2021 amfori BSCI
Pedoman Perilaku
I. Pengantar
Pedoman Perilaku amfori BSCI merupakan dokumen berisi komitmen bagi anggota amfori dan mitra bisnis mereka untuk menjalankan uji tuntas hak asasi manusia dan perlindungan lingkungan dalam rantai pasokan global mereka sesuai dengan prinsip yang diakui secara internasional. Dokumen ini memberikan arahan kepada anggota amfori dan mitra bisnis mereka untuk menjalankan bisnis yang bertanggung jawab, dan untuk mengidentifikasi, mencegah, menanggulangi, memperhitungkan, dan memulihkan dampak yang merugikan hak asasi manusia, serta lingkungan, dalam rantai pasokan mereka. Hal ini didukung dan diperkuat dengan Pedoman Sistem amfori BSCI, Program Komitmen Anggota amfori, dan Platform Keberlanjutan amfori.
Dokumen ini, serta seluruh materi pendukung dan pelengkap, mengintegrasikan karakteristik uji tuntas sebagaimana dicantumkan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD).
Anggota amfori dan mitra bisnis mereka, termasuk produsen sektor hulu dan hilir, perantara, dan mereka yang terlibat dalam proses perekrutan pekerja, dapat menjadi penanda tangan Pedoman Perilaku amfori BSCI. Melalui dokumen ini, istilah “penanda tangan” akan digunakan secara sinonim untuk merujuk kepada anggota amfori dan mitra bisnis mereka.
Versi Pedoman Perilaku amfori BSCI telah disetujui oleh amfori, dan mengesampingkan seluruh versi sebelumnya dari Pedoman Perilaku amfori BSCI dalam semua terjemahannya. Versi bahasa Inggris dari dokumen ini bersifat mengikat secara hukum.
Pedoman Perilaku amfori BSCI v.2021 mulai berlaku pada 1 Januari 2023. Penanda
tangan bertanggung jawab untuk menanamkan Pedoman Perilaku ini dalam operasi
mereka, dan menerapkan uji tuntas.
II. Nilai dan Prinsip
Pedoman Perilaku amfori BSCI, serta dokumen dan alat bantu pendukungnya, didasarkan pada, dan merujuk pada:
· Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
· Konvensi dan Rekomendasi Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization atau ILO)
· Prinsip Panduan Bisnis dan HAM PBB (UNGP)
· Panduan OECD untuk Perusahaan Multinasional
· Prinsip Dunia Usaha dan Hak Anak PBB
· Dimensi Gender pada Prinsip Panduan PBB mengenai Bisnis dan Hak Asasi Manusia
· Dokumen Pedoman Sektoral OECD
Dengan mendukung Pedoman Perilaku amfori BSCI, penanda tangan menyatakan bahwa komitmen mereka akan mematuhi nilai-nilai berikut:
· Perbaikan yang berkelanjutan: Penanda tangan menyanggupi untuk menerapkan Pedoman Perilaku amfori BSCI dalam pendekatan holistik yang tertanam dalam sistem manajemen dan budaya perusahaan mereka, untuk memastikan perbaikan yang berkelanjutan pada uji tuntas dalam organisasi dan rantai pasokan mereka secara progresif.
· Kerja Sama: Penanda tangan akan memiliki dampak lebih besar terhadap, dan peluang yang lebih baik dalam mengenali, mencegah, menanggulangi, dan memulihkan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan lingkungan dalam organisasi dan rantai pasokan mereka dengan bekerja sama dan melakukan pendekatan holistik terhadap uji tuntas. Semangat kerja sama begitu penting dalam keterlibatan antara penanda tangan dan pemangku kepentingan di berbagai tingkat, terutama untuk menciptakan pengaruh. amfori mendukung penanda tangan dengan menciptakan kemitraan yang relevan dan berarti.
· Pemberdayaan: Tujuan utama amfori adalah memungkinkan penanda tangan untuk mengembangkan organisasi mereka dan memberdayakan rantai pasokan dalam cara yang menghormati hak asasi manusia dan memungkinkan perbaikan yang berkelanjutan. Untuk tujuan ini, amfori menyediakan alat bantu yang dibutuhkan, dan mengharapkan penanda tangannya untuk menggunakan dan melimpahkan alat bantu ini dalam organisasi dan rantai pasokan mereka.
· Kepatuhan terhadap Pedoman: Mematuhi perundang-undangan nasional adalah kewajiban utama perusahaan bisnis. Di negara tempat perundang-undangan nasional menetapkan standar perlindungan yang berbeda daripada Pedoman Perilaku amfori BSCI dan rujukannya, penanda tangan akan mematuhi prinsip yang
memberikan perlindungan tertinggi kepada pekerja dan lingkungan, tanpa bertentangan dengan kerangka hukum negara tersebut.
· Perlindungan pihak yang rentan: Penanda tangan berkomitmen terhadap perlindungan dan pemberdayaan individu yang rentan, dan anggota kelompok dan komunitas yang rentan, sejauh pengaruh terbaik mereka.
Penanda tangan memahami bahwa kerentanan dapat tergantung pada konteks, dan individu, kelompok, serta komunitas tertentu mungkin rentan di sejumlah aspek.
· Keterbukaan: Penanda tangan berkomitmen untuk bersikap terbuka:
o terhadap satu sama lain, dengan amfori, dan dengan pihak ketiga yang terlibat sebagaimana terkait (mis. auditor, mitra kualitas), dan dalam konteks identifikasi, pencegahan, dan pemulihan dampak yang merugikan hak asasi manusia dan lingkungan. Penanda tangan secara aktif memberi tahu satu sama lain dan amfori mengenai segala insiden penting, serta keefektifan dari segala tanggapan terhadap dampak merugikan bagi nilai dan prinsip Pedoman Perilaku amfori BSCI,
o melalui pengungkapan wajar kepada pemangku kepentingan, dan pemerintah terkait dampak mereka terhadap rantai pasokan dan di sekitar komunitas, sesuai dengan persyaratan perundang-undangan nasional jika tersedia.
Pedoman Perilaku amfori BSCI dan nilainya diimplementasikan melalui serangkaian prinsip sebagaimana dijelaskan di bawah ini:
1. Sistem Manajemen Sosial dan Efek Bertingkat
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· menerapkan dan menyampaikan pernyataan kebijakan hak asasi manusia secara publik, sesuai dengan kerumitan dan skala operasi, yang disetujui pada tingkat paling senior,
· mengimplementasikan sistem manajemen uji tuntas berbasis proses dan risiko dalam praktik bisnis mereka sesuai dengan UNGP, dan disesuaikan dengan model bisnis perusahaan tersebut. Harapan yang ditetapkan dalam Pedoman Perilaku ini harus ditanamkan dalam sistem,
· secara aktif menyampaikan dukungan mereka atas Pedoman Perilaku amfori BSCI melalui seluruh fungsi perusahaan mereka, serta mitra bisnis mereka dan pemangku kepentingan terkait,
· melatih dan memberikan insentif kepada semua departemen dan individu terkait dengan cara yang
memungkinkan mereka untuk mengintegrasikan prinsip bisnis dan praktik pembelian yang bertanggung jawab dan responsif gender dalam budaya perusahaan, dan melimpahkannya kepada mitra bisnis mereka,
· mewajibkan mitra bisnis mereka untuk melimpahkan informasi kepada mitra bisnis dan pemangku kepentingan terkait dalam rantai pasokan,
· mewajibkan dan menindaklanjuti dengan mitra bisnis mereka untuk berupaya menuju kepatuhan penuh terhadap Pedoman Perilaku amfori BSCI dalam lingkup pengaruh mereka, termasuk perantara yang terlibat dalam proses perekrutan pekerja, seperti perantara, perekrut, dan agen perekrutan,
· menyertakan semua pekerja dalam uji tuntas mereka, terutama bagian-bagian yang rentan dalam rantai pasokan mereka seperti pekerja rumahan, petani kecil, serta pekerja sementara dan migran; mengidentifikasi tantangan di tingkat ini, dan bermitra dengan amfori dan pemangku kepentingan terkait lainnya demi melakukan perbaikan,
· menerapkan strategi, proses, dan sumber daya yang memadai untuk memenuhi tanggung jawab terkait Pedoman Perilaku amfori BSCI dan memastikan bahwa terdapat perbaikan yang berkelanjutan dalam implementasinya,
· menjalankan praktik pembelian yang bertanggung jawab dan responsif gender, serta menghindari menempatkan mitra bisnis dalam posisi yang menghalangi mereka untuk menaati Pedoman Perilaku amfori BSCI.
2. Keterlibatan dan Perlindungan Pekerja
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· menetapkan praktik manajemen yang bertanggung jawab dan responsif gender yang melibatkan seluruh pekerja dan perwakilan mereka dalam pertukaran informasi yang baik seputar proses uji tuntas,
· mendefinisikan sasaran jangka panjang untuk melindungi pekerja sesuai dengan aspirasi Pedoman Perilaku amfori BSCI,
· mengambil langkah tertentu, seperti pelatihan, untuk membuat pekerja mengetahui hak dan tanggung jawab mereka, dengan perhatian khusus pada pihak yang rentan. Apabila relevan, pihak perantara seperti pialang, perekrut, dan agen perekrutan harus berperan aktif dalam mencapai langkah ini,
· membangun kompetensi yang memadai di antara manajer, pekerja, dan perwakilan pekerja dalam perusahaan mereka, serta dalam rantai pasokan, demi menanamkan Pedoman Perilaku amfori BSCI dalam budaya perusahaan mereka, dan menerapkan pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan di setiap tingkat pekerjaan,
· menyusun atau berpartisipasi dalam mekanisme keluhan tingkat operasional yang efektif untuk individu dan komunitas yang mungkin terdampak secara negatif, dan memelihara catatan yang akurat. Mekanisme keluhan tingkat operasional tersebut harus selaras dengan Pasal 31 UNGP. Apabila relevan (misalnya jika terdapat populasi pekerja migran), mekanisme keluhan tingkat operasional tersebut harus dapat diakses dalam bahasa setempat yang relevan, dan harus memungkinkan penanganan dan pemulihan masalah secara efektif di seluruh yurisdiksi melalui kemitraan dan koordinasi.
3. Hak Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· menghargai hak pekerja untuk membentuk dan bergabung dengan serikat pekerja – atau untuk tidak melakukan hal tersebut – dan melakukan perundingan kolektif, dalam cara yang bebas dan demokratis,
· memastikan perwakilan yang berarti dari seluruh pekerja, tanpa pembedaan apa pun dan terlepas dari gender,
· tidak mendiskriminasi pekerja karena keanggotaan serikat pekerja,
· tidak mencegah perwakilan dan perekrut pekerja untuk memiliki akses ke para pekerja di tempat kerja atau untuk berinteraksi dengan mereka,
· menghargai prinsip ini dengan mengizinkan pekerja untuk secara bebas memilih perwakilan mereka sendiri yang dapat berdialog dengan perusahaan mengenai masalah tempat kerja, sewaktu beroperasi di negara tempat aktivitas serikat pekerja dianggap melanggar hukum atau tempat aktivitas serikat pekerja yang bebas dan demokratis tidak diperbolehkan.
4. Tidak Ada Diskriminasi, Kekerasan, atau Pelecehan
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· memperlakukan semua pekerja dengan hormat dan bermartabat,
· memastikan bahwa pekerja tidak menjadi korban kekerasan, pelecehan, dan perlakuan tidak manusiawi atau merendahkan di tempat kerja, serta ancaman kekerasan dan penindasan, termasuk hukuman jasmani, penindasan verbal, fisik, seksual, ekonomi, atau psikologis, paksaan mental atau fisik, atau bentuk pelecehan atau intimidasi lainnya,
· memahami kemungkinan alasan diskriminasi dalam konteks khususnya, dan tidak mendiskriminasi atau
mengucilkan individu berdasarkan jenis kelamin, gender, usia, agama, ras, kasta, kelahiran, latar belakang sosial, disabilitas, asal etnis dan negara, kewarganegaraan, keanggotaan dalam serikat atau organisasi sah lainnya, afiliasi atau pendapat politik, orientasi seksual, tanggung jawab keluarga, status pernikahan, kehamilan, penyakit, atau kondisi lain yang dapat menimbulkan diskriminasi,
· menyusun prosedur disipliner secara tertulis dan menjelaskannya secara lisan kepada pekerja dalam istilah dan bahasa yang mereka pahami. Langkah disipliner tersebut harus selaras dengan undang-undang nasional,
· menyediakan peluang dan perlakuan yang peka gender dan setara selama perekrutan dan hubungan kerja,
· memastikan bahwa pekerja tidak dilecehkan, dihukum, atau dikenakan tindakan pembalasan karena melaporkan masalah dengan alasan yang tercantum di atas.
5. Remunerasi yang Adil
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· memenuhi, setidaknya, upah yang diwajibkan undang-undang upah minimum pemerintah, atau standar industri yang disetujui berdasarkan perundingan kolektif, mana pun yang lebih tinggi. Upah tersebut akan mengacu pada jam kerja standar,
· membayar upah dalam cara yang teratur, tepat waktu, dan stabil, serta sepenuhnya dalam alat pembayaran yang sah. Penggajian parsial dalam bentuk tunjangan “berbentuk barang” hanya diterima sesuai dengan perincian ILO,
· menilai kesenjangan gaji dengan akurat, dan secara bertahap mengupayakan pembayaran upah hidup yang cukup untuk membiayai standar hidup yang layak bagi para pekerja dan keluarga mereka,
· mencerminkan keterampilan, tanggung jawab, senioritas, dan pendidikan pekerja dalam tingkat upah mereka,
setidaknya upah yang berturut-turut memenuhi atau melampaui upah minimum legal yang berlaku, standar industri, atau perjanjian perundingan kolektif (jika berlaku) dalam jam kerja standar,
· memastikan pekerja dari seluruh gender dan kategori, seperti pekerja migran dan setempat, menerima remunerasi yang sama untuk pekerjaan dan kualifikasi yang setara,
· menerapkan pemotongan hanya dalam situasi dan sejauh yang diizinkan oleh hukum atau ditetapkan oleh perjanjian kolektif,
· memberi pekerja manfaat sosial yang diberikan secara sah, seperti tanpa dampak negatif terhadap gaji, tingkat senioritas, posisi, atau kemungkinan promosi mereka.
6. Jam Kerja Standar
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· memastikan bahwa pekerja tidak diwajibkan untuk bekerja lebih dari 48 jam standar per minggu, tanpa mengesampingkan harapan tertentu yang ditetapkan berdasarkan dokumen ini. Pengecualian yang ditetapkan oleh ILO berlaku,
· menafsirkan undang-undang nasional yang berlaku, standar tolok ukur industri, atau perjanjian kolektif dalam kerangka internasional yang ditetapkan oleh ILO, dan mendorong praktik jam kerja yang memungkinkan keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan yang sehat bagi pekerja,
· hanya melampaui batasan jam yang dijelaskan di atas selaras dengan kasus pengecualian yang ditentukan oleh ILO, yang dalam kasus tersebut waktu lembur diperbolehkan,
· menggunakan waktu lembur sebagai praktik yang bersifat pengecualian dan sukarela, yang digaji pada tarif premi minimal 125% dari tarif standar. Waktu lembur tidak boleh menunjukkan kemungkinan bahaya kerja yang secara signifikan lebih tinggi, dan tidak akan melampaui batasan yang ditentukan berdasarkan undang-undang nasional dalam keadaan apa pun,
· memberi pekerja mereka hak atas jeda istirahat di setiap hari kerja dan hak atas setidaknya satu hari cuti di setiap tujuh harinya, kecuali jika pengecualian yang ditentukan oleh perjanjian kolektif berlaku.
7. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· menghargai hak pekerja dan komunitas setempat atas kondisi bekerja dan hidup yang sehat, tanpa
mengesampingkan harapan tertentu yang ditetapkan berdasarkan dokumen ini. Pihak yang rentan, seperti - namun tidak terbatas pada - pekerja muda, calon ibu, dan ibu yang baru melahirkan, serta penyandang disabilitas, harus menerima perlindungan khusus,
· mematuhi undang-undang kesehatan dan keselamatan kerja nasional, atau mematuhi standar internasional jika undang-undang nasional lemah atau ditegakkan secara buruk,
· memastikan terdapat sistem untuk menilai, mengidentifikasi, mencegah, dan menanggulangi kemungkinan ancaman dan ancaman aktual terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja,
· melatih seluruh departemen dan individu mengenai kesehatan dan keselamatan kerja secara berkala di seluruh tahap ketenagakerjaan, dan memberikan informasi mengenai potensi risiko kesehatan dan keselamatan kerja kepada pekerja dan publik, termasuk komunitas yang terdampak,
· mengambil langkah yang efektif demi mencegah pekerja mengalami kecelakaan, cedera, atau penyakit, yang timbul dari, berkaitan dengan, atau terjadi selama melakukan pekerjaan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meminimalkan, sejauh dianggap wajar, penyebab bahaya yang tidak terpisahkan di tempat kerja,
· berupaya meningkatkan perlindungan pekerja seandainya terjadi kecelakaan, termasuk melalui skema asuransi wajib,
· mempertahankan catatan akan semua insiden kesehatan dan keselamatan di tempat kerja dan semua fasilitas lainnya yang disediakan atau diamanatkan,
· mengambil semua langkah yang sesuai, dan memperoleh semua lisensi dan dokumentasi terkait yang diwajibkan oleh undang-undang nasional, untuk memastikan stabilitas dan keamanan peralatan dan bangunan yang mereka gunakan, serta untuk melindungi dari dan bersiap akan setiap keadaan darurat yang dapat diperkirakan. Ini termasuk fasilitas tempat tinggal bagi pekerja jika fasilitas ini disediakan atau diamanatkan oleh perusahaan atau mitra perekrutan,
· menetapkan komite yang relevan, seperti Komite Kesehatan dan Keselamatan Pekerjaan, guna memastikan kerja sama aktif antara manajemen dan pekerja, dan/atau perwakilannya untuk pengembangan dan penerapan sistem yang efektif yang memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Komite ini bertujuan untuk mewakili keragaman pekerja,
· memberikan kesadaran bagi pekerja, dan menghormati hak dan tanggung jawab mereka untuk keluar dari lokasi, dan/atau berhenti bekerja dalam situasi yang berbahaya dan dengan bahaya yang tak terkendali tanpa harus meminta izin,
· menyediakan bantuan medis terkait pekerjaan yang memadai dan fasilitas terkait, serta menyediakan akses ke layanan ini yang setara bagi semua pekerja. Layanan kesehatan (termasuk asuransi) harus melayani kekhawatiran dan kebutuhan khusus semua gender dan usia,
· menyediakan akses ke air minum yang aman dan bersih, serta area makan dan istirahat yang bebas biaya, dan jika memungkinkan, menyediakan akses ke area memasak dan penyimpanan makanan,
· menyediakan sejumlah toilet terpisah yang aman dengan tingkat privasi yang memadai untuk semua gender, dan tisu toilet serta wastafel dengan sabun tangan di seluruh area kerja,
· memastikan saat fasilitas hunian disediakan atau dimandatkan, fasilitas huniannya bersih dan aman, serta memenuhi semua kebutuhan dasar para pekerja,
· menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang efektif dan disesuaikan kepada pekerja secara gratis, mempertimbangkan kebutuhan kategori pekerja yang berbeda, seperti perempuan hamil dan menyusui,
· mengompensasi kerugian yang diderita pekerja pada kesempatan saat kegagalan untuk mematuhi prinsip di masa lalu atau yang aktual telah diidentifikasi.
8. Tidak Ada Tenaga Kerja di Bawah Umur
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· tidak mempekerjakan, baik secara langsung atau tidak langsung, anak di bawah usia minimum penyelesaian pendidikan wajib sebagaimana ditentukan oleh hukum, yang tidak akan kurang dari 15 tahun, kecuali jika pengecualian yang diakui oleh ILO berlaku,
· melindungi anak-anak dari segala bentuk eksploitasi,
· membentuk mekanisme verifikasi usia yang andal sebagai bagian dari proses perekrutan, yang dengan cara apa pun tidak akan merendahkan atau tidak menghormati pekerja,
· mengambil kehati-hatian ekstra dan mengidentifikasi langkah-langkah proaktif jika pemberhentian anak di bawah umur terjadi, guna memastikan perlindungan anak yang terdampak.
9. Perlindungan Khusus bagi Pekerja Muda
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· memastikan bahwa pekerja muda tidak bekerja pada malam hari dan mereka terlindungi dari kondisi kerja yang merugikan kesehatan, keselamatan, moral, dan pertumbuhan mereka, tanpa mengesampingkan harapan khusus yang ditetapkan dalam prinsip ini,
· memindahkan pekerja muda dari pekerjaan berbahaya atau sumber bahaya segera setelah kasus tersebut diidentifikasi, dan menetapkan kembali lingkup kerja mereka tanpa mengurangi pendapatannya,
· memastikan bahwa (a) jenis pekerjaan tersebut kecil kemungkinannya untuk membahayakan kesehatan atau pertumbuhan pekerja muda; (b) jam kerja mereka memungkinkan mereka pergi ke sekolah, partisipasi mereka di sekolah kejuruan disetujui oleh otoritas yang kompeten, atau kapasitas mereka untuk mendapatkan manfaat dari program pelatihan atau instruksi,
· menetapkan mekanisme yang diperlukan guna mencegah, mengidentifikasi, dan menanggulangi bahaya terhadap pekerja muda, dengan mempertimbangkan penyediaan dan akses ke mekanisme pengaduan operasional yang efektif dan skema serta program pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja kepada pekerja muda.
10. Tidak Ada Pekerjaan yang Berbahaya
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· memastikan proses perekrutan dan hubungan ketenagakerjaannya tidak menyebabkan ketidakamanan dan kerentanan sosial atau ekonomi pekerjanya,
· memastikan pekerjaan dilaksanakan atas dasar hubungan ketenagakerjaan yang diakui dan didokumentasikan, ditetapkan dengan mematuhi perundang-undangan, kebiasaan, atau praktik nasional, serta standar tenaga kerja internasional, mana pun yang memberikan perlindungan yang lebih baik,
· sebelum menandatangani ketenagakerjaan, menyediakan informasi yang dapat dipahami pekerja dalam bahasanya sendiri dan memastikan bahwa pekerja mengetahui tentang hak, tanggung jawab, dan kondisi kerja mereka, termasuk jam kerja, remunerasi, dan ketentuan pembayaran dalam bahasanya sendiri,
· berupaya menyediakan kondisi kerja yang baik, dan jika relevan, fleksibel yang juga mendukung pekerja, terlepas dari gendernya, dalam peran mereka sebagai orang tua atau perawat, termasuk pekerja migran dan pekerja musiman yang mungkin meninggalkan anaknya di kota asalnya,
· tidak menggunakan pengaturan ketenagakerjaan dengan cara yang secara sengaja tidak mematuhi tujuan undang-undang yang murni. Ini termasuk - namun tidak terbatas pada - (a) skema magang atau pelatihan yang tidak bertujuan untuk mengajari keterampilan atau menyediakan ketenagakerjaan reguler, (b) pekerjaan musiman atau kontingen yang digunakan untuk melemahkan perlindungan bagi pekerja, (c) kontrak pekerja saja, dan (d) substitusi kontrak,
· tidak menggunakan subkontrak dengan cara yang melemahkan hak pekerja.
11. Tidak Ada Tenaga Kerja Terikat, Tenaga Kerja Paksa, atau Perdagangan Manusia
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· tidak terlibat dalam, atau melalui mitra bisnis, menyepakati segala bentuk perbudakan, tenaga kerja paksa, terikat, kontrak, diperdagangkan, atau wajib, termasuk tenaga kerja paksa yang ditetapkan negara,
· mematuhi prinsip internasional tentang perekrutan yang bertanggung jawab, termasuk Prinsip Perusahaan Wajib Membayar Upah (Employer Pays Principle atau EPP), dan mewajibkan hal yang sama dari mitra perekrutannya, saat melibatkan dan merekrut seluruh pekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, khususnya anggota kelompok yang rentan, seperti pekerja sementara dan pekerja migran, Sekurang-kurangnya, ini termasuk:
o Tidak membebankan biaya dan ongkos perekrutan kepada pekerja o Kontrak ketenagakerjaan yang jelas dan transparan
o Kebebasan pekerja dari penipuan dan pemaksaan
o Kebebasan bergerak dan tidak ada penyimpanan dokumen identitas
o Akses ke informasi secara gratis, komprehensif, dan akurat
o Kebebasan untuk mengakhiri kontrak, berganti perusahaan, dan pulang dengan selamat o Akses ke penyelesaian bebas sengketa dan pemulihan yang efektif
· secara bertahap mengompensasi kerugian yang diderita pekerja dalam periode waktu yang wajar, dan dalam kerangka prinsip internasional yang sama, jika kegagalan untuk mematuhi prinsip di masa lalu atau yang aktual telah diidentifikasi.
12. Perlindungan Lingkungan
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· menerapkan sistem manajemen uji tuntas berbasis proses dan risiko dalam praktik bisnis mereka, yang disesuaikan dengan model bisnis perusahaan tersebut. Ini juga dapat diintegrasikan ke keseluruhan sistem manajemen uji tuntas,
· mematuhi perundang-undangan lingkungan nasional, atau standar internasional ketika perundang-undangan nasional lemah atau diterapkan secara buruk,
· mengidentifikasi dampak lingkungan operasi mereka, dan menerapkan langkah-langkah yang memadai untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan dampak buruk pada komunitas sekitar, sumber daya alam, iklim, dan lingkungan secara keseluruhan.
13. Perilaku Bisnis Etis
Penanda tangan berkomitmen untuk:
· tidak ikut serta dalam tindakan korupsi, pemerasan, atau penggelapan apa pun, dan tidak juga dalam tindakan penyuapan apa pun - termasuk, namun tidak terbatas pada - menjanjikan, menawarkan, memberikan, atau menerima uang tunai atau insentif lain yang tidak pantas,
· mengembangkan dan menerapkan kendali internal, program, atau langkah-langkah yang memadai guna mencegah dan mendeteksi korupsi, pemerasan, penggelapan, atau tindakan penyuapan apa pun, yang dikembangkan dengan dasar penilaian risiko khusus perusahaan,
· menyimpan informasi akurat tentang aktivitas, struktur, dan kinerjanya, serta mengungkapkan hal ini sesuai dengan peraturan dan praktik tolok ukur industri yang berlaku untuk meningkatkan transparansi aktivitasnya,
· tidak memalsukan, atau berpartisipasi dalam memalsukan informasi apa pun atau dalam tindakan salah menafsirkan rantai pasokan,
· memberikan kesadaran bagi pekerja tentang kebijakan, pengendalian, program, dan langkah-langkah terhadap perilaku tidak etis dan menggalakkan kepatuhan dalam perusahaan melalui pelatihan dan komunikasi,
· mengumpulkan, menggunakan, dan memproses informasi pribadi (termasuk dari pekerja, mitra bisnis,
pelanggan, dan konsumen dalam cakupan pengaruhnya) dengan kehati-hatian wajar. Pengumpulan, penggunaan, dan pemrosesan informasi pribadi lain harus mematuhi undang-undang dan persyaratan regulasi privasi dan keamanan informasi.
III. Ketentuan Implementasi
Penanda tangan Pedoman Perilaku ini setuju untuk menerapkan nilai dan prinsip yang ditetapkan dalam dokumen ini selama siklus hubungan bisnis mereka, dan sehubungan dengan pemangku kepentingan terkait:
o Sebelum memulai hubungan bisnis, untuk memetakan dan memahami potensi risiko hak asasi manusia dan risiko aktualnya.
o Selama hubungan bisnis, untuk menjalankan bisnis dengan bertanggung jawab, serta membina dan mendukung mitra bisnis mereka dalam perbaikan yang berkelanjutan.
o Pada akhir hubungan bisnis, untuk memastikan transisi yang bertanggung jawab bagi mitra bisnis.
Manajemen Informasi
· Penanda tangan akan memelihara Platform Keberlanjutan amfori dengan informasi terkini dan akurat serta akan memerintahkan karyawan dan perwakilan mereka untuk menggunakan informasi tersebut sesuai dengan Peraturan (UE) 2016/679 (Peraturan Perlindungan Data Umum), yang juga disebut sebagai GDPR UE.
· Penanda tangan memahami bahwa semua informasi pribadi yang dikumpulkan, digunakan, dan diproses dalam alat bantu dan platform amfori harus mematuhi GDPR UE, tanpa memandang lokasi geografis tempat data dikumpulkan.
· Penanda tangan setuju bahwa informasi yang dikumpulkan selama aktivitas pemantauan, termasuk mekanisme keluhan, dapat dibagikan dengan pihak ketiga (i) sejauh ini dilakukan dalam kerangka amfori; (ii) sejauh
pengalihan ini diperlukan untuk penyediaan aktivitas oleh atau atas nama amfori, dan/atau (iii) pihak ketiga setuju untuk memperlakukan informasi yang diberikan dengan penuh hormat dan hanya untuk tujuan yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Pemantauan dalam Rantai Pasokan
· Mitra bisnis memantau bahwa Pedoman Perilaku amfori BSCI dipatuhi secara internal dan oleh mitra bisnis hulu mereka yang terlibat dalam proses produksi, berdasarkan pendekatan perbaikan yang berkelanjutan.
· Mitra bisnis menyatakan bahwa anggota amfori dapat memutuskan untuk melibatkan mereka dalam aktivitas pemantauan. Mereka setuju untuk dipantau di lokasi dan di luar lokasi, diumumkan atau tidak, oleh amfori, atau pihak ketiga yang memenuhi syarat menurut amfori (mis. perusahaan audit, mitra kualitas) untuk tujuan ini.
Aktivitas ini dapat dilakukan dalam cakupan alat bantu pemantauan amfori, atau Program Kualitas Audit amfori.
Selama aktivitas pemantauan, mitra bisnis setuju untuk:
o memberikan akses penuh ke fasilitas sebagaimana diminta oleh individu yang melakukan aktivitas tersebut, termasuk bagian yang mungkin awalnya tidak disebutkan dalam cakupan aktivitas,
o memberikan akses ke data pribadi pekerja mereka, dan membiarkan individu tersebut mengumpulkan data terkait untuk tujuan pelaporan selama sejalan dengan perundang-undangan nasional dan GDPR UE, o mengizinkan individu tersebut untuk mengumpulkan bukti dokumentasi yang diperlukan terkait aktivitas
tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada dokumen bisnis, lisensi, sertifikasi, dan gambar, o mengizinkan individu tersebut untuk melakukan wawancara di lokasi dan di luar lokasi dengan pekerja
dengan kerahasiaan penuh, tanpa pengaruh apa pun atau tindakan pembalasan dari manajemen.
IV. Referensi
Tautan/Kode QR ke situs web akan ditambahkan dalam versi akhir.
Bacalah dokumen terpisah dalam paket ini untuk tujuan konsultasi publik.
V. Glosarium
Tautan/Kode QR ke situs web akan ditambahkan dalam versi akhir. Bacalah dokumen terpisah dalam paket ini untuk tujuan konsultasi publik.
Tanggal Nama perusahaan
Nama Alamat
Tanda Tangan Stempel/Cap Perusahaan