BAB I PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Perusahaan
AUTO 2000 adalah jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang berdiri sejak tahun 1975 dengan nama Astra Motor Sales, dan baru pada tahun 1989 berubah nama menjadi AUTO 2000 dengan manajemen yang sudah ditangani sepenuhnya oleh PT. Astra International Tbk. adapun logo AUTO 2000 di tampilkan pada gambar di bawah ini:
GAMBAR 1.1 Logo AUTO 2000
Sumber: www.AUTO 2000.co.id, 2017
Saat ini AUTO 2000 adalah retailer Toyota terbesar di Indonesia, yang menguasai sekitar 45% dari total penjualan Toyota. Dalam aktivitas bisnisnya, AUTO 2000 berhubungan dengan PT. Toyota Astra Motor sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Toyota, yang menjadikan AUTO 2000 adalah salah satu founder dealer resmi Toyota.
AUTO 2000 saat ini memiliki 101 outlet (terdiri dari 14 outlet V hanya melayani jual beli kendaraan, 71 outlet VSP melayani jual beli & service kendaraan, & 16 outlet VSPBP melayani jual beli, service, perbaikan &
pengecatan bodi kendaraan) yang tersebar di hampir seluruh Indonesia (kecuali Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, Jambi, Riau, Bengkulu, Jawa Tengah dan D.I.Y).
Di samping itu, AUTO 2000 pun bekerjasama dengan 840 partshop yang tersebar
di berbagai penjuru Indonesia, untuk menjamin keaslian suku cadang produk Toyota.
1.1.2 Sejarah Perusahaan
PT. Astra International Toyota Sales Operation merupakan salah satu divisi dari PT. Astra International, Inc., yang berkedudukan di Jakarta. Perusahaan di dirikan oleh William Soerjawidjaya. AUTO 2000 merupakan penyalur tunggal dari kendaraan bermotor merek Toyota di Indonesia yang bekerja sama dengan Toyota Motor Sales, Co.Ltd. Jepang sebagai produsen produk Toyota. Pada tanggal 1 Juli 1969 Pemerintah Negara Republik Indonesia memberikan izin kepada perusahaan PT. Astra International, Inc. yang merupakan induk dari perusahan Astra Group untuk menjadi agen tunggal kendaraan bermotor merk Toyota di wilayah Indonesia. Adapun logo PT.Astra International di tampilkan pada gambar di bawah ini :
GAMBAR 1.2 Logo PT.Astra International Sumber: www.AUTO 2000.co.id, 2017
Pada pertengahan tahun 1970, perusahaan PT. Astra International, Inc membentuk divisi baru dalam perusahaan yang khusus menangani distribusi dan pemasaran kendaraan bermotor merk Toyota, dengan nama Toyota Division. Latar belakang pembentukan divisi ini adalah karena melihat perkembangan pemasaran dari kendaraan merk Toyota yang sangat pesat pada saat itu serta untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan jangkauan pemasaran kepada para peminat kendaraan merk Toyota.
AUTO 2000 bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa kendaraan merk Toyota. Penjualan kendaraan merk Toyota tersebut di tangani oleh Vehicle Division yang berkedudukan di kantor pusat Jakarta dan untuk seluruh cabang- cabang ditangani oleh Sales Departemen masing-masing. Untuk mendukung penjualannya, perusahaan ini juga menjual kenderaan merek Toyota (Indirect) dan di tangani langsung oleh Parts Divison kantor pusat Jakarta. Untuk seluruh cabangnya, penjualan ini di tangani oleh Parts Departemen masing-masing cabang, tetapi mulai tanggal 1 Oktober 1985 telah ditangani oleh PT. Sinar Inti Tenaga, yang berkantor pusat di Jakarta.
AUTO 2000 adalah jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang manajemennya di tangani penuh oleh PT.
Universitas Sumatera Utara Astra International Tbk. Saat ini AUTO 2000 adalah main dealer Toyota terbesar di Indonesia, yang menguasai antara 70-80 % dari total penjualan Toyota. AUTO 2000 berkembang pesat karena memberikan berbagai pelayanan yang memudahkan bagi calon pembeli maupun pengguna kendaraan Toyota. Dengan slogan “Urusan Toyota jadi mudah!” AUTO 2000 selalu mencoba menjadi yang terdepan dalam pelayanan. Produk-produk AUTO 2000 yang inovatif seperti THS (Toyota Home Service), Express Maintenance (service berkala hanya satu jam) dan Express Body Paint (perbaikan body 3 panel dalam 8 jam saja) Booking Service mencerminkan perhatian AUTO 2000 yang tinggi kepada pelanggannya. AUTO 2000 memiliki cabang yang tersebar di seluruh Indonesia (kecuali Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, Jambi, Riau, Bengkulu, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta). Selain cabang-cabang AUTO 2000 yang berjumlah 68 outlet, AUTO 2000 juga memiliki dealer yang tersebar di seluruh Indonesia (disebut indirect), yang totalnya berjumlah 68 outlet. Dengan demikian, terdapat 136 cabang yang mewakili penjualan AUTO 2000 di seluruh Indonesia. 48 Bengkel milik AUTO 2000 merupakan yang terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara. Disamping itu AUTO 2000 juga memiliki 407 Partshop yang menjamin keaslian suku cadang produk Toyota.
1.1.3 Struktur Organisasi
Adapun stuktur organisasi AUTO 2000 cabang Cibiru ditampilkan pada gambar di bawah ini:
BRANCH MANAGER
CRC
SALES SUPERVISOR
ADM. DEPT. HEAD
(ADH)
SERVICE DEPT HEAD
KABENG INSTRUKTUR
SALES COUNTER
PGA SERVICE ADVISIOR FOREMAN
SALESMAN
CASHIER PARTS MAN PTM
BILLING UNIT PDS MAN
TEHNICAL LEADER
STNK/BPKB DRIVER CABANG THS
BILLING AR MRA MEKANIK
BILLING SERVICE WASHING PDC MEKANIK
ADM GUD BAHAN SERVICE PLUS
SECURITY VALLET SERVICE
MESSENGER
GAMBAR 1.3
Struktur Organisasi PT.Astra International AUTO 2000 Cibiru Bandung Sumber: Data Perusahaan, 2017
1.1.4 Visi dan Misi PT.Astra International AUTO 2000 Cibiru Visi PT. Astra International Tbk. Toyota Sales Operation adalah:
1. Main Dealer Otomotif No. 1 di Indonesia.
2. Perusahaan beserta seluruh jajarannya mampu beradaptasi dengan pesatnya perubahan teknologi.
3. Karyawan memiliki keterampilan yang tinggi untuk melayani beragam keinginan pelanggan secara cepat, tepat, dan dapat diterapkan.
4. Adanya jaminan kepuasan pelanggan.
5. Karyawan yang berkualitas dan mandiri.
Misi Perusahaan Misi PT. Astra International Tbk. Toyota Sales Operation adalah menjadi mitra usaha yang terpercaya bagi seluruh stakeholder (pelanggan Toyota, karyawan, supplier, pemegang saham, pemerintah, dan masyarakat). PT.
Astra International Tbk. Toyota Sales Operation akan mampu menjadi mitra terpercaya dengan adanya kemampuan untuk :
1. Menjunjung tinggi kualitas pelayanan terhadap pelanggan dan karyawan.
2. Menjalankan praktek bisnis secara handal dan penuh integritas.
3. Memelihara komitmen jangka panjang dalam mengembangkan usaha.
4. Berpartisipasi secara aktif dalam pengembangan ekonomi nasional.
1.2 Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi ini kebutuhan akan kendaraan roda empat memang semakin hari semakin dibutuhkan, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi seperti harus bekerja dengan jarak yang jauh, seorang pengusaha yang sering berpergian ke luar kota, hingga keluarga yang memiliki jumlah anggota keluarga yang cukup banyak. Tentu saja kendaraan roda dua tidak akan cukup untuk menunjang itu semua. Beberapa tahun ini banyak sekali bermunculan perusahaan-perusahaan jasa penjualan kendaraan atau perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang otomotif. (http://idolaotomotif.com)
Tingginya kebutuhan masyarakat Asia terhadap kendaraan baru menyebabkan usia rata-rata kendaraan akan semakin muda menjadi 6 tahun hanya dalam beberapa tahun mendatang di bandingkan saat ini yang rata-rata berusia 6,5 tahun," jelas Wouter van der Kolk, Managing Director Carmudi Indonesia, (http://www.beritasatu.com/otomotif/299441).
Setiap tahun jumlah kendaraan yang ada di Indonesia selalu bertambah, Menurut Kepala Korps Polisi Lalu Lintas (Kakorlantas) PolriIrjen Pol Agung Budi Maryoto, populasi kendaraan yang ada di seluruh bagian Nusantara mencapai 124.348.224 unit. Data itu didapat dari pendaftaran registrasi kendaraan terhitung sampai Juli 2016. Setiap tahun dikatakan pertumbuhan kendaraan enam juta unit per tahun. Sebesar 10 Sampai 15 % kontribusinya datang dari mobil.
“Jumlah yang sangat luar biasa ini sangat memberikan kontribusi dominan dan menjadi andalan pendapatan asli daerah provinsi seluruh Indonesia,” kata Agung dalam pidatonya yang dibacakan Kabid Regident Korlantas Polri Kombes Pol Refdi Andri di Gaikindo Indonesia International Auto Show,(19/8/2016).
Sejak 2012, penjualan mobil di Indonesia selalu di atas satu juta unit per tahun menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo). Puncak tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada 2013 yaitu 1.229.902 unit. Kendati telah masuk dalam jajaran negara dengan penjualan 1 juta unit, Indonesia terancam keluar dari jalur sebab setelah 2013 penjualan selalu turun hingga diprediksi terjadi juga pada tahun ini. Pada tahun 2015 penjualan mencapai 1.013.291 unit.
(www.otomotif.kompas.com).
Produk otomotif ternama seperti Honda, Isuzu, KIA, Mazda, Daihatsu, General Motor, VolksWagen dan lainnya juga tidak mau kalah untuk menambah kapasitas produksinya karena besarnya potensi pasar mobil di Indonesia. Bahkan pendatang baru dari India yaitu TATA Motor akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya. Toyota bahkan telah menyiapkan investasi sebesar 41,3 milyar yen untuk menambah kapasitas produksi di pabrik Karawang II dari 70.000 unit menjadi 120.000 unit. Krama Yudha Tiga Berlian sebagai pemegang merek Mitsubishi juga tidak mau kalah dengan menyiapkan investasi sebesar Rp 250
milyar Rupiah untuk membangun pabrik baru di Pulogadung. Nissan juga telah menyiapkan investasi sebesar 400 juta US Dolar untuk menambah kapasitasnya dari 100.000 unit menjadi 250.000 unit dan masih banyak pesaing lainnya yang tidak mau kalah untuk meningkatkan investasi industri otomotif mereka di Nusantara ini.( https://mobilkamu.com/artikel/otomotif/).
Melihat semakin besarnya minat masyarakat akan kendaraan roda empat, Toyota memanfaatkan peluang bisnis tersebut dengan menciptakan produk yang memenuhi kriteria yang di butuhkan oleh konsumen. Melalui dealer resminya yaitu PT.Astra International AUTO 2000, Toyota membangun jaringan pemasaran dan penjualan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Penulis memfokuskan penelitian pada PT.Astra International AUTO 2000 Cibiru Bandung. PT.Astra International AUTO 2000 Cibiru Bandung menjual beberapa macam model mobil Toyota seperti Toyota Avanza, Toyota Yaris, Toyota Fortuner, Toyota Alphard, Toyota Innova, Toyota Ethios Falcao, dll. Saat ini AUTO 2000 adalah retailer Toyota terbesar di Indonesia, yang menguasai sekitar 45% dari total penjualan Toyota. Dalam aktivitas bisnisnya, AUTO 2000 berhubungan dengan PT.Toyota Astra Motor sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) Toyota, yang menjadikan AUTO 2000 adalah salah satu founder dealer resmi Toyota.(www.AUTO 2000.ac.id).
Dengan berbagai macam produk dari PT.Astra International AUTO 2000 dalam menentukkan produk yang diinginkan, konsumen sangat memperhatikan kualitas dan pelayanan atas produk maupun jasa yang di tawarkan. Konsumen akan merasa puas apabila produk yang mereka konsumsi memenuhi kualitas yang diinginkan, artinya pelanggan merasa puas atau tidak puas bila telah membandingkan kinerja yang di rasakan dengan apa yang diharapkan. Meskipun benar adanya konsumen yang merasa tidak puas cenderung akan membicarakan kekecewaannya, namun sering kali juga konsumen yang merasa puas akan memberikan pujian terhadap perusahaan. Kepuasan pelanggan akan menciptakan loyalitas pelanggan kepada perusahaan. Pelanggan yang telah mencapai kepuasaanya memungkinkan sekali mereka akan menyampaikan kepada rekan
atau kerabat mereka untuk merekomendasikan perusahaan secara tidak langsung, maka dari itu loyalitas pelanggan sangat penting untuk meningkatkan penjualan produk maupun jasa dari perusahaan Toyota AUTO 2000. Loyalitas pelanggan dipandang sebagai kekuatan hubungan antara sikap relatif seseorang dan bisnis berulang.
Penjualan merupakan suatu fungsi dari pemasaran yang sangat penting dan menentukan bagi perusahaan untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut yaitu memperoleh laba untuk kelangsungan hidup dari perusahaan tersebut.
Perusahaan sendiri memiliki prinsip yaitu meraih laba sebanyak-banyaknya dan meminimalisir pengeluaran. Penjualan ini merupakan tujuan yang paling utama bagi perusahaan, dengan melakukan penjualan yang sebanyak-banyaknya maka perusahaan tersebut juga akan mendapatkan keuntungan yang sangat banyak pula.
Selain itu penjualan tidak hanya diperuntukan untuk perusahaan yang kelas atas saja akan tetapi perusahaan yang menengah maupun yang kelas bawah juga melakukan penjualan agar perusahaan tersebut tetap aktif dan tetap hidup. Selain itu dengan melakukan penjualan perusahaan juga bisa memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan oleh konsumen mereka dari produk yang dibuat oleh perusahaan tersebut. Berikut Gambar 1.4 Data Penjualan AUTO 2000 Cibiru Tahun 2016.
GAMBAR 1.4
Penjualan Mobil AUTO 2000 Cibiru Tahun 2016 Sumber: Data Internal Perusahaan, 2017
115 108 110 111 108 116 80
132 127 143 125
110
Data…
Data Penjualan AUTO 2000 Cabang Cibiru Tahun
Berdasarkan Gambar 1.4 dapat dilihat bahwa penjualan Toyota pada AUTO 2000 Cibiru kecenderungan meningkat dalam setiap bulan dan memiliki total penjualan sebesar 1385 Unit per tahun 2016. Berbagai macam kegiatan komunikasi yang menjadi acuan bagi perusahaan seperti memberikan pelayanan yang baik dan menjaga hubungan baik kepada pelanggan melalui komunikasi pemasaran yang disiplin, maka dapat diketahui bahwa AUTO 2000 Cibiru telah memiliki citra merek yang kuat dimata konsumen sebagai salah satu tempat penjualan kendaraan otomotif yang sudah dikenal baik oleh masyarakat. Kegiatan yang mempengaruhi penjualan pada AUTO 2000 Cibiru yaitu dengan melakukan interaksi langsung dengan konsumen melalui alat komunikasi dan sebagainya.
Pasar otomotif tanah air semakin ketat, meski di satu sisi terjadi penurunan angka penjualan mobil. Toyota sudah menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang untuk menyikapinya. Dalam rangka mempertahankan market leader dan mengatisipasi persaingan ketat maka kami telah memutuskan untuk mempercepat perkuatan jaringan sales dan distribusi. Upaya ini untuk menyesuaikan antara Toyota Astra Motors dan dealer, agar Toyota Astra Motors dapat memperkuat dukungan pada dealer dan dealer dapat fokus pada memberikan pelayanan pada daerah masing-masing. Dengan demikian setiap dealer akan fokus mendengarkan suara konsumen dan mendekatkan diri kepada mereka. Dealer bisa memberikan layanan yang sesuai dengan konsumen, Toyota berharap dengan inisiatif ini 275 outlet penjualan Toyota akan memberikan pelayanan nomor satu kepada pelanggan dan menjadi “Best in Town Outlets”. Fungsi dari dealer lebih kepada penjualan dan pelayanan, menjadi yang terbaik di kota atau daerah masing- masing, sementara Toyota Astra Motors akan support kepada dealer sehingga dealer akan lebih baik dalam melayani konsumen. Hanya beberapa fungsi yang di tangani dealer. Sekarang di tangani oleh Toyota Astra Motors, misalnya logistik, purna jual, marketing produk atau mengembangkan brand, jadi lebih jelas peranan antara dealer dan Toyota Astra Motors. (https://oto.detik.com/mobil/2932147).
Berdasarkan penjelasan dan data diatas dapat diketahui bahwa banyak strategi yang dilakukan oleh Toyota Astra Motors terutama di AUTO 2000 cabang Cibiru melakukkan berbagai macam strategi pemasaran salah satunya adalah Marketing Communication.
Menurut Kotler dan Keller (2012:498),“Marketing Communications are meansby which firms attempt to inform, persuade,and remind comsumers directly or indirectly about the products and brands they sell”. Artinya, Komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual.
Penggabungan kajian pemasaran dan komunikasi akan menghasilkan kajian baru yang disebut Marketing Communication.
Berdasarkan uraian yang telah disampaikan diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai, “ANALISIS PELAKSANAAN MARKETING COMMUNICATION PADA PT.ASTRA INTERNATIONAL AUTO 2000 CABANG CIBIRU TAHUN 2017.”
1.3 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1. Bagaimanakah pelaksanaan Marketing Communication yang dilakukan di PT.Astra International AUTO 2000 cabang Cibiru ?
2. Seberapa efektivitas pelaksanaan Marketing Communication di PT.Astra International AUTO 2000 cabang Cibiru ?
3. Bagaimanakah tanggapan customer atas pelaksanaan Marketing Communication PT.Astra International AUTO 2000 cabang Cibiru ?
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan Marketing Communication yang dilakukkan di PT.Astra International AUTO 2000 cabang Cibiru 2. Untuk mengetahui seberapa efektivitas pelaksanaan Marketing
Communication di PT.Astra International AUTO 2000 cabang Cibiru 3. Untuk mengetahui bagaimanakah tanggapan customer atas pelaksanaan
Marketing Communication PT.Astra International AUTO 2000 cabang Cibiru
1.5 Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari penelitian ini, diharapkan dapat memberi manfaat bagi pihak-pihak sebagai berikut:
1. Bagi penulis
Observasi ini berguna untuk mengetahui aplikasi ilmu pemasaran dan komunikasi pemasaran yang dilakukkan perusahaan di dunia kerja. Selain itu, penulis dapat mengetahui cara merancang komunikasi yang efektif bagi suatu perusahaan yang dapat menciptakan daya tarik dan minat bagi pelanggan.
2. Bagi PT.Astra International AUTO 2000 Cibiru
Peneliti mengharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan, masukan dan bahan pertimbangan perusahaan dalam terapan dan memotivasi perusahaan agar dapat mempertahankan bahkan meningkatkan dan memperbaiki kegiatan komunikasi pemasaran, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai secara efektif dan efisien.
3. Bagi akademis dan pembaca lainnya
Laporan Tugas Akhir ini bermanfaat sebagai bahan masukan atau referensi bagi akademis dan pembaca lainnya yang dapat di jadikan sebagai bahan penelitian selanjutnya, hasil observasi ini juga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kegiatan komunikasi pemasaran PT.Astra International AUTO 2000 cabang Cibiru.
1.6 Sistematika Penulisan Laporan Tugas Akhir
Sistematika penulisan Laporan Tugas Akhir ini ,yang tebagi kedalam 5 (lima) bab adalah sebagai berikut:
1. BAB I PENDAHULUAN
Penulis menjelaskan tentang gambaran umum objek observasi, latar belakang, mengenai alasan dipilihnya objek observasi, perumusan masalah yang menjadi pokok pembahasan, tujuan observasi, serta kegunaan terkait bagi perusahaan dan sistematika penulisan.
2. BAB II RELEVANSI TEORI DAN PEMBAHASAN
Bab ini mengemukakan dengan jelas ringkas, dan padat tentang hasil kajian kepustakaan yang terkait dengan topik dan variabel penelitian untuk dijadikan dasar bagi penyusunan kerangka penikiran dan perumusan hipotesis. Bab ini akan meliputi uraian rangkuman teori, kerangka pemikiran dan hipotesis penelitian. Teori-teori yang menjadi dasar dari penelitian ini adalah Manajemen Pemasaran, Marketing Communication, bauran Marketing Communication, Intregrated Marketing Communication.
3. BAB III METODE PENELITIAN
Penulis menjelaskan mengenai pembahasan metode dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat menjawab atau menjelaskan masalah penelitian.
4. BAB VI PEMBAHASAN DAN HASIL PEMBAHASAN
Penulis menjelaskan mengenai pembahasan dari objek penelitian dan pembahasan tentang objek penelitian yang terkait masalah sampling
5. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini menguraikan mengenai kesimpulan dari seluruh laporan observasi ini dan memberikan saran-saran yang berhubungan dengan kesimpulan.