PEMBUATAN BRIKET DARI KOMPOSIT SAMPAH BUAH,, SAMPAH PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHYLENE ((HDPE)) DAN SERBUK GERGAJI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF.

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

P

PE

EM

MB

BU

UA

AT

TA

AN

N

B

BR

RI

IK

KE

ET

T

D

DA

AR

RI

I

K

KO

O

MP

M

PO

O

SI

S

IT

T

S

SA

AM

MP

PA

A

H

H

B

BU

UA

AH

H

,

,

S

SA

AM

MP

PA

AH

H

P

PL

LA

AS

ST

TI

I

K

K

H

H

I

I

G

G

H

H

D

D

E

E

N

N

S

S

I

I

T

T

Y

Y

P

P

O

O

L

L

Y

Y

E

E

T

T

H

H

Y

Y

L

L

E

E

N

N

E

E

(

(H

HD

DP

PE

E)

)

D

DA

AN

N

S

SE

ER

RB

BU

UK

K

G

GE

ER

RG

GA

AJ

JI

I

S

SE

EB

BA

AG

G

AI

A

I

B

BA

AH

HA

AN

N

B

BA

AK

KA

AR

R

A

AL

LT

TE

ER

RN

NA

AT

TI

IF

F

T

TU

UG

GA

AS

S

A

AK

K

HI

H

IR

R

Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Strata-1 pada

Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas

Oleh:

FEBRIANTA LENGGOGENI 0920942023

P

Peemmbbiimmbbiinngg:: I

Irr..YYEENNNNIIRRUUSSLLIINNDDAA,,MMTT

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN

FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

(2)

ABSTRAK

Briket pada penelitian ini dibuat dari bahan baku berupa sampah buah, plastik HDPE dan serbuk gergaji dengan berbagai variasi komposisi. Uji mutu briket dilakukan terhadap karakteristik fisik berupa kerapatan dan kuat tekan, karakteristik kimia berupa kadar air, kadar volatil, fixed carbon, kadar abu dan nilai kalor serta analisis biaya briket. Hasil analisis terhadap variasi briket didapatkan kerapatan 0,60-0,79 g/cm3; kuat tekan 0,88-2,47 kg/cm2; sifat kimia yaitu kadar air 5,42-9,06%; kadar volatil 70,02-75,71%; fixed carbon 12,94-20,02%; kadar abu 1,83-4,86; nilai kalor 6.051,13 kal/g dan biaya pembuatan briket 0,66-0,87 Rp/kkal. Dibandingkan dengan standar bio-briket menurut Permen ESDM No. 047 Tahun 2006 briket hasil penelitian ini telah memenuhi kecuali parameter kuat tekan. Berdasarkan perbandingan analisis karakteristik dan biaya, briket dengan variasi 20% sampah buah, 20% plastik HDPE, 60% serbuk gergaji merupakan briket optimum. Variasi briket ini memiliki nilai kerapatan, kuat tekan, nilai kalor dan fixed carbon yang tinggi, nilai kadar air, kadar abu dan kadar volatil yang rendah serta biaya per kal yang lebih rendah dibandingkan minyak tanah, sehingga mampu menggantikan minyak tanah sebagai bahan bakar alternatif.

(3)

B

B

A

A

B

B

P

P

E

E

N

N

D

D

A

A

H

H

U

U

L

L

U

U

A

A

N

N

1.1. Latar Belakang

Saat ini sebagian besar energi yang digunakan rakyat Indonesia berasal dari

bahan bakar fosil, yaitu bahan bakar minyak, batubara, dan gas. Kerugian

penggunaan bahan bakar fosil ini selain merusak lingkungan, juga tidak

terbarukan (nonrenewable) dan tidak berkelanjutan (unsustainable) (Erwandi,

2005). Peningkatan kebutuhan energi setiap tahunnya menyebabkan negara kita

dituntut untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Hal ini erat kaitannya

dengan analisis bahwa Indonesia dalam waktu 10-20 tahun ke depan akan menjadi

negara pengimpor minyak bersih jika kondisi kelangkaan sumber energi dibiarkan

tanpa upaya-upaya yang signifikan (Sudrajat dkk., 2006). Efisiensi energi dapat

dilakukan dengan mencari dan mengembangkan sumber-sumber energi terbarukan

baik yang berbentuk energi konvensional maupun energi baru yang dapat

diperbaharui (Yuniarti, 2011).

Beberapa jenis energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan

antara lain energi matahari, energi panas bumi, energi air dan energi biomassa.

Dari berbagai jenis energi terbarukan tersebut energi biomassa merupakan energi

yang banyak dimanfaatkan karena bahan bakunya banyak tersedia, mudah

dimanfaatkan dan tidak membutuhkan biaya besar (Nurmaningtyas, 2013).

Limbah atau sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif,

karena pada limbah organik tersebut terdapat biomassa yang mempunyai

kandungan karbon. Kandungan karbon inilah yang dapat membantu dalam proses

pembakaran. Salah satu pemanfaatan limbah atau sampah organik adalah sebagai

bahan baku briket arang. Briket arang dapat dibuat dari bahan-bahan yang

mengandung lignin dan selulosa seperti limbah atau sampah organik yang terdapat

dalam kehidupan manusia (Sani, 2009).

Beberapa jenis limbah organik seperti limbah gergaji dan sampah buah-buahan

dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Limbah gergaji selama ini

belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dibakar oleh masyarakat. Hal yang

(4)

I-2

laku terjual biasanya terjadi pada saat panen puncak buahan. Sampah

buah-buahan juga banyak ditemukan di tempat penjualan buah dan jus buah yaitu

berupa sisa pengupasan dan pemotongan buah-buahan. Sampah tersebut

berpotensi mencemari lingkungan sekitarnya dan sarang lalat akan turut berperan

menebarkan berbagai penyakit di sekitarnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan

usaha untuk meningkatkan nilai ekonomisnya sebagai salah satu sumber energi

alternatif yaitu dengan mengolahnya menjadi briket.

Briket dengan bahan baku biomassa memiliki nilai kalor yang lebih rendah dari

batubara. Untuk itu, diperlukan upaya menaikkan nilai kalor dengan

menggunakan bahan yang memiliki nilai kalor tinggi. Sampah plastik memiliki

nilai kalor yang tinggi sehingga dipertimbangkan dapat memenuhi kebutuhan

tersebut, misalnya plastik jenis Polyethylene (PE) yaitu High Density Polyethylene

(HDPE). Nilai kalor jenis plastik PE 46.500 kj/kg, nilai ini berada di bawah nilai

kalor Bahan Bakar Minyak (BBM), namun dapat melebihi nilai kalori batubara

yang memiliki nilai kalori 27.000 kj/kg. Sedangkan titik leleh plastik HDPE

120-1300C (Prasetyo, 2008). Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan

oleh Prasetyo (2008) menggunakan bahan baku HDPE dan sampah lignoselulosa

sebagai campuran eko-briket, sehingga nilai kalor briket yang dihasilkan sebesar

8.427,27 kal/g dan telah memenuhi standar nilai kalor briket bio-batubara minimal

yaitu 4.400 kal/g.

Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini mencoba untuk mengkombinasikan

sampah buah, plastik HDPE dan serbuk gergaji dengan berbagai variasi

komposisi sebagai bahan baku pembuatan briket. Briket hasil komposit ini

nantinya diharapkan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

1.2 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.2.1 Maksud Penelitian

Maksud dari penelitian ini adalah menguji karakteristik briket yang terbuat dari

komposit sampah buah, plastik HDPE, dan serbuk gergaji sehingga dapat

(5)

I-3

1.2.2 Tujuan penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Membuat briket dari komposit sampah buah, plastik HDPE dan serbuk gergaji

dengan berbagai variasi komposisi dan melakukan pengujian terhadap briket;

2. Membandingkan hasil pengujian variasi briket dengan standar/baku mutu yang

relefan;

3. Menghitung aspek biaya briket dari masing-masing variasi briket sebagai

sumber energi;

4. Membandingkan hasil analisis dan biaya masing-masing variasi briket dan

menentukan briket optimum.

1.3 Manfaat Penelitian

Diharapkan data dan hasil penelitian dapat memberikan manfaat antara lain:

1. Membantu penanganan permasalahan sampah organik, sampah plastik terutama

jenis HDPE, dan limbah serbuk gergaji dengan memaksimalkannya sebagai

bahan bakar;

2. Mendapatkan sumber energi alternatif yang murah;

3. Menciptakan peluang bisnis pembriketan sampah organik terutama sampah

buah-buahan dan sampah serbuk gergaji.

1.4 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian Tugas Akhir ini meliputi:

1. Bahan baku yang digunakan adalah sampah buah, sampah plastik HDPE dan

serbuk gergaji;

2. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampah buah (SB), serbuk

gergaji (SG) dan sampah plastik HDPE (SP) dengan komposisi sebagai berikut:

a. 100% SG;

b. 100% SB;

c. 50% SB:50% SG;

d. 60% SB:20% SP:20% SG;

e. 40% SB:20% SP:40% SG;

(6)

I-4

3. Bahan perekat yang digunakan pada pembuatan briket adalah tapioka dengan

perbandingan arang dengan perekat yaitu 1:2;

4. Pengujian mutu briket dilakukan terhadap kadar air, kadar volatil, kadar abu,

fixed carbon, nilai kalor, kerapatan dan kuat tekan;

5. Hasil uji kualitas briket dibandingkan dengan Peraturan Menteri Energi dan

Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) No. 047 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pembuatan dan Pemanfaatan Briket Batubara dan Bahan Bakar Padat Berbasis

Batubara.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Tugas Akhir ini adalah :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisikan latar belakang, maksud dan tujuan penelitian,

ruang lingkup penelitian, manfaat penelitian dan sistematika

penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisikan literatur yang berkaitan dengan penulisan sebagai

landasan teori yang mendukung penelitian dan penyusunan laporan

tugas akhir.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menjelaskan tahapan penelitian yang dilakukan, dan

metode analisis di laboratorium, serta lokasi dan waktu penelitian.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini membahas tentang hasil penelitian yang telah dilakukan

disertai dengan pembahasannya.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisikan simpulan yang diperoleh selama penelitian dan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...