• Tidak ada hasil yang ditemukan

ERIN SEPTIYANA 213300416189 UTS HTN

N/A
N/A
Tugas Makalah

Academic year: 2022

Membagikan "ERIN SEPTIYANA 213300416189 UTS HTN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1. Kerjakan secara mandiri, dilarang keras copy-paste atau plagiat hasil tugas rekannya. (Akan di- cek meta file & history file, jika copy-paste atau plagiat maka nilai 0).

2. Perhatikan waktu yang telah di-setting untuk mengerjakan Ujian, jika lewat batas waktu maka jawaban Anda tidak akan diterima.

3. Tulis lengkap identitas Anda pada Lembar Jawaban Ujian : Nama, NPM, Prodi, Semester 4. Simpan Lembar Jawaban Ujian Anda dengan format PDF dan nama file: NAMA (spasi) NIM.

5. Upload Jawaban Ujian Anda pada halaman ujian di LMS.

NAMA : Erin Septiyana NPM : 213300416189 MATA KULIAH : Hukum Tata Negara

Kelas : K.01

WAKTU : 7 (tujuh) jam DOSEN PENGUJI : Masidin, S.H., M.H.

Petunjuk Pengerjaan Soal:

Perhatikan Petunjuk UTS dalam Web Kuliah/Learning Material System (LMS)

Soal-soal:

1.

Salah satu asas dalam Hukum Tata Negara adalah asas Negara Kesatuan. Sehubungan dengan hal tersebut anda uraikan asas-asas umum negara kesatuan!

2.

a. Anda uraikan apa itu sumber hukum?

b.

Uraikan pendapat anda samakah antara sumber hukum dengan dasar hukum?

c.

Bagaimana teori norma hukum yang hingga sekarang berlaku dan bahkan diadopsi oleh negara- negara termasuk Indonesia

d.

Anda uraikan bagaimana hierarki peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia?

3.

a. Anda uraikan apa yang dimaksud dengan lembaga negara, lembaga pemerintahan dan lembaga kuasi negara?

b.

Kenapa lembaga kuasi negara itu diperlukan?

c.

Anda kemukakan contoh 2 (dua) lembaga negara yang ada, kemudian uraikan tugas, fungsi dan wewenang lembaga negara tersebut!

4.

a. Anda uraikan apa materi muatan konstitusi?

b.

Anda uraikan materi muatan konstitusi dalam UUD-NRI tahun 1945, uraian disertai dengan pasal- pasal dan isi pasal tersebut!

c.

Anda uraikan alasan-apasan perubahan UUD 1945 yang dilakukan pada tahun 1999 - 2002

5.

a. Anda gambarkan struktur Pemerintahan Negara Republik Indonesia setelah Amandemen UUD 1945!

b.

Uraikan lembaga-lembaga yang dihapus dan lembaga-lembaga baru pasca amandemen UUD 1945!

c.

anda uraikan fungsi, wewenang dan hak MPR, DPR dan DPD sesuai dengan ketentuan dalam UUD-NRI tahun 1945!

FAKULTAS HUKUM

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP

TAHUN AKADEMIK 2021/2022

(2)

Telah diperiksa Tim Prodi

Masidin, SH., MH.

Dosen Pengampu/Koordinator

Masidin, SH., MH.

JAWABAN:

1. Asas-asas Hukum Tata Negara diantaranya:

 Asas Pancasila merupakan prinsip dasar dan utama dalam kehidupan negara indonesia.

 Asas negara hukum menyatakan bahwa negara indonesia merupakan Negara yang

berlandaskan hukum.

 Asas Negara kesatuan merupakan prinsip dasar bahwa suatu negara tersebut merupakan

Negara berdaulat sebagai satu kesatuan.

 Kedaulatan memiliki arti lain sebagai kekuasaan pemerintahan. Asas kedaulatan rakyat

berarti prinsip negara yang menunjukkan bahwa kekuasaan pemerintah berada ditangan rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat. Asas ini tertuang dalam UUD 1945 yang menjelaskan bahwa pemikiran dan ide berasal dari rakyat, atas persetujuan rakyat dan dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.

 Asas pembagian kekuasaan menunjukkan bahwa Negara Indonesia memiliki prinsip

membagi kekuasaan disetiap daerah.

2. Jawaban poin a, b, c, d:

Poin a

Mengutip Sudikno Mertokusumo Pengertian Sumber Hukum dalam Sistem Hukum Nasional menyebutkan bahwa sumber hukum materiil merupakan tempat dari mana materi hukum itu diambil. Misalnya situasi sosial ekonomi, tradisi (pandangan keagamaan, kesusilaan), perkembangan internasional, keadaan geografis. Menurut Fais, salah satu sumber hukum materiil di Indonesia juga termasuk Pancasila.

Poin b

- Sumber Hukum Tata Negara dalam arti materil

Seperti telah dikemukakan bahwa sumber dalam arti material ialah berkenaan dengan menganalisis dari sudut muatan atau materi hukumnya.

- Sumber Hukum Tata Negara dalam arti formal

Sumber hukum dalam arti formal bagaimana bentuk daripada hokum tersebut. Formal (kenbron) menunjukkan kepada jenis-jenis hukum.

Poin c

Teori Hierarki Peraturan Perundang-undangan

Hierarki Norma Hukum (stufentheorie Hans Kelsen dan Hans Nawiasky)

Karena norma membentuk norma, maka norma yang dibentuk dari norma dasar yang membentuknya, tidak boleh bertentang dengan norma dasar pembentukannya. Dengan kata lain bahwa ketentuan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh suatu negara maka ketentuan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan ddengan ketentuan yang lebih tinggi.

Poin d

Hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia dimuat lengkap dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan yang kemudian diubah dengan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan. Adapun bunyi UU tersebut yaitu:

- Jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan terdiri atas:

(3)

- Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 - Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat

- Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) - Peraturan Pemerintah

- Peraturan Presiden

- Peraturan Daerah Provinsi dan - Peraturan Daerah Kabupaten/Kota

3. Jawab poin a, b, c Poin a

Lembaga negara digunakan dengan istilah yang berbeda-beda, misalnya istilah organ negara, badan negara, dan alat perlengkapan negara, namun maknanya sama. Dalam kepustakaan Inggris, lembaga negara disebut dengan istilah political institution, sedangkan dalam terminologi bahasa Belanda disebut staat organen.

Lembga Pemerintahan adalah sebagai badan-badan pemerintahan di lingkungan eksekutif.

Jika kata pemerintah diganti dengan kata negara, sehingga menjadi lembaga negara, maka hal itu berarti badan-badan negara di lingkungan pemerintahan negara. Jadi tidak hanya badan eksekutif, tetapi juga badan legislatif, judikatif, dan badanbadan negara lainnya.

Lembaga Kuasi Negara adalah lembaga spesifik yang dibentuk untuk menangani masalah khusus dimana pendiriannya merupakan reaksi atas ketidakmampuan lembaga yang ada sebelumnya.

Poin b

Lembaga Kuasi dibutuhkan Karena dibutuhkan guna koordinsi pada lembaga-lembaga negara independen tidak sepenuhnya setara atau sama dengan fungsi yang ada pada lembaga negara yang berada dibawah cabang kekuasaan yudikatif.

Poin c

Fungsi Lembaga Negara sebagai badan penghubung antara negara dan rakyatnya. Menjadi sumber insipirator dan aspirator rakyat. Memberantas tindak pidana korupsi, kolusi, maupun nepotisme. Membantu menjalankan roda pemerintahan negara.

Kewenangan Lembaga Negara diantaranya Menjaga stabilitas keamanan, politik, hukum, HAM, dan budaya. Menciptakan lingkungan masyarakat yang kondusif, aman, dan harmonis.

Menjadi penghubung antara negara dengan rakyatnya. Memberantas tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme.

4. Jawaban poin a, b, c Poin a

Maksud materi muatan konstitusi adalah sebagai Jaminan hak asasi manusia dan juga jaminan terhadap warga negara. Penetapan susunan ketatanegaraan yang sifatnya fundamental.

Pembagian serta pembatasan tugas ketatanegaraan yang sifatnya fundamental.

Poin b

Pada hakekatnya konstitusi itu adalah suatu Piagam Negara (Charter of the land) yaitu

manifesto sebuah pengakuan keyakinan, pernyataan cita-cita.

Dalam UUD RI sekurang-kurangnya mengatur tiga kelompok materi muatan sebagai berikut : - Adanya pengaturan tentang perlindungan hak asasi manusia dan warga negara.

- Adanya pengaturan tentang susunan ketatanegaraan yang mendasar.

- Adanya pengaturan tentang pembagian dan pembatasan tugas-tugas ketatanegaraan yang juga mendasar.

Poin c

Alasan yang menjadi sebab undang-undang dasar merupakan desain utama negara untuk

mengatur berbagai hal fundamental dan strategis, dari soal struktur kekuasaan dan hubungan

antar kekuasaan organ negara sampai hak asasi manusia. Sistem ketatanegaraan dalam UUD

akan menentukan nasib bangsa dan negara. Proses amandemen UUD 1945 terjadi secara

bertahap selama empat kali yaitu tahun 1999, tahun 2000, tahun 2001 dan tahun 2002.

(4)

5. Jawab poin a, b, c Poin a

Lembaga-Lembaga Negara Sesuai dengn UUD 1945 Sebelum Amandemen

Lembaga-Lembaga Negara Sesuai dengn UUD 1945 Setelah Amandemen

Poin b

Dewan Pertimbangan Agung merupakan salah satu lembaga negara yang dihapuskan dalam perubahan keempat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sebelum perubahan, Dewan Pertimbangan Agung diatur dalam bab tersendiri, yakni BAB IV Dewan Pertimbangan Agung. Setelah perubahan, keberadaan Dewan Pertimbangan Agung diganti dengan suatu dewan pertimbangan yang ditempatkan dalam satu rumpun bab yang diatur dalam BAB III Kekuasaan Pemerintahan Negara. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan suatu dewan yang mempunyai tugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden masih tetap diperlukan, tetapi statusnya menjadi bagian dari kekuasaan pemerintahan negara yang berada di bawah Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Keberadaan suatu dewan pertimbangan diperlukan oleh Presiden agar kebijakan yang ditetapkan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum, demokrasi, serta kepemerintahan yang baik dalam rangka pencapaian tujuan negara sebagaimana ditentukan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik

UUD 1945

MPR

DPR Presiden BPK DPA MA

UUD 1945

BPK Presiden DPR MPR DPD MA MK

KPU

Perwakilan BPK Provinsi

Bank Sentral Kementerian Negara

Dewan Pertimbangan

TNI/Polri

Pemerintah Daerah Provinsi

Gubernur DPRD

Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota

DPRD Bupati

Walikota

Badan-Badan lain yang fungsinya berkaitan

dengan Kekuasaan Kehakiman

Lingkungan Peradilan Umum

Lingkungan Peradilan Agama

Lingkungan Peradilan Militer

Lingkungan Peradilan TUN

(5)

Indonesia Tahun 1945. Berdasarkan Pasal 16 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden yang selanjutnya diatur dalam Undang-Undang.

Pemberian nasihat dan pertimbangan kepada Presiden sekaligus dimaksudkan agar Presiden dalam setiap pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang dan cermat. Mengingat keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden terdiri atas orang-orang yang jujur, adil, berkelakuan tidak tercela, negarawan, dan mempunyai keahlian di bidangnya, Presiden tentunya secara sungguh-sungguh memperhatikan nasihat dan pertimbangannya.

Undang-Undang ini mengatur keberadaan suatu dewan pertimbangan dengan penyebutan Dewan Pertimbangan Presiden. Walaupun demikian, kedudukan Dewan Pertimbangan Presiden tidak dimaknai sebagai sebuah dewan pertimbangan yang sejajar dengan Presiden atau lembaga negara lain seperti Dewan Pertimbangan Agung pada masa sebelum perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Poin c

Fungsi DPR, Tugas dan Wewenangnya Tugas dan Wewenang:

Terkait dengan fungsi legislasi, DPR memiliki tugas dan wewenang:

- Menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas),

- Menyusun dan membahas Rancangan Undang-Undang (RUU),

- Menerima RUU yang diajukan oleh DPD (terkait otonomi daerah; hubungan pusat dan daerah;

pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah; pengelolaan SDA dan SDE lainnya; serta perimbangan keuangan pusat dan daerah),

- Membahas RUU yang diusulkan oleh Presiden ataupun DPD, - Menetapkan UU bersama dengan Presiden,

- Menyetujui atau tidak menyetujui peraturan pemerintah pengganti UU (yang diajukan Presiden) untuk ditetapkan menjadi UU.

Fungsi Anggaran

- Memberikan persetujuan atas RUU tentang APBN (yang diajukan Presiden)

- Memperhatikan pertimbangan DPD atas RUU tentang APBN dan RUU terkait pajak, pendidikan dan agama

- Menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang disampaikan oleh BPK

- Memberikan persetujuan terhadap pemindahtanganan aset negara maupun terhadap perjanjian yang berdampak luas bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara Fungsi Pengawasan

- Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN dan kebijakan pemerintah

- Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang disampaikan oleh DPD (terkait pelaksanaan UU mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, pengelolaan SDA dan SDE lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan dan agama)

Fungsi MPR, Tugas dan Wewenangnya

MPR adalah lembaga negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sekarang ini bukan lagi merupakan lembaga tertinggi negara. Ia adalah lembaga negara yang sederajat dengan lembaga negara lainnya.

Dengan tidak adanya lembaga tertinggi negara maka tidak ada lagi sebutan lembaga tinggi negara dan lembaga tertinggi negara. Semua lembaga yang disebutkan dalam UUD 1945 adalah lembaga negara.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merupakan lembaga pelaksana kedaulatan rakyat oleh karena anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) adalah para wakil rakyat yang berasal dari pemilihan umum.

Tugas dan Wewenang MPR

Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang- undang.

MPR mempunyai tugas dan wewenang, yaitu:

- Mengubah dan menetapkan undang-undang dasar;

- Melantik presiden dan wakil presiden berdasarkan hasil pemilihan umum, dalam sidang

(6)

paripurna MPR;

- Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan presiden dan/atau wakil presiden dalam masa jabatannya setelah presiden dan atau wakil presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam sidang paripuma MPR, - Melantik wakil presiden menjadi presiden apabila presiden mangkat, berhenti, diberhentikan,

atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya;

- Memilih wakil presiden dari dua calon yang diajukan presiden apabila terjadi kekosongan jabatan wakil presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari;

- Memilih presiden dan wakil presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon presiden dan wakil presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon presiden dan wakil presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari;

- Menetapkan peraturan tata tertib dan kode etik MPR.

Fungsi DPD RI, Tugas dan Wewenangnya:

Mengacu pada ketentuan Pasal 22D UUD 1945 dan Tata Tertib DPD RI bahwa sebagai lembaga legislatif DPD RI mempunyai fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran yang dijalankan dalam kerangka fungsi representasi.

Tugas dan Wewenang DPD RI:

- Pengajuan Usul Rancangan Undang Undang Mengajukan kepada DPR rancangan undang- undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah.

- Pembahasan Rancangan Undang Undang Ikut membahas rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah; hubungan pusat dan daerah; pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah; pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya serta perimbangan keuangan pusat dan daerah.

- Pertimbangan Atas Rancangan Undang-Undang dan Pemilihan Anggota BPK Pertimbangan atas rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara dan rancangan undangundang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan dan agama. Serta memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota BPK.

- Pengawasan Atas Pelaksanaan Undang - Undang Pengawasan atas pelaksanaan undang- undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara, pajak, pendidikan dan agama serta menyampaikan hasil pengawasannya itu kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti.

- Penyusunan Prolegnas Menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas) yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah.

- Pemantauan dan Evaluasi Ranperda dan Perda Melakukan pemantauan dan evaluasi atas rancangan Peraturan daerah (Raperda) dan Peraturan daerah (Perda).

Referensi

Dokumen terkait

NPM NAMA MAHASISWA NILAI TANDA TANGAN.. PS PR UTS UAS

karyawan dapat merasakan keadilan dalam proses pengembangan karir yang lembaga lakukan. Terkait pelatihan dan pengembangan karir memiliki pengaruh simultan terhadap employee

Peradilan Syari’at Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang putusannya ditentukan pada Mahkamah Syar’iyah Kota atau Kabupaten untuk tingkat pertama dan

Negara Indonesia, pengadilan mengenai masalah berkaitan dengan pelanggaran, pelecehan, dan kejahatan Hak Asasi Manusia telah ada dan di atur namun hukum yang mengatur

Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman, Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di

UAS HTN ERIN

UAS HTN ERIN

aoc.uma.ac.id/cetak.php?m=kartu.absen.cetak.uts.uas.uma&op=uts 1/51. PS PR UTS UAS