• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS X MAN BARUMUN TENGAH T.P 2013/2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS X MAN BARUMUN TENGAH T.P 2013/2014."

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA

PELAJARAN EKONOMI SISWA MAN BARUMUN TENGAH

T.P 2013/2014

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan (S-I)

Oleh

HERMAYANI HASIBUAN NIM. 7102141016

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

iii ABSTRAK

Hermayani Hasibuan, NIM. 7102141016. Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X MAN Barumun Tengah T.P 2013/2014. Skripsi Jenjang S-I. Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan 2014.

Permasalahan dalam penelitian ini salah satunya adalah “ Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X MAN Barumun Tengah T.P 2013/2014.

Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MAN Barumun Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN Barumun Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah 148 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 32 siswa dan kelas X-4 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 32 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Instrumen atau teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk multiple choice sebanyak 20 soal yang terlebih dahulu telah diuji validitas dan realibilitasnya dan dari hasil perhitungan tes hasil belajar adalah valid dan reliabel. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis dengan menggunakan rumus “t”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan model pembelajaran Snowball Throwing lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode pembelajaran konvensional. Hasil uji statistik menunjukkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Snowball Throwing adalah pretes sebesar 45,46 dan postes sebesar 75,46 sedangkan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional adalah pretes sebesar 38,90 dan postes sebesar 64,06. Hasil pengujian hipotesis yang diperoleh thitung > ttabel yaitu 5,140 > 1,66967 pada taraf signifikansi 95% dan α = 0,05. Hal ini berarti bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas X MAN Barumun Tengah T.P 2013/2014.

(6)

iv ABSTRACT

Hermayani Hasibuan, NIM. 7102141016. Throwing Snowball Effect Learning Model Results Against Students learn some vital lessons Lesson In Economics Student Class X Central Barumun MAN TP 2013/2014. Thesis Study S-I. Economic Education Programs, Office Administration Studies Program, Faculty of Economics, University of Medan 2014.

Problems in this study one of them is "The low student learning outcomes on economic subjects. The purpose of this study was to determine the effect of Snowball Throwing Against Learning Model Student Results on Economic Subjects Student Class X Central Barumun MAN T.P 2013/2014.

This research was conducted in class X MAN Middle Barumun Academic Year 2012/2013. The population in this study were all students of class X MAN Middle Barumun academic year 2013/2014 which consists of 5 classes with a number of 148 students. The sample used in this study is the class X2 as an experimental class with 32 students and the number of classes X4 as class control the number of 32 students. The sampling technique used is random sampling. Instruments or techniques of data collection in this study is the achievement test in the form of 20 multiple choice questions that have been tested beforehand and realibilitasnya and validity of the results of the calculation of achievement test is valid and reliable. The data analysis technique used is the normality test, homogeneity and test hypotheses using the formula "t".

The results showed that the learning outcomes are taught by learning models of Snowball Throwing higher than that teaches student learning outcomes with conventional learning methods. Statistical test results indicate the learning outcomes of students with learning model is Throwing Snowball at 45.46 pretest and posttest was 75.46 while the student learning outcomes using conventional learning method is pre-test and post-test of 38.90 at 64.06. The results obtained by testing hypotheses obtained t> t table is 5.140> 1.66967 at a significance level of 95% and α = 0.05. This means that the Ha Ho accepted and rejected the claim that there is a significant effect of learning the use of models of Snowball Throwing the student learning outcomes of economic subjects in class X MAN Middle Barumun T.P 2013/2014.

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

ABSTRAK ... iii

ABSTRACK ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 5

1.3 Pembatasan Masalah ... 5

1.4 Rumusan Masalah ... 6

1.5 Tujuan Penelitian ... 6

1.6 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 8

2.1 Kerangka Teoritis ... 8

2.1.1 Pengertian Belajar ... 8

(8)

2.1.3 Pengertian Hasil Belajar Ekonomi ... 19

2.1.4 Pengertian Model Pembelajaran ... 21

2.1.5 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif ... 22

2.1.6 Pengertian Model Pembelajaran Snowball Throwing 26 2.1.7 Pengertian Model Pembelajaran Konvensional ... 32

2.1.8 Perbedaan Model Pembelajaran Snowball Throwing dan Model Pembelajaran Konvensional……….. 36

2.2 Penelitian Yang Relevan ... 38

2.3 Kerangka Berfikir... 44

2.4 Hipotesis Penelitian ... 48

BAB III METODE PENELITIAN ... 49

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 49

3.2 Populasi dan Sampel ... 49

3.2.1 Populasi ... 49

3.2.2 Sampel ... 49

3.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 50

3.3.1 Variabel Penelitian ... 50

3.3.2 Definisi Operasional... 50

3.4 Rancangan Penelitian ... 51

3.5 Jenis dan Desain Penelitian ... 54

3.5.1 Jenis Penelitian ... 54

3.5.2 Desain Penelitian ... 54

(9)

3.7 Teknik Validasi Instrumen ... 57

3.7.1 Uji Validitas Tes ... 57

3.7.2 Uji Reabilitas Tes ... 58

3.7.3 Uji Daya Pembeda Soal ... 58

3.7.4 Uji Tingkat Kesukaran Soal ... 59

3.8 Teknik Analisis Data ... 60

3.8.1 Menghitung Skor Rata-Rata ... 60

3.8.2 Mencari Standar Deviasi ... 61

3.8.3 Uji Normalitas ... 61

3.8.4 Uji Homogenitas ... 62

3.8.5 Uji Hipotesis ... 63

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 64

4.1 Hasil Penelitian ... 64

4.2 Uji Instrumen Penelitian ... 65

4.2.1 Uji Validitas Tes ... 65

4.2.2 Uji Realibilitas Tes ... 68

4.2.3 Uji Tingkat Kesukaran Tes ... 69

4.2.4 Uji Daya Pembeda Tes ... 70

4.3 Analisis Data ... 71

4.3.1 Uji Normalitas ... 72

4.3.2 Uji Homogenitas ... 72

4.3.3 Hipotesis ... 73

(10)

BAN V KESIMPULAN DAN SARAN ... 75

5.1 Kesimpulan ... 75

5.2 Saran ... 76

DAFTAR PUSTAKA ... 78

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 83

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Perbedaan Pembelajaran Snowball Throwing dan

Pembelajaran Konvensional ... 37

Table 3.1 Populasi Penelitian ... 49

Table 3.2 Sampel Penelitian ... 50

Table 3.3 Rancangan Penelitian ... 52

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Kemampuan Kognitif Siswa ... 56

Tabel 4.1 Rangkuman Data Hasil Penelitian ... 65

Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Nilai Validitas Tes ... 67

Tabel 4.3 Tabel Indeks Kesukaran ... 70

Tabel 4.4 Tabel Daya Pembeda Tes ... 71

Tabel 4.5 Uji Normalitas Pre-tes dan Post-tes... 72

Tabel 4.6 Uji Homogenitas ... 73

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Proses Kegiatan Belajar Mengajar dengan Model

Snowball Throwing ... 47

Gambar 3.1 Rancangan Penelitian ... 52

(13)

ix DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Silabus Pembelajaran

Lampiran 2 RPP Kelas Eksperimen

Lampiran 3 RPP Kelas Kontrol

Lampiran 4 Materi Pembelajaran

Lampiran 5 Instrumen Tes

Lampiran 6 Kunci Jawaban

Lampiran 7 Lembar Jawaban

Lampiran 8 Uji Validitas Tes

Lampiran 9 Perhitungan Uji Validitas Tes

Lampiran 10 Uji Realibilitas Tes

Lampiran 11 Perhitungan Uji Realibilitas Tes

Lampiran 12 Daya Pembeda dan Tingkat Kesukaran Tes

Lampiran 13 Indeks Kesukaran

Lampiran 14 Uji Daya Beda Soal

Lampiran 15 Perhitungan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode

Pembelajaran Konvensional

Lampiran 16 Perhitungan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model

Pembelajaran Snowball Throwing

Lampiran 17 Perhitungan Rata-Rata, Standar Deviasi Dan Varians Dari Data

(14)

x

Lampiran 18 Perhitungan Rata-Rata, Standar Deviasi Dan Varians Dari Data

Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen

Lampiran 19 Uji Normalitas

Lampiran 20 Uji Homogenitas

Lampiran 21 Hipotesis

Lampiran 22 Dokumentasi Penelitian

Lampiran 23 Tabel Wilayah Luas di bawah Kurva Normal 0 ke Z

Lampiran 24 Table of Product Moment

Lampiran 25 Tabel Uji Lilliefors

(15)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu wahana yang dapat mewujudkan

peningkatan sumber daya manusia terdidik dan terampil. Pendidikan sangat

penting dalam kehidupan bangsa dan negara, karena maju mundurnya suatu

bangsa dan negara di tentukan oleh pendidikan. Perwujudan masyarakat yang

berkualitas diperlukan pendidikan yang berkualitas. Salah satu faktor yang sangat

mendukung keberhasilan adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran,

untuk mencapai kemampuan tersebut guru harus menguasai dan menerapkan

model pembelajaran.

Dalam proses belajar mengajar di kelas, guru mempunyai peranan penting

dalam keberhasilan siswa menerima dan menguasai pelajaran secara optimal.

Guru harus memperhatikan kemampuan siswa yang berbeda dalam menangkap

ilmu yang diberikan guru, dengan demikian seorang guru dituntut untuk

menemukan alternatif yang harus diambil dalam proses belajar mengajar. Oleh

karena itu, sudah selayaknya seorang guru juga harus mampu memilih dan

menggunakan berbagai macam model pembelajaran secara bervariasi sesuai

dengan materi pembelajaran sehingga siswa berpartisipasi aktif dalam proses

belajar mengajar. Namun pada kenyataannya guru cenderung menggunakan

metode pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas)

dimana guru menerangkan dan siswa mendengar sekaligus mencatat, sehingga

sering ditemui minimnya keterlibatan siswa dalam belajar di kelas yang

(16)

2

menyebabkan siswa bersifat pasif sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar

yang akibatnya menyebabkan hasil belajar siswa rendah.

Model pembelajaran konvensional adalah model pembelajaran interaksi

dengan siswa dalam rangka pengajaran dipandang sebagai yang belum

mengetahui apa-apa dan hanya menerima bahan ilmu pengetahuan yang diberi

guru. Pembelajaran konvensional menekankan pada penghapalan materi daripada

memahami materi dan pembelajaran masih berpusat guru.

Salah satu mata pelajaran yang ada dalam pendidikan disekolah adalah

ekonomi. Ekonomi sudah diajarkan di SMP, kemudian dilanjutkan ke jenjang

SMA terutama yang mengambil jurusan IPS. Ekonomi adalah sebuah ilmu yang

mempelajari tentang bagaimana manusia mencukupi kebutuhan hidupnya. Ini

didasarkan dari asal kata ekonomi yang berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos

dan nomos. Oikos adalah rumah tangga dan nomos berarti ilmu. Dari gabungan

kata tersebut, terbentuklah pengertian ekonomi. Dimana dalam pengertian

tersebut, menunjukkan sebuah kondisi yang merujuk pada pengertian tentang

aktivitas manusia. Khususnya pada usaha untuk bisa mengolah sumber daya yang

ada di lingkungan sekitarnya, sebagai alat pemenuh kebutuhan hidup, Dalam

kajian ilmu pengetahuan, ekonomi dimasukkan ke dalam bagian ilmu-ilmu sosial.

Hal ini karena ekonomi terkait dengan masalah manusia yang merupakan pokok

bahasan dalam kajian ilmu sosial.Namun pelajaran ekonomi sampai saat ini masih

dianggap pelajaran yang sulit dan tidak banyak yang suka.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru Ekonomi kelas X di

(17)

3

Ekonomi masih rendah karena rata-rata nilai formatif dari 32 siswa dalam 1 kelas

hanya 53,12% atau 17 siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal

(KKM) yang ditetapkan sekolah yakni 70, dan 15 siswa yang lain masih belum

sesuai dengan kriteria ketuntasan. Dapat dikatakan bahwa hal tersebut belum

sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan kondisi tersebut peneliti menduga bahwa model pembelajaran

yang digunakan selama ini belum aktif sehingga siswa kesulitan dalam memahami

materi yang diberikan oleh guru. Disisi lain juga ada kecenderungan bahwa

aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran Ekonomi masih rendah. Siswa kurang

dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk melakukan aktivitas belajar

dengan baik. Dalam hal ini siswa cenderung hanya menerima pembelajaran,

kurang memiliki keberanian dalam menyampaikan pendapat, enggan untuk

bertanya bila ada materi yang kurang jelas, kurang memiliki kemampuan

merumuskan gagasan sendiri dan siswa belum terbiasa bersaing dalam

menyampikan pendapat kepada orang lain.

Selain itu guru sebagai tenaga pendidik mempunyai peranan penting dalam

kegiatan pembelajaran di sekolah yaitu menciptakan suasana belajar yang

menyenangkan, dapat menarik minat dan antusias siswa serta dapat memotivasi

siswa untuk senantiasa belajar yang menyenangkan akan dampak positif dalam

pencapaian hasil belajar yang optimal. Hasil belajar siswa merupakan suatu

indikasi dari perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa setelah mengalami

(18)

4

memahami suatu materi pelajaran dan mampu aktif dalam proses pembelajaran.

Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Fenomena di atas terjadi disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena

kurang kreatifnya guru sebagai pendidik dalam memvariasikan metode-metode

pembelajaran, membuat proses pembelajaran ekonomi yang terjadi hanyalah

berupa penyampaian informasi satu arah dari guru kepada siswa. Dengan kata lain

guru sangat bergantung pada metode ceramah, tanya jawab dan penugasan.

Pembelajaran cenderung membosankan dan kurang menarik minat siswa sehingga

membuat suasana proses belajar mengajar menjadi fakum, pasif, tidak ada

interaksi pada akhirnya siswa hanya termenung, mengantuk dan membuat

keributan di dalam kelas.

Oleh karena itu diperlukan perbaikan dalam pembelajaran agar proses

belajar mengajar terlaksana dengan baik dan hasil belajar meningkat, yaitu dengan

menciptakan suatu proses belajar mengajar yang lebih menarik, menggembirakan

dan mudah dipahami. Salah satu cara untuk meminimalkan masalah tersebut di

atas, sudah seharusnya pada saat pengajaran ekonomi guru harus melakukan suatu

inovasi maupun perubahan dalam mengajar. Guru harus mampu mengubah model

pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru yang profesional dan kreatif

akan memilih model pembelajaran yang tepat setelah menetapkan topik materi

dan tujuan pembelajaran.

Pengetahuan siswa diperoleh dari usaha siswa untuk mengkontruksikan

sendiri pengetahuan yang mereka peroleh dari guru, teman sejawat maupun dari

(19)

5

pembelajaran Snowball Throwing merupakan model pembelajaran yang efektif

untuk membuat semua siswa lain untuk memperoleh informasi tersebut

berdasarkan pengetahuan mereka sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa

saat pembelajaran.

Oleh karena itu, peneliti sebagai calon guru tertarik untuk mengadakan

penelitian yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing

Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran EkonomiSiswaKelas X MAN Barumun Tengah T.P 2013/2014”.

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka yang menjadi

identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan bangsa dan negara, karena

maju mundurnya suatu bangsa dan negara di tentukan oleh pendidikan.

2. Mata pelajaranekonomidianggapsebagaipelajaran yang

sulitdanmasihbanyak yang tidaksuka.

3. Rendahnyahasilbelajarsiswapadamatapelajaranekonomikarenamasihbanya

ksiswabelummemenuhiKriteriaKetuntasan Minimal (KKM) yang

telahditentukansekolah.

4. Guru belumefektifdalammenggunakan model pembelajaran yang

diterapkan di kelas, dimana yang terjadi guru

(20)

6

1.3Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka batasan masalah dalam

penelitian ini adalah “Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing

Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran EkonomiSiswa Kelas X MAN

Barumun Tengah T.P 2013/2014”.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah diatas, maka yang menjadi rumusan

masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada pengaruh yang positif dan

signifikan Model Pembelajaran Snowball Throwing Terhadap Hasil

BelajarEkonomiSiswa Kelas X MAN Barumun Tengah T.P 2013/2014?”.

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalahsebagaiberikut:

1. Untuk mengetahuipenggunaanmodel pembelajaran Snowball

Throwingpadamatapelajaranekonomi siswa kelas X MAN Barumun

Tengah T.P 2013/2014.

2. Untukmengetahuihasilbelajarsiswapadamatapelajaranekonomisiswakelas

X MAN Barumun Tengah T.P 2013/2014.

3. Untukmengetahuipengaruhpenggunaan model pembelajaranSnowball

Throwing terhadaphasilbelajarsiswapadamatapelajaranekonomisiswakelas

(21)

7

1.6Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yangdiharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi siswa, membantu siswa dalam proses belajar karena adanya model

pembelajaran dapat mendukung pembelajaran siswa, sehingga siswa akan

lebih tertarik untuk pada materi yang dipelajari akhirnya akan

meningkatkan pemahaman terhadap konsep teori serta memotivasi siswa

untuk lebih memiliki rasa tanggung jawab dalam pembelajaran sehingga

hasil belajar akan lebih baik.

2. Bagi penelitidanpenelitiselanjutnya, mendapatkan informasi yang

bermanfaat guna menambah wawasan, pengetahuan dan kemampuan

peneliti sebagai calon guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

3. Sebagai bahan masukan bagi pihak sekolah dan guru-guru, khususnya guru

bidang studi ekonomi untuk mengetahui sejauh mana model pembelajaran

Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

4. Sebagai bahan referensi dan masukan bagi mahasiswa yang

(22)

75

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Sebelum peneliti mengadakan penelitian, peneliti melakukan observasi

mengenai hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan

guru Ekonomi kelas X di sekolah MAN Barumun Tengah, bahwa hasil belajar

siswa pada mata pelajaran Ekonomi masih rendah karena rata-rata nilai

formatif dari 32 siswa dalam 1 kelas hanya 53,12% atau 17 siswa yang

memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah

yakni 70, dan 15 siswa yang lain masih belum sesuai dengan kriteria

ketuntasan.

2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa setelah diterapkan

model pembelajaran Snowball Throwing pada mata pelajaran Ekonomi

meningkat dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan menggunakan

metode pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat diketahui ada

peningkatan yang terjadi terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan

model pembelajaran Snowball Throwing. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata

hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Snowball Throwing yang Pre

Test 45,46 dan Post Test 75,46 dan untuk metode pembelajaran konvensional

nilai rata-rata yang Fre Test adalah 38,90 dan Post Test yaitu 64,06. Oleh

(23)

76

karena itu nilai mata pelajaran ekonomi kelas eksperimen lebih tinggi daripada

kelas kontrol.

3. Ada pengaruh yang positif dan signifikan Penggunaan Model Pembelajaran

Snowball Throwing terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi.

Dapat dilihat dari hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel yaitu

5,140 > 1,66967. Hal ini berarti bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang

menyatakan bahwa: “Ada pengaruh yang positif dan signifikan Peggunaan

Model Pembelajaran Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajara Siswa di

Kelas X MAN Barumun Tengah T.P 2013/2014”.

5.1. Saran

Berdasarkan pembahasan dan uraian kesimpulan diatas, maka ada

beberapa saran yang perlu peneliti sampaikan sehubungan dengan penelitian ini

antara lain:

1. Penerapan model pembelajaran Snowball Throwing memberikan hasil belajar

yang lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional,

sehingga disarankan bagi sekolah khususnya guru agar dapat menerapkan

model pembelajaran tersebut.

2. Kepada peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan judul yang sama,

disarankan untuk melakukan penelitian ini dengan mata pelajaran yang lain

dan mengembangkan penelitian ini dengan waktu yang lebih lama dan sumber

yang lebih luas agar dapat dijadikan sebagai studi pembanding bagi guru

(24)

77

3. Kepada pihak yang berwenang dalam bidang pendidikan, disarankan agar

mensosialisasikan model pembelajaran Snowball Throwing kepada guru-guru

di sekolah, karena hal ini sangat bermanfaat bagi siswa dan guru dan dapat

(25)

78

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono.2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta. Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

Badjuri (dalam Winataputra 2005:2.5) http://utsurabaya.files.wordpress.com/20 10/08/hariyanto2-data-grafik.pdf (18 Februari 2014)

Cronbach 1954 (dalam Suryabrata

2006 : 231) www. gatotkaca.fkip. uns.ac.id /index.php/ bioarticle/ do wnload/ 18 (16 Februari 2014)

Depdiknas (diakses 18 Februari 2014) http://iyasphunkalfreth.blogspot.com/2010/ 06/perbandingan-metode-pembelajaran.html

Dewi, Yuni, Akhiriyah. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Ips Pada Siswa Kelas V SD N Kalibanteng Kidul 01 Kota Semarang (Aplicating Snowball Throwing Model For Improving The Social Intructional At Fifth, Sdn Kalibanteng Kidul 01 Kota Semarang). Jurnal Kependidikan Dasar. Volume 1, Nomor 2, Februari 2011. Teacher of Primary School Kalibanteng Kidul 1, Semarang

Djamarah dan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta

Entin T. Agustina. (Volume IX No 1 Februari 2013). Implementasi Model

Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Siswa Dalam Membuat Produk Kria Kayu Dengan Peralatan Manual.

Jln. Cijawura Hilir N0. 341 Tel. 022- 7560358 Bandung email :

[email protected]

Gokhale, 1996 (dalam Dzaki 2009) garniwanandang.blogspot. com/2014_02_16_archive.html

Hakim, Thursan. 2005. Pengertian Belajar Menurut Para Ahli. http://herrystw.w ordpress. com/ 2011/05/23/ pengertian- belajar- menurut-para- ahli/ (diakses 16 Februari 2014)

(26)

79

Ida Purwati, dkk. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing disertai diskusi dalam Pembelajaran Fisika Kelas VII di SMP. (ISSN 2301-9794). Email : [email protected]. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember

Institut of Computer Technologi. 2006. Bandingkan Pembelajaran konvensional dengan Pembelajaran Hypnoteaching. http://iyasphunkalfreth.blogs-pot.com/2006/06/perbandingan-metode-pembelajaran.html (diakses 18 Februari 2014)

Intan Kurnia. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball

Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKN. Jurnal Of

Elementary Education. (ISSN 2252-9047).

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jee

Istarani. 2012. 58 Model Pembelajaran Inovatif/Referensi Guru dalam

Menentukan Model Pembelajaran. Medan. Media Persada

Jasmansyah (dalam jurnal Sembiring, 2011:3) jurnal.unimed.ac.id/index.php/ajs/ article/download/231/105 (16 Februari 2014)

Kisworo (2008:11) http://mukhtaribenk.blogspot.com/2010/10/ bab-1-penerapan-metode-pembelajaran.html (16 Februari 2014)

Kartika, Triana, Santi. (Volume 8 No 22 April 2011). Penggunaan Model

Pembelajaran Snowball Throwing Dalam Mata Kuliah Sistematika

Hewan Vertebrata Mahasiswa Pendidikan Biologi.

LD Oviyanti. 2013. Keefektifan Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Bervisi Sets Terhadap Hasil Belajar Koloid. Semarang.

(ISSN NO 2252-6609).

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined

Lie, Anita 2010. Mempraktikkan Cooperatif Learning di Ruang Kelas. Jakarta. Grasindo (Gramedia Widiasarana Indonesia)

Malik (2012:13) http://repository.upi.edu/operator/upload/s_ pgsd 1007633_chapter2.pdf (16 Februari 2014)

Mudjiono, Dimyati. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Rineka Cipta

(27)

80

Muplihun, N. Dantes, W. Lasmawan (Volume 3 Tahun 2013). Pengaruh

Penerapan Metode Diskusi Dan Snowball Throwing Terhadap Prestasi

Belajar Ips Ditinjau Dari Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas Vii SMP

N 3 Selong. e-mail: [email protected],

[email protected],[email protected].

Muhaedah Rasyid dan Sumiati Side. (Volume 12 Nomor 2 Desember 2011)

“Pengaruh Penerapan Pembelajaran Snowball Throwing terhadap

Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN I Bajeng Kab. Gowa (Studi pada

Materi Pokok Senyawa Hidrokarbon”.

Ngalimun. 2013. Strategi dan Model Pembelajaran.Yogyakarta. Aswaja PressindoS

Nur (2000) http://anggitaata.wordpress.com/2012/08/27/pengertian-model-pembelajaran-kooperatif/

Pamungkas (diakses 16 Februari 2014) http://learning-with-me-blogspot.com/2006/10/pembelajaran.html

Partia Iswanti, Mulyani dan Sukmawati. 2012. Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Pada Siswa Kelas Viii4 Smp Negeri 2 Metro Tahun Pelajaran 2012/2013. (ISSN 2089-8703 Vol 1No 2, Oktober 2012). Program Studi Pendidikan Matematika (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro

Sagala, Syaiful. 2012. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung. Alfabeta

Sanjaya, 2009:177 (dalam jurnal Yulianti 2012:13)

http://reposi-tory.upi.edu/operator/upload/s pkk 0811689_chapter2.pdf (18 Februari 2014)

Saryati, Titi. 2012. Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Pembelajaran IPS Pada Materi Uang. http://repository.upi.edu/oper ator/upload/s pgsd 0804215_chapter2.pdf (diakses 16 Februari 2014) Jurnal Pendidikan

Slameto. 2010. Belajar Dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta

(28)

81

Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung. Remaja Rosdakarya

Sudjana. 2005. Metoda Statistik. Bandung. Tarsito

Sugiyono. 2008. Model Pembelajaran Snowball Throwing. Jakarta : Prestasi Pustaka

Sukandi. 2003. Metode Pembelajaran Konvendional. www.geogle.co.id,http://iya sphunkalfreth.blogspot.com /2010/06/ perbandingan metode pembela-jaran.htlm. (diakses 18 Februari 2014)

Suprijono, Agus. 2010. Cooperatif Learning Teori Aplikasi Paikem. Yogyakarta. Pustaka Belajar

Sukertiasih, Ni Komang. (GaneÇ Swara Vol. 4 No.1 Pebruari 2010).

Implementasi Pembelajaran Kooperatif Dengan Metode Snowball Throwing Pada Pokok Bahasan Limit Fungsi Untuk Meningkatkan

Aktivitas Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA Saraswati

Mataram Tahun Ajaran 2007/2008”

Suryaman, Ade. 2012. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematika Siswa SMP. http://publikasi.stkipsiliwangi.ac .id/karya-ilmiah-semantik-mahasiswa/pengaruh-penggunaan-model-pembelajaran-kooperatif-tipe-snowball-throwing-terhadap- hasil-belajar-matematika-siswa-smp/. (diakses 23 Februari 2014)

Sutirman. 2013. Media dan Model-model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta. Graha Ilmu

Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta. Rineka Cipta

Trimo. 2008. Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Model Snowball Throwing Kelas IV SD Anjasmoro Semarang. http://researchengines.co m/0408trimo.html. (diakses 23 Februari 2014)

(29)

82

Gambar

Gambar 2.1  Proses Kegiatan Belajar Mengajar dengan Model

Referensi

Dokumen terkait

[email protected] Cari Bibit Ayam Petelur Cari Bibit Ayam Petelur Sudah dijawab. 29 31-08-2016 Ahmad Zakky [email protected] Lokasi Peternakan Lokasi

Data ini adalah data yang akan digunakan sebagai nilai posisi tubuh dominan kemudian dicocokkan dengan dataset ilmu kesehatan sehingga mendapatkan hasil kualitas

Hipotesis pada penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara keaktifan pada ke-giatan ekstrakulikuler terhadap pres-tasi belajar siswa di SMA Negeri 1

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi peraturan daerah Nomor 10 tahun 2010 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan dikota Surakarta dan

Penulis menganalisa penelitian ini dengan menggunakan 2 metode, yang pertama adalah Chi Kuadrat ( Chi Square ) yaitu suatu metode mengenai perbandingan antara frekuesi observasi

Potensi Jerami Padi untuk Perbaikan Sifat Fisik Tanah pada Lahan Sawah Terdegradasi, Lombok Barat.. Balai

Data dalam penelitian ini berwujud kata, frase, ungkapan, dan kalimat yang berkaitan dengan aspek moral tokoh Angel dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda. Karya Agnes Davonar

Materi ajar merupakan seperangkat materi/substansi pelajaran yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam