87 Jurnal DINAMIKA Vol. 8 No. 1 – Juni 2022 | ISSN:2460-3643
Received May 29, 2022; Revised June 27, 2022; Accepted June 30, 2022 DINAMIKA: Jurnal Manajemen Akuntansi, Bisnis Dan Kewirausahaan Dinamika, Volume 8 Nomor 1, Juni 2022
E-ISSN 2775-8346, P-ISSN 2775-8354, pp.87-97 https://ejournal.stielampungtimur.ac.id/
PENGARUH AUDIT INTERNAL MANAJEMEN MUTU TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. CIPTA
MANDIRI WIRASAKTI
Wuri1, Suwandi2
1,2Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cirebon, Kesambi Cirebon, West Java
1,2Jalan Karyamulya, Kesambi, Cirebon City, West Java, Indonesia E-Mail : [email protected]1, [email protected]2
Abstrak
Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan audit internal sudah dilakukan dengan diawali koordinasi sampai dengan plan laporan audit internal ke Direksi. Aktual pelaksanaan mundur dari rencana awal yang mengakibatkan step selanjutnya juga terganggu. Karena pelaksanaan audit tidak tepat waktu, maka butuh koordinasi lebih antara auditor dan auditee dan mengakibatkan mundurnya waktu verifikasi audit dan pembuatan laporan ke Direksi satu bulan dari jadwal awal yang direncanakan. Dengan pelaksanaan yang mundur, maka manfaat perbaikan temuan audit juga kurang dapat dirasakan.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa pengaruh audit internal manajemen mutu terhadap kinerja karyawan pada PT. Cipta Mandiri Wirasakti. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Total populasi adalah 103 orang dengan pengambilan sampel 82 orang (penyimpangan 5%). Penelitian ini menggunakan metode analisis data yang terdiri dari Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji asumsi klasik (Uji Normalitas, Uji Heteroskedastisitas dan Uji Autokorelasi), Analisis Regresi Linear Sederhana, Uji Hipotesis dan Koefisien Determinan. Hasil penelitian dengan bantuan perhitungan program SPSS 23.0 diperoleh nilai t hitung sebesar 6,328 sedangkan t tabel 1,66412 dengan R Square sebesar 0,334.
Dengan demikian variabel bebas yaitu audit internal manajemen mutu mempunyai pengaruh yang positif terhadap variabel terikat kinerja karyawan sebesar 33,4%.
Kata Kunci : Audit internal Manajemen Mutu, Kinerja Karyawan
Abstract
In this study it was found that the implementation of the internal audit had been carried out starting with coordination up to the plan of the internal audit report to the Board of Directors. The actual implementation is backwards from the initial plan which results in the next step being also disrupted. Because the audit was not carried out on time, it required more coordination between the auditor and the auditee and resulted in the delay of audit verification and reporting to the Board of Directors one month from the initial planned schedule. With delayed implementation, the benefits of improving audit findings are also less pronounced. This study aims to analyze the effect of quality management internal audit on employee performance at PT. Cipta Mandiri Wirasakti. The research method used is quantitative research methods. Data collection techniques using a
88 Jurnal DINAMIKA Vol. 8 No. 1 – Juni 2022 | ISSN:2460-3643
questionnaire. The total population is 103 people with a sample of 82 people (deviation 5%). This study uses data analysis methods consisting of Validity Test, Reliability Test, Classical Assumption Test (Normality Test, Heteroscedasticity Test and Autocorrelation Test), Simple Linear Regression Analysis, Hypothesis Testing and Coefficient of Determinants. The results of the study with the help of SPSS 23.0 program calculations obtained the t-count value of 6.328 while the t-table was 1.66412 with R Square of 0.334.
Thus, the independent variable, namely internal audit quality management, has a positive influence on the dependent variable of employee performance by 33.4%.
Keywords: Internal Audit Quality Management, Employee Performance
I. PENDAHULUAN
Dalam usaha khususnya dibidang otomotif persaingannya sangat pesat.
Tantangan yang dihadapi oleh pelaku bisnis pun semakin beragam, mulai dari munculnya perusahaan-perusahaan pesaing dan kebutuhan inovasi-inovasi baru untuk mampu bertahan di pasaran dan memenuhi requirement Customer serta kepuasan konsumen. Perusahaan akan menerapkan berbagai kebijakan, efektivitas, efisiensi dan pengendalian internal yang baik agar dapat bertahan dan diharapkan mampu bersaing memenangkan persaingan bisnis. Seiring dengan berkembangnya perusahaan, maka kegiatan dan masalah yang dihadapi perusahaan akan lebih beragam.
Berjalannya sistem perusahaan otomotif dibutuhkan panduan sistem internasional yang dapat mendukungnya, yaitu standar IATF (International Automotive Task Force) 16949:2016 (versi terkini), yaitu teknis spesifikasi untuk sistem manajemen mutu di sektor otomotif. Dalam standar tersebut
dijabarkan spesifikasi teknis yang ditujukan untuk pengembangan sistem manajemen mutu yang menyediakan perbaikan berkelanjutan, menekankan pada pencegahan cacat dan pengurangan variasi dan pemborosan dalam rantai pasokan industri otomotif dan proses perakitan.
PT. Cipta Mandiri Wirasakti plant dua (selanjutnya kita sebut PT. CMW) yang beralamat di Jl. Siwelingi, Plumbon, Cirebon adalah perusahaan manufacture automotive yang memproduksi kabel bodi motor dalam menerapkan manajemen mutu juga melakukan evaluasi dampak internal organisasi yang diperoleh. PT.
CMW yang menerapkan manajemen mutu standar IATF, salah satunya adalah melakukan audit sistem yaitu audit dengan melakukan pendekatan proses untuk memverifikasi kesesuaiannya terhadap quality management standard automotive, dengan turunan aturan dalam organisasi berupa operation standard, yaitu aturan yang ditetapkan sebagai urutan untuk melakukan setiap tahapan proses untuk
89 Jurnal DINAMIKA Vol. 8 No. 1 – Juni 2022 | ISSN:2460-3643
menghasilkan produk. Proses audit internal sistem sendiri dilakukan dengan memulai dari pemilihan calon auditor yang kompeten dengan memenuhi sesuai standar dan regulasi. Sedangkan dari pelaksanaan dan hasil audit juga dilakukan evaluasi terkait kendala dan manfaat yang diperoleh. Temuan audit secara signifikan dapat mempengaruhi keefektifan dan kesesuaian proses produksi dalam organisasi (Hrda dkk, 2019).
Temuan dilapangan bahwa pelaksanaan audit internal sudah dilakukan dengan diawali koordinasi sampai dengan plan laporan audit internal ke Direksi. Aktual pelaksanaan mundur dari rencana awal yang mengakibatkan step selanjutnya juga terganggu. Karena pelaksanaan audit tidak tepat waktu, maka butuh koordinasi lebih antara auditor dan auditee dan mengakibatkan mundurnya waktu verifikasi audit dan pembuatan laporan ke Direksi satu bulan dari jadwal awal yang direncanakan. Dengan pelaksanaan yang mundur, maka manfaat perbaikan temuan audit juga kurang dapat dirasakan.
Hasil audit seharusnya memberikan gambaran yang dijadikan perusahaan untuk action. Sejauh temuan mengarah ke performance atau efektifitas suatu proses maka memungkinkan, untuk itulah diharapkan seorang auditor bisa
diharapkan memberikan masukan dari temuan-temuan yang didapat dari proses yang diaudit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa pengaruh audit internal manajemen mutu terhadap kinerja karyawan pada PT. Cipta Mandiri Wirasakti.
II. KAJIAN LITERATUR Menurut standar IATF 16949:2016, penerapan sistem manajemen mutu adalah suatu keputusan strategis bagi suatu organisasi yang dapat membantu organisasi untuk meningkatkan kinerjanya secara keseluruhan dan menyediakan dasar yang kuat untuk inisiatif pembangunan berkelanjutan. Bagian ini berisi kajian-kajian terhadap penelitian sebelumnya serta teori-teori yang relevan.
Audit internal manajemen sistem adalah proses sistematis, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit (objective evidence) dan menilainya secara objective untuk menentukan sejauh mana kriteria audit telah dipenuhi, tujuannya adalah untuk memverifikasi pelaksanaan dan implementasi sistem mutu dan interaksinya yang ditetapkan sesuai serta memaksimalkan hasil audit, sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan pelanggan.
Mengenai audit internal IATF 16949:2016, ada tiga jenis audit yang harus perusahaan lakukan: Audit Produk,
90 Jurnal DINAMIKA Vol. 8 No. 1 – Juni 2022 | ISSN:2460-3643
Proses Produksi dan Sistem Manajemen Mutu, tetapi intinya tetap sama bahwa audit internal menekankan sejauh mana proses yang diaudit efektif, jadi penekanannya ke efektifitas suatu kegiatan atau proses tidak hanya kesesuaian. Selanjutnya yang akan dilakukan penelitian adalah terkait audit sistem manajemen mutu.
Audit internal
Auditor internal merupakan aktivitas independen, keyakinan objective, dan aktivitas konsultasi yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan operasi organisasi. Audit internal ini membantu organisasi mencapai tujuannya dengan melakukan pendekatan sistematis, disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian serta proses tata kelola. Temuan audit internal secara independen dan objective dapat diandalkan oleh para pengguna informasi (The Institute of Internal Auditors, 1999).
Auditor internal yang independen memiliki peran penting untuk membantu perusahaan melakukan peningkatan dan evaluasi terhadap efektifitas proses pengelolaan risiko perusahaan, pengendalian, serta tata kelola perusahaan (Maulidiyah dkk, 2017).
Audit internal merupakan suatu aktivitas konsultasi yang dikelola secara independen dan objective, yang dirancang sebagai penambahan nilai untuk meningkatkan kegiatan operasional perusahaan. Secara efektif, auditor internal menyediakan informasi yang dibutuhkan manajer dalam melaksanakan tanggung jawab (Setyorina dan Sulistyawati, 2018). Auditor internal memiliki standar profesional agar kinerjanya berjalan secara optimal.
menurut Hery (2010) terdapat 4 standar yaitu: Independensi, Kemampuan Profesional, Lingkup pekerjaan, dan Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan.
Kinerja Karyawan
Kinerja yang sering disebut dengan performance juga disebut result yang berarti apa yang telah dihasilkan oleh individu karyawan (Cash dan Fischer, 2013). Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugasnya atas kecakapan, usaha dan kesempatan (Hasibuan, 2002). Dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah suatu hasil yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu menurut standar dan kriteria yang telah ditetapkan.
91 Jurnal DINAMIKA Vol. 8 No. 1 – Juni 2022 | ISSN:2460-3643
Kinerja atau prestasi kerja adalah kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2006). Kinerja merupakan terjemahan dari kata performance yang memiliki arti sebagai sebuah hasil kerja seorang pegawai atau pekerja, sebuah proses manajemen yang mana hasil kerja tersebut harus memiliki sebuah bukti konkret yang juga dapat diukur (Sedarmayanti, 2011).
Kriteria kinerja adalah dimensi- dimensi pengevaluasian kinerja seseorang pemegang jabatan, suatu tim, atau suatu unit kerja (Kasmir, 2016). Secara bersama-sama dimensi itu merupakan harapan kinerja yang berusaha dipenuhi individu dan tim guna mencapai strategi organisasi. Wirawan (2009) untuk mengukur kinerja dapat menggunakan indikator-indikator sebagai berikut: 1) Kuantitas adalah sejumlah keluaran (output) yang dihasilkan oleh karyawan dalam membuat barang untuk dikonsumsi atau dipergunakan oleh pelanggan; 2) Kualitas adalah spesifikasi dari barang, seperti bahan baku, desain, keandalan, dan manfaat dari barang yang dihasilkan oleh karyawan dibandingkan dengan standar kualitas yang telah ditetapkan oleh organisasi atau perusahaan. 3) Ketepatan waktu adalah sejauh mana karyawan
dalam melaksanakan pekerjaanya dapat memenuhi tenggang waktu yang telah diterapkan oleh organisasi atau perusahaan. 4) Kreativitas merupakan
kemampuan karyawan untuk
mengembangkan gagasan atau daya cipta guna mempercepat atau memperlancar pelaksanaan pekerjaannya dan mengatasi hambatan atau masalah yang timbul. 5) Kerja sama merupakan perilaku karyawan dalam berhubungan dengan orang lain (atasan, rekan kerja, bawahan, pihak eksternal) dalam melaksanakan suatu pekerjaan, baik yang bersifat rutin maupun proyek.
III. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey.
Metode penelitian deskriptif ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri atau variabel bebas) tanpa membuat perbandingan variabel itu sendiri dan mencari hubungan dengan variabel lain (Sugiyono, 2017). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yakni mengumpulkan, menyusun, mengolah serta menganalisis data dalam bentuk yakni angka yang dalam praktiknya diberikan perlakuan tertentu yang diteliti di dalamnya.
92 Jurnal DINAMIKA Vol. 8 No. 1 – Juni 2022 | ISSN:2460-3643
Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2010).
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. CMW Plant dua Cirebon bagian Quality Assurance dengan jumlah 103 orang. Sampel penelitian ini ditentukan sebanyak 82 karyawan. Dalam penelitian ini, penulis Teknik pengumpulan data yang digunakan:
Kuesioner, observasi, Studi Pustaka.
Teknik Analisis Data dalam penelitian (1) Instrumen Penelitian: Uji Validitas, Uji Reliabilitas; (2) Uji Asumsi Klasik: Uji normalitas, Uji Heteroskedastisitas, Uji Autokorelasi (3) Analisis Regresi Linear Sederhana, (4) Uji Hipotesis (Uji t), (5) Koefisien Determinan.
IV. PEMBAHASAN Analisis Data Penelitian
Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui valid tidaknya pernyataan pada kuesioner yang akan diteliti. Suatu kuesioner yang dikatakan valid jika
pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkap sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut
Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel Audit internal Manajemen Mutu
Item r Hitung r Tabel Keterangan
X1 0.616 0.2172 Valid
X2 0.608 0.2172 Valid
X3 0.655 0.2172 Valid
X4 0.734 0.2172 Valid
X5 0.652 0.2172 Valid
X6 0.740 0.2172 Valid
X7 0.557 0.2172 Valid
X8 0.718 0.2172 Valid
X9 0.684 0.2172 Valid
X10 0.731 0.2172 Valid
Berdasarkan hasil olah data pada tabel 1 (Tabel Hasil Uji Validitas Variabel Audit internal Manajemen Mutu), nilai r hitung X1 sampai X10 memiliki nilai lebih besar dari r tabel 0,2172, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan variabel Audit internal Manajemen Mutu dinyatakan valid.
Tabel 2 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan
Item r Hitung r Tabel Keterangan
Y1 0.652 0.2172 Valid
Y2 0.696 0.2172 Valid
Y3 0.751 0.2172 Valid
Y4 0.690 0.2172 Valid
Y5 0.645 0.2172 Valid
Y6 0.584 0.2172 Valid
Y7 0.622 0.2172 Valid
Y8 0.501 0.2172 Valid
Y9 0.694 0.2172 Valid
93 Jurnal DINAMIKA Vol. 8 No. 1 – Juni 2022 | ISSN:2460-3643
Y10 0.764 0.2172 Valid
Berdasarkan hasil olah data pada tabel 2 (Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan), nilai r hitung Y1 sampai Y10 memiliki nilai lebih besar dari r tabel 0,2172, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan variabel Kinerja Karyawan dinyatakan valid.
Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbach’s Alpha, dengan metode pengambilan keputusan menggunakan batasan 0,600. Apabila Nilai Cronbach Alpha > 0,600, maka Reliabel, sebaliknya apabila nilai Cronbach Alpha < 0,600 mana dinyatakan Tidak Reliabel. Berikut adalah hasil Uji Reliabilitas yang diolah menggunakan SPSS:
Tabel 3 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Audit internal Manajemen Mutu
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
0,860 10
Sumber: Hasil Output SPSS
Berdasarkan hasil pengolahan data tabel 3 (Hasil Uji Reliabilitas Variabel Audit internal Manajemen Mutu), nilai Cronbach Alpha sebesar 0,860 lebih besar dari batasan 0,600 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Audit internal Manajemen Mutu dinyatakan reliabel.
Uji Normalitas
Uji Normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Penelitian ini menggunakan uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Dasar pengambilan keputusan adalah jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal.
Sebaliknya, jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal.
Tabel 4 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 82
Normal Parametersa,b
Mean .0000000
Std.
Deviation 3.42341926
Most Extreme Differences
Absolute .074
Positive .074
Negative -.056
Test Statistic .074
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
Berdasarkan output tabel 4 (Hasil Uji Normalitas), diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) Unstandardized Residual sebesar 0,200 lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada data regresi di penelitian ini berdistribusi normal.
Uji Regresi Linear Sederhana
Variabel Analisis Regresi Linier Sederhana yaitu regresi antara variabel Audit internal Manajemen Mutu terhadap
94 Jurnal DINAMIKA Vol. 8 No. 1 – Juni 2022 | ISSN:2460-3643
Kinerja Karyawan. Berikut adalah hasil uji regresi sederhana:
Tabel 5 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Audit internal Terhadap Kinerja
Karyawan
Dari hasil pengolahan data Analisis Regresi Linier Sederhana di atas maka dapat dirumuskan Y = 18,444 + 0,554 X.
Dari perumusan diatas dapat dijelaskan bahwa nilai konstan sebesar 18,444 artinya apabila nilai variabel Audit internal nilainya 0 maka nilai variabel Kinerja Karyawan memiliki nilai tetap 18,444. Nilai koefisien Audit internal sebesar 0,554, artinya apabila variabel Audit internal meningkat sebesar 1 (satu) satuan maka nilai variabel Kinerja Karyawan meningkat sebesar 0,554 satuan.
Penerapan Audit Internal Manajemen Mutu
Dari hasil kuesioner, karyawan bagian Quality Assurance yang merupakan responden penelitian ini terdiri dari 82 orang dari total populasi adalah 103 orang. Dengan karakteristik responden terdiri dari 87% wanita dan 11% pria. Dari segi masa kerja kurang dari 5 tahun 70%, 5 sampai 10 tahun 16%, 11 sampai 15 tahun 6% dan lebih dari 15
tahun 8% menyatakan penerapan audit internal manajemen mutu di PT. CMW telah dilaksanakan dengan baik. Hal ini dibuktikan dari hasil kuesioner variabel audit internal manajemen mutu menyatakan hasil penelitian distribusi frekuensi variabel audit internal manajemen mutu rata-rata pada angka 4.16 atau 83%. Jumlah responden dari pernyataan satu sampai dengan sepuluh secara dominan memilih setuju. rata-rata terkecil terdapat pada pernyataan ke lima sebesar 74% dengan pernyataan “Saya senang jika auditor internal, lain bagian dari kerja saya”, sedangkan rata-rata terbesar adalah 90%, yaitu pada pernyataan no dua, “Temuan audit selalu tercatat untuk ditanggulangi, untuk perubahan lebih baik”. Tetapi untuk pernyataan no tujuh, yaitu “Saya senang jika jadwal audit tepat waktu”, secara aktual belum sepenuhnya berjalan secara efektif karena ada beberapa bagian dalam pelaksanaan audit internal mundur dari rencana awal audit. Baik dari pelaksanaan, verifikasi dan pelaporan audit. Karena pelaksanaan audit yang tidak tepat waktu, maka membutuhkan koordinasi dan manfaat audit yang kurang efektif, efisien dan tidak cepat dirasakan manfaatnya.
Mundurnya audit rata-rata dikarenakan kesibukan auditor yang tetap menghandle kerjaan regular.
95 Jurnal DINAMIKA Vol. 8 No. 1 – Juni 2022 | ISSN:2460-3643
Hal tersebut sesuai dengan jurnal Arles L., Anugrah R. dan Andreas (2017), Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Audit Internal:
Peran Penting Dukungan Manajemen menyatakan bahwa “audit internal efektif dapat ditandai dengan tujuan audit selaras dengan tujuan perusahaan, adanya nilai tambah bagi organisasi, audit internal dapat meningkatkan kinerja perusahaan, memastikan efisiensi, efektivitas, dan ekonomis dari suatu pengambilan keputusan strategis, serta timbul suatu rasa kepuasan dari pihak dalam internal perusahaan”. Jadi semakin tepat waktu pelaksanaan, perbaikan dan evaluasi hasil audit internal maka akan semakin efektif dan efisien dan dapat cepat dirasakan manfaatnya.
Kinerja karyawan PT. Cipta Mandiri Wirasakti
Hasil penelitian distribusi frekuensi variabel kinerja karyawan pernyataan satu sampai dengan sepuluh secara dominan memilih setuju. Rata-rata terkecil terdapat pada pernyataan ke delapan sebesar 75%
yaitu “Selain job regular, saya juga aktif dalam kegiatan improvement untuk mempermudah pekerjaan”, sedangkan rata-rata terbesar terdapat pada pernyataan ke tujuh sebesar 87% dengan pernyataan
“Saya selalu membuka diri untuk belajar hal baru”.
Secara total dapat dilihat variabel kinerja karyawan mempunyai skor sebesar 41,48. Jadi rata-rata skor sebesar 4,15 atau 83%. Hal ini berarti bahwa variabel kinerja karyawan (Y) dapat dinyatakan sangat baik, karena pada interval 4,01 – 5,00 dari kriteria penilaian.
Hal tersebut sesuai dengan pendapat Anwar Prabu Mangkunegara dalam jurnal jurnal Rizaldi (2021), Pengelolaan Kinerja Karyawan Melalui Kecerdasan Emosional dan stress Kerja menyatakan bahwa
“Kinerja atau prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”.
Pengaruh Audit Internal Manajemen Mutu terhadap Kinerja Karyawan
Hasil pengolahan data dapat dijabarkan bahwa hasil uji regresi linear sederhana mempunyai nilai konstan sebesar 18,444 artinya apabila nilai variabel Audit internal nilainya 0 maka nilai variabel Kinerja Karyawan memiliki nilai tetap 18,444. Nilai koefisien Audit internal sebesar 0,554, artinya apabila variabel Audit internal meningkat sebesar 1 (satu) satuan maka nilai variabel Kinerja Karyawan meningkat sebesar 0,554 satuan. Dari uji hipotesis (uji t), didapat nilai t hitung variabel Audit internal
96 Jurnal DINAMIKA Vol. 8 No. 1 – Juni 2022 | ISSN:2460-3643
sebesar 6,328 lebih besar dari 1,66412 dan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,050. Maka Ho ditolak dan disimpulkan bahwa variabel Audit internal Manajemen Mutu berpengaruh positif secara signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan. Nilai t hitung menunjukan angka positif, menunjukan pengaruh yang positif yang artinya apabila Audit internal meningkat maka Kinerja Karyawan akan meningkat juga dan sebaliknya apabila Audit internal menurun Kinerja Karyawan akan ikut menurun.
Dari uji koefisien determinan, diperoleh nilai R Square sebesar 0,334. Jadi kontribusi pengaruh dari variabel independen Audit internal manajemen mutu terhadap variabel Kinerja Karyawan dalam regresi linier sederhana sebesar 33,4% sedangkan sisanya 66,6%
dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian yang sama yang dilakukan oleh Apriyani dan Sojanah (2017), bahwa audit internal manajemen mutu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sekolah.
Penelitian Adianto dan Gultom (2020), menyimpulkan bahwa kontribusi variabel audit internal dan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 terhadap kinerja karyawan sebesar 39,3%, sedangkan 60,7%
dipengaruhi variabel lain.
V. KESIMPULAN
Pelaksanaan audit internal manajemen mutu telah konsisten dilakukan, tetapi beberapa bagian melakukan audit tidak tepat waktu sehingga berdampak kurang efektif, efisien dan tidak cepat dirasakan manfaatnya. Distribusi frekuensi variabel kinerja karyawan rata-rata pada 4.15 yang berarti kinerja karyawan sangat baik karena masuk pada interval 4.01 – 5.00.
Audit internal manajemen mutu berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan di PT. Cipta Mandiri Wirasakti sebesar 0,334, jadi kontribusi pengaruh dari variabel independen Audit internal terhadap variabel Kinerja Karyawan dalam regresi linier sederhana sebesar 33,4% sedangkan sisanya 66,6%
dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Adianto., dan Gultom, E., 2020, The Influence of Audit internal ISO 9001:2015 Quality Management System on Employee Performance, Vol. 1 No. 1 page 69-75, ISSN 2746-4482.
Apriyani, M., dan Sojanah, J., 2017, Pengaruh Audit Mutu Internal Terhadap Kinerja Sekolah di SMK Negeri 1 Bandung (Survey pada SMK Negeri Jurusan Bisnis dan Manajemen yang Berstandar ISO 9001:2008),
http://ejournal.upi.edu/index.php/ma
97 Jurnal DINAMIKA Vol. 8 No. 1 – Juni 2022 | ISSN:2460-3643
najerial, Vol. 16 No. 2, ISSN 1412- 6613.
Arles L., Anugrah R. & Andreas, 2017, Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Audit Internal: Peran Penting Dukungan Manajemen Vol. V no.2, ISSN 125- 133.
Hery, 2010. Potret Profesi Audit Internal, Bandung: Alfabeta, cv.
Hrda, V.,Beloev, H., Findura, P., Kangalov, P., Filo, R., Bajus, P., 2019, Analysis of Quality Management System
Audit in a Selected Organization, Agricultural, Forest and Transport Machinery and Technologies, Vol.
IV – Issue 1, ISSN 2367-5888.
International Organization for Standardization. 2015. “ISO 9001:2015 Quality management systems — Requirements.”
03.100.70 Management Systems.
International Organization for Standardization. 2018. “ISO 19011:2018 - Guidelines for auditing management systems.”
International Organization for Standardization (ISO) Third Edit.
International Organization for Standardization. 2018. “IATF 16949:2016 Quality Management Systems Requirements for Automotive Production and Relevant Service Parts Organizations”
Kasmir, 2016, Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori Dan Praktik).
Jakarta: Rajawali Press.
Kasmir, 2016, Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori Dan Praktik).
Jakarta: Rajawali Press.
Mangkunegara, A.A Anwar, 2017, Evaluasi Kinerja SDM. Bandung:
PT. Refika Aditama.
Rizaldi, A., Maret 2021, Pengelolaan Kinerja Karyawan Melalui Kecerdasan Emosional dan stress Kerja, Journal of Applied Business Administration, ISSN 2548-9909.
Setyorina, S,C., dan Sulistyawati, A,I., 2019, Persepsi Karyawan Tentang Peran Auditor Internal Sebagai Pengawas, Konsultan dan Katalisator dalam Pencapaian Tujuan Perusahaan, Majalah Ilmiah Solusi, Volume 17, No. 1, ISSN 1412-5331.
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.