• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE FORWARD CHAINING DENGAN DEMPSTER SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN LAPTOP. Christina Purnama Yanti 1, Rhiedo Fredirico 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "METODE FORWARD CHAINING DENGAN DEMPSTER SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN LAPTOP. Christina Purnama Yanti 1, Rhiedo Fredirico 2"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

SmartAI | E-ISSN 2828-1144 Vol. 1 No. 1 – Januari 2022, pp: 23-33 https://ejournal.abivasi.id/index.php/SmartAI Publishing: Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

SmartAI

J O U R N A L

METODE FORWARD CHAINING DENGAN DEMPSTER SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN LAPTOP

Christina Purnama Yanti1, Rhiedo Fredirico2

1Teknik Informatika, STMIK STIKOM Indonesia, Denpasar, Indonesia

2Teknik Informatika, STMIK STIKOM Indonesia, Denpasar, Indonesia e-mail: [email protected]1, [email protected]2

Abstract

Mufidah Computer store technicians need at least 3 days to diagnose laptop damage, depending on the level of damage, so that it makes the curiosity of customers appear without having to wait for 3 days of news, as well as customers who don't have time to come to the store, their curiosity about laptop damage along with advice. The purpose of the research is to build a system that accommodates the knowledge of an expert or experts in the field of laptop service. In this final project, an expert system is built to diagnose laptop damage, the search is carried out using Forward Chaining inference and diagnostic calculations using the Dempster Shafer method. The Dempster Shafer method calculates the probability of a laptop damage based on the probability value of each symptom. The customer must select the symptoms displayed by the system, then the system will calculate the probability value of a malfunction. The results issued by this expert system are the name, details, and damage suggestions, as well as the percentage value of the possibility of a laptop damage.

Keywords: expert system, laptop crash, Forward Chaining, Dempster Shafer

Abstrak

Teknisi toko Mufidah Computer membutuhkan waktu paling sedikit 3 hari untuk mendiagnosa kerusakan laptop bisa lebih tergantung tingkat kerusakan, sehingga membuat keingintahuan para pelanggan muncul tanpa harus menunggu kabar 3 hari, begitu juga dengan pelanggan yang tidak sempat datang ke toko, keingintahuan mereka mengenai kerusakan laptop berserta sarannya. Tujuan penelitian membangun sistem yang menampung pengetahuan seorang pakar atau ahli di bidang service laptop.

Pada tugas akhir ini dibangun sebuah sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan laptop, penelusuran dilakukan dengan menggunakan inferensi Forward Chaining dan perhitungan diagnosa dengan metode Dempster Shafer. Metode Dempster Shafer menghitung besarnya kemungkinan suatu kerusakan laptop berdasarkan nilai probabilitas yang dimiliki setiap gejala. Pelanggan harus memilih gejala yang ditampilkan oleh sistem, kemudian sistem akan menghitung nilai kemungkinan terhadap suatu kerusakan. Hasil yang dikeluarkan oleh sistem pakar ini adalah nama, detail, dan saran kerusakan, serta nilai persentase kemungkinan terhadap suatu kerusakan laptop.

Kata Kunci: sistem pakar, kerusakan laptop, Forward Chaining, Dempster Shafer

1. PENDAHULUAN

Bagian Laptop tidak hanya digunakan sebagai sarana pendukung sebuah pekerjaan, tetapi laptop juga dapat digunakan sebagai sarana hiburan seperti mendengarkan musik, menonton film atau memainkan game. Penggunaan laptop secara terus menerus tanpa perawatan yang baik juga mempercepat kerusakan pada laptop. Tapi tidak banyak yang tahu cara memperbaiki bila laptop yang digunakan sudah mencapai batas penggunaannya dan kemudian mengalami kerusakan Suminten dan Rani (2018). Mufidah Computer adalah salah satu toko jual beli laptop bekas dan sparepart laptop bekas di lantai 2 B5, Penyewa toko bernama bapak Andrianto saat ini masih bekerja sendiri dalam berjualan dan memperbaiki kerusakan laptop. Disisi lain bapak Andrianto saat diwawancarai membutuhkan waktu diagnosa atau pengecekan laptop rusak selama 3 hari dan ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama, tergantung pada tingkat kerusakan pada laptop. Permasalahan yang sering terjadi ketika pelanggan Mufidah Computer ingin mengetahui kerusakan pada laptop nya tidak sempat datang ke

(2)

SmartAI | E-ISSN xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1 – Januari 2022, pp: 23-33 https://ejournal.abivasi.id/index.php/SmartAI Publishing: Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

SmartAI

J O U R N A L

toko, serta pelanggan ingin mencari tahu seputar atau gambaran informasi apakah dibagian perangkat lunak atau perangkat keras yang mengalami kerusakan beserta sarannya, tanpa menunggu kabar dalam rentang waktu 3 hari bahkan bisa lebih tergantung pada tingkat kerusakan, dan juga supaya tidak menimbulkan kecurigaan pada pelanggan tentang hasil diagnosa kerusakan yang dilebih-lebihkan.

Sistem pakar timbul karena adanya permasalahan pada suatu bidang tertentu, dimana pengguna menginginkan suatu saran dari permasalahan tersebut, yang diselesaikan dengan mendekati cara-cara pakar dalam menyelesaikan masalah Hasanah, dkk (2017) . Perancangan sistem pakar ini menggunakan metode forward chaining dikarenakan saat pelanggan datang ke toko, teknisi akan menanyakan gejala- gejala terlebih dahulu, begitu juga ketika pelanggan ingin mencari tahu informasi kerusakan mereka diminta menjelaskan gejala-gejala yang dialami pada laptopnya barulah teknisi bisa menyimpulkan kerusakan, karena jika diawali dengan memberikan informasi kerusakan, kerusakan laptop tidaklah sedikit sehingga teknisi membutuhkan waktu yang lumayan untuk menjelaskan apa saja kerusakan pada laptop dan setiap kerusakan pasti ada gejala yang berbeda-beda. Proses pelacakan kesimpulan untuk memperoleh suatu keputusan terkadang sering mengalami faktor penghambat Rifzan (2018). Hal ini disebabkan karena adanya perubahan terhadap basis pengetahuan atau aturan yang menyebabkan proses penentuan kesimpulan juga mengalami perubahan, peristiwa ini dalam sistem pakar disebut sebagai faktor ketidakpastian. Metode Dempster Shafer merupakan metode penalaran non monotonis yang digunakan untuk mencari ketidakkonsistenan akibat adanya penambahan maupun pengurangan fakta baru yang akan merubah aturan yang ada, sehingga memungkinkan seseorang aman dalam melakukan pekerjaan seorang pakar, sekaligus dapat mengetahui probabilitas dari kerusakan yang mungkin dialami Wahyuni dan Prijodiprodjo (2013). Pemanfaatan sistem pakar ini untuk mendeteksi tingkat risiko kerusakan laptop dengan teorema Dempster Shafer untuk mencari besarnya nilai kepercayaan gejala dan faktor risiko tersebut.

Maka dari itu penulis bertujuan membuat “Metode Forward Chaining dengan Dempster Shafer Pada Sistem Pakar Diagnosa Kerusakan Laptop Berbasis Website” yang berguna memudahkan pelanggan Mufidah Computer dalam mengetahui informasi diagnosa kerusakan laptop dan saran yang bisa di akses dimana saja dan kapan saja, serta bagi pengguna lainnya mendapatkan informasi secara praktis dan cepat karena informasi diagnosa kerusakan dan saran pada laptop langsung dari seorang pakar, begitu juga bagi teknisi Mufidah Computer memudahkan dalam penyampaian diagnosa kerusakan kepada pelanggannya saat sedang memperbaiki laptop dan juga ketika sedang tutup toko.

2. METODE PENELITIAN

Dalam perancangan sistem pakar diagnosa kerusakan laptop, penulis menggunakan metode pengembangan sistem waterfall. Metode pengembangan sistem waterfall merupakan metode pengembangan sistem terstruktur Wahid (2020). Tahap pertama requirement, penulis melakukan observasi di toko Mufidah Computer dengan mendatangi secara langsung dan berjumpa dengan bapak Andrianto selaku pemilik toko dan teknisi, penulis melakukan wawancara dengan beliau mengenai permasalahan yang beliau hadapi saat melayani pelanggan, yaitu pelanggan ingin mengetahui kerusakan pada laptop nya tidak sempat datang ke toko, serta pelanggan ingin mencari tahu seputar atau gambaran informasi apakah dibagian perangkat lunak atau perangkat keras yang mengalami kerusakan beserta sarannya, tanpa menunggu kabar dalam rentang waktu 3 hari dan juga supaya tidak menimbulkan kecurigaan pada pelanggan tentang hasil diagnosa kerusakan yang dilebih-lebihkan.

2.1 Analisis Sistem yang Diusulkan

Setelah menganalisis sistem yang telah berjalan, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem tersebut terdiri dari pelanggan dan teknisi, tapi tidak dengan sebuah informasi yang dapat membantu keingintahuan pelanggan pada kerusakan laptopnya beserta saran sembari menunggu kabar kerusakan dari teknisi dalam rentang waktu 3 hari bahkan bisa lebih tergantung dari tingkat kerusakan dan juga kepada pelanggan yang tidak bisa datang ke toko.

(3)

SmartAI | E-ISSN xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1 – Januari 2022, pp: 23-33 https://ejournal.abivasi.id/index.php/SmartAI Publishing: Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

SmartAI

J O U R N A L

2.2 Representasi Pengetahuan

Dalam sistem pakar, pengetahuan harus direpresentasikan kedalam bentuk yang dapat diproses oleh komputer. Di dalam sistem ini, menggunakan model representasi pengetahuan aturan produksi atau kaidah produksi. Kaidah produksi dituliskan dalam bentuk jika-maka (if-then). Penggunaan kaidah produksi di dalam sistem ini, dikarenakan salah satunya adalah kaidah mudah dimengerti dan mudah disampaikan. Guna mendukung penalaran dalam mendiagnosa dan menentukan saran yang tepat untuk kerusakan laptop, maka berikut dijelaskan metode yang digunakan untuk mengkodekan pengetahuan yang diperoleh dari pakar.

1) Kerusakan

Daftar kerusakan laptop dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1: Daftar Kerusakan [Sumber: Pribadi]

Kode Nama Kerusakan

K01 IC Power

K02 Chipset VGA

K03 Fan Kipas

K04 Kabel Fleksibel LCD

K05 LCD

K06 RAM (Random Access Memory)

K07 HDD (Hard Disk Drive) K08 SSD (Solid State Drive)

K09 CD/DVD Drive

K10 Baterai

K11 AC Adapter

K12 Sound Card

K13 Speaker

K14 USB Port

K15 Keyboard

K16 Touchpad

K17 Wireless Card

K18 Bluetooth Card

K19 Baterai CMOS

K20 Sistem Operasi Windows

2) Gejala

Daftar gejala-gejala pada kerusakan laptop dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2: Daftar Gejala [Sumber: Pribadi]

Kode Nama Gejala

G01 Laptop tidak bisa dihidupkan, meskipun menggunakan AC Adapter yang baru G02 Indikator lampu charger menyala, tetapi lampu power pada laptop tidak menyala

ketika laptop coba dihidupkan

G03 Laptop dalam keadaan hidup namun tidak menampilkan gambar di layar (no display), ketika dihubungkan ke LCD eksternal tidak juga menampilkan gambar G04 Layar hidup mati hidup mati beberapa kali dalam menampilkan gambar G05 Suhu laptop meningkat secara drastis saat sedang menggunakan aplikasi G06 Laptop tiba-tiba mati saat sedang menggunakan aplikasi

G07 Gambar pada layar yang ditampilkan bergetar/abnormal, jika digoyangkan kembali bagus/normal

G08 Layar terkadang berwarna merah jambu, kemudian kembali bagus/normal G09 Cahaya pada layar sangat redup (gelap) namun menampilkan gambar samar-

(4)

SmartAI | E-ISSN xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1 – Januari 2022, pp: 23-33 https://ejournal.abivasi.id/index.php/SmartAI Publishing: Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

SmartAI

J O U R N A L

Kode Nama Gejala samar

G10 Laptop dalam keadaan hidup namun tidak menampilkan gambar di layar, ketika dihubungkan ke LCD eksternal bisa menampilkan gambar

G11 Terdapat garis-garis warna pada layar laptop

G12 Terdapat titik-titik putih pada beberapa area layar laptop, bagian lainnya memiliki area warna lebih terang

G13 Laptop tiba-tiba blue screen kemudian restart otomatis saat sedang menggunakan aplikasi

G14 Menggunakan banyak aplikasi membuat kerja laptop menjadi lemot/lambat G15 Data/Storage drive tidak terbaca/terdeteksi di bios (boot menu)

G16 Laptop dalam keadaaan baru dihidupkan namun selalu menampilkan pesan check drive di layar

G17 Terdengar suara crash pada hard disk drive saat laptop dalam keadaan hidup G18 Saat melakukan pencarian data di aplikasi file explorer/my computer sangat

lemot/lambat

G19 Solid State Drive hanya bisa membaca data (read only), tanpa menulis/membuat data baru (write)

G20 Tidak bisa membaca data kaset, meskipun dengan kaset baru G21 Lambat dalam membaca data kaset, meskipun dengan kaset baru G22 CD/DVD drive tidak terbaca/terdeteksi di bios (boot menu) G23 Berisi tanda x pada icon baterai di taskbar

G24 Baterai cepat penuh setelah di cas namun setelah AC Adapter dilepas dari laptop, daya baterai cepat habis

G25 Laptop akan langsung mati ketika AC Adapter yang terhubung ke laptop dicabut/dilepas

G26 Ketika AC Adapter dihubungkan ke laptop namun tidak mau mengisi/menambah daya baterai

G27 Ketika AC Adapter dihubungkan ke laptop namun lambat dalam pengisian daya baterai

G28 Indikator lampu charger tidak menyala ketika AC Adapter dihubungkan ke laptop pribadi maupun ke laptop orang lain

G29 Berisi tanda x pada icon speaker di taskbar G30 Laptop tidak mengeluarkan suara

G31 Suara musik pada laptop terdengar tidak jernih/halus

G32 Perangkat eksternal saat terhubung ke port USB namun tidak bisa terdeteksi G33 Ada sebagian/semua tombol keyboard tidak berfungsi

G34 Ketika laptop dinyalakan terdengar suara bip yang panjang

G35 Keyboard tiba-tiba mengetikkan huruf yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan (random)

G36 Kursor pada laptop bergerak dengan sendirinya G37 Sensitivitas touchpad melambat

G38 Touchpad pada laptop tidak mau berfungsi/bergerak G39 Klik kanan/kiri pada touchpad tidak berfungsi G40 Laptop tidak dapat mendeteksi sinyal Wifi G41 Berisi tanda x pada icon wireless di taskbar

G42 Pengiriman data menggunakan bluetooth terkadang tidak bisa/gagal

G43 Bluetooth pada laptop tidak terdeteksi/terlihat pada perangkat lain (smartphone) G44 Tanggal dan waktu selalu berubah menjadi ke pengaturan pabrik (default) ketika

laptop dihidupkan

G45 Windows selalu menampilkan notifikasi virus terdeteksi

(5)

SmartAI | E-ISSN xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1 – Januari 2022, pp: 23-33 https://ejournal.abivasi.id/index.php/SmartAI Publishing: Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

SmartAI

J O U R N A L

Kode Nama Gejala

G46 Windows gagal (crash) dalam melakukan booting, selalu kembali ke tampilan awal bios

G47 Saat laptop dihidupkan selalu meminta proses Recovery Windows

3) Kaidah Produksi

Secara umum, rule mempunyai evidence lebih dari satu yang dihubungkan oleh kata penghubung AND atau OR, atau kombinasi keduanya. Akan tetapi, sebaiknya menghindari penggunan AND dan OR secara sekaligus dalam satu rule.

Tabel 3: Daftar Kaidah Produksi [Sumber: Pribadi]

Rule Kaidah

1 IF Laptop tidak bisa dihidupkan, meskipun menggunakan AC Adapter yang baru AND Indikator lampu charger menyala, tetapi lampu power pada laptop tidak menyala ketika laptop coba dihidupkan THEN IC Power

2 IF Laptop dalam keadaan hidup namun tidak menampilkan gambar di layar (no display), ketika dihubungkan ke LCD eksternal tidak juga menampilkan gambar AND Layar hidup mati hidup mati beberapa kali dalam menampilkan gambar AND Laptop tiba-tiba mati saat sedang menggunakan aplikasi THEN Chipset VGA

3 IF Suhu laptop meningkat secara drastis saat sedang menggunakan aplikasi AND Laptop tiba-tiba mati saat sedang menggunakan aplikasi THEN Fan Kipas

4 IF Gambar pada layar yang ditampilkan bergetar/abnormal, jika digoyangkan kembali bagus/normal AND Layar terkadang berwarna merah jambu, kemudian kembali bagus/normal THEN Kabel Fleksibel LCD

5 IF Layar hidup mati hidup mati beberapa kali dalam menampilkan gambar AND Cahaya pada layar sangat redup (gelap) namun menampilkan gambar samar-samar AND Laptop dalam keadaan hidup namun tidak menampilkan gambar di layar, ketika dihubungkan ke LCD eksternal bisa menampilkan gambar AND Terdapat garis-garis warna pada layar laptop AND Terdapat titik-titik putih pada beberapa area layar laptop, bagian lainnya memiliki area warna lebih terang THEN LCD 6 IF Laptop dalam keadaan hidup namun tidak menampilkan gambar di layar (no

display), ketika dihubungkan ke LCD eksternal tidak juga menampilkan gambar AND Laptop tiba-tiba blue screen kemudian restart otomatis saat sedang menggunakan aplikasi AND Menggunakan banyak aplikasi membuat kerja laptop menjadi lemot/lambat THEN RAM (Random Access Memory)

7 IF Data/Storage drive tidak terbaca/terdeteksi di bios (boot menu) AND Laptop dalam keadaaan baru dihidupkan namun selalu menampilkan pesan check drive di layar AND Terdengar suara crash pada hard disk drive saat laptop dalam keadaan hidup AND Saat melakukan pencarian data di aplikasi file explorer/my computer sangat lemot/lambat THEN HDD (Hard Disk Drive)

8 IF Data/Storage drive tidak terbaca/terdeteksi di bios (boot menu) AND Solid State Drive hanya bisa membaca data (read only), tanpa menulis/membuat data baru (write) THEN SSD (Solid State Drive)

9 IF Laptop tidak bisa membaca data kaset, meskipun dengan kaset baru AND Laptop lambat dalam membaca data kaset, meskipun dengan kaset baru AND CD/DVD drive tidak terbaca/terdeteksi di bios (boot menu) THEN CD/DVD Drive

10 IF Berisi tanda x pada icon baterai di taskbar AND Baterai cepat penuh setelah di cas namun setelah AC Adapter dilepas dari laptop, daya baterai cepat habis AND Laptop akan langsung mati ketika AC Adapter yang terhubung ke laptop dicabut/dilepas THEN Baterai

11 IF Ketika AC Adapter dihubungkan ke laptop namun tidak mau mengisi/menambah daya baterai AND Ketika AC Adapter dihubungkan ke laptop namun lambat dalam

(6)

SmartAI | E-ISSN xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1 – Januari 2022, pp: 23-33 https://ejournal.abivasi.id/index.php/SmartAI Publishing: Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

SmartAI

J O U R N A L

Rule Kaidah

pengisian daya baterai AND Indikator lampu cas tidak menyala ketika AC Adapter dihubungkan ke laptop pribadi maupun ke laptop orang lain THEN AC Adapter 12 IF Berisi tanda x pada icon speaker di taskbar AND Laptop tidak mengeluarkan suara

THEN Sound Card

13 IF Laptop tidak mengeluarkan suara AND Suara musik pada laptop terdengar tidak jernih/halus THEN Speaker

14 IF Perangkat eksternal saat terhubung ke port USB namun tidak bisa terdeteksi THEN USB Port

15 IF Ada sebagian/semua tombol keyboard yang tidak berfungsi AND Ketika laptop dinyalakan terdengar suara bip yang panjang AND Keyboard tiba-tiba mengetikkan huruf yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan (random) THEN Keyboard

16 IF Kursor pada laptop bergerak dengan sendirinya AND Sensitivitas touchpad melambat AND Touchpad pada laptop tidak mau berfungsi/bergerak AND Klik kanan/kiri pada touchpad tidak berfungsi THEN Touchpad

17 IF Laptop tidak dapat mendeteksi sinyal Wifi AND Berisi tanda x pada icon wireless di taskbar THEN Wireless Card

18 IF Pengiriman data menggunakan bluetooth terkadang tidak bisa/gagal AND Bluetooth pada laptop tidak terdeteksi/terlihat pada perangkat lain (smartphone) THEN Bluetooth Card

19 IF Tanggal dan waktu selalu berubah menjadi ke pengaturan pabrik (default) ketika laptop dihidupkan THEN Baterai CMOS

20 IF Windows selalu menampilkan notifikasi virus terdeteksi AND Windows gagal (crash) dalam melakukan booting, selalu kembali ke tampilan awal bios AND Saat laptop dihidupkan selalu meminta proses Recovery Windows THEN Sistem Operasi Windows

4) Inferensi

Inferensi pada sistem ini menggunakan metode forward chaining yaitu dimulai dari sekumpulan fakta-fakta tentang suatu gejala yang diberikan oleh user sebagai masukan kedalam sistem.

Setelah pengguna memilih menu diagnosa akan menampilkan gejala-gejala, kemudian menginputkan pilihan sesuai dengan gejala yang dialami. Jika gejala yang dipilih tidak sesuai atau kurang dari kaidah produksi maka pengguna tetap mendapatkan hasil diagnosa kerusakan beserta saran dari masalah yang dihadapi dikarenakan adanya metode dempster shafer untuk optimasinya, jadi pengguna tetap mendapatkan hasil diagnosa kerusakan laptop tetapi dengan nilai persentase tingkat kepercayaan terhadap kerusakan laptop. Jumlah kerusakan dari hasil penelitian ini ada 20 kerusakan laptop. Keputusan kerusakan dibuat dengan menggunakan metode pencarian forward chaining berdasarkan adanya gejala kerusakan laptop dan hasil persentase berdasarkan perhitungan dempster shafer, keseluruhan jumlah gejala dari hasil penelitian ini ada 47 gejala kerusakan laptop.

2.3 Perhitungan Nilai Dempster Shafer Manual

Penulis melakukan uji coba terhadap perhitungan nilai Dempster Shafer secara manual. Adapun contoh kasus yang diangkat penulis yaitu pemilihan gejala, Laptop dalam keadaan hidup namun tidak menampilkan gambar di layar (no display), ketika dihubungkan ke LCD eksternal tidak juga menampilkan gambar (G03), Layar hidup mati hidup mati beberapa kali dalam menampilkan gambar (G04), Laptop tiba-tiba mati saat sedang menggunakan aplikasi (G06). Dari gejala yang dipilih, berdasarkan data yang ada, maka dapat dijabarkan detail dari setiap gejala adalah sebagai berikut:

Tabel 4: Penjabaran Gejala [Sumber: Pribadi]

Gejala Terpilih Relasi Gejala Terhadap Kerusakan Bobot (Belief) Plausibility (1-Bel)

G03 {K02, K06} 0.775 0.225

(7)

SmartAI | E-ISSN xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1 – Januari 2022, pp: 23-33 https://ejournal.abivasi.id/index.php/SmartAI Publishing: Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

SmartAI

J O U R N A L

Gejala Terpilih Relasi Gejala Terhadap Kerusakan Bobot (Belief) Plausibility (1-Bel)

G04 {K02, K05} 0.625 0.375

G06 {K02, K03} 0.55 0.45

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa masing-masing gejala terpilih memiliki relasi terhadap kerusakan serta nilai bobot (belief) yang didapat dari pakar, lalu nilai plausibility didapat dari 1 - (nilai belief). Setelah nilai plausibility masing-masing gejala terpilih sudah kita dapatkan. Kemudian akan masuk ke tahap perhitungan pertama, yaitu membandingkan dua gejala terpilih pertama yaitu G03 ( ) dan G04 ( ) untuk mencari nilai .

G03

G04

{K02, K05} 0.625 0.375

{K02, K06} 0.775 {K02} 0.4844 {K02, K06} 0.2906 0.225 {K02, K05} 0.1406 0.0844

Dari hasil pembandingan diatas, untuk mencari nilai m3 dilakukan perhitungan sebagai berikut:

{K02} =

= 0.4844 {K02, K06} =

= 0.2906 {K02, K05} =

= 0.1406

=

= 0.0844

Setelah nilai didapatkan, selanjutnya nilai tersebut akan kembali kita bandingkan dengan gejala terpilih selanjutnya yaitu G06 ( ) untuk kemudian mencari nilai . Adapun proses pembandingan dan adalah sebagai berikut:

G06

{K02, K03} 0.55 0.45

{K02} 0.4844 {K02} 0.2664 {K02} 0.2180 {K02, K06} 0.2906 {K02} 0.1598 {K02, K06} 0.1308 {K02, K05} 0.1406 {K02} 0.0773 {K02, K05} 0.0633 0.0844 {K02, K03} 0.0464 0.0380

Dari hasil perbandingan di atas, untuk mencari nilai kita kembali harus melakukan perhitungan seperti sebelumnya. Adapun perhitungan untuk mencari nilai adalah sebagai berikut:

{K02} =

= 0.7215

{K02, K06} =

= 0.1308 {K02, K05} =

= 0.0633 {K02, K03} =

= 0.0464

=

= 0.0380

Dari hasil perhitungan , dapat dilihat bahwa kemungkinan kerusakan yang nilainya paling tinggi yaitu {K02} dengan nilai terbesar 0.7215 atau kemungkinan terjadi kerusakan pada Chipset VGA sebesar 72,15%.

(8)

SmartAI | E-ISSN xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1 – Januari 2022, pp: 23-33 https://ejournal.abivasi.id/index.php/SmartAI Publishing: Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

SmartAI

J O U R N A L

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Implementasi sistem, akan membahas mengenai sistem yang telah dibangun sesuai perancangan.

Berikut ini halaman user interface sistem sekaligus penjelasan mengenai proses diagnosa menggunakan metode forward chaining dengan metode dempster shafer pada sistem pakar diagnosa kerusakan laptop.

3.1 Halaman Login

Halaman login merupakan tampilan data yang harus dimasukkan oleh pengguna pada form login untuk dapat mengakses sistem. Terdapat 2 bentuk data, yaitu email dan password. Ada 2 tipe pengguna yang dapat melakukan login, yaitu pelanggan dan admin.

Gambar 1. Halaman Login [Sumber: Pribadi ]

3.2 Halaman Dashboard

Halaman utama admin merupakan tampilan saat admin berhasil login. Admin dapat mengakses semua menu seperti Profil, Pesan, Diagnosa, Kerusakan, Gejala, Basis Pengetahuan, dan Pelanggan.

Halaman utama pelanggan merupakan tampilan saat pelanggan berhasil login dan berhasil melakukan verifikasi email. Pelanggan dapat mengakses menu Profil, Pesan, dan Diagnosa.

Gambar 2. Halaman Dashboard Admin (kiri) dan halaman Dashboard Pelanggan (kanan) [Sumber: Pribadi]

3.3 Halaman Diagnosa a) Halaman Diagnosa

Halaman diagnosa admin merupakan tampilan semua data diagnosa pelanggan. Admin dapat menambah, melihat, mencari dan menghapus semua data diagnose. Halaman diagnosa pelanggan merupakan tampilan data diagnosa pribadi pelanggan. Pelanggan dapat menambah data diagnosa, mencari, dan melihat data diagnosa pribadi.

(9)

SmartAI | E-ISSN xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1 – Januari 2022, pp: 23-33 https://ejournal.abivasi.id/index.php/SmartAI Publishing: Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

SmartAI

J O U R N A L

Gambar 3. Halaman Diagnosa Admin (kiri) dan halaman Diagnosa Pelanggan (kanan) [Sumber: Pribadi]

b) Halaman Tambah Diagnosa

Halaman tambah diagnosa merupakan tampilan data-data gejala yang harus dimasukkan atau dipilih oleh pengguna pada form diagnosa untuk mendapatkan hasil diagnosa kerusakan beserta detail dan saran. Terdapat 1 bentuk data, yaitu gejala.

Gambar 4. Halaman Tambah Diagnosa [Sumber: Pribadi ]

c) Hasil Diagnosa

Halaman hasil diagnosa memilih gejala kurang dari lima merupakan tampilan yang menggambarkan hasil diagnosa dari gejala yang dipilih oleh pengguna. Terdapat data gejala yang dipilih, data tingkat kepercayaan berupa persentase didapat dari proses perhitungan dengan metode Dempster Shafer, serta data nama, detail, dan saran kerusakan. Pengguna juga bisa mencetak hasil diagnose.

Halaman hasil diagnosa jika memilih gejala lebih dari lima merupakan tampilan yang menggambarkan hasil diagnosa dari gejala yang dipilih oleh pengguna. Terdapat data gejala yang dipilih, data tingkat kepercayaan berupa persentase didapat dari proses perhitungan dengan metode Dempster Shafer, serta data nama, detail, dan saran kerusakan. Pengguna juga bisa mencetak hasil diagnose.

Gambar 5. Halaman Tambah Diagnosa [Sumber: Pribadi ]

(10)

SmartAI | E-ISSN xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1 – Januari 2022, pp: 23-33 https://ejournal.abivasi.id/index.php/SmartAI Publishing: Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

SmartAI

J O U R N A L

3.4 Halaman Basis Pengetahuan

Halaman basis pengetahuan merupakan tampilan data basis pengetahuan. Admin dapat menambah, mengubah, mencari dan menghapus data basis pengetahuan.

Gambar 5. Halaman Basis Pengetahuan [Sumber: Pribadi ]

3.5 Verifikasi

Di tahap ini penulis melakukan 3 proses verifikasi yaitu pengujian sistem menggunakan metode blackbox, pengujian metode dan pengujian User Acceptance Test dengan kuesioner yang diberikan kepada seorang pakar dan pelanggan.

a) Pengujian Blackbox

Pengujian sistem dengan menggunakan black box testing untuk mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsi dari hasil pengujian sistem. Berdasarkan hasil pengujian sistem sesuai dengan 9 skenario pengujian menggunakan metode blackbox, bahwa sistem sudah berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

b) Pengujian Metode

Berikut tahap pengujian metode forward chaining dengan dempster shafer pada sistem pakar, ditahap ini penulis melakukan pengujian terhadap metode dengan awalan menggunakan data dimana eksekusi menggunakan function dd pada setiap gambar ditahap implementasi metode, untuk melihat dan memeriksa data-data yang melalui proses perhitungan dempster shafer (function dd digunakan untuk debug data array, agar lebih mudah dibaca dengan tampilan berwarna hitam). Pembahasan berisi gambar halaman User Interface sistem dan gambar hasil eksekusi penggunaan function dd. Berdasarkan hasil perhitungan pengujian metode didapat nilai 0.7215 merupakan nilai tertinggi dengan kode kerusakan K02. Nilai akan dikalikan 100 saat disimpan pada database, maka hasil diagnosa tingkat kepercayaan 72.15% dengan kerusakan Chipset VGA.

c) Pengujian User Acceptance Test

Dari hasil kuisioner yang telah disebarkan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1) Dari 9 responden hanya satu orang yang pernah menjumpai atau menjalankan sistem yang menyerupai sistem pakar ini dan sisanya belum pernah, dengan persentase hasil jawaban responden sebesar 88,88%.

2) Sistem pakar ini mudah digunakan (user friendly), dengan persentase hasil jawaban pakar sebesar 100% dan persentase jawaban pelanggan sebesar 87,5%.

3) Informasi yang diberikan oleh sistem pakar ini sudah lengkap, dengan persentase hasil jawaban pakar sebesar 100% dan persentase jawaban pelanggan sebesar 100%.

4) Sistem pakar ini sudah dapat mendiagnosa kerusakan laptop dengan benar dan membantu pelanggan dalam mendapatkan informasi mengenai kerusakan laptop serta saran agar tidak terjadi dan jika sudah terjadi kerusakan, dengan persentase hasil jawaban pakar sebesar 100% dan persentase jawaban pelanggan sebesar 100% .

5) Sistem pakar ini dapat mewakili dan membantu pakar untuk mendiagnosa kerusakan laptop, dengan persentase hasil jawaban pakar sebesar 100% dan persentase jawaban pelanggan 87,5%.

(11)

SmartAI | E-ISSN xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1 – Januari 2022, pp: 23-33 https://ejournal.abivasi.id/index.php/SmartAI Publishing: Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

SmartAI

J O U R N A L

4. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terkait metode forward chaining dengan dempster shafer pada sistem pakar diagnosa kerusakan laptop di Mufidah Computer berbasis website, maka dapat disimpulkan:

a) Proses pembangunan metode forward chaining dengan dempster shafer pada sistem pakar dignosa kerusakan laptop ini telah berhasil dibangun dan sesuai kebutuhan pada permasalahan di Toko Mufidah Computer.

b) Teknik pencarian kesimpulan menggunakan metode forward chaining memiliki kekurangan pada saat adanya penambahan maupun pengurangan fakta baru yang akan merubah aturan yang ada, akan tetapi dengan adanya optimasi metode dempster shafer yaitu memberikan nilai probabilitas (belief) setiap gejala yang berhubungan dengan kerusakan, maka penarikan kesimpulan akan tetap terpenuhi. Dari hasil diagnosa yang telah dilakukan maka diperoleh hasil pengujian secara metodologi teori probabilitas Dempster Shafer telah berhasil diterapkan dalam sistem pakar ini dengan perhitungan berdasarkan nilai probabilitas yang dimiliki setiap gejala.

DAFTAR PUSTAKA

[1] S. Rani, “Sistem Pakar Diagnosa Kerusakan Laptop Menggunakan Metode Forward Chaining,” J.

Resti, vol. 2, no. 3, pp. 604–610, 2018.

[2] Hasanah, Ridarmin, and S. Adrianto, “Aplikasi Sistem Pakar Pendeteksi Kerusakan Laptop / Pc Dengan Penerapan Metode Forward,” J. Inform., vol. 9, no. 2, pp. 40–50, 2017.

[3] Aruna Sachi Kayana, “Pengertian Komputer, Definisi Komputer Menurut Para Ahli,” Pengertian Komputer, Definisi Komputer Menurut Para Ahli, 2014. .

[4] Pressman, “Rekayasa Perangkat Lunak,” Informatika Bandung. 2015.

[5] Rifzan, “Pengertian Artificial Intelligence dan Contohnya dalam Kehidupan,” 28 Desember 2018.

2018.

[6] Rifzan, “Pengertian Sistem Pakar, Cara Kerja, Beserta Contohnya,” www.robicomp.com, 2019. . [7] F. Januriawan, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Ayam Menggunakan Metode Certainty

Factor,” Univ. AMIKOM Yogyakarta, vol. 151, no. 2, pp. 10–17, 2018.

[8] E. G. Wahyuni and W. Prijodiprodjo, “Prototype Sistem Pakar untuk Mendeteksi Tingkat Resiko Penyakit Jantung Koroner dengan Metode Dempster-Shafer,” IJCCS (Indonesian J. Comput.

Cybern. Syst., vol. 7, no. 2, 2013.

[9] A. A. Wahid, “Analisis Metode Waterfall Untuk Pengembangan Sistem Informasi,” J. Ilmu-ilmu Inform. dan Manaj. STMIK, no. November, pp. 1–5, 2020.

[10] N. Sora, “Mengetahui Pengertian Website Dan Jenisnya,” 07/09. 2014.

[11] Sugiyono, “Sugiyono, Metode Penelitian dan Pengembangan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D , (Bandung: Alfabeta, 2015), 407 1,” Metod. Penelit. dan Pengemb. Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D, 2015.

[12] T. Connolly and C. Begg, Database Systems: A Practical Approach to Design, Implementation, and Management: Global Edition. 2015.

[13] D. Andika, “Pengertian Flowchart,” It.Jurnal.Com, 2018.

[14] J. W. Satzinger, R. B. Jackson, and S. D. Burd, Introduction to System Analysis and Design; An Agile, Iterative Approach. 2012.

Gambar

Tabel 1: Daftar Kerusakan [Sumber: Pribadi]
Tabel 4: Penjabaran Gejala [Sumber: Pribadi]
Gambar 2. Halaman Dashboard Admin (kiri) dan halaman Dashboard Pelanggan (kanan)  [Sumber: Pribadi]
Gambar 4. Halaman Tambah Diagnosa [Sumber: Pribadi ]
+2

Referensi

Dokumen terkait

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING

Penelitian berikutnya oleh Heri Sugirma yang berjudul Penerapan Metode Dempster Shafer Pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kambing, menyimpulkan bahwa aplikasi sistem

Penelitian berikutnya oleh Heri Sugirma yang berjudul Penerapan Metode Dempster Shafer Pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kambing, menyimpulkan bahwa aplikasi sistem pakar

SISTEM PAKAR DIAGNOSA AWAL PENYAKIT SARAF PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE

Pengujian yang dilakukan dalam sistem pakar diagnosis penyakit pada kambing menggunakan metode Dempster Shafer yaitu pengujian validasi kebutuhan fungsional,

Bagaiman metode Forward Chaining yang diterapkan pada sistem pakar diagnosa kerusakan hardware pada laptop dapat membantu pengguna atau user dalam mendiagnosa dan

Dalam penelitian ini terlihat bahwa penerapan metode Dempster-Shafer cukup berhasil, dilihat dari hasil yang didapat dari pengujian secara langsung oleh pakar dan

Aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosis kerusakan mesin sepeda motor bebek 4 tak dengan metode forward