SISTEM PERADILAN DI INDONESIA YANG BERKEADILAN SESUAI ASAS-ASAS PANCASILA
Makalah Hukum Tata Negara
Ujian Akhir Semester
Disusun Oleh:
ERIN SEPTIYANA NPM:213300416189
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NASIONAL
JAKARTA 2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.
Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi penulis sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Jakarta, 24 Juli 2022 Penyusun
ERIN SEPTIYANA NPM:213300416189
DAFTAR ISI
Lembar Judul ... i
Daftar Isi ... ii
Kata Pengatar ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 3
C. Tujuan dan Manfaat ... 3
D. Metode Penelitian ... 3
E. Sistematika Penulisan ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA PERADILAN UMUM ... 5
A. Pengertian Peradilan UmumK ... 5
B. Kekuasaan Kehakiman ... 5
BAB III PEMBAHASAN ... 7
A. Analisis sistem peradilan di Indonesia yang berkeadilan sesuai asas-asas pancasila ... B. Kesimpulan ... 6
BAB IV PENUTUP ... 14
A. Kesimpulan ... 14
B. Saran ... 15
Daftar Pustaka ... 16
Ujian Akhir Semester | 1 BAB I
PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
Negara hukum Indonesia dapat diibaratkan sebagai sebuah proyek rumah, di mana dia harus dibangun, kemudian dirawat, lalu diwariskan pada penerusnya.
Pancasila sebagai ideologi berhakikat sebagai sistem nilai bangsa Indonesia.
Sistem nilai seperti ini dipandang oleh studi filsafat yang secara historik digali pada budaya bangsa dan ditempa oleh penjajahan, yang kemudian diterapkan pada wilayah yuridis kenegaraan sebagai pedoman bermoral, berhukum, dan berpolitik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pelaksanaan administrasi pemerintahan tidak terlepas dari konsep negara hukum. Dalam negara hukum setiap tindakan yang dilakukan oleh warga negara dan penyelenggara pemerintahan berdasarkan atas hukum.1 Di sini hukum sebagai ukuran setiap penyelenggaraan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 menyakatan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Dengan demikian, terdapat hubungan korelatif antara penyelenggaraan pemerintahan yang harus berdasarkan atas hukum dengan negara yang berdasarkan atas hukum.
Kedua konsep tersebut tidak dapat dipisahkan karena berbicara tentang pemerintahan pada saat yang bersamaan membicarakan tentang negara, begitu sebaliknya. Diperlukan penemuan jati diri atau identitas dalam pembentukannya.
Dilihat dari sisi sejarah Indonesia mengikuti langkah rechtsstaat atau civil law, karena Indonesia cukup lama dijajah oleh Belanda.
Bila dikaji lebih mendalam, sebenarnya Indonesia bukan sekedar negara yang berdasarkan atas hukum yang pengertiannya masih umum, melainkan Indonesia berdasarkan atas hukum Pancasila. Indonesia yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945, selayaknya pula bahwa tujuan dari administrasi negaranya berdasar dan bersumber pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dimana dalam pembukaannya disebutkan bahwa negara Indonesia bertujuan untuk
1 Sjachran Basah, Mengenal Peradilan di Indonesia, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1995, hlm. 9
Ujian Akhir Semester | 2 melindungi segenap bangsa Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan keadilan sosial, memajukan kesejahteraan umum dan ikut serta dalam usaha perdamaian dunia.
Berbagai tujuan negara sebagai mana diuraikan di atas, yang kemudian tujuan tersebut dilaksanakan oleh pihak pemerintahan sebagai unsur negara, maka tugas administrasi pemerintahan/negara adalah memberikan pelayanan yang baik kepada kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat. Bukan sebaliknya yang seringkali terjadi masyarakat yang harus melayani pihak yang berkuasa.2 Untuk itu agar penyelenggaraan administrasi negara ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa, maka dituntut peran serta masyarakat. Dukungan dari masyarakat kepada penyelenggara pemerintahan melalui pengawasan dari masyarakat terhadap kinerja yang dilakukan serta harus ada pertanggung jawaban dari kegiatan yang dilakukan tersebut. Keadilan untuk masyarakat majemuk seperti Indonesia belum juga dapat disepakati. Persoalannya adalah bentuk keadilan tidak sejalan dengan pemahaman dan penilaian tentang keadilan. Keadilan merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk diwujudkan. Keadilan merupakan dambaan bagi manusia untuk mendapatkan suatu kehidupan yang layak, yang terpenuhinya hak-hak mereka dalam menjalani kehidupan. 3
Dalam menjalankan kehidupan, manusia merupakan mahkluk sosial yang tidak lepas dari kelemahan dan kekurangan. Kelemahan dan kekurangan inilah yang menyebabkan keadilan itu sulit untuk diwujudkan karena keadilan adalah milik Tuhan Yang Maha Esa. Hukum merupakan alat untuk menciptakan keadilan. Keadilan di dalam hukum merupakan keadilan yang didambakan bagi seluruh masyarakat yang hidup di dalam bingkai hukum itu sendiri. Oleh karena itu, hukum memerlukan dasar dalam membentuk keadilan yang dapat diterima oleh masyarakat banyak. Banyaknya permasalahan tentang hukum, terutama permasalahan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan menimbulkan
2 Cik Hasan Basri, Peradilan Agama di Indonesia, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003, hlm.2.
3 Mohammad Daud Ali, Pengantar Ilmu Hukum dan tata Hukum Islam di Indonesia, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2005, hlm. 278.
Ujian Akhir Semester | 3 permasalahan dalam mencapai keadilan. Hukum masih menjadi keinginan politik semata, bukan merupakan keinginan masyarakat pada umumnya. Dengan menggunakan landasan fundamental norm yaitu Pancasila dalam pembentukan hukum yang baik, maka Pancasila selalu dan harus dijadikan tonggak utama dalam membentuk peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia yang memanusiakan manusia yang adil dan beradab serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sedangkan pada penelitian ini mengkaji tentang hukum administrasi dan sistem peradilan di Indonesia yang berkeadilan sesuai asas-asas Pancasila, serta sinergitasnya dalam hukum administrasi.
B. RUMUSAN MASALAH
Atas latar belakang diatas maka penulis mengungkap permasalahan bagaimana Bagaimana bentuk sistem peradilan di indonesia yang berkeadilan sesuai asas-asas pancasila.
C. TUJUAN DAN MANFAAT
Dalam penulisan makalah ini bertujuan mengidentifikasi atas sistem pemerintahan di Indonesia setelah di amandemen 1945. Adapun manfaat agar memberikan pencerahan pengetahuan bentuk sistem peradilan di indonesia yang berkeadilan sesuai asas-asas pancasila.
D. METODE PENELITIAN
Makalah ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif atau
“normative juristische recherche” sehingga dalam melakukan pengumpulan data menggunakan teknik library research atau studi pustaka mengenai norma-norma hukum yang ada deng menggunakan pendekatan masalah yang digunakan dalam penulisan ini,4 yaitu pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Dan sumber bahan hukum berasal dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder,
4 Lexy J Moleong, Metode Penelitain Kualitatif, PT Remaja Rosda Karya, Bandung, 2016, hlm.43
Ujian Akhir Semester | 4 dan bahan hukum tersier. Pengolahan dan Analisa bahan hukum dikumpulkan dan diolah dan dianalisis dan kemudian mendapatkan hasil yang deskriptif.5
E. SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN berisikan Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penulisan dan Sistematika Penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA berisikan pengertian dan kepustakaan terkati tema makalah.
BAB III PEMBAHASAN berisikan menjawab terhadap permasalahan yang diteliti dalam makalah ini.
BAB IV PENUTUP berisikan Kesimpulan dan Saran.
5 Soekanto, Soerjono, and Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat.
Jakarta : Raja Grafindo Persada. Rajawali Pers, Jakarta, 2015.hlm.143
Ujian Akhir Semester | 5 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA PERADILAN UMUM A. Pengertian Peradilan Umum
Peradilan dalam istilah inggris disebut judiciary dan rechspraak dalam bahasa Belanda maksudnya adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas Negara dalam menegakan hukum dan keadilan.6 Menurut R.Subekti dan R.
Tjitrosoedibio, pengertian peradilan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas Negara untuk menegakkan hukum dan keadilan. Penggunaan istilah Peradilan (rechtspraak/judiciary) menunjuk kepada proses untuk memberikan keadilan dalam rangka menegakan hukum (het rechtspreken), sedangkan pengadilan ditujukan kepada badan atau wadah yang memberikan peradilan. Jadi pengadilan bukanlah merupakan satu satunya wadah yang menyelenggarakan peradilan. Pengertian peradilan menurut Sjachran Basah, adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas dalam memutus perkara dengan menerapkan hukum, menemukan hukum in concreto dalam mempertahankan dan menjamin ditaatinya hukum materil, dengan menggunakan cara procedural yang ditetapkan oleh hukum formal.
B. Kekuasaan Kehakiman
Peradilan Umum adalah lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung yang menjalankan kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya.
Peradilan umum meliputi:7
a) Pengadilan Tinggi, berkedudukan di ibukota provinsi, dengan daerah hukum meliputi wilayah provinsi.
b) Pengadilan Negeri, berkedudukan di ibukota kabupaten/kota, dengan daerah hukum meliputi wilayah kabupaten/kota. Pengadilan khusus lainnya spesialisasi, misalnya : Pengadilan Hubungan Industrial (PHI),
6 A. Ridwan Halim, Pokok-pokok Peradilan Umum di Indonesia dalam Tanya Jawab, PT Pradnya Paramita, Jakarta, 1987, hlm.43.
7 Syahya Anggara, Hukum Administrasi Negara, Pustaka Setia, Bandung, 2018, hlm.65
Ujian Akhir Semester | 6 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Pengadilan Ekonomi, Pengadilan Pajak, Pengadilan Lalu Lintas Jalan dan Pengadilan anak.
Undang-undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum, menyebutkan bahwa salah satu pelaksana Kekuasaan Kehakiman bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya.
Dalam mencapai keadilan, esensi dan eksistensi Peradilan Umum itu sendiri harus mampu mewujudkan kepastian hukum sebagai sesuatu nilai yang sebenarnya telah terkandung dalam peraturan hukum yang bersangkutan itu sendiri. Tetapi di samping kepastian hukum, untuk dapat tercapainya keadilan tetap juga diperlukan adanya kesebandingan atau kesetaraan hukum, yang pada dasarnya juga telah terkandung dalam peraturan hukum yang bersangkutan dan dalam hal ini juga harus mampu diwujudkan oleh Peradilan. Umum. Anasir kepastian hukum yang bersangkutan secara sama bagi semua orang, tanpa terkecuali, sedangkan anasir kesebandingan atau kesetaraan hukum pada hakikatnya merupakan anasir yang mewarnai keadaan berlakunya hukum itu bagi tiap-tiap pihak yang bersangkutan, sebanding atau setara dengan kasus/keadaan perkara mereka masing-masing.
Ujian Akhir Semester | 7 BAB II
PEMBAHASAN
A. Analisis sistem peradilan di Indonesia yang berkeadilan sesuai asas-asas pancasila
Keadilan berdasarkan Pancasila harus diwujudkan, dijabarkan, dan direalisasikan ke dalam norma hukum Indonesia agar terwujud keadilan yang memberikan perlindungan hak dan kewajiban bagi seluruh rakyat Indoensia dalam bentuk peraturan perundang-undangan. Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang Dasar. Selanjutnya menurut ketentuan Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, negara Indonesia adalah negara hukum. Hal ini berarti bahwa sistem penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia harus berdasarkan atas prinsip kedaulatan rakyat dan prinsip negara hukum.8
Pembukaan UUD 1945 menggariskan dasar negara yaitu Pancasila. Secara yuridis Pancasila adalah sah menjadi dasar negara, maka seluruh kehidupan bernegara dan bermasyarakat haruslah didasari Pancasila. Landasan hukum Pancasila sebagai dasar negara memberi akibat hukum dan filosofis, yaitu kehidupan negara dari bangsa Indonesia harus berpedoman kepada Pancasila.
Landasan ideal yang terformulasi sebagai dasar negara dan terumus dalam lima sila pada hakikatnya mengandung ajaran moral bangsa, ajaran tentang akhlak, bagaimana seseorang bertingkah laku yang baik, yang beretika, bersusila. Ajaran moral bangsa Indonesia berjumlah lima, yaitu:
1) Ajaran yang mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa,
8 C.S.T Kansil dan Chritine S.T. Kansil, Empat Pilar Berbangsa Dan Bernegara, Rineka Cipta, Jakarta, 2014, hlm.82
Ujian Akhir Semester | 8 2) Ajaran agar manusia dalam bertingkah laku memperlakukan orang sebagai
manusia yang adil dan beradab,
3) Ajaran yang menghendaki kehidupan dalam persatuan dalam wadah kehidupan berbangsa, bangsa Indonesia,
4) Ajaran yang mengajarkan kehidupan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan, dan
5) Ajaran yang menghendaki kehidupan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila bersifat fleksibel, mengikuti perkembangan jaman yang ada.
Beberapa ahli berpendapat berbeda tentang hakikat dari Pancasila, tergantung dari kebutuhan keilmuan yang mereka gunakan. Akan tetapi, untuk mengkaji dan meneliti hakikat dari Pancasila tentunya perlu pemahaman yang sama oleh para ahli, sehingga tidak memunculkan multi tafsir dalam memaknai hakikat dari Pancasila. Tentunya hakikat keadilan di dalam Pancasila harus dijabarkan dalam bentuk norma hukum yang bebas dari kepentingan pribadi maupun golongan.
Perwujudan kebenaran dari Pancasila ke dalam norma hukum, tentunya Pancasila mampu memberikan nilai tersendiri tentang keadilan dalam mewujudkan keadilan hukum bagi bangsa Indonesia. Keadilan hukum yang bersumber dari Pancasila, diharapkan mampu memberikan pengertian tentang arti kebenaran keadilan yang sesungguhnya, yang berasal dari bangsa kita sendiri, bukan warisan dari bangsa asing.
Di dalam substansi Pancasila terkandung nilai-nilai yang positif yang mampu memberikan perubahan bagi bangsa ini. Nilai-nilai positif ini mampu memberikan landasan bagi terciptanya suatu keadilan bagi bangsa Indonesia.
Relevansi dengan keadilan maka nilai keadilan yang terkandung di dalam Pancasila dapat menjadi landasan dasar bagi terbentuknya hukum yang berkemanusiaan yang adil dan beradab serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan dasar dari perlindungan hak asasi yaitu memanusiakan manusia secara beradab tanpa mengurangi haknya sedikitpun. Sedangkan keadilan sosial merupakan keadilan
Ujian Akhir Semester | 9 yang digunakan untuk membedakan keadilan sosial dengan konsep keadilan dalam hukum. Keadilan sosial juga merupakan salah satu sila dalam Pancasila yaitu sila kelima dari Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 alinea keempat.9
Menurut Sjachran Basah, mengemukakan bahwa tujuan peradilan administrasi negara (PTUN) ialah “memberikan jaminan pengayoman hukum, tidak hanya untuk rakyat semata-mata melainkan juga bagi administrasi negara dalam arti menjaga dan memelihara keseimbangan kepentingan masyarakat dengan kepentingan individu.” Untuk administasi negara akan terjaga ketertiban, ketentraman dan keamanan dalam melaksanakan tugas-tugasnya demi terwujudnya pemerintahan yang kuat, bersih, dan berwibawa dalam negara hukum berdasarkan Pancasila. Negara Indonesia merupakan negara hukum, sebagai
“negara hukum, maka perwujudannya adalah adanya kekuasaan kehakiman yang dijalankan oleh setiap lembaga peradilan.”10
Berkeadilan Sesuai Asas-Asas Pancasila Bagi negara demokrasi, hukum administrasi negara menjadi alat bagi pejabat negara dan rakyat yang mempunyai kedudukan yang sejajar dalam pemerintahan. Demokrasi akan menciptakan kesejahteraan, dimana hukum bagi negara demokrasi sebagai konstruksi politik yang menjalankan fungsinya sebagai sarana dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Konsep negara hukum barat, baik rechtsstaat maupun rule of law lahir dikarenakan adanya pergulatan sosial yang menentang adanya absolutisme yang dilakukan oleh para raja pada waktu itu. Sedangkan negara hukum Indonesia lahir bukan karena adanya pergulatan sosial melawan absolutisme sebagaimana yang terjadi di negara rechtsstaat maupun rule of law. Pada hakikatnya secara hierarki dalam perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum dalam sistem hukum positif Indonesia. Sebagai sumber dari segala sumber hukum, maka didalamnya mengandung nilai-nilai filosofis yang menaungi setiap peraturan perundang-
9 Bagir Manan, Sistem Peradilan Berwibawa: Suatu Pencarian, Mahkamah Agung RI, Jakarta, 2014, hlm.72.
10 Hans Kelsen, Generaly Theory of Law, Russel And Russel, New York, 1971, hlm.80.
Ujian Akhir Semester | 10 undangan yang ada. Nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalam Pancasila diwujudkan melalui sila-sila yang termaktub dalam Pancasila. Dilihat dari kedudukannya, Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi, yaitu “sebagai cita- cita dan pandangan hidup bangsa dan negara. Dilihat dari fungsinya Pancasila mempunyai fungsi utama sebagai dasar negara.
Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi : (i) nilai dasar (instrinsik) yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita- cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the faounding fathers; (ii) nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman mencakup kebijakan, strtaegi organisasi, sistem, rencana dan program berupa peraturan perundang-undangan yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara negara; dan (iii) nilai paraktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, bersifat dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetap relevan dengan permaslahan utama yang dihadapi masyarakat sesuai dengan zamannya.
Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan berpikir atau jelasnya senagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan bagiyang menyandangnya sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional.
Artinya niali-nilai dasar Pancasila secara normatifmenjadi dasar, kerangka acuan, dan tolakukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalan kan di Indonesia.11
Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-sila Pancasila haruslah merupakan sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi
11 J. Harvey dan L. Bather, The British Constitutions and the Politics, Macmillan Education Ltd, 1984.hlm.23
Ujian Akhir Semester | 11 pembangunan ilmu pengethuan dan teknologi. Hal ini dapat ditunjukkan dalam sila-sila Pancasila yang merupakan sebuah sistem etika, diantaranya: 12
1) Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pada sila ini dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan, yang mempertimbangjan rasional, antara akal, rasa dan kehendak. Sehingga dapat menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagai pusatnya melainkan sebagaian yang sistematik dari alam yang diolahnya.
2) Sila Kemanusahteraan bersaiaan Yang Adil dan Beradab, pada sila ini memberikan dasar moralitas bagi manusia dalam mengembangkan iptek.
Iptek adalah salah satu perkembangan dalam budaya hidup manusia, yang pada hakekatnya bertujuan demi kesejahteraan bersama.
3) Sila Persatuan Indonesia, memberikan rasa kesadaran akan nasionalisme dari bangsa Indonesia akan sumbnagsihnya iptek sehingga dapat terjalinnya rasa terpelihara, persaudaraan dan persahaban antar daerah dan itu semua karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4) Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaa dalam permusyarawatan/perwakilan, hal yang mendasar adalah dalam pengembangan iptek didasarkan atas kepentingan demokrasi, hal ini mengandung maksud bahwa setiap warga negara mempunyai kewajiban dalam pengembangan iptek dengen menghormati dan mengharai kebebsana orang lain dalam bersikap serta terbuka untuk mendapatkan masukan, kritik dan saran yang membangun.
5) Sila Keadilan soial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusian, keseimbangan keadilan antar dirinya sendiri, manusi dengan Tuhannya manusia lainnya manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta lingkungan dimana manusi itu berada.
12 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 2002.hlm.41
Ujian Akhir Semester | 12 Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu belum banyak dibicrakan pada awal kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal ini dapat dimaklumi, menginat para pendiri negara yang juga termasuk cerdik cendikia atau inteletual bangsa Indonesia yang pada masa itu mencurahkan tenaga dan pemikirannya untuk membangun bangsa dan negara. Para intelktual merupakan sebagai pejuang bangsa masih disibukkan pada upaya pembenahan dan penatan negara yang baru saja terbebas dari penjajahan.13 Penjajahan tidak hanya penjajahan fisik tapi rakyat Indonesia berada dalam kemiskinan dan kebodohan. Segilintir rakyat yang menjadi pelopor kebangkitan bangsa sehingga ketika negara merdeka mereka perlu mencantumkan aspek kesejahteraan dan pendidikan dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi
“memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehdupan bangsa dan melindungi segenap tumph darah Indonesia” Sila-sila Pancasila yang tercantm dalam Pembukaan Undang-Undang dasar 1945 jelas merupakan pendiri negara untuk mengangkat dan meningkatkan kesejahteraan dan memajukan kesejhtaeraan bangsa dalam arti penguatan perekonomian bnagsa dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia agar setara dengan bangsa-bangsa lain didunia.14
Perspektif hukum nilai keadialan sosial mengandung makna keadilan sosial dan ekonomi dengan menghadirkan ekonomi kerakyatan yang ramah terhadap usaha kecil yang merupakan cerminan nilai Pancasila yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga melahirkan kewajiban negara dalam bentuk kebijakan ekonomi yang berpijak pada kesejahteraan rakyat.
Demikian halnya dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Cita-cita ideal distribusi keadilan dalam negara-bangsa yang diterjemahkan dalam kebijakan yang telah majemuk, kemajemukan masyarakat diikat oleh sila dikonsultasikan kepada publik sehingga dapat dilihat kelima Pancasila yang berbunyi: “Keadilan sosial apakah negara benar-benar dapat mewujudkan bagi seluruh rakyat Indonesia.” Konstitusi sangat jelas memberikan pernyataan bernegara dalam
13 Lili Rasjidi, Hukum Sebagai Suatu Sistem, Remaja RosdaKarya, Bandung, 1993.hlm.64
14 Donald A. Rumokoy, Praktik Konvensi Ketatanegaraan di Indonesia Kajian Perbandingan di Inngris, Amerika Serikat, dan Belanda, Media Prima Aksara, Jakarta, 2011.hlm.21
Ujian Akhir Semester | 13 pembukaan undang-undang dasar tahun 1945 yang menyatakan bahwa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ujian Akhir Semester | 14 BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pancasila sebagai Staatsfundamentalnorm, maka pembentukan hukum, penerapan, dan pelaksanaannya tidak dapat dilepaskan dari nilai nilai Pancasila. Namun, dengan penempatan Pancasila sebagai Staatsfundamentalnorm berarti menempatkannya di atas Undang-Undang Dasar. Landasan ideal yang terformulasi sebagai dasar negara dan terumus dalam lima sila pada hakikatnya mengandung ajaran moral bangsa, ajaran tentang akhlak, bagaimana seseorang bertingkah laku yang baik, yang beretika, bersusila. Secara yuridis ketatanegaraan, Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia sebagaimana terdapat pada Pembukaan Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia tahun 1945, yang kelahirannya ditempa dalam proses kebangsaan Indonesia. Pancasila perlu diaktualisasikan agar dalam praktik berdemokrasinya tidak kehilangan arah dan dapat meredam konflik yang tidak produktif. Asas legalitas meski menjadi tumpuan utama dalam negara hukum, tetapi dalam hal-hal tertentu asas tersebut dapat disimpangi misalnya asas legalitas dalam hal pidana wajib dijadikan sebagai dasar, karena menyangkut perlindungan hak asasi manusia. Sedangkan asas legalitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dipandang sebagai bentuk menghindari dari sikap sewenang-wenang dari penguasa, tetapi bukan menjadi terpenting karena esensi dari penyelenggaraan pemerintahan adalah mewujudkan kesejahteraan bagi warga masyarakat. Kemudian fungsi instrumen hukum administrasi negara dimaksudkan untuk menciptakan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan. Akhirnya fungsi jaminan hukum administrasi negara harus dapat memberikan perlindungan warga masyarakat sehingga tercapai keadilan dan kesejahteraan secara merata. Penggunaan kekuasaan negara terhadap warga masyarakat bukanlah tanpa persyaratan. Warga masyarakat tidak dapat diperlakukan secara sewenang-wenang sebagai obyek. Keputusan dan/atau
Ujian Akhir Semester | 15 tindakan terhadap warga masyarakat harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik.
B. Saran
Perlu dipertegas Pancasila pengamalan oleh Seluruh Rakyat Indonesia untuk kristalisasi nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat sejatinya menjadi sumber utama dalam pembentukan hukum administrasi pemerintahan.
Landasan ideal yang terformulasi sebagai dasar negara dan terumus dalam lima sila pada hakikatnya mengandung ajaran moral bangsa, ajaran tentang akhlak, bagaimana seseorang bertingkah laku yang baik, yang beretika, bersusila.
Sinergitas asas-asas Pancasila sangat relevan dengan hukum administrasi dengan cita-cita bernegara dalam mewujudkan demokrasi yang berpijak pada politik dan nomokrasi yang berpijak pada kedaulatan hukum, sehingga semangat bernegara yang terilhami dalaml lima sila Pancasila dalam diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ujian Akhir Semester | 16 Daftar Pustaka
Jimly Asshiddiqie, Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi, Cet. Kedua, PT Bhuana Ilmu Populer, Jakarta, 2008.
Jimly Asshiddiqie, Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia, Konstitusi Press, Jakarta, 2006.
J. Harvey dan L. Bather, The British Constitutions and the Politics, Macmillan Education Ltd, 1984.
Sjachran Basah, Mengenal Peradilan di Indonesia, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1995.
Cik Hasan Basri, Peradilan Agama di Indonesia, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003.
Mohammad Daud Ali, Pengantar Ilmu Hukum dan tata Hukum Islam di Indonesia, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2005.
A. Ridwan Halim, Pokok-pokok Peradilan Umum di Indonesia dalam Tanya Jawab, PT Pradnya Paramita, Jakarta, 1987.
Lexy J Moleong, Metode Penelitain Kualitatif, PT Remaja Rosda Karya, Bandung, 2016.
Syahya Anggara, Hukum Administrasi Negara, Pustaka Setia, Bandung, 2018.
C.S.T Kansil dan Chritine S.T. Kansil, Empat Pilar Berbangsa Dan Bernegara, Rineka Cipta,Jakarta, 2014.
Bagir Manan, Sistem Peradilan Berwibawa: Suatu Pencarian, Mahkamah Agung RI, Jakarta, 2014.
Hans Kelsen, Generaly Theory of Law, Russel And Russel, New York, 1971.
Lili Rasjidi, Hukum Sebagai Suatu Sistem, Remaja RosdaKarya, Bandung, 1993.
Donald A. Rumokoy, Praktik Konvensi Ketatanegaraan di Indonesia Kajian Perbandingan di Inngris, Amerika Serikat, dan Belanda, Media Prima Aksara, Jakarta, 2011.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 2002.
Hartono Hadisoeprapto, Pengantar Tata Hukum Indonesia, Cet. Kelima, Liberty, Yogyakarta, 2001.
Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945