• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUBAHAN LEMBAGA DAN ORGANISASI KEAGAMAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERUBAHAN LEMBAGA DAN ORGANISASI KEAGAMAAN"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PERUBAHAN LEMBAGA DAN ORGANISASI KEAGAMAAN

Dr. Argyo Demartoto, M.Si Program Studi Sosiologi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret

(2)

Pengertian Lembaga dan Organisasi Keagamaan

Lembaga atau institusi (Macmillan)

Seperangkat hubungan norma-norma, keyakinan-keyakinan, dan nilai-nilai yang nyata, yang terpusat pada kebutuhan-kebutuhan sosial dan serangkaian tindakan yang penting dan berulang.

Lembaga atau institusi (Schmidt)

Sekumpulan orang yang memiliki hubungan yang teratur dengan memberikan definisi pada hak, kewajiban, kepentingan, dan tanggungjawab bersama.

(3)

Organisasi (umum)

Rangkaian kegiatan kerjasama yang dilakukan beberapa orang dalam upaya mencapai tujuan yang ditetapkan.

Organisasi (Peter M. Blau & W. Richard Scott)

Organisasi itu memiliki tujuan dan memiliki sesuatu yang formal, ada administrasi staf yang biasanya eksis dan bertanggung jawab serta adanya koordinasi dalam melaksanakan kegiatan anggotanya.

(4)

Organisasi Keagamaan

Perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam lingkup suatu agama tertentu.

Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

(5)

Lembaga Agama (Emile Durkheim)

Suatu sistem yang didalamnya terdapat praktek yang berhubungan dengan agama, kepercayaan dan hal-hal suci yang berguna untuk mempersatukan umat.

Emilie Durkheim berpendapat bahwa agama adalah sistem tepadu yang tediri atas kepercayaan dan praktek yang berhubungan dengan hal-hal suci dan bahwa kepecayaan dan juga praktek tersebut mempesatukan semua orang yang beriman kedalam satu komunitas yang dinamakan umat.

Jadi, lembaga agama adalah sistem keyakinan dan praktek keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan.

(6)

Fungsi Lembaga Agama

• Sebagai sebuah pedoman hidup umat beragama

• Sebuah sumber kebenaran

• Sebagai yang mengatur tata cara hubungan antara manusia sama manusia dan manusia dengan Tuhan

• Sebagai tuntunan prinsip benar dan salah

• Pedoman pengungkapan perasaan persaudaraan didalam suatu agama yang mewajibkan berbuat baik terhadap sesama manusia

• Menjadi pedoman keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup didunia adalah ciptaan tuhan

• Sebagai pedoman kebenaran yang pada hakikatnya makhluk hidup di dunia merupakan ciptaan tuhan.

(7)

Macam-Macam Lembaga Agama

Islam = Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Kristen = Persekutuan Gereja-Gereje Indonesia (PGI) Katolik = Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Hindu = Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)

Buddha = Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI)

Khonghucu = Majelis Tinggi Khonghucu Indonesia (MATAKIN)

(8)

Lembaga dan Organisasi Islam di Indonesia

MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang merupakan lembaga yang mewadahi para ulma, zu’ama, serta cendikiawan islam di Indonesia untuk membimbing, membina, serta mengayomi kaum muslimin diseluruh Indonesia.

Tujuan:

1. Untuk membantu pemerintah dalam melakukan hal-hal yang menyangkut dengan umt islam, seperti mengeluarkan fatwa dalam kehalalan makanan

2. Penentuan kebenaran sebuah aliran dalam agama islam

3. Dan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seorang penganut agama islam dengan lingkungannya

(9)

Peranan MUI:

1. Sebagai pengawal bagi penganut agama islam

2. Sebagai pemberi adukasi dan pembimbing bagi penganut agama islam

3. Sebagai penjaring kader-kader yang lebih baik

4. Sebagai pemberi solusi bagi masalah keagamaan di dunia internasional

5. Sebagai perumus konsep pendidikan islam 6. Sebagai pengawal konten dalam media massa

7. Sebagai organisasi yang menjalankan kerjasama dengan organisasi keagamaan

(10)

Contoh Organisasi Islam di Indonesia

Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan sebuah organisasi islam terbesar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926. Sejarah berdirinya NU ini sangat berkaitan erat dengan keterbelakangan, baik itu secara mental maupun secara ekonomi yang dialami oleh bangsa Indonesia, sebagai akibat dari penajajahan maupun akibat dari kungkungan tradisi. Hal itulah yang menggugah kesadaran para kaum- kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa, melalui jalan pendidikan dan organisasi.

Tujuan dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sendiri adalah menegakkan ajaran islam menurut paham Ahlussunnah Waljama’ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

(11)

Muhammadiyah

Muhammadiyah didirikan oleh Muhammad Darwis yang kemudian dikenal dengan KH Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912.

Adapun tujuan dari didirikannya Muhammadiyah adalah:

1. Pengembalian ajaran islam pada ajaran murni menurut Al-Qur’an dan Hadist

2. Peningkatan pendidikan dan oengajaran yang berlandaskan agama islam

3. Pendorong umat islam untuk hidup selaras dengan ajaran agama islam

4. Pembinaan dan penyiapan generasi muda agar kelak dapat menjadi pemimpin masyarakat, agama, dan bangsa yang adil dan makmur

5. Berusaha meningkatkan kesejahteraan hidup umat manusia pada umumnya dan umat islam pada khususnya

6. Ikut menyantuni anak-anak yatim piatu

(12)

Lembaga Agama Kristen Katholik

Gereja Katholik Indonesia dimulai dengan pewartaan injil secara kontinu oleh Serikat-serikat Biarawan. Sedangkan struktur Hierarki Gereja Katholik berdasarkan dekrit Sri Paus yang dibagi tujuh provinsi (Jakarta, Semarang, Medan, Pontianak, Padang, Ende, Merauke) gerejawi yang berstatus Keuskupan Agung, dan tiap Keuskupan Agung membawahi beberapa Keuskupan Sufragan.

(13)

Dalam struktur pelayanan dan penggembalaan Gereja Katholik terdapat pula adanya Karya kepausan yang terdiri dari lima segi, Union Missionary (Persatuan Missi Kepausan), Serikat penyebaran Iman, Serikat Santo Petrus Rasul (mengurus tentang seminari dan pendidikan), Serikat Kanak-kanak Suci dan Kaum Remaja, Apostolat dari Anak-anak untuk Anak-anak.

Karya Kepausan tersebut bertujuan untuk mengajar seluruh umat berdoa dalam memenuhi perintah Tuhan yaitu menyebarkan agama keseluruh bangsa, dengan kata lain

“Evangelisasi”(penginjilan).

(14)

Lembaga Agama Hindu

Parisada Hindu Dharma yang dulu bernama Parisada Hindu Bali didirikan pada tanggal 23 Februari 1959. Sebagimana yang tersebut di dalam “Piagam Parisada” bahwa lembaga ini bertujuan untuk mengatur, memupuk dan memperkembangkan kehidupan umat yang memeluk agama Hindu.

Dalam hal lembaga-lembaga, dalam agama Hindu terdapat Lembaga teologi, dalam artian tata keagamaan meliputi kesulinggihan/ pendeta, upacara dan tempat suci.

Selain itu, ada juga Lembaga yang lain meliputi Awig-awig Krama Subak, Dharma Laksana Desa, Yayasan pendidikannya adalah yayasan Dwijendral. Dalam hal hubungan antar lembaga-lembaga yang lain adalah dilakukan sebagai rasa tanggung jawab urusan ke dalam maupun ke luar yang dilakukan oleh pimpinan Parisada.

(15)

Lembaga Agama Budha

GTI (Gabungan Tri Dharma Indonesia) yang terdiri di Jakarta pada masa penjajahan Belanda bertujuan untuk mempelajari agama Budha, Konghucu dan Lautse. Perkumpulan ini pula yang mempelopori perkembangan agama Budha pada masa penjajahan dan setelah kemerdekaan Indonesia.

(16)

1. Dalam tahun 1945 perkembangan agama Budha secara organisir dimulai, dengan berdirinya persaudaraan Upasakan dan Upasika Indonesia (PUUI). Tujuan dari berdirinya PUUI adalah sebagai alat bantu Bikkhu Ashin Jinarkkhita dalam usahanya menyebarkan agama Budha di Indonesia.

2. Pada tahun 1958 usaha tersebut membuahkan hasil dan penganut umat Budha di Indonesia bertambah sehingga memungkinkan didirikannya Perhimpunan Buddhis Indonesia yang kemudian terkenal dengan sebutan Perbudhi.

3. Dalam tahun 1959 di Indonesia telah ditasbihkan beberapa bikkhu, selain itu berdatangan juga bhikkhu dari luar negeri, maka didirikanlah Sangha yakni persaudaraan antar bhikkhu dan samanera dengan nama Sangha Suci Indonesia, yang dalam perkembangannya berganti nama menjadi Maha Sangha Indonesia.

(17)

Majelis-majelis agama Budha yang ada di Indonesia dihimpun dalam wadah tunggal dengan nama Majelis Agung Agama Budha Indonesia (MABI), tetapi kemudian Mabi diganti menjadi Perwalian Umat Budha Indonesia (WALUBI) di mana seluruh majelis agama Budha yang ada di Indonesia menjadi anggota seperti Sangha Agung Indonesia, Sangha Theravada Indonesia dan Sangha Mahayana Indonesia.

(18)

Perubahan Organisasi Keagamaan

Pembangunan masyarakat sebagai sebuah perubahan sosial yang direncanakan banyak melibatkan unsur-unsur sosial termasuk para pemeluk agama baik sebagai subyek maupun obyek. Keterlibatan para pemeluk agama tersebut bisa dalam proses perencanaan, pelaksanaan ataupun pemanfaatan hasil- hasil pembangunan baik yang diselenggara kan oleh lembaga- lembaga masyarakat dan pemerintah maupun oleh kalangan masyarakat itu sendiri.

(19)

Banyak penelitian-penelitian yang telah dilakukan berkenaan dengan ajaran agama dalam memberikan dorongan kepada pemeluknya untuk turut berpartisipasi dalam suatu proses perubahan dan memberi kan motivasi terhadap proses aktif dalam pembangunan masyarakat. Pendiri agama, tokoh agama, pengikut dan penganut agama sering datang dari berbagai latar belakang sosial yang berbeda, dari kondisi sosial berbeda inilah yang menjadikan sebab muncul dan menyebarnya ide dan nilai yang pada akhirnya nanti dapat mempengaruhi tindakan manusia dalam hidup bermasyarakat.

(20)

Menurut Ishomuddin (2002:102) agama pada suatu saat bisa berfungsi sebagai pendorong perubahan dan pada saat yang lain bisa berfungsi sebagai penjaga status quo. Perbedaan posisi terhadap status quo tersebut dapat dijelaskan dengan melihat lokasi sosial agama.

Terdapat tiga kriteria yang dapat mendiskripsikan lokasi agama dalam masyarakat. Dengan ketiga kriteria itu akan dapat ditentukan apakah agama akan mendorong atau menghambat perubahan? Apakah agama akan memihak status quo atau menentangnya?

(21)

• keterpisahan agama dengan elemen-elemen masyarakat yang lain

• kedudukan agama sebagai motivator aktivitas masyarakat

• posisi pemimpin agama dalam masyarakat

(22)

Proses Perubahan Organisasi Keagamaan

Organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh dari berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi.

Yang dimaksud dengan proses perubahan organisasi adalah tata urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi.

Perubahan organisasi keagamaan merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen dalam suatu organisasi keagamaan.

suatu organisasi keagamaan tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi tujuan dari suatu organisasi keagamaan. Langkah tersebut terdiri dari :

(23)

a. Mengadakan Pengkajian

Setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh berbagai perubahan yang terjadi. Perubahan yang terjadi mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya.

Perubahan mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif.

Dampak negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi

kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi.

Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.

(24)

b. Mengadakan Identifikasi

Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.

c. Menetapkan Perubahan

Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.

(25)

d. Menentukan Strategi

Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.

e. Melakukan Evaluasi

Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.

Referensi

Dokumen terkait

Berbagai kendala masih menjadi hambatan dalam pengembangan pemanfaatan energi non minyak di sektor transportasi di berbagai negara yang pada akhirnya menjadikan harga energi

Saat menampilkan layar kendali sumber, Anda dapat pindah ke layar lain dengan menyentuh tombol operasi pada menu pintasan yang muncul.. 1 Tampilkan menu pintasan

Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 5 Tahun 2011 tentang

7. Upaya guru SD dalam nenberikankesempatan kepada siswa untuk merefleksikan pengalaman belajar yang telah dialaminya yang paling optimal adalah dengan cara…A. A. Guru memberikan

)7 disertai dengan penurunan resistensi perifer. Tampakny ampaknya a kerja golongan kerja golongan obat ini tidak hanya melalui system rennin-angiotensin-aldosteron, tetapi juga

Penghapus derau adaptif usulan, yaitu dengan ukuran langkah tetap pada 100 iterasi pertama diikuti dengan ukuran langkah berubah, mempunyai kecepatan konvergens yang

Hasil analisis efisiensi pajak reklame, pajak Parkir , pajak hiburan dan PAD sangat efisien, karena hasil perhitungan sebesar 10% lebih kecil 60%, sehingga sagat

Ini menunjukkan bahwa siswa sudah mampu menulis puisi dengan baik dan penerapan pendekatan pengalaman anak ( experiental learning ) efektif diterapkan dalam