Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI BERBASIS SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS
( Studi Kuasi Eksperimen Terhadap Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 1 Bandung )
TESIS
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan
Program PIPS
Oleh
Yani Suryani
1103394
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SEKOLAH PASCASARJANA
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul
“PENGARUH
PENERAPAN
METODE
INKUIRI
BERBASIS
SAINS
TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS
(Studi
Kuasi Eksperimen
Terhadap Peserta Didik Kelas VII di SMP
Negeri 1 Bandung)” ini dan seluruh isinya adalah
benar-benar karya
saya sendiri, dan saya tidak melalukan penjiplakan atau pengutipan
dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku
dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan tersebut, saya siap
menanggung risiko yang dijatuhkan kepada saya apabila dikemudian
hari ditemukan adanya pelanggaran terhadapa etika keilmuan dalam
karya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap karya saya.
Bandung, Agustus 2013
Yang membuat pernyataan,
Yani Suryani
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
LEMBAR PENGESAHAN TESIS
DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH
Pembimbing I
Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, MS
NIP. 196001211985032001
Pembimbing II
Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed. NIP. 196308201988031001
Mengetahui
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Prof. Dr. H. Bunyamin Maftuh, M. Pd., MA
NIP. 196207021986011002
LEMBAR PENGESAHAN TESIS
DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH
Penguji I
Prof. Dr.H. Nursid Sumaatmadja
Penguji II
Dr. Karjono, M.Pd NIP. 196810201998021003
Pembimbing I
Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, MS NIP. 196001211985032001
Pembimbing II
Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed. NIP. 196308201988031001
Mengetahui
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Prof. Dr. H. Bunyamin Maftuh, M. Pd., MA
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
The Effect of Inquiry - Based on Science Technology and Society Methods to the social Learning Outcomes.
(Quasi- Experimental Study of Students of 7th Grade in SMP Negeri 1 Bandung )
The background of this research is the issue of globalization that impact on society's lives, especially school-age children (students) who started to use the technology in every activity. The problem in this study is whether the method of inquiry – based on Science Technology and Society has a significant effect on social science learning outcomes of students in SMPN 1 Bandung.
This study use quasi-experimental approach, with nonequivalent (pretest and posttest) the Control Group Design. The average result of experimental class’ pre-test is 59.72, and the post-test average is 77.08, the gain is 0, 46, While in the control classroom the average of pre - test is 56.81, and the post-test is 68.75, and the gain is 0, 28. There seems to be a significant improvement between the experimental class and the control class. The results were analyzed using the data analysis software called SPSS 16 for windows shows the sig is 0.000 < α 0.05, which means the test results showed that Ho strongly rejected, means that there are some learning outcomes distinctions between the student who get a method of inquiry -based learning with Science Technology and Society Methods with those who received conventional learning at the post-test. Post-test results of the students who received inquiry -based learning with the Science Technology and Society Methods is better than the students who received conventional learning. It can be seen from the motivation to learn, learner inquiry frequency, the students learning outcomes in land use and settlement patterns material based on the physical condition of the earth's surface.
The recommendations were based on the research findings and the discussion of the effect of the use of inquiry -based science technology society method. It is expected that schools, Social Sciences’ MGMP, social science Teacher and the next researcher can use and develop the inquiry -based science learning technology methods community in the social science.
Keywords : Inquiry -based science learning technology methods, Learning Outcomes, Social Science Learning
Pengaruh Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat terhadap Hasil Belajar IPS. ( Studi Quasi Eksperiment Terhadap Peserta Didik
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Oleh:
Yani Suryani NIM. 1103394
Pembimbing:
Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, MS Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed.
ABSTRAK
Latar belakang penelitian ini adalah masalah globalisasi yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat , khususnya anak usia sekolah(peserta didik) yang mulai banyak memanfaatkan teknologi dalam setiap kegiatan. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu apakah metode inkuiri berbasis STM memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS peserta didik di SMP N 1 Bandung.
Bentuk penelitian ini adalah quasi eksperiment, dengan desain nonequivalent
(pretes dan postest) Control Group Design. Hasil nilai kelas eksperimen pre-test
rata-rata 59.72, nilai post-test rata-rata 77.08, gain 0.46 dan di kelas kontrol pre-test rata-rata 56.81, nilai post-test 68.75 , gain 0.28. Terlihat ada peningkatan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil analisis data dianalisis dengan menggunakan Software SPSS 16 for windows sig sebesar 0,000 < α 0,05 , yang berarti hasil uji menunjukkan sangat kuat menolak Ho, artinya terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan metode inkuiri berbasis STM dan peserta didik yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (post-test). Hasil
post-test peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan metode inkuiri berbasis STM lebih baik dari peserta didik yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari motivasi belajar, frekwensi peserta didik bertanya, hasil belajar peserta didik dalam materi penggunaan lahan dan pola permukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.
Rekomendasi berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh penggunaan metode inkuiri berbasis sains teknologi masyarakat. Diharapkan pihak sekolah, MGMP IPS, Guru bidang studi IPS dan peneliti selanjutnya dapat menggunakan dan mengembangkan metode Inkuiri berbasis sains teknologi masyarakat dalam pembelajaran IPS.
i Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI
B. Identifikasi dan Perumusan Masalah ... 7
C. Tujuan Penelitian ... 8
b. Latar Historis Strategi Pembelajaran Inkuiri ... 17
c. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Inkuiri ... 19
d. Prinsip-Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri .... 21
e. Langkah-Langkah Strategi Pembelajaran Inkuiri ... 23
4. Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat ……… 27
a. Pengertian STM ... 27
g. Penerapan Model Pembelajaran STM ... 37
5. Hasil Belajar ... ………. 41
a. Pengertian Belajar ... 41
b. Pengertian Hasil Belajar ... 41
c. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 42
d. Tujuan dan Fungsi Penilaian Hasil Belajar ... 43
e. Ruang lingkup Penilaian Hasil Belajar ... 43
ii Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
B. Hasil Penelitian Yang Relevan ... 45
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 75
1. Deskripsi Data Hasil Belajar ... 75
a. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian ... 75
b. Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 79
c. Uji Hipotesis ... 84
V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ... A. Kesimpulan ... 102
B. Rekomendasi ... 103
DAFTAR PUSTAKA ... 104
iii Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Nilai rata-rata UTS Mata Pelajaran IPS ... 6
3.1Desain Penelitian ... 53
3.2Kisi-kisi Indikator soal ... 57
3.3Hasil Uji Coba Butir Soal Instrumen ... 58
3.4Koefisien Korelasi ... 63
3.5Hasil Uji Validasi Instrumen ... 63
3.6Hasil Uji Reabelitas Instrumen Penelitian ... 65
3.7Klasifikasi Daya Pembeda ... 66
3.8Daya Pembeda Soal... 66
3.9Klasifikasi Tingkat Kesukaran ... 68
3.10.Uji Tingkat Kesukaran ... 69
4.1. Rata-rata Skor Pre test ... 75
4.2. Rata-rata Nilai Pre test ... 76
4.3. Rata-rata Skor Post test ... 77
4.4. Rata-rata Nilai Post test ... 77
4.5. Hasil Belajar Peserta Didik Kelas Kontrol ... 78
4.6. Hasil Belajar Peserta Didik Kelas Eksperimen ... 80
4.7. Perbedaan Hasil Pre test dan Post test Kelompok eksperimen dan kontrol 81 4.8. Perbedaan Hasil Pre test dan Post test kelompok eksperimen ... 82
4.9. Perbedaan Hasil Pre test dan Post test kelompok control ... 83
4.10. Perbedaan Hasil Post tes Kelompok Eksperimen dan Kontrol ... 84
4.11. Uji Normalitas ... 85
iv Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1. Tahapan-tahapan Inkuiri ... 27
2.2. Interaksi Sains Teknologi Masyarakat ... 31
2.3. Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat ... 39
2.4. Paradigma Penelitian ... 59
4.1. Hasil Belajar Kelas Kontrol ... 77
4.2. Hasil Belajar Kelas Eksperimen ... 78
v Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Lampiran
A. Instrumen Penelitian
B. Analisis Hasil Uji Coba
C. Analisis Data Hasil Penelitian
1 Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Pendidikan merupakan aspek penting dalam era globalisasi. Masalah
globalisasi tidak hanya berakibat pada perekonomian dunia, masalah pokok yang
dihadapi bangsa Indonesia yaitu pengaruh dari globalisasi, kemajuan teknologi
telekomunikasi, media informasi serta perubahan nilai-nilai sosial harus
diperhitungkan dalam penyelenggaran pendidikan, apalagi tanggung jawab dunia
pendidikan tujuan pokoknya adalah melahirkan manusia yang berkualitas.
Pendidikan harus mampu mengembangkan keseluruhan potensi kemanusiaan
peserta didik, sehingga anak memiliki kesanggupan untuk hidup di era mendatang
yang memiliki kompleksitas permasalahan yang jauh lebih rumit dari saat ini.
Globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara
termasuk Indonesia dan khususnya para peserta didik sebagai generasi muda yang
sedang mencari jati diri. Dampak dari pengaruh globalisasi tersebut dikembalikan
kepada kepribadian setiap peserta didik, sebagai warga negara Indonesia agar
tetap menjaga etika dan budaya, sehingga tidak terkena dampak negatif dari
globalisasi. Pada saat ini banyak anak usia sekolah yang memanfaatkan kemajuan
telekomunikasi menggunakan alat komunikasi yang canggih, banyaknya warnet ,
games on line, sosial media, media informasi dan lain sebagainya tanpa
didampingi oleh orang tua sehingga arus globalisasi dan kemajuan IPTEK tidak
diimbangi dengan kemampuan IMTAQ.
Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan
manusia. Dengan adanya pendidikan maka akan dapat membantu manusia dalam
2
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dalam kehidupannya. Dalam mengelola proses belajar mengajar di dunia
pendidikan diperlukan suatu keterampilan tertentu oleh guru untuk menyampaikan
sesuatu materi pelajaran sesuai dengan target yang telah diterapkan oleh
kurikulum. Penyampaian materi oleh guru supaya berhasil mencapai tujuannya
perlu memperhatikan masalah yang paling penting disamping materi pelajaran
yaitu penggunaan metode pengajaran. Metode mengajar merupakan faktor yang
penting dan sering dijadikan bahan pembicaraan dalam dunia pendidikan. Metode
mengajar adalah suatu ilmu yang mempelajari tata cara mengajar. Cara mengajar
memang sangat diperlukan oleh seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Metode mengajar harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan perlu
pertimbanganan hal yang lain seperti alat dan sarana, besar kecilnya kelas, tempat
belajar, dan sebagainya.
Hakikat pendidikan adalah untuk mengejar pencapaian kualitas hidup
yang tinggi, melalui pendidikan diharapkan dapat diarahkan secara terprogram
untuk mencapai penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap tertentu demi
kelangsungan hidup. Salah satu program pendidikan yang tertantang untuk
mengatasi permasalahan di era globalisasi adalah program pendidikan IPS, yang
diharapkan dapat mengatasi masalah sosial di masyarakat. Program pendidikan
IPS diharapkan mampu menjawab dan memecahkan perbagai permasalahan sosial
yang ada, karena pada dasarnya perkembangan IPTEK mencerminkan
perkembangan kemampuan berpikir dan berkreasi manusia sebagai anggota
masyarakat dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Melalui program pendidikan dan pengajaran IPS sebagaimana
dikemukakan NCSS (1994:3) bahwa:
3
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang
dinamis. Oleh karena itu, perkembangan pendidikan memang seharusnya terjadi
sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Pendidikan mencakup seluruh
kegiatan yang melibatkan peserta didik dan pendidik dalam usaha pembimbingan
guna mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya.
Pada saat ini pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama umumnya
masih didominasi oleh pendidikan ekpositorik dan hanya mengejar target yang
berorientasi pada ujian akhir. Proses pendidikan IPS di sekolah saat ini
intensitasnya masih lebih banyak pada aspek kognitif atau sekedar mentransferkan
pengetahuan. Peserta didik selalu diposisikan sebagai pemerhati guru dalam
proses pembelajaran, diakhir pembelajaran siswa diberikan kisi-kisi untuk bahan
ulangan, jadi kemungkinan peserta didik belajar diakhir pelajaran untuk mengejar
target nilai KKM tanpa memahami, memaknai dan mendalami pelajaran tersebut.
Permasalahan muncul dikarenakan adanya ketidaktercapaian ketuntasan
minimum yang diberikan standar oleh pihak sekolah. Berikut salah satu contoh
perolehan nilai rata-rata ujian tengah semester ganjil tahun pelajaran 2012-2013.
Tabel 1.1
Nilai rata-rata UTS Mata Pelajaran IPS
SMP Negeri 1 Kota Bandung Tahun Ajaran 2012-2013
No Nama Kelas Rata-rata Nilai
1 VII-1 81
2 VII-2 73
3 VII-3 74
4 VII-4 77
5 VII-5 81
6 VII-6 76
7 VII-7 81
8 VII-8 71
9 VII-9 75
10 VII-10 78
4
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
12 VII-12 77
Rata-rata 77
Sumber: Kurikulum SMPN 1 Bandung
Melihat rata-rata nilai ulangan tengah semester ganjil adalah 77, memang
tidak terlalu jelek, tetapi karena batas KKM pelajaran IPS nilainya 80 jadi dari 12
kelas hanya 4 kelas yang memiliki nilai rata-rata diatas KKM.
Rendahnya nilai UTS tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar masih
harus ditingkatkan. Hal ini dikarenakan bahwa hasil belajar merupakan
instrumental input, raw input, expected output dan Environmental Input. Hal
tersebut menurut teori Loree (1970:133) dengan mengembalikan kepada tiga
komponen utama proses belajar mengajar yang harus diperhatikan oleh setiap
guru yang bertugas merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses belajar
mengajar (PBM) ialah komponen-komponen; (S) Stimulus, (O) Organisme, (R)
Response dapat dilihat pada gambar 1.1 berikut ini:
5
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Teori Tiga Komponen utama Proses Belajar Mengajar
Dengan melihat gambar tersebut, nampak secara sistematik ke empat
komponen utama dari PBM akan mempengaruhi perpormance dan outputnya.
Faktor yang menyebabkan rendahnya nilai mata pelajaran IPS, yaitu ada dua
faktor :
1. Faktor Row Input (peserta didik)
Kurangnya minat peserta didik untuk belajar mata pelajaran IPS. Menurut
Newman (Jarolimek, 1993:131) bahwa “ ketidak tertarikan siswa untuk belajar
Pendidikan IPS disebabkan peserta didik tidak pernah dilibatkan secara aktif
dalam belajar”. Sedangkan Pendidikan IPS sendiri sangat mengharapkan
keaktifan siswa.
2. Faktor Instrumental Input (guru, metode, teknik, media, bahan, sumber,
sarana)
Guru masih belum berani menggunakan strategi mengajar yang sesuai dengan
materi pelajaran, sebagian besar menggunakan metode Ceramah dan sedikit
melakukan diskusi dengan berorientasi pada buku teks. Sekolah yang
memberikan berbagai fasilitas sarana penunjang pembelajaran yang
menggunakan teknologi, belum di manfaatkan dengan baik dan maksimal.
Dalam belajar bermakna peserta didik tidak mengetahui suatu informasi
tetapi berusaha belajar untuk mendapat informasi tersebut, atau tidak hanya
sekedar belajar (learning to learn) tetapi belajar bagaimana mempelajarinya.
Peserta didik dalam Undang-undang Nomor 20 Pasal 1 Ayat 4 Tahun 2003
tentang sistem pendidikan nasional adalah “anggota masyarakat yang berusaha
mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada
6
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Salah satu inovasi yang dilakukan pada solusi dari permasalahan tersebut
adalah mengembangkan model Inkuiri berbasis Science-Technology-Society (STS)
atau yang dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai Pendekatan Sains Teknologi
Masyarakat (STM). Penggunaan model Inkuiri sebagai upaya untuk menciptakan
suasana pembelajaran yang kondusif, menyenangkan, mengacu kepada minat
siswa dengan mengangkat isu-isu yang sedang hangat di masyarakat, menciptakan
siswa berpikir kritis dan sistematis. Melalui pemusatan pembelajaran dengan
menggunakan model Inkuiri ini diharapkan peserta didik dapat meningkat
motivasi belajarnya dan lebih berprestasi sehingga mampu memecahkan masalah
atau isu-isu yang sedang hangat dalam lingkungan sekolah atau masyarakat secara
relevan. Pendekatan STM bagi pembelajaran IPS, yang hakekatnya mempelajari
manusia dengan lingkungannya, pada peserta didik SMP akan memberikan makna
bahwa IPS berkaitan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik sebagai manusia.
Selain itu melalui pembelajaran IPS ini, pendekatan STM di SMP akan melatih
peserta didik agar selalu peka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan (sains)
dan teknologi yang sesuai dengan realita kehidupan mereka. Peserta didik perlu
dilatih sedini mungkin untuk mempersiapkan diri dimasa yang akan datang
supaya mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi masalah
sosial yang disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui penerapan Inkuiri berbasis STM dalam materi kegiatan ekonomi
masyarakat, penggunaan lahan dan pola permukiman berdasarkan kondisi fisik
permukaan bumi dalam pembelajaran IPS, diharapkan peserta didik bukan hanya
memahami konsep-konsep tersebut dalam memecahkan masalah yang ada di
masyarakat dan memiliki kepedulian untuk melakukan kompetisi dan inovasi
sebagai upaya meningkatkan kualitas diri sebagai warganegara yang baik.
Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan di atas, Fajar (Yosie, 2008)
menyatakan bahwa IPS dapat mengcounter berbagai permasalahan sosial yang
7
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menekankan pembelajaran konsep dan proses dengan lebih berpusat pada
perkembangan aspek kognitif memerlukan satu nilai aspek afektif berupa bentuk
kepedulian terhadap orang lain, lingkungan, dan teknologi sehingga dapat
memilih mana dampak yang positif dan dampak yang negatif.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pemahaman dan latarbelakang masalah diatas, maka
permasalahan yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah “Apakah penerapan Metode Inkuiri berbasis STM dapat dijadikan sebagai pendekatan pembelajaran
yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran
materi kegiatan ekonomi masyarakat, penggunaan lahan dan pola permukiman
berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi pada mata pelajaran IPS kelas VII di
SMP Negeri 1 Bandung?”
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi tersebut, dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut.
1. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang
mendapatkan pembelajaran dengan metode inkuiri berbasis STM dan peserta
didik yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada pengukuran awal
(pre-test)?
2. Apakah terdapat perbedaaan hasil belajar antara siswa yang mendapatkan
pembelajaran dengan metode inkuiri berbasis STM dan siswa yang
8
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara hasil pre-test dan
post-test pada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode inkuiri
berbasis STM?
4. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara hasil pre-test dan
post-test pada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode
konvensional?
5. Apakah terdapat perbedaan peningkatan (gain) hasil belajar antara siswa yang
mendapatkan pembelajaran dengan metode inkuiri berbasis STM dan siswa
yang metode konvensional?
D. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan masalah yang telah dikemukakan, tujuan yang ingin dicapai
dalam penelitian ini adalah:
1. Tujuan secara Umum
a. Melakukan sosialisasi penerapan metode Inkuiri berbasis Sain Teknologi
Masyarakat kepada guru-guru Pendidikan IPS dan peserta didik agar
penerapan metode Inkuiri berbasis Sain Teknologi Masyarakat sebagai
pendekatan alternatif yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik
dalam rangka pembeharuan atau inovasi di bidang pendidikan IPS.
b. Meningkatkan sikap literasi peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Bandung
terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan Sosial, perkembangan Teknologi
serta literasi terhadap masyarakat sekitar, agar siswa mampu mengambil
keputusan yang tepat dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat.
2. Tujuan secara Khusus
a. Meningkatkan kreatifitas dan aktifitas peserta didik dalam proses
pembelajaran IPS melalui penerapan metode Inkuiri berbasis Sain Teknologi
9
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
konsep-konsep ilmu pengetahuan tentang lingkungan dan mampun mengambil
keputusan yang tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di
masyarakat.
b. Meningkatkan hasil belajar peserta didik secara komprehensif baik aspek
kognitif dan psikomotor melalui penerapan metode Inkuiri berbasis Sain
Teknologi Masyarakat yang mengembangkan kemampuan penguasaaan
konsep aplikasi, kreatifitas dan sikap.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan
manfaat bahwa penerapan metode Inkuiri berbasis Sain Teknologi Masyarakat
dapat dijadikan solusi alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam
pembelajaran memahami lingkungan pada khususnya dan Pendidikan IPS pada
umumnya.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang sangat
berarti bagi inovasi Pendidikan dan Pengajaran yang menjadi tanggung jawab
institusi yang bergerak di bidang Pendidikan, seperti:
a. Lembaga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Bandung dalam proses
pembelajaran berdasarkan kurikulum yang telah ditentukan dalam rangka
meningkatkan sumber daya manusia.
b. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai institusi pencetak tenaga
10
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
c. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat memperkaya khasanah pengetahuan
tentang strategi pembelajaran sosial yang diaplikasikan dan dikembangkan di
dalam kelas.
d. Bagi peserta didik, penggunaan Metode Inkuri berbasis Sains Teknologi
Masyarakat dapat memberikan pengalaman dalam melakukan penyelidikan,
penelitian terhadap permasalahan di masyarakat sehingga pada diri anak
terdapat sikap atau kebiasaan untuk selalu menyelidik atau meneliti.
e. Bagi peneliti, peneltian ini mengetahui tingkat keberhasilan penggunaan
Metode Inkuiri berbasis Sains Teknologi Masyarakat terhadap Hasil Belajar
IPS.
Penelitian ini berusaha menerapkan Metode Inkuiri berbasis Sains
Teknologi Masyarakat pada pembelajaran IPS di SMP dalam rangka
meningkatkan hasil belajar siswa secara komprehensif meliputi aspek kognitif,
52 Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Subjek Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bandung dengan
pertimbangan pada tiga aspek yaitu kompetensi guru, kemampuan peserta didik,
dan sarana yang mendukung sebagai media pembelajaran. Kompetensi guru
pengajar IPS yang tidak berlatar belakang pendidikan IPS dan belum pernah
menerapkan pembelajaran menggunakan metode berbasis sains teknologi
masyarakat. Kemampuan peserta didik, dilihat dari hasil nilai UTS semester I
mata pelajaran IPS peserta didik masih banyak yang dibawah rata-rata nilai KKM.
Sarana yang mendukung sebagai media pembelajaran sudah difasilitasi oleh
sekolah namun pemanfaatan sarana tersebut belum maksimal digunakan. Jadi
dengan pertimbangan tersebut peneliti ingin menggali kemampuan guru dan
peserta didik dalam memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan di sekolah
dengan lingkungan masyarakat sekitar sekolah.
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi menurut Sugiono (2011:80) “ populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya. Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada
objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/ sifat yang
dimiliki oleh subjek atau objek itu. Berdasarkan pernyataan tersebut yang menjadi
53
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
kelas terbagi ke dalam tiga tingkatan yaitu kelas VII 12 kelas, kelas VIII 12 kelas,
dan kelas IX 12 kelas dengan jumlah keseluruhan peserta didik 1358 orang.
2. Sampel
Sampel menurut Sugiono( 2011: 297) sampel adalah sebagian dari jumlah
pupulasi tersebut. Dalam penelitian ini tidak diambil secara acak. Pengambilan
sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling (sugiono,2011). Sampel
penelitian diperoleh untuk menentukan kelas eksperimen yaitu kelas yang akan
dikenai perlakuan dengan menggunakan metode inkuiri berbasis sains teknologi
masyarakat, dan kelas kontrol yaitu kelas yang tampa dikenai perlakuan. Dari
sekolah yang diambil hanya kelas tujuh saja itu pun hanya dua kelas yang diambil
yaitu satu kelas sebagai kelas kontrol dan satu lagi kelas eksperimen.
Pertimbangan penetapan siswa kelas VII (tujuh) dalam penelitian ini,
karena siswa kelas VII merupakan siswa kelas baru dimana mereka itu masih
perlu beradaptasi dengan pola belajar di SMP. Kelas VII yang diambil untuk
penelitian yaitu kelas yang memiliki rata-rata yang sama pada saat UTS dan nilai
rata-ratanya dibawah nilai KKM.
C. Desain Penelitian
Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan yang menentukan arah
berlangsungnya proses penelitian secara tepat sesuai tujuan. Menurut Echols dan
Shadily (1976:177) bahwa “desain artinya rencana, tetapi apabila dikaji lebih
lanjut kata itu dapat berarti pila pola, potongan, bentuk, model, tujuan dan
maksud”. Desain penelitian menurut Millan (dalam Hadjar, 1999:102) adalah
“rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti
54
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
masyarakat, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode Inkuiri
berbasis Sains Teknologi Masyarakat.
Untuk melaksanakan eksperimen secara murni maka variable yang
mungkin berpengaruh dan mempengaruhi variable bebas harus dapat dikontrol
dengan ketat. Pengontrol yang ketat hanya mungkin dilakukan dalam eksperimen
di laboraturium. Mengingat penelitian ini bukan dalam kondisi laboratorium tapi
dalam kegiatan sehari-hari sehingga tidak dimungkinkan untuk mengontrol semua
variable bebas dan terikat secara ketat, maka bentuk penelitian ini adalah
eksperimen semu ( kuasi eksperimen). Jenis desain dalam penelitian ini berbentuk
desain nonequivalent (pretes dan postest) Control Group Design.
Dalam metode eksperimen ini, tes dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu
sebelum treatment (Pre Tes) dan setelah treatment (Post Tes ). Rancangan
desain penelitiannya dapat dilihat pada tabel 3.1
Tabel 3.1 Desain Penelitian
Kelompok Pretest Perlakuan Postest
Eksperimen O 1 X 1 O 2
Kontrol O3 - O 4
Sumber: Sugiyono (2012:79)
Keterangan:
O1 = Tes yang dilakukan sebelum perlakuan (pre tes) pada kelompok
eksperimen
O2 = Tes yang dilakukan setelah perlakuan (post tes) pada kelompok
eksperimen
O3 = Tes yang dilakukan sebelum perlakuan (pre tes) pada kelompok kontrol
O4 = Tes yang dilakukan setelah perlakuan (post tes) pada kelompok kontrol
55
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu D. Definisi Opersional
Variabel penelitian merupakan suatu keadaan yang dimanipulasi,
dikendalikan atau diobservasi oleh peneliti. Penelitian ini mengkaji tentang
implementasi metode pembelajaran IPS di kelas VII SMP dengan metode Inkuiri
Berbasis Sains Teknologi Masyarakat . Penelitian ini juga membandingkan antara
pembelajaran metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat dan
konvensional.
Dalam penelitian ini, ada dua variabel yang menjadi perhatianutama yaitu
variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu dengan metode Inkuiri
Berbasis Sains Teknologi Masyarakat, sedangkan variabel terikat yaitu hasil
belajar. Untuk memberikan konsep yang sama dalam upaya menghindari
kesalahan penapsiran terhadap istilah-istilah atau variabel yang digunakan dalam
penelitian ini, pengertian dari istilah atau variabel tersebut yaitu:
1. Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat
Menurut Yanger (Fajar, 2004:25) bahwa program-program sains teknologi
masyarakat pada umumnya mempunyai karakteristik bahwa:
a. Siswa mengidentifikasi masalah-masalah sosial dan teknologi di daerahnya serta dampaknya.
b. Menggunakan sumber lokal (manusia dan material) untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
c. Keterlibatan siswa secara aktif dalam mencari informasi yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah dalam kehidupan nyata.
d. Perluasan untuk terjadinya proses belajar yang melampaui waktu, kelas, dan sekolah.
e. Memusatkan pengaruh sains dan teknologi kepada siswa.
f. Pandangan bahwa materi subyek lebih dari sekedar konsep yang harus dikuasai siswa.
56
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
h. Penekanan terhadap kesadaran karir, terutama karir yang berhubungan dengan sains dan teknologi.
i. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berperan sebagai warga masyarakat, jika telah dapat mengatasi isu yang telah diidentifikasinya. j. Identifikasi cara-cara yang memungkinkan sains dan teknologi
memecahkan masalah di masa depan.
k. Perwujudan otonomi dalam proses belajar sebagai isu individu.
Penelitian dengan model sains teknologi masyarkat adalah pembelajaran
yang dapat memotivasi peresta didik untuk dapat menilai dampak positif dan
negatif kemajuan teknologi beserta produknya juga membuat proses belajar di
sekolah bermanfaat bagi dirinya maupun lingkungan. Pada akhirnya peserta didik
dapat menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah serta mampu membuat
analisis kritis, selanjutnya mengambil tindakan yang tepat dan bertanggung jawab.
2. Metode Inkuiri
Pendekatan mengajar dengan menggunakan inkuri sosial untuk
menghasilkan fakta, konsep, generalisai dan teori. Menurut Banks (Sapriya,
2012:91) bahwa model Inkuiri sosial terdiri dari:
a. perumusan Masalah
b. perumusan Hipotesis
c. definisi istilah
d. pengumpulan data
e. pengujian dan analisis data
f. menguji hipotesis untuk memperoleh generalisasi dan teori
g. memulai inkuiri lagi
Dengan demikian melakukan inkuiri berarti melibatkan diri dalam yanya
jawab, mencari informasi dan melakukan penyelidikan sesuai dengan
langkah-langkah yang telah dientukan, siswa menentukan arti suatu konsep dan kemudian
57
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Pengertian Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di Indonesia sebagaimana
yang terjadi disejumlah Negara pada umumnya masih dipersepsikan secara
beragam. Wesley (1964:9)“the social studies are those portions or aspects of the
social sciences that have been selected and adapted for use in the school or in
other instructional situations”. Bahwa Pendidikan IPS merupakan bagian atau
aspek ilmu-ilmu sosial yang telah diseleksi dan disesuaikan untuk digunakan di
sekolah atau di dalam situasi pengajaran lainnya.
Soemantri (2001:92) mendefinisikan PIPS sebagai “penyederhanaan atau
adaptasi dari disiplin ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia
yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pendagogis/psikologis untuk
tujuan pendidikan”.
IPS merupakan mata pelajaran yang diajarkan di persekolahan yang
mengkaji berbagai aspek kehidupan masyarakat secara terpadu, karena kehidupan
masyarakat merupakan totalitas , integrasi atau multidimensi dari berbagai aspek.
Pembelajaran IPS diharapkan mampu mengantarkan dan mengembangkan
kompetensi peserta didik ke arah kehidupan bermasyarakat dengan baik dan
fungsional, memiliki kepekaan sosial dan mampu berpartisipasi dalam mengatasi
masalah-masalah sosial sesuai dengan usianya. (Maryani, Enok 2011 :2).
IPS sebagai bidang studi yang banyak memerlukan media pengajaran,baik
alat peraga di dalam kelas maupun lingkungan sekitar yang dapat dilihat dan
diketahui siswa sehari-hari. Sumber pengajaran IPS yang utama tentu saja berasal
dari buku sumber yang menjadi pegangan siswa, tetapi untuk memperkuat
pengetahuan dan pemahaman , maka diperlukan adanya contoh konkrit yang ada
di sekitar mereka.
4. Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel hasil belajar IPS pada kelas eksperimen = X 1, dan
58
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menggunakan uji instrument yang diukur dengan pre test dan post test adapun
nilai yang diperoleh tersebut datanya diambil dari nilai UTS tahun pelajaran
2012-2013.
E. Instrumen
Intrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data. Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini bersifat
kuantitatif, yaitu konpetensi hasil belajar berkaitan dengan kepedulian peserta
didik terhadap lingkungan. Instrumen pada penelitian ini menggunakan tes yang
digunakan pada pelaksanaan pre dan post test sesuai dengan kisi-kisi indikator
soal disajikan pada tabel 3.2.
Selanjutnya untuk soal tes yang telah disusun oleh peneliti sebelum
digunakan dan dilakukan uji validitas dan reabilitasnya.
Tabel 3.2 Kisi-kisi Indikator Soal Kompetensi
Dasar
59
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
sungai, jalan dan
Sumber: Perangkat Pembelajaran Guru IPS Kelas VII
Pada proses uji soal sebelum dilaksanakan pre test, membuat soal
sebanyak 25 soal namun hasil dari uji soal tersebut ada 5 soal dengan kategori
tidak valid, jadi 5 soal tersebut tidak digunakan untuk pretest dan postest pada saat
pelaksanaan penelitian, yang digunakan hanya 20 soal. Hal tersebut dapat diihat
dari tabel berikut ini.
Tabel 3.3
Hasil Uji Coba Butir Soal Instrumen
60
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
14 0,7000 sangat baik 0,5278 sedang 0,645 Valid tinggi Dipakai 15 0,4000 Baik 0,7778 mudah 0,445 Valid cukup Dipakai 16 0,1000 Jelek 0,9722 sangat mudah 0,400 Valid cukup Dipakai
17 0,9000 sangat baik 0,4722 sedang 0,630 Valid tinggi Dipakai 18 0,6000 Baik 0,4444 sedang 0,448 Valid cukup Dipakai 19 0,1000 Jelek 0,9722 sangat mudah 0,400 Valid cukup Dipakai
20 0,3000 Cukup 0,8333 mudah 0,228 tidak valid rendah Dibuang
21 0,3000 Cukup 0,8889 sangat mudah 0,475 Valid cukup Dipakai
22 0,1000 Jelek 0,9444 sangat mudah 0,078 tidak valid
sangat
rendah Dibuang
23 0,4000 Baik 0,6667 Sedang 0,441 Valid cukup Dipakai 24 0,6000 Baik 0,6944 Sedang 0,460 Valid cukup Dipakai 25 0,3000 Cukup 0,8889 sangat mudah 0,294 tidak valid rendah Dibuang
Sumber: Hasil Pengolahan Data 2013
Dilihat pada tabel diatas ada soal nomor 6, 11, 20, 22, dan 25 validitasnya
tidak valid, kategorinya rendah dan sangat rendah jadi soal tersebut dianggap
kurang baik untuk dijadikan soal dan harus di buang/tidak digunakan untuk
pretest dan postest. Kemudian yang digunakan penelitian untuk pretest dan postest
hanya nomor 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 21, 23, dan 24.
Dengan demikian soal nomor 6 yang memiliki kriteria jelek, tingkat
kesukaran rendah, validitas tidak valid, kategori sangar rendah, jadi nomor soal 6
dianggap soal yang tidak bisa digunakan sebagai instrument soal. soal nomor 6
yang memiliki criteria jelek, tingkat kesukaran mudah, validitas tidak valid,
kateori sangar rendah, jadi nomor soal 6 dianggap soal yang tidak bisa digunakan
sebagai instrument soal. soal nomor 11 yang memiliki kriteria sangat jelek,
tingkat kesukaran mudah, validitas tidak valid, kategori rendah, jadi nomor soal
11 dianggap soal yang tidak bisa digunakan sebagai instrument soal. soal nomor
20 yang memiliki kriteria cukup, tingkat kesukaran mudah, validitas tidak valid,
kategori rendah, jadi nomor soal 20 dianggap soal yang tidak bisa digunakan
sebagai instrument soal. soal nomor 22 yang memiliki kriteria jelek, tingkat
61
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
soal 22 dianggap soal yang tidak bisa digunakan sebagai instrument soal. soal
nomor 25 yang memiliki kriteria cukup, tingkat kesukaran sangat mudah, validitas
tidak valid, kategori rendah, jadi nomor soal 25 dianggap soal yang tidak bisa
digunakan sebagai instrument soal.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah suatu cara yang digunakan untuk
mendapatkan keterangan keberkaitan dengan penelitian sehingga memperoleh
data yang diperlukan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pengukuran dengan alat pengumpul data berupa test hasil belajar dilakukan
dengan cara sebagai berikut:
1. Kegiatan pendahuluan yang melakukan koordinasi ke sekolah yang di jadikan
lokasi penelitian.
2. Persiapan penelitian
a. Telaah terhadap kurikulum pembelajaran IPS kelas VII untuk menentukan
pokok bahasan atau sub pokok bahasan yang akan disampaikan
b. Membuat rancangan media pembelajaran yang dapat mendukung kegiatan
belajar mengajar
c. Penyusunan instrument penelitian
d. Uji coba instrument penelitian
e. Observasi
f. Wawancara
g. Dokumentasi
3. Menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kelas VII
4. Melakukan tes awal (retest) untuk memperoleh data kemampuan siswa dari
masing-masing kelompok baik eksperimen maupun kelas kontrol sebelum di
62
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
5. Melaksanakan kegiatan pembelajaran IPS dengan menggunakan pendekatan
sains teknologi masyarakat pada kelas eksperimen dan pembelajaran dengan
metode kovensional pada kelas kontrol
6. Melakukan tes akhir (postest) untuk mengetahui perbedaan sikap kepedulian
lingkungan siswa pada masing-masing kelas setelah mendapatkan
pembelajaran dengan model pendekatan pendekatan sains teknologi
masyarakat pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas
kontrol
7. Pengolahan dan analisis data
8. Penyusunan laporan penelitian
G. Teknik Analisis Data
Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan tiga macam
instrument, yang terdiri dari tes, pedoman wawancara dan lembar observasi.
Dalam penelitian ini tes sebagai data yang bersifat kuantitatif sedangakan
wawancara dan observasi sebagai data yang bersifat kualitatif. Adapun prosedur
pengolahan dari tiap data adalah sebagai berikut:
1. Tes
Tes kemampuan penalaran dan komunikasi siswa yang digunakan dalam
bentuk soal pilihan dan uraian, dengan maksud untuk melihat proses pengerjaan
yang dilakukan siswa agar dapat diketahui sejauh mana siswa mampu melakukan
penalaran , melalui pendekatan pembelajaran sains teknologi masyarajat dan
pembelajaran inkuiri sosial dengan isu-isu masalah lingkungan. Dalam
penyusunan tes, diawali dengan penyusunan kisi-kisi yang mencakup kompetensi
dasar, indokator, aspek yang diukur beserta skor penilaiannya dan nomor butir
soal.
63
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Validitas menunjukkan sejauhmana suatu alat ukur dapat mengukur apa
yang ingin diukur. Jadi dapat dikatakan semakin tinggi validitas suatu alat ukur,
maka alat ukur tersebut semakin mengenai sasarannya atau semakin
menunujukkan apa yang seharusnya diukur. Suatu alat ukur dapat dikatakan
mempunyai validitas tinggi apabila instrumen ukur tersebut dapat menjalankan
fungsi ukurnya atau memberikan hasil ukur sesuai dengan makna dan tujuan
pengukuran tersebut. Jika peneliti menggunakan kuesioner dalam pengumpulan
data penelitian, maka butir-butir yang disusun pada kuesioner tersebut merupakan
alat ukur yang harus mengukur apa yang menjadi tujuan penelitian.
Uji coba untuk mengetahui validitas instrumen dianalisis dengan
menggunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut:
Uji Validitas, dilakukan dengan tahap-tahap berikut:
64
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Ho = Skor butir indikator berkorelasi positif dengan skor faktor (total)
H1 = Skor butir indikator tidak berkorelasi positif dengan skor faktor
(total)
2) Menentukan r table
Melihat r tabel dengan tingkat signifikan 5% atau 1%.
3) Mencari r hitung
4) Membandingkan r hitung dan r hitung tabel
Jika r hitung r tabel maka H0 diterima dan HI ditolak, artinya skor
butir indikator berkorelasi positif dengan skor faktor (total)
Jika r hitung r tabel, maka Ho ditolak dan HI diterima, skor butir
indikator tidak berkorelasi positif dengan skor faktor (total)
5) Mengambil keputusan
Dasar pengambilan keputusan
Jika r hitung positif dan r tabel, maka butir tersebut valid.
Jika r hitung negatif dan atau r tabel, maka butir tersebut tidak valid.
Tabel 3.4 Koefisien Korelasi
Besarnya Nilai Interpretasi
Antara 0,800 sampai dengan 1,000 Tinggi
Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Cukup
Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Agak rendah
Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Rendah
Antara 0,000 sampai dengan 0,200 Sangat rendah Sumber: Arikunto (2002:245)
Berdasarkan jumlah soal yang diuji sebanyak 20 soal pilihan ganda
dengan tingkat signifikansi 5% dan derajat kebebasan (dk) N-2 (36-2=34), maka
didapat nilai rtabel sebesar 0,339. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan
menggunakan software komputer SPSS.16 menunjukkan bahwa item-item
65
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dengan rtabel yang bernilai 0,339. Untuk lebih rincinya dapat dilihat pada tabel
berikut.
Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Instrumen
No Butir Soal rhitung rtabel Keterangan
1 1 1,000 0,339 Valid
Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup
dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data, karena instrumen
tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan
menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Reliabel artinya dapat dipercaya,
jadi dapat diandalkan.
Yang dimaksud dengan reabilitas adalah menunjukan suatu Pengertian
66
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjukan
tingkat keterandalan tertentu (Suharsimi Arikunto, 2006:247)
Pengujian reliabilitas instrumen dengan rentang skor antara 1-5
menggunakan rumus Cronbach alpha, yaitu:
r
Jumlah varian butir dapat dicari dengan cara mencari nilai varians tiap butir,
kemudian jumlahkan, seperti berikut ini:
Keputusan uji reliabilitas ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Jika koefisian internal seluruh item (ri) rtabel dengan tingkat signifikasi 5%
67
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2) Jika koefisian internal seluruh item (ri) < rtabel dengan tingkat signifikasi 5%
maka item pertanyaan dikatakan tidak reliabel.
Tabel 3.6
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian
No Variabel Rhitung Rtabel Keterangan
1. Tes 1 0.959 0.339 Reliabel
Sumber: Hasil Pengolahan Data 2013
Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas instrumen diketahui bahwa semua
butir soal reliabel, hal ini disebabkan nilai rhitung lebih besar dibandingkan dengan
nilai rtabel yang bernilai 0,339. Agar lebih terpirinci dapat dilihat pada tabel diatas.
c. Analisis Item Test
Langkah dan ketentuan melakukan analisis item test (Sumaatmadja, 1984:138)
sebagai berikut:
1) Pedoman Penilaian dan Kunci Jawaban
2) Membuat Ketentuan tingkat Signifikasi Tiap Item
3) Menentukan Indeks Kesukaran Tiap Item
4) Daya pembeda sebuah soal adalah kemampuan soal tersebut untuk dapat
membedakan antara testee yang berkemampuan tinggi dengan testee yang
berkemampuan rendah. Sebuah soal dikatakan memiliki daya pembeda yang
baik bila memang siswa yang kurang tidak dapat mengerjakan dengan baik.
Untuk menghitung daya pembeda tiap butir soal, menurut (Arikunto,
2008:201) digunakan rumus:
68
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Keterangan:
Dp = Indeks daya pembeda satu butir soal tertentu
BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar
BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab benar
JA = banyaknya peserta kelompok atas
JB = banyaknya peserta kelompok bawah
Tabel 3.7
Klasifikasi Daya Pembeda
Daya Pembeda Interpretasi
DP < 0,00 Sangat rendah
0,00 < DP < 0,20 Rendah
0,20< DP < 0,40 Cukup/sedang
0,40< DP < 0,70 Baik
0,70< DP = 1,00 Sangat baik
Sumber: Arikunto (2002)
Untuk hasil perhitungan selengkanya dapat dilihat pada lampiran B.
Adapu hasil rangkuman yang diperoleh dari uji coba instrument untuk daya
pembeda dengan menggunakan software Anates V.4 for Windows dapat dilihat
pada tabel 3.6 berikut:
Tabel 3.8 Daya Pembeda Soal
Pre Test Pos Test
No Soal Dp Interpretasi No Soal Dp Interpretasi
1 0,4444 Baik 1 0,6667 Baik
2 0,5556 Baik 2 0,7778 sangat baik
3 0,3333 Cukup 3 0,6667 Baik
4 0,4444 Baik 4 0,4444 Baik
5 0,5556 Baik 5 0,5556 Baik
6 0,5556 Baik 6 0,5556 Baik
7 0,3333 Cukup 7 0,3333 Cukup
8 0,4444 Baik 8 0,4444 Baik
69
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
10 0,7778 sangat baik 10 0,7778 sangat baik
11 0,4444 Baik 11 0,4444 Baik
12 0,7778 sangat baik 12 0,7778 sangat baik
13 0,4444 Baik 13 0,4444 Baik
14 0,3333 Cukup 14 0,1000 Jelek
15 0,1111 Jelek 15 0,8889 sangat baik
16 0,5556 Baik 16 0,6667 Baik
17 0,1111 Jelek 17 0,3333 Cukup
18 0,3333 Cukup 18 0,3333 Cukup
19 0,4444 Baik 19 0,1111 Jelek
20 0,5556 Baik 20 0,6667 Baik
Sumber: olah data software Anates V.4 for Windows
Dari hasil pengujian daya pembeda untuk soal pre tes tabel 3.6 diatas,
didapat daya beda dengan klasifikasi sangat jelek sebanyak 2 soal yaitu nomor 15
dan 17; klasifikasi cukup sebanyak 4 soal yaitu nomor 3, 7, 14, dan 18; klasifikasi
baik sebanyak 11 soal yaitu nomor 1, 2, 4, 5, 6, 8, 11, 13, 16, 19, dan 20;
klasifikasi sangat baik sebanyak 2 soal yaitu nomor 10 dan 12.
Sedangkan hasil pengujian daya pembeda untuk soal pre test, didapat daya
pembeda dengan klasifikasi jelek sebanyak 1 soal yaitu nomor 14; klasifikasi
cukup sebanyak 3 soal yaitu nomor 7, 17, dan 18; klasifikasi baik sebanyak 10
soal yaitu nomor 1, 3, 4, 5, 6, 8, 13, 16, 19, dan 20; klasifikasi sangat baik
70
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu d. Analisis tingkat kesukaran soal
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar
(Arikunto, 2008:207). Dengan kata lain, burit-butir item tes baik jika derajat
kesukaran item itu adalah sedang atau cukup. Tingkat kesukaran untuk setiap item
menunjukkan apakah butir soal tergolong sukar, sedang atau mudah.
Selanjutnya untuk menghitung tingkat kesukaran tiap butir soal berbentuk uraian
digunakan rumus sebagai berikut:
TK =
Keterangan:
TK = tingkat kesukaran
SA = jumlah skor kelompok atas pada butir soal yang diolah
SB = jumlah skor kelompok bawah pada butir soal yang diolah
IA = jumlah skor ideal kelompok atas pada butir soal yang diolah
IB = jumlah skor ideal kelompok bawah pada butir soal yang diolah
Klasifikasi untuk menginterpretasikan tingkat kesukaran digunakan
klasifikasi sebagai berikut:
Tabel 3.9
Klasifikasi Tingkat Kesukaran
Tingkat Kesukaran Interpretasi
TK= 0,00 Terlalu sukar
0,00 < TK < 0,30 Sukar
0,30< TK < 0,70 Sedang
0,70<TK < 1,00 Mudah
TK=1,00 Terlalu mudah
Sumber: Arikunto (2002)
Untuk hasil perhitungan selengkanya dapat dilihat pada lampiran B.
71
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
kesukaran tes dengan menggunakan software Anates V.4 for Windows dapat
dilihat pada tabel 3.8 berikut:
Tabel 3.10
Uji Tingkat Kesukaran Tes
Pre Test Pos Test
No Soal IK Interpretasi No Soal IK Interpretasi
1 0,4722 Sedang 1 0,5278 Sedang
2 0,4722 Sedang 2 0,4722 Sedang
3 0,5833 Sedang 3 0,5833 Sedang
4 0,1667 Sukar 4 0,2727 Sukar
5 0,5000 Sedang 5 0,5455 Sedang
6 0,7576 Mudah 6 0,7778 Mudah
7 0,8486 Mudah 7 0,8611 Mudah
8 0,7576 Mudah 8 0,8333 Mudah
9 0,6944 Sedang 9 0,6944 Sedang
10 0,1818 Sukar 10 0,5278 Sedang
11 0,8889 Mudah 11 0,9091 Mudah
12 0,2727 Sukar 12 0,5278 Sedang
13 0,6970 Mudah 13 0,7778 Mudah
14 0,9722 Mudah 14 0,8788 Mudah
15 0,2727 Sukar 15 0,4722 Sedang
16 0,4444 Sedang 16 0,4444 Mudah
17 0,8333 Mudah 17 0,9722 Mudah
18 0,5833 Sedang 18 0,8889 Mudah
19 0,6667 Sedang 19 0,6944 Sedang
20 0,6944 Sedang 20 0,6667 Sedang
Sumber: olah data software Anates V.4 for Windows
Dari hasil uji coba instrument untuk soal pretes diatas diperoleh 7 soal
dengan kriteria tingkat kesukaran mudah yaitu soal nomor 6, 7, 8, 11, 13, 14, dan
17; kriteria tingkat kesukaran sedang sebanyak 9 soal yaitu nomor 1, 2, 3, 5, 9, 16,
18, 19, dan 20; kriteria tingkat kesukaran sukar sebanyak 4 soal yaitu nomor 4, 10,
72
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sedangkan dari hasil uji coba instrument untuk soal posttes diatas
diperoleh 9 soal dengan kriteria tingkat kesukaran mudah yaitu soal nomor 6, 7, 8,
11, 13, 14, 16, 17, dan18; kriteria tingkat kesukaran sedang sebanyak 10 soal yaitu
1, 2, 3, 5, 9, 19, 10, 12, 15, 19, dan 20; kriteria tingkat kesukaran sebanyak 1 soal
yaitu nomor 4.
e. Uji t
Uji t digunakan untuk melihat perbedan signifikasi pencapaian kompetensi
hasil belajar rata-rata antara pre dan post test pada kelas eksperimen. Uji t di
lakukan dengan menggunakan Paired Sampels T Test Program SPSS v.16.0.
Rumusnya adalah:
t =
√ ∑
Keterangan:
Jika t hitung > t tabel maka, Ha diterima dan Ho ditolak
Jika t hitung < t tabel maka, Ha ditolak dan Ho diterima
Hipotesis hasil uji t, sebagai berikut:
1) Perbedaan Hasil Pretest Kelompok Eksperimen dan Kontrol
Ha : Hipotesis yang berbunyi ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang
mendapatkan pembelajaran dengan metode inkuiri berbasis STM dan
siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada pengukuran
awal (pre-test).
Ho : Hipotesis nihil berbunyi tidak ada perbedaan hasil belajar antara siswa
73
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada
pengukuran awal (pre-test).
2) Perbedaan Hasil Pretest dan Postest Kelompok Eksperimen
Ha : Hipotesis kerja yang berbunyi ada perbedaan hasil belajar siswa antara
hasil pre-test dan post-test pada siswa yang mendapatkan pembelajaran
dengan metode inkuiri berbasis STM.
Ho : Hipotesis nihil berbunyi tidak ada perbedaan hasil belajar siswa antara
hasil pre-test dan post-test pada siswa yang mendapatkan pembelajaran
dengan metode inkuiri berbasis STM.
3) Perbedaan Hasil Pretest dan Postest Kelompok Kontrol
Ha : Hipotesis kerja yang berbunyi ada perbedaan hasil belajar siswa antara
hasil pre-test dan post-test pada siswa yang mendapatkan pembelajaran
dengan metode konvensional.
Ho : Hipotesis nihil berbunyi tidak ada perbedaan hasil belajar siswa antara
hasil pre-test dan post-test pada siswa yang mendapatkan pembelajaran
dengan metode konvensional.
4) Perbedaan Hasil Postest Kelompok Eksperimen dan Kontrol
Ha : Hipotesis kerja yang berbunyi ada perbedaan hasil belajar antara siswa
yang mendapatkan pembelajaran dengan metode inkuiri berbasis STM
dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada
pengukuran akhir (post-test).
Ho : Hipotesis nihil berbunyi tidak ada perbedaan hasil belajar antara siswa
yang mendapatkan pembelajaran dengan metode inkuiri berbasis STM
dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada
74
Yani Suryani, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Hasil Belajar IPS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
5) Perbedaan peningkatan (gain) hasil belajar antara siswa yang mendapatkan
pembelajaran dengan metode inkuiri berbasis STM dan siswa yang metode
konvensional.
2. Analisis Kualitatif a. Pedoman wawancara
Pedoman wawancara yang dilakukan dalam penelitian adalah dengan
beberapa orang peserta didik kelas eksperimen dan beberapa orang guru IPS di
sekolah tempat penelitian. Pedoman wawancara dengan peserta didik digunakan
untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan mendalam mengenai
perasaan dan sika peserta didik kelompok eksperimen terhadap pembelajaran
dengan pendekatan sans teknologi masyarakat dengan inkuiri dengan isu-isu
masalah lingkungan. Sedangkan wawancara dengan guru digunakan untuk
memperoleh pendapat dan saran mengenai pembelajaran dengan model sains
teknologi masyarakat dan model inkuiri.
b. Lembar observasi
Lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan semua data tentang
sikap siswa dan guru dalam pembelajaran, interaksi antara peserta didik dan guru,
serta interaksi antar peserta didik dalam pembelajaran dengan pendekatan
pembelajaran sains teknologi masyarakat dan model inkuiri dengan isu-isu
lingkungan.
H. Prosedur Penelitian
Peneitian ini dilakukan dilakukan dalam dua tahap, yaitu: persiapan dan
pelaksanaan.