadi senang berdiskusi kepada guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Namun itu semua tidak dapat dijadikan sebagai jaminan guru tersebut dapat berhasil dengan sukses dalam melakukan proses pembelajaran agar dapat berhasil dalam proses mengajar maka ada 9 kiat rahasia kesuksesan guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan diantaranya adalah :“dekat dengan siswanya, memahami tugas utamanya, menyukai tugasnya, mampu menciptakan suasana belajar yang menantang dan menyenangkan, bangga dengan profesinya, bisa bekerja sama dengan koleganya, selalu mengembangkan kemampuannya, ulet dan kreatif, dan yang terakhir adalah bisa mengevaluasi diri siswanya secara professional (Suratno 1997 : 1)”.

Jika ini semua terlaksana maka penulis meyakini bukan hanya Pendidikan Jasmani dan Kesehatan saja yang maju, melainkan jika semua guru bidang studi lainnya melakukan hal yang sama dengan ini, maka dunia pendidikan semuanya juga akan maju dengan pesat.

(19)

6

yang diberikan inilah siswa memiliki persepsi yang berbeda dengan guru bidang studi lain.

(20)

7

Banyaknya mata pelajaran dan jam pelajaran yang harus dilaksanakan menyebabkan setiap mata pelajaran memiliki porsi jam yang berbeda dalam menyusun topik bahasan sesuai kurikulum. Proses belajar mengajar untuk setiap mata pelajaran sangat tergantung bagaimana guru tersebut bersikap dan berperilaku di depan kelas. Peran guru terlihat nyata dalam kegiatan belajar mengajar, banyak siswa kurang tertarik untuk belajar karena guru tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya.

Dalam kegiatan belajar mengajar siswa pada umumnya selalu menilai guru mereka. Apakah itu cara mengajar mereka, penguasaan bahan ajarnya, metode (pendekatan) yang dilakukan oleh guru, kepemimpinan guru dalam mengajar dan penguasaan kelas, evaluasi (penilaian) yang dilakukan oleh guru, dan lain sebagainya (karakter dan perilaku guru).

Pendidikan jasmani dan Kesehatan sebagai komponen pendidikan secara keseluruhan telah disadari oleh banyak kalangan. Namun, dalam pelaksanaannya pengajaran pendidikan jasmani dan kesehatan berjalan belum efektif seperti yang diharapkan. Pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan cenderung tradisional.

(21)

8

Bidang studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan menekankan pada gerak-gerak tubuh dalam bentuk permainan, latihan dan perlombaan disamping dengan pendidikan kesehatan proses belajar mengajar dilaksanakan dilapanga yang bersifat praktek.

Berdasarkan pengamatan penulis dari 2 sekolah di Kecamatan Medan Belawan antara lain SMA Negeri 20 Medan dan SMA Hang Tuah Belawan, ternyata begitu banyak terjadinya kesenjangan-kesenjangan yang terjadi. Seperti proses belajar mengajar terganggu yang mana kadang-kadang guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan menelantarkan siswa sewaktu praktek dilapangan dengan hanya memberikan bola saja, kelemahan guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang tadinya terlalu banyak informasi yang disampaikan kepada siswanya dan terlalu lamanya pengelolaan kelas. Biasannya guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan disekolah hanya melakukan praktek-praktek di jam pelajaran jasmani tersebut, sehingga siswa kebanyakan dan bahkan menjadi terbiasa dengan cara mengajar guru yang hanya dilakukan diluar kelas saja, sehingga siswa yang tidak terlalu menyukai pelajaran tersebut enggan untuk mengikuti teman-temannya melakukan kegiatan belajar mengajar diluar ruangan, dan bahkan ada siswa yang hanya duduk diam di kantin, bahkan berkeliaran diluar kelas tanpa adanya pengawasan dari guru yang bersangkutan. Dengan demikian maka proses belajar mengajar menjadi kurang sempurna dilaksanakan oleh guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di tempatnya mengajar.

(22)

9

tersampaikan pada siswanya melalui pembelajaran dan pendidikan yang utuh. Manajemen kelas merupakan kelemahan secara umum bagi guru pendidikan jasmani dan kesehatan ketika mengajar.

Sementara itu kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Atas Kecamatan Medan Belawan Guru sangat dituntut sekali keprofesionalismenya didalam mengajar siswa yang ada di sekolah tersebut, karena pihak sekolah menuntut kinerja guru dalam mengajar agar lebih baik sesuai dengan harapan dari kurikulum, kode etik guru, serta siswa dan orang tua. Sehingga timbul suatu permasalahan untuk dapat diungkapkan “bagaimana persepsi siswa kelas X dan XI terhadap profil guru bidang studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di SMA Sekecamatan Medan Belawan,” untuk itu penulis berkeinginan dan mengungkapkannya terutama pada guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

B. Identifikasi Masalah

Ditinjau dari latar belakang masalah, maka profil dan kemampuan guru tersebut sangatlah luas. Sehingga disini penulis berusaha mengumpulkan berbagai masalah yang timbul yaitu sebagai berikut :

1. Apakah proses kegiatan belajar mengajar pendidkan jasmani dan kesehatan di SMA Negeri 20 Medan berjalan dengan baik ?

2. Apakah proses belajar mengajar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di SMA Hang Tuah Belawan berjalan dengan baik ?

(23)

10

4. Apakah guru memberikan metode (pendekatan) dalam menyajikan bahan pelajaran ?

5. Apakah guru menggunakan alat peraga dan contoh-contoh (media) dalam pembelajaran ?

6. Apakah guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di SMA Negeri 20 Medan memiliki keterampilan yang baik dalam berolahraga maupun dalam menyampaikan ilmu yang berhubungan dengan Olahraga ?

7. Apakah dalam belajar, guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar aktif ?

8. Apakah guru menjalankan peraturan yang ada secara tegas demi penegakkan disiplin ?

9. Apakah guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan memiliki rasa humor untuk mengendorkan rasa tegang karena pelajaran ?

10.Apakah ada perbedaan yang dilihat siswa antara guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dengan guru bidang studi lainnya di SMA Sekecamatan Medan Belawan ?

11.Bagaimana kehadiran guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dalam mengajar ?

12.Apakah guru melakukan ujian ulangan secara teratur kepada siswa ?

13.Apakah setiap melakukan ujian, guru mengoreksi tugas dan latihan yang diberikan ?

(24)

11

15.Apakah siswa tertarik dengan pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan ? 16.Bagaimana persepsi siswa SMA Negeri 20 Medan dan SMA Hang Tuah

Belawan Terhadap profil guru bidang studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 17.Apakah pengaruh persepsi siswa terhadap profil guru Pendidikan Jasmani dan

Kesehatan di SMA Negeri 20 Medan dan SMA Hang Tuah Belawan.

C. Pembatasan Masalah

Untuk memperjelas permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini, perlu dibuat pembatasan masalah. Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada : bagaimana Persepsi Siswa Terhadap Profil Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Profil guru yang dimaksud yaitu kemampuan mengajar guru Pendidikan Jasmani dan kesehatan, dan siswa yang diteliti yaitu siswa SMA Negeri 20 Medan dan SMA Hang Tuah Belawan, Kecamatan Medan Belawan Tahun Ajaran 2013/2014.

D. Rumusan Masalah

(25)

12 E. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah maka penelitian ini secara umum bertujuan untuk melihat persepsi siswa SMA Se-kecamatan Medan Belawan terhadap Profil Guru Bidang Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :

1. Dapat memberikan gambaran tentang bagaimana persepsi siswa terhadap profil guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

2. Untuk menginformasikan kepada guru atau calon guru (khususnya bidang studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) tentang bagaimana mengajar dengan baik agar siswa menjadi tertarik pada pelajaran yang diberikan.

(26)

72 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini akan dikemukakan beberapa kesimpulan dan saran yang terkait dengan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan.

A. Kesimpulan

Sebagai kesimpulan dari hasil Uji Coba yang telah dilakukan di SMA Negeri 19 Medan dengan butir pernyataan 65 butir hingga akhirnya menjadi 45 butir pernyataan yang telah valid, dan dilakukan penelitian mengenai persepsi siswa kelas X dan XI terhadap profil guru bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan di SMA Sekecamatan Medan Belawan Tahun Ajaran 2013/2014 adalah “BaikSekali”. Dengan empat kompetensi guru terbaru dan kurikulum 2013 yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial, yang harus dimiliki oleh semua pendidik atau guru.

B. Saran – saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, maka dalam hal ini peneliti akan memberikan beberapa saran yang terkait antara lain :

(27)

73

2. Bagi para guru bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan agar dapat membuat pelajaran yang diajarkan menarik, dengan cara ini proses belajar mengajar akan berlangsung optimal sehingga tercapai hasil belajar yang maksimal.

3. Sebagai guru bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan hendaknya harus mampu menjadi seorang pemimpin yang lebih demokratis dan tegas, sehingga siswa tidak perlu merasa takut tetapi mengagumi sang guru.

4. Hiharapkan kepada peneliti lain untuk dapat melalukan penelitian lanjutan untuk melihat aspek lain yang terkait dengan persepsi siswa terhadap profil guru bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan.

(28)

DAFTAR PUSTAKA

Ad. Rooijakkers. 1980. Mengajar dengan sukses, Gramedia, Jakarta Ahmadi Abu. 1991. Teknik Belajar Yang Efektif. Rineka Cipta Arikunto, Suharsimi. 1987. Prosedur Penetian. Bumi Aksara Jakarta

Ateng H. Abdul Kadir, 1997, Azas Dan Landasan Pendidikan Jasmani dan

Kesehatan, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral

Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan tenaga Kependidikan

Atkinson dkk, Pengantar Psikologi Jilid II, Intereksa Batam, 1987, Hal. 277 A. Arthur guyton, 1991, Fisiologi kedokteran, EGC. Jakarta

Djaali. 2011. Psikologi Pendidikan. PT Bumi Aksara. Jakarta Djoyonegoro, W. 1994. Suara Guru. Jakarta

Echols, M, Jhon dan Sadili, Hassan.1993. Kamus Inggirs Indonesia. PT. Gramedia. Jakarta

H.Dirawat. 1993. Sistem pembinaan professional dan cara belajar siswa aktif, Grafindo, Jakarta.

Hartinah, Siti. 2008. Pengembangan Peserta Didik. PT Refika Aditama Http://rizkizulfitri-kiena.blogspot.com/2013/01/profil-guru-pendidika-Iskandar. 2009. Psikologi Pendidikan. Gaung Persada (GP) Press

Lutan Rusli, Ibrahim Rush, Suherman Adang, dkk, 2002, Supervise Pendidikan

(29)

Jendral pendidikan Dasar Dan Menengah Bekerja Sama Denga Direktorat Jendral Olahraga, Jakarta

Majid, Abdul. (2005). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Munir abdul, 2001. Pedagogik, Unimed, Medan

Prewardianto. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. PN. Gramedia. Jakarta Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempegaruhinya. Rineka Cipta. Jakarta

Sudjana. 2002. Metode Statistik Edisi VI. Tarsito. Bandung

Sudjana, Nana. 1991. Pengelolaan Belajar. Jakarta. Bulan Bintang

Sukintaka. 1992. Teori Bermain. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Suratno, 1997, 9 kiat Rahasia Kesuksesan Guru Pendidikan Jasmani dan

Kesehatan, penelitian FPOK, Medan

Suryosubroto, B. 1996. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta. Rineka Cipta

Suryabrata, Sumardi.2000. Psikologi Kepribadian. PT Raja Grafindo Persada Wau Yasaratodo.2013. Profesi Kependidikan. Unimed Press. Gedung Lembaga Penelitian Lantai 1

Winarno, S. 1984. Penelitian Masyarakat. Usaha Nasional. Surabaya Winkel W,S. 1989. Psikologi Pengajaran. PT. Gramedia. Jakarta Yunus, Mahmud. 1992. Teknik Belajar Mengajar. Jakarta. Rineka Cipta Tuhadi, 2001. Penelitian, Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Pendidikan

Gambar

Tabel
Gambar

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji apakah terdapat pengaruh variabel pendapatan, kesesuaian harga, pemahaman agama dan etika konsumsi

Penggunaan yang tercantum dalam Lembaran Data Keselamatan Bahan ini tidak mewakili kesepakatan pada kualitas bahan /. campuran atau penggunaan yang tercantum sesuai

Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan,.. Tanggung Jawab

dengan materi menge- nai bilangan berpang- kat (pangkat bulat positif, negatif, dan nol), notasi Ilmiah, bilangan rasional, irrasional, atau bilangan bentuk akar, operasi

dikatakan telah memasuki kondisi tidak sadarkan diri. Pacing bertujuan membangun kedekatan guru dengan siswa. Leading berarti memimpin atau mengarahkan setelah

Penulis mengucapkan puji syukur Alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT Tuhan semesta alam, karena atas kehadirat dan segala nikmatNya penulis dapat menyelesaikan

Tahapan tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan salah satu metode pendekatan yang juga dapat digunakan untuk sistem pengenalan pola karakter dengan menggunakan metode

Analisis sistem informasi akuntansi penerimaan kas berupa prosedur sistem yang berjalan dan digambarkan dalam bentuk diagram flowchart, perancangan proses dengan