• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOTA PINTAR BARCELONA: Pelopor Transformasi Digital. CASE STUDy SERIES#4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KOTA PINTAR BARCELONA: Pelopor Transformasi Digital. CASE STUDy SERIES#4"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KOTA PINTAR BARCELONA:

Pelopor

Transformasi Digital

CASE STUDy SERIES#4

(2)

Kota pintar telah membuka jalan bagi metode baru dalam pengelolaan kota dengan memanfaatkan potensi dari Internet of Things (IoT) melalui penggunaan teknologi informasi di seluruh aspek perkotaan. Sebagai contoh, dengan menerapkan teknologi responsif di seluruh sistem perkotaan seperti angkutan umum, penerangan jalan, parkir, dan pengelolaan limbah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sembari melakukan pembangunan berkelanjutan di kota tersebut.

Saat ini, banyak kota di berbagai negara di dunia telah mengembangkan proyek kota pintar, yang mana sedikit di antaranya telah menunjukkan kesuksesan dalam pengembangannya. Di Barcelona, dalam kurun waktu empat tahun sejak pengembangan kota pintar, Barcelona telah berhasil menjadikan konsep kota pintar menjadi kenyataan, dan membuat Barcelona menjadi salah satu kota di dunia dengan performa kota pintar terbaik.

Terdapat 122 proyek yang diklasifikasikan ke dalam 22 program kota pintar yang mencakup seluruh area pengelolaan kota, dari ruang publik dan mobilitas sampai pemerintahan yang terbuka. Hal ini merupakan pencapaian yang menarik bagi kota terbesar kedua di Spanyol tersebut, dikarenakan pada tahun 2008 kota ini sempat terkena dampak dari krisis keuangan global dan resesi besar Spanyol. Berdasarkan hal

Pendahuluan

Penulis

Viyasa Rahyaputra Nabeel Khawarizmy Muna Nitya Saputri Rizal Penyunting Dirgayuza Setiawan Viyasa Rahyaputra

Desainer dan Penyusun Tata Letak

(3)

Kota pintar telah membuka jalan bagi metode baru dalam pengelolaan kota dengan memanfaatkan potensi dari Internet of Things (IoT) melalui penggunaan teknologi informasi di seluruh aspek perkotaan. Sebagai contoh, dengan menerapkan teknologi responsif di seluruh sistem perkotaan seperti angkutan umum, penerangan jalan, parkir, dan pengelolaan limbah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sembari melakukan pembangunan berkelanjutan di kota tersebut.

Saat ini, banyak kota di berbagai negara di dunia telah mengembangkan proyek kota pintar, yang mana sedikit di antaranya telah menunjukkan kesuksesan dalam pengembangannya. Di Barcelona, dalam kurun waktu empat tahun sejak pengembangan kota pintar, Barcelona telah berhasil menjadikan konsep kota pintar menjadi kenyataan, dan membuat Barcelona menjadi salah satu kota di dunia dengan performa kota pintar terbaik.

Terdapat 122 proyek yang diklasifikasikan ke dalam 22 program kota pintar yang mencakup seluruh area pengelolaan kota, dari ruang publik dan mobilitas sampai pemerintahan yang terbuka. Hal ini merupakan pencapaian yang menarik bagi kota terbesar kedua di Spanyol tersebut, dikarenakan pada tahun 2008 kota ini sempat terkena dampak dari krisis keuangan global dan resesi besar Spanyol. Berdasarkan hal

Pendahuluan

Penulis

Viyasa Rahyaputra Nabeel Khawarizmy Muna Nitya Saputri Rizal Penyunting Dirgayuza Setiawan Viyasa Rahyaputra

Desainer dan Penyusun Tata Letak

(4)

pada saat itu Spanyol sedang berada dalam masa resesi terburuknya setelah gagal menyelamatkan sektor keuangannya dan harus mengajukan 'paket penyelamatan' sebesar 100 miliar Euro dari Uni Eropa.

Krisis finansial bukanlah merupakan halangan yang signifikan bagi program kota pintar Barcelona karena pemerintah telah memiliki kebutuhan pokok untuk menciptakan lingkungan startup yang berkembang. Dengan sejumlah besar uang yang didapatkan setelah Olimpiade Musim Panas 1992 di Barcelona, pemerintah telah membangun kembali salah satu kawasan industrinya dan mengubahnya menjadi distrik teknologi dan inovasi yang disebut sebagai 22@Barcelona. Pusat teknologi ini berfungsi sebagai rumah bagi perusahaan teknologi lokal yang inovatif, yang berkontribusi pada pengembangan proyek kota pintar di Barcelona.

Barcelona juga telah memiliki kabel serat optik sepanjang lebih dari 310 mil persegi yang tersebar di seluruh kota, ketika jaringan tersebut menghubungkan dua bangunan perkotaan lebih dari 30 tahun yang lalu. Dua hal yang telah ada tersebut sejatinya mempermudah pemerintah dalam memulai proyek konektivitas dalam Smart City Barcelona. Serat optik yang sudah ada saja dapat memangkas biaya program kota

pintar secara besar-besaran, dari yang seharusnya 300 juta Euro menjadi hanya 30 juta Euro.

Investasi terhadap proyek besar kota pintar Barcelona dimulai sejak tahun 2011 ketika perusahaan teknologi dan jaringan raksasa Cisco menjadi salah satu penyedia teknologi di Barcelona. Cisco telah menginvestasikan 30 juta dolar untuk pusat baru yang difokuskan pada Internet of Everything (IoE) untuk sistem perkotaan. Sebelumnya, kabel serat optik yang terdapat di bawah tanah kota Barcelona tidak digunakan dalam kapasitas yang optimal. Kemudian, perusahaan telekomunikasi nirkabel, Cellnex Telecom, memenangkan penawaran untuk mengintegrasikan layanan ke dalam satu sistem di bawah perusahaan tersebut, dan sejak saat itu telah menjalankan jaringan di seluruh kota. Dua perusahaan tersebut kini menjadi penyedia teknologi utama dalam program kota pintar di Barcelona.

Pengembangan Kota Pintar di Barcelona

Gambar 1. Sumber: Barcelona Smart City Official Website

tersebut, menjadi pertanyaan kemudian, bagaimana Barcelona dapat mengembangkan program kota pintarnya di tengah-tengah berbagai tantangan yang melanda?

Tahap awal pengembangan kota pintar di Barcelona dimulai pada tahun 2012, ketika Wali Kota Xavier Trias membentuk sebuah tim yang bertugas untuk menyusun proyek kota pintar ke dalam sistem koordinasi terpadu yang disebut sebagai Smart City Barcelona. Kebijakan ini merupakan realisasi dari kampanyenya pada pemilihan umum tahun 2011, yang mana ia menyatakan bahwa masa depan ekonomi Barcelona sangat bergantung pada digitalisasi dari pelayanan publiknya. Namun demikian,

freepik.com

1

DI DUNIAKOTA PINTAR

NO.

DI EROPA

NO.

4

NO.

1 DI SPANYOL

KOTA DENGAN JUMLAH DELEGASI KONFERENSI TERBANYAK

DI DUNIA

3

DI DUNIA DALAM

JUMLAH KONFERENSI INTERNASIONAL

NO.

IBU KOTA PONSEL DUNIA

IBU KOTA INOVASI EROPA

(5)

pada saat itu Spanyol sedang berada dalam masa resesi terburuknya setelah gagal menyelamatkan sektor keuangannya dan harus mengajukan 'paket penyelamatan' sebesar 100 miliar Euro dari Uni Eropa.

Krisis finansial bukanlah merupakan halangan yang signifikan bagi program kota pintar Barcelona karena pemerintah telah memiliki kebutuhan pokok untuk menciptakan lingkungan startup yang berkembang. Dengan sejumlah besar uang yang didapatkan setelah Olimpiade Musim Panas 1992 di Barcelona, pemerintah telah membangun kembali salah satu kawasan industrinya dan mengubahnya menjadi distrik teknologi dan inovasi yang disebut sebagai 22@Barcelona. Pusat teknologi ini berfungsi sebagai rumah bagi perusahaan teknologi lokal yang inovatif, yang berkontribusi pada pengembangan proyek kota pintar di Barcelona.

Barcelona juga telah memiliki kabel serat optik sepanjang lebih dari 310 mil persegi yang tersebar di seluruh kota, ketika jaringan tersebut menghubungkan dua bangunan perkotaan lebih dari 30 tahun yang lalu. Dua hal yang telah ada tersebut sejatinya mempermudah pemerintah dalam memulai proyek konektivitas dalam Smart City Barcelona. Serat optik yang sudah ada saja dapat memangkas biaya program kota

pintar secara besar-besaran, dari yang seharusnya 300 juta Euro menjadi hanya 30 juta Euro.

Investasi terhadap proyek besar kota pintar Barcelona dimulai sejak tahun 2011 ketika perusahaan teknologi dan jaringan raksasa Cisco menjadi salah satu penyedia teknologi di Barcelona. Cisco telah menginvestasikan 30 juta dolar untuk pusat baru yang difokuskan pada Internet of Everything (IoE) untuk sistem perkotaan. Sebelumnya, kabel serat optik yang terdapat di bawah tanah kota Barcelona tidak digunakan dalam kapasitas yang optimal. Kemudian, perusahaan telekomunikasi nirkabel, Cellnex Telecom, memenangkan penawaran untuk mengintegrasikan layanan ke dalam satu sistem di bawah perusahaan tersebut, dan sejak saat itu telah menjalankan jaringan di seluruh kota. Dua perusahaan tersebut kini menjadi penyedia teknologi utama dalam program kota pintar di Barcelona.

Pengembangan Kota Pintar di Barcelona

Gambar 1. Sumber: Barcelona Smart City Official Website

tersebut, menjadi pertanyaan kemudian, bagaimana Barcelona dapat mengembangkan program kota pintarnya di tengah-tengah berbagai tantangan yang melanda?

Tahap awal pengembangan kota pintar di Barcelona dimulai pada tahun 2012, ketika Wali Kota Xavier Trias membentuk sebuah tim yang bertugas untuk menyusun proyek kota pintar ke dalam sistem koordinasi terpadu yang disebut sebagai Smart City Barcelona. Kebijakan ini merupakan realisasi dari kampanyenya pada pemilihan umum tahun 2011, yang mana ia menyatakan bahwa masa depan ekonomi Barcelona sangat bergantung pada digitalisasi dari pelayanan publiknya. Namun demikian,

freepik.com

1

KOTA PINTAR DI DUNIA

NO.

DI EROPA

NO.

4

NO.

1 DI SPANYOL

KOTA DENGAN JUMLAH DELEGASI KONFERENSI TERBANYAK

DI DUNIA

3

DI DUNIA DALAM

JUMLAH KONFERENSI INTERNASIONAL

NO.

IBU KOTA PONSEL DUNIA

IBU KOTA INOVASI EROPA

(6)

Kota pintar Barcelona ditujukan untuk menghubungkan masyarakat, informasi, dan elemen-elemen kota dengan menggunakan teknologi baru untuk menciptakan kota yang berkelanjutan, dengan iklim perdagangan yang inovatif dan kompetitif, serta kualitas hidup yang lebih baik dengan administrasi yang akuntabel dan sistem pemeliharaan yang baik (Bakici, 2012). Kota pintar Barcelona juga ditujukan untuk meningkatkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor privat untuk menciptakan masyarakat yang berpengetahuan. Lebih lanjut, model kota pintar Barcelona ditujukan untuk mendorong daya saing kota dengan mempromosikan inovasi, menciptakan saluran komunikasi baru, memfasilitasi akses terhadap informasi, dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik.

Barcelona telah berhasil mengembangkan proyek besar kota pintar dikarenakan kesuksesan implementasi dari strategi-strategi pengembangannya. Menurut Julia Lopez, Koordinator dari Tim Strategi Kota Pintar Barcelona, strategi-strategi yang diterapkan tersebut adalah:

· Pembentukan Tim Strategi Kota Pintar

Tim ini bertugas untuk memimpin proyek besar Kota Pintar Barcelona dengan mempromosikan dan mengoordinasi pengembangan aplikasi kota pintar di seluruh organisasi dan departemen kota, dengan beberapa pejabat terpilih yang bertanggung jawab terhadap penerapannya.

· Meningkatkan Transparansi Pemerintah

Komponen ini merupakan salah satu yang paling vital dalam kesuksesan mengimplementasikan proyek kota pintar. Dalam kondisi ekonomi yang krisis, adanya transparansi sangat membantu pejabat pemerintahan untuk mengomunikasikan dan menjelaskan perkembangan aplikasi-aplikasi pintar kepada masyarakat. Transparansi menjadi penting karena hal tersebut meningkatkan dukungan publik, sehingga pemerintah dapat mengatasi isu-isu publik yang sensitif dan merumuskan solusinya.

· Keinginan Politik

Keinginan politik secara top-down untuk membuat kota pintar dapat bekerja juga menjadi hal yang sangat krusial. Keinginan politik yang kuat dari Wali Kota dan Tim Strategi Kota Pintar dapat menghasilkan koordinasi antara berbagai departemen kota yang sebelumnya panjang dan birokratis. Adanya keinginan politik yang kuat tersebut juga berhasil mentransformasikan lima departemen yang berbeda dengan jaringannya tersendiri menjadi satu, Departemen Teknologi Informasi, sehingga tercipta efisiensi dan koordinasi yang lebih baik.

· Kerja Sama dengan Pemangku Kepentingan Utama Lainnya

Perusahaan-perusahaan perlu untuk dilibatkan dalam proyek kota pintar lokal. Hal ini dikarenakan pengembangan kota pintar tidak dapat terlaksana apabila hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Kerangka kerja sama publik/privat yang jelas dan terencana menjadi suatu hal yang penting.

Strategi inti yang diambil oleh Pemerintah Barcelona mencerminkan strategi Kerja sama Publik-Privat dalam pembangunan (Leung and Hui, 2005).

Barcelona bekerja sama dengan raksasa teknologi besar dalam memperkuat infrastruktur TI dasar di kota yang berinvestasi dalam pengembangan sensor. Selain itu, lembaga pendidikan, terutama universitas, juga berkontribusi dalam memformulasikan dan mengeksekusi proyek kota pintar yang dikonsultasikan oleh pemerintah dalam aspek inti pembangunan kota pintar.

Tujuan Kota Pintar Barcelona

Strategi Barcelona

dalam Proyek

Kota Pintar

(7)

Kota pintar Barcelona ditujukan untuk menghubungkan masyarakat, informasi, dan elemen-elemen kota dengan menggunakan teknologi baru untuk menciptakan kota yang berkelanjutan, dengan iklim perdagangan yang inovatif dan kompetitif, serta kualitas hidup yang lebih baik dengan administrasi yang akuntabel dan sistem pemeliharaan yang baik (Bakici, 2012). Kota pintar Barcelona juga ditujukan untuk meningkatkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor privat untuk menciptakan masyarakat yang berpengetahuan. Lebih lanjut, model kota pintar Barcelona ditujukan untuk mendorong daya saing kota dengan mempromosikan inovasi, menciptakan saluran komunikasi baru, memfasilitasi akses terhadap informasi, dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik.

Barcelona telah berhasil mengembangkan proyek besar kota pintar dikarenakan kesuksesan implementasi dari strategi-strategi pengembangannya. Menurut Julia Lopez, Koordinator dari Tim Strategi Kota Pintar Barcelona, strategi-strategi yang diterapkan tersebut adalah:

· Pembentukan Tim Strategi Kota Pintar

Tim ini bertugas untuk memimpin proyek besar Kota Pintar Barcelona dengan mempromosikan dan mengoordinasi pengembangan aplikasi kota pintar di seluruh organisasi dan departemen kota, dengan beberapa pejabat terpilih yang bertanggung jawab terhadap penerapannya.

· Meningkatkan Transparansi Pemerintah

Komponen ini merupakan salah satu yang paling vital dalam kesuksesan mengimplementasikan proyek kota pintar. Dalam kondisi ekonomi yang krisis, adanya transparansi sangat membantu pejabat pemerintahan untuk mengomunikasikan dan menjelaskan perkembangan aplikasi-aplikasi pintar kepada masyarakat. Transparansi menjadi penting karena hal tersebut meningkatkan dukungan publik, sehingga pemerintah dapat mengatasi isu-isu publik yang sensitif dan merumuskan solusinya.

· Keinginan Politik

Keinginan politik secara top-down untuk membuat kota pintar dapat bekerja juga menjadi hal yang sangat krusial. Keinginan politik yang kuat dari Wali Kota dan Tim Strategi Kota Pintar dapat menghasilkan koordinasi antara berbagai departemen kota yang sebelumnya panjang dan birokratis. Adanya keinginan politik yang kuat tersebut juga berhasil mentransformasikan lima departemen yang berbeda dengan jaringannya tersendiri menjadi satu, Departemen Teknologi Informasi, sehingga tercipta efisiensi dan koordinasi yang lebih baik.

· Kerja Sama dengan Pemangku Kepentingan Utama Lainnya

Perusahaan-perusahaan perlu untuk dilibatkan dalam proyek kota pintar lokal. Hal ini dikarenakan pengembangan kota pintar tidak dapat terlaksana apabila hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Kerangka kerja sama publik/privat yang jelas dan terencana menjadi suatu hal yang penting.

Strategi inti yang diambil oleh Pemerintah Barcelona mencerminkan strategi Kerja sama Publik-Privat dalam pembangunan (Leung and Hui, 2005).

Barcelona bekerja sama dengan raksasa teknologi besar dalam memperkuat infrastruktur TI dasar di kota yang berinvestasi dalam pengembangan sensor. Selain itu, lembaga pendidikan, terutama universitas, juga berkontribusi dalam memformulasikan dan mengeksekusi proyek kota pintar yang dikonsultasikan oleh pemerintah dalam aspek inti pembangunan kota pintar.

Tujuan Kota Pintar Barcelona

Strategi Barcelona

dalam Proyek

Kota Pintar

(8)

· Penggunaan Open Data (Proyek Open Data)

Proyek Open Data atau Data Terbuka telah memperkuat interaksi antara masyarakat dengan pejabat Pemerintah Barcelona karena proyek tersebut telah memberikan transparansi pada tiap pekerjaan Pemerintah. Hal tersebut juga memungkinkan masyarakat untuk mengakses data yang dikumpulkan oleh pemerintah secara real-time dan mengetahui apa saja pencapaian yang berhasil diraih oleh pemerintah. Strategi ini juga menjadi penting untuk mengomunikasikan proyek dan inisiatif kota pintar kepada masyarakat, serta dapat berfungsi sebagai pelatihan dan keterlibatan masyarakat dalam kota pintar.

Barcelona dikenal sebagai kota asal dari klub sepak bola terkemuka FC Barcelona.

Namun demikian, hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa Barcelona juga memiliki reputasi sebagai World's Smartest City pada tahun 2015, diikuti New York, London, Nice, dan Singapura.

Barcelona telah membentuk Kantor Manajemen Personal Kota Pintar yang berfungsi untuk mengoordinasikan segala proyek di kota yang diklasifikasikan ke dalam label kota pintar. Hal ini menunjukkan adanya transisi dari pekerjaan yang terisolasi menjadi pekerjaan yang 'transversal'. Tindakan-tindakan yang dikembangkan di bawah strategi Kota Pintar Barcelona didasarkan pada tiga pilar: promosi internasional, kolaborasi internasional, dan proyek lokal. Barcelona telah mengembangkan berbagai proyek kota pintar yang luar biasa mulai dari transportasi sampai edukasi.

1. Apps4BCN

Proyek kota pintar pertama di Barcelona adalah portal Apps4BCN. Ini adalah aplikasi yang menyediakan portal untuk pertemuan virtual bagi orang- orang yang ingin meningkatkan pengalaman perkotaan mereka. Portal ini telah menciptakan jejaring para ahli dari berbagai area kepakaran mulai dari olahraga, seni dan budaya, sampai ahli bisnis dan keuangan. Aplikasi ini tentu saja memungkinkan masyarakat untuk memiliki Barcelona di saku mereka, untuk menikmati pengalaman virtual di Barcelona selama 365 hari setahun dan juga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

2. Smart Transportation (Transportasi Pintar)

Proyek selanjutnya dikembangkan untuk menunjang program Pemerintah Kota Barcelona mengenai transportasi berkelanjutan. Sebagai salah satu kota pintar terkemuka di dunia, Barcelona bertujuan untuk menunjukkan komitmennya sebagai pelopor dalam pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya dalam hal transportasi. Komitmen ini terwujud dalam penerapan kendaraan elektrik untuk meminimalisasi dampak transportasi publik terhadap lingkungan dan juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan udara dan air yang bersih dan berkualitas tinggi, dan juga sinar matahari yang cukup. Pemerintah Kota Barcelona bermaksud untuk mengubah moda transportasi dari kendaraan yang konvensional menjadi kendaraan elektrik yang memiliki efisiensi energi yang baik dan menghasilkan lebih sedikit polusi.

Pada praktiknya, Barcelona telah membangun beberapa infrastruktur untuk menunjang proyek transportasi pintar tersebut. Untuk mendukung masyarakat menggunakan kendaraan elektrik, Barcelona telah membangun 300 titik gratis di tempat umum, dan 180 titik tambahan di tempat parkir umum kota yang tersebar di seluruh kota. Barcelona juga telah memasang teknologi parkir pintar, penerangan jalan pintar, serta sensor untuk memonitor kualitas air dan kebisingan. Selain itu, kota pintar ini juga telah mengembangkan sistem

Fitur Kota Pintar Barcelona

Ibu Kota Inovasi Eropa tahun 2014 Pemenang Mayor Bloomberg Innovation Challenge 2014 BCN Open Challenge menggalang dana untuk solusi bagi 6 masalah utama kota.

Aplikasi Citybikes, Apps& Town, SOS Info, yang pembangunann ya didukung oleh open data

milik kota.

- Tempat sampah IoT melaporkan statusnya secara

real-time.

- ApparkB dan

Bicing mendorong Smart Mobility

-Smart City Campus Innovation Area untuk mempromosikan sinergi dan inovasi bagi solusi-

solusi perkotaan.

Seberapa pintar Barcelona?

(9)

· Penggunaan Open Data (Proyek Open Data)

Proyek Open Data atau Data Terbuka telah memperkuat interaksi antara masyarakat dengan pejabat Pemerintah Barcelona karena proyek tersebut telah memberikan transparansi pada tiap pekerjaan Pemerintah. Hal tersebut juga memungkinkan masyarakat untuk mengakses data yang dikumpulkan oleh pemerintah secara real-time dan mengetahui apa saja pencapaian yang berhasil diraih oleh pemerintah. Strategi ini juga menjadi penting untuk mengomunikasikan proyek dan inisiatif kota pintar kepada masyarakat, serta dapat berfungsi sebagai pelatihan dan keterlibatan masyarakat dalam kota pintar.

Barcelona dikenal sebagai kota asal dari klub sepak bola terkemuka FC Barcelona.

Namun demikian, hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa Barcelona juga memiliki reputasi sebagai World's Smartest City pada tahun 2015, diikuti New York, London, Nice, dan Singapura.

Barcelona telah membentuk Kantor Manajemen Personal Kota Pintar yang berfungsi untuk mengoordinasikan segala proyek di kota yang diklasifikasikan ke dalam label kota pintar. Hal ini menunjukkan adanya transisi dari pekerjaan yang terisolasi menjadi pekerjaan yang 'transversal'. Tindakan-tindakan yang dikembangkan di bawah strategi Kota Pintar Barcelona didasarkan pada tiga pilar: promosi internasional, kolaborasi internasional, dan proyek lokal. Barcelona telah mengembangkan berbagai proyek kota pintar yang luar biasa mulai dari transportasi sampai edukasi.

1. Apps4BCN

Proyek kota pintar pertama di Barcelona adalah portal Apps4BCN. Ini adalah aplikasi yang menyediakan portal untuk pertemuan virtual bagi orang- orang yang ingin meningkatkan pengalaman perkotaan mereka. Portal ini telah menciptakan jejaring para ahli dari berbagai area kepakaran mulai dari olahraga, seni dan budaya, sampai ahli bisnis dan keuangan. Aplikasi ini tentu saja memungkinkan masyarakat untuk memiliki Barcelona di saku mereka, untuk menikmati pengalaman virtual di Barcelona selama 365 hari setahun dan juga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

2. Smart Transportation (Transportasi Pintar)

Proyek selanjutnya dikembangkan untuk menunjang program Pemerintah Kota Barcelona mengenai transportasi berkelanjutan. Sebagai salah satu kota pintar terkemuka di dunia, Barcelona bertujuan untuk menunjukkan komitmennya sebagai pelopor dalam pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya dalam hal transportasi. Komitmen ini terwujud dalam penerapan kendaraan elektrik untuk meminimalisasi dampak transportasi publik terhadap lingkungan dan juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan udara dan air yang bersih dan berkualitas tinggi, dan juga sinar matahari yang cukup. Pemerintah Kota Barcelona bermaksud untuk mengubah moda transportasi dari kendaraan yang konvensional menjadi kendaraan elektrik yang memiliki efisiensi energi yang baik dan menghasilkan lebih sedikit polusi.

Pada praktiknya, Barcelona telah membangun beberapa infrastruktur untuk menunjang proyek transportasi pintar tersebut. Untuk mendukung masyarakat menggunakan kendaraan elektrik, Barcelona telah membangun 300 titik gratis di tempat umum, dan 180 titik tambahan di tempat parkir umum kota yang tersebar di seluruh kota. Barcelona juga telah memasang teknologi parkir pintar, penerangan jalan pintar, serta sensor untuk memonitor kualitas air dan kebisingan. Selain itu, kota pintar ini juga telah mengembangkan sistem

Fitur Kota Pintar Barcelona

Ibu Kota Inovasi Eropa tahun 2014 Pemenang Mayor Bloomberg Innovation Challenge 2014 BCN Open Challenge menggalang dana untuk solusi bagi 6 masalah utama kota.

Aplikasi Citybikes, Apps& Town, SOS Info, yang pembangunann ya didukung oleh open data

milik kota.

- Tempat sampah IoT melaporkan statusnya secara

real-time.

- ApparkB dan

Bicing mendorong Smart Mobility

-Smart City Campus Innovation Area untuk mempromosikan sinergi dan inovasi bagi solusi-

solusi perkotaan.

Seberapa pintar Barcelona?

(10)

Campus) tersebut memungkinkan lingkungan yang suportif bagi

perusahaan bisnis, pusat studi, dan universitas-universitas untuk mempromosikan sinergi dan menghasilkan laboratorium urban. Dalam proyek ini, Barcelona telah melakukan kerja sama dengan perusahaan inovatif yang besar seperti Cisco, Telefonica, Abertis, Agbar, dan Schneider Electric untuk mempromosikan Smart City Campus, yang terletak di area yang disebut sebagai 22@ Central Park, di sebuah distrik

di Pobleneau, Barcelona. Proyek ini bertujuan untuk mengubah Barcelona menjadi laboratorium inovatif dan eksperimen kota pintar. Selain itu, proyek kolaboratif ini akan berfokus pada pengembangan bisnis, universitas, kewirausahaan, pusat studi TIK, ekologi, dan perencanaan urban. Di masa depan, proyek kolaborasi ini diharapkan dapat menjadikan Barcelona sebagai pemimpin dalam

mengeksplorasi kemungkinan teknologi baru untuk pelayanan masyarakat. Di sisi lain, Smart City Campus merupakan magnet dan daya tarik bagi generasi p e n g e t a h u a n d a l a m m o d e l pembangunan urban baru. Hal ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan

yang mendukung untuk membina hubungan antar perusahaan, institusi, universitas, pusat studi teknologi, dan inkubator bisnis.

4. Smart Governance (Pemerintahan Pintar)

Satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa Barcelona ingin berbagi pengalaman mereka dalam mengembangkan proyek kota pintar dengan kota-kota lain di seluruh dunia, bersama dengan perusahaan bisnis, universitas, dan industri.

Barcelona menganggap diskusi sebagai salah satu alat yang penting dalam menyebarkan proses belajar dan memaksimalkan manfaat dan nilai dari pekerjaan mereka. Hal penting berikutnya yang perlu diketahui oleh masyarakat mengenai Kota Pintar Barcelona adalah program Pemerintah Elektronik mereka. Barcelona telah memiliki portal data terbuka yang disebut sebagai Open Data BCN yang berfungsi lampu lalu lintas pintar yang

didesain untuk membantu orang yang buta untuk dapat menyeberang. Sistem tersebut menggunakan perangkat pengendali jarak jauh yang mengaktifkan mode audio untuk mengeluarkan suara untuk memberikan sinyal ketika lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Sistem ini juga telah dikembangkan lebih lanjut untuk membantu pemadam kebakaran mengontrol sistem lampu lalu lintas agar mereka dapat mencapai tujuan mereka secepat mungkin.

Proyek transportasi pintar menakjubkan selanjutnya adalah Smartquesina atau halte interaktif. Ini bukanlah halte biasa, akan tetapi ini adalah halte berkelanjutan yang dirancang dengan menggunakan teknologi pintar baru. Hal ini memiliki segala hal yang diperlukan masyarakat ketika menunggu bus seperti koneksi nirkabel, port USB yang memungkinkan orang untuk mengisi daya perangkat seluler mereka, serta layar sentuh interaktif menggunakan panel surya yang menyediakan informasi mengenai jadwal bus dan informasi-informasi lainnya seputar kota.

3. Smart Education (Pendidikan Pintar)

Barcelona tidak hanya mengembangkan sistem transportasi pintar, akan tetapi juga mengembangkan sistem edukasi pintar yang berfokus pada pengembangan

(11)

Campus) tersebut memungkinkan lingkungan yang suportif bagi

perusahaan bisnis, pusat studi, dan universitas-universitas untuk mempromosikan sinergi dan menghasilkan laboratorium urban. Dalam proyek ini, Barcelona telah melakukan kerja sama dengan perusahaan inovatif yang besar seperti Cisco, Telefonica, Abertis, Agbar, dan Schneider Electric untuk mempromosikan Smart City Campus, yang terletak di area yang disebut sebagai 22@ Central Park, di sebuah distrik

di Pobleneau, Barcelona. Proyek ini bertujuan untuk mengubah Barcelona menjadi laboratorium inovatif dan eksperimen kota pintar. Selain itu, proyek kolaboratif ini akan berfokus pada pengembangan bisnis, universitas, kewirausahaan, pusat studi TIK, ekologi, dan perencanaan urban. Di masa depan, proyek kolaborasi ini diharapkan dapat menjadikan Barcelona sebagai pemimpin dalam

mengeksplorasi kemungkinan teknologi baru untuk pelayanan masyarakat. Di sisi lain, Smart City Campus merupakan magnet dan daya tarik bagi generasi p e n g e t a h u a n d a l a m m o d e l pembangunan urban baru. Hal ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan

yang mendukung untuk membina hubungan antar perusahaan, institusi, universitas, pusat studi teknologi, dan inkubator bisnis.

4. Smart Governance (Pemerintahan Pintar)

Satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa Barcelona ingin berbagi pengalaman mereka dalam mengembangkan proyek kota pintar dengan kota-kota lain di seluruh dunia, bersama dengan perusahaan bisnis, universitas, dan industri.

Barcelona menganggap diskusi sebagai salah satu alat yang penting dalam menyebarkan proses belajar dan memaksimalkan manfaat dan nilai dari pekerjaan mereka. Hal penting berikutnya yang perlu diketahui oleh masyarakat mengenai Kota Pintar Barcelona adalah program Pemerintah Elektronik mereka. Barcelona telah memiliki portal data terbuka yang disebut sebagai Open Data BCN yang berfungsi lampu lalu lintas pintar yang

didesain untuk membantu orang yang buta untuk dapat menyeberang. Sistem tersebut menggunakan perangkat pengendali jarak jauh yang mengaktifkan mode audio untuk mengeluarkan suara untuk memberikan sinyal ketika lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Sistem ini juga telah dikembangkan lebih lanjut untuk membantu pemadam kebakaran mengontrol sistem lampu lalu lintas agar mereka dapat mencapai tujuan mereka secepat mungkin.

Proyek transportasi pintar menakjubkan selanjutnya adalah Smartquesina atau halte interaktif. Ini bukanlah halte biasa, akan tetapi ini adalah halte berkelanjutan yang dirancang dengan menggunakan teknologi pintar baru. Hal ini memiliki segala hal yang diperlukan masyarakat ketika menunggu bus seperti koneksi nirkabel, port USB yang memungkinkan orang untuk mengisi daya perangkat seluler mereka, serta layar sentuh interaktif menggunakan panel surya yang menyediakan informasi mengenai jadwal bus dan informasi-informasi lainnya seputar kota.

3. Smart Education (Pendidikan Pintar)

Barcelona tidak hanya mengembangkan sistem transportasi pintar, akan tetapi juga mengembangkan sistem edukasi pintar yang berfokus pada pengembangan

(12)

1. Komitmen Politik yang Kuat

Apabila dilihat lebih dekat, Barcelona telah meraih beberapa kesuksesan yang signifikan dalam menyamakan komitmen politik mereka, dan menerjemahkannya ke dalam strategi yang dapat ditindaklanjuti. Hal inilah yang kemudian perlu untuk dipertimbangkan oleh kota-kota di Indonesia karena sebagian besar proyek pengembangan kota pintar berakhir sebagai agenda yang sia-sia dikarenakan kurangnya komitmen tersebut. Dengan adanya komitmen politik yang kuat, pengumpulan sumber daya akan menjadi lebih mudah karena negara pada dasarnya memiliki apa- apa yang diperlukan untuk membangun kota pintar.

2. Keterlibatan Berkelanjutan dari Pemangku Kepentingan Terkait

Salah satu pelajaran penting yang dapat diambil dari berbagai pengembangan kota pintar di berbagai daerah di dunia adalah perlunya keterlibatan berbagai pihak seperti institusi pendidikan (universitas atau institusi pendidikan tinggi lainnya) dan pelaku bisnis, yang mana mencerminkan konsep kerja sama triple helix dalam pembangunan, dan tampaknya hal ini masih menjadi elemen penting dalam agenda pembangunan kota pintar. Hal ini dikarenakan proyek kota pintar bukan hanya agenda pemerintah sendiri, namun agenda bersama seluruh elemen masyarakat. Masukan dari berbagai institusi tersebut dapat menghasilkan pengembangan dan penerapan kota pintar di masa depan yang lebih nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Indonesia tentu saja memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di sektor ini. Hal ini dikarenakan proyek kota pintar sering kali berubah menjadi tambang emas bagi birokrat yang korup. Peningkatan keterlibatan dari berbagai pihak eksternal yang relevan dapat memperbaiki kembali sistem checks and balances dalam seluruh agenda kota pintar, yang mana akan sangat penting untuk masa depan kota pintar di Indonesia.

ditujukan untuk meningkatkan transparansi pemerintah kota, tetapi juga ditujukan untuk menyediakan dan menguniversalkan akses data terbuka untuk menjangkau seluruh komponen masyarakat, baik masyarakat secara umum, bisnis, institusi, dan universitas. Dengan akses ini, komponen-komponen tersebut dapat memanfaatkan data yang ada untuk menciptakan layanan dan mengembangkan aplikasi. Hal tersebut juga membantu mereka untuk menganalisis kebutuhan masyarakat, memperkuat inisiatif data terbuka dan mempromosikan penggunaan kembali data publik sebagai alat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sebagaimana diketahui, tidak terdapat cetak biru yang sama yang dapat diterapkan di seluruh kota di dunia untuk membuat kota pintar yang dikembangkan dengan baik. Namun demikian, melalui pengamatan terhadap beberapa kota di dunia, dapat diketahui apa saja yang dapat dipelajari dari pengembangan kota pintar di kota tersebut. Dalam konteks Barcelona yang telah menerapkan kota pintar dengan sangat baik, terdapat beberapa hal yang dapat diperoleh sebagai refleksi untuk agenda pengembangan kota pintar di Indonesia. Setidaknya terdapat dua hal utama yang dapat dipelajari, yaitu:

Pelajaran

Untuk Indonesia

(13)

1. Komitmen Politik yang Kuat

Apabila dilihat lebih dekat, Barcelona telah meraih beberapa kesuksesan yang signifikan dalam menyamakan komitmen politik mereka, dan menerjemahkannya ke dalam strategi yang dapat ditindaklanjuti. Hal inilah yang kemudian perlu untuk dipertimbangkan oleh kota-kota di Indonesia karena sebagian besar proyek pengembangan kota pintar berakhir sebagai agenda yang sia-sia dikarenakan kurangnya komitmen tersebut. Dengan adanya komitmen politik yang kuat, pengumpulan sumber daya akan menjadi lebih mudah karena negara pada dasarnya memiliki apa- apa yang diperlukan untuk membangun kota pintar.

2. Keterlibatan Berkelanjutan dari Pemangku Kepentingan Terkait

Salah satu pelajaran penting yang dapat diambil dari berbagai pengembangan kota pintar di berbagai daerah di dunia adalah perlunya keterlibatan berbagai pihak seperti institusi pendidikan (universitas atau institusi pendidikan tinggi lainnya) dan pelaku bisnis, yang mana mencerminkan konsep kerja sama triple helix dalam pembangunan, dan tampaknya hal ini masih menjadi elemen penting dalam agenda pembangunan kota pintar. Hal ini dikarenakan proyek kota pintar bukan hanya agenda pemerintah sendiri, namun agenda bersama seluruh elemen masyarakat. Masukan dari berbagai institusi tersebut dapat menghasilkan pengembangan dan penerapan kota pintar di masa depan yang lebih nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Indonesia tentu saja memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di sektor ini. Hal ini dikarenakan proyek kota pintar sering kali berubah menjadi tambang emas bagi birokrat yang korup. Peningkatan keterlibatan dari berbagai pihak eksternal yang relevan dapat memperbaiki kembali sistem checks and balances dalam seluruh agenda kota pintar, yang mana akan sangat penting untuk masa depan kota pintar di Indonesia.

ditujukan untuk meningkatkan transparansi pemerintah kota, tetapi juga ditujukan untuk menyediakan dan menguniversalkan akses data terbuka untuk menjangkau seluruh komponen masyarakat, baik masyarakat secara umum, bisnis, institusi, dan universitas. Dengan akses ini, komponen-komponen tersebut dapat memanfaatkan data yang ada untuk menciptakan layanan dan mengembangkan aplikasi. Hal tersebut juga membantu mereka untuk menganalisis kebutuhan masyarakat, memperkuat inisiatif data terbuka dan mempromosikan penggunaan kembali data publik sebagai alat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sebagaimana diketahui, tidak terdapat cetak biru yang sama yang dapat diterapkan di seluruh kota di dunia untuk membuat kota pintar yang dikembangkan dengan baik. Namun demikian, melalui pengamatan terhadap beberapa kota di dunia, dapat diketahui apa saja yang dapat dipelajari dari pengembangan kota pintar di kota tersebut. Dalam konteks Barcelona yang telah menerapkan kota pintar dengan sangat baik, terdapat beberapa hal yang dapat diperoleh sebagai refleksi untuk agenda pengembangan kota pintar di Indonesia. Setidaknya terdapat dua hal utama yang dapat dipelajari, yaitu:

Pelajaran

Untuk Indonesia

(14)

Jurnal

Bakici, T., Almirall, E., dan Wareham, J., 'A Smart City Initiative: the Case of Barcelona', Springer Journal of the Knowledge Economy, Vol. 4, No. 135, 2013, hlm. 135-148.

Capdevilla, I., dan Zarlenga, M. I., 'Smart City or smart citizens? The Barcelona case', Journal of Strategy and Management, Vol. 8, No. 3, Agustus 2015, hlm. 266-282.

Cisco Systems Inc, 'IoE-Driven Smart City Barcelona Initiative Cuts Water Bills, Boosts Parking Revenues, Creates Jobs & More', Jurisdiction Profile, 2014.

Leung, B.Y.P. dan Hui, E.C.M., 'Evaluation Approach on Public-Private Partnership (PPP) Urban Developments', International Journal of Startegic Property Management, Vol. 9, No. 1, Januari 2005, hlm. 1-6.

Sumber Daring

Adler, L. (2016). How Smart City Barcelona Brought the Internet of Things to Life [daring] Harvard Kennedy School Ash Center – Data-Smart City Solutions. Tersedia di: http://datasmart.ash.harvard.edu/news/

article/how-smart-city-barcelona-brought-the-internet-of-things-to-life-789. Diakses 23 Oktober 2016.

Open Data BCN. Barcelona's City Hall Open Data Service [daring] Open Data BCN. Tersedia di:

http://opendata.bcn.cat/opendata/en. Diakses 23 Oktober 2016.

BCN Smart City. Apps4BcnPortal [daring] BCN Smart City. Tersedia di: http://smartcity.bcn.cat/en/apps4bcn- portal.html. Diakses 23 Oktober 2016.

C 4 0 C i t i e s . ( 2 0 1 4 ) . B a r c e l o n a ' s S m a r t C i t y S t r a t e g y [ d a r i n g ] C 4 0 C i t i e s . Te r s e d i a d i : http://www.c40.org/case_studies/barcelona-s-smart-city-strategy. Diakses 23 Oktober 2016.

Juniper Research. (2015). Barcelona Named Global Smart City [daring] Juniper Research. Tersedia di:

https://www.juniperresearch.com/press/press-releases/barcelona-named-global-smart-city-2015.

Diakses 23 Oktober 2016.

Walt, V. (2015). Barcelona – The Most Wired City in the World [daring] Fortune. Tersedia di http://fortune.com/2015/07/29/barcelona-wired-city/. Diakses 23 Oktober 2016.

Kesuksesan Barcelona dalam mengembangkan kota pintar mereka adalah hasil dari kerja sama yang berarti yang ditempa oleh pemangku kepentingan terkait: pemerintah, sektor privat, dan institusi akademik.

Selain itu, komitmen politik pemerintah untuk memperhitungkan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk kota pintar juga menjadi faktor penentu keberhasilan penerapan kota pintar. Lebih lanjut, ditambah dengan ekosistem yang kaya, Barcelona dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dan nyata dalam proses pemberian pelayanan kepada publik, terutama dalam upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya, sebagaimana apa yang seharusnya ditawarkan oleh suatu kota pintar.

Kesimpulan

Referensi

(15)

Jurnal

Bakici, T., Almirall, E., dan Wareham, J., 'A Smart City Initiative: the Case of Barcelona', Springer Journal of the Knowledge Economy, Vol. 4, No. 135, 2013, hlm. 135-148.

Capdevilla, I., dan Zarlenga, M. I., 'Smart City or smart citizens? The Barcelona case', Journal of Strategy and Management, Vol. 8, No. 3, Agustus 2015, hlm. 266-282.

Cisco Systems Inc, 'IoE-Driven Smart City Barcelona Initiative Cuts Water Bills, Boosts Parking Revenues, Creates Jobs & More', Jurisdiction Profile, 2014.

Leung, B.Y.P. dan Hui, E.C.M., 'Evaluation Approach on Public-Private Partnership (PPP) Urban Developments', International Journal of Startegic Property Management, Vol. 9, No. 1, Januari 2005, hlm. 1-6.

Sumber Daring

Adler, L. (2016). How Smart City Barcelona Brought the Internet of Things to Life [daring] Harvard Kennedy School Ash Center – Data-Smart City Solutions. Tersedia di: http://datasmart.ash.harvard.edu/news/

article/how-smart-city-barcelona-brought-the-internet-of-things-to-life-789. Diakses 23 Oktober 2016.

Open Data BCN. Barcelona's City Hall Open Data Service [daring] Open Data BCN. Tersedia di:

http://opendata.bcn.cat/opendata/en. Diakses 23 Oktober 2016.

BCN Smart City. Apps4BcnPortal [daring] BCN Smart City. Tersedia di: http://smartcity.bcn.cat/en/apps4bcn- portal.html. Diakses 23 Oktober 2016.

C 4 0 C i t i e s . ( 2 0 1 4 ) . B a r c e l o n a ' s S m a r t C i t y S t r a t e g y [ d a r i n g ] C 4 0 C i t i e s . Te r s e d i a d i : http://www.c40.org/case_studies/barcelona-s-smart-city-strategy. Diakses 23 Oktober 2016.

Juniper Research. (2015). Barcelona Named Global Smart City [daring] Juniper Research. Tersedia di:

https://www.juniperresearch.com/press/press-releases/barcelona-named-global-smart-city-2015.

Diakses 23 Oktober 2016.

Walt, V. (2015). Barcelona – The Most Wired City in the World [daring] Fortune. Tersedia di http://fortune.com/2015/07/29/barcelona-wired-city/. Diakses 23 Oktober 2016.

Kesuksesan Barcelona dalam mengembangkan kota pintar mereka adalah hasil dari kerja sama yang berarti yang ditempa oleh pemangku kepentingan terkait: pemerintah, sektor privat, dan institusi akademik.

Selain itu, komitmen politik pemerintah untuk memperhitungkan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk kota pintar juga menjadi faktor penentu keberhasilan penerapan kota pintar. Lebih lanjut, ditambah dengan ekosistem yang kaya, Barcelona dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dan nyata dalam proses pemberian pelayanan kepada publik, terutama dalam upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya, sebagaimana apa yang seharusnya ditawarkan oleh suatu kota pintar.

Kesimpulan

Referensi

(16)

Center for Digital Society

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Ruang BC 201-202, Gedung BC Lantai 2, Jalan Socio Yustisia 1

Bulaksumur, Yogyakarta, 55281, Indonesia

Telepon : (0274) 563362, Ext. 116 Surel : cfds.fi[email protected] Situs Web : cfds.fisipol.ugm.ac.id

cfds.fisipol.ugm.ac.id cfds_ugm facebook.com/cfdsugm

Referensi

Dokumen terkait