• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Penentu Hasil Belajar Siswa Selama Pembelajaran Daring Di SMK Palebon Semarang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Faktor Penentu Hasil Belajar Siswa Selama Pembelajaran Daring Di SMK Palebon Semarang"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

108

Faktor Penentu Hasil Belajar Siswa Selama Pembelajaran Daring Di SMK Palebon Semarang

Devita Diana Putri1, Ahmad Nurkhin1

1 Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang, Semarang E-mail: [email protected]

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis faktor penentu hasil belajar siswa selama pembelajaran daring. Faktor yang dimaksud adalah media pembelajaran, metode mengajar, motivasi siswa, dan penggunaan internet.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X, XI, dan XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Palebon Semarang tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah siswa sebanyak 76. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis linier berganda. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa media pembelajaran, metode mengajar, motivasi siswa, dan penggunaan internet berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa selama pembelajaran daring. Metode mengajar guru menjadi faktor dominan dalam mempengaruhi hasil belajar siswa Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Palebon Semarang tahun ajaran 2021/2022 selama pembelajaran daring. Dengan demikian, metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru selama pembelajaran daring harus dijaga kualitasnya sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

Kata kunci : hasil belajar, pembelajaran daring, media pembelajaran, metode mengajar, motivasi, penggunaan internet.

Pendahuluan

Kesadaran akan pentingnya suatu pendidikan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu upaya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara intelektual, psikologi, maupun aspek sosial. Pendidikan dapat terselenggara apabila terdapat interaksi belajar mengajar. Lingkup kecil dari pendidikan adalah proses belajar mengajar di kelas.

Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang memiliki sistem atau proses yang baik.

Tahun 2020 menjadi tahun bersejarah di dunia, khususnya dalam bidang Pendidikan. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan wabah virus corona (COVID-19) sebagai pandemi (Sornsaard, 2020). Hal ini mengakibatkan ada pembatasan jarak fisik sesama manusia atau physical distancing. Di Indonesia juga terdapat kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu mewajibkan penyelenggaraan pembelajaran di seluruh wilayah dilaksanakan secara dalam jaringan. Kebijakan tersebut tentunya akan membawa dampak besar terhadap proses pembelajaran, khususnya tujuan pembelajaran yang

kurang optimal karena adanya kendala yang terjadi selama pembelajaran daring (Jusmiana, 2020).

Pembelajaran daring dilaksanakan di semua tingkatan pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tingi. Pembelajaran daring merupakan pemanfaatan jaringan internet dalam proses pembelajaran, dimana denganpembelajaran daring siswa memiliki keleluasaan waktu belajar, dapat belajar kapanpun dan dimanapun (Aji, 2020). Siswa dapat berinteraksi dengan guru menggunakan beberapa media seperti classroom, video converence, telepon atau live chat, zoom maupun melalui whatsapp group. Pembelajaran ini merupakan inovasi pendidikan untuk menjawab tantangan akan ketersediaan sumber belajar yang variatif. Dengan adanya pembelajaran seperti ini tidak memungkinkan semua siswa akan mendapat hasil yang memuaskan dalam pembelajaran online, karena semua itu akan dipengaruhi oleh beberapa faktor dan karakteristik siswa

Hasil Belajar dalam dunia pendidikan merupakan suatu bukti berhasil tidaknya seorang siswa setelah menempuh proses belajar. Hasil belajar ini tujuan akhir dari kegiatan pembelajaran di sekolah. Hasil belajar bisa ditingkatkan melalui usaha yang

(2)

109

dilakukan secara sistematis mengarah kepada perubahan yang positif. Proses pendidikan disekolah kegiatan yang paling pokok adalah kegiatan belajar mengajar, dan keberhasilan tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai peserta didik. Siswa dalam mempelajari ilmu kimia di sekolah tidak menutup kemungkinan seorang untuk tidak mengalami kesulitan, dan berakibat hasil belajarnya kurang memuaskan (Lestari, 2017)

Hasil belajar yang memuaskan harus diimbangi dengan proses belajar yang baik. Untuk mencapai proses yang baik itu dalam kegiatan belajar haruslah melibatkan semua komponen pembelajaran. Budi (2017) mengemukakan bahwa keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dapat dilihat dari hasil UTS dan UAS, dimana kedua nilai tersebut merupakan syarat untuk kenaikankelas atau untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya dan hasil belajar seorang siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berperan didalamnya. Pada pelaksanaannya keberhasilan proses pembelajaran tidak sepenuhnya terlaksana dengan baik, seringkali terdapat kendala yang ditemukan dalam proses mengajar. Akibatnya tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak tercapai secara optimal. Berdasarkan hasil prasurvey yang dilakukan diperoleh data hasil belajar siswa mata pelajaran Akuntansi pada kelas X, XI, XII di SMK Palebon Semarang

Tabel 1. Data Observasi Hasil Belajar Siswa Kelas X-XII AKL SMK Palebon Semarang 2021/2022

Nilai Keteranga

n Jumlah Siswa Presentase

< 75 Tidak

Tuntas 21 Siswa 27,4%

> 75 Tuntas 55 siswa 72,4%

Total 76 siswa

100%

Sumber: Data SMK Palebon Semarang

Kriteria ketuntasan minimum mata pelajaran akuntansi di SMK Palebon Semarang adalah 75.

Apabila terdapat siswa yang hasil belajarnya 75 atau lebih maka bisa dinyatakan bahwa siswa itu lulus atau baik, dan sebaliknya apabila terdapat siswa yang hasil belajarnya masih dibawah 75 maka hasil belajarnya

masih kurang baik. Menurut Ibnu Badar (2009) suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya jika dalam kelas tersebut terdapat ≥ 85% siswa yang tuntas belajarnya.

Dari data yang disajikan dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi masih relatif rendah. Dari 76 siswa yang tuntas dalam mata pelajaran akuntansi hanya 55 siswa dengan presentase 72,4% yang dikategorikan lulus atau baik dan 21 siswa lainnya dengan presentase 27,6% masih dikategorikan masih kurang baik atau tidak lulus.

Karena adanya anggapan bahwa selama pembelajaran daring antusias siswa sangat rendah dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa kurang serius dalam mengikuti pelajaran.

Terdapat beberapa indikator untuk mengukur kualitas pendidikan yaitu, mutu guru yang masih rendah pada semua jenjang pendidikan, alat bantu proses belajar mengajar seperti buku teks, peralatan laboratorium dan bengkel kerja yang belum memadai, dan tidak meratanya kualitas lulusan yang dihasilkan untuk semua jenjang pendidikan (Munib, 2004).

Berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan sudah sering diadakan, baik dalam bentuk perbaikan kurikulum, pelatihan dan penataran guru, maupun usaha-usaha lainnya terhadap siswa itu sendiri seperti pemantapan proses belajar mengajar, pemberian jam tambahan, namun hasil belajar yang diperoleh belum sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk mencapai hasil belajar daring yang optimal banyak faktor yang terlibat di dalamnya, antara lain media pembelajaran yang digunakan, metode yang digunakan oleh guru, motivasi yang terdapat di dalam diri siswa, dan penguasaan penggunaan internet selama pembelajaran daring.

Media pada hakikatnya yaitu segala bentuk saluran yang dapat digunakan sebagai penyaluran pesan atau informasi dan apabila dikaitkan dengan kegiatan proses belajar mengajar maka media dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi dari pengajar ke peserta didik (Putranti, 2013). Media pembelajaran diartikan sebagai sarana pembelajaran yang digunakan untuk perantara dalam proses pembelajaran. Sehingga efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pembelajaran lebih optimal.

Susanto (2019) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses pembelajaran dan berfungsi untuk

(3)

110

memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna.

Media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan rangsangan belajar siswa, meningkatkan motivasi dan dapat membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Selain itu media pembelajaran juga dapat meningkatkan pemahaman siswa, menyajikan materi dengan menarik, memudahkan menafsirkan dan mendapatkan informasi. Tujuan dari pemanfaatan media secara umum yaitu sebagai fasilitas berlangsungnya proses belajar mengajar. Bermacam-macam media dapat digunakan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian Pingge (2016) menujukan bahwa media pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar di kecamatan Kota Tambolaka, hal ini dapat dijelaskan bahwa penggunaan media yang bervariasi dapat menumbuhkan keaktifan siswa dalam belajar yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Pembuktian lainnya diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Aini (2015) menunjukan bahwa variabel media pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar di SMK Se-Gerbangkertasusila, hal ini dapat dijelaskan dalam penggunaan media pembelajaran dapat membantu anak dalam memberikan pengalaman yang bermakna dan dapat mempermudah peserta didik dalam memahami sesuatu yang abstrak menjadi lebih konkrit. Penelitian yang dilakukan oleh Zohrani (2009) menjelaskan variabel kemampuan menggunakan media pembelajaran oleh guru menunjukan ada hubungan yang positif dan signifikan pada hasil belajar SDN dikecamatan Selong, Lombokitimur. Variabel media pembelajaran menujukan kontribusinya sebesar 24,6 %. diperoleh persamaan regresi sederhana Y = 40,861+ 0,425X.

Artinya, semakin bertambah nilai kompetnsi guru dalam menggunakan media pembelajaran, maka semakin bertambah pula nilai hasil belajar siswa

Guru yang menjadi pemeran utama dalam mengelola pembelajaran khususnya di pendidikan kejuruan yaitu pembelajaran pratik, idealnya harus menguasai metode mengajar praktik yang benar, karena pembelajaran praktik memiliki karakteristik

tersendiri yang tidak dapat disamakan dengan pembelajaran teori (Lestari,2017). Metode mengajar merupakan cara menyajikan bahan pelajaran pada siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Metode mengajar mempengaruhi proses belajar. Jika metode mengajar guru cenderung membosankan, maka akan membuat siswa kesulitan dalam proses belajar. Kesulitan dalam belajar ini dapat berdampak terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Guru harus mampu menggunakan metode mengajar yang tepat, efisien dan efektif bagi siswa agar perhatian dalam kelas tertuju pada pembelajaran

Guru dalam mengajar mata pelajaran praktik terdapat 4 (empat) tahapan esensial yang harus dikuasai yaitu tahap persiapan, tahap presentasi, tahap aplikasi, dan tahap pengujian. Keempat tahapan esensial tersebut haruslah dilaksanakan oleh guru dengan melibatkan siswa secara bersama-sama mulai dari awal sampai akhir pembelajaran praktik. Dalam melaksanakan keempat tahapan esensial tersebut dituntut dapat menerapkan beberapa metode mengajar berbedayang sesuai dengan masing-masing tahapan. Terkait dengan hal tersebut Westwood (2008) mengungkapkan bahwa tingkat keefektifan seorang guru adalah guru yang tidak hanya berfokus pada salah satu metode mengajar saja. Ini artinya seorang guru idealnya tidak boleh terpaku hanya pada satu metode mengajar saja karena dalam mengajar seorang guru harus dapat menyesuaikan situasi dan kondisi agar tercipta pembelajaran yang berkualitas.

Penelitian yang dilakukan oleh Lestari (2017) menyatakan bahwa persepsi siswa kelas X di SMA Negeri Sekota Bengkulu tentang variasi gaya mengajar guru dengan hasil belajar menunjukan pengaruh yang positif dan signifikan. Pembuktian lainnya juga terlihat pada penelitian yang dilakukan oleh Lukad (2016) yaitu menunjukan adanya persepsi penguasaan metode mengajar praktik guru berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa.

Persepsi penguasaan metode mengajar praktik guru mempengaruhi hasil belajar siswa pada pembelajaran praktik. Pembelajaran praktik diadakan bertujuan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan tertentu dari siswa. Ini menunjukkan wujud nyata bahwa pentingnya guru menguasai metode mengajar praktik memang dapat memberikan pengaruh nyata bagi hasil belajar. Karena guru yang hanya

(4)

111

menjalankan pembelajaran praktik tanpa mengetahui prosedur mengajar praktik yang tepat akan sulit mencapai tujuan belajar yang diinginkan apalagi mampu mendeteksi dimana letak kesalahannya.

Salah satu tugas guru dalam proses belajar mengajar yaitu menciptakan lingkungan belajar yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Motivasi belajar adalah kecenderungan siswa untuk menemukan aktivitas belajar yangbermakna dan berharga sehingga mereka merasakan keuntungan dari aktivitas tersebut yakni hasil belajar yang memuaskan (Hendra, 2018). Motivasi dapat mempengaruhi siswa saat mereka akan mempelajari materi yang baru atau pada saat mereka akan melakukan pekerjaan dari ketrampilan, strategi, dan perilaku yang sebelumnya telah dipelajari, dimana semua itu mempunyai implikasi yang penting bagi sekolah. Selain itu motivasi juga dapat mempengaruhi apa, kapan, dan bagaimana siswa belajar. Siswa yang termotivasi belajar mereka akan menunjukkan antusiasme terhadap aktivitas – aktivitas belajar, serta memberikan perhatian penuh terhadap yang diinstruksikan oleh guru, serta memiliki komitmen yang tinggi untuk mencapai tujuan belajar.

Berbagai hal yang terkandung dalam berbagai istilah tentang motivasi antara lain adalah keinginan, harapan, kebutuhan, tujuan, sasaran, dorongan dan insentif. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi adalah keadaan kejiwaan yang mendorong, mengaktifkan atau menggerakkan dan motivasi itulah yang mengarahkan dan menyalurkan perilaku, sikap seseorang yang selalu dikaitkan dengan pencapaian tujuan. Daud (2012) mengemukakan bahwa bagaimanapun motivasi didefinisikan, terdapat tiga komponen utamanya, yaitu kebutuhan, dorongan, dan tujuan. Kebutuhan, apabila mereka merasa adanya kekurangan dalam dirinya. Kebutuhan timbul atau diciptakan apabila dirasakan adanya ketidakseimbangan antara apa yang dimiliki dengan apa yang menurut persepsi yang dimilikinya.

Berdasarkan penelitian Hendra (2018) menyatakan bahwa motivasi belajar mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Kekuatan hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa adalah sangat kuat. Dengan memberikan motivasi-motivasi yang kuat dan tinggi dalam pembelajaran maka akan memberikan dampak

yang bersifat positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa SMK. Sehingga optimalisasi tujuan belajar berupa hasil belajar siswi dapat tercapai.

Penelitian lainnya yang dilakukan oleh (Daud, 2017) menunjukan bahwa semakin tinggi motivasi belajar maka akan semakin baik pula hasil belajar siswa di SMA Negeri kota Palopo. Hal ini menunjukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa.

Perkembangan teknologi mempunyai peran dan ikut memberikan arah perkembangan dalam dunia pendidikan. Sejarah perkembangan pendidikan dan teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk penyampaian pesan kepada orang banyak. Salah satu wujud perkembangan teknologi informasi adalah Internet yang mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada jalur yang baru dan media internet menyediakan materi pembelajaran yang tidak terbatas dan dapat diakses kapan dan dimana saja sesuai dengan keperluan. Aulia (2016) mengemukakan penggunaaan internet di bidang pendidikan diperuntukkan bagi semua pihak, baik untuk Kepala Sekolah, Staf Karyawan, Guru dan siswa tergantung fungsi pemanfaatan internetnya.

Manfaat internet bagi guru sebagai media untuk mempermudah mencari bahan ajar yang nantinya akan disampaikan kepada peserta didik, sehingga memudahkan guru mengembangkan materi ajarnya.

Bagi siswa pemanfaatan internet bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan siswa serta memudahkan siswa mencari informasi mengenai materi yang dipelajarinya.

Penelitian yang dilakukan oleh Aulia (2016) menyatakan bahwa pengaruh pemanfaatan internet terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan, terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan internet dengan hasil belajar. Selain itu didapat pula pengaruh yang positif pemanfaatan internet terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XII IPS di MAN 2 Kandangan, semakin besar siswa memanfaatkan internet maka dapat dipastikan semakin tinggi pula hasil belajarnya.

Penelitian lainnya juga dilakukan oleh Nurul (2017) yang menyatakan ada pengaruh pengunaan internet terhadap hasil belajar siswa di SMK Nurul Huda Sukaraja OKU Timur. Semakin banyak referensi yang digunakan terlebih adanya internet sangat

(5)

112

berpengaruh positif dan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap hasil belajar siswa.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis adanya pengaruh media pembelajaran, metode mengajar, motivasi siswa, dan penggunaan internet terhadap hasil belajar siswa;

menguji dan menganalisis pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa; menguji dan menganalisis pengaruh metode mengajar terhadap hasil belajar siswa; menguji dan menganalisis pengaruh motivasi siswa terhadap hasil belajar siswa; serta menguji dan menganalisis pengaruh penggunaan internet terhadap hasil belajar siswa kelas X-XII AKL SMK Palebon Semarang tahun ajaran 2021/2022.

Materi dan Metode

Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan dokumen berupa nilai siswa. Data yang telah diperoleh selanjutnya ditabulasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis linier berganda. Penelitian ini menggunakan SPSS Statistics 22.0 sebagai alat bantu dalam proses pengolahan data. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Palebon Semarang tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah 76 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh yaitu seluruh siswa kelas X-XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Palebon Semarang tahun ajaran 2021/2022 dijadikan sebagai responden.

Variabel dependen pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari media pembelajaran, metode mengajar, motivasi siswa dan penggunaan internet. Variabel hasil belajar belajar menggunakan nilai akhir siswa pelajaran akuntansi yang terdiri dari nilai harian, ulangan, dan semesteran yang telah dirata-rata.

Variabel media pembelajaran diukur menggunakan indikator yang diadopsi dari penelitian Sofyan (2016) dan (Sanjaya & Wina, 2013) yaitu kemudahan media, kesesuaian media dengan materi, dan kemernarikan media. Variabel metode mengajar diukur menggunakan indikator yang diadopsi dari

penelitian Monawati (2018) yaitu kesesuaian metode mengajar dengan situasi dan waktu pembelajaran, kemampuan berkomunikasi, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, dan mengadakan variasi.

Variabel motivasi siswa diukur menggunakan indikator yang diadopsi dari penelitian Hendra (2018) yaitu adanya keinginan untuk belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, dan durasi kegiatan belajar.

Variabel penggunaan internet diukur menggunakan indikator yang diadopsi dari penelitian Budhianto (2020) yaitu minat belajar dalam mengakses internet, kepuasan menggunakan internet, biaya penggunaan internet, dan kemudahan mengakses internet.

Hasil Dan Pembahasan

Hasil analisis statistik deskriptif variabel disajikan sebagai berikut:

Tabel 2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Sumber: Data penelitian diolah, 2022

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif pada Tabel 2, dapat disimpulkan bahwa hasil belaja siswa kelas X-XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Palebon Semarang tahun ajaran 2021/2022 menunjukan nilai rata-rata sebesar 75,97 dengan persentase siswa yang tuntas sebesar 72,4% dan tidak tuntas sebesar 27,6%. Hasil analisis deskriptif variabel media pembelajaran dari 9 item pernyataan yang diberikan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 37.57. Nilai rata-rata media pembelajaran siswa kelas X-XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Palebon Semarang ajaran 2021/2022 berada pada kategori sangat baik dengan persentase 64,5%. Hasil analisis deskriptif variabel metode mengajar dari 13 item pernyataan yang diberikan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 56.2. Nilai rata-rata metode mengajar siswa kelas X-XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Palebon Semarang ajaran 2021/2022

(6)

113

berada pada kategori sangat baik dengan persentase 48.7%

Hasil analisis deskriptif variabel motivasi siswa dari 7 item pernyataan yang diberikan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 30.26. Nilai rata-rata motivasi siswa kelas X-XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Palebon Semarang ajaran 2021/2022 berada pada kategori tinggi dengan persentase 43,4%. Hasil analisis deskriptif variabel penggunaan internet dari 11 item pernyataan yang diberikan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 47,04. Nilai rata-rata penggunaan internet siswa kelas X-XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Palebon Semarang ajaran 2021/2022 berada pada kategori sangat baik dengan persentase 59.2%

Uji prasyarat dilakukan sebelum analisis regresi yaitu terdiri dari uji normalitas, multikolinieritas, dan

heteroskedastisitas. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai Monte Carlo Sig. (2-tailed) lebih besar dari tingkat signifikansi 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual dalam penelitian ini berdistribusi normal. Uji multikolinearitas menunjukkan bahwa nilai tolerance > 0.10 dan nilai VIF < 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel pada penelitian ini.

Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan uji Rank S’pearman dengan nilai absolut residual > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas antar variabel independen dan variabel dependen.

Analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan dalam penelitian ini menghasilkan koefisien regresi sebagai berikut

Tabel 3. Hasil Uji Analisis Linier Berganda

Sumber: Data yang diolah, 2022

Berdasarkan tabel 3 diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = 37,082 + 0,427Media Pembelajaran + 0,426Metode Mengajar + 0,404Motivasi Siswa +0,237Penggunaan Internet

Pengaruh Media Pembelajaran, Metode Mengajar, Motivasi Siswa, dan Penggunaan Internet terhadap Hasil Belajar Siswa

Hasil pengujian hipotesis pertama adalah media pembelajaran, metode mengajar, motivasi siswa dan penggunaan internet secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X-XII Akuntansi Keuangan dan Lembaga SMK Palebon Semarang tahun ajaran 2021/2022. Hal ini

ditunjukkan oleh uji hipotesis yang menghasilkan nilai F sebesar 41.617 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa H1 diterima. Dari hasil penelitian ini semakin menjelaskan bahwa hasil belajar dapat dipengaruhi oleh media pembelajaran, metode mengajar, motivasi siswa dan penggunaan internet.

Besarnya kontribusi pengaruh antara media pembelajaran, metode mengajar, motivasi belajar siswa, dan penggunaan internet terhadap hasil belajar siswa dapat diketahui dari nilai R2 sebesar 70,1%. Hal ini berarti bahwa media pembelajaran, metode mengajar, motivasi belajar siswa dan penggunaan internet saling mendukung dalam memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X-XII AKL SMK Palebon Semarang ajaran 2021/2022.

(7)

114

Sisanya 29,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.

Hasil penelitian relevan dengan teori behavioristik yang diungkapkan oleh Semiun (2020) yang menunjukan bahwa behavioristik mengamati atau melihat perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret.

Hal ini karena stimulus yang diberikan melalui media pembelajaran, metode mengajar, motivasi siswa, dan penggunaan internet sehingga siswa dengan mudah menerima materi dengan baik sehingga menghasilkan respon yang dapat diukur dengan nilai siswa.

Variabel independen saling mempengaruhi terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh media pembelajaran yang digunakan ketika daring, bentuk metode apa yang sesuai ketika pembelajaran daring, seberapa tinggi motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan penggunaan internet oleh siswa selama pembelajaran daring. Semua faktor tersebut mempengaruhi hasil belajar siswa selama pembelajaran daring

Pengaruh Media Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Siswa

Hasil hipotesis kedua menunjukan bahwa media pembelajaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X-XII AKL SMK Palebon Semarang ajaran 2021/2022.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,427 dan hasil uji parsial (t) menunjukan signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa H2 diterima. Hal ini mengartikan bahwa kenaikan media pembelajaran sebesar satu satuan akan berpengaruh sebesar 0,427 terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan berdasarkan uji pengaruh secara parsial menunjukan bahwa pengaruh langsung variabel media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa adalah sebesar 10,95%.

Hasil analisis deskriptif menujukan variabel media pembelajaran dalam kategori sangat baik, dilihat dari nilai rata-ratanya sebesar 37,5%. Hal ini berarti siswa kelas X-XII AKL SMK Palebon Semarang merasakan kemudahan media yang digunakan, kesesuaian materi dengan media, dan kemenarikan media sehingga

dapat meningkatkan hasil belajar siswa selama pembelajaran daring

Hasil penelitian relevan dengan teori behavioristik yang diungkapkan oleh Semiun (2020) yang menunjukan bahwa behavioristik mengamati atau melihat perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret.

Hal ini karena stimulus yang diberikan melalui media pembelajaran yang digunakan oleh guru dapat dipahami dengan mudah oleh siswa, media yang digunakan relevan dengan materi yang diajarkan dan kemenarikan media yang digunakan, siswa dengan mudah menerima materi dengan baik sehingga menghasilkan respon yang dapat diukur dengan nilai siswa.

Penelitian terdahulu yang sejalan dengan hasil penelitian peneliti adalah penilitian oleh Lukad (2016) menjelaskan jika media pembelajaran yang baik dan tepat maka semakin baik pula hasil belajar yang didapatkan siswa. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pingge & Wangid (2016), Kurniawan (2017), dan Rohani (2019) menunjukan bahwa media pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa.

Berdasarkan hasil analisis di atas menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian media pembelajaran sangatlah diperlukan untuk mendukung tercapainya hasil belajar yang baik. Ketika pembelajaran daring media merupakan bahan utama dalam penyampaian materi. Jika media yang digunakan dapat dipahami oleh siswa, memudahkan siswa dalam pelaksanaannya, relevan dengan materi, dan menarik dalam penyajiannya akan berpengaruh terhadap respon yang diterima oleh siswa. Jika siswa semakin mudah menerima pelajaran dengan baik, maka berpengaruh juga terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

Pengaruh Metode mengajar terhadap Hasil Belajar Siswa

Hasil hipotesis ketiga menunjukan bahwa metode mengajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X-XII AKL SMK Palebon Semarang ajaran 2021/2022. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai koefisien regresi

(8)

115

sebesar 0,426 dan hasil uji parsial (t) menunjukan signifikansi 0,004 < 0,05 yang berarti bahwa H3 diterima. Hal ini mengartikan bahwa kenaikan metode mengajar sebesar satu satuan akan berpengaruh sebesar 0,426 terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan berdasarkan uji pengaruh secara parsial menunjukan bahwa pengaruh langsung variabel metode mengajar terhadap hasil belajar siswa adalah sebesar 20,52%.

Hasil analisis deskriptif menujukan variabel metode mengajar dalam kategori sangat baik, dilihat dari nilai rata-ratanya sebesar 56,1%. Hal ini berarti siswa kelas X-XII AKL SMK Palebon Semarang mendapatkan metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan waktu pembelajaran, kemampuan berkomunikasi guru yang bauk, kesesuaian metode mengajar dengan tujuan pembelajaran dan adanya variasi ketika pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa selama pembelajaran daring.

Hasil penelitian relevan dengan teori behavioristik yang diungkapkan oleh Semiun (2020) yang menunjukan bahwa behavioristik mengamati atau melihat perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret.

Hal ini karena stimulus yang diberikan melalui metode mengajar yang digunakan oleh guru melalui kesesuaian situasi mengajar, kemampuan berkomunikasi, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran dan variasi ketika mengajar menjadikan siswa dengan mudah menerima materi dengan baik sehingga menghasilkan respon yang dapat diukur dengan nilai siswa.

Penelitian terdahulu yang sejalan dengan hasil penelitian peneliti adalah penelitian oleh Lukad (2016) yang menjelaskan bahwa penguasaan metode mengajar oleh guru mempengaruhi hasil belajar siswa pada pembelajaran praktik. Pembelajaran praktik bertujuan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan tertentu dari siswa. Ini menunjukan wujud nyata bahwa pentingnya guru menguasai metode mengajar yang dapat memberikan pengaruh nyata bagi hasil belajar.

Penelitian yang sejalan dilakukan oleh Lestari ( 2017), Kurniawan (2017), dan Nasution (2017) yang menunjukan bahwa adanya pengaruh yang positif signifikan dan memiliki hubungan yang kuat metode

mengajar terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dengan adanya penggunaan metode pembelajaran yang baik dan tepat.

Berdasarkan hasil analisis diatas menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara metode mengajar terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian metode mengajar sangatlah diperlukan untuk mendukung tercapainya hasil belajar yang baik.

Metode yang digunakan ketika pembelajaran daring dan luring tentu berbeda. Ketika pembelajaran daring guru mempunyai peranan yang sangat penting untuk bisa mengelola kelas dengan baik, mencari metode yang tepat agar siswa selama pembelajaran daring bisa menerima materi dengan mudah tanpa tatap muka secara langsung. Jika metode mengajar yang digunakan sangat baik tentu siswa akan menerima materi dengan baik. Semakin baik metode mengajar yang digunakan semakin baik hasil yang dicapai oleh siswa.

Pengaruh Motivasi Siswa terhadap Hasil Belajar Siswa

Hasil hipotesis keempat menunjukan bahwa motivasi belajar siswa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X-XII AKL SMK Palebon Semarang ajaran 2021/2022.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,404 dan hasil uji parsial (t) menunjukan signifikansi 0,014 < 0,05 yang berarti bahwa H4 diterima. Hal ini mengartikan bahwa kenaikan motivasi belajar siswa sebesar satu satuan akan berpengaruh sebesar 0,404 terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan berdasarkan uji pengaruh secara parsial menunjukan bahwa pengaruh langsung variabel motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa adalah sebesar 8,23%.

Hasil analisis deskriptif menujukan variabel motivasi belajar siswa dalam kategori tinggi, dilihat dari nilai rata-ratanya sebesar 30,2%. Hal ini berarti siswa kelas X-XII AKL SMK Palebon Semarang mempunyai keinginan belajar, harapan dan cita-cita masa depan dan kegiatan belajar yang tinggi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa selama pembelajaran daring

Hasil penelitian relevan dengan teori behavioristik yang diungkapkan oleh Semiun (2020) yang

(9)

116

menunjukan bahwa behavioristik mengamati atau melihat perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret.

Penerapan teori ini dalam pembelajaran yaitu adanya rangsangan dan penguatan untuk siswa yang dilakukan oleh guru. Dengan adanya rangsangan tersebut siswa akan memiliki motivasi belajar yang tinggi dan berpengaruh terhadap hasil belajar

Penelitian terdahulu yang sejalan dengan hasil penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Hendra (2018) menunjukan adanya pengaruh positif motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. Dengan memberikan motivasi yang kuat atau tinggi maka akan memberikan dampak yang bersifat positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Sehingga optimalisasi tujuan belajar berupa hasil belajar siswa dapat tercapai. Penelitian lainnya juga dilakukan oleh Daud (2017) dan Putri (2013) yang menunjukan bahwa adanya pengaruh motivasi belajar siswa yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Semakin tinggi motivasi belajar siswa semakin baik pula hasil belajar yang dicapai

Berdasarkan hasil analisis diatas menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian motivasi belajar sangatlah diperlukan untuk mendukung tercapainya hasil belajar yang baik. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan berbeda hasilnya dengan siswa yang memiliki motivasi rendah. Siswa yang memiliki motivasi tinggi akan merasa tidak puas dengan hasil yang dicapai, maka siswa tersebut akan selalu merasa ada dorongan untuk berproses lebih baik dan mencapai hasil yang maksimal. Semua ini didorong karena adanya tujuan, kebutuhan atau keinginan belajar dari diri siswa itu sendiri. Sehingga tinggi rendahnya motivasi belajar ini berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Pengaruh Penggunaan Internet terhadap Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan internet oleh siswa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X-XII AKL SMK Palebon Semarang.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,237 dan hasil uji parsial (t)

menunjukan signifikansi 0,012 < 0,05 yang berarti bahwa H5 diterima. Hal ini mengartikan bahwa kenaikan penggunaan internet sebesar satu satuan akan berpengaruh sebesar 0,237 terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan berdasarkan uji pengaruh secara parsial menunjukan bahwa pengaruh langsung variabel penggunaan internet terhadap hasil belajar siswa adalah sebesar 8.58%.

Hasil analisis deskriptif menujukan variabel penggunaan internet dalam kategori sangat baik, dilihat dari nilai rata-ratanya sebesar 47,03%. Hal ini berarti siswa kelas X-XII AKL SMK Palebon Semarang memiliki minat belajar dalam mengakses internet, puas menggunakan internet ketika pembelajaran, dapat memenuhi biaya internet, dan mudah mengakses internet selama pembelajaran untuk menunjang pembelajaran jarak jauh sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa selama pembelajaran daring.

Hasil penelitian relevan dengan teori behavioristik yang diungkapkan oleh Semiun (2020) bahwa behavioristic merupakan hubungan antara stimulus dan repon. Penggunaan internet merupakan salah satu stimulus yang mendukung selama proses pembelajaran. Dengan adanya internet sangan membantu siswa dalam pembelajaran jarak jauh sehingga dapat menunjang hasil belajar siswa yang baik.

Penelitian terdahulu yang sejalan dengan hasil penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Nurul & Sukaraja (2017) menujukan adanya pengaruh positif penggunaan internet terhadap hasil belajar siswa. Sumber belajar dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik, semakin banyak referensi yang digunakan sebagai acuan terlebih dengan adanya internet sangat memberi dampak positif dan mampu memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap hasil belajar yang akan diraih peserta didik. Penelitian lainnya juga dilakukan oleh Aulia (2016) dan Utomo (2012) yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penggunaan internet dan hasil belajar siswa. Semakin banyak referensi yang digunakan terlebih adanya interet sangat berpengaruh dan memberikan manfaat yang cukup besar terhadap hasil belajar siswa.

Berdasarkan hasil analisis diatas menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara penggunaan internet

(10)

117

terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian penggunaan internet sangatlah diperlukan untuk mendukung tercapainya hasil belajar yang baik.

Karena selama pembelajaran daring materi yang diberikan oleh guru terbatas dan penjelasan materi juga terbatas. Siswa harus mampu mencari materi tambahan dari beberapa sumber agar materi yang didapatkan jauh lebih luas. Siswa harus menguasai dalam menggunakan internet sebagai tambahan media pembelajaran daring, semakin baik penggunaan internet oleh siswa semakin baik hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran, metode mengajar, motivasi siswa, dan penggunaan internet secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa,. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara metode mengajar terhadap hasil belajar siswa. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi siswa terhadap hasil belajar siswa. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan internet terhadap hasil belajar siswa.

Hasil penelitian menunjukkan metode mengajar berada pada kategori sangat baik, sehingga hasil belajar perlu dipertahankan dan ditingkatkan dengan memberikan metode mengajar yang sesuai bagi siswa agar lebih mudah dalam menerima materi yang diberikan. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan variabel independen lain yang memiliki pengaruh terhadap variabel hasil belajar siswa yang belum diteliti pada penelitian ini.

Ucapan Terima Kasih

Peneliti menyadari bahwa keberhasilan penulisan artikel ini tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih terkhusus kepada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.

Daftar Pustaka

1. Ahmad, M. (2004). Pengantar Ilmu Pendidikan. UPT MKK UNNES.

2. Aini, S. N., & Sudira, P. (2015). Pengaruh strategi pembelajaran, gaya belajar, sarana praktik, dan media terhadap hasil belajar patiseri SMK se-Gerbangkertasusila. Jurnal Pendidikan Vokasi, 5(1), 88.

https://doi.org/10.21831/jpv.v5i1.6077 3. Aji, W., Dewi, F., Kristen, U., & Wacana, S.

(2020). Dampak Covid-19 Terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 55–61.

4. Aulia, N., Normelani, E., Aristin, N. F., &

Geografi, H. B. (2016). Pengaruh Pemanfaatan Internet Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XII IPS MAN 2 Kandangan. Jurnal Pendidikan Geografi, 3(4), 28–39.

5. Budhianto, B. (2020). Analisis Perkembangan dan Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pembelajaran Daring (e-learning ). Jurnal AgriWidya, 1(1), 11–29.

6. Daud, F. (2017). Pengaruh Kecerdasan Emosional ( EQ ) dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa SMA 3 Negeri Kota Palopo. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 19(2), 243–255.

7. Hendra. (2018). Pengaruh Motivasi Terhadap Hasil Belajar Siswa SMK. Jurnal Inovasi Vokasional Dan Teknologi, 18(1), 25–30.

8. Ibnu Badar, T. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif dan Kontekstual. Kencana.

9. Jusmiana, A. (2020). Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP di Era Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 1–11.

10. Kurniawan, B. (2017). Studi Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif. Jurnal of Mechanical Engineering

(11)

118

Education, 4(2), 156–162.

11. Lestari, I. A., Amir, H., & Rohiat, S. (2017).

Hubungan Persepsi Siswa Kelas X MIPA di SMA Negeri Se-Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2016/2017 tentang Variasi Gaya Mengajar Guru dengan Hasil Belajar Kimia.

Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kimia, 1(2), 113–116.

12. Lukad, V. (2016). The Teaching and Learning of Automotive Electrical. Jurnal Pendidikan Vokasi, 6(1), 111–120.

13. Monawati., M., & Fauzi., F. (2018).

Hubungan Kreativitas Mengajar Guru Dengan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Pesona Dasar, 6(2), 33–43.

https://doi.org/10.24815/pear.v6i2.12195 14. Nasution, M. K. (2017). Penggunaan Metode

Mengajar Dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan, 11(1), 9–16.

15. Nurul, S., & Sukaraja, H. (2017). Pengaruh Penggunaan Internet Terhadap Hasil Belajar IPS Peserta Didik Kelas X SMK Nurul Huda Sukaraja Oku Timur. Jurnal Ilmu Pendididkan Dan Ekonomi, 1(1), 58–64.

16. Pingge, H., & Wangid, N. (2016). Factor’s Affecting Student Learning Outcomes Elementary Scholl Student’s in District Tambolaka. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 2(1), 146–167.

17. Putranti, N. (2013). Cara Membuat Media Pembelajaran Online Menggunakan Edmodo.

Jurnal Pendidikan Informatika Dan Sains, 2(2), 139–147.

18. Putri, D. T. N. (2013). Pengaruh Minat dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Pengantar Administrasi

Perkantoran. Jurnal Pendidikan Bisnis Dan Manajemen, 1(2), 118–124.

19. Rohani, R. (2019). Media Pembelajaran.

Jurnal Ilmu Pendidikan, 1, 34–39.

20. Sanjaya, & Wina. (2013). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana.

21. Semiun, Y. (2020). Teori-Teori Kepribadian Behaviorostik (Kanisius (ed.)).

22. Sofyan, H. (2016). Penyusunan Panduan Praktikum (Applied Ap). UNY Press.

23. Sornsa-ard, T., Niramitsantiphong, A., &

Liawrungrueang, W. (2020). Management of Traumatic Spinal Fracture in the Coronavirus Disease 2019 Situation. Asian Spine Journal,

14(3), 385–387.

https://doi.org/10.31616/asj.2019.0183 24. Susanto. (2019). Media Pembelajaran

Sejarah Era Teknologi Informasi (Konsep Dasar, Prinsip Aplikatif, dan Perancanangannya) (B. Subiyakto (ed.)).

Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat.

25. Utomo, J. B. (2012). Hubungan Antara Penggunaan Internet sebagai Media Pembelajaran dengan Hasil Belajar TIK SMA N 1 Purbalingga. Universitas Negeri Yogyakarta.

26. Westwood. (2008). What teachers need to know about teaching methods. Australia:

ACER Press2008.

27. Zohrani. (2009). Determinasi guru terhadap hasil belajar siswa kelas VI di Sekolah Dasar Negeri di kecamatan Selong kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 1–23.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan rumusan masalah dan permasalahan pembelajaran yang telah diuraikan dalam latar belakang, maka peneliti akan menerapkan penggunaan bahan alam sebagai media

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang eksperimentasi pembelajaran matematika melalui metode

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka yang menjadi masalah umum dalam penelitian ini adalah ³ DSDNDK dengan menggunakan metode diskusi dalam

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas sumber daya

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Model pembelajaran NHT

Berdasarkan latar belakang masalah dan perumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui, menganalisis,

Berdasarkan kajian latar belakang tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan menguji efektifitas model pembelajaran Reciprocal Teaching Pair Share

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang ada, rumusan masalah pada penelitian ini adalah : Apakah ada pengaruh penggunaan media pembelajaran video animasi PowToon terhadap