I
I
t ' a
t
+,
-fa tTEOR
a
RXLATIVIT,lS
,
nf ?nA rlx.daI
l{0ttrst
Bt,}I It:l/6 ltHu
T'DI< DJFIN,J,1f,,{
6 N
I
KHUSUS
llttn pan
.!tJ
Ol- eh :
IBNU
,_-SUUDFAKULTIS PtlN DIDIi(/rli I"i,^; TEI.I AT
Ii(A
D-a.ltILI'iU PIiNGETiTHUAii _r,LAM
II(IP
PADANGa9B?
! 1lr'1r 1, ,r;l:t "r(:,.r
ts7/110/ oa
t
I It
i
a b
---'1 t
'i'11*
I
K]:TA L,ENG}.IiTAR
Terdorong oLeh
rasa ingin
rnernberlknn sumbangi.ln d:1an meningkatkan penguasaanifmu
pengetahuan,penulis
mencoba mengemukakan bukuini
semoga dapat membantu mahasisw':' dalam rnemahami konseprelativitas.
Konsep yang sangat ber6una d''1amnempelajari
ruanglingkup mikroskipis,
terutaiaa men6enri per hi.tunganenergi
dan gerakpartikel
yang bermasakecil
dan mempunyai kecepatan raendekati kecepatan cahaya.
Buku
ini terbagi atas Liga bab.
Pada bab pertarna membicarakan
sedikit
mengenai gerakrelatif
dantransformasi
kece patanGaliIe.
Bab duaberisl postulat relativitas Elnstein,
a transformasi
momentum dan tenaga, I<oordinatruang
dan waktutserta transfornasi
kecepatan. Kemudian pada babterakhir
dike rnukakan beberapa konsekuensi yangditimbulkan oleh teori rela
tivitas
khusus Einstei.n.Penulis
menyadari bahwa bukukecil j-ni
masi-h kurangsempurnar karena
itu penulis
mengharapkankeritikan
dan saransaran
dari
pembaca demj-untuk
kebaikan bukuini.
hl, .:\i'! . 1:ij !:a_1..:.'iG
I iil
lrt
//-
/4- 4
O&*;-o
kt
Padan5, ABustus 1987
s5/ /ztL/Adz-
53 o. /3 Juu LD 'a!-"2
l_ l-
Penulis
.\ I I
,ii u::.:
DAFTAR ISI
KATA PEI'IGANTAR DAFTAR
ISI
BAB -'I
PENDAHULUAN1.I
Kecep:rtan
RelaLiv1.2
Gerak ReIativ
BAB II
TEORI RE],ATIVITAS KHUSUS1la1
ii ii.i
I I
4
? 10 18 Z' 24 26 29 29 30
3t
1' 2:l
)) 2.3 2.4
)q
Trans formasi
Trans formasi
Tran s formas
i
Trans formasi
Trans formasi
i'lomentum d;.
n
Tena6aRuang
Koordinat
dr:n l{aktu KecepatanPercepatan
Gaya Menurut Lorentz,
BAB III
KONSEKUENSI DARI TRANSFOE"IASI EIIISTEIt!-LOREi{TZ1.1
Penyusutan Panjang1.2 Dilatasl
Waktu1.3 Etek
Doppler pada Cahaya DATTAR PUSTAKAiii
PT]IiDAHULUAN
Suatu benda
dikatakan
bergerakrelatlf
terhadap ben- dalatn
b11aposisi
bendaitu
berubahsetiap saat
terhadapbenda
lain itu.
Contohnya; sebuahnrobil r' dikatakan
berge- rakrc].atlfterhadapmobilBbilaposisimobilAberubehse tiap
waktu terhadapnobil B' i'lobil
Bdikatakan
sebagaiti - tikacuandari'rnobilA.Titikacuanitubisajugadiambil
sebuah
kota,atau
tempatdi bumi'
Biasanya dalam menbicata-
kan gerak dalam ruang
titiir
acuannya adalahtj-tik
perpotongan tiga salib
sunbu yangsaling
tegaklurusr
Yanijdisimbul-
kan denganO. Titik
O merupakan perpotongan sumbuX'
Y da'nZ.
Jarakpartj-kel
terhadaptitik
O disimbulkan denganr'
dan komponen-komponen
r
terhadap sumbu XrY danZ
dinyatakandengan sirnbut
x, y
danz. Titik
Obeserta ketiga salib
sumbu
XrY,
danZ bias 'disebut
dengan kerangkaacuan'
Seringdlsebut
kerangka acuan Osaja atau
namalain
Katau
S'Bila
mernbicarakan gerak benda dalamruang,
maka akan nenbl- ' carakan terhadaP keran6ka acuan.1.1.
KecePatan ReIati f
Bila ditinjau
dua b.rahp:rtikel I
dan B yi-ng sedangbergerak,
nada wrl<tut berJ:'rak rn
danru dari titik O'
seperti terlihat
dalam gambarl.
SebutI:'h keranlSk:r acuannya K Kecepatan Arelatif
terhadap kerangka acuan K adalah vn' dimana vA= drd/dt ,
dan B adalahvB,
dim;.na vB= drB'/dt'
Kece"atan A
relatif
.terhadap B disimbulkan dengavlf'
denkecepatan B
relatif
terhadapL
disimbufkan denganvBA' di -
t-
2
dr
dt
drEana; Arl
v
,AB
vBA = BA
dt
dt dt
drBA drA
A
(1 -
1)L
II
l)
B K
0
Gambar
tltik
Asedangkan kecePatan
Partlkel
Lrunuskan dalam bentuk;
dtAB dr^ dtB
UAB
IP Bd
adasaat partikel
berada Pada engan kecepatan vO dan1-
danY
vB
r
dvjl , dan
Dari
gambar1
daPatdllihat
ba'hwa;r.gs
= tr - "B, dan
rBA=
"Brelatif
terhadaP BdlPat di-
dt
drA
BA
dt
Jadi
vAB ,AvBA vB
Dari
persamaan'AB
-
B
dt
Adapat disimpulkan bahwa,
...
(1v
-vB -vA
(r-2)
v--
IJdt
z) BA
Untuk mencari percepatan
partikel
./1- dan B t';rhadap kerangka acuan K didapatkan den.lan menttrunkan per-samaan ke-3
cepatan terhadap waktu' drA
sehin6ga di.d,-.patl<an ;
dv^IJ
aA
dan
aBdlnana ; tA
aB
II
vB
dt dt
adalah percepatan
partihel
A terhadap kerangka acuan Kadalah percepatan
parti,kel
B terhadap kerangka acuan Kadalerh kecepatan
partikel A
terhadap ker,,,ngkaacuan K
adalah kecepatan
partikel 13
terhadzrp l<erangkaacuan K
Percepatan
relatif paruikel
Apat
dinyatakan dalam bentult;nrAB drA
drl.a.h =
AD
--dt dt dt
terhadap
partikel
B da"A ,B
sedangkan percepatan
partikel
nyatakan dalam bentuk;
3pn= uuuA = o.!-
D6 .dt dt
Jadi
dapatditulis
.kenbali;
"AB =
zrA-
aBB
relatif
terhadap Adapat di
dvA
=a-
lJ a^A
tBA =
aB a 4)Dari
kedua persamaan(1 - 4)
depat disirnpull<an bahwadt
(1
tAB l!A (1 ,)
4
1.2.
Gerakrelatif ditinjau dari
kerangka acuan inersla;'--' 'bu,
p"ngrmat masinS-masj-ng beradadi
kerangkaKdanK
dfuoanaK'
I berSerak dengan kecepatan konstanhadap keranSka acuan K. Untuk mudahnya
dirilih
kccepr,tan VsejaJar
denganarah
sunbuX,
dan padasaat t = 0
kerangka acuanK
danK berimpit,
I sehingga O danOt berimpit.
O danO'
t-ladalahtitik
acuan pada kerangkaK
rianK . Setelah t
de-tlk ditinJau suatu partikel
Adari
kerangka Hcuan K d:n
K'Posisi
Adari
O adalahr
dandarj. Ot
adalah y'seperti terli hat
dalam gambar 2.a cuan
V
ter
Y
o
I
IIi
(x
rJ tlr tzl{
I
x
X
r =r-Vt
IGambar
2.
Gerakrelatif di-tirrjau dari
l<erangkaacuan
inersia
Kalau
dilihat dari
gambar2
didapatkan huburrgandinana ;
r r
v
t
adalah
jarak partikel A
terhadap Padalah
jarak p:,rtike1 A
terhadap 0adalah kecepatan kerangka acuan K
ad;Iah
selang waktu(1 6)
terhadap K
)
5
Jika dlcari
hubungan nasing-masing kompi:nen pada I<erangkaacuan
K'
I denganK,
maka did:ipatkr.rn sebagaiberilttrt:
X'=X-Vtr Y'=Yrdr'n zi =z
Se1tng waktu
t = t',
ll sehinSSadt = dt
Kecepatanparrikel
Arelati-f
terhadap OU.
dr
dxdY
dz'**llur*_*',
satuan
arah
sumburelatif
terhadaP Odimana u*r uy
(). -
?)dt dt
danu, vektor-vektor
Kecepatan
pa.rtikel
Adisimbul-ka,r deul3an
,Y,
dan Z.disimbulkan dengan
U
x
U
uyt
,drdx
dy dzU ux! +
dt
+dt
vektor-vektor
satuanarah
sumbuXr
Y,uyt
!z'
dimena
u:< |,
udt dt
adalah
, dan uzt
Diturunkan persamaan (1
6)
terh;-dap waktu didaPat-dan Z
kant
drr dr dt
dt, dt
dt s e danghan dtl drrdt
drU
dt
U
(r -
8)dt
Kemudian
didapaikan U'= U-V
Persamaan
(1 - 8) disebut ju6a
dengan transforrnasi kecepatan Galj-Ie.
Percepatan
partikel
Arelati.f
terhadap O dan O'dapatdicari
deng;an menurunkan persamaan kecepatan terhadap wrktut
6
dU
dt
dur
a dan ar
Persc.maan (
I
'du'
du-=--
ar =d
s,.ja
hdan ai
Dengan
kata lain
kedua pengam:t baj-k dikeran5ka acu- an K maupunrii
kerangka acuanI(
akan rnendapatkanhasif
"'
yan6 sama
dari
percep:,tanpartikel ( a = at)' Jadi
percepatansuatupartlkel.adalahsam..bagisemuapen8amatyan6ber-
ada dalan kernngka acuan yan6 bergerak
lurus satu
sama' Lain nya dengan kecePatan konstan.8)
dV
dt
bila diturunkan
terhad.rp wi'kLu didapathan sedangkan V= konstan, sehiniga
didapatdt dt dt
kan
dari
Persamaandlatas
Untukketi6a
komPonen tentu(1 ()) akan sama
Yaitu:
... (1 - lo)
rsa ny.
aI
.7a,_ a.l,
I uz
,
TEORI RELATIVITAS KHUSUS
Pada w.aktu
sekita.r
perumus:rnteori relativit;:s
khususdan tahun-tahun sebelumnya,
para fisikawan
berpend;rpat bahuacahaya adalah gerak gelombang yang merambat dalarn
eter.
Medium
eter dihipotesakan
adattyaoleh ahli-ahli fi-sika
padawaktu
itu
hanyauntuk
memberikan tempatpenjalaran bagi
ge-
lombang-gelombang cahaya, karena ad:' anS8apan bahwi' perambat an gelombang memerlukan medj.um
(zat antara). Hipotesis
ada-
nyaeter ltu
kenrudianternyata lebih
banyak menimbulkanke - 6ulitan-ke 6ulitan
saJa dalamfj-sika drri
padauntuk
menolongmenjelaskan penemuan
fisika.
Kesu1j- tan-ke sul ltan itu dianta-
ranya adalah mengenaisifat eter i-tu sendirj-
yanSsukar dite rlma
denganakal kita. SeperLi dihipotesakan eter itu
suatuzat fisis;
yangtidak
mernpunyaiberat,
meresap dalam seluruh benda dan ruang sehing6a ruang hantpapun h'-:rus dian2;'gapberi- si eter. Dari segi lain eter itu hzrus bersif: t
kaku agarsifat
gelombang cahaya yangtransversal
d:pat menjalar di
dalam
eter. Eter itu kaku, tetapi
meresap dirlemseluruh
benda,
dantidak
punyaberat,
ha1ini sulit
dibayangkan bagai-mena bentuk
zat ytng
nenpunyaisifat seperti ini. Kesulitan
yang
lain l: gi
danlebih
mendasar adal-ah mengenai persoalan apakaheter itu
bergerak bersarna-sama dengan bumiltita di
ru ang alam semesta ataukah.bumiini
bergerak terhadap eLer yangtetap
dlamdi
alam kosmosini.
Seandainya bumi bergerakterhrdap eter,
makakelajuan
perainbr:t:,n cahaya del: rn arah yangsejajar
denganamh
6erak bumj-akrn
berbedadari kelaju
?
B
annya
di.Illn
ar:rh yang tegaklurus
padanya.Untuk mengetahui
kelajuan mutlak
bumidi
dal:rtn ruan6 kosmosini,
dapat dengancara
mengukur dan membandingkan kelajuanpenjalaran
cahaya da-Iamarah sejajar
denganarah gerak
bumideogan yang penjalarannya
tcgak lurus
denganarah gerak
bumiPengukuran-pengukuran
kelajuan
cahaya yangsejajar arah
6e- rak
bumi dan yangtegak lurus arah gerrk
burni denganteliti
sudah di-lakukan
oleh }iorley
danMichelson.
Namunhasil-hasil penelitian
uereka nenunjukkan bahwakelajuan penjalaran ca -
haya dalam
arah
yangsejajar
dengan geral'- bumi- danpenjalar-
ankelajuan
cahaya dr:lamarah
tegaklurus
padaarah
gerakbuni tldak terdapat
perbedaan. Karenaitu
anggapan bahwa bu-mi
bergerak terhadapeter itu tidak benar.
Dalam h:L sebalilr
nyabila eter
dian6gap bergerak bersalna-sarnabuni,
maka an8- gapaninipun tidak sesuai
den2;an kenyataan. Penel'tunn-pene :u-an
Bradley pada vlaktu pene ropanli-an- p.. neropongan
terhadap bj.ntang-bintang dilangit
bahwauntuk
dapat me)-ihnt sebuahbin - tang
yang beradadi atas kepala melalui suatu
teropon6ia
harus memasang teropongnyeitu
condong hearahgerak
bumi dengan suduto(
yan8 memenuhi t8.a= v/c; ;'aitu
sealtan-akan cahayabintang itu jatuh
tegaklulus
kebarvahatau
nrenjalardi
dalameter ke
bawah tanpadipengaruhl oleh
geral< bumi.Karena
ahli-ahli fisi-ka
dih: dapl<att pada rrtasalah yangsulit yaitu
mengenai bergerakatau tidaknya eter
terhadapbumi, pilihan
yang manapun yan6 akandiambil
akan bertentangan
dengansalah satu
kenyataan yangada,
mekaElnstein telr:h
9 membuang sama
sekali hipotesis
adanyaeter,
yand hanya menyulitkan ahli-ahli fisika
saja, sedangkan adanyaeter itu tidak
dapatdlbuktj.kan.
DegJ-tujuga hasil-hasi1
e:<speliment menun-jukkan
bahva kecepatan cahayaitu tidak
berbeda besarnyabaik diukur oleh
penganat yang berada kerangkainersi
K nau-pun
di
kerangkainersia Kr. Hal lnj-
berlawanan dengantrans- fornasl
kecepatandarl Gali1e seperti
yang ada dalam persamaan (1 - 8).
Ha1 yang serupaju6a terjadi
padapertikel-parti kel
yang bergerak dengankelajuan
rnendelcatikelajuan
cahayaseperti
gerakelektron, bila
nenSgunahantransformasi
kece-
patan Ga1i1e,
hasilnya jauh
berbed:' denganhasil
exsperiment Untuk mengatasi masalahketidak
cocokanpenjelasan
teori
yang ada denganhasil
exsperj-mentini,
Elnstei-n nengemu- kakanteori relativitas
khususnya yang berlandaskan pada duapostulatnya.
Adapunpostulatnya itu
adalrh;1.
Ketajuan cahayadi
dalam ruang hampa senantiasa mempu-nyai nilai (harga)
yang sama(konstan)
dan ti-dakber -
Eantung kepada gerak sumber terha.dap pengamaL yang ber
.
adadi
kerangkainersia
K naupun Kr2.
Semua hukum alam(tidak
hanyadinanika)
harus berlaku sanauntuk
semua kerangkapeninjau inersia
yang berge-rak
dengan kecepatan konstan6atu
samalainnyn.
Postulat Einstein ini
rneuSemukakan bahna hetrajuan ca- hayadeI'n
ruang hampa se1a1utetap
besarnya,tidak tergan - tung
kepada kerengka peninjauansi
pen6amat, dan semua hukumhukurn alam mempunyai perumusan yang bentuknya
tidak
bergan-
I
IO
tung
pada kerangka peninjauaninersia
yang digunaltan.Masalahnya sekarang bagaimana besaran-besaran
fisi6 seperti: F1, F2, .. EI, E?, .. X, y, Z' U, a, t,
yang oleh irengamat yang diamdi
kerangkainersla
K al<an berubahnilai
nya
(tertrans
fornasi)
meniadinilai lain apabila
dilakukan pengukuranoleh
pengamat yanglain yani'
diamdi
keranSkalnersia Kr.
Transformasiini terjadl
sedemiklanrupa
sehing-ga
hukum-hukum yang menghubungkan besaran-besaranFir F)
danseterusnya harus sebentuk dengan yang menghubungkan
Fl-,
F2tdan seterusnya.
Dalam
fisika
mikroskopis yang dalampenyelidlkan
menggunakan proses harnburan dan
spektroskopis
yan6 memperhitung- kan kecepatanpartikel
yeng mendekati kecepatan cahaya,pe -
rangkat variabel
nomentump
dengan komponen-komponennya px,prr
danpz serta
tenaga(E)
menpunyai peranan yanglebih
penting dari
pada perangkat(Xr.Y, Z, l).
2.1.
Transformasi l"lonentum dan TenagaPenyelidikan
mengenaistruktur
atom akancara untuk
memperolehaturan transformasl dari
mengu tamakan
( P*,
t)
yangdiukur di
kerangkainersj-a l{ ke nilai-nilai
I
P,,r P- r y. n8
baru (p*, pi, p;, t)
yangdiukur
dj- keranghaKr
yang berge- rak
dengan kecepatan konstan 1s1h;rdap kerangkaK.
Surnbu-sumbu
kartesian
yang digunakandi
kedua, kerangkai.nersia terse- but selalu diambil salin6 sejajar x'//x , yl//\,
d.anz'7/2.
Antara
tenaga E dan momentump dari-
gelombangelektromaknlt
a
1t
pada unumnya dan cahaya khu6u6nya' yang rirerarnbat dalam ruang harnpaberlaku
hubunganE
= p c (2 -
1)Hubungan
antara energi
dengan momentum dalam persamaan(2 = 1),
menurutpostulat ke
duaEi.nstein
harusterlaku
balkdl
kerangkalnersia
K neupunql K'. Jadi untuk
gelombangelektronaknit berlaku
hubunganE2-p2"2=
c2
It2 (p2
x +
ei.
P,2*
c2
pz ) , o
2 2 2 2+ l? 2
(2-2)
(z-l)
Er p Er
(p'
2
p )
Untuk
partikel-pa rtikel
yangbermateri
pada unumnyaEz
-
p2"2/ or
demiklanjuga Et2 - ptz "2 / O, tetapi ke
duabentuk
ini
mempunyai dimensi danorde
yanS sama, maka ben- tuk
(ErZ- prz "2 )
harus nerupakansuatu fungsi linear dari
bentuk pertama(x2 - pz c2).
supaya persamaan(2 - 2) dtpe -
nuhi
eebagai suatukejadian
yang khusus baruslah;"2 a
P 2 2
2 c?,)
Er (e p
dimana
a
adalah tetapi-.n yangnilainya ditentukan oleh kelaju
an
Kr
terhadapK ( a tidak
mungkin bergantung kepada arahdari V,
karenaslfat isontropis
yangdimiliki oleh
ruang, dengan memilih F= O,
nakapartikel
akan nempak serupa darj.senua kerangka
Kr
denganlVl
yang samatetapi arah
V yang berbeda)Bl1a (82-
pZ"2)
disimbulkan dengan M2 dan harga(Et2- p!2"2) di.irbulkan
dengan Mr2 maka persamaan(2 - l)
14
yaitu
F-
dinala
F = dahan.D
2so
Ealat DCaa
2El
(2-9)
2
.. ...t
Et mo.2
dE=Fdr
p =
momentum, Udlmana
Er
adalahenergi
diarnpartikel di
kerangkainersia
KrHarga
E' dalan
persamaan (2 - S) dlgrnti
denguu moc2,didapatkan persanaan
illepersi, relativisLik;
x2=^f,"4*p2"2 (2 -
1o).Untuk
nencari
hubunganp
dan E deugan kecepatan Udari
partikel
dapatditurunkan dari
persama an-persamaan :do
at dr =
Udtkecepatan,
danr
=PerPiadE=FUdt=
dr:ffi Udt=Udp (2 -
10a)urun, + U do kemudian dapat
ditulis
dE
=
U*dP* +dalan
bentuk;l*ry r,
= dLplul
Persamaan
(2 -
10)hasilnya;
kenu dlan
(2 - lob)
didapa tkan ;UdP=
E
vn
ExtV tz
dE op
bil-a diturunkan,
trtaka
didapatkan2EdE=
c*22pdp
dE= c2,
p
dp(2 -
10b)disubsituslkan
h:" rgaE
dE
=
U dpke
dalam Persamaanc2pdp
E , kernudian disederhakan
L5
menj t dj- :
Jlka partikel
bergerak dengan kecepatan U bangelekronaknlt,
persamaan(2 -11)
dapatnenj adl ;
(2 -
11b)Bentuk persamaan (.2
- t1)
darpat Jugaditulis
nenJadi-(ltl/c) =
cp)r bila
hargaini disubsitusikan ke
dalara peraanaan (2 - 10)
dldapatkan persamaan;c'lL +
(v/c)2e2,
dan kemudlandlse -
z
6
'=+ c, seperti (2 - 1r)
Belomdlsederhanakan me
E= pc
E2=
noIn c
o
^.2
o(2
L2)derhanakan dan
hasilnay;
E1 v2
-)c- dlmana; K
1
I
Harga
E darl
persanaan(2 - 12)
dlmasukkanke
da14,m persana-at (2.- 11)
akandiperoleh;
m U
U
c2
c2
u2,1 =Ymou
-?)
c oc
EU
z
c
p
(2-l-r)
2
(1
Persamaan
(2 - 7) beserta starat
adanya transformasibalik ( lnvers)
mengharuskansifat-sifat linear
dan homogenuntuk transforrnasi tersebut.
Untuk menudahkanperhltungan di
tinjau transformasi
yang khusus dengan mengambil:p
dan
p Dv v z
pi = T(Px -
P
b E)
dan Erf(E-dp*)...(2-14)
L6 Penterapan . persamaan
(2 - 14) untuk partikel
ynngdi- an di
kerangkainersia Kt (
dinanaKr
bergerak dengen kece-
patanV
terhadapkerangk' inersiaK),
maka diclapatkan has11-
nya sebagai beril<ut:o)
p
bE ateu b=
pxKembali dapat
dilihet darl
persarnaan(2 - 11)
dirnanapx
pi
eJ, d:n o =D =O^vU
"z
x E
p
b
px px
E
Jad1,
7
U k:-renapartikel
diamterha-
V,
sehlngga hargab
dapat dap kerangkainersia Kr,
riaka Uditulls nenjadi;
Persamaan
(2 - 14)
derpatjuga
digunakanyang dIaE terhadap kerangka
inersia K,
maha ptetapi
terhadap kerangkainersia Kr parttlel
dengan kecepatan
-V seJajar
sumbuX,
sehinggatersebut
didapatkan;E
b V
al
(? - t5)
untuk partlkel
= O,
E=
![oC2,be rge rak
dari
persanaanei
Ipi
p o
TbE
=
-Tbno.2 , ya.ng harus sana2 2 +
dengan harga
;moV/(l -
V/c
) , sehinggaf
mempunyal hargaf o - v2/c2)-+
TSeterusnya
dicari nilai d dari
persamaan(12 -
14).*;7 /atfiit- (7/
Kemball
dltinjau partikel
yang diamsia Kr sehingga Er =
moc2, Py=
P,Jua
e L
'o"2
53o.tS
t?
terhadap keran6ka
iner :
= O,
dan har6a:nov Px = E
1l-fJ"zf
(1 v2/c
a)+Penyederhanaan dari. persamaan
(2 -
Tln o
c2
tn14) didrpatkan
hargadari
c2
d E Er
il
oc V
px
Tn
ov TmoVT2
d
-v-
(1vrz)
d=v (2 -
5a)Harga
dari T, f, b,
dand bila
dimasukkanke
dalam persamaan(2 - 14) kembali,
makatransformasi Lorentz
untuk nonentum dan tenagadari
kerangkalnersia
K ke'kerangkainersia Kt (dinana Kr
bergerak dengan kecepatanV
terhadapkerangka
K) arah
sumbu X adalah:P{ =
T(P*- .cl
v E) p p pzEr =
T(E- Vpx) (2 -
16)dlnana T= (1 -v2/c2)*
Untuk arah V yang sebarang, ntaka persanaan
(2 -
16)perlu
diubah dan cukup hanya dengannenggantikan P*
dan ptdengan
p,,
danp!,
dan komponetpyr,
da.nPlr, drpat sekall
gus dengan p1, danpl yaitu
komponen dari-p
danpt
yang arah nya tegaklurus
padaarah
Vv v Dt
PERiU: IA^,1A]I INIp PAI)J\!
l(0LEl(st BtDA,qS rLt'rit
ivl ii. l:-, i-i1-f
!,:i;JliTilie^
.I;ilir
1.^[1::iGI tDA r( Drc ,.r^r,( ^ ' Ll_,rj.jj(,,r.1r 1 i',
i)
18
2.2.. Trinsformasi
Einste in-Lourentz
Mengenai RuangKor.linat
dan YlaktuBagaimanakah hubungan
variabel (X, I, Z, t)
yan8di -
ukur oleh
pengamat yang berada pada kerangkainersia
Kdengan
hasll-hasil
pengukurandari (X,
lllly; Z; f )
yang dipe'roleh
.toleh
pengamat yang beradadi
kerangkainersia K
'
dimana
K
I bergerak dengan kecepatan V terhadapK.
Denganmenilih
sedemikj-an
rupa sistin koordinat
dan waktunya, sehingga padasaat t - t' =
O sumbu-sunbukoordinat (xl yi zi t'I
den(xr...Y,
Z, t) berimpit,
sedangkanKt
bergerak//
r;unbu Xdengan kecepatan
V
terhadapK. Dari pusat koordinat 0 =
Otpada
saat tr = t =
Odinyalakan suatu sinyal. s"t"ftti se -
lang
waktu.t diambll
6uatu permukaan gelombangsinyal
cahayadl titik A, seperti
pada gambar J.Y Y
I I
A (x,y,zrt)
(::,yrzrt
tttt )x-
K K
0
Z7
zGanbar
J.
Padat
= O kerangkainersla K
dan Klberinplt. K'
bergerak den.lan Eecepatan Vsejajar
sumbu Xct,
dan kaIau.bp hua
I |-
i
I I
Dari
gambarJ.
dapatdilihat
-rl-;,-.,','
19
ditulis
dalam bentuk komponen-komponen menurut surnbuX,
Y,dan Y
adalah
;x2*y2+22 -
c2L2atau
x2
c
adalah1ne
rsia
2
"2t2
atau
2
(2 - t?)
)
+Y
+ Z.2tr2
dimana kerangka
kecepatan cahaya dan
t
selang waktu menurutK.
Kalauditinjau tltik
Adari.
ker'an6ka Kl Ict
2 2
xr Yr
zj
r
+ +
xr2 + yi2 + ZtZ*
"2112
=
OPersyaratdn yanS harus diPenuhi
diruang konfigurasi
adalah berlakuhya x2+
Y2+
Z2- c2t2 = o
xr 2+ Ytza77t2 dan hubungan transformasinya adalahlinear.
xr
k(x vt)
Yr
., I _ a,
tr=a(t_bX)
dj-mana
k, a,
danb
adr,lahkonstanta
.Disubsitusj-kan harga-harga yang ada
(2 -
20)ke
dalam persamaan(2 - l-9),
makaY
(z
18)oleh transformasi lni
secara
timbal
balik - c'tr'= O (2 -
19)(2 20)
dalam persamaan
diperoleh;
2 + 2 + )))
c-a-( t'
k2
(x
2 zVXt+
Vt
2) Y L2-2bXt +
b2x2I
20
dlsusun sehingga rnenjadi;
(k
2 b2^2"2)x2 2(k2Vbu2"2)xt
* y2+Z
22 2
2k
V 2t2 (2 -
2L)(a ) c
-
-
b2 u2"2= I
2 c
Per.samaan
(2 -
"L)
serupa dengan . peraanaan (2 -
19) 'sehingga koe
fisien-koe fisiennya dapat
disanakan, dan kemudi- andiperoleh;
k2
2 2
k v ba a2
o
1
(2 -
22)..(2 -
23)k V
.
Harga-hargad, b,
dank dari
persamaan-pi'rsamaandi atas
dapatdicari,
dandari
$enyelesaiannyadiperoleh;
,a=k =(1-v21"2;*
a =
u/czlni
cocokjuga
dengantransformasi
nornentum(p)
dan energi(E)
dlmana T= o = k;
dan A= V/c'.
1Pensubsitusian harga-hatea
a, b,
dank di atas ke
da- 1am persamaan(2 - 20)
akan menghasilkan;x' = k(x -vt) (x - vt)
/c
Z Tz 2
Yr zt
_T
c
(1 -v
22
(I-V
)
z
Y
(t-
V x)c
)
tr a(t
bx)/c t
,
2t
Persamaan-pe rsanaan
(2 - 21) bisa dibalikkan atau di
songsangkan dengan Inenganggap
Kr
yang; diam dan K yan6 berge-rak
dengankelajuan -V ,
sehingga meniadi;Xt + Vtl
(v /c
2Yr lr zt (z 23b)
x
Y
tr +
(vxr,/c2)t 1-(v
I/c
2)Karena dalam Pengambilan dimana
itu
adalahr,,
denganV,
dan Yserta
Znaka persamaan
(2 - 23)
menjadi;rl'-Vt
x//v
, ad:rf ahsedangl;an X
r,
terhadap Vr
tltr
(v /c
2(Yr r,/ c?)
u2/cz)
(2 2ttt )
?.
ri
t
1
dan pe rsamaan- pe rsanaan (2 23b) yane
dibalikkarr
menjadi;r rr,
+
Vtr tt
1
(v /c
)(2
-24b)t' + ( vr:,/c
2)t
1 (v2 / c?)
)
2.3, ltensformasi
kecePatanUntuk mencari hubungan kecepatan yan6
diukur
oleh ngamat yang beradadi
keran6kainersia K
den6an yangdi oleh
pengamat yang beradadi
kerangkainersia Kr,
derpatrunkan
dari
;dr
))
pe- ukur
ditu
U
ur
dt
drtdt
Pe rsamaan- Pe rsamaan ( 2
diperoleh;
drr -
Vdt24) bila dldeferinsir
akan(2 25)
dr,1
I $2/c2) drl drr
dtr
1
N2/c2)
Harga- harga dalampersamaan kecePatan
dr,1
(U' -
Ui'
dtr
(v2/c
2dt
-(Vdr,,/c21 1 (vU ,,/ c2)dt
2 2
(v /c
)dalam
persamaan (2
di atas,
dc.nv)1 dt
- 25)
dimasukl<an kedidlpaLkan;
- (vurr/cz)
dt
1 ) 1
(v /c
2)Ull V
26)
I
(VtJ ,,/ c2 7d"l
d"r.dtr
(11-.(v
ui
(vu,,,/c2))dt "2l
,
2t
2)) 2 2
(1 (Wr,/c ur 1
(v /c
Ur=
( u,at; dt
I (v
2/c
2)a
1 (VU ,,/ cZ)Jadi; U,
=ur
I
V/c (z
26b)I
(vv,,/ c2)Kalau yang
diukur
aderlah kecep:'tau cahaya, dimana U,,= c ,
roakabila
dimasul<kanke
dalam persanaan(2 -
26)didapatkan
hasilnya;
. I c-V c-V
U
2 2
c 1 (uc/ cz)
(c - v)/c
Einstein
yangke
dua.Hasil inl
cocok denganPostulat
Persauaan
(2 - 26)
dan(2 -
26a) merupakan lrersamaantransformasi
Einstein-Lorentz
nengenai kecepatan, dim4na ke- rangkaKr
bergerak dengan kecepatanV
terh,:dep kerangika K.Jika
yang dianggap K yang bergerak terhadapKt, tentu
saja kecepatannya adalah-V
terhadapKr.
'l'rans f o rtnasinya akan menjadi;
Ujr r
+
V(2 27) U,r =
1 +
( ul,V,/c2tl
u! t -
(v2/c ,))
)
+U
ItUr= (2
-2?a)I +
( Uf,V,/c2 2
Har6a da
rl-
kecepatan U UIt 2 maka didapa tkan,2
( Utl
+V 2
U 1 (v/c
a l'
+
? 2
ui,vi2l t1
"2
( u f,V,/c2 1
1 (v
/c )1
)"2
l
t
2)U
+
1.
+
(Ul, V,/c 2(u'
2/c
2)
)
26
4:'+ a{vu,/e2)
(t
(vu,,,/c2))-1
at-
T2(r - (vu,,/cz))z
2.5.
Transformasi Gaya I'Ienurut LaurentzTransformasi
ini
didapatkandari
persamaan dinamisyang
berlaku di
kerangkaj-nersia
K maupunKr.
Adapun Persar maannya adalah;dp dpt
(2 -
29)F
dan
F(2 -
2Bb)2
(2 -
3o)dtl
Dengan menggunakan persamt an-persamaan
(2 - 15)
de.rt(2 -
?-5)dimana I
p,1
=
T(p,r- $E/c?-)), pi =
prdan kemudi.an didapatkan;
dpf,
=
T( dp-
Subsitusj-kan persamaan
(2 - dinana
dE=
U. dp=
UrrdPrr *(2 - 30)
menjadi;loa) ke
dalam persamaan (2 -
3A)U., dp.,
,
sehingga persamaanE T(E
-
Vp,,)den
dtr(vde,zc2) )
T(f -
(vu,,,/c))dt
,1 = T
(dp,,- (vu,,,/c2)dp,, -
(vu,/c2)dpr)= T(1 - (vu/cz))dp,, -
T(vu,/c2)dprdp,"
T(I Uu/cz))dp,, -
T(v,/c2)udpaT(f -
(vu,,/"2110t(dp,,,/dt) - (r - v.u/c2))-l(v/cz)u.(rip.,zdt)
dp
(? -
3L)dtr
, ,
27
dpr dpr
T- (1
(v.u,/c2)-1
gPr.dt
I
dtr
T(1 dpldpr.
- (v.U/c ))dt
r(1
1a tau (v .v/ c ))
r(1
(v .u/ c2))r,
(?.
dt dtr
F] =
T(1(v.u/c
2))r,
l)
3?-)
11)
34)
1r)
Persamean (2
J1) dapat juga ditulis
dalant bentuk dP,, dprt,(1 (v
.u/
cz))-t
(v / "2) ( u. Fr )dt dtr
+F- Fr,
+
(1 (v.u/"2))'t (v/
cz) ( u. Fr )ll
(2
8e ya
13iIa persar,,aan
didapatkan persamaan
J2
)
dan (2 - 33)
disa i-nl<;'.n akandalam bentuk;
(:
(?
rrf + Fr =
rJ,+ r(v/c2)(u.Fl) + r(1 -(v.u/c2l) rl
F +
r(1
t v.u/"2)
) n]F +
F +
r(v/c
2)(u.F])
(v.u)Fl)
8,,
+ TFr+ (r/
c2) (v (u.rr)
Menurut
analisa
vchtor(u.F:)
( v.u) FjV
V
x F,, = 0r
ma[a;Harga
J4)
maka akanFr. I *
= u x (v x Fj)
di n l<ir I'ena ,(v
di atas b1Ia'dlsubsltusikan ke
da1am persamaan F )ux(vxrl)=ux
F F x F )
dj-peroleh;
0/c2) u x (v
(2
ll + T
I
-!i l
l.
dlnaua;
28
gaya
nenurut
kerangkainersia
Iigaya yang
sejajar
dengan V menurut kerangkainersla
Krgaya yang
tegak lurus
dengan V rnenurut kerangkainersia
Krkecepatan
rel-atif F
terhr,rd4p kerangkainersia
Kkecepatan
rel-atif
keran6kaK'
tdrhadap i(1
.t'
r
F-t
U
v T
c -
1
Q2/c2)
]ie c e tratan c,-heya di-ruanB hanpa.
Persa.maan ( 2
formasi
geya antaraudalah merupokan persamaan
tr,:ns -. 1r)
K dan K
.;,,U !I
I I
KOI,ISEKUEI'IS
I
DArlI
TRANSTORILiSf
E IIISTE II{-LOREN TZTransfornasi relativitas
Eins te in-Lorentz
meninbull<ankonsekuensi-konsekuensi,
diantaranya
al<andibic:lrakan
dalamuraian
beril<ut.J.1
Penyusutan Panj ang.Panjang
suatu brtang daplt dldefinj-sik:rn
scb;-'gaija - rak antara
keduaujungnya. iiila su.tu
brtang d'I'rn
keadaanrelatif
bergerak terhadap pengamat yangin6in
mengulturnya, makaposisi
kedua ujungnyahirus dj-catat
serentr,h'Sebuah brrtang dlam pada
keriniha inersi" l.' dl'n
sej;:jar
dengan sumbuX
I.
Sebutlahke
dua ujungnyaberturut-
Luruta
danb.
Panjang batang diul<uroleh
pengamat yang diamcli
K' aualahL' = x[ - xj.
t- Pengamat diamdi
]rerangka Krnelihat
ba-tang
bergerak dengan kecepatanV
(V=
ltecepatan herangk:.r Kl terhadap kerangkaK)
dan pzinjan6batang L =
xO- x".
Dengan nenggunaltan persamaan
(2 - 23) diperoleh
hubunganantara x]
den8anx,
danxf,'
dengan xO sebaBai beril<ut;xI T(x
vt) xI
T(xvt)
a
xI
a
xl T(xb
vt)
T(xvt)
b
a
T(xb x
L
TL
l,'
adalahp:njang
batang terhadap batang (kerangkaa
yang
diukur oleh
pengamat Y:ng diamKr)
d:-nini biasa juga disinbulkan b::tang),
sedangkanL
adaLahpani -
a
dengan tro(panJan8
Pribadi
29
10
jang
b:.tang yangdiukur oleh
pen6amat yang bergereh terhadap betang dan searah dengan p.,njans batan6 denganhelajuan
V.Kalau
dituli-s kenbali
perumusan panjang batangitu,
makadi-
dapatkan dalam bentuk;
L
e2/c") TL
tro L
o
L=Lo
I
atau dalan
bentuk;a 2
1
(v /c (3-t)
Harga t-Qz/c\ l,sehlngga Lo r
Jadi
panjang batang yan6diukur
dafam keadaan sedangbergerak
lebih
pendekdari
pada panjang batangbila diukur
dalam keadaandiam.
Penendekanini dikenal
dengan sebutan pemendekanLorentz-Fitzgerekd.
J.2. Dllat"asi
lVaktufnterval w:iktu
(sel-angwaktu) dapat dikatakan
sebagai waktu yangberlalu antara
duakejadian.
Suatukejadian terja di
pada kerangkai-nersia Kr.
Pengamat yang beradadi
kerangka Kt nencatat j-nterval
walitukejadian selama tt=
tO- tl
dimana
tl
adalah waktumulai kejr.df3n,
dantf,
adalah waktukejadian berakhlr. Bagi
pengamat yang beradadi
kerangka Kyang
melihat
he jadi.an bergerak dengan kecepatanV (
V adalahkecepatan kerangka
inersia Kr
bergerak terhadap kerangka K)i-nterval wrktu
ksJa6ian yangdicatatnya t = tb - t.
.Kalau digun::kan persameen
(2 -
?.3b), tnaka akandida -
patkan har6a