BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif. Kolaboratif artinya penelitian dilakukan secara bersama atau bekerja sama antara peneliti dengan guru IPS di sekolah tersebut dan partisipatif artinya penelitian dibantu oleh teman sejawat mengikuti dan mengamati proses pembelajaran selama tindakan dilakukan. Partisipan juga bisa diartikan orang-orang yang diajak berwawancara, diobservasi, diminta, memberikan data, pendapat, pemikiran, persepsinya. (Endang Komara, 2012: 1).
Tindakan yang dilakukan berupa penerapan pembelajaran dengan model ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment dan Satisfaction) dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS pokok bahasan ketenagakerjaan.
2. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan dalam tiga siklus untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS pokok bahasan ketenagakerjaan melalui model ARIAS (Asurance, Relevance, Interest, Assessment dan Satisfaction).
Penelitian Tindakan Kelas ini, peneliti menggunakan model penelitian Kurt Lewin (Jamal makmur Asmani, 2011: 114) karena model PTK ini pertama kali dikenalkan oleh Kurt Lewin pada tahun 1946 dan merupakan dasar dari beberapa model PTK lainnya. Konsep inti PTK yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin ialah bahwa ada satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan (planning), aksi atau tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Hal tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2 : Siklus PTK Model Kurt Lewin
Keterangan:
: kegiatan : hasil kegiatan
: kegiatan berlangsung secara bersama : urutan pelaksanaan kegiatan
Perencanaan II
Pelaksanaan Observasi
Refleksi
Perencanaan I Identifikasi masalah
Pelaksanaan Refleksi
Observasi
dst Hasil Refleksi
B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di MTs Ash Shiddiqiyyah Kelurahan Kaliwadas Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon pada mata pelajaran IPS semester genap tahun ajaran 2014/2015.
Lokasi penelitian meliputi situasi sosial yang mengandung tiga unsur yaitu tempat, pelaku dan kegiatan. Tempat merupakan lokasi berlangsungnya pembelajaran yaitu Kelas VIII D yang terlibat dalam proses pembelajaran, sedangkan kegiatan meliputi proses pembelajaran IPS pokok bahasan ketenagakerjaan yang dilaksanakan oleh guru dan siswa dalam lokasi situasi sekolah tersebut.
Alasan Peneliti memilih lokasi penelitian dikarenakan : 1) Sekolah tempat penelitian dekat dengan lokasi rumah 2) Motivasi siswa yang kurang terhadap pembelajaran IPS 3) Hasil belajar siswa yang di bawah nilai KKM
4) Supaya meningkatkan pemahaman siswa tentang pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS
2. Kondisi umum MTs Ash Shiddiqiyyah
a. Sejarah Berdirinya MTs Ash Shiddiqiyyah
MTs Ash Shiddiqiyyah terletak di Jalan Ponpes Tarbiyatul Banin Kelurahan Kaliwadas Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. MTs Ash Shiddiqiyyah adalah salah satu lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan An-Nasher. Pada mulanya Yayasan Tarbiyatul Banin adalah Pondok Salaf yang dikelola oleh K.H.
Nasiruddin Shiddiq. Yayasan tersebut hanya terfokus pada pendidikan agama Islam, khususnya pendidikan yang terfokus pada kitab kuning (kitab-kitab klasik yang biasanya kertas dari kitab tersebut berwarna kuning). Dengan berkembangnya zaman yang serba canggih dan modern maka perintisan pembuatan pondok pesantren modern mulai dicanangkan, sehingga berdirilah pondok pesantren modern Tarbiyatul Banin. Untuk melengkapi prasarana kegiatan belajar mengajar di
Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin maka pihak yayasan mendirikan pendidikan formal yang diakui oleh pemerintah yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan nama MTs Ash Shiddiqiyyah.
Pada tanggal 2 Oktober tahun 1992, MTs Ash Shiddiqiyyah berdiri. MTs Ash Shiddiqiyyah berdiri di atas lahan seluas 4.000 m2. Status pemilikan yaitu milik pribadi atau yayasan. Tanggal dan tahun perolehan gedung bulan Juli 1992. Luas bangunan 1.796 m2. Dengan luas halaman tanah 2.604 m2. (Sumber data: Wakasek Sarana dan Prasarana).
MTs Ash Shiddiqiyyah mengacu pada kurikulum pemerintah yang berada dibawah Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sekolah Menengah Pertama berstatus swasta dan sudah di akui sehingga dapat menyelenggarakan Ujian Negara di sekolah tersebut.
Pada saat ini dipimpin oleh kepala sekolah yang bernama Rasmita Hadi Susanto, S.Ap.
Mayoritas siswa dan siswi yang berada di MTs Ash Shiddiqiyyah adalah didominasi oleh kalangan santri, karena MTs Ash Shiddiqiyyah Kelurahan Kaliwadas Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon bertempat di lingkungan Pondok Pesantren, maka siswa MTs Ash Shiddiqiyyah Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon sebagian besar tinggal di Pondok Pesantren sekaligus menjadi santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin untuk mendapatkan ilmu pendidikan agama Islam yang lebih mendalam dan ada juga sebagian siswa pulang ke rumahnya masing-masing biasanya siswa yang berdekatan dengan Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin.
b. Identitas Sekolah
1) Nama Madrasah : MTs Ash Shiddiqiyyah
2) Alamat Madrasah : Jln. PP. Tarbiyatul Banin Kelurahan Kaliwadas Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon 45611
3) Status Madrasah : Swasta
4) NSM : 121232090038
5) NPSN : 20244548
6) Tahun Berdiri : 1992
7) SK Kepalah Madrasah : Rasmita Hadi Susanto, S.Ap
a) Nomor : 06/A/AN NASHER/VII
b) Tanggal : 12 Juli 2013
8) Penyelenggara : Yayasan An Nasher 9) Status Tanah : Hak Milik
c. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
Dengan banyaknya personel tenaga pendidik dan kependidikan diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi di MTs Ash Shiddiqiyyah Kabupaten Cirebon, yaitu sebagai berikut:
1) Visi :
Kebersamaan Mewujudkan Siswa yang Berilmu, Berprestasi, Mandiri dan Berakhlakul Karimah.
2) Misi :
a) Mempersiapkan dan melaksanakan program-program pembelajaran sesuai kurikulum Nasional.
b) Mempersiapkan fasilitas pendidikan sesuai kebutuhan c) Meningkatkan budaya disiplin personil dan peserta didik d) Meningkatkan budaya bersih di lingkungan sekolah
e) Meningkatkan koordinasi, integrasi dan singkronisasi kegiatan pendidikan di sekolah dengan peningkatan keimanan dan ketakwaan
f) Mempersiapkan siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi
g) Memberikan suri tauladan yang baik 3) Tujuan :
Meningkatkan kualitas dalam pembelajaran
d. Susunan Kepengurusan Organisasi Gambar 3
Struktur Organisasi MTs. Ash Shiddiqiyyah Kaliwadas Sumber Tahun Ajaran 2013/2015
Sumber Data: Kantor TU MTs. Ash Shiddiqiyyah Sumber e. Keadaan Guru dan Siswa
1) Keadaan Guru
MTs Ash Shiddiqiyyah mempunyai tenaga edukatif yang berpotensi dibidangnya. Sampai saat ini tenaga edukatif dan staf berjumlah 28 orang, 27 orang tenaga edukatif dan 1 orang
Kepala Madrasah Rasmita Hadi Susanto, S. AP
Kepala TU Megi Prayoga
WKm. Kurikulum WKm. Kesiswaan WKm. Humas
Totong Edi, S.Ag Ariyanto M, S.Pd.I
WKm. Sarana
Ruman M. Pd.I Abdul Muis, S.Pd.I
Wali Kelas / Guru - Guru
Pengurus OSIS
SISWA Komite Sekolah
Badrudin, S.Pd
merupakan pegawai tetap yayasan (PTY). Hampir secara keseluruhan telah menyelesaikan jenjang pendidikan S1 dan 2 diantaranya jenjang pendidikan S2.
Untuk lebih jelas keadaan guru-guru di MTs Ash Shiddiqiyyah Kelurahan Kaliwadas Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 3 Data Personil Guru/TU
No Nama Jabatan Status Pendidikan
1. Rasmita HS S.Ap Kepala Madrasah GTY S1
2. Ruman, M.Ag WKm. Kurikulum GTY S2
3. Ariyanto Muslim, S.Pd.I WKm. Kesiswaan GTY S1 4. Abdul Muis, S.Pd.I WKm. Sarana
Prasarana
GTY S1
5. Totong Edi, S.Ag WKm. Hubungan Masyarakat
GTY S1
6. Megi Prayoga Kepala TU GTY D2
7. Jamaludin M., S.Pd.I Guru GTY S1
8. H. Muntab As, S.Pd.I Guru GTY S1
9. Sulastri, S.Ag Guru GTY S1
10. Sarip Hidayat, A. Ma. Pd Guru GTY D2
11. Dewi Rochimah, S.Pi Guru GTY S1
12. Djuriah, S.Ag Guru GTY S1
13. Sutari Guru GTY D2
14. Agus Supriyadi, S.Pd Guru GTY S1
15. Yuliya, S.Ag Guru GTY S1
16. Lukman Hakim, S.Ag. M.Si Guru GTY S2
17. Siti Hajar R. S.Pd Guru GTY S1
18. Fita Fatikah, S.Pd.I Guru GTY S1
19. Sri Prihatin, s.Pd.I Guru GTY S1
Tabel 3 Lanjutan
1 2 3 4 5
20. Redi G, S.Pd Guru GTY S1
21. Satori, A. Ma.Pd Guru GTY S1
22. Uswatun Khasanah, S.Pd.I Guru GTY S1
23. Eka Suci Lestari, S.Pd Guru GTY S1
24. Firman Sumantri S.Pd Guru GTY S1
25. Ali Imron S.Pd.I Guru GTY S1
26. Surya, S.Pd Guru GTY S1
27. Hasanudin Administrasi PTY SMK
28. Syamsuri, S.Pd.I Guru PTY S1
Sumber Data: Kantor TU MTs. Ash shiddiqiyyah Sumber
2) Keadaan Siswa
Pada tahun ajaran 2014/2015 kini terdapat 12 kelas terdiri dari 5 kelas untuk VII, 4 kelas untuk kelas VIII dan 3 kelas untuk IX. Untuk lebih jelas keadaan siswa di MTs Ash Shiddiqiyyah Kelurahan Kaliwadas Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 4
Jumlah Siswa di MTs Ash Shiddiqiyyah Pada Tahun 2014/1015
Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah Siswa
Jumlah Rombel
VII 129 90 219 5
VIII 71 54 125 4
IX 52 47 99 3
Jumlah 252 191 443 12
Sumber Data: Kantor TU MTs Ash Shiddiqiyyah Sumber
3) Keadaan Sarana dan Prasarana
Kegiatan belajar mengajar di MTs Ash Shiddiqiyyah Kaliwadas Sumber Kabupaten Cirebon memiliki beberapa sarana gedung dan ruang yang sangat menunjang untuk proses kegiatan belajar mengajar diantaranya:
Tabel 5
Sarana dan Prasarana Sekolah
No Jenis Ruangan Jumlah
Ruangan Kondisi
1 Ruang Kelas 12 Baik
2 Ruang Kepala 1 Baik
3 Ruang Guru 1 Baik
4 Ruang Perpustakaan 1 Baik
5 Ruang Tata Usaha 1 Baik
6 Ruang Laboratorium IPA 1 Baik
7 Ruang Laboratorium Bahasa 1 Baik
8 Ruang Laboratorium Komputer 1 Baik
9 Gudang 1 Baik
10 Ruang OSIS 1 Baik
11 Ruang PMR 1 Baik
12 Ruang BP 1 Baik
13 Ruang UKS 1 Baik
14 Masjid/Musholah 1 Baik
15 Lapangan Olahraga 1 Baik
Sumber Data: Kantor TU MTs Ash Shiddiqiyyah
Tabel 6
Sarana Administrasi Pendidikan
No Jenis perlengkapan sekolah Ada/Tidak Keterangan 1 Tata tertib sekolah Ada Di ruang Guru 2 Daftar statistik guru Ada Di TU
3 Daftar statistic Ada Di TU
4 Buku induk Ada Di TU
5 Buku rapor muris Ada Di TU
6 Daftar catatan pribadi siswa Ada Di BP/BK 7 Buku persiapan mengajar Ada Di ruang Guru 8 Buku harian sekolah Ada Di TU
9 Kartu penerimaan SPP Ada Di TU/ruang SPP 10 Buku harian kelas Ada Ada ditiap kelas
11 Buku kas sekolah Ada Di TU
12 Daftar prosensi Guru Ada Di Kurikulum 13 Daftar prosensi siswa Ada Di kurikulum
14 Buku agenda Ada Di ruang piket
15 Buku ekspedisi Ada Di ruang piket 16 Buku notulen Rapat Ada Di Kurikulum
17 Buku tamu Ada Di ruang piket
18 Daftar program keahlian Ada Di kurikulum Sumber Data: Kantor TU MTs Ash Shiddiqiyyah 3. Waktu Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Ash Shiddiqiyyah Kaliwadas Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon pada semester II tahun ajaran 2014/2015, dengan waktu 3 bulan dimulai dari tanggal 16 Februari sampai tanggal 16 Mei 2015.
C. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah siswi kelas VIII D semester II pada mata pelajaran IPS pokok bahasan ketenagakerjaan MTs Ash Shiddiqiyyah Kelurahan Kaliwadas Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon Tahun Pelajaran 2014/2015. Sebanyak 23 siswi dengan latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Untuk lebih jelasnya lihatlah tabel di bawah ini mengenai data siswa kelas VIII D sebagai berikut:
Tabel 7
Data Siswa Kelas VIII D
No Nama Jenis Kelamin
1 Agnes Tiara Novita P
2 Aisyah Elsa Sulistia P
3 Aisyatul Jumayro P
4 Bettari Naura P
5 Fara Dwijayanti P
6 Fatimatuz Zahro P
7 Fuliyanti P
8 Indah Suci Lestari P
9 Inka Sarah Nurbuwati P
10 Istiana Megawati P
11 Jihan Kalsum A P
12 Liwentiana P
13 Mutasilatul Himmah P
14 Novi Fitriyani P
15 Risna Fitri R. P
16 Salbiyah Nailil M P
17 Siti Amaliatul Zahra P
18 Siti Fadillah P
19 Siti Maemunah P
20 Siti Nur Halimah P
21 Sri Mulyaningsih P
22 Umie Hanny P
23 Yuyun Suryani P
D. Jenis Tindakan a. Tahapan siklus I
1) Perencanaan Tindakan
Sebelum melakukan penelitian pada siklus I terlebih dahulu peneliti merencanakan langkah-langkah untuk melakukan pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:
a) Mengadakan penelitian awal dengan melakukan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran di kelas VIII D MTs Ash Shiddiqiyyah Kaliwadas Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon
b) Membuat administrasi pembelajaran yaitu Silabus dan Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) untuk dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran
c) Guru mempersiapkan bahan ajar yang akan digunakan guru dalam proses pembelajaran.
d) Peneliti mengadakan diskusi dengan guru mata pelajaran IPS di MTs Ash Shiddiqiyyah Kaliwadas Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon untuk membahas mengenai tata cara pelaksanaan tindakan dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.
e) Menyediakan media yaitu mahkota bernomor terbuat dari kertas karton berwarna dan menyediakan kertas origami berwarna yang berisi pertanyaan mengenai materi pembelajaran.
f) Membuat lembar observasi untuk siswa dan guru untuk mengetahui motivasi belajar siswa dan kinerja guru pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS
g) Membuat alat evaluasi. Alat evaluasi yang digunakan yaitu berupa lembar tes.
h) Melakukan koordinasi dengan pengamat tentang tata cara pengisian lembar pengamatan (observasi)
2) Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan yang dilakukan pada proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS yang meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
a) Guru mengkondisikan siswa ke dalam situasi belajar yang kondusif dan diberi arahan mengenai pembelajaran
b) Guru mendemonstrasikan materi pelajaran IPS
c) Guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS yaitu guru Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 5 orang siswa dengan kemampuan yang berbeda secara heterogen (campuran) dan Masing-masing siswa dalam kelompok diberi mahkota bernomor.
d) Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada setiap kelompok untuk dikerjakan.
e) Guru memberikan tugas kepada setiap siswa berdasarkan nomornya.
f) Guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok.
g) Guru mengecek pemahaman siswa dengan menyebut salah satu nomor anggota kelompok untuk menjawab.
h) siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil diskusi ke depan
i) Guru dan siswa bersama-sama memberikan tanggapan mengenai jawaban dari pernyataan tersebut.
j) Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan mengenai pembelajaran yang telah dilakukan.
k) Guru memberikan soal tes pada akhir siklus.
3) Observasi (Pengamatan)
Peneliti dan Observer melakukan pengamatan terhadap motivasi belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung.
a) Melakukan penelitian saat proses pembelajaran.
b) Mencatat kehadiran siswa.
c) Memperhatikan ketekunan siswa dalam menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).
d) Memperhatikan keuletan siswa ketika menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) dan siswa pun tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya).
e) Memperhatikan siswa dalam bekerja baik mandiri maupun berkerjasama dan interaksi siswa dalam diskusi
f) Memperhatikan siswa dalam proses pembelajaran apakah siswa cepat bosan pada tugas-tugas rutin ( hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif),
g) Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran ARIAS dan dapat mempertahankan pendapatnya.
h) Kemampuan siswadalam mencari dan memecahkan masalah soal- soal.
i) Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal evaluasi.
4) Refleksi
Dalam tahap refleksi ini peneliti menganalisis hasil obsevasi yang telah dikumpulkan. Dengan melihat data hasil observasi akan diketahui apakah pada kegiatan siklus I ini motivasi siswa meningkat dan hasil belajar sudah mencapai ketuntasan belajar. Hasil analisis pada siklus I ini kemudian akan digunakan sebagai acuan merencanakan siklus selanjutnya.
b. Tahapan siklus II
1) Perencanaan Tindakan
a) Membuat rencana perbaikan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus I
b) Membuat Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) sebagai pedoman dalam proses pembelajaran.
c) Menyediakan media pembelajaran berupa kertas karton berwarna dan spidol berwarna yang berisi pernyataan mengenai materi pelajaran.
d) Menyusun alat evaluasi pembelajaran yaitu lembar tes dan lembar observasi motivasi siswa dan kinerja guru.
2) Pelaksanaan Tindakan
a) Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP)
b) Guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus I.
c) Guru memberikan soal tes evaluasi pada siswa di akhir pembelajaran siklus II.
3) Observasi (Pengamatan)
Peneliti dan Observer melakukan pengamatan mencatat aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung.
a) Melakukan penelitian saat proses pembelajaran.
b) Mencatat kehadiran siswa.
c) Memperhatikan ketekunan siswa dalam menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).
d) Memperhatikan keuletan siswa ketika menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) dan siswa pun tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya).
e) Memperhatikan siswa dalam bekerja baik mandiri maupun berkerjasama dan interaksi siswa dalam diskusi
f) Memperhatikan siswa dalam proses pembelajaran apakah siswa cepat bosan pada tugas-tugas rutin ( hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif),
g) Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran ARIAS dan dapat mempertahankan pendapatnya.
h) Kemampuan siswadalam mencari dan memecahkan masalah soal- soal.
i) Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal evaluasi.
4) Refleksi
Peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus II dan menganalisis hasil obsevasi yang telah dikumpulkan untuk kemudian membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran model ARIAS berdasarkan tindakan pada siklus II. Dari hasil analisis ini dapat diketahui dalam siklus II ini sudah berhasil atau belum. Hasil analisis kemudian digunakan sebagai acuan untuk merencanakan siklus selanjutnya.
c. Tahapan siklus III
1) Perencanaan Tindakan
a) Membuat rencana perbaikan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus II.
b) Membuat Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) sebagai pedoman dalam proses pembelajaran.
c) Menyediakan media pembelajaran berupa kertas karton berwarna, video tentang ketenagakerjaan di Indonesia, proyektor dan laptop.
d) Menyusun lembar observasi motivasi belajar siswa, lembar observasi kinerja guru dan format evaluasi.
2) Pelaksanaan Tindakan
a) Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP)
b) Guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus II.
c) Guru memberikan soal tes evaluasi pada siswa di akhir pembelajaran siklus III.
3) Observasi (Pengamatan)
Peneliti dan Observer melakukan pengamatan mencatat aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung.
a) Melakukan penelitian saat proses pembelajaran.
b) Mencatat kehadiran siswa.
c) Memperhatikan ketekunan siswa dalam menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).
d) Memperhatikan keuletan siswa ketika menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) dan siswa pun tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya).
e) Memperhatikan siswa dalam bekerja baik mandiri maupun berkerjasama dan interaksi siswa dalam diskusi
f) Memperhatikan siswa dalam proses pembelajaran apakah siswa cepat bosan pada tugas-tugas rutin ( hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif),
g) Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran ARIAS dan dapat mempertahankan pendapatnya.
h) Kemampuan siswadalam mencari dan memecahkan masalah soal- soal.
i) Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal evaluasi.
4) Refleksi
Dalam tahap refleksi ini peneliti menganalisis hasil obsevasi yang telah dikumpulkan untuk kemudian membuat kesimpulan atas
pelaksanaan pembelajaran model ARIAS berdasarkan tindakan pada siklus III. Dari hasil analisis ini dapat diketahui dalam siklus III ini sudah berhasil atau belum. Jika belum maka perlu dilanjutkan siklus selanjutnya dan apabila dalam siklus III ini sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar maka tidak perlu dilanjutkan kesiklus selanjutnya.
E. Teknik Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data pada penelitian ini yaitu:
1. Observasi
Observasi adalah penelitian yang dilakukan dengan cara pengamatan terhadap objek, baik secara langsung maupun tidak langsung. (Moh. Ali, 1993: 91). Observasi ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas siswa kelas VIII D MTs Ash Shiddiqiyyah Kaliwadas Kecamatan Kabupaten Cirebon dalam proses pembelajaran IPS.
2. Wawancara
Wawancara merupakan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secraa verbal kepada orang-orang yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang dipandang perlu (Rochiati Wiriaatmadja, 2005:
117). Wawancara merupakan salah satu bentuk pengumpulan data dengan cara bertanya secara lisan kepada sumber data dalam pertemuan tatap muka secara individual. Dalam penelitian ini wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
Adapun yang menjadi sumber wawancara disini adalah guru mata pelajaran IPS dan beberapa siswa kelas VIII D MTs Ash Shiddiqiyyah Kaliwadas Kecamatan Kabupaten Cirebon.
3. Tes
Tes merupakan suatu cara yang berbentuk tugas atau serangkaian tugas yang harus diselesaikan siswa yang bersangkutan. (Masnur Muslich, 2011: 146). Tes dilakukan untuk mengukur hasil belajar siswa yang
berkenaan dengan penguasaan dalam memahami materi IPS sebelum dan sesudah dilakukan tindakan dengan membandingkan nilai akhir rata-rata.
4. Dokumentasi
Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film documenter, data yang relevan penelitian (Ridwan, 2008: 77) Maksudnya adalah mencari data dari arsip-arsip yang ada, mengenai hal-hal yang berupa catatan, foto-foto, agenda dan diharapkan memperoleh data akurat yang telah dicatat oleh pegawai staf usaha yang dimiliki MTs Ash Shiddiqiyyah Kaliwadas Kecamatan Kabupaten Cirebon.
F. Teknik Analisa Data
Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran, perlu dilakukan analisis data.
1. Data Kualitatif
Data kualitatif yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. (Zaenal Aqib dkk:
2014:40)
Data diambil dari hasil lembar observasi kinerja guru dan motivasi belajar siswa. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung lembar observasi guru dan motivasi siswa, yaitu:
Keterangan:
P = Presentase Pelaksanaan S = Jumlah Skor yang di peroleh St = Jumlah skor total
Adapun hasil presentase dan penafsiran pencapaian dijabarkan sebagai berikut:
S
P = X 100%
St
Prosentase Interpretasi 0 % - 20 %
21 % - 40 % 41 % - 60 % 61 % - 80 % 81 % - 100 %
Sangat Lemah Lemah Cukup Kuat Sangat Kuat
(Ridwan, 2008: 13)
2. Data Kuantitatif
Untuk analisis tingkat keberhasilan atau presentase ketuntasan belajar siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung pada tiap siklusnya, dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir siklus. Analisis ini dihitung dengan menggunakan rumus rata- rata dan ketuntasan belajar siswa.
a. Penilaian rata-rata
Untuk mengetahui nilai rata-rata yang diperoleh siswa dapat menggunakan rumus rata-rata yaitu dengan menjumlahkan nilai yang diperoleh siswa kemudian membagi dengan jumlah siswa yang mengikuti tes.
Rumus Rata-rata
∑x ket. X = Nilai rata-rata
Rumus: X = ∑x = Jumlah semua nilai siswa ∑n ∑n = Jumlah siswa
b. Penilaian ketuntasan belajar
Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dapat dilakukan dengan menghitung presentase ketuntasan belajar menggunakan rumus sebagai berikut:
P = ∑ Siswa yang tuntas belajar x 100%
∑ Siswa
Analisis dilakukan pada saat tahapan refleksi kemudian digunakan untuk perencanaan dalam siklus selanjutnya. Hasil refleksi juga dijadikan sebagai bahan refleksi dalam memperbaiki rancangan pembelajaran.
Kriteria tingkat keberhasilan belajar siswa dalam %
Presentase Penafsiran
80%-100%
60%-79%
40%-59%
20%-39%
≤ 20%
Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah
Sumber: Zaenal Aqib dkk (2014:40-41)
G. Indikator Keberhasilan
Indikator untuk mengukur keberhasilan tiap siklus dalam penelitian tindakan kelas ini, adalah nilai rata-rata yang ditetapkan dalam KKM yakni 75 dan ketuntasan belajar klasikal minimal 75% dari seluruh siswa yang mencapai ketuntasan. Adapun alat ukurnya adalah dengan menganalisis presentase ketuntasan belajar siswa dari tes siklus yang telah dikerjakan.