• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENSTRA 2018 - 2022 terBARU TERNEW

N/A
N/A
Nayla Almaira Azzahra

Academic year: 2022

Membagikan "RENSTRA 2018 - 2022 terBARU TERNEW"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemerintah Kabupaten Lembata yang telah memiliki Kepala Daerah Periode 2018 – 2022 melalui pemilihan langsung wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun kedepan.

Ketentuan tersebut sejalan sesuai dengan Undang – undang nomor 17 tahun 2003 tentang kuangan Negara dan Undang undang nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lembata merupakan arah pembangunan yang ingin dicapai daerah, dalam kurun waktu masa bakti Kepala Daerah yang disusun berdasarkan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah Terpilih, dimana kegiatan yang direncanakan sesuai dengan urusan Pemerintah dengan mempertimbangkan kemampuan Keuangan Daerah.

RPJMD Kabupaten Lembata mengintergrasikan rancangan RPJMD dengan rancangan Renstra SKPD serta masukan dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan pembangunan melalui konsultasi public dan musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang). Dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Lembata tahun 2018 – 2022 sebagai penjabaran Visi, Misi dan Program Kepala Daerah Terpilih, juga berpedoman pada RPJMD Propinsi Nusa Tenggara Timur serta Kementerian / Lembaga Terkait. Sedangkan tata cara penyusunan RPJMD Kabupaten Lembata mengacu pada peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan.

Sebagai salah satu SKPD Pemerintah Kabupaten Lembata, RSUD Lewoleba mempunyai kewajiban menyusun Renstra (Rencana Strategis) tahun 2017 – 2022 dan selanjutnya menjadi pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan RSUD Lewoleba Kabupaten Lembata selama kurun waktu lima tahun kedepan.

Dokumen ini menjadi acuan RSUD Lewoleba Kabupaten Lembata untuk menyusun Rencana Kerja yang akan diselenggarakan setiap tahun sehingga kegiatan akan terarah dan tepat sasaran.

1.2 Landasan Hukum

Rencana Strategis Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba tahun 2018 - 2022 disusun berdasarkan :

1. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 ayat 1 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan

2. Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1985 tentang Pembentukan Daerah- Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1649 )

3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi , Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851 )

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) - RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH LEWOLEBA 2018 - 2022 1

(2)

4. Undang-Undang Nomor 52 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 180, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3901 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2000 Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 79, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3967 )

5. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit

6. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor 4286)

7. Undang-Undang Nomor 24 tahun 2004 tentang Prkatek Kedokteran 8. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 9. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor 4438)

10. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor 4405)

11. Peraturan Pemerintah 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor 4578)

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana diubah dengan PERMENDAGRI Nomor 59 tahun 2007 tentang perubahan atas Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah).

13. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 2 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2006 – 2011(Lembaran Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2007 Nomor 2 Seri E Nomor 2);

14. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2007 Nomor 4 Seri E Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2009 Nomor 1 Seri E Nomor 1);

15. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 1 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Kabupaten Lembata (Lembaran Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2008 Nomor 1 Seri E Nomor 1);

16. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2008 Nomor 2 Seri D Nomor 1);

17. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2008 Nomor 3 Seri D Nomor 2);

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) - RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH LEWOLEBA 2018 - 2022 2

(3)

18. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2008 Nomor 4 Seri D Nomor 3);

19. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan (Lembaran Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2008 Nomor 5 Seri D Nomor 4);

20. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 1 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2011 (Lembaran Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2011 Nomor 1);

21. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lembata Tahun 2011 – 2031 (Lembaran Daerah Kabupten Lembata Tahun 2011 Nomor 14);

22. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 15 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2012 (Lembaran Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2011 Nomor 15);

23. Peraturan Bupati Lembata Nomor 33 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lembata;

24. Peraturan Daerah Kabupaten Lembata Nomor 8 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2017 – 2022.

1.3 Maksud dan Tujuan a. Maksud

Maksud disusunnya RENSTRA RSUD Lewoleba diharapkan secara keseluruan dapat melaksanakan dan merencanakan “Pelayanan Bermutu” yaitu pelayanan yang berkualitas yang secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat melalui :

1. Gambaran hubungan serta keterkaitan RENSTRA RSUD Lewoleba dengan RPJMD Kabupaten Lembata;

2. Gambaran RSUD Lewoleba Kabupaten Lembata yang meliputi tugas pokok dan fungsi, struktur organisasi serta sumber daya yang dimiliki;

3. Keadaan kinerja pelayanan RSUD Lewoleba berupa capaian kinerja pada Renstra tahun tahun 2018 – 2022 serta menganalisa tantangan dan peluang SKPD untuk lima tahun kedepan;

4. Menyamakan persepsi Visi dan Misi Kabupaten Lembata, Renstra Kabupaten Lembata, Renstra Propinsi NTT, Visi Misi Kementerian Kesehatan RI, dan Milenium Developmantal Goals (MDGs) sehingga bias merumuskan isu – isu strategis;

5. Merumuskan perencanaan strategis RSUD Lewoleba Kabupaten Lembata yang berisikan Visi dan Misi, Prioritas Pembangunan yang terdiri dari tujuan dan sasaran strategis, strategi pencapaian tujuan dan sasaran serta kebijakan Pemerintah Daerah;

6. Memaparkan program kegiatan dan kegiatan RSUD Lewoleba serta pendanaanya untuk periode 2018 – 2022

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) - RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH LEWOLEBA 2018 - 2022 3

(4)

b. Tujuan

Perencanaan Strategis ini bertujuan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan pada RSUD Lewoleba Kabupaten Lembata lima tahun kedepan sehingga pelaksanaannya terarah dan tepat sasaran.

1.4 Sistematika Penulisan

Renstra Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba tahun 2018 – 2022 terdiri dari 8 (delapan ) bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

a. BAB I PENDAHULUAN, memuat tentang : 1. Latar Belakang,

2. Landasan Hukum,

3. Maksud dan Tujuan, dan 4. Sistematika Penulisan.

b. BAB II GAMBARAN PELAYANAN OPD memuat tentang : 1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi OPD,

2. Sumber Daya OPD,

3. Kinerja Pelayanan OPD dan

4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan OPD.

c. BAB III PERMASALAHAN DAN ISU – ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH memuat tentang :

1. Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan OPD,

2. Telaahan visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih,

3. Telaahan Renstra Kementerian dan Renstra, Telaahan rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan hidup strategis dan,

4. Penentuan isu – isu strategis,

d. BAB IV TUJUAN DAN SASARAN, memuat tentang : 1. Tujuan dan Sasaran OPD

e. BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN, memuat tentang : pernyataan strategis dan arah kebijakan perangkat daerah dalam 5 (lima) tahun mendatang

f. BAB VI RENCANA STRATEGIS DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN, memuat tentang : Rencana Program dan Kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif.

g. BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN, memuat tentang inikator kinerja yang akan dicapai OPD dalam 5 (lima) tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD

h. BAB VII PENUTUP.

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) - RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH LEWOLEBA 2018 - 2022 4

(5)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

RSUD Lewoleba merupakan RSUD milik Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata yang berdiri pada tanggal 08 Juni 2004. Berdasarkan klasifikasi penilaian fasilitas dan kemampuan Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba, maka di terbitlah SK Menkes RI No : 831/Menkes/SK/VI/2005 tanggal 02 Juni 2005 RSUD Lewoleba ditetapkan sebagai RSU Kelas D hingga sekarang. Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan dalam bidang teknologi, RSUD Lewoleba yang merupakan satu – satunya Rumah Sakit Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata di tuntut untuk membenahi dan Meningkatkan sarana dan prasarana guna menunjang pelaksanaan dan Percepatan Visi dan Misi Kepala Daerah Periode 2018 – 2022.

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah.

A. Tugas

Tugas RSUD Lewoleba sebagai tempat pelayanan kesehatan mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna sesuai dengan Undang – undang RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan perorangan adalah : setiap kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan

B. Fungsi

Untuk menjalankan tugas tersebut sebagaimana tertuang dalam UU Rumah Sakit Tahun 2009 maka Rumah Sakit mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. Penyelenggaraaan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit

b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis

c. Penyelenggara pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan

d. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan.

C. Struktur

Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba:

1. Direktur.

2. Kasubag Umum dan Kepegawaian.

3. Kasubag Perencanaan dan Program.

4. Kasubag Keuangan.

5. Kepala Seksi Penunjang.

6. Kepala seksi Pelayanan.

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) - RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH LEWOLEBA 2018 - 2022 5

(6)

Selain itu Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba juga mempunyai jabatan fungsional yang terdiri dari :

1. Komite Medis yang membawahi Staf Medis Fungsional

2. Komite Keperawatan yang membawahi Staf Keperawatan Fungsional

3. Komite Kefarmasian dan Terapi Uraian Tugas Direktur

1. Memimpin dan membina tugas penyelenggaraan pemerintahan pada Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba

2. Mengkoordinir perumusan penentuan arah kebijakan pemerintah daerah menyangkut visi, misi, kebijakan , program dan kegiatan sampai pada sasaran pencapaian tujuan organisasi pada Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba;

3. Menetapkan Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba;

4. Melaksanakan pembinaan tata administrasi kantor dan kebijakan sumber daya aparatur dan kebijakan anggaran sampai pada fasilitas sarana dan prasarana kantor;

Uraian Tugas Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian 1. Merumuskan dan menyusun rencana pengelolaan administrasi

umum dan kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku;Mengkoordinasikan hasil pelaksanaan tugas – tugas di bidang Umum dan Kepegawaian;

2. Membuat petunjuk teknis pengelolaan administrasi umum, administrasi barang dan kepegawaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

3. Membuat laporan bulanan penyelenggaraan administrasi umum dan kepegawaian;

4. Melaksanakan koordinasi terhadap pengelolaan administrasi surat – surat baik surat masuk maupun surat keluar;

5. Melaksanakan penatausahaan kepegawaian unit sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik rencana kebutuhan pegawai, DUK dan nominatif dan mutasi pegawai dilingkup RSUD Lewoleba;

6. Melaksanakan penataan kearsipan unit sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

7. Melukan kegiatan pengamanan administasi terhadap semua tamu yang berurusan dengan pejabat;

8. Menyiapkan semua sarana dan fasilitas sesuai kebutuhan unit demi kelancaran urusan kedinasan;

9. Menyiapkan rencana penyelenggaraan acara – acara yang bersifat kedinasan maupun non dinas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi;

10. Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan staf untuk melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan

11. Mengajukan usul saran dan pertimbangan kepada atasan

12. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan secara tertulis dan lisan kepada atasan untuk memberikan gambaran akhir pelaksanaan kegiatan

13. Melaksanakan tugas – tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan baik secara lisan maupun tertulis untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) - RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH LEWOLEBA 2018 - 2022 6

(7)

Uraian Tugas Kepala Sub Bagian Perencanaan Program

1. Menyusun langkah – langkah kegiatan tahun berjalan berdasarkan kegiatan tahun sebelumnya baik rutin maupun pembangunan serta sumber data yang ada sebagai bahan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan;

2. Membagi tugas pada bawahan di bawah sub bagiannya sesuai dengan petunjuk dengan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektifitas pelaksanaan tugas;

3. Memberi petunjuk kepada bawahan dibawah sub bagiannya untuk kelancaran pelaksanaan tugas;

4. Memeriksa hasil kerja bawahan dilingkungan sub bagiannya untuk menemukan kesalahan guna penyempurnaan lebih lanjut;

5. Menilai prestasi kerja bawahan di lingkungan sub bagiannya sebagai bahan dalam peningkatan karier;

6. Menyusun, mengkonsultasikan konsep rencana kerja RSUD Lewoleba berdasarkan data yang telah dihimpun sebagai bahan RAPB tingkat Kabupaten;

7. Mengkonsultasikan, menyusun RKA, DPA dan DPPA RSUD Lewoleba;

8. Menyusun rencana strategis da laporan pertanggungjawaban SKPD, Lakip, Rencana Kerja (Renja), Penetapan Kinerja (PK), Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Indeks Kerja Utama (IKU);

membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan secara tertulis dan lisan kepada atasan untuk memberikan gambaran akhir pelaksanaan kegiatan;

9. Melaksanakan tugas – tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan baik secara lisan maupun tertulis untuk kelancaran pelaksanaan tugas

Uraian Tugas Kepala Sub Bagian Administrasi Keuangan

1. Mengkoordinasikan pengumpulan bahan (data) untuk kepentingan organisasi dan ketatalaksanaan;

2. Menyusun petunjuk teknis penyelenggaraan keuangan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

3. Menyusun SPP, SPM, Laporan Kinerja Keuangan, Prognosis, Semesteran dan Laporan Keuangan;

4. Menyusun laporan fisik keuangan akhir tahun Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba;

5. Menyusun Laporan Kinerja Akhir Tahun (Lakip) Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba;

6. Menyusun Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) akhir;

7. Melaksnakan bimbingan dan pengawasan pembukuan, perhitungan anggaran dan verifikasi serta penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan;

8. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan secara tertulis dan lisan kepada atasan untuk meberikan gambaran akhir pelaksanaan kegiatan;

9. Melaksanakan tigas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan baik secara lisan maupun tertulis untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) - RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH LEWOLEBA 2018 - 2022 7

(8)

Uraian Tugas Kepala Seksi Pelayanan

1. Menyusun rencana kegiatan Bidang Pelayanan, dalam rangka penetapan kebijakan (Strategi) Rumah Sakit, berdasarkan ketentuan peraturan peundang-undangan yang berlaku;

2. Membuat kajian kebutuhan sumber daya berupa sarana, prasarana, tenaga, peralatan, bahan dan kebutuhan lainnya, sesuai dengan strategi Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba serta prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

3. Mendistribusikan tugas dan sumber daya kepada para Kepala Instalasi Dan Kepala Bangsal terkait agar tugas-tugas terbagi habis dan dapat berjalan dengan lancar;

4. Mengkoordir Kepala Instalasi dan Kepala Bangsal terkait agar dapat melaksanakan tugasnya dalam jalinan kerja sama yang sinergis dan harmonis;

5. Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis kepada para bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

6. Mengawasi, mengendalikan dan membina pelaksanaan tugas- tugas dibidang pelayanan RSUD Lewoleba, agar sesuai dengan PROTAP dan peraturan perundang-undang yang berlaku;

7. Merumuskan PROTAP terhadap pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba;

8. Menyelenggarakan administrasi pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba;

9. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier;

10. Melakukan penyusunan dan evaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba;

11. Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada atasan sesuai dengan sumber data yang ada dan berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, untuk dipergunakan sebagai bahan masukan atasan;

12. Melaksanakan tugas-tugas lain-lain yang diberikan oleh atasan baik secara tertulis maupun lisan dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

Uraian Tugas Kepala Seksi Penunjang

1. Menyusun rencana kebutuhan Bidang Penunjang, dalam rangka penetapan kebijakan (Strategi) Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba, berdasarkan ketentuan, peraturan perundang- undangan yang berlaku;

2. Menyusun rencana teknis pelaksanaan penunjang pelayanan kesehatan (Medik dan Non Medi);

3. Menyelengarakan a dminstrasi penunjang medik dan non medik;

4. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa sarana, prasarana, tenaga, peralatan, bahan dan kebuthan lainnya, sesuai dengan strategi rumah rakit serta prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

5. Mendistribusikan tugas dan sumber saya kepada para Kepala Instalasi dan Kepala Bangsal terkait agar tugas-tugas terbagi habis dan dapat berjalan dengan lancar;

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) - RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH LEWOLEBA 2018 - 2022 8

(9)

6. Mengkoordinir Kepala Instalasi dan Kepala Bangsal terkait agar dapat melaksanakan tugasnya dalam jalinan kerjasama yang sinergis dan harmonis;

7. Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis kepada para bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

8. Mengawasi,mengendalikan dan membina pelaksanaan tugas- tugas di bidang penunjang RSUD Lewoleba,agar sesuai dengan prosedur tetap dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

9. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier;

10. Mengevaluasi hasil kegiatan bidang penunjang secara keseluruhan;

11. Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada atasan sesuai dengan sumber data yang ada dan berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, untuk dipergunakan sebagai bahan masukan atasan;

12. Melaksanakan tugas-tugas lain-lain yang diberikan oleh atasan baik secara tertulis maupun lisan dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) - RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH LEWOLEBA 2018 - 2022 9

(10)

STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEWOLEBA

KETERANGAN :

Garis Komando : Garis Koordinasi :

DIREKTUR

KASUBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN

KASUBAG PERENCANAAN DAN

PROGRAM KASUBAG KEUANGAN

KASIE. PELAYANAN KASIE. PENUNJANG

INSTALASI

KOMITE

(11)

2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah a. Sumber Daya Manusia

Jumlah tenaga medis pada RSUD Lewoleba sudah sangat memadai namun dokter spesialis masih kurang dari total yang dimiliki. Namun dengan adanya program pemerintah pengembangan sumber daya manusia diharapkan mayoritas tenaga medis memiliki kualitas tenaga dokter spesialis, Profesi Keperawatan Ners, dan tenaga lainnya yang belum memenuhi tuntutan sesuai standar Permenkes RI.

Tabel 2.1

Sumber Daya Manusia Menurut Tingkat Pendidikan di RSUD LewolebaTahun 2017

NO TINGKAT

PENDIDIKAN

STATUS KEPEGAWAIAN

TOTAL PNS RESIDEN WKDS PTT/

KONDA KSO SUKARELA

1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 SD 0

2 SMP 2 2

3 SMA/SMK/

SEDERAJAT 47 67 114

4 DI 9 9

5 DII 0

6 DIII 190 58 248

7 DIV 4 3 7

8 SI 23 26 49

9 S2 1 1

10 Ners 5 14 19

11 Apoteker 3 3 6

12 Dokter Umum 2 6 8

13 Dokter Gigi 1 1

14 Dokter

Spesialis 3 1 1 3 8

TOTAL PEGAWAI 28

8 1 1 9 173 472

(12)

Tabel 2.2

Sumber Daya Manusia ASN Menurut Jabatan di RSUD LewolebaTahun 2017

NO JABATAN JUMLAH

A Jabatan Struktural 6

1 Direktur 1

2 Kasubag Umum dan Kepegawaian 1

3 Kasbuag Perencanaan Program 1

4 Kasubag Administrasi Keuangan 1

5 Kasie Penunjang 1

6 Kasie Pelayanan 1

B Jabatan Pelaksana 47

1 Analis Perencanaan Program 1

2 Pengelola Data 11

3 Pengadministrasi Umum 6

4 Petugas Kamar Gelap 1

5 Pekarya Kesehatan 10

6 Bendaharawan 3

7 Bendaharawan Pembantu 3

8 Pemungut Retribusi 5

9 Sopir 3

1

0 Juru Masak 4

C Jabatan Fungsional Tertentu 229

1 Dokter Umum 1

2 Dokter Gigi 1

3 Dokter Spesialis 3

4 Apoteker 3

5 Teknis Kefarmasian Lainnya 12

6 Bidan 47

7 Perawat 100

8 Perawat Gigi 4

9 Pranata Lab. Kesehatan (Analis Kesehatan) 12

10 Radiografer 8

1

1 Nutrisionis 8

1

2 Teknisi Elektromedis 4

1

3 Teknisi Transfusi Darah 3

1

4 Sanitarian 6

1

5 Perekam Medis 6

1

6 Fisioterapis 9

1

7 Refraksionis Optisien 2

TOTAL 282

(13)

b. Sarana dan Prasarana

Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba memiliki sarana dan prasarana pelayanan berupa :

1. Gedung Rawat Jalan

2. Gedung Rawat Inap Dewasa 3. Gedung Rawat Inap Anak 4. Gedung Rawat Inap Bedah 5. Gedung Rawat Inap Kebidanan 6. Gedung Rawat Inap ICU

7. Gedung UGD

8. Gedung Kamar Operasi 9. Gedung Radiologi

10. Gedung Farmasi 11. Gedung Laboratorium 12. Gedung Transfusi Darah 13. Gedung Ruang Perawat 14. Gedung HIV/AIDS

15. Gedung IPSRS

16. Gedung Instalasi Gizi

17. Gedung Kantor /Administrasi 18. Rumah Genset

19. Gedung Oksigen 20. Bak Air.

21. 3 Unit Ambulance 22. 1 Unit Mobil jenasah 23. I Unit Mobil tanki

24. 20 Unit Kendaraan Roda Dua.

25. 2 Unit Mesin Genset 26. 1 Unit Mesin Oksigen

27. 1 Unit IPAL dan 1 Unit Incenerator

28. Mobil Operasional Dokter Ahli dan Mobil Jabatan Direktur Tabel 2.3

Luas Bangunan Sarana dan Prasarana RSUD Lewoleba

No Bangunan LuasBangunan

(m2)

TahunPengadaa n

1 GedungInstalasiGawatDarur at

176.40 2003

2 GedungRawatInap (Melati) 245.10 2003

3 GedungRadiologi 150.00 2003

4 GedungDapur 121.50 2003

5 GedungLaboratorium 192.64 2003

6 GedungRawatInap (Kelas III) 452.00 2003 7 GedungRawat Jalan/Gedung

Poliklinik

360.00 2003

8 GedungAdministrasi 362.50 2003

9 GedungGenset 35.00 2004

10 GedungRumahJabatanDirekt ur

276.48 2004

(14)

11 GedungOperasi 376.30 2005

12 GedungKebidanan 386.40 2006

13 GedungIsolasi 61.20 2006

14 Gedungfarmasi 262.50 2007

15 GedungIrnakelas I dan II 362.50 2007

16 Gedung ICU 150.00 2007

17 GedungRuangTunggu 72.00 2007

18 GedungBangunanSelasarPen ghubung

131.25 2007

19 GedungTransfusidarah 101.00 2008

20 GedungPerawat 35.00 2010

21 Pembangunan Gedung HIV/AIDS

76.00 2010

Luas Total : 4,385.77

c. Jenis Pelayanan 1. Pelayanan Medis

 Instalasi Rawat Jalan

 Poli Umum

 Poli Bedah

 Poli Mata

 Poli Gigi

 Poli KIA / KB

 Poli Anak

 Poli Penyakit Dalam

 Poli TB

 Instalasi Gawat Darurat

 Instalasi Rawat Inap

 Rawat Inap Dewasa

 Rawat Inap Anak

 Rawat Inap Bedah

 Kebidanan

 Perinatologi

 ICU (Intensive Care Unit

2. Pelayanan Penunjang Rumah Sakit

 Pelayanan penunjang Klinik terdiri dari:

 Laboratorium

 Radiologi

 Farmasi

 Rehab Medik

 Rekam Medik

 Pelayanan Darah

 Pelayanan Penunjang Non klinik terdiri dari:

 Laundry/Linen

 Pelayanan Jasa Boga/Dapur (instalasi Gizi)

 IPSRS

 Pengolahan Limbah Padat dan Limbah Cair (IPAL)

 Transportasi (Ambulance)

 Humas

 Pemulasaran Jenazah

(15)

 Penampugan Air Bersih 3. Pelayanan Administrasi

 Informasi dan Penerimaan Pasien

 Keuangan

 Personalia

 Keamanan

2.3 Kinerja Pelayanan OPD

Untuk menilai tingkat keberhasilan atau memberikan gambaran tentang keadaan pelayanan di rumah sakit dilihat dari berbagai segi yakni : Tingkat pemanfaatan sarana pelayanan, mutu pelayanan, dan tingkat efisiensi pelayanan.

Data Keadaan BOR, LOS, BTO, TOI, GDR, NDR, dan Jumlah Pasien Rawat Inap dan Rawat Jalan RSUD Lewoleba :

Tabel 2.4

Pencapaian Kinerja Pelayanan OPD RSUD LEWOLEBA Kabupaten Lembata Tahun 2016 – 2017

No Uraian Tahun

2016 2017

1 Bed Occupancy Rate (BOR) 34% 40%

2 Length Of Stay (LOS) 3 Hari 3 Hari

3 Bed Turn Over (BTO) 36 Kali 40 Kali

4 Turn Over Interval (TOI) 7 Hari 6 Hari

5 Net Death Rate (NDR) 13/1000 19/1000

6 Gros Death Rate (GDR) 49/1000 30/1000

Data Keadaan 2017adalah :

a. Bed Occupancy Rate (BOR)

Adalah tingkat pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit. Rata rata tingkat pemanfaatan tempat tidur rawat inap adalah 40%.

b. Length Of Stay (LOS)

Adalah tingkat lamanya perawatan pasien. Rata rata lama rawatan seorang pasien adalah 3 hari.

c. Bed Turn Over (BTO)

Adalah frekuensi pemakaian tempat tidur rumah sakit. Rata – rata pemakain tempat tidur adalah 40 kali

d. Turn Over Interval (TOI)

Adalah tingkat hari tempat tidur tidak ditempati dari saat ke saat sampai terisi berikutnya adalah : 6 Hari

e. Net Death Rate (NDR)

Adalah kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap – tiap 1000 penderita keluar adalah : 19/1000

f. Gros Death Rate (GDR)

Adalah rata – rata angka kematian umum untuk tiap – tiap 1000 penderita keluar adalah 30/1000

(16)
(17)

Tabel 2.5

Anggaran Pendanaan Pelayanan OPD RSUD Lewoleba Kabupaten Lembata

N o

Uraian Anggaran pada Tahun Ke- Rata-rata Pertumbuhan

2013 2014 2015 2016 2017 Anggaran Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 18 19

I Pendapatan

1 Belanja Tidak Langsung (BTL) 2 Belanja Langsung (BL)

TOTAL

(18)

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan OPD

Berkaitan dengan tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba maka dapat digambarkan dengan menggunakan analisa internal dan eksternal sebagai berikut:

1. Analisa Internal a. Kekuatan

 Sumber Daya Manusia ditinjau dari aspek kuantitas dan kualitas berdasarkan spesifikasi/keahlian cukup memadai.

 Sarana prasarana gedung perawatan maupun penunjang terus mengalami perkembangan penambahan.

 Komitmen dari Pemerintah Daerah untuk memajukan Rumah Sakit sangat tinggi.

 Sumber pembiayaan bersubsidi dan alokasi anggaran terus meningkat setiap tahun.

 Luas areal Rumah Sakit cukup memadai untuk dilakukan pengembangan.

b. Kelemahan

 Kualitas tenaga medis, paramedis dan penunjang dan umum masih belum memadai.

 Etos kerja yang masih kurang.

 Sistem insentif / kompensasi belum mampu mensejahterahkan karyawan.

 Dana Operasional Rumah Sakit belum mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah sakit.

 Belum adanya system biling dan akuntansi rumah sakit.

 Tata cara pengelolaan keuangan terlaksana belum sesuai prosedurnya.

 Pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi masih kurang.

 Sarana dan prasarana penunjang masih belum mencukupi

 Peralatan kesehatan yang masih terbatas baik jumlah maupun jenisnya

2. Analisa Eksternal 1. Peluang

 Adanya program pendidikan formal D3 dan S1 Keperawatan dan non keperawatan serta PPDS Daerah untuk peningkatan profesionalisme SDM.

 Adanya asas desentrilisasi (otonomi daerah) menunjang percepatan pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah.

 Adanya program pendidikan dan pelatihan / kursus yang terbiayai untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan.

 Adanya Undang – Undang nomor 22 dan 25 tahun 1999 tentang Kemandirian Rumah Sakit.

 Adanya Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2005 tentang Badan Layanan Umum.

(19)

 Adanya bantuan kerja sama dengan AIPMNH dalam rangka program revolusi KIA di rumah sakit.

 Adanya dukungan dari pemerintah pusat dan daerah untuk proses akreditasi rumah sakit

2. Ancaman

 Keberadaan Rumah Sakit Swasta yang yang terus berkembang membuat persaingan semakin ketat dalam pelayanan kesehatan yang profesional.

 Desentralisasi menuntut tersedianya SDM yang lebih profesional.

 Tingkat pemahaman masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin meningkat.

 Pendapatan Asli Daerah masih rendah sehingga anggaran yang disediakan selalu terbatas.

 Tuntutan masyarakat semakin tinggi terhadap mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah.

 Secara geografis Kabupaten Lembata merupakan pulau tersendiri sehingga faktor cuaca sangat mempengaruhi distribusi obat atau BHP dari distributor sehingga pelayanan menjadi terganggu

BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU – ISU STRATEGIS

(20)

PERANGKAT DAERAH

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah

Terkait dengan sumber daya manusia pada Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih sangat kurang.

Berdasarkan standar Ketenagaan yang standar sementara dari jumlah dokter umum tetap dan dokter ahli tetap yang bertugas pada RSUD Lewoleba masih sangat terbatas. Selain itu etos kerja masih sangat kurang sehingga perlu peningkatan profesionalitas karyawan dalam melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan.

Keterbatasan anggaran juga masih merupakan suatu tantangan karena untuk biaya opersional rumah sakit membutuhkan anggaran yang besar agar kualitas pelayanan kesehatan tetap terjaga. Persoalan letak tata ruang dan bangunan RS Umum menjadi kendala sejak rumah sakit ini dibangun namun hal ini sudah dibahas bersama pemerintah daerah dan mendapat dukungan untuk melakukan renovasi semua bangunan yakni sudah mendapat persetujuan untuk perubahan Masterplan Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba.

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati Lembata dan Wakil Bupati Lembata Periode 2017 - 2022

Visi pembangunan daerah Kabupaten Lembata Tahun 2017-2022, yang kemudian akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lembata Tahun 2011 - 2016, adalah : ” TERWUJUDNYA LEMBATA YANG PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING UNTUK KESEJATERAAN RAKYAT BERKELANJUTAN”. Untuk mewujudkan Visi Bupati Lembata tersebut diatas, maka misi yang harus dilaksanakan adalah :

1. Peningkatan kualitas pendidikan, dan pendekatan pelayanan kesehatan, serta optimalisasi peran pemuda dan perempuan dalam pembangunan daerah dan peningkatan sadar hukum masyarakat

2. Percepatan pembangunan infrastruktur,

transportasi, air bersih, energi, komunikasi dan penataan kota

3. Percepatan pembangunan dan pengembangan

sumber daya ekonomi laut dan maritim serta ekonomi kreatif berbasisi industri dan pariwisata berkelanjutan

4. Percepatan pengembangan dan pembangunan

pariwisata berkelanjutan

5. Peningkatan pendapatan daerah dan

pengembangan ekonomi wilayah berbasis industri berkelanjutan

6. Penataan aparatur sipil negara dan pendayagunaan SDM berbasis IT daya saing dan pertumbuhan ekonomi berkualitas

Untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi tersebut, dalam RPJMD Kabupaten Lembata Tahun 2017-2022, diperlukan Strategi, Kebijakan dan Program agar Visi dan Misi yang telah disusun dapat diimplementasikan dengan arah yang terukur.

STRATEGI

(21)

1. Peningkatan kualitas pendidikan, dan pendekatan pelayanan kesehatan, serta optimalisasi peran pemuda dan perempuan dalam pembangunan daerah serta peningkatan sadar hukum masyarakat

2. Optimalisasi dan percepatan pembangunan infrastruktur, transportasi, air bersih, energi, komunikasi dan penataan kota ( PSU )

3. Pengembangan sumber daya ekonomi laut dan maritim serta ekonomi kreatif berbasisi industri dan pariwisata berkelanjutan

4. Percepatan pengembangan dan pengembangan pariwisata

5. Peningkatan pendapatan daerah dan pengembangan ekonomi wilayah berbasis industri berkelanjutan

6. Optimalisasi dan penataan pendayagunaan ASN dan sdm berbasis IT

KEBIJAKAN

Rencana arah kebijakan Pembangunan Daerah berlandaskan pada Tema :

“Akselerasi pembangunan infrastruktur ekonomi untuk meningkatkan

pendapatan daerah dan ekonomi wilayah melalui Rantai Ekonomi Lembata 2.0 (LEMBATA TWO POIN ZERO), yang berfokus pada 3 (tiga) pilar sebagai role percepatan pembangunan ekonomi wilayah yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi yaitu :

1. SDM yang berproduktif dan berdaya saing

2. Pembangunan infrastruktur strategis

3. Program kegiatan integrasi sektor PROGRAM

Untuk mendukung 3 (tiga) strategi serta kebijakan dalam rangka mendukung pelaksanaan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Lembata 2017 – 2012, kemudian dituangkan dalam 6 (enam) Program Strategis yaitu :

1. LEMBATA LEMBATA 2.0 merupakan pengembangan/kelanjutan dari model kebijakan program ekonomi LEMBATA 1.0 ( RECOVERY EKONOMI )

2. LEMBATA 2.0 adalah model dan strategi kebijakan program ekonomi melalui transformasi pembangunanmRANTAI EKONOMI berbasis INOVASI untuk PENINGKATAN PENDAPATAN DAN PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH dengan tujuan LEMBATA SEBAGAI SIMPUL CLUSTER EKONOMI MARITIM

3. LEMBATA 2.0 sebagai jembatan pertumbuhan ekonomi LEMBATA melalui perubahan mind set dari komsumtif menjadi produktif dari pecundang menjadi pemenang

4. LEMBATA 2.0 menjadikan LEMBATA sebagai HUB EKONOMI/OUT LET perdagangan dan pariwisata dalam pengembangan KEK ALTAKA dan daerah sekitarnya

5. LEMBATA 2.0 fokus pada pembangunan infrastruktur strategis untuk mendorong peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi serta memacu investasi melalui integrasi regionalisasi sektor #CINCIN EKONOMI

6. Integrasi cincin-cincin ekonomi menjadikan LEMBATA SEBAGAI SATU

#RANTAI EKONOMI dan tumbuh sebagai kabupaten yang punya kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi NTT dan Nasional

LEMBATA 2.0, terdiri dari :

(22)

1. Pengembangan potensi ekonomi sektor/wilayah melalui #CINCIN EKONOMI yang terdiri dari : cincin pertania, cincin kpm, cincin pariiwisata, cincin keuangan mikro, cincin industri, cincin pemberdayaan ekonomi umat basis

2. Pengembangan daerah/kawasan ekonomi dengan pengembangan kawasan sebbagai koridor pengembangan ekonomi dan budidaya PADA-MINGAR sebagai KORIDOR EKONOMI I serta koridor pengembangan ekonomi dan budidaya BOBU-TOBOTANI sebagai KORIDOR EKONOMI II

3.3 Telaahan Renstra Kementerian/Lembaga dan Renstra

Telaahan Terhadap Renstra Kementrian Kesehatan RI. :

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan Rencana Strategis yang berpedoman pada Rencana Jangka Menengah Nasionl Tahun 2015 -2019 dengan Visi dan Misi mengikuti visi dan misi Presiden Republik Indonesia yakni : “Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.

Upaya untuk mewujudkan visi ini adalah melalui 7 misi pembangunan yaitu:

1. Terwujudnya keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.

2. Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan demokratis berlandaskan negara hukum.

3. Mewujudkan politik luar negeri bebas dan aktif serta memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

4. Mewujudkan kualitas hidup manusia lndonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.

5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.

6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional, serta

7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Selanjutnya terdapat 9 agenda prioritas yang dikenal dengan NAWA CITA yang ingin diwujudkan pada Kabinet Kerja, yakni:

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 36 Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019 bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga Negara.

2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

6. Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional.

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

8. Melakukan revolusi karakter bangsa.

(23)

9. Memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Kementerian Kesehatan mempunyai peran dan berkonstribusi dalam tercapainya seluruh Nawa Cita terutama dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Telaahan Terhadap Renstra Dinas Kesehatan Propinsi NTT, :

Dinas kesehatan provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan Rencana startegis yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD) Provinsi NTT Tahun 2015 -2018 dengan Visi : “PENGGERAK UTAMA TERWUJUDNYA PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT YANG BERKUALITAS, ADIL DAN MERATA “

Dengan 4 Misi yaitu :

1. Menggerakan Pembangunan berwawasan kesehatan di segala bidang kehidupan masyarakat;

2. Meningkatkan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas dan profesional’

3. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,adil,merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat’

4. Meningkatkan promosi dan pemberdayaan masyarakat untuk melaksanakan pembangunan kesehatan

Dengan 8 isu pembangunan kesehatan yaitu :

1. Pembangunan kesehatan secara keseluruhan ,pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu belum optimal.Pelayanan kesehatan terutama di daerah perbatasan,kepulauan dan daerah terpencil masih kurang mendapat perhatian .

2. Derajat kesehatan masyarakat NTT pada umumnya masih rendah dan berbagai lingkungan startegis masih kurang mendukung pembangunan kesehatan.angka kematian bayi dan ibu serta prevalensi gizi kurang dan buruk pada balita masih tinggi .

3. Meningkatnya kembali beberapa panyakit menular seperti malaria, TB Paru,HIV/AIDS,Rabies,ISPA dan Diare. Penyakit tidak menular menunjukan kecenderungan meningkat seperti hipertensi, diabetes ,kanker,dan penyakit degenerative lainnya.disamping itu telah timbul pula berbagai penyakit baru seperti flu burung dan SARS

4. Bencana alam dan KLB masih sering terjadi di NTT,sehingga menimbulkan masalah –masalah kesehatan masyarakat

5. System perencanaan dan penganggaran Dinas Kesehatan Provinsi NTT belum optimal ,penyebabnya adalah kurangnya dukungan informasi yang

(24)

memadai ,keterpaduan dan kemampuan dari unsure –unsur perencanaan masih terbatas.sistem pengendalian,pengawasan dan pertanggungjawaban kinerja dinas kesehatan provinsi NTT belum optimal.

6. Standar dan pedoman pelaksanaan pembangunan kesehatan yangh spesifik dengan masalah kesehatan di NTT masih kurang .baik jumlah maupun mutunya.penelitian dan pengembangan kesehatan belum b anyak dilakukan .pengembangan pemberdayaan masyarakat dan sumber daya kesehatan masih belum merata dan belum sesuai seperti yang diharapkan

7. Ketersediaan tenaga kesehatan baik jumlah,jenis dan mutu masih kurang memadai dan penyebaran tidak merata .pemberdayaan tenaga kurang optimal dan tidak sesuai dengan tupoksi .masih terbatasanya pengangkatan tenaga kesehatan di provinsi dan Kab/kota

8. Dukungan dan perhatian sector terkait dalam pembangunan kesehatan di provinsi NTT belum optimal

Dengan 9 strategi yaitu :

1. Meningkatkan akuntabilitas kinerja bidang kesehatan

2. Mempercepat pemerataan akses,jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat

3. Meningkatkan sumberdaya kesehatan (SDM),pembiayaan ,sarana prasarana,obat dan perbekalan kesehatan serta pengawasan makanan minuman .

4. Meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit .

5. Meningkatkan upaya pencegahan ,mitigasi dan kesiapsiagaan krisis dan masalah kesehatan lainnya.

6. Meningkatkan kemitraan lintas program,sector dan lintas wilayah

7. Menggerakan dan memberdayaakan masyarakat untuk perilkau hidup bersih dan sehat (PHBS).

8. Mendorong terwujudnya pengambilan keputusan di tingkat desa dalam penanganan gizi dan masalah kesehatan.

9. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencanadalam akselerasi penurunan angka kematian ibu ,bayi baru lahir dan anak melalui persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai Dengan 14 kebijakan yaitu :

1. Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi kesehatan melalui pengembangan media dan sarana informasi kesehatan

2. Peningkatan akses,jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat

(25)

3. Peningkatan sisitem informasi kesehatan daerah ,surveillance,monitoring dan evaluasi terpadu

4. Pengembangan dan pemantapan kelangsungan pembiayaan dan pemliharaan system jaminan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin dan tidak mampu

5. Pemenuhan jumlah mutu,jenis dan penyebaran kebutuhan tenaga kesehatan di rumah sakit ,puskesmas dan jejaringnya termasuk daerah terpencil ,perbatasan dan kepulauan

6. Pemenuhan ketersediaan,mutu dan keamanan obat,vaksin dan perbekalan kesehatan

7. Peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan melalui upaya pengembangan kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) di posyandu , UKS , dan desa siaga serta peningkatan kesadaran bermasyarakat untuk ber- PHBS dan Kadarzi

8. Peningkatan kualitas manajemen pelayanan kesehatan masyarakat di rumah sakit, puskesmas dan jejaringnya

9. Peningkatan kualitas koordinasi lintas program dan sector untuk perbaikan gizi masyarakat ,lingkungan hidup,pemberdayaan masyarakat,peningkatan promosi dan pendidikan kesehatan .pengembangan jejaring kerjasama antar daerah dalam mengatasi masalah –masalah kesehatan terutama masalah lintas wilayah

10.Pengembangan kegiatan penelitian sebagai masukan dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan kesehatan

11.Peningkatan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit ,penanggulangan akibat bencana dan kejadian luar biasa (KLB) serta penyehatan lingkungan .

12.Mengupayakan adanya regulasi yang mendukung upaya –upaya bidang kesehatan termasuk pembinaan dan pemberian perijinan sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta.

13.Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dalam akselerasi penurunan angka kematian ibu ,bayi baru lahir dan anak melalui persalianan di fasilitas kesehatan yang memadai .

Peningkatan pelayanan kesehatan komunitas ,kesehatan matra ,kesehatan kerja,kesehatan jiwa,kesehatan khusus dan kesehatan haji serta pemerataan kesehatan daerah terpencil perbatasan dan kepulauan (DTPK)

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup 3.5 Penentuan Isu – Isu Strategis

(26)

Dari analisis factor internal maupun eksternal, beberapa isu strategis di RSUD Lewoleba Kabupaten Lembata yaitu :

1. Kebijakan Pemerintah

a. Situasi politik yang dinamis

b. Kebijakan pengalihan Dana APBNvmelalui Daerah. (Dana Alokasi Khusus) DAK

2. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)

a. Industri Kesehatan / Kedokteran Internasional

b. Era MEA akan meningkatkan intensitas persaingan pelayanan Rumah Sakit, sehingga harus mengikuti standart – standart internasional

3. Era Jaminan Kesehatan Nasional

a. Peran tunggal PT. ASKES sebagai BPJS Kesehatan b. Sistem Pembayaran INA CBGs

c. Pemahaman Dokter dan Provider Kesehatan lain agar perilaku Efektif dan Efesien

d. Kebijakan Kefarmasian RSUD Lewoleba dalam Formularium Rumah Sakit

4. Tindak lanjut persiapan penilaian akreditasi.

a. Penyuluhan dan Diklat kebijakan pedoman kepada seluruh jajaran structural dan fungsional

b. Perbaikan sarana dan prasarana sesuai standar akreditasi c. Perbaikan kuantitas dan kualitas SDM

d. Reorganisasi dan tata kelola struktur, komite dan tim berorientasi akreditasi

BAB IV

TUJUAN DAN SASARAN

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah

Tujuan merupakan penjabaran/implementasi dari misi pelayanan RSUD Lewoleba yaitu sesuatu yang ingin dicapai atau dihasilkan pada jangka waktu satu sampai dengan lima tahunan. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada

(27)

pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu strategis dan analisis strategis. Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi. Dengan demikian, agar misi pelayanan RSUD Lewoleba dapat terselesaikan, maka hal-hal yang harus dilakukan yang merupakan tujuan pelayanan jangka menengah RSUD Lewoleba yang diturunkan dari visi pelayanan RSUD Lewoleba dengan memperhatikan isu-isu strategis pelayanan RSUD Lewoleba.

Agar tujuan pelayanan jangka menengah RSUD Lewoleba dapat terlaksana, maka perlu ada hal-hal yang harus terpenuhi yang merupakan sasaran pelayanan jangka menengah RSUD Lewoleba. Sasaran pelayanan RSUD Lewoleba adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh RSUD Lewoleba setiap tahun selama lima tahun ke depan yaitu 2017-2022. Dengan demikian, tujuan dan sasaran pelayanan jangka menengah RSUD Lewoleba menjadi jembatan penghubung antara visi dan misi RSUD Lewoleba dengan isu-isu strategis pelayanan RSUD Lewoleba sekaligus secara langsung atau tidak langsung mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan daerah.

Dalam perumusan tujuan dan sasaran jangka menengah pelayanan RSUD Lewoleba, ditentukan pula indikator sasaran dan target kinerja sasaran.

Indikator sasaran adalah ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan setiap tahun selama tahun 2017-2022. Sasaran yang ditetapkan untuk dicapai oleh RSUD Lewoleba harus ditetapkan target kinerja sasaran. Target kinerja sasaran adalah sesuatu yang hendak dicapai setiap tahun selama lima tahun dalam satuan tertentu sesuai dengan sasaran dan indikator sasaran.

Berdasarkan uraian diatas, maka tujuan, sasaran, dan indikator sasaran, dan target kinerja sasaran yang ingin dicapai setiap tahun dalam 5 tahun dari setiap misi pelayanan RSUD Lewoleba, dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut ini.

(28)

Tabel 4.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan RSUD Lewoleba

NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN TARGET SASARAN PADA TAHUN KE-

1 2 3 4 5

(1) (2) -3 (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1

Meningkatnya efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan sesuai standart akreditasi.

Efisiensi dan kualitas

pelayanan kesehatan sesuai standart akreditasi.

Presentasi elemen penilaian akreditasi pelayanan yang memenuhi standart akreditasi

Presentase indikator Standart Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target

Bad Occupancy Rate (BOR)

Average Length of Stay (ALOS) Length Of Stay (LOS)

(29)

Turn Over Interval (TOI) Net Death Rate (NDR) Gross Death Rate (GDR) Bed Turn Over (BTO)

Rata - rata Pasien Masuk Rawat Inap / Hari

Rata - rata Kunjungan Rawat Jalan/Hari

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

2

Meningkatkan kualitas tata kelola rumah sakit yang profesional, integritas dan beretika

Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit yang profesional, integritas dan beretika

Presentase tercapainya indikator keuangan sesuai standart

Opini atas audit eksternal Nilai Evaluasi SAKIP

(30)

BAB V

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Pada bagian ini dikemukakan rumusan strategi dan arah kebijakan.

Penyusunan strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi.

Sementara, kebijakan adalah arah atau tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah untuk mencapai tujuan. Dalam kerangka tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata merumuskan strategi dan arah kebijakan perencanaan pembangunan daerah secara komprehensif untuk mencapai tujuan dan sasaran pemerintah daerah secara efektif dan efisien.

Strategi dan arah kebijakan pembangunan RSUD Lewoleba dirumuskan berpedoman pada strategi dan kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Lembata. Secara umum, untuk mendorong perwujudan visi dan misi periode 2017-2022, RSUD Lewoleba Kabupaten Lembata mengupayakan sinergi tiga pemangku kepentingan pembangunan, yaitu pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Arah kebijakan adalah pedoman untuk mengarahkan rumusan strategi agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran dari waktu ke waktu selama 5 (lima) tahun. Rumusan arah kebijakan merasionalkan pilihan strategi agar memiliki fokus dan sesuai dengan pengaturan pelaksanaanya.

Strategi dan arah kebijakan dalam Renstra RSUD Lewoleba adalah strategi dan kebijakan SKPD untuk mencapai tujuan sasaran jangka menengah RSUD Lewoleba yang selaras dengan strategi dan kebijakan daerah serta rencana program prioritas dalam RPJMD Kabupaten Lemata Tahun 2017-2022. Strategi dan kebijakan jangka menengah RSUD Lewoleba menunjukkan bagaimana cara RSUD Lewoleba mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah RSUD Lewoleba dan target kinerja hasil program prioritas RPJMD Kabupaten Lembata Tahun 2017-2022 yang menjadi tugas dan fungsi RSUD Lewoleba. Strategi dan kebijakan dalam Renstra RSUD Lewoleba selanjutnya menjadi dasar perumusan kegiatan RSUD Lewoleba bagi setiap program prioritas RPJMD yang menjadi tugas dan fungsi SKPD.

Adapun strategi dan kebijakan jangka menengah RSUD Lewoleba dari setiap misi, tujuan, dan sasaran jangka menengah Sekretariat Daerah dapat diuraikan pada tabel 4.2 berikut ini.

(31)

Tabel 5.1

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan

1 2 3 4

Meningkatnya efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan sesuai standart akreditasi.

Meningkatnya efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan sesuai standart akreditasi.

Meningkatkan koordinasi di sub pelayanan dan evaluasi kinerja, memberikan reward untuk meningkatkan kinerja SKPD, monitoring dan evaluasi kinerja secara berkala

Penilaian indiakator pelayanan sesuai standart akreditasi, SPM, IKM dan Indikator Pelayanan

Meningkatkan kualitas tata kelola rumah sakit yang profesional, integritas dan beretika

Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit yang profesional, integritas dan beretika

Presentase tercapainya indikator Pelayanan Kesehatan dan keuangan sesuai standart.

Presentase tercapainya indikator keuangan sesuai standart, Opini atas audit eksternal, Nilai Evaluasi SAKIP

(32)

BAB VI

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indicator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif yang merupakan penjabaran rinci tentang langkah-langkah yang diambil untuk menjabarkan strategi dan kebijakan jangka menengah RSUD Lewoleba.

Program prioritas RSUD Lewoleba tahun 2017 – 2022 diambil dari program prioritas RPJMD dan urusan pemerintahan yang menjadi tugas dan fungsi RSUD Lewoleba. Setiap program akan dijabarkan kedalam satu atau lebih kegiatan yang merupakan penjabaran dari strategi dan kebijakan jangka menengah RSUD Lewoleba.

Indikator kinerja meliputi indikator program dan indicator kegiatan.

Indikator program adalah outcome dari RPJMD sedangkan indikator kegiatan adalah keluaran (output) dari Renstra untuk mencapai kinerja program.

Kelompok sasaran adalah pihak yang menerima manfaat langsung dari jenis pelayanan RSUD Lewoleba. Pendanaan indikatif adalah pagu indikatif yang tertuang dalam RPJMD terdiri dari data capaian pada tahun awal perencanaan (tahun 2017) dan kerangka pendanaan tahun pertama (tahun 2018) sampai dengan tahun kelima (tahun 2022) serta kondisi capaian kinerja pada akhir periode Renstra Setda Kabupaten Lembata.

Adapun Rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif dituangkan dalam tabel 5.1 berikut ini

Tabel 6.1

Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif RSUD Lewoleba - Kabupaten Lembata

Tujua Sasara Indikat Kode Program dan Kegiatan Indikator Data Target Kinerja Progran dan Kerangka Pendanaan

(33)

n n or Sasara

n

Kinerja Program (Outcom e) dan Kegiatan (Output)

Capaia n Tahun Perenc a-naan

Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020

T Rp (000) T Rp (000) T Rp (000)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

NON URUSAN RSUD :

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

869,249,600.

00 926,174,560

.00 1,051,792,016.

00 Penyediaan Jasa Surat

Menyurat

5,000,000.00

5,500,000.00

6,050,000.00 Penyediaan Jasa

Komunikasi, Sumber

Daya Air dan Listrik

273,720,000.00

301,092,000.00

331,201,200.00 Penyediaan Jasa

Peralatan dan

Perlengkapan Kantor

40,893,000.00

44,982,300.00

49,480,530.00 Penyediaan Jasa

Pemeliharaan

Kesehatan PNS

95,484,000.00

105,032,400.00

115,535,640.00 Penyediaan Jasa

Jaminan Pemeliharaan dan Perisinan Kendaraan

Dinas/Operasional

19,725,000.00

21,697,500.00

23,867,250.00 Penyediaan Jasa

Kebersihan Kantor

6,799,000.00

7,478,900.00

8,226,790.00 Penyediaan jasa sewa

gedung

40,000,000.00

44,000,000.00

48,400,000.00 Penyediaan Alat Tulis

Kantor

27,048,600.00

29,753,460.00

32,728,806.00 Penyediaan Barang

Cetak dan

Penggandaan

14,592,000.00

16,051,200.00

17,656,320.00 Penyediaan Komponen

Listrik/Penerangan Bangunan Kantor

87,785,000.00

96,563,500.00

106,219,850.00 Rapat - rapat

koordinasi dan

konsultasi

258,203,000.00

254,023,300.00

312,425,630.00

Program

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

500,573,400.00

550,630,740.00

605,693,814.00 Pengadaan Peralatan

dan Perlengkapan Gedung Kantor

156,050,000.00

171,655,000.00

188,820,500.00 Pemeliharaan

rutin/berkala gedung kantor

225,000,000.00

247,500,000.00

272,250,000.00 Pemeliharaan

rutin/berkala kendaraan dinas Jabatan/Kendaraan dinas operasional

119,523,400.00

131,475,740.00

144,623,314.00

Program Peningkatan Penyelenggaraaan Manajeman PNS dan Non PNS/PPPK

61,768,900.00

67,945,790.00

74,740,369.00

Kegiatan

61,768,900.00

67,945,790.00

74,740,369.00

Referensi

Dokumen terkait

Dari dua variabel yang diteliti, yaitu ukuran perusahaan dan kepemilikan saham manajerial berpengaruh positif terhadap struktur modal perusahaan Hal ini menunjukkan semakin

Pe- nye bab mereka tidak (bisa) bergerak itu mungkin ka rena bebarapa faktor, yaitu: a) Karena mereka ma- las, minder, memiliki perasaan tidak berharga atau perasaan

Pembuatan “ROCO PANTURA (Robot Copter Pemotret Area Wisata) Penerapan Quadcopter sebagai Sarana Promosi Area Wisata dengan Visualisasi Interaktif” mengharapkan luaran

Umumnya, nilai IV yang digunakan berbeda untuk setiap pesan yang dikirimkan, dan karena IV juga ikut dikirimkan bersama dengan pesan, maka proses dekripsi dapat dilakukan

Sementara itu dengan diserahkannya kembali pengelolaan hu- tan dari Pemerintah Hindia Belanda kepada Praja Mangkunagaran telah dibentuk Kabupaten Wonomarto yang dipimpin

Dari perbandingan nilai maksimum terhadap nilai minimum, nilai yang diperoleh dari data rupiah pengeluaran perkapita selalu lebih tinggi dibandingkan konversi

抜出量阜純 比例型 梯出量多投階 比例型 一定量無料型 負担補助 組み合わせ型.. 一定額制従量制 併用型

Dari hasil analisis dan desain yang dilakukan di Resort Banyu Alam akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan analisis pemodelan object oriented