EXPOSISI HAKIM HAKIM PASAL 19
BENCANA ATAU PEMBUNUHAN YANG TERENCANA… ???
Kita mulai dari ayat pembukaan sebagai berikut ini :
Hakim‐hakim 19:1 (TB) Terjadilah pada zaman itu, ketika tidak ada raja di Israel, bahwa di balik pegunungan Efraim ada seorang Lewi tinggal sebagai pendatang. Ia mengambil seorang gundik dari Betlehem‐Yehuda.
Judges 19:1 (NKJV) And it came to pass in those days, when there was no king in Israel, that there was a certain Levite staying in the remote mountains of Ephraim. He took for himself a concubine from Bethlehem in Judah.
Dari ayat ini maka timbul suatu pemikiran…
1. ini sebenar nya seorang istri atau seorang gundik… ???
BGT Judges (A) 19:1 καὶ ἐγένετο ἐν ταῖς ἡμέραις ἐκείναις καὶ βασιλεὺς οὐκ ἦν ἐν Ισραηλ καὶ ἐγένετο ἀνὴρ Λευίτης παροικῶν ἐν μηροῖς ὄρους Εφραιμ καὶ ἔλαβεν ὁ ἀνὴρ ἑαυτῷ γυναῖκα παλλακὴν ἐκ Βηθλεεμ Ιουδα
--- Judges 19:1 καὶ ἐγένετο ἐν ταῖς ἡμέραις ἐκείναις καὶ οὐκ ἦν βασιλεὺς ἐν Ισραηλ καὶ ἐγένετο ἀνὴρ Λευίτης παροικῶν ἐν μηροῖς ὄρους Εφραιμ καὶ ἔλαβεν αὐτῷ γυναῖκα παλλακὴν ἀπὸ Βηθλεεμ Ιουδα (Jda 19:1 BGT)
Kata γυναῖκα ini sebenar nya bermakna GUNDIK maka nya ini di perkuat dengan berbagai terjemahan :
ASV Judges 19:1 And it came to pass in those days, when there was no king in Israel, that there was a certain Levite sojourning on the farther side of the hill‐country of Ephraim, who took to him a concubine out of Beth‐lehem‐judah.
ESV Judges 19:1 In those days, when there was no king in Israel, a certain Levite was sojourning in the remote parts of the hill country of Ephraim, who took to himself a concubine from Bethlehem in Judah.
KJV Judges 19:1 And it came to pass in those days, when there was no king in Israel, that there was a certain Levite sojourning on the side of mount Ephraim, who took to him a concubine out of Bethlehemjudah.
Persoalan kata GUNDIK atau ISTRI saya menghadirkan kutipan beberapa penafsir sebagai berikut INI :
Matthew Henry: “He married a wife of Bethlehem‐Judah. She is called his concubine, because she was not endowed, for perhaps he had nothing to endow her with, being himself a sojourner and not settled; but it does not appear that he had any other wife, and the margin calls her a wife, a concubine, v. 1” (= Ia mengawini seorang istri dari Betlehem‐Yehuda. Ia disebut seorang gundik, karena ia tidak diberi emas kawin, karena mungkin orang Lewi itu tidak mempunyai apa‐apa untuk diberikan sebagai emas kawin, karena ia sendiri seorang pendatang dan tidak menetap; tetapi tidak kelihatan bahwa ia mempunyai istri yang lain, dan catatan tepi menyebutnya seorang istri, seorang gundik, ay 1).
Barnes’ Notes: “‘A concubine.’ ... The name does not imply any moral reproach. A concubine was as much the man’s wife as the woman so called, though she had not the same rights” (= ‘Seorang gundik’. ... Sebutan itu tidak menunjukkan celaan moral apapun. Seorang gundik adalah sama seperti seorang istri sekalipun ia tidak mempunyai hak yang sama).
Tetapi Adam Clarke kelihatannya menganggap bahwa orang Lewi ini memang mempunyai gundik, istri kedua. Saya lebih setuju dengan pandangan kedua ini. Bahwa tidak diceritakan adanya istri yang lain, bisa saja karena istri orang Lewi itu sudah mati.
Kalau pandangan ini memang benar, maka mungkin ini merupakan salah satu kegilaan moral yang terjadi karena tidak adanya raja. Tetapi tidak usah heran, karena jaman sekarang juga terjadi hal seperti itu.
2. Berlaku serong kepada nya
Hakim‐hakim 19:2 (TB) Tetapi gundiknya itu berlaku serong terhadap dia dan pergi dari padanya ke rumah ayahnya di Betlehem‐Yehuda, lalu tinggal di sana empat bulan lamanya.
Judges 19:2 (NKJV) But his concubine played the harlot against him, and went away from him to her father's house at Bethlehem in Judah, and was there four whole months.
Melihat kontroversi di ayat 1 mengenai status ini ISTRI atau GUNDIK, walaupun tidak ada keterangan mengenai keberadaan istri yang sah, saya pikir ini mungkin sekedar istri ke 2 lha dalam bahasa sederhana nya.
Kata concubine played the harlot ( berlaku serong ) tidak di maknai sebagai suatu perbuataan zinah, mungkin lebih bisa dikatakan sebagai akibat setelah GEGERAN dalam suatu masalah yang tidak disebutkan secara detail apa.
Matthew Henry: “This Levite’s concubine played the whore and eloped from her husband, v. 2. The Chaldee reads it only that she carried herself insolently to him, or despised him, and, he being displeased at it, she went away from him, and (which was not fair) was received and entertained at her father’s house. Had her husband turned her out of doors unjustly, her father ought to have pitied her affliction; but, when she treacherously departed from her husband to embrace the bosom of a stranger, her father ought not to have countenanced her sin. Perhaps she would not have violated her duty to her husband if she had not known too well where she should be kindly received. Children’s ruin is often owing very much to parents’
indulgence” [= Gundik orang Lewi itu melacur dan lari dari suaminya, ay 2. Orang Kasdim membacanya hanya bahwa ia berlaku kurang ajar kepadanya, dan karena suaminya marah / tidak senang pada hal itu, ia lari dari dia, dan diterima dan dihibur di rumah ayahnya (yang bukan merupakan sesuatu yang adil / wajar). Seandainya suaminya mengusirnya secara tidak benar / adil, ayahnya harus mengasihani penderitaannya; tetapi, pada waktu ia secara berkhianat pergi dari suaminya untuk memeluk dada orang asing, ayahnya tidak boleh menyetujui dosanya. Mungkin ia tidak akan melanggar kewajibannya kepada suaminya seandainya ia tidak tahu dengan sangat baik tempat dimana ia akan diterima dengan baik. Kehancuran anak‐
anak seringkali terjadi karena kebaikan yang berlebihan dari orang tua].
3. Keputusan yang kurang memperhitungkan waktu bisa sebagai awal suatu bencana yang tidak di prediksi sebelum nya.
Hakim‐hakim 19:8 (TB) Pada hari yang kelima, ketika ia bangun pagi‐pagi untuk pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu: "Mari, segarkanlah dirimu dahulu, dan tinggallah sebentar lagi, sampai matahari surut." Lalu makanlah mereka keduanya.
Hakim‐hakim 19:9 (TB) Ketika orang itu bangun untuk pergi, bersama dengan gundiknya dan bujangnya, berkatalah mertuanya, ayah perempuan muda itu, kepadanya: "Lihatlah, matahari telah mulai turun menjelang petang; baiklah tinggal bermalam, lihat, matahari hampir terbenam, tinggallah di sini bermalam dan biarlah hatimu gembira; maka besok kamu dapat bangun pagi‐pagi untuk berjalan dan pulang ke rumahmu."
Hakim‐hakim 19:10 (TB) Tetapi orang itu tidak mau tinggal bermalam; ia berkemas, lalu pergi. Demikian sampailah ia di daerah yang berhadapan dengan Yebus — itulah Yerusalem —; bersama‐sama dengan dia ada sepasang keledai yang berpelana dan gundiknya juga.
Penerapan: jangan melakukan tindakan yang membahayakan dengan dalih ‘Tuhan melindungi’ atau ‘Tuhan berserta aku karena aku adalah anakNya’. Misalnya sengaja pergi malam‐malam ke tempat yang saudara tahu merupakan tempat yang berbahaya. Atau seorang cewek yang pergi berdua dengan cowok yang tidak dikenal. Ini bukan iman, tetapi mencobai Tuhan.
Sekarang bandingkan kisah ini dengan percobaan yang di alami oleh Yesus dalam Matius 5 : (5) Kemudian Iblis membawa‐Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, (6) lalu berkata kepada‐Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri‐Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat‐malaikat‐Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki‐Mu jangan terantuk kepada batu." ( 7 ) Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
Persoalan nya di sini adalah ia berkemas, lalu pergi.
Matthew Henry: “The Levite, though nobly treated, was very urgent to be gone. ...
It is a sign a man has either little to do at home, or little heart to do what he has to do, when he can take pleasure in being long abroad where he has nothing to do”
(= Orang Lewi itu, sekalipun diperlakukan dengan sangat baik, harus pergi dengan sangat mendesak. ... Merupakan suatu tanda bahwa seseorang hanya mempunyai sedikit untuk dilakukan di rumah, atau hanya sedikit hati untuk melakukan apa yang harus ia lakukan, pada waktu ia bisa bersenang-senang dengan berada lama di luar rumah pada waktu ia tidak mempunyai apapun untuk dilakukan).
YEBUS Vs GIBEA
Hakim‐hakim 19:11 (TB) Ketika mereka dekat ke Yebus dan ketika matahari telah sangat rendah, berkatalah bujang itu kepada tuannya: "Marilah kita singgah di kota orang Yebus ini dan bermalam di situ."
Hakim‐hakim 19:12 (TB) Tetapi tuannya menjawabnya: "Kita tidak akan singgah di kota asing yang bukan kepunyaan orang Israel, tetapi kita akan berjalan terus sampai ke Gibea."
Hakim‐hakim 19:13 (TB) Lagi katanya kepada bujangnya: "Marilah kita berjalan sampai ke salah satu tempat yang di sana dan bermalam di Gibea atau di Rama."
Hakim‐hakim 19:14 (TB) Lalu berjalanlah mereka melanjutkan perjalanannya, dan matahari terbenam, ketika mereka dekat Gibea kepunyaan suku Benyamin.
Hakim‐hakim 19:15 (TB) Sebab itu singgahlah mereka di Gibea, lalu masuk untuk bermalam di situ, dan setelah sampai, duduklah mereka di tanah lapang kota. Tetapi tidak ada seorang pun yang mengajak mereka ke rumah untuk bermalam.
Kalo kita perhatikan Yebus — itulah Yerusalem ( bandingkan dengan ayat 10 )
Adam Clarke: “This was Jerusalem, in which, though after the death of Joshua it appears to have been partly conquered by the tribe of Judah, yet the Jebusites kept the strong hold of Zion till the days of David, by whom they were finally expelled” (= Ini adalah Yerusalem, dimana, sekalipun setelah kematian Yosua kota itu kelihatannya telah dikalahkan sebagian oleh suku Yehuda, tetapi orang-orang
Yebus tetap mempertahankan Sion sampai jaman Daud, oleh siapa mereka akhirnya dikeluarkan / diusir).
Bandingkan dengan catatan berikut ini :
Hakim‐hakim 1:8 (TB) Sesudah itu bani Yehuda berperang melawan Yerusalem, merebutnya lalu memukulnya dengan mata pedang dan memusnahkan kota itu dengan api.
Hakim‐hakim 1:21 (TB) Tetapi orang Yebus, penduduk kota Yerusalem, tidak dihalau oleh bani Benyamin, jadi orang Yebus itu masih diam bersama‐sama dengan bani Benyamin di Yerusalem sampai sekarang.
Pulpit Commentary mengatakan (hal 193) bahwa mungkin setelah bangsa Israel mengalahkan orang‐orang Yebus, mereka lalu menarik diri dari kota itu, sehingga orang‐orang Yebus terus tinggal di sana sampai jaman Daud, yang menghancurkan orang Yebus (1Taw 11:4‐9).
Jadi sampe di hari itu ( menunjuk kejadian yang tercatat di dalam HAKIM HAKIM 19 ) maka penduduk kota Yebus adalah bangsa bangsa kafir, itu mungkin menjadi alasan yang sangat kuat bagi orang Lewi ini buat agak malas kalo di suruh tinggal di sana.
Tapi seandai nya mereka mereka bermalam di kota orang Yebus, yang adalah kota asing itu, mereka mungkin akan mengalami nasib yang lebih baik. Tetapi orang Lewi itu menganggap lebih baik bermalam di kota orang Israel, sehingga akhirnya mereka bermalam di Gibea yang termasuk dalam wilayah suku Benyamin.
Sebetulnya apa yang dilakukan oleh orang Lewi ini baik, karena ia merasa lebih aman di tengah‐tengah ‘saudara‐saudara seimannya’ dari pada di tengah‐tengah orang kafir. Tetapi saudara seiman yang hanya KTP itu terbukti lebih membahayakan dari pada orang kafir!
Perhatikan ayat 15: Tetapi tidak ada seorang pun yang mengajak mereka ke rumah untuk bermalam.
Pulpit Commentary mengatakan bahwa tidak adanya orang yang mau mengundang orang Lewi ini ke rumahnya menunjukkan kemerosotan karakter dari orang‐orang Gibea.
Matthew Henry: “This traveller, though a Levite (and to those of that tribe God had particularly commanded his people to be kind upon all occasions), met with very cold entertainment at Gibeah: No man took them into his house. ... There are those who will have this laid to their charge at the great day, I was a stranger and you took me not in” [= Pelancong ini, sekalipun seorang Lewi (dan bagi mereka dari suku itu Allah secara khusus telah memerintahkan umatNya untuk bersikap baik pada segala keadaan), ditemui dengan penerimaan yang sangat dingin di Gibea: Tidak ada orang yang membawa mereka ke rumahnya. ... Ada orang-orang yang akan mendapatkan tuduhan ini pada hari yang besar itu, ‘Aku seorang asing, dan engkau tidak menerima Aku’].
Ulangan 12:19 (TB) Hati‐hatilah, supaya jangan engkau melalaikan orang Lewi, selama engkau ada di tanahmu.
Ulangan 14:27 (TB) Juga orang Lewi yang diam di dalam tempatmu janganlah kauabaikan, sebab ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama‐sama engkau.
Orang Tua yang merupakan Pendatang dari Efraim
Hakim‐hakim 19:16 (TB) Tetapi datanglah pada malam itu seorang tua, yang pulang dari pekerjaannya di ladang. Orang itu berasal dari pegunungan Efraim dan tinggal di Gibea sebagai pendatang, tetapi penduduk tempat itu adalah orang Benyamin.
Hakim‐hakim 19:17 (TB) Ketika ia mengangkat mukanya dan melihat orang yang dalam perjalanan itu di tanah lapang kota, berkatalah orang tua itu: "Ke manakah engkau pergi dan dari manakah engkau datang?"
Hakim‐hakim 19:18 (TB) Jawabnya kepadanya: "Kami sedang dalam perjalanan dari Betlehem‐Yehuda ke balik pegunungan Efraim. Dari sanalah aku berasal; aku tadinya pergi ke Betlehem‐Yehuda dan sekarang sedang berjalan pulang ke rumah. Tetapi tidak ada orang yang mengajak aku ke rumahnya,
Hakim‐hakim 19:19 (TB) walaupun ada padaku jerami dan makanan untuk keledai kami, pula roti dan anggur untuk aku sendiri, untuk hambamu perempuan ini dan untuk bujang yang bersama‐sama dengan hambamu ini; kami tidak kekurangan sesuatu."
Hakim‐hakim 19:20 (TB) Lalu berkatalah orang tua itu: "Jangan kuatir! Segala yang engkau perlukan biarlah aku yang menanggung, tetapi janganlah engkau bermalam di tanah lapang kota ini."
Hakim‐hakim 19:21 (TB) Sesudah itu dibawanyalah dia masuk ke rumahnya, lalu keledai‐keledai diberinya makan; maka mereka pun membasuh kaki, makan dan minum.
Matthew Henry mempertanyakan mengapa orang‐orang jahat di kota itu tidak ada yang berpura‐pura mengundang mereka untuk tinggal di rumahnya, dan lalu melakukan niat jahatnya. Ia lalu menjawab sendiri pertanyaannya.
Matthew Henry: “perhaps, none of them separately thought of such a wickedness, till in the black and dark night they got together to contrive what mischief they should do. Bad people in confederacy make one another much worse than any of them would be by themselves” (= mungkin tak seorangpun di antara mereka yang secara terpisah / sendirian memikirkan kejahatan seperti itu, sampai pada malam yang hitam dan gelap mereka berkumpul bersama untuk merencanakan kejahatan apa yang harus mereka lakukan. Orang-orang jahat dalam perkumpulan / persekutuan saling membuat satu sama lain lebih buruk dari pada kalau setiap mereka berada sendirian).
Pulpit Commentary: “As fire burns most when drawn together, vice is most inflamed when men are companions in wickedness. Each tempts the rest by his example. Guilt appears to be lessened by being shared. Men excuse their conduct by comparing it with that of their neighbours. ... In the excitement of a mob men will commit excesses from which they would shrink in solitary action. Yet responsibility is still individual, and each man must ultimately answer for his own sins” (= sebagaimana api menyala paling hebat pada waktu dipersatukan / dikumpulkan, kejahatan paling berkobar pada waktu orang-orang berteman dalam kejahatan. Setiap orang mencobai sisanya oleh teladannya. Kesalahan
kelihatan lebih kecil dengan dibagikan. Manusia memaafkan tindakan mereka dengan membandingkannya dengan tindakan sesama mereka. ... Dalam kegembiraan dari suatu gerombolan, manusia akan melakukan perbuatan- perbuatan yang keterlaluan dari mana mereka akan mengkerut pada waktu bertindak sendirian. Tetapi tanggung jawab tetap bersifat pribadi, dan setiap orang pada akhirnya harus bertanggung jawab untuk dosa-dosanya sendiri) ‐ hal 197.
KEBEJATAN ORANG GIBEA DI MULAI…
Hakim‐hakim 19:22 (TB) Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang‐orang kota itu, orang‐orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor‐gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia."
Hakim‐hakim 19:23 (TB) Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Tidak, saudara‐saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat;
karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah kamu berbuat noda.
Hakim‐hakim 19:24 (TB) Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda."
Ay 22: Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya
Matthew Henry: “it teaches us of what uncertain continuance all our creature comforts and enjoyments are; when we are ever so well pleased with our friends, we know not how near our enemies are; nor, if it be well with us this hour, can we be sure it will be so the next. ... God can soon change the note of those that are making their hearts merry, and turn their laughter into mourning and their joy into heaviness” (= Ini mengajar kita tentang ketidak-pastian dari kelanjutan penghiburan / kesenangan dan penikmatan kita; pada waktu kita begitu senang dengan teman- teman kita, kita tidak tahu betapa dekat musuh-musuh kita berada; atau, jika keadaanya baik-baik saja dengan kita pada jam ini, bisakah kita yakin bahwa itu juga akan demikian pada jam berikutnya. ... Allah bisa dengan cepat mengubah nada dari mereka yang membuat hatinya bersenang-senang, dan mengubah ketawa mereka menjadi perkabungan dan sukacita mereka menjadi sesuatu yang berat).
Bandingkan dengan 2 ayat di bawah ini:
Ratapan 5:15 (TB) Lenyaplah kegirangan hati kami, tari‐tarian kami berubah menjadi perkabungan.
Amos 8:10 (TB) Aku akan mengubah perayaan‐perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih."
Ayat 22 : "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia."
Imamat 18:22 (TB) Janganlah engkau tidur dengan laki‐laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.
Matthew Henry: “This was the sin of Sodom, and is thence called Sodomy. The Dead Sea, which was the standing monument of God’s vengeance upon Sodom, for its filthiness, was one of the boundaries of Canaan, and lay not many miles off from Gibeah. We may suppose the men of Gibeah had seen it many a time, and yet would not take warning by it, but did worse than Sodom (Ezek. 16:48), and sinned just after the similitude of their transgression” [= Ini adalah dosa dari Sodom, dan karena itu disebut ‘Sodomi’. Laut Mati, yang merupakan monumen tegak dari pembalasan Allah terhadap Sodom, untuk kemesuman mereka, merupakan salah satu dari batasan-batasan dari Kanaan, dan terletak hanya beberapa mil dari Gibea. Kita bisa menganggap bahwa orang-orang Gibea telah sering melihatnya, tetapi tidak menarik peringatan darinya, tetapi melakukan yang lebih buruk dari Sodom (Yeh 16:48), dan berdosa persis seperti pelanggaran mereka].
Bandingkan dengan catatan berikut ini :
Kejadian 19:4 (TB) Tetapi sebelum mereka tidur, orang‐orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu.
Kejadian 19:5 (TB) Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang‐orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka."
Yehezkiel 16:48 (TB) Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sesungguh‐
sungguhnya Sodom, kakakmu yang termuda beserta anak‐anaknya perempuan tidak berbuat seperti engkau lakukan beserta anak‐anakmu perempuan.
Di sini kita harus jeli untuk memperhatikan bahwa dosa HOMASEKSUAL ini ada kaitan nya dengan tindakan aktif ALLAH untuk menyerahkan orang orang tersebut.
Roma 1:24 (TB) Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
Roma 1:25 (TB) Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama‐lamanya, amin.
Roma 1:26 (TB) Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri‐isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
Roma 1:27 (TB) Demikian juga suami‐suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala‐nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki‐laki dengan laki‐laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
1 Korintus 6:9 (TB) Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang‐orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
1 Korintus 6:10 (TB) pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Kata orang pemburit dalam terjemahan NKJV memakai kata
1 Corinthians 6:9 (NKJV) Do you not know that the unrighteous will not inherit the kingdom of God? Do not be deceived. Neither fornicators, nor idolaters, nor adulterers, nor homosexuals, nor sodomites,
Akibat ketidak tegasan orang benyamin dalam menyapu bersih orang Yebus mengakibatkan secara perlahan namun pasti, orang orang Yebus mulai menularkan kebiasaan mereka yang buruk sehingga perlahan namun pasti mengubah karakter dari Benyamin.
Mengapa mereka bisa menjadi jahat seperti ini? Pulpit Commentary mengatakan (hal 194) bahwa karena mereka tidak menghancurkan penduduk Kanaan, maka mereka mengikuti dosa‐dosa orang‐orang Kanaan itu. Yang membahayakan dari dosa adalah bahwa itu bisa merusak kerohanian secara perlahan‐lahan sehingga orang tersebut sampai pada titik yang begitu buruk, sehingga bisa melakukan dosa terkutuk apapun.
Pulpit Commentary: “it is essential that sin should be known to be what it is, and especially that it should be made clear by what gradual descents a man may glide from one stage of wickedness to another, till, under favoring circumstances, he reaches a depth of vileness which at one time would have seemed impossible” (=
merupakan sesuatu yang penting untuk mengenal dosa sebagaimana adanya dosa itu, dan khususnya harus menjadi jelas, dengan penurunan bertahap yang bagaimana seseorang bisa merosot, dari satu tahap kejahatan kepada tahap kejahatan yang lain, sampai, dalam kondisi yang mendukung, ia mencapai suatu kedalaman kejahatan, yang pada satu saat kelihatan sebagai mustahil) ‐ hal 194.
Pulpit Commentary: “Doubtless they had mingled with the heathen and learnt their works. ... The Spirit of God was vexed within them. The light of his word was quenched in the darkness of a gross materialism. Utter callousness of conscience came on. They began to sneer at virtue, and to scoff at the fear of God. When the fear of God was gone, the honour due to man and due to themselves would soon go too. And thus it came to pass at the time of this history that the whole community was sunk to the level of the vilest heathenism. ... Without the fear of God man would soon become a devil, and earth would become a hell” (= Tidak diragukan mereka telah bercampur dengan orang-orang kafir dan mempelajari perbuatan mereka. ... Roh Allah disakiti di dalam mereka. Terang dari firman dipadamkan dalam kegelapan dari materialisme yang kotor. Hati nurani yang
sama sekali tak berperasaan muncul. Mereka mulai mencemooh pada kebaikan, dan mengejek pada rasa takut kepada Allah. Pada waktu rasa takut kepada Allah hilang, rasa hormat yang seharusnya kepada orang lain dan kepada diri mereka sendiri juga hilang. Dan lalu terjadilah pada saat dari sejarah ini bahwa seluruh masyarakat tenggelam sampai pada tingkat dari kekafiran yang paling buruk / hina. ... Tanpa rasa takut kepada Allah manusia segera menjadi setan, dan bumi menjadi neraka) ‐ hal 194,195.
Hakim‐hakim 19:23 (TB) Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Tidak, saudara‐saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat;
karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah kamu berbuat noda.
Hakim‐hakim 19:24 (TB) Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda."
Kejadian 19:6 (TB) Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya,
Kejadian 19:7 (TB) dan ia berkata: "Saudara‐saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat.
Kejadian 19:8 (TB) Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki‐laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa‐apakan orang‐orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku."
Tidak semua pria terlahir sebagai seorang yang jiwa prajurit
Hakim‐hakim 19:25 (TB) Tetapi orang‐orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya.
Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam‐malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu.
Hakim‐hakim 19:26 (TB) Menjelang pagi perempuan itu datang kembali, tetapi ia jatuh rebah di depan pintu rumah orang itu, tempat tuannya bermalam, dan ia tergeletak di sana sampai fajar.
Sekarang Perhatikan apa yang menjadi tindakan dari orang Lewi tersebut… ???
Hakim‐hakim 19:27 (TB) Pada waktu tuannya bangun pagi‐pagi, dibukanya pintu rumah dan pergi ke luar untuk melanjutkan perjalanannya, tetapi tampaklah perempuan itu, gundiknya, tergeletak di depan pintu rumah dengan tangannya pada ambang pintu.
Judges 19:27 (NKJV) When her master arose in the morning, and opened the doors of the house and went out to go his way, there was his concubine, fallen at the door of the house with her hands on the threshold.
BGT Judges (A) 19:27 καὶ ἀνέστη ὁ κύριος αὐτῆς τὸ πρωὶ καὶ ἤνοιξεν τὰς θύρας τοῦ οἴκου καὶ ἐξῆλθεν τοῦ ἀπελθεῖν τὴν ὁδὸν αὐτοῦ καὶ ἰδοὺ ἡ γυνὴ ἡ παλλακὴ αὐτοῦ πεπτωκυῖα παρὰ τὴν θύραν καὶ αἱ χεῖρες αὐτῆς ἐπὶ τὸ πρόθυρον
‐‐‐ Judges 19:27 καὶ ἀνέστη ὁ ἀνὴρ αὐτῆς τὸ πρωὶ καὶ ἤνοιξεν τὰς θύρας τοῦ οἴκου καὶ ἐξῆλθεν τοῦ πορευθῆναι τὴν ὁδὸν αὐτοῦ καὶ ἰδοὺ ἡ γυνὴ ἡ παλλακὴ αὐτοῦ πεπτωκυῖα παρὰ τὰς θύρας τοῦ οἴκου καὶ αἱ χεῖρες αὐτῆς ἐπὶ τὸ πρόθυρον (Jda 19:27 BGT)
Kita mungkin secara sudut pandang moralitas tahun 2022 memandang kalimat Pada waktu tuannya bangun pagi‐pagi (καὶ ἀνέστη ὁ ἀνὴρ αὐτῆς τὸ πρωὶ ) akan sangat sulit sekali menerima bagaimana mungkin ada tindakan seorang pria yang bisa membiarkan ada nya perkosaan gila macam ini.. ??? apalagi sampe tertidur pulas semalaman itu… ???
Matthew Henry menganggap bahwa Tuhan membiarkan ini terjadi sebagai hukuman terhadap perzinahan yang dilakukan oleh perempuan itu. Sekalipun suaminya mengampuninya, Tuhan tidak. Biasanya yang sering kita dengar adalah: sekalipun manusia tak mau mengampuni, Tuhan mau. Tuhan selalu digambarkan lebih kasih, dan lebih mau mengampuni, dari pada manusia. Tetapi di sini kelihatannya terjadi kebalikkannya. Orang Lewi itu mau mengampuni istrinya, tetapi Tuhan tidak (karena tak ada pertobatan)!
Matthew Henry: “Her punishment answered her sin, ... Lust was her sin, and lust was her punishment. By the law of Moses she was to have been put to death for her adultery. She escaped that punishment from men, yet vengeance pursued her; for, if there was no king in Israel, yet there was a God in Israel, a God that judgeth in the
earth” (= Hukumannya sesuai dengan dosanya, ... Nafsu adalah dosanya, dan nafsu adalah hukumannya. Oleh hukum Taurat Musa ia harus dihukum mati untuk perzinahannya. Ia lolos dari hukuman manusia, tetapi pembalasan mengejarnya;
karena, jika di sana tidak ada raja di Israel, tetapi di sana ada Allah di Israel, seorang Allah yang menghakimi di bumi).
Apa yang bisa kita tarik sebagai suatu kesimpulan dari semua kejadian pasal 19 ini ???
Ketidak tegasan suku benyamin dalam membiarkan orang YEBUS untuk tetap tinggal serta membaur itu menimbulkan suatu KERUSAKAN MORAL yang tidak di prediksi sebelum nya. Membuat orang orang benyamin menjadi begitu kurang ajar dan melakukan kekejian di mata Allah.
Bahkan timbul suatu kejadian yang sangat mengerikan dari sisi kemanusian namun di luar itu semua, manusia mengerjakan semua kejahatan itu murni dari kesadaran nya sendiri dan Allah menjatuhkan hukuman setimpal untuk setiap kasus yang saling bertumpuk ini.
Exposisi Hakim Hakim Pasal 20 Allah membabat habis Benyamin
Hakim‐hakim 20:1 (TB) Lalu majulah semua orang Israel; dari Dan sampai Bersyeba dan juga dari tanah Gilead berkumpullah umat itu secara serentak menghadap TUHAN di Mizpa.
Judges 20:1 (KJV) Then all the children of Israel went out, and the congregation was gathered together as one man, from Dan even to Beer‐sheba, with the land of Gilead, unto the LORD in Mizpeh.
BGT Judges (A) 20:1 καὶ ἐξῆλθον πάντες οἱ υἱοὶ Ισραηλ καὶ ἐξεκκλησιάσθη πᾶσα ἡ συναγωγὴ ὡς ἀνὴρ εἷς ἀπὸ Δαν καὶ ἕως Βηρσαβεε καὶ γῆ Γαλααδ πρὸς κύριον εἰς Μασσηφα (Jda 20:1 BGT)
Kalimat together as one man bisa dikatakan menarik sebab kalimat ini muncul di sebanyak 2x :
Judges 20:8 (KJV) And all the people arose as one man, saying, We will not any of us go to his tent, neither will we any of us turn into his house.
Judges 20:11 (KJV) So all the men of Israel were gathered against the city, knit together as one man.
BGT Deuteronomy 6:4 καὶ ταῦτα τὰ δικαιώματα καὶ τὰ κρίματα ὅσα ἐνετείλατο κύριος τοῖς υἱοῖς Ισραηλ ἐν τῇ ἐρήμῳ ἐξελθόντων αὐτῶν ἐκ γῆς Αἰγύπτου ἄκουε Ισραηλ κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν κύριος εἷς ἐστιν
(Deu 6:4 BGT)
Kata ἀνὴρ memiliki kemiripan dengan kata ἡμῶν yaitu sama sama di terjemahkan menjadi as one. Hal ini menunjukkan bahwa kata EKHAD itu sering digunakan bukan untuk menunjuk pada ‘satu yang mutlak’ (‘an absolute one’), tetapi pada ‘satu gabungan’ (‘a compound one’). Dan ini menjadi salah satu dasar dari doktrin Allah Tritunggal, atau menjadi salah satu pembelaan terhadap serangan dari orang‐orang
yang anti Tritunggal, yang berdasarkan Ulangan 6:4 ini menyatakan bahwa Allah itu tunggal secara mutlak.
Ini sebenar nya sesuatu yang harus kita kagumi sebab untuk suatu bangsa yang memiliki raja, namun mereka bisa maju bersama as one man, sekaligus menunjukan bahwa tidak menganggap remeh suku Benyamin.
Di sisi lain perhatian 11 suku untuk 1 orang lewi ini, walaupun dia bukan seorang imam yang memiliki jabatan, itu harus di acungi jempol sebab mereka tetap mengingat perintah Allah soal perlakuan akan suku lewi ini.
Orang lewi mulai ngomong sambil mikir bagian mana yang harus di ceritakan…
Hakim‐hakim 20:3 (TB) Kedengaranlah kepada bani Benyamin, bahwa orang Israel telah maju ke Mizpa. Berkatalah orang Israel: "Ceritakan bagaimana kejahatan itu terjadi."
Hakim‐hakim 20:4 (TB) Lalu orang Lewi, suami perempuan yang terbunuh itu, menjawab: "Aku sampai dengan gundikku di Gibea kepunyaan suku Benyamin untuk bermalam di sana.
Sebenar nya 11 suku ini cukup waras karena mereka mau mendengarkan cerita original dari pelaku utama ( tangan pertama dari kasus ini ). Ini cukup bagus mengingat banyak di jumpai keputusan yang di ambil itu terkadang berat sebelah, hal ini terjadi karena cerita yang di terima itu acak kadut, amburadul ngga karuan… mendingan kalo ngga tau… ngga usah ngomong !!!
Sekalian ini mau bicara soal isu tidak di gunakan nya dwi kesaksian untuk memeriksa suatu perkara yang di tuangkan dalam :
Ulangan 17:6 (TB) Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati.
Ulangan 19:15 (TB) "Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apa pun atau dosa apa pun yang mungkin dilakukannya;
baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan.
Sekarang pertanyaan nya adalah…
apakah pada saat pemeriksaan keterangan orang lewi itu hanya keterangan dia sendiri.. ??
mari kita mundur sedikit untuk menyegarkan ingatan kita soal ini.
Hakim‐hakim 19:11 (TB) Ketika mereka dekat ke Yebus dan ketika matahari telah sangat rendah, berkatalah bujang itu kepada tuannya: "Marilah kita singgah di kota orang Yebus ini dan bermalam di situ."
Hakim‐hakim 19:12 (TB) Tetapi tuannya menjawabnya: "Kita tidak akan singgah di kota asing yang bukan kepunyaan orang Israel, tetapi kita akan berjalan terus sampai ke Gibea."
Hakim‐hakim 19:13 (TB) Lagi katanya kepada bujangnya: "Marilah kita berjalan sampai ke salah satu tempat yang di sana dan bermalam di Gibea atau di Rama."
Jadi kita melihat di sini orang lewi itu ngga berjalan sendirian melainkan dia bersama dengan bujang nya ( pembantu nya )
Maka masuk akal ngga kalo di pasal 20 ayat 1, bujang itu malahan tidak ikutan hadir dalam sidang mendengarkan keterangan saksi… ???
Sekarang mari kita perhatikan keterangan yang di berikan oleh orang lewi ini :
Hakim‐hakim 20:4 (TB) Lalu orang Lewi, suami perempuan yang terbunuh itu, menjawab: "Aku sampai dengan gundikku di Gibea kepunyaan suku Benyamin untuk bermalam di sana.
Hakim‐hakim 20:5 (TB) Lalu warga‐warga kota Gibea itu mendatangi aku dan mengepung rumah itu pada malam hari untuk menyerang aku. Mereka bermaksud membunuh aku, tetapi gundikku diperkosa mereka, sehingga mati.
Perhatikan kalimat Mereka bermaksud membunuh aku, sebenar nya ini adalah bentuk halus dari omongan orang lewi untuk supaya jangan memperoleh malu di depan banyak orang, sebab pada kenyataan nya.. mereka ( orang GIBEA ) itu bermaksud melakukan perkosaan male to male kepada dia.
Kemudian keterangan itu di lanjutkan dengan :
Hakim‐hakim 20:6 (TB) Maka kuambillah mayat gundikku, kupotong‐potong dia dan kukirimkan ke seluruh daerah milik pusaka orang Israel, sebab orang‐orang itu telah berbuat mesum dan berbuat noda di antara orang Israel.
Hakim‐hakim 20:7 (TB) Sekarang kamu sekalian, orang Israel, telah ada di sini.
Berikanlah di sini pertimbanganmu dan nasihatmu."
Kalo kita perhatikan kalimat kuambillah mayat gundikku sebenar nya ini semacam pengakuan kepada orang banyak mengenai skandal yang dia sembunyikan sebelum nya.
Sekarang mari kita perhatikan bagaimana sikap ISRAEL terhadap situasi ini.. ???
Hakim‐hakim 20:8 (TB) Kemudian bangunlah seluruh bangsa itu dengan serentak, sambil berkata: "Seorang pun dari pada kita takkan pergi ke kemahnya, seorang pun dari pada kita takkan pulang ke rumahnya.
Hakim‐hakim 20:9 (TB) Inilah yang akan kita lakukan kepada Gibea; memeranginya, dengan membuang undi!
Hakim‐hakim 20:10 (TB) Kita akan memilih dari seluruh suku Israel sepuluh orang dari tiap‐tiap seratus, seratus orang dari tiap‐tiap seribu, seribu orang dari tiap‐tiap sepuluh ribu, untuk mengambil bekal bagi laskar ini, supaya sesudah mereka datang, dilakukan kepada Gibea‐Benyamin setimpal dengan segala perbuatan noda yang telah diperbuat mereka di antara orang Israel."
Judges 20:11 (KJV) So all the men of Israel were gathered against the city, knit together as one man.
Sebenar nya ada yang bisa kita petik sebagai pelajaran di ayat 8 – ayat 11 ini :
1. Keputusan Israel untuk menyerang itu sudah benar, walaupun kesalahan mereka adalah mereka tidak mendengarkan kesaksian orang GIBEA terlebih dahulu, untung nya keputusan yang di ambil adalah benar dan bersumber pada keterangan yang benar.
Walaupun di banyak kasus, GEGERAN minimal 2 orang, pasti menimbulkan 2 versi cerita yang berbeda dan saling bertolak belakang.
Untung nya dalam kasus ini keputusan yang di ambil ISRAEL itu sudah benar…. Untung nya…
2. Orang‐orang Israel ini keliatan kalo mereka masih peduli pada bangsa, negara, dan agama mereka, sehingga pada waktu mereka tahu ada sesuatu yang sangat salah, maka mereka berusaha memperbaiki
CATATAN :
Kalau ada sesuatu yang salah / kurang dalam gereja, dan saudara tidak peduli, maka ada sesuatu yang sangat tidak beres dengan saudara. Itu suatu pertanda, atau saudara memang bukan orang kristen yang sejati, atau saudara adalah orang kristen yang sejati yang sedang sakit berat secara rohani. Dan kalau saudara tidak peduli akan keadaan saudara yang seperti itu, dan bahkan membenarkannya, itu lebih‐lebih menunjukkan bahwa saudara sedang sekarat secara rohani!
Sekarang pertanyaan nya adalah apakah orang Israel salah dalam hal menyerang Benyamin ??? saya pikir tindakan mereka sudah di rel yang benar
Yakobus 3:17 (TB) Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama‐tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah‐buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
Perhatikan urutan nya baik baik pertama‐tama murni, selanjutnya pendamai,
Tetapi perlu diingat bahwa ‘pendamai’ ini bukannya orang yang lebih senang kompromi dari pada gegeran, pada saat dimana gegeran itu sebetulnya dibutuhkan.
Misalnya pada saat kita melihat ada korupsi atau pengajaran sesat dalam gereja. Ingat bahwa yang dinomer‐satukan adalah ‘murni’, dan karena itu, dalam mempertahankan kemurnian itu bisa saja kita terpaksa harus mengorbankan perdamaian!
Pada waktu Martin Luther melihat adanya begitu banyak ajaran dan praktek yang salah dari gereja Roma Katolik pada saat itu, apakah ia tetap memelihara perdamaian? Tidak, tetapi sebaliknya ia memakukan 95 thesisnya di pintu gereja Wittenberg, dan ini akhirnya menimbulkan perpecahan dalam gereja! Beranikah saudara menyalahkan Martin Luther dan menganggapnya sebagai orang yang tidak cinta damai?
Thomas Manton: “If the chiefest care must be for purity, then peace may be broken in truth’s quarrel. It is a zealous speech of Luther that rather heaven and earth should be blended together in confusion than one jot of truth perish” (= Jika perhatian yang paling utama adalah untuk kemurnian, maka damai boleh dihancurkan dalam pertengkaran kebenaran. Merupakan suatu ucapan yang bersemangat dari Luther bahwa lebih baik langit dan bumi bercampur aduk menjadi satu dari pada satu titik kebenaran binasa).
Calvin, dalam komentarnya tentang Ef 5:11, berkata: “But rather than the truth of God shall not remain unshaken, let a hundred worlds perish” (= dari pada kebenaran Allah tergoncangkan, lebih baik seratus dunia binasa).
Sekarang kita perlu berfikir sedikit apa tujuan mereka melakukan hal ini ???
Hakim‐hakim 20:10 (TB) Kita akan memilih dari seluruh suku Israel sepuluh orang dari tiap‐tiap seratus, seratus orang dari tiap‐tiap seribu, seribu orang dari tiap‐tiap sepuluh ribu, untuk mengambil bekal bagi laskar ini, supaya sesudah mereka datang, dilakukan kepada Gibea‐Benyamin setimpal dengan segala perbuatan noda yang telah diperbuat mereka di antara orang Israel."
Karena mereka hanya membawa bekal sedikit, maka harus ada penambahan bekal.
Kalau semua pulang, akan sukar untuk berkumpul kembali. Jadi hanya orang‐orang tertentu ditugaskan untuk mengambil bekal, dan yang lain tetap berkumpul.
Ini menunjukkan bahwa mereka tak menunda‐nunda untuk melaksanakan keputusan mereka.
Matthew Henry: “When there appears in people a pious zeal for any good work it is best to strike while the iron is hot, for such zeal is apt to cool quickly if the prosecution of the work be delayed. Let it never be said that we left that good work to be done to‐morrow which we could as well have done to‐day” (= Pada waktu terlihat dalam orang‐orang suatu semangat yang saleh untuk suatu pekerjaan baik apapun, yang terbaik adalah memukul pada waktu besi itu panas, karena semangat seperti itu condong untuk mendingin dengan cepat jika pelaksanaan dari pekerjaan itu ditunda. Janganlah pernah dikatakan bahwa kita meninggalkan pekerjaan baik untuk dilakukan besok kalau kita bisa mengerjakannya pada hari ini).
GEGERAN Israel Versus Benyamin di mulai….
Hakim‐hakim 20:12 (TB) Kemudian suku‐suku Israel mengirim orang kepada seluruh suku Benyamin dengan pesan: "Apa macam kejahatan yang terjadi di antara kamu itu!
Hakim‐hakim 20:13 (TB) Maka sekarang, serahkanlah orang‐orang itu, yakni orang‐
orang dursila yang di Gibea itu, supaya kami menghukum mati mereka dan dengan demikian menghapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel." Tetapi bani Benyamin tidak mau mendengarkan perkataan saudara‐saudaranya, orang Israel itu.
Hakim‐hakim 20:14 (TB) Sebaliknya, bani Benyamin dari kota‐kota lain berkumpul di Gibea untuk maju berperang melawan orang Israel.
Kalo melihat ayat 13 ini aneh sebab ternyata orang orang Israel sudah meminta dengan sangat spesifik kepada Benyamin, serahkanlah orang‐orang itu, yakni orang‐orang dursila yang di Gibea itu, supaya kami menghukum mati mereka dan dengan demikian menghapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel." Tetapi bani Benyamin tidak mau mendengarkan.
Alih alih menyerahkan sikap yang di ambil Benyamin malahan berkumpul di Gibea untuk maju berperang melawan orang Israel. Lhoo seolah olah khan ini malahan menimbulkan kesan kalo Benyamin mau melindungi kesalahan yang jelas jelas gila ini …
???
ini apa keputusan macam ini masi harus kita dukung tanpa kita berfikir secara akal sehat… ??? orang gila harus tetap kita dukung… ??? saya jelas ngga mau lha…
Pulpit Commentary mengatakan (hal 200) bahwa adalah tidak masuk akal bahwa seluruh suku Benyamin membela kejahatan seperti itu. Mereka, setidaknya sebagian dari mereka, pasti merasa bahwa tindakan dari orang‐orang dursila itu memang salah, dan layak untuk mendapat hukuman mati. Lalu mengapa mereka membela orang‐orang itu? Pulpit Commentary mengatakan bahwa itu disebabkan karena kesombongan / harga diri / gengsi. Mereka merasa harga diri mereka diinjak‐injak karena mereka harus tunduk kepada otoritas dari suku‐suku yang lain. Itu sebabnya mereka menolak, dan membela orang‐orang jahat dari suku mereka.
Benyamin semakin menanduk saat hendak di tundukan….
Hakim‐hakim 20:15 (TB) Pada hari itu dihitunglah jumlah bani Benyamin dari kota‐kota lain itu: dua puluh enam ribu orang yang bersenjatakan pedang, belum termasuk penduduk Gibea, yang terhitung tujuh ratus orang pilihan banyaknya.
Hakim‐hakim 20:16 (TB) Dari segala laskar ini ada tujuh ratus orang pilihan yang kidal, dan setiap orang dari mereka dapat mengumban dengan tidak pernah meleset sampai sehelai rambut pun.
Hakim‐hakim 20:17 (TB) Juga orang‐orang Israel dihitung jumlahnya; dengan tidak termasuk suku Benyamin ada empat ratus ribu orang yang bersenjatakan pedang;
semuanya itu prajurit.
Adam Clarke mengutip kata‐kata orang yang mengatakan bahwa orang‐orang ini bisa mengumban dengan tepat dari jarak 600 kaki (180 meter)!
Matthew Poole mengatakan (hal 501), bahwa dalam Kitab Suci diberikan jumlah dari suku Benyamin maupun Israel, untuk menunjukkan:
kesungguhan Israel dalam menghukum Benyamin, sehingga mengerahkan pasukan sebesar itu.
kebutaan suku Benyamin sehingga berani menghadapi pasukan yang jauh lebih besar.
kemenangan dalam perang tergantung Tuhan, bukan manusia.
ISRAEL minta petunjuk tapi berakhir kalah… lha kok bisa.. ???
Hakim‐hakim 20:18 (TB) Lalu orang Israel berangkat dan maju ke Betel. Di sana mereka bertanya kepada Allah: "Siapakah dari kami yang lebih dahulu maju berperang melawan bani Benyamin?" Jawab TUHAN: "Suku Yehudalah lebih dahulu."
Judges 20:18 (KJV) And the children of Israel arose, and went up to the house of God, and asked counsel of God, and said, Which of us shall go up first to the battle against the children of Benjamin? And the LORD said, Judah shall go up first.
Jika kita melihat TB memakai kata
Betel, sementara terjemahan NJKV justru memakai the house of God, bahasa Ibrani nya menggunakan֮ל ֵא
yang menunjuk kepada nama kota berupa Betel.
Link : https://biblehub.com/interlinear/judges/20‐18.htm
Tindakan Tuhan memang aneh dan rasanya tak masuk akal. Dengan mengijinkan Benyamin menang, bukankah mereka menjadi lebih sombong, dan bahkan mengira bahwa mereka yang benar dan karena itu diberkati oleh Tuhan? Tetapi kita tidak bisa menilai tindakan Tuhan dengan logika kita. Mirip dengan itu, jaman sekarang juga banyak gereja yang tidak karuan ‘menang’, sehingga mereka merasa benar / diberkati oleh Tuhan.
Matthew Poole menanyakan: mengapa Allah membiarkan mereka kalah padahal mereka ada di pihak yang benar, dan sudah meminta petunjuk Tuhan? Ia menjawab:
karena mereka tidak bergantung kepada Allah.
Matthew Poole: “Nor yet do they seek to God for his help by prayer, and fasting, and sacrifice, as in all reason they ought to have done; but were confident of success, because of their great numbers, and righteous cause” (= Mereka tidak mencari Allah untuk pertolonganNya dengan doa, dan berpuasa, dan memberi korban, seperti yang dalam segala pertimbangan harus mereka lakukan; tetapi mereka yakin tentang kesuksesan karena jumlah mereka yang besar, dan perkara mereka yang benar) ‐ hal 502.
Ya menjadi sesuatu yang masuk akal sebab di ayat 18, ISRAEL bertanya sebatas siapa yang duluan bakalan maju.. ??? tapi maju dengan cara bagaimana, taktik apa… musti gimana.. hal yang penting malahan ngga di tanyaiin…
Maka logika ini akan menjadi sejalan dengan penjabaran ayat berikut ini :
1 Petrus 4:17 (TB) Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama‐tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?
MAJU LAGI…. KALAH LAGI….
Hakim‐hakim 20:22 (TB) Tetapi laskar orang Israel mengumpulkan segenap kekuatannya, lalu mengatur pula barisan perangnya di tempat mereka mengatur barisannya semula.
Ini lucu sebab sudah terbukti cara pertama mereka kalah, ini malahan bahkan tidak mengubah dengan taktik yang berbeda, ini jelas jelas kegilaan yang sulit untuk di pahami.
Tetapi kegilaan mereka ini ada kemiripan dengan catatan berikut ini :
1 Raja‐raja 20:23 (TB) Pegawai‐pegawai raja Aram berkata kepadanya: "Allah mereka ialah allah gunung; itulah sebabnya mereka lebih kuat dari pada kita. Tetapi apabila kita berperang melawan mereka di tanah rata, pastilah kita lebih kuat dari pada mereka.
Jadi seperti nya kegilaan mereka ini berpijak kepada sesuatu yang bersifat tahayul, kepercayaan.. padahal :
1 Timotius 4:7 (TB) Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek‐nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
Matthew Henry: “God’s judgments are a great deep, and his way is in the sea. Clouds and darkness are often round about him, but judgment and justice are always the habitation of his throne. We may be sure of the righteousness, when we cannot see the reasons, of God’s proceedings” (= Penghakiman Allah sangat dalam, dan jalanNya ada di dalam laut. Awan dan kegelapan sering mengelilingi Dia, tetapi penghakiman dan keadilan selalu merupakan tempat tinggal dari takhtaNya. Kita bisa / boleh yakin tentang kebenaran, pada waktu kita tidak bisa melihat alasan-alasan, dari cara Allah bekerja).
Bandingkan dengan ayat‐ayat di bawah ini:
Nahum 1:3 (TB) TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali‐kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki‐Nya.
Nahum 1:3 (KJV) The LORD is slow to anger, and great in power, and will not at all acquit the wicked: the LORD hath his way in the whirlwind and in the storm, and the clouds are the dust of his feet.
Yesaya 55:8 (TB) Sebab rancangan‐Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan‐Ku, demikianlah firman TUHAN.
Yesaya 55:9 (TB) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan‐Ku dari jalanmu dan rancangan‐Ku dari rancanganmu.
Roma 11:33 (TB) O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan‐keputusan‐Nya dan sungguh tak terselami jalan‐jalan‐Nya!
Serangan ke 3 baru Israel menang…
Hakim‐hakim 20:26 (TB) Kemudian pergilah semua orang Israel, yakni seluruh bangsa itu, lalu sampai di Betel; di sana mereka tinggal menangis di hadapan TUHAN, berpuasa sampai senja pada hari itu dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.
Hakim‐hakim 20:27 (TB) Dan orang‐orang Israel bertanya kepada TUHAN — pada waktu itu ada di sana tabut perjanjian Allah,
Hakim‐hakim 20:28 (TB) dan Pinehas bin Eleazar bin Harun menjadi imam Allah pada waktu itu — kata mereka: "Haruskah kami maju sekali lagi untuk berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu, atau haruskah kami hentikan itu?" Jawab TUHAN:
"Majulah, sebab besok Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu."
Penyebutan Pinehas bin Eleazar bin Harun menjadi imam Allah adalah sesuatu hal yang menarik, sebab Barnes mengatakan bahwa ini merupakan suatu petunjuk yang penting, yang menunjukkan bahwa peristiwa ini terjadi kira‐kira 20 tahun setelah kematian Yosua. Baru ditinggal mati Yosua sekitar 20 tahun, Israel sudah begitu kacau.
Ay 29‐48: “(29) Lalu orang Israel menempatkan penghadang-penghadang sekeliling Gibea. (30) Pada hari ketiga majulah orang-orang Israel melawan bani Benyamin dan mengatur barisannya melawan Gibea seperti yang sudah-sudah.
(31) Maka majulah bani Benyamin menyerbu laskar itu; mereka terpancing dari kota, dan seperti yang sudah-sudah, mereka mulai menyerang laskar itu pada kedua jalan raya - yang satu menuju ke Betel, dan yang lain ke Gibea melalui padang - sehingga terbunuh beberapa orang, kira-kira tiga puluh orang di antara orang Israel. (32) Maka kata bani Benyamin: ‘Orang-orang itu telah terpukul kalah oleh kita seperti semula.’ Tetapi orang-orang Israel telah bermupakat lebih dahulu: ‘Marilah kita lari dan memancing mereka dari kota ke jalan-jalan raya.’
(33) Jadi orang Israel bangun dari tempatnya dan mengatur barisannya di Baal- Tamar, sedang orang Israel yang menghadang itu tiba-tiba keluar dari tempatnya, yakni tempat terbuka dekat Geba, (34) dan sampai di depan Gibea, sebanyak sepuluh ribu orang pilihan dari seluruh Israel. Pertempuran itu dahsyat, tetapi bani Benyamin tidak tahu bahwa malapetaka datang menimpa mereka. (35) TUHAN membuat suku Benyamin terpukul kalah oleh orang Israel, dan pada hari itu orang-orang Israel memusnahkan dari antara suku Benyamin dua puluh lima ribu seratus orang, semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang. (36) Bani Benyamin melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah. Sementara orang-orang Israel agak mundur di depan suku Benyamin - sebab mereka mempercayai penghadang-penghadang yang ditempatkan mereka untuk menyerang Gibea - (37) maka segeralah penghadang-penghadang itu menyerbu Gibea. Mereka bergerak maju dan memukul seluruh kota itu dengan mata pedang. (38) Tetapi orang-orang Israel telah bermupakat dengan penghadang-penghadang itu untuk menaikkan gumpalan asap tebal dari kota itu. (39) Ketika orang-orang Israel mundur dalam pertempuran itu, maka suku Benyamin mulai menyerang orang Israel, sehingga terbunuh kira-kira tiga puluh orang, karena pikir mereka: ‘Tentulah orang-orang itu terpukul kalah sama sekali oleh kita seperti dalam pertempuran yang dahulu.’
(40) Tetapi pada waktu itu mulailah gumpalan asap naik dari kota itu seperti tiang asap. Suku Benyamin menoleh ke belakang dan tampaklah kota itu seluruhnya terbakar, apinya naik ke langit. (41) Lagipula orang-orang Israel maju lagi. Maka gemetarlah orang-orang Benyamin itu, sebab mereka melihat, bahwa malapetaka datang menimpa mereka. (42) Jadi larilah mereka dari depan orang-orang Israel itu, ke arah padang gurun, tetapi pertempuran itu tidak dapat dihindari mereka, lalu orang-orang dari kota-kota menghabisi mereka di tengah-tengahnya. (43) Mereka mengepung suku Benyamin itu, mengejarnya dengan tak henti-hentinya dan melandanya sampai di depan Gibea, di sebelah timur. (44) Dari bani Benyamin ada tewas delapan belas ribu orang, semuanya orang-orang gagah perkasa. (45) Yang lain berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon.
Tetapi di jalan-jalan raya masih diadakan penyabitan susulan di antara mereka:
lima ribu orang; mereka diburu sampai ke Gideom dan dipukul mati dua ribu orang dari mereka. (46) Maka yang tewas dari suku Benyamin pada hari itu seluruhnya berjumlah dua puluh lima ribu orang yang bersenjatakan pedang, semuanya orang-orang gagah perkasa. (47) Tetapi enam ratus orang berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon, dan tinggal empat bulan lamanya di bukit batu itu. (48) Tetapi orang-orang Israel kembali kepada bani Benyamin dan memukul mereka dengan mata pedang, baik manusia baik hewan dan segala sesuatu yang terdapat di sana. Juga segala kota yang terdapat di sana mereka musnahkan dengan api”.
Akhir nya orang ISRAEL menggunakan siasat baru di dalam menyikapi 2 kekalahan mereka yang berakhir sangat tragis, dan unik nya… strategi yang mereka gunakan sangat mirip dengan catatan sejarah.. bagaimana mereka mengalahkan kota AI
Matthew Henry: “the Benjamites, in the beginning of the battle, were confident that the day was their own: They are smitten down before us, v. 32, 39.
Sometimes God suffers wicked men to be lifted up in successes and hopes, that their fall may be the sorer. See how short their joy is, and their triumphing but for a moment. Let not him that girdeth on the harness boast, except he has reason to boast in God” (= orang-orang Benyamin, pada permulaan dari pertempuran, sangat yakin bahwa hari itu adalah milik mereka: ‘Orang- orang itu telah terpukul kalah oleh kita seperti semula.’, ay 32,39. Kadang- kadang Allah membiarkan orang-orang jahat untuk ditinggikan dalam kesuksesan dan pengharapan, supaya kejatuhan mereka bisa lebih menyakitkan. Lihatlah betapa singkat sukacita mereka, dan mereka menang hanya untuk seketika saja. Jangan hendaknya mereka yang menyiapkan pakaian perang bermegah, kecuali ia mempunyai alasan untuk bermegah dalam Allah).