• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CO-OP CO-OP (COOPERATION IN EDUCATION) PADA POKOK BAHASAN ARITMATIKA SOSIAL DI KELAS VII SMP N 6 TEBING TINGGI T.A 2011/2012.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CO-OP CO-OP (COOPERATION IN EDUCATION) PADA POKOK BAHASAN ARITMATIKA SOSIAL DI KELAS VII SMP N 6 TEBING TINGGI T.A 2011/2012."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MOD CO – OP (COOPER

ARITM

P

Diajukan

FAKULTAS MA

ODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF T ERATION IN EDUCATION) PADA POKOK TMATIKA SOSIAL DI KELAS VII SMP N 6

TEBINGTINGGI T.A 2011/2012

Oleh :

Khoiri Ulfah Ikhwani NIM 071244110024

Program Studi Pendidikan Matematika

SKRIPSI

an Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Ge Sarjan Pendidikan

JURUSAN MATEMATIKA

MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHU UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN 2012

i

TIPE CO – OP OK BAHASAN N 6

Gelar

(2)
(3)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat

dan karuniaNya yang telah memberikan kesehatan dan nikmatNya kepada penulis

sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang

direncanakan.

Skripsi berjudul”Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Titpe

Co-op Co-op (Cooperation in Education) Pada Pokok Bahasan Aritmatika Sosial di Kelas VII SMP N 6 Tebingtinggi T.A 2011/2012” disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam UNIMED.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak

Drs.M. Panjaitan,M.Pd, sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah banyak

memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal rencana

penelitian sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih

juga disampaikan kepada Bapak Drs,Yasifati Hia,M.Si, Bapak Prof.,Dr. Mukhtar,

M.Pd dan Bapak Drs. Togi,MPd selaku dosen penguji yang telah memberikan

masukan dan saran dalam penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga

disampaikan kepada Bapak Drs.Asrin Lubis,M.Pd selaku dosen pembimbing

akademik, Bapak Prof.,Dr. Mukhtar, M.Pd selaku ketua Jurusan Matematika,

Bapak Drs. Syafari, M.Pd selaku ketua Program Studi Pendidikan Matematika,

dan seluruh Bapak, Ibu Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan Matematika FMIPA

UNIMED yang sudah membantu penulis.

Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah SMP

N 6 Tebingtinggi Ibu Salmah Nasution,S.Pd , Elinawati Harahap sebagai guru

bidang studi matematika dan seluruh Bapak/ Ibu guru beserta Staf Pegawai yang

telah membantu penulis selama melaksanakan penelitian.

Teristimewa penulis ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua penulis

Ayahanda Muchtar Ichwan dan Ibunda Herawati,S.Pd tercinta yang selalu

memberikan limpahan kasih sayang, doa, dorongan, semangat dan pengorbanan

(4)

v

penulis ucapkan terima kasih kepada Kakanda Wulandhari Ikhwan,Maulida

Ikhwani,Widya neiva Surya, Abangda Humaidi Ikhwan, Budi Hendrawan, Aefri

Tanto beserta seluruh keluargaku yang tercinta yang telah memberikan semangat

dan dukungan kepada penulis. Buat seluruh teman-teman seperjuangan angkatan

2007 khususnya kelas Dik A Reguler(Khairani, Siska Apulina, Siska Oktarina,

Lili Handayani, Irin Pradina, Suwanto, M. Ade Azhari), dan buat Anak Kos

4a(Wahyuni Adha Purba, Anitya Santri R. Harahap, Reni Damayanti,

Molani.P.Hsb) juga teman-teman SMA (Agung Indrawan, ImamTawakkal, Andar

Alatas, Aristhy Wulandari, Nurul Inayah) Tak lupa untaian terima kasih kepada

M.Arif Fahrizal yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan

skripsi ini.

Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi

ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan baik dari

segi isi maupun tata bahasa. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik

yang sifatnya membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Penulis

berharap isi skripsi ini dapat bermanfaat dalam memperkaya ilmu pendidikan.

Medan, Juli 2012 Penulis

(5)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE CO-OP CO-OP (COOPERATION IN EDUCATION)PADA POKOK BAHASAN

ARITMATIKA SOSIAL DI KELAS VII SMP N 6 TEBINGTINGGI T.A 2011/2012

KHOIRI ULFAH IKHWANI (NIM 071244110024)

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar, aktivitas dan respon siswa bila diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe op Co-op pada pokok bahasan aritmatika sosial di kelas VII SMP N 6 Tebingtinggi T.A 2011/2012

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 6 Tebingtinggi yang berjumlah 39 orang. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar, aktivitas dan respon siswa dalam pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah tes, lembar observasi dan angket. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa, observasi digunakan untuk melihat aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung, dan angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op

Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif. Jika Ho : µ ≥ µ0 dan

Ha : µ < µ0 , Karena ttabel< thitung atau 1,68 < 2,49 maka, Ho diterima dan Ha ditolak,

dengan demikian hasil belajar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op lebih besar atau sama dengan dari nilai rata-rata ideal.

Dari lembar observasi aktivitas siswa diperoleh rata-rata aktivitas siswa adalah 75,20% atau berada dalam kategori baik. Dan dari angket respon siswa, diperoleh bahwa rata-rata respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-Co-op adalah 75% atau dalam kategori cukup baik

(6)

APPLYING COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE CO-OP CO-OP (COOPERATION IN EDUCATION) AT TOPIC ARITHMETIC SOCIAL

IN 7TH GRADE OF SMP NEGERI 6 TEBINGTINGGI LEARNING YEAR 2011/2012

Khoiri Ulfah Ikhwani (NIM 071244110024)

ABSTRACT

The purpose of this research is knowing studying result, activity and reaction of student if applied cooperative learning model type co-op co-op at topic arithmetic social in 7th grade of SMP Negeri 6 Tebingtinggi learning year 2011/2012.

Subject of this research is student in 7th grade of SMP Negeri 6 Tebingtinggi whom consists of 39 students. As well, object of this research is studying result, activity and reaction of student in cooperative learning model type co-op co-op. Instrument that used to get fact is test, observation paper, and questionnaire. Test is used to know student’s studying result, observation paper is used to see student’s activity when learning is going on, and questionnaire is used to know student’s reaction to cooperative learning model type co-op co-op.

This research is analyse descriptive research. If H0 : ≥ dan Ha : < . Since ttable < tcount or 1,68 < 2,49 so H0 is accepted and Ha is annoying.

Therefore, studying result by using cooperative learning model type co-op co-op is greater than or equal with ideal average value.

From observation paper of student’s activity, average of student’s activity value is 75,20 % and categorized by good. From questionnaire, average of student’s reaction to learning model type co-op co-op is 75 % and categorized by enough good.

(7)

vi

2.1.1 Proses Belajar Mengajar 8

2.1.2 Hasil Belajar 10

2.1.3 Aktivitas Belajar 11

2.1.4 Respon Siswa 13

2.1.5 Model Pembelajaran Kooperatif Learning 13 2.1.6 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CO –OP CO –OP 16

2.1.7 Pengertian LAS 19

2.2 Aritmatika Sosial 20

2,3 Contoh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CO-OP 32 CO-OP pada sub Topik Persentase Untung atau Rugi

2.4 Kerangka Konseptual 42

2.5 Hasil Penelitian yang Relevan 43

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian 44

3.2 Subjek dan Objek Penelitian 44

3.3 Jenis Penelitian 44

3.4 Prosedur Penelitian 44

3.5 Alat Pengumpulan Data 45

3.5.1 Tes 45

3.5.2 Observasi 46

(8)

vii

3.5.4 Teknik Analisis Data 47

3.5.5 Hasil Belajar Siswa Terhadap Model pem.co-op co-op 47 3.5.6 Analisis Lembara Observasi Aktivitas Belajar Siswa 49 3.5.7 Analisis Angkat Respon Siswa 51

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Hasil Penelitian 52

4.1.1 Hasil Belajar Siswa Terhadap Pembelajaran 52 Kooperatif Tipe Co-op Co-op

4.1.2 Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran Kooperatif Tipe 55 Co-op Co-op Berlangsung

4.1.3 Respon Siswa Terhadap Pembelajaran dengan 56 Menggunakan Model Kooperatif Tipe Co-op Co-op

4.2 Hasil Penelitian 56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 60

5.2 Saran 60

(9)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman

(10)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran I 65

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran II 72

Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran III 77

Lampiran 4. LAS I 82

Lampiran 5. LAS II 88

Lampiran 6. LAS III 92

Lampiran 7. Lembar Validitas Tes 96

Lampiran 8. Kisi-Kisi Pre Test 102

Lampiran 9. Soal Pre tes 103

Lampiran 10. Kunci Jawaban Pre Tes 105

Lampiran 11.Kisi – kisi Post Tes 111

Lampiran 12. Soal Post Tes 112

Lampiran 13. Kunci Jawaban Post Tes 113

Lampiran 14. Pedoman Penskoran Tes Siswa 120

Lampiran 15. Lembar Observasi Aktivitasi Siswa dan contoh data 121

Lampiran 16 Kriteria Penilaian Lembar Observasi kegiatan Guru 123

Lampiran 17 Angket Respon Siswa Terhadap Pembelajaran 125

Lampiran 18 Data Respon Siswa 127

Lampiran 19 Data Ketuntasan Belajar Siswa 119

Lampiran 20 Data Aktivitas Siswa 131

(11)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan

teknologi modern dan mempunyai peranan yang sangat penting di berbagai

disiplin ilmu. Mengingat peranan tersebut, matematika diajarkan dari tingkat

Sekolah Dasar, Menengah, bahkan sampai Perguruan Tinggi.

Seperti yang diungkapkan oleh (Darhim 2010) dalam http://www.dunia

guru.com) bahwa:

“Kegunaan mata pelajaran matematika bukan hanya memberi kemampuan dalam perhitungan kuantitatif, tetapi juga dalam penataan cara berpikir, terutama dalam hal pembentukan kemampuan menganalisis, membuat sintesis, melakukan evaluasi hingga kemampuan memecahkan masalah. Bahwa pembelajaran matematika ditekankan kepada siswa supaya memiliki kemampuan memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata, kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi, dan kemampuan bernalar sehingga dapat berfikir logis, sistematis, bersifat objektif, jujur, disiplin dalam memandang dan menyelesaikan masalah. “

Berdasarkan pendapat Darhim, siswa diharapkan menguasai pelajaran

matematika yang diajarkan di sekolah. Kenyataannya, masih banyak dijumpai

siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal pada pelajaran matematika. Hal

ini bisa diakibatkan kurangnya minat siswa belajar matematika. Minat belajar

matematika ini dapat dilihat melalui aktivitas siswa saat belajar. Aktivitas ini

disorot dari beberapa hal, yaitu aktivitas siswa saat mendengarkan dan

memperhatikan guru menerangkan, aktivitas bertanya bila ada materi yang tidak

dimengerti, dan aktivitas mengerjakan dan bertanggung jawab pada tugas yang

diberikan guru, baik tugas di kelas maupun tugas di rumah.

Rendahnya hasil belajar dan aktivitas siswa ini juga berlaku di SMP

Negeri 6 Tebingtinggi. Berdasarkan data hasil observasi awal pada tangagal 12

April 2011 dengan Ibu Mariah Delva Yurita, dan melalui pengalaman PPL yang

dilaksanakan peneliti di SMP N 6 Tebingtinggi menunjukkan bahwa selama

(12)

2

menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diajukan sehingga tidak menunjukkan

kelancaran siswa mengemukakan jawaban dan cenderung takut mengajukan

pendapat atau gagasan, serta menanggapi pertanyaan guru tersebut.

Rendahnya aktivitas dan hasil belajar ini dikarenakan penggunaan metode

pembelajaran yang belum efektif. Berdasarkan observasi, 12 April 2011, guru

mata pelajaran masih menggunakan metode ceramah. Penggunaan metode ini

kurang efektif karena pembelajaran yang berlangsung adalah direct teaching,

artinya pembelajaran berlangsung searah sehingga tidak tertutup kemungkinan

timbulnya teacher centered, artinya pembelajaran berpusat pada guru. Hal ini

mengakibatkan interaksi di kelas didominasi oleh guru, artinya interaksi yang

timbul hanya antara guru dengan siswa, sementara interaksi sesama siswa

berkurang.

Seperti yang diungkapkan oleh Ris’hwan:

Dalam http://etd.eprints.ums.ac.id/11710/3/03._BAB_I.pdf (11 juli 2011) “Rendahnya hasil belajar matematika siswa diduga disebabkan oleh kesulitan memahami matematika. Hal ini tidaklah mengherankan karena selama ini pembelajaran matematika masih bersifat konvensional dan monoton. Guru lebih banyak mendominasi dalam proses pembelajaran. Guru lebih aktif berceramah dibandingkan dengan siswa. Akibatnya, perasaan bosan belajar matematika sewaktu-waktu bisa muncul pada diri siswa. Banyak fakta menunjukkan pada saat pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa kurang antusias menerimanya, siswa lebih bersifat pasif, enggan, takut atau malu untuk mengemukakan pendapatnya “

Marhamah dalam www.marhamahrf’swebblog.com (11 Mei 2011) menyatakan :

(13)

3

Rish’wan dalam http://id.wikipedia.org/ wiki/Respon (13 juli 2011):

“Kurangnya respon siswa terhadap suatu pelajaran akan menghambat proses pembelajaran. Rendahnya respon siswa belum tentu sumber kesalahan materi ajar pada diri siswa, kemampuan guru menyampaikan materi yang kurang memadai dapat menyebabkan kelas menjadi kurang menarik dan cendurung membosankan bagi siswa. Suara guru yang kurang keras, guru yang kurang tegas, metode pembelajaran yang kurang tepat, atau posisi guru saat mengajar banyak duduk dapat membawa suasana yang tidak menarik perhatian, membuat siswa menjadi takut dan tidak senang yang mengakibatkan menurunnya respon. Jika respon siswa negatif, maka akan sangat sulit untuk mencapai tujuan pembelajaran.”

Salah satu materi ajar matematika di SMP kelas VII adalah Aritmatika

Sosial. Dengan mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat menggunakan

bentuk aljabar untuk memecahkan masalah aritmatika social dan dapat

menggunakannya dalam kegiatan ekonomi.

Kriteria ketuntasan minimal dari materi ini di SMP Negeri 6

Tebingtinggi adalah 60. Berdasarkan hasil observasi, 12 April 2011,

dilaporkan 16 dari 40 siswa atau sekitar 40% masih belum mencapai

ketuntasan. Selain itu, aktivitas siswa saat pembelajaran materi ini

berlangsung masih rendah.

Guru matematika SMP N 6 Tebingtinggi, Mariah Delva Yurita (12 April 2011),

menyatakan bahwa :

“Siswa hanya mampu menyelesaikan soal – soal matematika jika soal tersebut mirip atau serupa dengan contoh soal yang baru diberikan ,jika soal tersebut bervariasi atau diubah dari contoh soal yang diberikan maka siswa akan kesulitan untuk mengerjakan soal tersebut .Terutama untuk materi pelajaran yang menjadi materi prasyarat materi berikutnya ,seperti pada pokok bahasan Aritmatika Sosial yang urgen sebagai materi prasyarat dan sangat banyak soal – soal penerapannya yang berhubungan dengan kehidupan sehari – hari sehingga diperlukan pemahaman lebih “

Model pembelajaran yang akan diterapkan untuk meningkatkan aktivitas,

respon siswa, hasil belajar matematika, khususnya pada materi Aritmatika Sosial

adalah model pembelajaran Kooperatif tipe Co-op Co-op (Cooperation in

Education).

Slavin (2008:229) Dengan menerapkan model pembelajaran ini, siswa

diberi kesempatan untuk bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil, pertama

(14)

4

selanjutnya memberikan mereka kesempatan untuk saling berbagi pemahaman

baru itu dengan teman sekelasnya. Melalui model ini, diharapkan interaksi antar

siswa akan meningkat, serta pemahaman siswa akan materi bisa dibangun melalui

diskusi dengan teman sekelompoknya.

Berdasarkan penelitian dari Rafik Zulkarnaen (2009), yang berjudul

‘Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematika

Siswa SMA melalui Pendekatan Open-ended dengan pembelajaran Kooperatif

tipe Co-op Co-op’ Menyatakan :

1. Kemampuan pemecahan maslah dan komunikasi matematika siswa yang memperoleh pendekatan open–ended dengan pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op lebih baik dibandingkan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematika siswa yang memperoleh pendekatan open-ended, dan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematika kedua kelompok tersebut lebih baik disbanding kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematika siswa yan memperoleh pembelajaran konvensional ditinjau dari pencapaian hasil belajar dan peningkatan kemempuan pemecahan masalah dan komunikasi matematika

2. Kualitas aktivitas siswa selama pembelajaran matematika menggunakan pendekatan open-ended dengan pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op berasa kategori baik

Berdasarkan hasil penelitian dari Rizki KZB(2010),yang berjudul

‘Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Co-op Co-op

Terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa Pada Pokok Bhasan Trigonometri

di Kelas X SMA 1 Negeri MEDAN Tahun Ajaran 2009/2010’ menyatakan bahwa

ada pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe

Co-op Co-op terhadap kemampuan berfikir kreatif Pada pokok bahasan

Trigonometri

Berdasarkan uraian di atas, dilakukanlah penelitian deskriptif untuk

melihat peningkatan aktivitas,respon siswa dan hasil belajar matematika yang

diberi judul ”Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Co-op Co-op

(15)

5

1.2.Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasi beberapa

masalah yang berkaitan dengan prestasi belajar matematika, antara lain sebagai

berikut:

a. Siswa menganggap rumit pelajaran matematika

b. Rendahnya hasil belajar matematika siswa terhadap pokok bahasan

Aritmatika Sosial

c. Siswa mengalami keslitan dalam menyelesaikan soal – soal yang berbeda

dari contoh yang telah diberikan sebelumnya.

d. Guru masih jarang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

Co-op Co-Co-op.

e. Kurangnya inovasi dalam pembelajaran matematika yang dapat

meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar

1.3. Pembatasan Masalah

Dalam upaya mengkaji permasalahan, terdapat banyak masalah yang

terdefenisi, agar penelitian ini lebih terfokus dan tidak meluas. Secara ringkas

pada penelitian ini difokuskan pada : penerapan model pembelajaran kooperatif

tipe Co-op Co-op (Cooperation in Education) Pada Pokok Bahasan Aritmatika

Sosial di Kelas VII SMP N 6 Tebingtinggi T.A 2011/2012

1.4. Rumusan Masalah

Sesuai dengan batasan masalah yang dikemukakan di atas, maka penulis

dapat merumuskan masalah sebagai berikut:

a. Bagaimana hasil belajar siswa jika Pembelajaran Kooperatif Tipe Co-op

Co-op (Cooperation in Education) di Terapakan Pada Pokok Bahasan

Aritmatika Sosial di Kelas VII SMP N 6 Tebingtinggi T.A 2011/2012 ?

b. Bagaimana aktivitas siswa jika Pembelajaran Kooperatif Tipe op

Co-op (CoCo-operation in Education) di Terapakan Pada Pokok Bahasan

Aritmatika Sosial di Kelas VII SMP N 6 Tebingtinggi T.A 2011/2012 ?

c. Bagaimana respon siswa jika Pembelajaran Kooperatif Tipe Co-op Co-op

(Cooperation in Education) di Terapakan Pada Pokok Bahasan

(16)

6

1.5.Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah:

a. Untuk mengetahui hasil belajar siswa jika Pembelajaran Kooperatif Tipe

Co-op Co-op (Cooperation in Education) di Terapakan Pada Pokok

Bahasan Aritmatika Sosial di Kelas VII SMP N 6 Tebingtinggi T.A

2011/2012

b. Untuk mengetahui aktifitas siswa jika Pembelajaran Kooperatif Tipe

Co-op Co-Co-op (CoCo-operation in Education) di Terapakan Pada Pokok Bahasan

Aritmatika Sosial di Kelas VII SMP N 6 Tebingtinggi T.A 2011/2012

c. Untuk mengetahui respon siswa jika Pembelajaran Kooperatif Tipe Co-op

Co-op (Cooperation in Education) di Terapakan Pada Pokok Bahasan

Aritmatika Sosial di Kelas VII SMP N 6 Tebingtinggi T.A 2011/2012

1.6. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Menambah pengetahuan penulis mengenai model pembelajaran op

Co-op (CoCo-operation in Education) di SMP Negeri 6 Tebingtinggi.

2. Sarana informasi dan sumbangan yang bermanfaat bagi sekolah dan guru-

guru dalam rangka perbaikan pembelajaran dan dapat menjadi alternatif

model pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

3. Sebagai referensi dan masukan bagi civitas akademis Fakultas MIPA

UNIMED dan pihak lain dalam melakukan penelitian yang sama.

4. Sebagai bahan masukan bagi peneliti berikutnya yang akan melanjutkan

penelitian ini lebih dalam lagi.

1.7. Defenisi Operasional

1. hasil belajar adalah perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah

mengalami aktivitas belajar. Perubahan perilaku secara keseluruhan bukan

hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja.

2. Aktivitas pembelajaran adalah segala bentuk kegiatan yang terjadi selama

kegiatan pembelajaran berlangsung yang meliputi bertanya, menjawab

pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan lain lain. Dalam pembelajaran

(17)

7

3. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah

siswa sebagai anggota kelompok kecil yanga tingkat kemampuannya

berbeda

4. Dalam penelitian ini, aktivitas siswa meningkat dapat dilihat dari

persentase hasil observasi tiap pertemuan .Bila persentase meningkat

maka aktivitas yang dinilai menunjukkan perbaiakan yang positif, begitu

pula sebaliknya.

5. Respon adalah istilah yang digunakan oleh psikologiuntuk menamakan

reaksi terhadap rangsang yang diterima oleh panca indra. Respon biasanya

diwujudkan dalam bentuk perilaku yang dimunculkan setelah dilakukan

(18)

60

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data, maka dapat ditarik lesimpulan sebagai berikut:

1. Karena ttabel< thitung atau 1,68 < 2,49 maka H0 diterima dan Ha ditolak ,

dengan demikian hasil belajar siswa dengan penerapan model

pemmbelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op lebih besar atau sama dengan

dari nilai rata-rata ideal.Dengan demikian model pembelajaran kooperatif

tipe Co-op Co-op dapat dipergunakan untuk pokok bahasa Aritmatika

Sosial

2. Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op memperoleh rata-rata aktivitas

siswa Baiak (75,20%)

3. Berdasarkan hasil angket respon siswa, ternyata siswa senang dengan

model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op, hal ini terlihat dari rata

– rata respon siswa yaitu (75%) atau dalam kategori cukup baik

5.2. Saran

Berdasarkan simpulan penelitian, bahwa saran (rekomendasi) yang diajukan

adalah :

1. Kepada guru matematika hendaknya menggunakan pembelajaran yang

bervariasi, dan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe co-op

co-op dapat menjadi alternatif dalam upaya mengaktifkan siswa dalam

pembelajaran sehingga siswa dalam pembelajaran sehingga siswa lebih

mudah dan mampu dengan sendirinya memahami dan mempelajarai

materi yang diajarkan .

2. Bagi guru–guru dan calon guru yang akan menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op harus benar-benar

(19)

61

mengajar, karena kedua hal tersebut sangat berpotensi untuk menghambat

tercapainya tujuan pembelajaran.

3. Kepada peneliti lanjutan agar hasil dan perangkat penelitian ini dapat

dijadikan pertimbangan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif

tipe Co-op Co-op dalam proses belajar pada pokok bahasan aritmatika

sosial ataupun pokok bahasan yang lain dan dapat dikembangkan untuk

(20)

62

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono, (2003), Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Rineka Cipta, Jakarta.

Arikunto, S., (2006), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Edisi Revisi), Rineka Cipta, Jakarta.

Arikunto, S., (2009), Evaluasi Program Pendidikan, (Edisi Kedua), Bumi Aksara, Jakarta.

Asmin, (2007), Diktat Perkuliahan : Penilaian Hasil Belajar, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan, Medan Darhim(2010), http://www.dunia guru.com.

Djamarah, S.B., (2006), Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan, (2007), Buku Pedoman Penulisan Skripsi Mahasiswa dan Proposal Penelitian Kependidikan, FMIPA Unimed

Hamalik, Oemar, (2009), Proses Belajar Mengajar, Bumi Aksara, Bandung.

Harianto,Budi : Penerapan Strategi Genius Lerning Sebagai UpayaMeningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa di MTs Miftahusnah Medan T.A 2010/2011,Skripsi, FMIPA, UNIMED, Medan.

Hudoyo, H., (1988), Belajar Mengajar Matematika, Depdikbud, Jakarta.

Isjoni, H., (2009), Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Indah, Lia,Perbadaan Pendekatan Kontekstual Dengan Konvensional Terhadap

Kemampuan Koneksi Matematika Siswa Pada Pokok Bahasan Aritmatika Sosial di Kelas VII SMP Negeri 7 Tebingtinggi Tahun Ajaran 2009/2010, Skripsi, FMIPA, UNIMED, Medan.

Lie, Anita, (2010), Cooperative Learning, Penerbit PT. Grasindo, Jakarta. Marhamah(2011), www.marhamahrf’swebblog.com (11 Mei 2011)

Maulida, Desi : Penerapan Metode Belajar Aktif Tipe Index Card Match (ICM) Pada Pokok Bahasan Rumus Trigonometri Jumlah dan Selisih Dua Sudut di kelas XI SMA Cerdas Murni Tembung T.A 2010/2011,Skripsi, FMIPA, UNIMED, Medan.

Mulyasa, (2006), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Bandung : Remaja Rosdakarya.

Puspendik (2008), http://puspendik. Com/hasil2008/rata08/index.htm. Rish’wan(2011), http://id.wikipedia.org/ wiki/Respon (11 juli 2011)

Ris’hwan(2011),http://etd.eprints.ums.ac.id/11710/3/03._BAB_I.pdf (11 juli 2011)

Rizki, KZB, (2010),Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Co-op Co-op Terhadap Kemamapuan Berfikir Kreatif Siswa Pada Pokok Bahasan Trigonometri di Kelas X SMA Negeri 1 Medan Tahun Ajaran 2009/2010, Skripsi, FMIPA, UNIMED, Medan.

Safari, (2003). Evaluasi Pembelajaran. Medan : Direktorat Tenaga Kependidikan. Sanjaya, wina. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

(21)

63

Silitonga, P.M., Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, Penerbit FMIPA UNIMED, Medan.

Slameto, (2010), Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Edisi Revisi, Rhineka Cipta, Jakarta

Slavin, Robert E., (2008), Cooperative Learning, Penerbit Nusa Media, Bandung. Sudjana, Nana, (2009), Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, PT Remaja

Rosdakarya, Bandung.

Sugiono, (2009), Metode Penelitian Pendidikan, Penerbit Alfabeta,Bandung. Sukino,dkk., (2006), Matematia Untuk SMP Kelas VII, Erlangaga, Jakarta.

Suprijono, Agus, (2010), Cooperative Learning, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Syah, M, (2010), Psikologi Belajar, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

Syofian, (2010), Statistika Deskriptif untuk Penelitian, Rajawali Pers, Jakarata Tim MKPBM, (2001), Common Text Book, Strategi Pembelajaran Matematika

Kontemporer, JICA Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Tim MGMP Bahasa Indonesia SMP, (2008), http://mgmpbindobogor.

wordpress.com/2008/12/25/metode-pembelajaran-efektif-2/ (diakses

April 2010)

Trianto, (2010), Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP), Penerbit Kencana, Jakarta.

Zulkarnaen, Rafik (2011),

(22)

iii

RIWAYAT HIDUP

Khoiri Ulfah Ikhwani dilahirkan di Tebingtinggi pada tanggal 2 Januari 1989.Ibu

bernama Herawati,S.Pd dan ayah bernama Muchtar Ichwan dan merupakan anak

keempat dari 4 bersaudara .Pada tahun.1996,penulis masuk ke SDN 102083

Tebingtinggi dan menamatkan pendidikan dasar di sekolah ini pada tahun

2001.Pada tahun ini pula, penulis melanjutkan pendidikannya di SLTP

YAPENDAK dan tamat di tahun 2004.Kemudian melanjutkan sekolah menengah

atas di SMAN 4 Tebingtinggi dan lulus pada tahun 2007.Di tahun ini pula penulis

berhasil masuk ke PTN Universitas Negeri Medan di Fakultas Matematika dan

Gambar

Tabel 4.1  Pertumbuhan hasil belajar siswa

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan angka 1 s/d 9 di atas, kami Pokja Jasa Konsultansi dan Jasa Lainnya pada ULP Kabupaten Bengkulu Utara, bertempat di Sekretariat ULP mengumumkan

mozart, terdapat 5 subjek mahasiswa pada kelompok kontrol yang mengalami peningkatan tingkat kecemasan dan 10 subjek mahasiswa pada kelompok kontrol yang mengalami

Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan..

Optimasi Komposisi Titanium Dioksida Dan Asam Tartrat Pada Krim Tabir Surya Kombinasi Benzophenone-3 Dan Octyl Methoxycinnamate; Analia Yely Rachman, 082210101057; 2012;

Bahan yang digunakan dalam campuran pembuatan genteng polimer adalah. menggunakan ban dalam bekas , Polipropilena (PP), aspal iran

4.16 Hasil Tes Belajar Gerak Dasar Bola Voli Melalui Permainan Bola Voli yang dimodifikasi Siklus II... 81 4.17 Rekapitulasi Hasil Penilaian Observasi Perencanaan Pembelajaran

kedisiplinan siswa tinggi, maka akan menghasilkan prestasi yang tinggi. Sedangkan Ho adalah tidak adanya pengaruh minat belajar dan kedisiplinan. siswa terhadap

Berdasarkan hasil analisis kondisi eksisting kemudian dilakukan rumusan upaya perencanaan sistem pengelolaan sampah di UPTD Kebumen, UPTD Kutowinangun, dan UPTD