1.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan satu jenis riset konklusif yang tujuan utamanya adalah untuk menguraikan sesuatu-biasanya karakteristik atau fungsi pasar. Penelitian deskriptif ini bermaksud untuk menggambarkan minat pasar terhadap produk facial wash khusus pria dengan menguraikan karakteristik konsumen pria user dan non user produk facial wash, menggambarkan segmentasi demografis, psikografis, dan behavioralnya, serta tingkat kepuasan.
Data yang dibutuhkan oleh peneliti diperoleh dari wawancara kepada responden dengan bantuan kuesioner yang berisikan sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan variabel yang ingin diteliti dalam penelitian. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis yang hasilnya kemudian akan dibuat suatu generalisasi bagi seluruh populasi.
1.2 Definisi Operasional
• Potensi, adalah kemampuan pasar menyerap produk yang didasarkan atas kepuasan, faktor-faktor yang dipertimbangkan dan minat.
• Minat adalah keinginan orang dalam menggunakan produk facial wash di masa mendatang. Minat untuk user adalah untuk membeli facial wash di masa mendatang.
• User adalah orang yang saat ini menggunakan facial wash khusus pria merek tertentu
• Non user adalah orang yang saat ini belum menggunakan produk facial wash khusus pria merek tertentu.
• Kepuasaan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannya. Faktor-faktor yang dipertimbangkan terdiri dari sesuai dengan jenis kulit, dapat mengatasi masalah kulit, dapat
membuat wajah lebih tampak segar, dapat membuat wajh menjadi lebih putih, melembutkan kulit dan digunakan khusus pria.
1.3 Lokasi dan waktu penelitian
Penelitian mengenai analisis potensi pasar konsumen pria terhadap produk facial wash/foam dilakukan selama bulan November 2006 Lokasi penelitian bertempat di kota Surabaya.
1.4 Desain penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Data primer diperoleh melalui wawancara di lokasi penelitian. Penelitian mengenai analisis potensi pasar konsumen pria terhadap produk facial wash/foam dilaksanakan di kota Surabaya.
1.5 Jenis dan sumber data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 jenis, yaitu:
1. Data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka-angka yang dapat dihitung dengan alat-alat statistik seperti angka hasil kuesioner dengan menggunakan metode statistik.
2. Data kualitatif, yaitu data yang memiliki sifat tidak bisa dihitung (data yang bukan berupa angka-angka), data berupa informasi atau penjelasan yang didasarkan pada pendekatan teoritis dan pemikiran logis atau merupakan kesimpulan dari data kuantitatif dalam bentuk kalimat.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu:
1. Data primer, meliputi data demografis, data psikografis, kepuasan “user”, dan minat pemakaian dari “non user”.
2. Data sekunder, yaitu data yang digunakan untuk mendukung penelitian yang sedang dilakukan. Data ini berupa literatur-literatur atau catatan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
1.6 Populasi, sampel, dan teknik pengambilan sampel
Dalam penelitian ini target populasi yang akan dicapai adalah seluruh konsumen pria yang berusia 20-45 tahun, dengan alasan usia tersebut merupakan usia produktif bagi responden, usia bekerja, mencari pasangan hidup sehingga cenderung memperhatikan penampilan mereka dan cukup mampu memahami pertanyaan yang diberikan dalam kuesioner.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode purposive sampling, yaitu sample diambil berdasarkan ciri yang ditentukan yaitu pria berusia 20-45 tahun dan menggunakan facial wash dalam tiga bulan terakhir. Sampel diambil dengan taraf kepercayaan 95% dan taraf kesalahan 10%. Subjek dalam penelitian ini adalah pria. Jumlah sample minimum yang akan diambil sebanyak 100 orang responden. Peneliti akan menyebarkan 50 kuesioner untuk responden user dan 50 kuesioner untuk non user.
Perhitungan jumlah sample didapat dari rumus mencari banyak sampel yang tak terhingga;
n = Z
a/2²
p ( 1 - p ) eKeterangan:
n = Jumlah responden yang akan dijadikan sampel
α = Tingkat kepercayaan dugaan p = Proporsi populasi konsumen e = Kesalahan dugaan (sampling error) Z = Nilai normal
Bila a = 5% dan e = 10%, dengan asumsi p = ½ dan populasi tak terhingga maka n (jumlah sample) yang dibutuhkan adalah
Z a/2 = Z 0.025 = 1.96 n = 1.96² x 0.025 0.1²
n = 0.9604 0.1²
n
= 96.04Jumlah keseluruhan responden sebanyak 100 orang, yang terbagi atas:
- Untuk user Facial Wash 50% x 100 = 50, yaitu sebanyak 50 responden - Untuk non user Facial Wash 50 % x 100 = 50, yaitu sebanyak 50 responden
1.7 Metode Pengolahan dan Analisis Data
Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis, yaitu 1.7.1 Validitas dan Reliabilitas
Validitas mengandung pengertian bahwa hasil pengukuran sudah valid atau tidak menyimpang dari ketentuan yang ada.
Uji reliabilitas adalah derajat ketepatan, ketelitian atau keakuratan yang ditunjukkan oleh instrumen pengukuran. Analisis kehandalahn ini bertujuan untuk mengukur konsistensi dari setiap pertanyaan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik alpha Cronbach, seperti yang dikatakan oleh Alpha Cronbach dalam Azwar (1997;9) bahwa besarnya koefisien reliabilitas berkisar dari 0,0 sampai dengan 1,0 akan tetapi kenyataannya koeisien sebesar 1,0 dan sekecil 0,0 tidak pernah dijumpai. Koefisien reliabilitas
r
xx’= 1,0 berarti konsisitensi sempurna pada hasil ukur yang bersangkutan. Instrumen pengukuran dikatakan reliabel apabila memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,8 (Santoso;2001).1.7.2 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif merupakan metode analisis yang digunakan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran secara mendalam dan obyektif mengenai obyek penelitian. Dalam upaya membantu memaparkan hasil analisis ini disajikan dalam bentuk tabulasi, gambar, maupun matriks sesuai dengan hasil pengamatan.
1.7.3 Analisis Chi Square
Chi-square merupakan alat analisis statistika yang dikembangkan untuk mendapatkan informasi dari data dengan skala nominal atau ordinal. Analisis chi- square digunakan untuk menganalisi sifat keacakkan dalam suatu gugus data.
Dalam penelitian ini, analisis chi-square dilakukan untuk menganalisis hubungan dalam tabulasi silang. Level signifikansi yang akan digunakan adalah 5%.
Rumus:
( )
e e o
ij ij q ij
j p i
2
1 1
2
−
Σ Σ
=
= =χ
Keterangan:
O
ij= Pengamatane
ij = frekuensi yang diharapkan i = kolomj = baris
1.7.4 Analisis Cluster
Analisis Cluster merupakan metode statistika yang bertujuan mengelompokkan objek amatan ke dalam beberapa kelompok berdasarkan ukuran jarak ketakmiripan (dissimilarity) atau kemiripan (similarity) dari atribut-atribut yang diukur. Analisis ini digunakan untuk melakukan proses segmentasi terhadap sejumlah responden berdasarkan atribut psikografi.
1.7.5 Analisis CHAID
Analisis Chaid digunakan untuk membentuk segmentasi yang membagi sebuah sampel menjadi dua atau lebih kelompok yang berbeda berdasarkan sebuah kriteria tertentu. Hal ini kemudian diteruskan dengan membagi kelompok- kelompok tersebut menjadi kelompok yang lebih kecil berdasarkan variabel- variabel independen yang lain.
1.7.6 Uji t (uji beda)
Uji t yang menggunakan uji hipotesis beda dua rata-rata. Pengolahan data dengan menggunakan software SPSS 13.00 release. Rumus uji t sebagai berikut:
t =
( )( ) ( )( )
+
− +
− +
−
−
2 1 2
1
2 2 2
2 1 1
2 1
1 1 2
1 1
n n n
n
Sd n
Sd n
x x
Dimana:
x 1 = Rata-rata tingkat kepentingan user x2 = Rata-rata tingkat kepentingan non user n1 = Jumlah data tingkat kepentingan user n2 = Jumlah data tingkat kepentingan non user Sd1 = Standar deviasi tingkat kepentingan user Sd2 = Standar deviasi tingakt kepentingan non user