1
Analisis Pendugaan Konsumsi Air dan Nilai Ekonomi Air Sungai Parsariran untuk Kebutuhan Sektor Rumah Tangga
(Studi Kasus di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan)
Analysis of Water Consumtion Prediction and Economic Value of Water at Parsariran River for the Needs of Household Sector
(Case Study in Hapesong Baru Village, Subdistrict of Batang Toru, District of Tapanuli Selatan)
Aswin Pratamaa*, Siti Latifahb, Yunus Afifuddinb
aProgram Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Jl. Tri Dharma Ujung No.1 Kampus USU Medan 20155 (Korespondensi Penulis, E-mail: [email protected])
bStaf Pengajar Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Jl. Tri Dharma Ujung No. 1 Kampus USU Medan 20155
Abstract
Water is the most essential need for human and people will pay no matter how to get it, so that the water can be said a non economic good. The forest as the main function of the Hydrological cycle which is a unified system that can’t be separated, but the people in Hapesong Baru village still not understand the value of economic benefits available from water in the Parsariran River. This study aimed to determine the economic value of water in quantitative household in subdistrict of Batang Toru and to determine the economic value estimate household water needs from Parsariran River. This study conducted on August 1 to September 7, 2013, using the model cuantitative collecting data through interviews with respondents. The result showed that the value of the benefits of total household water is Rp. 28,482,522,- - in one year, with an average value of benefits domestic water obtained is Rp. 418 860 , - in one year/household. The model estimates the economic value of water equal to the household sector is Y = 19,86 X1-0,0618. The results can be seen that the value of the economic benefits of domestic water has contributed greatly to the needs of the community . Keywords: Water Consumption Prediction, Economic value of water, Parsariran River.
PENDAHULUAN
Sumber daya air merupakan karunia dan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan sumber daya alam yang sangat mutlak dibutuhkan bagi sumber kehidupan manusia, hewan, dan tumbuh- tumbuhan. Manusia memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap air, walaupun planet bumi merupakan planet yang berkelimpahan air yaitu dua per tiga luasan bumi tertutup oleh air, namun saat ini di berbagai belahan dunia muncul fenomena kelangkaan air.
Indonesia ternyata juga mengalami permasalahan dengan air. Pada beberapa daerah di Indonesia mulai muncul fenomena kelangkaan air bersih, terutama di musim kemarau. Fenomena kelangkaan air bersih akan semakin parah jika tidak segera dilakukan penanganan yang serius dan tentunya akan dapat menghambat perkembangan wilayah (Eriyanto, 2006).
...Hutan mempunyai fungsi sebagai pengatur tata air, yaitu dengan cara menahan air hujan guna mengurangi erosi permukaan dan meresapkannya ke dalam tanah, dan selanjutnya dilepas secara teratur ke dalam berbagai aliran air permukaan dan di bawah permukaan, sehingga distribusinya lebih baik bagi berbagai kepentingan di luar hutannya itu sendiri (Darusman, 1993).
Perhitungan nilai ekonomi sumberdaya air merupakan perhitungan nilai rupiah dari stok sumber daya air yang mengalami alih fungsi setelah di eksploitasi dalam waktu tertentu. Sehingga diketahui nilai ekonomi sumber daya air yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Ketergantungan masyarakat terhadap air tidak hanya untuk sebagai kebutuhan biologis semata, namun juga menyangkut aspek sosial dan ekonomi.
Pada saat sekarang masyarakat sulit mendapatkan sumber air yang bersih dan layak digunakan dikarenakan langkanya sumber air bersih dan tercemarnya sumber air yang bersih, sehingga masyarakat bersedia berkorban untuk mendapatkannya walaupun dengan harga mahal.
Masyarakat masih kurang memahami besarnya nilai ekonomi air, karena pentingnya manfaat air bagi kebutuhan hidup masyarakat, sehingga masyarakat sanggup membayar berapa saja untuk mendapatkan sumber air yang bersih dan layak untuk digunakan.
Masyarakat sekitar sungai Parsariran telah lama menyadari pentingnya fungsi air tersebut.
Meskipun demikian, masyarakat Batang Toru belum mengetahui manfaat ekonomi yang terukur secara moneter karena belum adanya penilaian ekonomi secara kuantitatif, sehingga mengakibatkan kurangnya
2 pemahaman tentang pentingnya fungsi hutan bagi
kesejahteraan manusia secara lebih lengkap dan mendalam (Darusman, 1993). Belum adanya informasi nilai manfaat ekonomi fungsi hidrologis sungai tersebut dapat menyebabkan masih rendahnya dukungan dari masyarakat termasuk dari para stakeholder terhadap pelestaraian di sekitar aliran sungai Parsariran Kecamatan Batang Toru Tapanuli Selatan.
Berdasarkan berbagai masalah tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai analisis pendugaan konsumsi air dan nilai ekonomi air di aliran sungai Parsariran untuk kebutuhan sektor rumah tangga Kecamatan Batang Toru Tapanuli Selatan.
Mengukur nilai ekonomi manfaat hutan, khususnya manfaat hidrologi secara obyektif dan kuantitatif, maka alokasi pemanfaatan hutan menjadi semakin optimum dan semakin dapat dipertahankan. Informasi hasil pengukuran tersebut diharapkan dapat dijadikan landasan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat ekonomi dari jasa ekosistem kawasan hutan sebagai pengatur tata air dan sumber mata air, dan menarik dukungan berbagai stakeholders terhadap upaya pembangunan dan konservasi ekosistem hutan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk Menghitung nilai ekonomi air pemanfaatan langsung di sungai Parsariran Kecamatan Batang Toru dan Analisis model pendugaan nilai ekonomi air dalam sektor kebutuhan rumah tangga.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat Sebagai bahan referensi maupun informasi bagi akademisi mengenai nilai manfaat ekonomi jasa lingkungan berupa air khususnya dalam sektor rumah tangga untuk penelitian lebih lanjut dan Sebagai data yang diperoleh dan dapat dimanfaatkan untuk konservasi sumber daya alam.
METODOLOGI PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian analisis pendugaan konsumsi dan nilai ekonomi air sungai Parsariran untuk Kebutuhan sektor rumah tangga ini telah dilakukan di sekitar Sungai Parsariran Desa Hapesong Baru yang terdiri dari beberapa dusun diantaranya Dusun Siborang, Dusun Setia Negara, Dusun Aek Garut, Dusun Parsariran, dan Dusun Sipenggeng. Kecamatan Batang Toru Tapanuli Selatan, Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Agustus sampai September 2013.
Alat
Alat yang digunakan adalah kamera digital, Software Minitab 16, Software Arc View 3.3, lembar kuisioner dan peralatan tulis untuk mencatat informasi atau data dilapangan.
Pengumpulan Data
Masyarakat penggunaan air di daerah wilayah cakupan penelitian ini semua memanfaatkan dan menggunakan air dari sumber air sungai
Parsariran. Metode pengambilan sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti pihak yang mewakili untuk dijadikan sampel penelitian di masing-masing desa dan sesuai tujuan pengambilan data yang dibutuhkan. Menentukan jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin.
1. Metode Pengumpulan Data
Studi literatur bertujuan untuk mengumpulkan referensi yang berhubungan..dengan perhitungan
ekonomi sumber daya air, dokumentasi dan literature lain.yang mendukung baik dari buku, jurnal, dan lain- lain. Observasi, dengan mengamati dan mencatat hasil yang didapat dilapangan, wawancara dan kuisioner sehingga data yang diinginkan dapat diperoleh.
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah : Tabel 1. Data yang Dikumpulkan
2. Metode Pengambilan Sampel
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling (penarikan contoh secara bertujuan) dimana penelitian ini tidak dilakukan pada seluruh populasi, tetapi sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitian, dimana terdapat 221 KK di lokasi penelitian.
Dalam menentukan jumlah sampel dari populasi pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin dalam Hasan (2002) sebagai berikut :
n = N 1+N(e)2 Dimana :
n = Ukuran Sampel N = Ukuran Populasi
e = Taraf kesalahan (error) sebesar 10%
Tabel 2. Jumlah Kepala Keluarga di Wilayah Cakupan Penelitian.Desa Hapesong.Baru
No Dusun Jumlah KK
Penelitian Sampel 1
2 3 4 5
Siborang Setia Negara
Aek Garut Parsariran Sipenggeng
43 45 32 46 55
12 14 10 14 18
Total 221 68
Lokasi penelitian adalah sekitar Sungai Parsariran Desa Hapesong Baru Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. jumlah No Uraian Data Sumber Data Bentuk Data 1 Jumlah konsumsi air Responden Primer
2 Biaya pengadaan Responden Primer 3 Pendapatan total Responden Primer 4 Jumlah keluarga Responden Primer 5 Mata pencaharian Responden Primer
6 Pendidikan KK Responden Primer
7 8
9 10 11
Keragaan Penduduk Pertanyaan kontingensi Jarak rumah ke air Jumlah rumah tangga
Peta jaringan sungai
Kepala desa Responden Responden Kepala desa
BPKH
Sekunder Primer Primer Sekunder Sekunder
3 pengambilan sample yang akan diteliti sebanyak 68
kepala keluarga.
Pengolahan Data 1. Keragaan Responden
Data keragaan responden pengguna air sungai Parsariran yaitu jumlah anggota rumah tangga, pendapatan, mata pencarian, pendidikan, dan jarak rumah dari sumber air. Kemudian data keragaan responden tersebut dibuat dalam bentuk tabulasi untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan hasilnya dideskriptifkan berdasarkan kondisi lapangan yang ada.
2. Metode Biaya Pengadaan
Biaya pengadaan adalah biaya yang harus dikeluarkan atau dikorbankan untuk mendapatkan dan menggunakan air tersebut. Jadi biaya pengadaan air adalah total biaya-biaya yang harus dikeluarkan dibagi dengan jumlah air yang digunakan dalam periode waktu tertentu, yakni dalam penelitian dibatasi dalam setahun.
3. Penentuan Harga Air
Penentuan harga air permeter kubik dapat ditentukan dengan dua cara yakni :
Membagi konsumsi air yang digunakan dengan jumlah air yang diproduksi, dan harga air tersebut merupakan harga air minimum (Hmin). Dimana harga diperoleh merupakan harga pada biaya pengadaan, yaitu :
H = BP / KA Dimana :
H = Harga air (Rp/m3)
BP = Biaya Pengadaan (Rp/tahun) KA = Konsumsi Air (m3/tahun)
Berdasarkan metode kontingensi
Dasar metode ini berdasarkan pertanyaan yang diberikan kepada masyarakat berapa kesediaan masyarakat untuk membayar apabila air tersebut tidak ada. Hasil jawaban pertanyaan ini dirata-ratakan sehingga diperoleh harga air untuk setiap meter kubiknya. Dimana harga yang diperoleh pada penelitian ini adalah harga air maksimum (Hmaks).
4. Analisis Data
Permintaan terhadap air oleh rumah tangga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu jumlah anggota keluarga, pendidikan, umur, pendapatan, biaya pengadaan air dan jarak tempat tinggal ke sumber mata air. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari setiap faktor tersebut terhadap permintaan air, maka dikembangkan model kausalitas, dimana hubungan tersebut bersifat linier, yang berarti bahwa perubahan yang terjadi pada peubah bebas akan direspon oleh permintaan air secara proporsional. Untuk menentukan model (kurva) permintaan, yaitu meregresikan permintaan (Y) dengan harga (biaya pengadaan) dan faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhinya sebagai berikut :
Y = bo + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6
Dimana:
Y = Konsumsi air rumah tangga (m3/tahun) X1 = Biaya pengadaan air (Rp/m3)
X2 = Pendapatan rumah tangga (Rp/tahun) X3 = Jumlah anggota anggota keluarga (orang) X4 = Mata Pencaharian
X5 = Pendidikan kepala rumah tangga (tahun) X6 = Jarak antara rumah ke sumber air (m) b0-b6 : tingkat pengaruh dari setiap peubah bebas ...terhadap tingkat konsumsi air
Melihat model terbaik yang akan digunakan berdasarkan masing-masing variabel di atas, maka dicobakan persamaan 4 model umum pendugaan persamaan konsumsi air sebagai berikut :
1. Persamaan Linier
Y = a + b1X1 + b2X2 + ... + b6X6
2. Persamaan Linier-logaritma
Y = a + b1 ln X1 + b2 ln X2 + ... + b6 ln X6
3. Persamaan Logaritma-linier
ln Y = a + b1 X1 + b2X2 + ...+ b6X6
4. Persamaan logaritma-logaritma
ln Y = a + b1 ln X1 + b2 ln X2 +... + b6 ln X6
Mendapatkan model terbaik dipilih berdasarkan kriteria model penduga yang mempunyai determinasi (R2) tertinggi, standart deviasi model penduga yang kecil, peluang menerima kesalahan (P value) kurang dari 0.05 memenuhi sifat kenormalan sisaan dan sifat keaditifan model (Hartono, 2004).
Berdasarkan persamaan regresi yang diperoleh maka disusunlah kurva permintaan yang menggambarkan jumlah air yang diminta pada tingkat biaya pengadaan tertentu, dimana sumbu tegak (Y) menggambarkan biaya pengadaan air (Rp/m3) dan sumbu datar (X) merupakan besarnya konsumsi air (m3/tahun). Nilai ekonomi air yang diperoleh konsumen adalah luas daerah yang berada di bawah kurva permintaan air. Tujuannya adalah untuk mengetahui nilai manfaat air yang diperoleh dari model terpilih.
5. Nilai Manfaat Air
Perhitungan nilai manfaat air diperoleh dari kurva permintaan, dimana nilai manfaat air diperoleh dari persamaan model penambahan harga pada metode kontingensi dan konsumsi air minum berdasarkan model terpilih. Berdasarkan model terpilih tersebut dapat dihitung nilai dari masing-masing variabel. Nilai variabel yang digunakan untuk nilai manfaat air adalah harga air pada model (X1) dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
NMAi = [
YYm aksF
min ´(Y) ] F´ (Y) =
Y minYm aks X1NMAtotal = NMArata-rata X jumlah KK penelitian Perhitungan biaya konsumsi air rumah tangga (BKA)
BK = Hmin x Hmaks
BKAtotal = BKArata-rata x Jumlah Populasi Dimana :
4
Hmaks...=.Harga rata-rata berdasarkan metode
...kesediaan untuk membayar.(Williingness to ...pay)
Hmin = Harga rata-rata berdasarkan metode biaya ...pengadaan
Ymin = Konsumsi air minimum (Rp/m3)
Ymaks = Konsumsi air maksimum (Rp/m3)
X1 = Harga air model terpilih HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum Masyarakat di Wilayah Studi
Wilayah studi penelitian ini di lakukan di Desa Hapesong Baru yang terdiri dari beberapa dusun diantaranya, Dusun Siborang, Dusun Setia Negara, Dusun Aek Garut, Dusun Parsariran, Dusun Sipenggeng, dan Dusun Suka Jadi. Desa Hapesong Baru merupakan desa yang berada di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Penduduk keseluruhan Desa Hapesong Baru berjumlah 1001 Jiwa yang terbagi ke dalam 221 kepala keluarga. Terdapat 513 orang laki-laki dan 488 perempuan. Jumlah kepala keluarga yang memeluk agama islam sebanyak 203 kepala keluarga dengan 920 orang beragama islam diantaranya laki-laki 469 orang dan perempuan sebanyak 451 orang.
Selebihnya warga agama kristen dengan 18 kepala keluarga yang berjumlah 81 orang, diantaranya 44 laki- laki dan 81 orang perempuan. Peta lokasi sungai parsariran dapat dilihat pada gambar di bawah.
Peta lokasi penelitian
Berdasarkan sumber data yang di peroleh dari kepala desa manfaat sungai Parsariran dapat dirasakan langsung oleh penduduk Desa Hapesong Baru. Sebanyak 80% masyarakat penduduk desa menggunakan air yang bersumber dari air sungai Parsariran dan 30% penghasilan penduduk di dapatkan dari sungai Parsariran. Berdasarkan data yang diperoleh 70% penduduk masyarakat Desa Hapesong Baru berprofesi sebagai petani, diantaranya berkebun, bersawah, penderes, dan sebanyak 30%
berprofesi non petani diantaranya berdagang, pegawai swasta, PNS, dan profesi lainnya. Sejarah dahulu nama sungai Parsariran berawal dari bahasa lokal Sarir (jaring penangkap ikan) yang banyak di tempatkan di dalam sungai tersebut dikarenakan sungai tersebut banyak hidup ikan-ikan diantaranya terdapat ikan Mera (Jurung), Baung, Halu (Gurami), Lelan (Paitan) yang menjadi sumber mata pencaharian
dan sumber makanan penduduk setempat hingga kini nama sungai tersebut Parsariran.
Keragaan Responden Masyarakat Penggunaan Air Rumah Tangga
Berdasarkan Keragaan pengambilan data reponden masyarakat penggunaan air adalah pendapatan seluruh anggota keluarga, jumlah anggota keluarga, jarak antara rumah dengan sumber air, tingkat pendidikan kepala keluarga, dan umur kepala keluarga.
Pendapatan Seluruh Anggota Keluarga
Berdasarkan hasil penelitian jumlah pendapatan seluruh anggota keluarga tertinggi yaitu sebanyak Rp. 18.000.000,- per tahun, sedangkan pendapatan terendah seluruh anggota keluarga yaitu sebanyak Rp. 3.575.000,- per tahun. Pendapatan rata- rata seluruh anggota rumah tangga per kepala keluarga adalah Rp. 8.249.448,- per tahun atau sekitar Rp. 687.454,- per bulan. Penghasilan tersebut merupakan total penghasilan anggota keluarga dalam satu keluarga yang hidup dalam satu rumah.
Tingkat pendapatan seluruh anggota rumah tangga dikelompokkan menjadi tujuh kelompok.
Berdasarkan data BPS tahun 2013 jumlah pendapatan terendah di lokasi penelitian adalah Rp. 3.575.000,- per tahun, sedangkan pendapatan tertinggi adalah Rp.
18.000.000,- per tahun. Adapun persentase pendapatan dari masing-masing kelompok tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Presentase Pendapatan Rumah Tangga Konsumen Air yang Memanfaatkan Air untuk Kebutuhan Rumah Tangga..dari Air Sungai Parsariran
No Jumlah Pendapatan (JutaRupiah/Tahun)
Jumlah KK
Persentase (%)
1 < 3 0 0
2 3-5 12 17,65
3 4 5 6 7
5-7 7-9 9-11 11-13
13>
15 13 14 3 11
22,06 19,11 20,59 4,41 16,17
Total 68 100,00
Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013 Jumlah Anggota Keluarga
Jumlah anggota rumah tangga di kelompokkan menjadi tujuh bagian dan dihitung persentasenya. Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Jumlah Anggota Rumah Tangga Konsumen Air
No Anggota Rumah
Tangga (orang) Jumlah KK Persentase
1 < 4 22 32,35%
2 4-6 40 58,82%
3 > 6 6 8,82%
Jumlah 68 100,00
5 Jarak Dengan Sumber Air
Berdasarkan hasil penelitian jarak terjauh antara tempat tinggal pengguna air dengan sumber air adalah 400 meter. Sedangkan jarak terdekat adalah 5 meter. Adapun jarak rata-rata pengguna air adalah 93 meter. Jarak tempat tinggal responden konsumen air untuk kebutuhan sektor rumah tangga dibagi atas 3 kelompok. Jarak dengan sumber air tersebut terlihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Jarak Antara Tempat Tinggal Konsumen Air Dengan Sumber Air
jarak rumah responden dengan sumber air tergolong relatif dekat sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari rumah tangga, masyarakat yang jarak rumahnya dibawah 50 meter lebih dominan memasang dan menggunakan pompa air maupun pipa penyaluran yang dapat mengalirkan air dari sumber air ke rumah ataupun kamar mandi masyarakat Desa Hapesong Baru.
... Konsumen air sektor rumah tangga di lokasi penelitian semuanya memanfaatkan air sungai Parsariran untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Desa Hapesong Baru yang di dominasi oleh suku Batak Mandailing yaitu berjumlah 221 kepala keluarga semua menggunakan air sungai Parsariran dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti kebutuhan mandi, cuci, kakus dan untuk kebutuhan minum hal ini sejurus dengan berlimpahnya air di sungai Parsariran dan dekatnya jarak rumah dengan sumber air sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh air.
Berdasarkan penelitian yang di lakukan tingkat perekonomian masyarakat Desa Hapesong Baru tergolong rendah, berdasarkan hasil wawancara langsung terhadap setiap kepala keluarga yaitu
jumlah pendapatan rata-rata per tahun berkisar Rp. 8.249.448,52,- dengan pendapatan terendah
kepala keluarga berkisar Rp. 3.600.000,- per tahun, dan pendapatan tertinggi kepala keluarga berkisar Rp. 18.000.000,- per tahun. Pendapatan masyarakat Hapesong Baru di peroleh dari bekerja petani dan non petani. Sebanyak 70% masyarakat di desa bermata pencaharian sebagai petani diantaranya berkebun, bersawah, penderes, dan sebanyak 30% berprofesi non petani diantaranya berdagang, pegawai swasta, PNS, dan profesi lainnya.
Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan yang dimaksud adalah tingkat pendidikan terakhir kepala keluarga yang dibagi menjadi lulusan Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat
Atas (SLTA) atau Perguruan Tinggi. Adapun persentase dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Tingkat Pendidikan Kepala Rumah Tangga Konsumen Air
No Pendidikan Kepala Keluarga
Jumlah KK
Persentase (%)
1 SD 29 42,64
2 SLTP 14 20,58
3 SLTA 25 36,76
Jumlah 68 100,00
Berdasarkan Tabel 6 diketahui bahwa pendidikan kepala keluarga terbesar adalah tamat SD dengan persentase sebesar 42,64%, sedangkan kepala keluarga dengan tamat SLTP sebanyak 20,58%. Adapun kepala keluarga tamat SLTA sebanyak 36,76%. Pendidikan tingkat SLTA masyarakat di kedua desa ini lebih baik bila dibandingkan dengan pendidikan tingkat SLTA pada penelitian Wahyuni (2012) yang hanya mencapai 28,58%. Tingkat pendidikan masyarakat yang lebih baik di Desa Hapesong Baru memudahkan peneliti dalam mencari informasi dan melakukan wawancara langsung terhadap warga yang tinggal di sekitar sungai Parsariran.
Mata Pencarian Kepala Keluarga
Mata pencarian kepala keluarga dalam hal ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu petani dan non petani, berdasarkan data kepala desa sebanyak 70%
masyarakat desa Hapesong Baru bekerja sebagai petani dan 30% masyarakat lainya bekerja sebagai pedagang, pegawai negeri sipil (PNS), pegawai swasta, dan profesi lainnya. Data mata pencarian tersebut dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7. Persentase Umur Kepala Rumah Tangga No Mata Pencarian Jumlah KK Persentase
1 Petani 47 70%
2 Bukan Petani 21 30%
Jumlah 68 100,00
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% masyarakat pengguna air Desa Hapesong Baru bekerja sebagai petani baik sebagai buruh tani ataupun pemilik lahan pertanian yang mengelola tanahnya sendiri, dan 30% lainya masyarakat bekerja bukan petani.
Persamaan Permintaan Air Rumah Tangga
Setelah dilakukan uji statistika untuk mendapatkan model persamaan regresi terbaik, model dan tahapan pengujian dapat dilihat pada Lampiran 4.
Berdasarkan model terbaik yang dipilih, maka diperoleh persamaan permintaan air rumah tangga dari kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut :
Ln Y = 1,40 - 0,0618 Ln X1 + 0,576 Ln X3
Pemilihan model terbaik berdasarkan kriteria koefisien determinasi (R2) yaitu suatu nilai yang menerangkan besarnya keragaman dalam peubah tak bebas (Y) yang dapat dijelaskan oleh peubah bebasnya (X) yang dinyatakan dalam (%), selain itu digunakan standart deviasi (S) menunjukkan simpangan baku dari sisaan model yang merupakan N
o
Jarak sumber air (m) Jumlah KK Persentase (%)
1 < 50 22 32,35
2 50-99 19 27,94
3 > 100 27 39,70
Jumlah 68 100,00
6 dari mean square error (Kuadrat tengah sisa). Model
regresi yang terbaik adalah yang memiliki simpangan baku sisaan yang kecil, Nilai R2 yang digunakan adalah nilai tertinggi, standart deviasi model terkecil, peluang menerima kesalahan (P value) kurang dari 0,005.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan permintaan air dipengaruhi nyata oleh peubah harga air permeter kubik (X1) dan jumlah anggota keluarga (X3), sedangkan peubah lainnya tidak berpengaruh yang berarti terhadap besarnya konsumsi air rumah tangga yaitu pendapatan pertahun rumah tangga (X2), mata pencarian (X4), tingkat pendidikan kepala keluarga (X5), dan jarak antara rumah ke sumber air (X6).
Pengaruh besarnya konsumsi air rumah tangga tesebut bedasarkan koefisien persamaan permintaan air terpilih, yaitu jika terjadi peningkatan jumlah anggota keluarga sebesar 1% akan menyebabkan air yang di konsumsi naik sebesar 0,576%. Sebaliknya penurunan jumlah anggota keluarga sebesar 1% akan mengakibatkan menurunya jumlah air yang di konsumsi rumah tangga tersebut sebesar 0,576%.
Peubah harga air yang berpengaruh nyata terhadap jumlah air yang dikonsumsi rumah tangga dikarenakan baik harga air murah ataupun harga air mahal manusia akan tetap membeli air karena air merupakan kebutuhan yang sangat penting. Semakin banyak anggota rumah tangga (X3) maka pemakaian air akan semakin banyak dalam seharinya. Peubah harga air tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah air yang dikonsumsi seperti pendapatan rumah tangga (X2) dimana jumlah pendapatan anggota keluarga atau masyarakat di wilayah penelitian masih tergolong sedikit, jarak rumah (X6) tidak berpengaruh terhadap jumlah air yang dikonsumsi karena lokasi rumah masyarakat dominan dekat ke sumber air, demikian juga dengan pendidikan kepala keluarga (X5) dan mata pencarian kepala keluarga (X6) tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah kebutuhan konsumsi air sehari- hari. Banyaknya jumlah anggota keluarga mempengaruhi aktivitas penggunaan air tersebut untuk kebutuhan masing-masing anggota keluarga, sehingga konsumsi air akan bertambah apabila jumlah anggota keluarganya besar.
Besarnya konsumsi air rumah tangga memanfaatkan air sungai Parsarirsan adalah jumlah konsumsi air rumah tangga untuk keperluan mandi,masak, dan mencuci yang dikalikan dengan jumlah kepala keluarga yang ada disekitar sungai Parsariran tersebut. Model penduga konsumsi air rumah tangga berdasarkan persamaan terpilih, dengan jumlah anggota keluarga rata-rata 4 (Lampiran 1) maka diperoleh persamaan untuk menduga konsumsi air rumah tangga (Lampiran 5) adalah Y = 19,86 X1-0,0618
Berdasarkan model persamaan permintaan air rumah tangga dapat dilihat simulasi konsumsi air total pada berbagai harga air yang di jelaskan pada Tabel 8.
Tabel 8..Simulasi Pendugaan Konsumsi Air Total dari Lokasi Penelitian pada.berbagai Harga No Harga
(Rp/m3)
Konsumsi Air (m3/thn)
Konsumsi Air Total (m3/thn) 1 .2200 12,34 2727,783
2 .4400 11,83 2613,402
3 .6600 11,53 2548,729
4 .8800 11,33 2503,816
5 11000 11,17 2469,525
6 13200 11,05 2441,856
7 15400 10,94 2418,704
8 17600 10,85 2398,826
9 19800 10,78 2381,429
10 22000 10,71 2365,973
Keterangan :
Konsumsi Air Y = 19,86 X1-0,0618
Y = Konsumsi Air Rumah Tangga .. ...X1 = Harga
...Konsumsi Air Total = Konsumsi Air ...Rumah Tangga X 221
( 221 = ∑ Kepala Keluarga ) Kurva Permintaan Air Rumah Tangga
Kurva Konsumsi air rumah tangga menggambarkan volume air yang dikonsumsi setiap rumah tangga pada harga yang diperoleh dari biaya pengadaan.
Berdasarkan nilai persamaan tersebut Y = 19,86 X1-0,0618 maka besarnya permintaan konsumsi air rumah tangga dapat dilihat pada Tabel 9 dan Kurva permintaan air rumah tangga pada Gambar 2.
Tabel 9...Permintaan Konsumsi Air Rumah Tangga dari Sungai Parsariran Batang Toru
No Konsumsi Air(m3/thn) Harga(Rp/m3)
1 14,31 000200
2 13,71 000400
3 13,14 000800
4 12,59 001.600
5 12,06 003.200
6 11,55 006.400
7 11,07 012.800
8 10,61 025.600
9 10,16 051.200
10 09,74 102.400
11 09,33 204.800
200000 150000
100000 50000
0 15 14 13 12 11 10
9
Harga(Rp/m3)
Konsumsi Air(m3/thn)
Kurva Permintaan Air Rumah Tangga
Y = 19,86 X1-0,0618
7 Harga dan Konsumsi Air Sektor Rumah Tangga
Harga air meter kubik diperoleh dengan menggunakan dua metode yaitu metode biaya pengadaan yaitu meliputi seluruh biaya yang dikeluarkan, baik biaya operasional dan biaya perawatan atau pemeliharaan alat untuk memperoleh air tersebut, selain itu penentuah harga air ditentukan berdasarkan metode kontingensi yaitu pertanyaan pengandaian berapa harga yang bersedia di keluarkan oleh masyarakat atau responden apabila air tersebut tidak boleh dipergunakan atau air tersebut tidak tersedia. Hasil yang diperoleh dari metode kontingensi dan metode biaya pengadaan tersebut dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10..Harga dan Konsumsi Air Rumah Tangga Berdasarkan Metode Pengadaan dan Metode Kontingensi
No Harga
(Rp/m3) Konsumsi Air RT (m3/Thn)iii)
Konsumsi Air Total RT (m3/Thn)iv) 1 102.662i) 9,73 2.150,33
2 526.323i) 8,79 1.942,59
Keterangan
i)Harga rata-rata berdasarkan metode pengadaan
ii)Harga rata-rata berdasarkan metode kontingensi
iii)Konsumsi air rumah tangga
iv)Konsumsi air total RT = Konsumsi air RT x 221 Nilai Manfaat Air
Nilai manfaat air merupakan turunan dari persamaan permintaan air yang terlebih dahulu diintegralkan berdasarkan perhitungan nilai X1 model terpilih Maka persamaan nilai manfaat air yang diperoleh adalah :
0,0618 Ln X1 = 2,988767 – Ln Y Ln X1 = 2,988767
0,0618 − 1
0,0618 Ln Y Ln X1 = 48,361926 – 16,18123 Ln Y X1 = (2,988767) 48,361926 – 16,18123 Ln Y X1 = 9,90175. 1022 . Y-16,18123
Persamaan Nilai Manfaat Air :
NMA = [∫𝑌𝑚𝑖𝑛𝑌𝑚𝑎𝑘𝑠𝐹′ (X1)] + Hmaks + Ymin F’ (X1) ∫𝑌𝑚𝑖𝑛𝑌𝑚𝑎𝑘𝑠9,90175. 1022. Y-16,18123
= [9,90175. 1022 . 𝑌−16,18123+1
−16,18123 + 1 ]𝑌𝑚𝑖𝑛…𝑌𝑚𝑎𝑘𝑠. = [– 61,192814. 1020 . Y-15,18123 ] 𝑌𝑚𝑖𝑛…𝑌𝑚𝑎𝑘𝑠.
= {– 61,192814. 1020. (Ymaks) -15,18123} – ...{– .61,192814. ....1020. (Ymin) -15,18123}
= – 61,192814.1020. (Ymin) -15,18123 – 61,192814.1020. ...(Ymaks) -15,18123
Tabel 11. Nilai Manfaat Air dari Konsumen Air Sungai Parsariran
No Hmin(Rp/m3 )
Hmaks
(Rp/m3)
....Ymin ...Ymaks NMA(Rp/m3)
1 1126,33 2777,78 12,86 12,17 117333,8
2 604,35 11764,7 13,36 11,13 748378,6
3 750,16 7142,88 13,19 11,48 439742
4 922,86 5263,16 13,02 11,70 302016
5 2054,80 12500 12,39 11,09 689033,5
6 1883,56 9375 12,46 11,29 501954,1
7 2583,17 3571,43 12,22 11,98 68615,69
8 1148,07 11904,7 12,85 11,12 718048,4
9 761,03 5555,56 13,18 11,66 333668,9
10 3450,98 4771,24 12,10 11,76 92419,42 11 1351,60 6666,67 12,72 11,53 363944,6
12 701,37 10000 13,25 11,24 628903,8
13 1762,95 8695,65 12,5 11,34 465098,2
14 2385,17 5882,35 12,28 11,62 237883,5
15 489,24 3571,43 13,54 11,98 220671,7
16 844,75 4166,67 13,10 11,87 234058
17 360,49 7894,74 13,80 11,41 519160,8
18 750 11406,2 13,19 11,15 715249,9
19 1192,59 2941,18 12,82 12,12 124195,2
20 2200 11406,2 12,34 11,15 609874,7
21 2534,25 12500 12,24 11,09 656126,2
22 2583,17 17857,1 12,22 10,84 989236,3
23 1446,56 10000 12,66 11,24 572931
24 1141,98 2816,36 12,85 12,16 119446,9 25 1418,21 5882,35 12,68 11,62 306859,6 26 1067,05 2631,58 12,90 12,21 111854,5 27 2380,95 11904,7 12,28 11,12 629530,1
28 428,08 6250 13,66 11,57 405605,6
29 2417,40 8823,53 12,27 11,33 428936,1
30 2260,27 3125 12,32 12,08 60264,99
31 720,98 5263,16 13,22 11,70 316964,4
32 1385,58 2554,23 12,70 12,23 83202,39 33 2190,41 4542,63 12,35 11,80 161955,2
34 644,64 2941,18 13,36 12,12 165133,4
35 564,97 7733,05 13,42 11,42 492384,8
36 400,32 2922,34 13,71 12,13 182661,4
37 1316,38 2729,99 12,74 12,18 100437,9 38 2338,87 7275,75 12,30 11,46 333379,3 39 2049,18 7479,51 12,39 11,44 368282,1
40 856,16 6250 13,08 11,57 372648,5
41 632,25 7692,31 13,33 11,42 484377,2
42 2385,17 5882,35 12,28 11,62 237883,5
43 1762,95 8695,65 12,5 11,34 465098,2
44 659,63 6420,41 13,30 11,55 398906
45 3444,23 9523,81 12,01 11,27 402527,8 46 2659,15 8823,53 12,20 11,33 412030,1
47 733,86 3571,43 13,21 11,98 201967,4
48 2252,66 27777,7 12,32 10,55 1618966
49 978,47 11904,7 12,98 11,12 730525,4
50 1267,12 9375 12,7 11,29 537851,8
51 2138,75 9677,42 12,36 11,26 503306,5
52 978,47 11904,7 12,98 11,12 730525,4
53 933,99 6818,18 13,01 11,51 404668,3
54 3013,70 6250 12,11 11,57 218811,4
55 1270,76 5270,76 12,77 11,69 276824,3 56 1937,55 8767,01 12,44 11,33 458787,1 57 2716,05 5632,72 12,18 11,65 198254,3 58 2583,17 3571,43 12,22 11,98 68615,69
59 761,04 9259,26 13,18 11,29 577117,6
60 1304,63 11904,7 12,7 11,12 700622,6
61 1339,42 13888,8 12,73 11,01 829205,7 62 2446,18 3571,43 12,26 11,98 78157,76 63 1208,70 5882,35 12,81 11,62 322150,4
64 856,16 3125 13,08 12,08 161507,7
65 794,22 2635,38 13,15 12,21 132692,9
66 1762,95 8695,65 12,5 11,34 465098,2
67 1245,33 22727,2 12,78 10,68 1383237
68 1126,33 8333,33 12,86 11,36 494713,6 Total 102662 526323 867,55 784,3321 28.482.522 Rata-
rata 1509,73 7740,04 12,758 11,53 418.860,6
8 Nilai manfaat air rumah tangga merupakan
nilai yang dirasakan oleh masyarakat berdasarkan perhitungan secara integral pada kurva permintaan air rumah tanggga. Persamaan permintaan air yang diperoleh berlaku untuk seluruh responden, sehingga pada batas batas harga yang berbeda nilai manfaat yang dirasakan setiap individu juga berbeda. Masing- masing individu rumah tangga mempunyai nilai manfaat yang diperoleh berdasarkan harga maksimal maupun harga minimum.
Nilai manfaat air total merupakan nilai manfaat rata-rata setiap keluarga dikalikan dengan jumlah kepala keluarga yang ada di desa lokasi penelitian tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh nilai manfaat air total adalah sebanyak Rp. 28.482.522,- per tahun dengan rata-rata nilai manfaat yang diperoleh sebesar Rp. 418.860,- per tahun. Dari hasil penelitian ini dapat kita ketahui bahwa nilai manfaat air Sungai Parsariran begitu besar, sehingga masyarakat merasakan manfaat dari penggunaan air tersebut secara sosial maupun finansial.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Nilai ekonomi air total pemanfaatan langsung rumah tangga di sekitar Sungai Parsariran Desa Hapesong Baru adalah Rp. 28.482.522,- per tahun per untuk seluruh desa dan rata-rata nilai manfaat yang dirasakan oleh masing-masing kepala keluarga sebesar Rp. 418.860,- Per tahun. Model pendugaan persamaan nilai ekonomi air untuk sektor kebutuhan rumah tangga di Desa Hapesong Baru adalah : Y = 19,86 X1-0,0618
Saran
Agar tidak terjadinya kerusakan dan tetap terjaganya kelestarian dari daerah diharapkan agar pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama berperan akif dalam menjaga kelestaraian daerah dengan memelihara hutan dan penutupan lahan lainya yang berfungsi sebagai daerah pasokan air untuk masyarakat dapat dipertahankan. Diperlukan peneliti- peneliti lebih lanjut menganai manfaat dari kawasan resapan air lainnya, juga penelitian sehubungan dengan peniilaian manfaat air Sungai Parsariran mengingat peneliti ini masih jarang diteliti, sehingga dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar lagi dari kawasan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2013. Kecamatan Tapanuli Selatan dalam Angka. BPS. Medan
Darusman, D. 1993. Nilai Ekonomi Air untuk Pertanian ...dan Rumah Tangga: Studi Kasus di Sekitar ...Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
...Makalah disampaikan pada Simposium
...Nasional Permasalahan Air di Indonesia di ...ITB.
Eriyanto, D.Y. 2006. Pengelolaan Sumber Air Bersih ...Secara Partisipatif di Gunung Merbabu.
...Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, ...Semarang.
Hartono. 2004. Analisis Regresi Linier dengan Program ...Minitab for Windows. IPB. Bogor.
Wahyuni, D. 2012. Nilai Ekonomi Air Resapan Hutan ...Lindung Gunung Sinabung dan Taman ...Wisata Alam (TWA) Deleng Lancuk Untuk
...Kebutuhan Sektor Rumah Tangga.
...Kehutanan USU. Medan.