• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARTIKEL ILMIAH OLEH DWIKY ANDIA NIM RRA1B113010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ARTIKEL ILMIAH OLEH DWIKY ANDIA NIM RRA1B113010"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

KEMAMPUAN MENYIMAK BERITA DALAM MEDIA VIDEO SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SATU ATAP

PEMATANG JERING MUARO JAMBI TAHUN AJARAN 2017/2018

ARTIKEL ILMIAH

OLEH DWIKY ANDIA NIM RRA1B113010

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI

JULI, 2018

(2)

ABSTRAK

Andia Dwiky, 2018. Kemampuan Menyimak Berita Dalam Media Video Siswa Kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Peamatang Jering Muaro Jambi Tahun pelajaran 2017/2018. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Jambi. Pembimbing (1) Drs. H. Larlen, M.Pd. (2) Drs. Aripudin, M.Hum.

Kata-Kata kunci: kemampuan, menyimak berita, media video

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menyimak berita menggunakan media video dalam menerapkan unsur-unsur berita yakni (1) apa, (2) Dimana, (3) kapan, (4) siapa, (5) mengapa, (6) bagaimana oleh siswa kelas VIII. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif.

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyimak berita dalam media video yang ditinjau unsur- unsur pembangun berita pada siswa kelas VIII adalah cukup mampu dengan kempuan menyimak berita dalam media video 70,21%. Kemampuan rata-rata yang diperoleh dalam kreteria penelitian dari unsur apa sebesar 77,1%. Dari kreteria penelitian dari unsur dimana sebesar 76,4%. Dari kreteria penelitian dari unsur kapan sebesar 74,3%. Dari kreteria penelitian dari unsur siapa sebesar 76%. Dari kreteria penelitian dari unsur mengapa sebesar 63,8%. Sedangakan dari kreteria penelitian dari unsur bagaimana sebesar 56,2%. Disimpulkan bahwa kemampuan menyimak berita menggunakan media video siswa kelas VIII berkategori cukup baik. Hal ini diketahui dari perolehan nilai oleh siswa kelas VIII tersebut dengan nilai rata-rata 70,21 (dibulatkan menjadi 70). Berdasarkan tabel 3.5, tabel kualitas kemampuan siswa dalam bentuk persentase terdapat pada interval 60%-74%. Saran Bagi siswa Mengingat hasil penelitian kemampuan menyimak berita menggunakan media video tergolong cukup baik, maka kemampuan menyimak berita tersebut harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Bagi guru Disarankan bagi guru bahasa Indonesia SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi, dalam melaksanakan pembelajaran dapat menggunakan media yang ada.

(3)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan memegang peranan yang penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa. Hal ini, disebabkan karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualiatas sumber daya manusia. Guna mewujudkan tujuan di atas diperlukan usaha yang keras dari pemerintah dan masyarakat yaitu dengan suatu proses pembelajaran.

Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Harapan yang ingin dicapai oleh guru tentunya adalah bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan dapat dikuasai oleh anak didik. Proses pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku yang positif seperti pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam ruang lingkup kehidupan. Karena bahasa sendiri berfungsi sebagai sarana komunikasi serta sebagai sarana integrasi dan adaptasi. Bahasa Indonesia dipakai oleh bangsa Indonesia sebagai bahasa resmi dan bahasa untuk keseharian. Dalam pembelajaran bahasa, peserta didik diharapkan untuk mengenal budaya bangsa Indonesia sebagai identitas dan ciri khas suatu suku dan daerah untuk menimbulkan keakraban dalam berkomunikasi sebagai alat dan pemersatu dalam budaya dan bangsa. Selain itu, bahasa juga merupakan alat komunikasi penting

(4)

yang digunakan untuk menyampaikan gagasan, ide, kritik, pesan, dan perasaan yang ada dalam diri manusia.

Mengingat dalam pembelajaran bahasa Indonesia ada dua kemampuan berbahasa yaitu kemampuan menyimak dan kemampuan penyimak. Untuk bahasa penyimak mencakup menyimak dan berbicara. Sedangkan kemampuan menyimak mencakup kemampuan membaca dan menulis. Empat aspek inilah yang menjadi dasar dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dari keempat aspek tersebut, kemampuan yang dipandang lebih sulit atau aktivitas yang tidak disukai oleh siswa adalah kemampuan menyimak karena menyimak merupakan proses mengubah pikiran atau perasan dalam bentuk tulisan yang memang benar-benar membutuhkan suatu keterampilan khusus.

Peneliti mengambil judul tentang kemampuan menyimak, karena menyimak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses pembelajaran yang dialami siswa selama menuntut ilmu di sekolah. menyimak juga memerlukan keterampilan atau kemampuan karena diperlukan latihan-latihan yang berkelanjutan dan terus-menerus terutama dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Dengan menyimak , seseorang akan menempuh seluruh proses dalam berbahasa. Sebelum menyimak, siswa dituntut untuk menyimak, berbicara, dan membaca dengan baik. Dan menyimak juga merupakan bukti nyata dari keempat aspek tersebut. Karena jika seseorang bisa melihat berarti ia sudah bisa, mendengar, berbicara, dan membaca.

Kegiatan menyimak harus dilatih kepada siswa secara sungguh-sungguh agar tujuan pembelajaran menyimak dapat dicapai secara optimal. Hal ini penting dilaksanakan karena menyimak merupakan sarana untuk mengembangkan

(5)

intelektual anak sejak pendidikan dasar. Kegiatan Menyimak memang tidak semudah yang kita bayangkan. Seseorang sering kali mengalami keinginan untuk Penyimak, tetapi tidak sanggup untuk melakukannya.

Penyimak dituntut untuk memiliki suatu kemampuan terlebih dahulu yakni kemampuan untuk menyimak itu sendiri, sehingga nantinya penyimak dapat menjadi terampil dalam menyimak, terutama dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan pengalaman secara umum, untuk mengetahui kemampuan menyimak siswa biasanya dilakukan dengan meminta salah satu siswa membacakan teks kemudian siswa lain menyimak teks yang telah dibacakan tersebut atau pun mendengarkan rekaman. Hal semacam ini cukup efektif, namun siswa yang diminta untuk membacakan teks tidak dapat diukur kemampuan menyimaknya, sebab ia hanya membaca teks, bukan menyimak. Selain itu, apabila teks atau rekaman yang diperdengarkan terlalu panjang, siswa bisa saja merasa jenuh.

Adapun beberapa hal yang menjadi penyebab rendahnya keterampilan menyimak siswa diantaranya siswa itu sendiri, yakni siswa belum mengerti bagaimana cara menyimak yang efektif, siswa juga belum memahami betapa pentingnya keterampilan menyimak dalam hal menguasai materi pelajaran.

Penyebab yang kedua ialah guru, yakni guru masih kurang kreatif dalam memilih media pembelajaran. kegiatan menyimak ini dapat terlihat pada kegiatan sehari- hari kita yang dihadapkan pada berbagai kesibukan menyimak, salah satunya menyimak berita.

Berita suatu informasi baru yang mengandung makna penting memiliki pengaruh terhadap siapapun yang mendengar atau membacanya, dan menarik bagi pemirsa (televisi) berita merupakan “informasi yang terdapat dalam media cetak,

(6)

media elektronik, atau pun dari mulut ke mulut”. Karena berita merupakan peristiwa yang telah disiarkan melalui radio, televisi, internet atau dimuat di media cetak”. Dengan menyimak berita, yakni “informasi hangat dan aktual yang disajikan kepada umum mengenai apa yang sedang terjadi, tentang apa yang harus dipikirkan dan bagaimana bertindak, ini berarti berita adalah laporan kejadian yang tepat pada waktunya, ringkas, cermat, dan kejadian nyata itu sendiri”.

Menyimak berita Menggunakan media video menumbuhkan imajinasi dan pola pikir siswa.

Menyimak berita dalam media video dapat memberikan pelajaran berupa nilai, empati, sikap dan moral yang ada pada berita. Pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan agar siswa memiliki kemampuan menyimak yang dipelajari SMP adalah Dari semua ragam tersebut, berita merupakan dasar untuk mengembangkan ke tulisan yang lain. Karena berita merupakan cerita yang berusaha menciptakan, mengisahkan, dan merangkaikan tindak tanduk manusia dalam sebuah peristiwa atau pengalaman manusia dari waktu ke waktu yang di dalamnya terdapat televisi yang menghadapi suatu masalh yang disusun secara sistematis. Tujuan menyimak berita bagi siswa agar berlatih menceritakan suatu peristiwa atau kejadian yang ada dan berusaha menceritakan rangkaian peristiwa yang ada dan berusaha menceritakan sebuah berita kembali, tempat suatu peristiwa atau kejadian di tempat terjadinya di masyarakat.

Ruang lingkup mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia mencakup komponen kemampuankompetensi dasar adalah yang terdapat dalam KTSP SMP kelas VIII yakni memahami isi berita dari radio/televisi dengan memperhatikan unsur pembangun berita. Dengan KD menemukan pokok-pokok berita (apa, siapa,

(7)

di man, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton memalui radio/televisi. dengan memperhatikan menyimak.

Dilihat dari kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran, menyajikan gagasan dalam bentuk berita merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang masih dianggap sulit. karena siswa sulit mencari kata, dan kurangnya minat siswa dalam membuat berita. Hal ini diperoleh dari pengamatan guru bahasa Indonesia di SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi.

Dipilihnya kelas VIII sebagai subjek penelitian . Menurut penilaian guru bahasa Indonesia di SMP Negeri Satu Atap Muaro Jambi menyatakan bahwa semua kelas VIII sama rata atau tidak adanya kelas unggulan. Akan tetapi, kelas VIII dihadapkan dengan persoalan yang berhubungan dengan kegiatan menyimak, yaitu kurangnya minat siswa terhadap pelajaran menyimak sebagian besar siswa mengeluh, bahkan tidak mengejarkan tugas yang diberikan oleh guru yang bersangkutan.

Berdasarkan hasil pencarian literatur tentang hasil penelitian sebelumnya menunjukkan belum pernah dilakukan penelitian tentang menyimak berita di SMP N Satu Atap Muaro Jambi. Dengan kondisi seperti ini merupakan sebuah tantangan bagi guru-guru termasuk guru bahasa Indonesia untuk meningkatkan mutu pembelajaran terutama dalam materi menyimak berita. Berdasarakan uraian yang telah dijelaskan di atas, penulis tertarik untuk melakasanakan penelitian yang berjudul “Kemampuan Menyimak Berita Dalam Media Video Siswa Kelas VIII SMP Negeri Pematang Jering Satu Muaro Jambi Pada Tahun Ajaran 2017/2018”.

(8)

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni bagaimana kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun Ajaran 2017/2018?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan menyimak berita menggunakan media video dalam pembelajaran bahasa Indonesia oleh siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi Tahun Ajaran 2017/2018.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoretis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pengembangan keilmuan terutama untuk menambah kejian pustaka mengenai kemampuan menyimak berita menggunakan media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi Tahun Ajaran 2017/2018

1.4.2 Manfaat Praktis 1) Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini berguna dalam menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti berikutnya terutamayang berkaitan dengan kemampuan menyimak berita menggunakan media video.

(9)

2) Bagi Guru

Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan dan dimanfaatkan oleh guru Bahasa Indonesia dalam mengefektifkan pembelajaran menyimak berita menggunakan mendia video.

3) Bagi Siswa

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman siswa dalam meningkatkan aspek yang lemah serta memelihara aspek yang sudah maksimal dalam menyimak berita menggunakan media video.

(10)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Untuk mengukur tingkat kemampuan menyimak berita dalam media video oleh siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jeriang Muaro Jambi, dapat diketahui hasilnya setelah melakukan penelitian dan melalui perhitungan dari penilaian yang telah dilakukan oleh peneliti dan guru bahasa Indonesia kelas VIII. Penilaian tersebut dari unsur apa, dimana, siapa, kapan, mengapa, dan bagaimana, dengan 3 berita yang dilakukan oleh dua peneliti yaitu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia (P1) dan peneliti (P2) di kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi. Hasil penelitian tersebut dapat dilihat sebagai berikut.

4.1.1 Kemampuan Dilihat dari Unsur Apa

Dari hasil tingkat kemampuan menyimak berita dalam media vedio siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun ajaran 2017/2018berdasarkan unsur apa hasilnya bervariasi. Dari 23 orang siswa dangan 3 berita yang tingkat kemampuannya antara 85%-100% ada 20 siswa (84%) dengan kategori mampu dan tingkat kemampuannya antara 75%-84% ada 3 orang (13%) dengan kategori cukup mampu (lihat lampiran 8 halaman 70). Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak rekaman isi berita radio siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi dilihat dari unsur apa adalah dengan berita 1 , 2 & 3 adalah (77,1), jika dikonversikan pada

(11)

tabel kriteria kemampuan siswa, 77,1% berada pada interval 75%-84% yang berarti mampu.

4.1.2 Kemampuan Dilihat dari Unsur Dimana

Dari hasil tingkat kemampuan menyimak berita dalam midia video siswa kelas VIII Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun ajaran 2017/2018 berdasarkan unsur siapa hasilnya bervariasi. Dari 23 orang siswa dangan 3 berita yang tingkat kemampuannya antara 85%-100% ada 3 siswa (13%) dengan kategori sangat mampu, tingkat kemampuannya antara 75%-84%

ada 15 orang (65%) dengan kategori mampu, tingkat kemampuan antara 60%- 74% ada 3 siswa (13%) dengan kategori cukup mampu, dan antara 40%-59% ada 2 siswa (9%) dengan kategori Kurang Mampu (lihat lampiran 10 halaman 72).

Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi dilihat dari unsur siapa adalah untuk berita 1 ,2 & 3 adalah (76,4%), jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 76,4 % berada pada interval 75%-84% yang berarti mampu.

4.1.3 Kemampuan Dilihat dari Unsur Kapan

Dari hasil tingkat kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun ajaran 2017/2018 berdasarkan unsur dimana hasilnya bervariasi. Dari 23 orang siswa dangan 3 berita yang tingkat kemampuannya antara 85%-100% ada 1 siswa (4%) dengan kategori sangat mampu, tingkat kemampuannya antara 75%-84% ada 16

(12)

orang (70%) dengan kategori mampu dan antara 60%-74% ada 6 siswa (26%) dengan kategori cukup mampu (lihat lampiran 12 halaman 75). Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi dilihat dari unsur dimana adalah untuk berita 1 ,2 & 3 adalah (74,3%), jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 74,3% berada pada interval 60%-74% yang berarti cukup mampu.

4.1.4 Kemampuan Dilihat dari Unsur Siapa

Dari hasil tingkat kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun ajaran 2017/2018 berdasarkan unsur kapan hasilnya tidak bervariasi. Dari 23 orang siswa dangan 3 berita tingkat kemampuannya antara 85%-100% ada 2 siswa (9%) dengan kategori sanagat mampu, tingkat kemampuannya antara 75%-84% ada16 Siswa (69%) dengan kategori Mampu dan antara 60%-74% ada 5 siswa (22%) dengan kategori Cukup Mampu (lihat lampiran 14 halaman 77). Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi dilihat dari unsur kapan dengan berita 1, 2 & 3 adalah (76%), jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 76% berada pada interval 75%-84% yang

berarti mampu.

(13)

4.1.5 Kemampuan Dilihat dari Unsur Mengapa

Dari hasil tingkat kemampun menyimak berita dalam media video siswa kelas VII Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun ajaran 2017/2018 berdasarkan unsur mengapa hasilnya tidak bervariasi. Dari 23 orang siswa dangan 3 berita tingkat kemampuannya antara 75%-84% ada 7 siswa (31%) dengan kategori mampu, tingkat kemampuannya antara 60%-74% ada 15 siswa (65%) dengan kategori cukup mampu dan antara 40%-59% ada 1 siswa (4%) dengan kategori Kurang Mampu (lihat lampiran 16 halaman 79). Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi dilihat dari unsur mengapa adalah untuk berita 1, 2 & 3 adalah (63,8%), jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 63,8% berada pada interval 60%-74% yang berarti cukup mampu

.

4.1.6 Kemampuan Dilihat dari Unsur Bagaimana

Dari hasil tingkat kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun ajaran 2017/2018 berdasarkan unsur bagaimana hasilnya bervariasi. Dari 23 orang siswa dangan 3 berita tingkat kemampuannya antara 75%-84% ada 2 siswa (9%) dengan kategori mampu, tingkat kemampuan antara 60%-74% ada 18 (78%) dengan kategori Cukup Mampu dan antara 40%-59% ada 3 siswa (13%) kategori Kurang Mampu (lihat lampiran 18 halaman 81). Sehingga diperoleh rata-rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi dilihat dari unsur bagaimana adalah

(14)

untuk berita 1, 2& 3 adalah (56,2%), jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 56,2% berada pada interval 40%-59% yang berarti kurang mampu.

4.1.7 Hasil Perhitungan Kemampuan Menyimak Berita Dalam Media Video Siswa Kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi

Tingkat kemampuan menyimak berita dalam media vidio Siswa Kelas VIII Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi hasilnya bervariasi. Dari 23 siswa dengan 3 berita yang tingkat kemampuannya antara 85%-100% ada 5 siswa (22%) dengan kategori sangat mampu, tingkat kemampuan 75%-84% ada 18 siswa (78%) dengan kategori mampu, ada 3 siswa 13% dengan kategori Kurang Mampu (lihat lampiran 20 halaman 84). Dengan demikian dapat diperoleh rata- rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Muaro Jambi yang berjumlah 23 siswa sebesar 70,21% (lihat lampiran 19 halaman 82) jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 70,21% berada pada interval 65%-74% yang berarti cukup mampu.

4.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diketahui kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Muaro Jambi Jambi tahun Ajaran 2017/2018 berkategori mampu.

Hasil perhitungan tingkat kemampuan menyimak berita dalam media vedio siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun ajaran 2017/2018berdasarkan unsur apa hasilnya bervariasi. Dari 23 orang

(15)

siswa dangan 3 berita yang tingkat kemampuannya antara 85%-100% ada 20 siswa (84%) dengan kategori mampu dan tingkat kemampuannya antara 75%- 84% ada 3 orang (13%) dengan kategori cukup mampu (lihat lampiran 8 halaman 70). Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak rekaman isi berita radio siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi dilihat dari unsur apa adalah dengan berita 1 , 2 & 3 adalah (77,1), jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 77,1% berada pada interval 75%-84% yang berarti mampu.

Hasil perhitungan tingkat kemampuan menyimak berita dalam midia video siswa kelas VIII Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun ajaran 2017/2018 berdasarkan unsur siapa hasilnya bervariasi. Dari 23 orang siswa dangan 3 berita yang tingkat kemampuannya antara 85%-100% ada 3 siswa (13%) dengan kategori sangat mampu, tingkat kemampuannya antara 75%-84%

ada 15 orang (65%) dengan kategori mampu, tingkat kemampuan antara 60%- 74% ada 3 siswa (13%) dengan kategori cukup mampu, dan antara 40%-59% ada 2 siswa (9%) dengan kategori Kurang Mampu (lihat lampiran 10 halaman 72).

Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jeriang Muaro Jambi dilihat dari unsur siapa adalah untuk berita 1 ,2 & 3 adalah (76,4%), jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 76,4 % berada pada interval 75%-84% yang berarti mampu.

Hasil perhitungan tingkat kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun ajaran 2017/2018 berdasarkan unsur dimana hasilnya bervariasi. Dari 23

(16)

orang siswa dangan 3 berita yang tingkat kemampuannya antara 85%-100% ada 1 siswa (4%) dengan kategori sangat mampu, tingkat kemampuannya antara 75%- 84% ada 16 orang (70%) dengan kategori mampu dan antara 60%-74% ada 6 siswa (26%) dengan kategori cukup mampu (lihat lampiran 12 halaman 75).

Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi dilihat dari unsur dimana adalah untuk berita 1 ,2 & 3 adalah (74,3%), jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 74,3% berada pada interval 60%-74% yang berarti cukup mampu.

Hasil perhitungan tingkat kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun ajaran 2017/2018 berdasarkan unsur kapan hasilnya tidak bervariasi. Dari 23 orang siswa dangan 3 berita tingkat kemampuannya antara 85%-100% ada 2 siswa (9%) dengan kategori sanagat mampu, tingkat kemampuannya antara 75%- 84% ada16 Siswa (69%) dengan kategori Mampu dan antara 60%-74% ada 5 siswa (22%) dengan kategori Cukup Mampu (lihat lampiran 14 halaman 77).

Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi dilihat dari unsur kapan dengan berita 1, 2 & 3 adalah (76%), jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 76% berada pada interval 75%-84% yang

berarti mampu.

Hasil perhitungan tingkat kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VII Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun

(17)

ajaran 2017/2018 berdasarkan unsur mengapa hasilnya tidak bervariasi. Dari 23 orang siswa dangan 3 berita tingkat kemampuannya antara 75%-84% ada 7 siswa (31%) dengan kategori mampu, tingkat kemampuannya antara 60%-74% ada 15 siswa (65%) dengan kategori Cukup Mampu dan antara 40%-59% ada 1 siswa (4%) dengan kategori Kurang Mampu (lihat lampiran 16 halaman 79). Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi dilihat dari unsur mengapa adalah untuk berita 1, 2 & 3 adalah (63,8%), jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 63,8% berada pada interval 60%-74% yang berarti cukup mampu.

Hasil perhitungan tingkat kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi tahun ajaran 2017/2018 berdasarkan unsur bagaimana hasilnya bervariasi. Dari 23 orang siswa dangan 3 berita tingkat kemampuannya antara 75%-84% ada 2 siswa (9%) dengan kategori mampu, tingkat kemampuan antara 60%-74% ada 18 (78%) dengan kategori Cukup Mampu dan antara 40%-59% ada 3 siswa (13%) kategori Kurang Mampu (lihat lampiran 18 halaman 81). Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi dilihat dari unsur bagaimana adalah untuk berita 1, 2& 3 adalah (56,2%), jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 56,2% berada pada interval 40%-59% yang berarti kurang mampu.

Hasil perhitungan kemampuan menyimak berita dalam media vidio Siswa Kelas VIII Negeri Satu Atap Pematang Jering Muaro Jambi hasilnya bervariasi.

(18)

Dari 23 siswa dengan 3 berita yang tingkat kemampuannya antara 85%-100% ada 5 siswa (22%) dengan kategori sangat mampu, tingkat kemampuan 75%-84% ada 18 siswa (78%) dengan kategori mampu, ada 3 siswa 13% dengan kategori Kurang Mampu (lihat lampiran 20 halaman 84). Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata kemampuan menyimak berita dalam media video siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Muaro Jambi yang berjumlah 23 siswa sebesar 70,21% (lihat lampiran 19 halaman 82) jika dikonversikan pada tabel kriteria kemampuan siswa, 70,21% berada pada interval 65%-74% yang berarti cukup mampu.

Hasil penelitian ini juga memperkuat menurut Nurgiayantoro (1988: 19) “ keluar hasil belajar berupa kemampuan keterampilan dan tingkah laku tertentu, dipihak lain pada hakikatnya merupakan realisasi atau perwujudan terhadap pencapaian tujuan”. Hasil belajar dari siswa dapat disimpulkan bahwa penelitian ini relevan dengan hasil belajar yang diharapkan, karena berdasarkan hasil perhitungan kemampuan menyimak isi berita siswa kelas VIII jika dilihat dari rata-ratanya secara umum yakni 70,1% mencapai kategori mampu, ini berarti siswa sudah mencapai hasil belajar yang diharapkan. Namun, belum semua siswa menguasai kemampuan menyimak berita dalam media video, karena sebanyak 29,9% belum mencapai hasil belajar yang diharapkan. Belum tercapainya hasil belajar tersebut dipengaruhi oleh kurangnya konsentrasi sertakurangnya pemahaman tentang berita yang diperdengarkan.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan derajat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa ada pengaruh antara peningkatan kehadiran dalam kelas pengajaran dan persekutuan secara bersamaan terhadap peningkatan

Shared Preferences yaitu menyimpan data beberapa nilai (value) dalam bentuk groups key yang dikenal dengan preference. Files yaitu menyimpan data dalam file, dapat berupa

Hasil analisis tutupan terumbu karang di Perairan Kota Makassar ditemukan dalam tiga kondisi menurut standar ukuran Braun-Blanquet (1965) yaitu Bagus (50-75%) ditemukan

Pemakanan merupakan satu faktor yang penting dalam kehidupan seharian setiap Pemakanan merupakan satu faktor yang penting dalam kehidupan seharian setiap

Seluruh Staf Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya yang tiada lelah membantu dan mengingatkan untuk penyelesaian tesis ini

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sekolah telah memiliki fasilitas yang mendukung untuk pembelajaran game edukasi (fasilitas komputer dan Wifi). Guru dan

Berdasarkan data di atas penulis tertarik untuk mengambil kasus “Asuhan Kebidanan Komprehensif Kehamilan mulai dari ibu hamil trimester III, Persalinan, BBL, Nifas dan

Media yang digunakan dalam proses pembelajaran berupa komputer, papan tulis/white board, dan LCD Proyektor, referensi online, manual books software paket aplikasi, browsing