RAPAT KOMISI V DPR RI
DENGAN KEPALA BMKG, KEPALA BNPP (BASARNAS) DAN KEPALA BAPEL-BPWS
Tahun Sidang : 2020-2021 Masa Persidangan : I
Rapat ke- : 21
Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat Sifat Rapat : Terbuka
Hari, Tanggal : Senin, 21 September 2020 Waktu : Pukul 13.10 s.d. 16.30 WIB
Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK V) Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta
Ketua Rapat : Ir. Ridwan Bae / Wakil Ketua Komisi V DPR RI / F-PG Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti.
Acara : 1. Penyesuaian RKA K/L T.A. 2021 sesuai Hasil Pembahasan Badan Anggaran;
2. Sinkronisasi Fungsi dan Program K/L Mitra Kerja Komisi V DPR RI dalam RAPBN Tahun 2021 sesuai Masukan dan Usulan Komisi V DPR RI.
Hadir : 27 Anggota hadir dari 53 Anggota Komisi V DPR RI dengan rincian sebagai berikut:
A. Anggota DPR RI:
PIMPINAN :
1. Ir.Ridwan Bae (F-PG)
2. H. Andi Iwan Darmawan Aras, SE., M.Si. (F- Gerindra)
3. H. Syarif Abdullah Alkadrie, SH., MH. (F-Nasdem)
1. FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:
5 orang Anggota dari 11 Anggota:
1. Sukur Nababan 2. Mochamad Herviano
3. Bob Andika Mamana Sitepu, SH.
4. Jimmy Demianus Ijie 5. H. Irmadi Lubis
2. FRAKSI PARTAI GOLKAR:
4 orang Anggota dari 7 Anggota:
1. Drs. Hamka B Kady, MS 2. Dr.H.Gatot Sudjito.,M.Si 3. H. Hasan Basri Agus
4. Ir. H. Anang Susanto, M.Si.
3. FRAKSI PARTAI GERINDRA:
3 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. Hj.Novita Wijayanti.,SE.,MM 2. Iis Edhy Prabowo.,S.Hum.,MM 3. Ir. Sumail Abdullah
4. FRAKSI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT 2 orang Anggota dari 4 Anggota:
1. Sri Wahyuni 2. Roberth Rouw
5. FRAKSI PKB:
3 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. Ruslan M Daud
2. Sofyan Ali.,S.Ag.,SH.,M.Pd.
3. H. Syafiuddin, S.Sos
6. FRAKSI PARTAI DEMOKRAT:
5 orang Anggota dari 5 Anggota:
1. Willem Wandik.,S.Sos 2. H.Irwan.,S.IP.,MP 3. drh. Jhoni Allen Marbun 4. Lasmi Indaryani, SE.
5. Ir. H. Ishak Mekki, MM
7. FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA:
2 orang Anggota dari 4 Anggota:
1. Ir. H. Sigit Sosiantomo
2. H. Suryadi Jaya Purnama, ST
8. FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL:
3 orang Anggota dari 4 Anggota:
-
9. FRAKSI PPP:
1 orang Anggota dari 1 Anggota:
1. H. Muh Aras, S.Pd, MM
B. UNDANGAN :
1. Kepala BMKG (Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc.
P.hD)
2. Kepala BNPP (Marsekal Madya Bagus Puruhito, S.E., M.M.)
3. Plt. Kepala BAPEL-BPWS (Ir. Ahmad Herry Marzuki, CES)
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (Ir. RIDWAN BAE / F- PG):
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI.
Yang saya hormati saudara Kepala BMKG, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dan Plt. Kepala BAPEL-BPWS beserta jajarannya serta para Hadirin yang kami muliakan.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT., yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada hari ini kita dapat bertemu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita dalam keadaan sehat wal'afiat baik secara fisik maupun secara virtual dengan zoom cloud meeting dari tempat masing-masing.
Berdasarkan informasi dari Sekretariat, Daftar Hadir Anggota Komisi V DPR RI yang telah menandatangani adalah sejumlah 16 orang Anggota dan dari 7 Fraksi. Oleh karena itu kita nyatakan memenuhi kuorum. Sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 281 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib, izinkan kami membuka Rapat Dengar Pendapat pada hari ini dan seuai dengan ketentuan Pasal 276 ayat (1) Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI pada hari ini dinyatakan terbuka untuk umum.
(RAPAT DIBUKA PUKUL 13.10 WIB)
Rapat rencananya dIbuka pada 13.15 menit dan kita akan akhiri pada 15.30 apakah dapat disetujui, setuju Pak ya?
(RAPAT: SETUJU)
Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Kepala BMKG, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dan Plt. BAPEL-BPWS beserta jajaran yang telah memenuhi undangan kami dalam Rapat Dengar Pendapat pada hari ini.
Para Kepala Badan, Anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI dengan seluruh mitra kerja tanggal 15 September 2020 yang lalu, telah disepakati antara lain sebagai berikut:
Komisi V DPR RI bersama Kementerian PUPR, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, BMKG, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), BAPEL-BPWS sepakat untuk melakukan sinkronisasi
anggaran menurut fungsi dan program dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021 sesuai dengan Saran, masukan serta usulan Komisi V DPR RI.
Terkait dengan hasil keputusan kesimpulan dalam Rapat Kerja dan RDP tersebut, dalam kesempatan ini kami ingin mendapatkan penjelasan dari Kepala BMKG, Kepala BASARNAS, serta Plt. Kepala BAPEL-BPWS sejauhmana Saran, masukan dan usulan Anggota Komisi V DPR RI sebagaimana yang telah disampaikan pada saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat sebelumnya serta hasil-hasil kunjungan kerja dapat diakomodir dalam rincian program RAPBN Tahun Anggaran 2021.
Sebagaimana surat Badan Anggaran Nomor sekian, perihal Penyampaian Hasil Pembahasan Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2021 tertanggal 17 September 2020 sesuai hasil pembahasan di Banggar untuk BMKG, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dan BAPEL-BPWS tidak mendapatkan tambahan belanja dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021.
Oleh karena itu acara Rapat Dengar Pendapat pada hari ini akan melakukan pembahasan mengenai Sinkronisasi Fungsi dan Program untuk BMKG, Badan Pencarian dan Pertolongan dan BAPEL-BPWS dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021 sesuai dengan Saran, masukan dan usulan Komisi V DPR RI.
Salah satu fokus utama di dalam Rencana Kerja Kementerian (RKP) 2021 adalah reformasi sistem ketahanan bencana dengan kegiatan prioritas antara lain penguatan sistem peringatan bencana. Ada pun berapa hal pokok terkait dengan program kegiatan badan mitra kerja Komisi V DPR RI dalam tahun anggaran 2021 adalah sebagai berikut:
BMKG pada sektor meteorologi, klimatologi dan geofisika beberapa isu strategis dalam pelaksanaan kebijakan ini meliputi perlunya pemenuhan layanan informasi BMKG sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penguatan dan pengembangan infrastruktur peralatan operasional BMKG serta kebutuhan data yang terintegrasi untuk mendukung layanan informasi. Dalam penanganan isu-isu strategis dIbutuhkan dukungan kegiatan BMKG terhadap prioritas nasional seperti peningkatan alat operasional utama alutama yang memadai. Peningkatan jaringan komunikasi yang handal dan peningkatan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang berkualitas. Selain itu realisasi dan sosialisasi terhadap program kegiatan BMKG seperti Sekolah Lapang Iklim, Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, dan Sekolah Lapang Geofisika, dirasa penting dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi terkait iklim, meteorologi, klimatologi dan geofisika.
Kedua, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), untuk sektor pencarian dan pertolongan dalam tahun anggaran 2021 dIbutuhkan pemenuhan kebutuhan untuk meningkatkan Sarana dan praSarana pencarian dan pertolongan seperti pengadaan rescue boat, peningkatan Sarana komunikasi satelit, serta pemeliharan Sarana SAR baik
Sarana SAR darat, laut, maupun udara. Selain itu beberapa kegiatan dalam program pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan dan bencana perlu sinkronisasi terhadap berbagai masukan antara lain yang terkait dengan pembinaan potensi SAR di seluruh wilayah Indonesia, keberadaan Kantor SAR dan Pos SAR yang tersebar di berbagai daerah, kebutuhan peningkatan SDM, pencarian dan pertolongan serta pengelolaan Sarana dan praSarana SAR.
Ketiga, BAPEL-BPWS, sedangkan untuk sektor pengembangan wilayah Suramadu perlu dilakukan perencanaan strategis dan arah kebijakan yang tepat sasaran sehingga target prioritas di tahun 2021 seperti penyediaan lahan kawasan strategis, peningkatan infrastruktur di kawasan Madura dan stimulasi peningkatan SDM lokal berbasis kompetensi dapat tercapai.
Bapak Ibu yang kami hormati.
Demikianlah pengantar dari kami. Selanjutnya kami persilakan kepada Kepala BMKG dan Kepala BASARNAS serta Plt. Kepala BAPEL-BPWS untuk menyampaikan penjelasannya. Untuk itu kami persilakan, mungkin yang duluan siapa ini? Kepala BNPP atau BMKG? Silakan Pak. Dari BNPP dulu, silakan Pak Jenderal.
KEPALA BNPP (MARSEKAL MADYA TNI BAGUS PURUHITO, S.E.,,M.M.):
Terima kasih atas waktu yang diberikan.
Yang terhormat Pimpinan Rapat.
Yang saya hormati Wakil Ketua, para Anggota Komisi V DPR RI.
Yang saya hormati Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.
Plt. Kepala Badan Pengembangan Wilayah Suramadu.
Bapak Ibu yang berbahagia.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semuanya.
Shaloom.
Om swastiastu.
Namo Buddhaya.
Yang pertama-tama marilah kita bersama memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia dan ridho-Nya maka kita bisa mengikuti kegiatan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI dan pada kesempatan ini pula BASARNAS mengucapkan terima kasih diberi kesempatan untuk menjelaskan tentang Penyesuaian RKA-K/L Tahun Anggaran 2021 sesuai pembahasan dengan Badan Anggaran dan sinkronisasi fungsi dan program K/L dalam RAPBN 2021.
Ketua, para Wakil Ketua dan Anggota Komisi V yang saya hormati.
Sebagaimana yang disampaikan dalam RDP yang terdahulu, BASARNAS membagi dua program yaitu dukungan manajemen dan kegiatan
pencarian dan pertolongan pada kecelakaan dan bencana dengan total anggaran 2,26 Triliun, pagu tersebut sudah termasuk tambahan 250 Miliar, di mana tambahan tersebut akan kita gunakan untuk belanja barang berupa dan pemeliharaan belanja barang dan belanja modal. Adapun belanja barang tersebut antara lain berupa pemeliharaan peralatan jaringan dan sistem aplikasi, pemeliharaan helikopter, special inspection kapal BASARNAS, kebutuhan BBM seluruh kapall, pemeliharaan rescue exavator dan pemeliharaan peralatan komunikasi.
Sedangkan belanja modal antara lain berupa pengadaan rigid inflatable boat kelas 1, pengadaan peralatan urban SAR, pengembangan sistem pemantauan signal marabahaya cospas sarsat, dan pegembangan peralatan komunikasi satelite wifi marine dan penyediaan radio pencari arah atau direction finder.
BASARNAS juga memperhatikan masukan dari dan arahan pada RDP terdahulu. Kami melaksanakan penyesuaian besaran anggaran pada program dukungan manajemen dan program pencarian dan pertolongan pada kecelakaan dan bencana. Perbandingan anggaran tersebut sedikit berbeda dengan paparan terdahulu dengan pertimbangan bahwa kami lebih memperkuat kegiatan penyelenggaraan operasi SAR dan pembinaan potensi SAR.
Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang saya hormati.
Dalam program dukungan manajemen terdapat 6 kegiatan dengan anggaran 859,57 Miliar dan program pencarian dan pertolongan pada kecelakaan dan bencana terdapat 6 kegiatan dengan anggaran 1,4 Triliun.
Dengan demikian secara keseluruhan BASARNAS memiliki 12 kegiatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Pusat maupun UPT kami.
Penjelasan kegiatan pada program dukungan manajemen beserta kegiatan dan output-nya adalah sebagai berikut. Yang pertama penyusunan rencana program, evaluasi pelaporan dan kerja sama dengan anggaran sebesar 18,56 Miliar. Yang kedua penyusunan produk hukum organisasi tata laksana dan pengelolaan kepegawaian dengan anggaran sebesar 2,23,13 Miliar dan seterusnya sampai dengan Nomor 6.
B. layanan prasarana internal yang meliputi pembangunan renovasi gedung dan bangunan kantor pusat dan UPT dengan anggaran 45,63 Miliar.
Pembangunan gedung dengan anggaran 12,33 Miliar digunakan antara lain untuk pembangunan lokasi pelatihan urban SAR di Balai Diklat ini berkaitan dengan bahwa kita sudah masuk kepada SAR internasional, di mana diwajibkan harus mempunyai semacam simulator untuk pelaksanaan latihan urban SAR. Renovasi gedung dengan anggaran 8 koma sekian Miliar digunakan untuk penataan ruangan kantor, renovasi gedung dan lain-lain.
Nomor lima, pengelolaan data dan sistem informasi dengan anggaran 34,3 Miliar dengan rincian antara lain sebagai berikut, layanan data dan informasi dengan anggaran 1,45 Miliar digunakan antara lain untuk IT technical support, pengelolaan sistem dan jaringan LPSE, data statistik,
website, dan pelaksanaan sistem informasi survey kepuasan masyarakat. B.
Sarana teknologi informasi dengan anggaran 20 Miliar dengan rincian antara lain optimalisasi jaringan sebesar 5 Miliar, pengembangan visualisasi kolaborasi streaming sebesar 6 Miliar, dan seterusnya seperti yang ada di dalam slide kami.
Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang saya hormati.
Sedangkan penjelasan kegiatan pada program pencarian dan pertolongan pada kecelakaan dan bencana beserta kegiatan output-nya adalah sebagai berikut.
Pertama, pengelolaan Sarana dan prasarana SAR dengan anggaran sebesar 1,04 Triliun terdiri dari belanja barang 494,7 Miliar dan belanja modal 549,4 Miliar, kegiatan itu mempunyai 6 output. Sarana SAR dengan anggaran 562,2 Miliar terdiri dari belanja barang 17,7 dan belanja modal 544,4 Miliar dengan rincian:
1. Penyelesaian pengadaan 1 unit kapal penyelamat panjang 66 Meter, multiyears 2020 sampai dengan 2021 dengan anggaran 148,6 yang rencana akan ditempatkan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon;
2. Penyelesaian pengadaan 6 unit kapal penyelamat panjang 40 Meter, dengan anggaran 270 Miliar dan rencana akan ditempatkan di Medan, Banten, Surabaya, Tarakan, Mamuju dan Maumere;
3. Penyelesaian pengadaan 12 unit rigid inflatable boat kelas 1, dengan anggaran 17,4 Miliar, direncanakan ditempatkan di Aceh, Nias, Mentawai, Natuna, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Cilacap, Palangkaraya, Tarakan, Palu, Mamuju dan Ambon;
4. Penyelesaian pengadaan 8 unit rigid inflatable boat kelas 2 14,94 Miliar yang rencana akan ditempatkan di Medan, Padang, Pontianak, Semarang, Surabaya, Makassar dan seterusnya.
5. Penyelesaian pengadaan 25 unit rubber boat, dengan anggaran 9,17 Miliar, yang akan ditempatkan rencana kami di Aceh, Medan, Nias, Mentawai, Pekanbaru, Natuna dan seterusnya.
6. Penyelesaian pengadaan 14 rapid deployment techtical, dengan anggaran 3,42 Miliar yang akan direncanakan ditempatkan di kantor pusat dan seluruh Kantor Pencarian dan Pertolongan.
7. Pengadaan satu paket peralatan pendukung uji kompetensi dengan anggaran 707,2 yang direncanakan akan ditempatkan di kantor pusat.
Tujuh kegiatan di atas merupakan kegiatan yang mengalami pemotongan pada tahun anggaran 2020. Sedangkan kegiatan yang diusulkan pada tahun anggaran 2021 antara lain: 1 unit engine helikopter dengan anggaran 25 Miliar. Kita mempunyai 6 helikopter Dopang yang saat ini hanya mempunyai 1 cadangan engine sehingga paling tidak kita dengan ada tambahan 1 akan lebih memudahkan rotasi dari penggunaan helikopter tersebut. Pengenaan penggunaan mohon maaf pengadaan 1 unit hois helikopter, dengan anggaran 12 Miiliar yang rencana akan ditempatkan di kantor pusat, ini juga sebagai cadangan dari 6 helikopter tersebut kita belum
mempunyai cadangan, karena hois mempunyai umur sehingga pada waktu perawatan harus ada cadangan yang disiapkan.
Pengadaan 20 unit baru pengadaan rubber boat dengan anggaran 9 Miliar yang rencana akan ditampatkan di Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang dan seterusnya. Pengadaan 10 unit baru rigit impletable boat kelas 1 dengan anggaran 50 Miliar yang akan direncanakan ditempatkan di Bengkulu, Pangkal Pinang, Palembang, Lampung dan seterusnya. Pengadaan 4 unit baru rescue truck dengan anggaran 24 Miliar yang rencana akan ditempatkan di Nias, Palangkaraya, Cilacap dan Mamuju, ini merupakan kantor SAR yang baru dinaikkan kelasnya dari pos menjadi kantor SAR. Pengadaan 1 set peralatan urban SAR dengan anggaran 8,86 yang akan ditempatkan di kantor pusat.
Prasarana SAR dengan anggaran sebesar 4,9. Renovasi hanggar di Lanud Atang Sanjaya, ini juga kegiatan yang mengalami pemotongan Tahun Anggaran 2020 sebesar 4,58. Pembangunan tower komunikasi di Aceh Rp300.000.000,-. Pembangunan tower antena di Pontianak Rp108.000.000,-.
Selanjutnya pemeliharaan Sarana SAR dengan anggaran 468,9 Miliar yang antara lain terdiri dari pemeliharaan SAR darat 34,43 Miliar digunakan antara lain untuk pemeliharaan 340 unit rescue car, 246 unit rescue trcuck dan seterusnya. Pemeliharaan Sarana SAR udara dengan anggaran sebesar 115,85 Miliar untuk melaksanakan pemeliharaan 4 unit pesawat heli bolkow dan 5 unit pesawat topal, serta 1 unit AW 139. Pemeliharaan Sarana SAR laut dengan anggaran 309,99 Miliar digunakan antara lain untuk memelihara 76 unit kapal SAR, 120 unit rigid inflatable boat, 501 unit rubber boat, 2 hovercraft dan lain-lain.
Pemeliharaan peralatan SAR dengan anggaran 8,68 Miliar digunakan antara lain untuk pemeliharaan peralatan SAR darat, laut, udara berupa peralatan high angle rescue, ekstrikasi, selam ground support equipment emergency lighting erofi dan the compression chamber. Pemeliharaan prasarana SAR dengan anggaran 4,6 digunakan antara lain untuk pemeliharaan hanggar, tempat sandar kapal, tower dan lain-lain. Demikian seterusnya.
Dan yang kedua pengelolaan Diklat dan pembinaan tenaga SAR dengan anggaran 45,9 Miliar dan mempunyai dua output yaitu penyusunan norma standar prosedur dan kriteria Diklat dan pembinaan tenaga SAR dengan anggaran 2,45 Miliar. Pelatihan SAR dengan anggaran 43,47 Miliar digunakan antara lain pembinaan kompetensi tenaga SAR, awak kapal, pilot ASN, crew helikopter, kompensasi kerja awak kapal. Pengelolaan operasi SAR dengan anggaran sebesar 84 Miliar mempunyai tiga output yaitu operasi SAR dengan anggaran 66,78 Miliar di gunakan untuk menyelenggarakan dan mengendalikan operasi SAR di seluruh wilayah Indonesia, penyusunan norma standar prosedur dan kriteria operasi SAR dengan anggaran 1,40 Miliar untuk evaluasi operasi SAR, penyusunan standarisasi perlengkapan operasi SAR dan juknis operasi SAR. Koordinasi operasi SAR dengan menggunakan anggaran sebesar 15,8 Miliar digunakan antara lain untuk gelar pasukan,
pembinaan dan pengerahan BSG atau BASARNAS Special Grup dalam operasi SAR dan dukungan administrasi pengarahannya.
Ke empat pengelolaan sistem komunikasi SAR dengan anggaran sebesar 166,96 Miliar dengan rincian belanja barang 53,4, belanja modal 113,5. Kegiatan ini mempunyai empat output. Yang pertama sarana sistem komunikasi SAR yaitu pengadaan base communication system sebesar 25 Miliar dan akan di rencana ditempatkan di Nias, Cilacap, Tarakan, Palangkaraya dan Mamuju. Pembangunan sistem pemantauan signal marabahaya pos-pos Sarsat 65 Miliar yang akan ditempatkan di Bogor Cariu di Diklat kita. Beberapa waktu yang lalu dalam RDP kita bahas, penyediaan radio pencari arah atau direction finder sebesar 13 Miliar yang akan ditempatkan di kantor pencarian di Nias, Padang, Palembang, Cilacap dan seterusnya. Kemudian pengembangan peralatan komunikasi satelite wi-fi Marine sebesar 10,5 Miliar yang akan ditempatkan diantaranya di Ambon, Medan, Banten, Surabaya dan seterusnya. Mohon maaf.
B. Pemeliharaan sarana sistem komunikasi SAR dengan anggaran 45,8 Miliar diantaranya digunakan untuk memelihara peralatan komunikasi kantor pusat, UPT, deteksi dini, peralatan mobil komunikasi, izin frekuensi dan lain-lain. Penyusunan norma standar prosedur dan kriteria Siskom, Siskomsar dengan anggaran 5,6 Miliar digunakan antara lain untuk penyusunan juknis, pemeliharaan pengoperasian perangkat komunikasi workshop dan lain-lain.
Koordinasi sistem komunikasi SAR dengan anggaran 2 Miliar digunakan antara lain untuk pelatihan gelar komunikasi proficiency serta dukungan komunikasi dan penyelenggaraan cospas sarsat sub meeting, maupun registrasi alat pemancar. Pembinaan potensi SAR dengan anggaran 42,39 Miliar dan mempunyai dua output yaitu pertama pembinaan potensi SAR dengan anggaran 38,2 Miliar digunakan antara lain pembinaan potensi SAR, penyelenggaraan Forum Komunikasi SAR, Jambore potensi SAR, pelaksanaan SAR go to school dan pemasyarakatan SAR dan pembinaan kepramukaan.
Penyusunan norma standar prosedur dan kriteria potensi SAR dengan anggaran 4,11 Miliar dan 6 pengelolaan kesiapsiagaan SAR dengan anggaran 20,4 Miliar dan mempunyai 3 output yaitu siaga SAR dengan anggaran 10,72 Miliar ini digunakan untuk pelaksanaan siaga rutin, siaga khusus dan kompensasi operator emergency call 115. Pelatihan SAR dengan anggaran 12,10 Miliar ini digunakan untuk pelatihan urban SAR, latihan gabungan kesiapan SAR, kesiapsiagaan SAR, nasional SAR challange, latihan Malindo, Indopura, Ausindo marine pollution exercise atau Marpolex serta penyusunan norma standar prosedur dan kriteria kesiapsiagaan SAR dengan anggaran 1,58 Miliar yang digunakan antara lain untuk evaluasi siaga dan latihan profisiensi, asistensi, standarisasi siaga kantor SAR, SBK latihan dan penyusunan pedoman SAR challange.
Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang saya hormati.
Pelaksanaan pembinaan potensi SAR tahun 2021 akan dilaksanakan kepada 5.000 orang di seluruh wilayah Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
Pertama dengan masing-masing jumlah sebanyak 150 orang ada di Medan, Padang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan seterusnya seperti yang ada di slide. Masing-masing 100 orang ada di kantor pusat, Banda Aceh, Mentawai, Bengkulu, Pekanbaru, Jambi Tanjung Pinang dan lain-lain dan masing-masing 50 orang ada di Nias, Yogyakarta, Palangkaraya, Tarakan dan Mamuju. Apabila ini dirasa masih kurang kita bisa memanfaatkan pelaksanaan latihan SAR daerah yang ada di tiap-tiap kantor SAR untuk bisa digunakan untuk melatih potensi yang ada di wilayah-wilayah di mana kantor SAR tersebut berada. Jadi kalau pembinaan potensi ini kurang bisa menggunakan forum tersebut.
Ketua para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang saya hormati.
Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai penjelasan tentang sinkronisasi atau penyesuaian RKAKL Tahun Anggaran 2021 sesuai hasil pembahasan dengan Banggar dan sinkronisasi fungsi dan program KL dalam RAPBN tahun 2021. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian dari Pimpinan serta seluruh Anggota Komisi V DPR RI kepada BASARNAS selama ini dan semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu menganugerahkan kesehatan dan perlindungan kepada kita semuanya, Aamin. Sekian.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
Shaloom.
Om santi santi santi om.
Namo buddhaya.
Salam kebajikan.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Kepala BNPB Pak Agus.
Silakan Bu BMKG.
KEPALA BMKG (Prof. DWIKORITA KARNAWATI, M.Sc., P.hD.):
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Yang terhormat Bapak Pimpinan Komisi V DPR RI beserta para Anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati dan juga yang kami hormati Bapak Kepala BNPP atau BASARNAS dan juga Bapak Kepala BPWS serta seluruh jajarannya dan hadirin Bapak Ibu sekalian yang saya hormati.
Izinkanlah kami menyampaikan penyesuaian RKA-KL Tahun Anggaran 2021 sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran dan sinkronisasi fungsi dan program KL dalam RAPBN tahun 2021 sesuai masukan dan usulan Komisi V DPR RI. Adapun yang akan kami sampaikan sebetulnya sangat banyak,
selain laporan utama sesuai dengan arahan untuk detil mohon izin nanti tidak dapat kami bacakan semua, tetapi detilnya kami sampaikan pada lampiran laporan sebanyak 146 halaman dan dari 6 poin yang akan disampaikan mohon izin berhubung poin 1 sampai 5 sebetulnya sudah beberapa kali kami sampaikan dan yang terakhir tidak ada perubahan, sehingga saat ini kami akan lebih fokus ke poin nomor 6 sesuai dengan arahan RDP rapat terakhir Minggu lalu yaitu Sinkronisasi Rencana Kegiatan BMKG Tahun Anggaran 2021, sekali lagi sesuai masukan ataupun usulan dan hasil kunjungan kerja Komisi V DPR RI. Namun sebelumnya secara singkat poin nomor 5 akan kami sampaikan ulang sebagai pendahuluan.
Bapak Ibu dan Pimpinan-pimpinan Komisi V yang kami hormati.
Di mohon izin kami langsung ke slide nomor 11, di situ kami menyampaikan seperti yang telah ditetapkan kemarin bahwa pagu anggaran terakhir yang telah ditetapkan Senin yang lalu yaitu sebesar 3,2 maaf saya ulangi 3,2 Triliun kurang lebihnya, yang terdiri dari program dukungan manajemen sebesar kurang lebih 360,9 Miliar dan program meteorologi klimatologi dan geofisika sebesar kurang lebih 2,9 Triliun.
Selanjutnya mohon kami dapat melompat ke slide nomor 16. Dalam slide tersebut kami sampaikan bahwa kegiatan kami terutama mendukung prioritas nasional pertama yaitu memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan antara lain berupa kegiatan prediksi dan peringatan dini cuaca dengan scaling up weather capacity yang kedua dan akan meliputi 6 provinsi dan pada program ini di situ juga dilakukan integrasi data, terutama mengintegrasikan seluruh data yang sudah ada menjadi satu single platform dan juga merupakan penguatan sekaligus penguatan kapasitas infrastruktur serta SDM. Kemudian juga kegiatan berupa informasi peringatan dini windshear ini khususnya untuk penerbangan di 2 bandara dan informasi meteorologi maritim melalui strengthening of Marine meteorology. Nah ini ada kaitannya juga dengan kegiatan Nomor 1 untuk 20 pelabuhan dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap informasi meteorologi maritim melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan untuk 3.800 orang juga ikatan pemahaman masyarakat terhadap informasi iklim terapan yaitu melalui Sekolah Lapang Iklim operasional multiyears untuk 1.935 orang serta informasi iklim terapan di pusat, khususnya untuk energi baru terbarukan, kualitas udara, gas rumah kaca dan literasi iklim untuk 5 jenis informasi.
Kemudian prioritas nasional yang kelima yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar meliputi kegiatan prediksi dan peringatan dini cuaca dengan scaling up weather capacity jadi ini sebetulnya kegiatan yang sama diatas hanya dilihat dari aspek prioritas nasional ada dua prioritas nasional untuk satu kegiatan.
Jadi mohon maaf seakan-akan mengulang, tetapi ini menunjukkan prioritas nasional yang ke-5 juga didukung oleh kegiatan yang sama. Demikian juga untuk prioritas nasional yang ke-6 untuk membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, ada kegiatan informasi gempa bumi dan tsunami dengan pemasangan seismograf untuk
100 unit dan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang berkualitas untuk 100 sistem serta informasi iklim terapan di pusat satu informasi satu jenis informasi, kemudian Sekolah Lapang Geofisika untuk pemahaman masyarakat terhadap informasi gempa bumi dan tsunami untuk 3.500 orang.
Berikutnya mohon izin kami menyampaikan dukungan BMKG untuk major project Tahun Anggaran 2021, ini sesuai dengan arahan 3 RDP sebelumnya. Yang Pertama jadi di sini ada 12 kegiatan yang kami sampaikan perkembangannya sejak tahun 2019 hingga rencana 2021. Yang pertama adalah prediksi dan peringatan dini cuaca dengan scaling up weather capacity yang ke-2 tahun 2019 telah dilakukan dengan dana sebesar 1 Miliar.
Kemudian 2020 target untuk 6 provinsi pendanaannya meningkat menjadi 127 Miliar dan tahun 2021 tetap 6 provinsi pendanaannya meningkat 164,7 Miliar. Output yang dihasilkan adalah Lightening detection network di 9 provinsi di Sumatera dan for casting serta production system di 28 provinsi.
Kegiatan yang kedua adalah informasi peringatan dini windshear tahun 2019 ada 2 bandara yang terpasang dengan low level ini apa warning system Win apa untuk peringatan dini apa LALU Wos untuk windshear ada 2 Bandara dengan pendanaan 26 Miliar dan tahun ini tahun 2020, 2 bandara terpasang TDWR semacam radar dan ini dananya meningkat menjadi 43 Miliar dan tahun depan 2 bandara akan terpasang TDWR plus lidar dana tahun depan adalah 66,5 Miliar. Jadi ada peningkatan pendanaan secara bertahap di setiap tahun 3 tahun terakhir 3 tahun sampai tahun depan output-nya yaitu di lokasi Soekarno-Hatta dan Hasanuddin Makassar, Hasanuddin untuk tahun ini, Soekarno-Hatta untuk tahun depan.
Kemudian informasi meteorologi maritim melalui strengthening of Marine Meteorologi baru akan dimulai tahun 2021 untuk 20 pelabuhan dana sebesar 309 Miliar kurang lebihnya output-nya berupa alat observasi pengadaan system capacity building dan integration services. Kemudian informasi iklim terapan baru dimulai tahun 2021 untuk 6 jenis informasi dengan dana 66,9 Miliar output-nya seperti tertera pada tabel. Mohon izin, saya mohon izin untuk tidak membacakan semua karena masih banyak di belakang. Jadi ini kurang lebihnya Bapak ini sesuai dengan masukan kami harus menunjukkan perkembangan setiap tahun untuk kegiatan yang sama, khususnya major project dan output-nya apa.
Nah berikutnya mohon izin ini yang justru menjadi fokus utama, maaf sebelum fokus utama, ini secara umum di slide Nomor 19 tentang rincian pagu anggaran BMKG Tahun 2021 per unit eselon atau jenis Eselon I atau juga per jenis belanja. Yang pertama program dukungan manajemen untuk sekretariat utama total anggaran 360,9 Miliar ada 7 kegiatan. Kemudian slide berikutnya program meteorologi klimatologi dan geofisika untuk 4 kedeputian total ada 11 kegiatan dan masing-masing Deputi Meteorologi anggaran yang teralokasikan sekitar 1,124 Triliun, kemudian Kedeputian Klimatologi sebesar 258,6 Miliar, Kedeputian Geofisika sebesar 751,2 Miliar dan Kedeputian Instrumentasi Kalibrasi Rekayasa dan Jaringan Komunikasi sebesar 778,49 Miliar.
Selanjutnya mohon izin kami sampaikan Sinkronisasi Rencana Kegiatan BMKG Tahun Anggaran 2021 sesuai masukan usulan hasil ataupun hasil kunjungan kerja Komisi V DPR RI. Di halaman 22 mohon izin sebetulnya yang kami laporkan lebih dari apa yang kami sarikan di sini. Jadi ini sarinya, selebihnya ada di dalam 145 halaman secara lebih rinci dan dari summary ini pertama usulan aspirasi untuk Provinsi Sumatera Utara yaitu agar diadakan pelaksanaan sekolah lapang BMKG di Sumatera Utara, nah itu disampaikan bulan September 7 September 2020 dan bagaimana realisasinya atau tindak lanjut oleh BMKG. BMKG mengalokasikan sekolah lapang di 7 lokasi yaitu rencananya di Toba, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, kemudian di Medan, Nias, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Kegiatannya adalah Sekolah Lapang Iklim, Sekolah Lapang Cuaca Nelayan juga Sekolah Lapang Gempa Bumi.
Kemudian yang kedua Provinsi Aceh usulan aspirasi adalah pengalihan lokasi pelaksanaan SLI Aceh maaf pengalihan lokasi pelaksanaan SLI Aceh Besar dialihkan ke kabupaten Gayo Lues. BMKG melaksanakan atau merencanakan mengalokasikan sekolah lapang di 6 lokasi ini tindaklanjutnya yaitu di Sabang, Gayo Lues, Banda Aceh dan Sabang, maaf untuk SLI di Sabang dan Gayo Lues, SLCN di Banda Aceh dan Sabang Sekolah Lapang Gempa di Pidi Singkil.
Kemudian untuk Jambi usulan aspirasi adalah pelaksanaan sekolah lapang BMKG di Provinsi Jambi dan realisasi yang kami siapkan kami akan melakukan sekolah lapang di tiga lokasi yaitu Sekolah Lapang Iklim dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan. Kemudian juga akan dilakukan Sekolah Lapang Gempa diutamakan pada wilayah dengan indeks resiko gempa dan tsunami yang tinggi. Wilayah yang akan melakukan kegiatan tersebut adalah untuk SLI di Bungo, Tanjung Jabung Timur dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Kota Jambi.
Kemudian Provinsi Jawa Barat aspirasi maaf usulan aspira adalah destinasi pariwisata prioritas, lokasinya di mana saja dan oh jadi ini poinnya adalah untuk mendukung kegiatan pariwisata di Provinsi Jawa Barat dan realisasi yang kami siapkan adalah dukungan BMKG untuk 10 destinasi wisata, meliputi pembangunan alat observasi meteorologi maritim, kemudian pengembangan sistem informasi cuaca publik untuk destinasi wisata berbasis NDF, kemudian pemasangan WRS atau Warning Receiver System, jadi sistem penerima peringatan dini tsunami pada destinasi wisata pantai dan output-nya yaitu pembangunan automatic weather system di Wakatobi, mohon maaf ini saya rasa ada kesalahan mohon maaf. Jadi Jawa Barat itu termasuk bagian dari 10 destinasi wisata antara lain termasuk destinasi yang lain baik di Danau Toba ataupun di Sulawesi Labuan Bajo dan sebagainya.
Namun poinnya di sini kami akan melakukan pembangunan alat observasi terutama meteorologi maritim dan pengembangan sistem informasi cuaca publik, serta ini sudah mulai terealisasi yaitu pemasangan sistem penerima peringatan gempa bumi dan peringatan dini tsunami.
Kemudian Jawa Barat juga masih ada usulan aspirasi pelaksanaan sekolah lapang BMKG. Kami menyiapkan di 6 lokasi yaitu untuk Sekolah Lapang Iklim di Bogor, Garut, Cianjur, Bekasi. Untuk Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Pangandaran dan untuk Sekolah Lapang Gempa Bumi di Cianjur.
Kemudian masih Jawa Barat untuk aspirasi pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim melibatkan Penyuluh Pertanian. Nah ini juga kami akan lakukan tentunya terkait dengan lokasi di atas yang kami sebutkan sebelumnya dan permintaan adanya terobosan informasi cuaca maritim ke nelayan melalui satelit dan teknologinya melibatkan Pusat Penelitian dan Pengembangan serta Perguruan Tinggi. Realisasi yang akan kami lakukan adalah membangun inovasi sistem informasi cuaca maritim yang interaktif dan di sini yang akan melakukan adalah Pusat Meteorologi Maritim yang saat ini sedang mengembangkan portal yang disebut sistem informasi cuaca maritim interaktif dan juga kami akan melakukan upgrade display informasi meteorologi di pelabuhan di beberapa pelabuhan untuk cuaca maritim dan juga kami bekerjasama dengan KKP dan Lapan.
kemudian masih Jawa Barat dalam rangka menjaga ketahanan pangan, maka diperlukan informasi iklim yang lebih akurat sehingga perubahan iklim yang terjadi tidak menyebabkan kekurangan sentra produksi pangan. Realisasi yang kami siapkan adalah kami akan menambah sebaran peralatan terutama untuk meningkatkan akurasi informasi iklim dan pada tahun 2021 BMKG akan mengadakan peralatan automatic weather system di empat lokasi. Kemudian Automatic Rain Gauge di 10 lokasi dan 1 lokasi pengembangan observasi iklim untuk food estate di oh ini mohon maaf ini ada yang di Kalimantan Tengah, jadi ini di luar Jawa Barat ini, tapi yang selain yang apa di Jawa Barat juga termasuk.
Jadi poinnya untuk kegiatan ini tidak khusus hanya di Jawa Barat, namun juga dilakukan di beberapa wilayah provinsi lainnya, selain Jawa Barat juga di Papua, Jateng, Jatim, Sultra, Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Sumsel, Jawa Barat, Gorontalo, Sultra dan Kalimantan Tengah.
Berikutnya di Jawa Tengah pelaksanaan sekolah lapang BMKG di provinsi Jawa Tengah ini ada lokasi di Temanggung, Magelang kami siapkan dan Semarang, kemudian Pekalongan, Cilacap dan Semarang juga untuk Sekolah Lapang Iklim. Kemudian untuk juga Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Cilacap, Pekalongan dan Semarang. Sekolah Lapang Gempa Bumi di Purworejo.
Kemudian ada aspirasi untuk evaluasi jadi ini evaluasinya pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim ya kami menyiapkan evaluasi tersebut juga menyelenggarakan festival sekolah lapang iklim di Jakarta. Jadi proses evaluasi akan diselenggarakan di Jakarta, juga melalui Festival Sekolah Lapang Iklim.
Kemudian Jawa Timur yaitu pelaksanaan sekolah lapang BMKG akan diselenggarakan di tujuh lokasi yaitu di untuk Sekolah Lapang Iklim di Jombang, Kediri dan Nganjuk. Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Kota
Surabaya dan Lamongan. Sekolah Lapang Gempa Bumi di kabupaten Malang dan Sumenep. Kemudian aspirasi yang diusulkan adalah agar Sekolah Lapang Iklim tahap 3 diperbanyak. Nah ya kami akan melakukan tadi di Jombang, Kediri dan Nganjuk yang istilahnya adalah Sekolah Lapang Iklim Operasional.
Kemudian 6 provinsi kabupaten yang perlu ditambahkan di Jawa Timur yaitu ada sebentar di Jawa Timur di sini kami akan melakukan melalui project scaling up untuk cuaca publik dan selain Jawa Timur jadi kegiatannya tidak khusus untuk Jawa Timur, tetapi bersamaan juga dengan provinsi-provinsi lainnya.
Kemudian juga Jawa Timur ini masih ada 6, jadi total Jawa Timur ada 6 aspirasi. Mohon izin tidak kami bacakan satu persatu, namun di sini kami sampaikan apa yang akan kami lakukan yang telah kami alokasikan dan biasanya di bawah satu payung project yang meliputi beberapa provinsi, sehingga tidak khusus untuk provinsi tersebut, misalnya untuk penambahan peralatan itu ada juga yang di Jawa Timur, kemudian ada juga di Riau, Jambi dan seterusnya, terutama untuk maritim karena memang mulai tahun ini atau tahun awal tahun depan kami sedang menggalakkan program scaling up dan modernisasi sistem apa monitoring dan informasi cuaca maritim, yang akan melibatkan cukup banyak provinsi.
Untuk selanjutnya di Papua itu juga ada aspirasi untuk pembangunan kantor di provinsi, khususnya Kabupaten Asmat, Kabupaten Mappi dan seterusnya, ini ada cukup banyak. Nah kami perlu menjelaskan bahwa BMKG telah memiliki kantor di kabupaten di beberapa kabupaten tersebut. Untuk pendirian stasiun baru diperlukan rekomendasi dari DPRD setempat dan juga harus tersedia lahan yang terbebas dari kepemilikan publik dan adat, serta diperlukan support dari DPR RI dan juga dibutuhkan anggaran pembangunan sehingga untuk pembangunan ini kami dalam proses mengupayakan, mengupayakan untuk pengembangannya belum sampai tahap seperti yang kami sampaikan untuk usulan-usulan yang lain tadi, misalnya pemasangan alat sekolah lapang iklim kami bisa langsung untuk melakukan. Jadi mohon izin mohon maaf untuk poin yang ini tidak jadi masih sangat terbatas.
Kemudian masih Papua agar diadakan pelaksanaan agar diadakan pelaksanaan sekolah lapang BMKG di Papua dan kami merencanakan sekolah lapang tersebut di tujuh lokasi yaitu di Jayapura, Maumere, sorry Jayapura dan Merauke, kemudian Jayapura dan Sarmi Nabire untuk Sekolah Lapang Iklim atau Sekolah Lapang Cuaca Nelayan atau Sekolah Lapang Gempa Bumi dan juga ada aspirasi untuk mengusulkan alokasi anggaran tahun 2021 minimal hanya pada teknis operasional dan lebih banyak didukung administrasi sehingga terjadi jangan sampai terjadi ketidakseimbangan anggaran. Nah itu kami perhatikan dan untuk itu memang benar bahwa program dukungan kegiatan sebesar 360 Miliar dan program utama MKG sebesar 2,9 Triliun, angka tersebut diperlukan untuk memenuhi apa belanja operasional terutama. Jadi memang kebutuhan BMKG mohon maaf tidak bisa sama antara administrasi dan operasional. Kami masih tetap lebih besar di operasional, meskipun di dalam operasional ada juga beberapa
kegiatan belanja barang. Ini masih cukup banyak Bapak mohon izin, masih boleh dibacakan, masih ada beberapa halaman?
KETUA RAPAT:
Disingkat saja disingkat.
KEPALA BMKG (Prof. DWIKORITA KARNAWATI, M.Sc., P.hD.):
Ya Baik.
Jadi total ada summary ada sekian provinsi saya hitung. 20 mohon maaf, ada 17 provinsi usulan aspirasinya dan di dalam laporan ini kami sampaikan rincian apa aspirasinya, kemudian realisasinya seperti apa, rencana kegiatannya seperti apa. Jadi mohon maaf kami tidak akan menghabiskan waktu untuk dibaca semua. Jadi nanti mohon arahan lanjut untuk hal-hal yang barangkali masih perlu disempurnakan. Mohon maaf apabila ada beberapa masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan.
Terima kasih sekali atas arahan-arahan yang telah diberikan.
Wabillaahittaufik Walhidayah.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Terima kasih Bu. Saya kira jelas ini tinggal bagi teman-teman yang ada aspirasi tinggal dilihat mana yang tidak klop atau yang klop gitu. Terima kasih Bu.
KEPALA BMKG (Prof. DWIKORITA KARNAWATI, M.Sc., P.hD.):
Mohon izin yang lebih lengkap ada di buku yang tebal.
KETUA RAPAT:
Ada di buku ini?
KEPALA BMKG (Prof. DWIKORITA KARNAWATI, M.Sc., P.hD.):
Ya mohon izin, terima kasih.
KETUA RAPAT:
Di lampiran.
Berikutnya Kepala BAPEL-BPWS.
Plt. KEPALA BAPEL-BPWS (Ir. AHMAD HERRY MARZUKI, CES.):
Terima kasih Pimpinan.
Bapak Ibu Ketua, Wakil Ketua, Anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati.
Kepala BNPB beserta jajarannya serta Kepala BMKG beserta jajarannya.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Pertama-tama kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena kami masih diberi kesempatan untuk menghadiri RDP Komisi V DPR hari ini. Selanjutnya kami akan menyampaikan penyesuaian RKA-KL sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran serta sinkronisasi rincian program dan alokasi anggaran dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021.
Lanjut langsung ke Halaman 2. Jadi pagu anggaran BP-BPWS Tahun Anggaran 2021 menurut unit organisasi dan fungsi program kita punya dua yaitu program dukungan manajemen sebesar 28 Miliar, serta program pengembangan kawasan strategis sebesar 128,3 Miliar. Adapun alokasi anggaran per jenis belanja RKA-KL yaitu dari pagu anggaran 156,37 ada 3 yaitu belanja pegawai, belanja barang serta belanja modal. Belanja pegawai sebesar 12,84 Miliar yaitu sama dengan 8,2%. Sedangkan belanja barang 50,41 Miliar sebesar 32,2% yang terdiri dari belanja barang operasional sebesar 10,22 Miliar atau 6,5% itu termasuk salah satunya adalah pemeliharaan-pemeliharaan kantor dan belanja barang non-operasional sebesar 17,71 atau sama dengan 11, 3% yaitu adalah untuk kegiatan dukungan manajemen internal, perencanaan kawasan dan investasi pelatihan SDM, honor panitia pengadaan lahan yaitu untuk BPN serta operasional dan pemeliharaan aset. Dan di dalam belanja barang ada satu lagi adalah belanja barang berkarakteristik modal ini adalah yang kita berikan kepada masyarakat maupun Pemda yang bentuknya salah satunya adalah stimulasi dan juga peningkatan infrastruktur jalan di kawasan Madura.
Yang ketiga adalah belanja modal sebesar 93,12 Miliar yaitu 59,5%
terdiri dari kegiatan dukungan manajemen internal, perencanaan kawasan dan investasi serta pengadaan lahan kawasan. Adapun komposisi pendanaan RKA-KL adalah sebagai berikut:
Dukungan manajemen internal sebesar 28 Miliar terdiri dari gaji pegawai, operasional dan pemeliharaan perkantoran serta kegiatan dukungan manajemen internal kementerian maupun lembaga. Yang kedua adalah program pengembangan kawasan strategis yang terdiri dari pengusahaan investasi kawasan dan pengembangan SDM di Suramadu yaitu terdiri dari perencanaan kawasan dan investasi serta pelatihan kompetensi SDM lokal Madura sebesar 12,4 Miliar dan yang berikutnya adalah pengembangan infrastruktur kawasan industri Madura dan pariwisata Madura sebesar 115 Miliar yang terdiri dari pengadaan lahan kawasan industri di wilayah kawasan khusus Madura di Bangkalan sebesar 88,4 Miliar, stimulasi peningkatan infrastruktur pendukung kawasan atau di darat cluster Madura sebesar 22,4 Miliar, operasional dan pemeliharaan aset bangunan dan infrastruktur di wilayah KKJSS dan KKJSM sebesar 4,9 Miliar. Jadi totalnya adalah 156,37.
Adapun target prioritas maupun program kegiatan pada RKA-KL BPWS Tahun Anggaran 2021 yaitu target pengembangan kawasan strategis Suramadu yaitu penyediaan lahan kawasan strategis Madura ini adalah penggunaan lahan infrastruktur aksesbilitas dan kawasan industri di wilayah kawasan khusus Madura Bangka Jalan dalam rangka persiapan KPBU.
Targetnya adalah 43 Hektar dengan alokasi biaya 88,45 Miliar, serta investasi dan promosi pengelolaan kawasan tanean Suramadu dan SPAM Tangkel serta bisnis forum gathering maupun investasi sebesar 2,15 Miliar.
Juga ada target peningkatan infrastruktur kawasan cluster potensial Madura untuk mendukung kawasan strategis Suramadu yaitu peningkatan infrastruktur jalan di kawasan Madura sepanjang 8,7 KM sebesar 20,66 Miliar serta pengembangan kompetensi SDM Madura yang kita targetkan untuk 1.000 orang dengan alokasi 5 Miliar.
Adapun hal-hal yang kami sampaikan ini sesuai kesepakatan pada waktu RDP yang sebelumnya. Jadi mungkin kami mohon masukan serta kami ucapkan terima kasih atas dukungannya. Kurang lebihnya kami mohon maaf.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak.
Demikianlah penjelasan yang telah disampaikan oleh Kepala BMKG, Kepala BASARNAS dan Plt. BAPEL-BPWS. Saya kira di sini kan tidak ada penambahan anggaran dari Banggar ini, tinggal kita sinkronisasi pada terpusat kepada apa namanya aspirasi-aspirasi kita yang telah diatur dalam undang-undang itu sendiri supaya lebih cepat barangkali persoalannya.
Baik, selanjutnya kami minta atau beri kesempatan untuk mendapatkan saran dari Anggota Komisi V DPR RI dimulai dari Pak Jhonni Allen, silakan Pak Jhonni Allen.
F-PD (drh. JHONNI ALLEN MARBUN):
Terima kasih Ketua. Tadi memang saya pertama datang walaupun tidak telat absen.
Oke, ini BASARNAS ya, halaman 6 pengadaan rigid inflatable boat kelas 1 20 Miliar Halaman 6, itu berapa unit ya? sementara di halaman 10 penyelesaian pengadaan 12 unit rigid inflatable boat kelas 1 ini pemotongan anggaran 2020, apa ini? Coba ini halaman 6, halaman 6 garis ODT 3946 pengadaan rigid inflatable boat kelas 1 20 Miliar ini berapa unit? Tidak ada di situ kuantitasnya. Halaman 6 slide 6. Ya itu yang itu tuh, itu ada 20 M itu berapa itu berapa unit itu pengadaannya itu apa 1 unit tapi menyebutkan lokasi ada banyak gitu loh. Itu berapa unit? Apakah sesuai lokasi 1,2,3,4 itu loh supaya nyambung kita ya toh, kan gitu Pak, lokasinya ada berapa ini 1, KPP-nya...(rekaman suara kurang jelas)
Ya itu beda lagi di halaman 10 ya toh, di halaman 10 penyelesaian pengadaan...(rekaman suara kurang jelas) rigid inflatable boat 17 Miliar atau 400 sekian pemotongan anggaran 320. Nah maksudnya ini supaya clear gitu loh ya, ini tentunya kan anggarannya terpisah sendiri, ini menyelesaikan pemotongan untuk daerah KPP yang disebutkan di sini Aceh, Nias dan seterusnya ya toh, memang tidak ada double daripada KPP di sini maupun di, nah hanya yang mau saya tanya ini kalau di sini kan disebutkan 12 unit. Nah di sini tidak disebutkan berapa unit gitu loh. Mohon yang barusan tadi itu nah itu tidak disebutkan. Jadi kita kan namanya RKA-KL kan agak, nah yang lain- lain. Nah maksud kita itu satu ya, supaya kita juga paham gitu loh, harusnya artinya begini khususnya peralatan-peralatan BMKG, peralatan-peralatan BASARNAS ini adalah peralatan yang sebetulnya yang baru setelah katakanlah pasca apa namanya itu perubahan iklim ini yang...(rekaman suara kurang jelas) gitu ya, sebetulnya sih zaman-zaman tahun apa kan tidak begitu menonjol ini tapi sekarang karena pengaruh cuaca ya. Tentunya kita harus mengerti ya termasuk dari pada apa sih alat-alat yang kita harus paham gitu maksud saya. Harusnya di sini ini harus diperjelas supaya kami juga semakin tahun semakin mengerti, sehingga Tupoksi kami maupun katakanlah apabila ada pemotongan-pemotongan kita bisa berdebat dalam kontek, tapi kalau kita tidak mengerti bagaimana kita mau berdebat ya kan, apa untuk itu, kira-kira apa ini kalau resikonya, kalau ini tidak ini apa gitu loh. Nah ini di sini juga ya, kenapa, karena barang-barang terus terang saja kebanyakan ini barang- barang pasti barang-barang impor ya karena ini kan itu, itu Pak gitu.
BMKG, Halaman 23, Halaman 23 ya toh dalam rangka mendukung ketahanan pangan Ibu membuat di sini mengadakan apa AWS di 4 lokasi.
Posisi terakhir Halaman 23, Halaman 23 bawah ya AWS di...(rekaman suara kurang jelas) ya itu mungkin lokasinya apakah itu ada yang pertama itu Papua, Jateng, Jatim, Sultra itu maksudnya yang empat lokasi ARG di 10 lokasi, itu berarti poin 2 Aceh, Sumut dan segala macem. Food estate di Kalteng satu lokasi. Pertanyaannya apa beda AWS ini dengan ARG ini?
Apakah apa apa apa memang sudah ada ARG? atau ini menjadi pasangan atau memang beda fungsi? Tolong kami dijelaskan kenapa ARG di Papua, Jateng, Jatim, Sultra kenapa eh AWS ya kan ARG atau memang karena apa itu satu. Kenapa hanya...(rekaman suara kurang jelas) food estate...(rekaman suara kurang jelas) food estate, apa beda iklimnya segala macam? Ya kalau di...(rekaman suara kurang jelas) tidak perlu karena beda...(rekaman suara kurang jelas) atau apa segala macam. Nah yang begini-begini tolong kami diberikan penjelasan gitu loh ya yang mana yang saya bilang tadi. Sudah bagus tapi kami lebih menajamkan sesuatu hal yang kami katakan istilah- istilah ini karena ini istilah-istilah apa namanya baru ya, dan katakanlah impor kan gitu ya, supaya kami kenapa berbeda apanya atau memang oh yang dibutuhkan di sana dulu ARG, yang begini-begini barangkali perlu Bu apa kami dijelaskan itu saja dua poin, kalau Madura sih jalan sajalah...(rekaman suara kurang jelas)
Terima kasih Bu ya.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Jhonni Allen.
Pak Jimmy Demianus. Pak Jimmy?
F-PDIP (JIMMY DEMIANUS IJIE):
Terima kasih Pimpinan.
Kepala BNPP, Kepala BMKG, Kepada Wilayah Suramadu ya yang saya hormati.
Rekan-rekan Anggota Komisi V, para Undangan yang saya hormati.
Saya cuma ke BMKG saja. Bu mau nanya saja kemarin yang usulan saya untuk display informasi cuaca untuk Kota Sorong atau Kabupaten Sorong yang sifatnya outdoor saya lihat di sini hanya ada di dalam pelabuhan Sorong. Nah pelabuhan di dalam pelabuhan kan kemarin saya sudah bilang bahwa itu hanya digunakan oleh orang-orang yang akan menggunakan kapal saja, lagi pula dalam pelabuhan tidak semua orang bisa mengakses. Yang kemarin kan saya mengusulkan agar di luar entah artinya entah itu di persimpangan lampu merahkah atau di mana yang bisa diakses masyarakat, karena saya bisa berbicara di sini kemarin Ibu saya pulang itu Kota Sorong kebanjiran lagi terus gitu, mungkin informasi itu yang perlu saya dapat penjelasan Ibu. Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Jimmy.
Berikutnya Pak Suryadi.
F-PKS (H. SURYADI JAYA PURNAMA, S.T.):
Terima kasih Pak Ketua.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Rekan-rekan Pimpinan dan Anggota Komisi V, Bapak Kepala BNPP, Kepala BMKG dan kepala BPWS.
Beberapa hal yang mungkin kami perlu perdalam sedikit. Pertama untuk Kepala BNPP ya terkait dengan beberapa kegiatan yang berulang yang nomenklaturnya penyusunan norma standar prosedur itu dalam catatan saya ada 6 kali Pak. Jadi hampir semua program pada kegiatan penyusunan gitu penyusunan norma, saya kira produknya kan output-nya itu berupa buku dan seterusnya lah kira-kira begitu. Nah mungkin ini perlu penjelasan lebih detil Pak bentuk kegiatannya apa saja dan biasanya sih prosedur standar ini kan mungkin tidak setiap tahun kita akan susun ya, katakanlah mungkin 2-3 tahun begitu ini minta penjelasan lebih detil.
Kemudian yang kedua tentang pembinaan potensi BESAR, nah ini kita belum dapat rinciannya lokasinya karena ini juga saya kira memang hasil
masukan dari teman-teman di Komisi V, kita perlu penjelasan tentang pola rekrutmen nanti potensi SAR yang akan dilibatkan dalam pembinaan ini, supaya temen-temen Komisi mungkin bisa berpartisipasi di Dapil masing- masing untuk bisa ikut mensosialisasikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena kita sepakat bahwa koperasi SAR ini tidak bisa dilaksanakan oleh BNPP sendiri tapi juga melibatkan unsur-unsur masyarakat dan potensi SAR lainnya. Oleh karena itu perlu...(rekaman suara kurang jelas).
Berikutnya mungkin perlu ada juga kegiatan selain pembinaan potensi SAR semacam hibah ya untuk kelompok-kelompok masyarakat yang memang punya partisipasi aktif di dalam operasi SAR itu pengadaan kemudian dihibahkan peralatan-peralatan sederhana gitu ya. Jadi sehingga dari ya mungkin alat-alat keselamatan dan seterusnya nah ini belum terbaca ya, sejauh ini bagaimana perlu penambahan ke pengadaan alat-alat SAR yang tidak saja digunakan sendiri oleh BNPP, tapi juga mungkin bisa dibagikan kepada kelompok-kelompok masyarakat.
Nah berikutnya terkait dengan BMKG Ibu Profesor, di buku yang satunya saya termasuk beberapa kali menyampaikan Sekolah Lapang Cuaca, Sekolah Lapang Iklim ini, tapi ini tidak muncul di Lombok dan NTB secara keseluruhan. Saya coba buka buku yang satunya muncul juga Bu Alhamdulillaah, sehingga maksud saya ya di lampiran muncul, cuma di judul besarnya secara politis kan jadi tidak dimunculkan gitu, karena dan semua Lombok ini jangan hanya jadi lampiran saja Bu gitu, jadi di buku ya. Jadi maksud kita supaya posisi NTB juga jangan hanya di lampiran saja gitu.
Terima kasih. Ya Saya kira itu sih Pak Ketua, InshaAllah secara umum ini sudah ya jangan sampai ujungnya Aceh gitu mewakili Sumatera, terus Jawa Barat pindah ke Timur gitu, jadi beberapa provinsi itu hanya di lampiran. Nah ini saya kira paling tidak yang ada Dapil-nya lah Bu ya. Kalau toh pun di buku besar di Lampiran banyak itu. Terima kasih Pak Ketua.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Lampiran yang tidak terpisahkan katanya Bu ya.
Pak Sumail, silakan Pak Sumail.
F-P.GERINDRA (Ir. SUMAIL ABDULLAH):
Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
Selamat siang serta salam sejahtera bagi kita semuanya.
Pimpinan yang saya hormati, serta Bapak-bapak Anggota, Bapak Kepala BASARNAS, BMKG, Ibu BMKG dan BPWS juga segenap jajaran yang saya muliakan.
Tentu ini nanti akan saya mulai dulu dari BASARNAS dari BASARNAS mohon dilihat di Halaman 4, Pak. Nah dari halaman 4 ini saya melihat
penggunaan anggaran terhadap pemeliharaan helikopter SAR dan special inspection kapal BASARNAS ini cukup besar, mohon nanti diperjelas Pak rinciannya kan, karena kalau tidak terlalu penting saya kira bisa dialihkan kepada kegiatan-kegiatan lain yang nanti bisa bermanfaat banyak bagi apa namanya pencarian dan penanggulangan saya kira ya.
Yang berikutnya saya juga sependapat dengan apa yang disampaikan oleh beberapa sahabat saya, penting untuk pelibatan masyarakat secara luas Pak. Jadi kalau di TNI kita kenal pertahanan rakyat semesta. Nah tapi saya kira nanti juga di BASARNAS begitu ada kejadian-kejadian, begitu katakanlah ada bencana, ini secara serentak ada kesadaran dari masyarakat untuk langsung terlibat karena kalau kita mengandalkan personil-personil dari BASARNAS saya kita terbatas kita ini. Nah tentu keterlibatan-keterlibatan sedemikian itu saya kira perlu direncanakan dengan baik. Sebuah program apa kira-kira nah kalau di tentara mungkin kita sudah mulai akan mengenal walaupun istilahnya berbeda mulai ada wajib militer dan lain sebagainya. Nah ini saya kira untuk yang di BASARNAS.
Kemudian di BMKG, oh ya satu hal lagi Pak. Tadi muncul entah di halaman berapa itu kaitanya dengan penyiapan apa namanya inflatable rigid boat apa boat atau apa itu, ya inflatable boat. Tadi juga Bapak sebut Banyuwangi. Banyuwangi itu Dapil saya. Usulan prioritas memang tidak sempat kami sampaikan, tetapi saya kira pada kesempatan lain untuk kita bisa lebih bisa di kemudian mohon dijelaskan itu Pak ya seperti apa, karena memang Banyuwangi dulu sebelum ada tsunami di Aceh kita tidak berharap ada tsunami lagi, tetapi ini pernah terjadi dulu Pak di Banyuwangi ini. Nah ini kalau misalkan ada apa namanya bencana-bencana demikian agar cepat dan segera penanganannya.
Kalau untuk BPWS Bapak kami ingin sampaikan bahwa di situ ada peningkatan infrastruktur jalan ya, nah kira-kira tumpang tindih tidak dengan apa namanya kegiatan-kegiatan yang dari pusat atau sejauhmana koordinasinya dengan pemerintah-pemerintah daerah yang ada di sana?
Nah berikutnya saya baca juga muncul ada anggaran 5 poin sekian Miliar kaitannya perencanaan dan masterplan, ini mohon dijelaskan Pak ini baru atau kita me-review terhadap perencanaan atau masterplan yang lama sehingga muncul angka 5 poin 1 Miliar tadi.
Untuk yang di BMKG, Ibu saya kira penting kegiatan-kegiatan cuma saya tidak tahu artinya mohon informasinya seberapa besar juga nanti untuk pemahaman masyarakat kaitanya dengan Sekolah Lapang Iklim. Kalau yang di dekat pesisir tentu ini bisa bermanfaat agar-agar ada terminal siapa namanya ya ketajaman masyarakat di dalam mencari ikan itu ada ketepatan Ibu, tidak hanya mereka meraba-raba di saat tidak ada musim ikan mereka tetap memberangkatkan perahunya karena ketidaktahuan informasi itu dan ini saya kira itu hanya sebuah saran saja dan saya mohon nanti penjelasan yang lebih detil kaitanya dengan sekolah-sekolah lapang tadi. Demikian Pimpinan.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Terima kasih Pak Sumail.
Berikutnya Pak Hasan Basri Agus.
F-PG (Drs. H. HASAN BASRI AGUS, M.M.):
Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
Pak Ketua, Rekan-rekan Anggota Komisi V yang saya hormati.
Bapak Kepala Badan, Ibu, Kepala BPWS, Staf, Hadirin sekalian yang berbahagia.
Pertama-tama terima kasih Pak atas penjelasannya yang disampaikan tadi. Kami hanya beberapa hal saja yang ingin kami sampaikan khusus kepada BASARNAS, saya terima kasih sekali atas atensi dari staf Bapak yang dalam waktu singkat akan mengadakan pelatihan di Jambi dan menanggapi apa yang kami sampaikan kemarin rencana tanggal 19 kalau tidak salah bulan Oktober ini dan kami juga melibatkan dari Palang Merah dan sebagainya teman-teman adik-adik kami yang berada di Jambi.
Kemudian yang kedua Pak khusus BASARNAS, kami juga walaupun mungkin tadi anggaran Bapak tidak bertambah lagi, kalau bisa kantor BASARNAS di Kerinci ini diperhatikan Pak. Kalau memang tidak memungkinkan terbaru dibangun ya kantor yang ada itu mohon dibantu untuk direhab, tidak pantas lagi, tidak bagus tolong menjadi perhatian dari BASARNAS pusat dan di sini kita tinggal menunggu kapan saja gitu tidak menutup kemungkinan nanti Gunung Kerinci akan meletus kita tidak mengharapkan itu gitu.
Yang kedua kapan ke Bengkulu itu gempa Kerinci pasti bergoyang, pasti ada terkena dampaknya itu saja artinya ya BASARNAS termasuk juga BMKG yang di Kerinci itu menjadi perhatian utama kita.
Kemudian yang kedua, BMKG tadi kami ingin mengkoreksi Bu kalau memang bisa diubah tentang SLI Sekolah Lapang Iklim, ya Sekolah Lapangan Iklim Bu, kalau bisa Sekolah Lapang Iklim itu berada di Bungo dan Kota Jambi. Tanjung Jabung Timur itu dialokasikan Sekolah Cuaca SLC ya, Sekolah Cuaca Nelayan sebab di sini di sini laut Bu di Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat 2 itu nelayan yang punya nelayan punya laut itu itu.
Jadi jangan sekolah cuaca ini diadakan di kota Jambi tidak masuk itu, jadi itu.
Yang kemudian khusus Kerinci yang tadi saya katakan kalau bisa sekolah lanjut gempa SLG diadakan di situ satu paket saja, baikkah itu Kerinci, Sungai Penuh juga satu, Sungai Penuh itu kota Bu berada dalam wilayah Kabupaten Kerinci yang tadi saya katakan setiap gempa di Bengkulu di Sumatera Barat Kerinci pasti terdampak dan bergoyang juga di sana pasti
kena. Pernah tahun berapa sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu pernah gempa di Kerinci yang cukup parah itu sampai sekarang memang tidak kena, tidak pernah lagi gempa tapi kalau Bengkulu gempa dan di Sumatera Barat gempa biasanya di Kerinci ada yang terkena di sana dan di situ memang tempat sama halnya patahan dari Sumatera wilayah Barat dan kedua kabupaten kota ini berada di wilayah Barat Provinsi Jambi.
Itu saja beberapa hal yang kami sampaikan Bu. Terima kasih sekali dan sekolah lapangan memang perlu sekali diperbanyak ke depan untuk memahami supaya masyarakat lebih paham tentang iklim dan sebagainya.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Selanjutnya Pak Hamka B. Kady. Pak Hamka Pak.
F-PG (DRS. HAMKA BACO KADY, MS):
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
Pimpinan dan seluruh Anggota yang saya hormati dan saya batidakan.
Kepala Badan SAR Nasional, BMKG dan BPS yang saya hormati dan batidakan dan seluruh jajaran.
Pertama saya ingin menyampaikan bahwa untuk ketiga mitra kita ini Pak Ketua dan teman-teman semuanya untuk sementara tidak ada tambahan lagi, karena dianggap sudah ditambah sebelum dilakukan pembahasan di anggaran, tapi namun demikian dalam perjalanan ada hal-hal yang sifatnya urgent yang bersifat nasional dan bersifat strategis nasional seperti BASARNAS itu masih kita upayakan antara Januari sampai Maret nanti dalam perjalanan dengan sumber anggaran berasal dari Bendahara Umum Negara.
Kemarin kami juga sudah diskusikan mengenai BMKG juga sudah dapat tambahan 420, tapi yang saya lihat di sini Bu tolong menjadi prioritas nasional itu mengenai food estate ya di lokasi-lokasi itu harus dipikirkan anggaran yang mendukung kegiatan food estate itu. Apabila ada alat yang diperlukan ataukah apapun yang diperlukan di dalam mendukung food estate itu akan kita coba lakukan pada Januari sampai Maret ya. Itu Pak Ketua dan teman-teman sekalian anggaran yang terakhir itu pada postur mudah- mudahan tidak ada pemotongan lagi Pak Kabasarnas, karena postur kita sudah 2.750 Triliun belanja negara ya dengan pelebaran defisit 5,0 5,27%.
Mudah-mudahan tidak ada karena sudah dianggarkan 2.750 beda dengan adanya Perpu kemarin karena kita masih 2.500 ini sudah masuk semua diupayakan.
Tambahan hanya ada di 2,1 teman-teman semuanya, karena DPR juga pernah dapat pemotongan Bu ya, BASARNAS juga saya harus lapor Pak DPR yang dapat tambahan juga ya untuk menutupi pemotongannya yang lalu, makasih jadi itu itu informasi saja, cuma lebih besar sedikit tambahannya DPR cuma 500 Miliar saja Pak, minta maaf karena banyak yang dibutuhkan juga di situ.
Mengenai satuan yang detilnya ini cukup bagus ya Pak dari BMKG sudah detil banget ya. Sisa anggaran-anggaran yang bersifat kemasyarakatan itu perlu dipikirkan dengan baik. Saya sependapat dengan Pak Sumail tadi bagaimana melibatkan rakyat karena kita belum keluar dari pandemi ini. Kita berusaha bagaimana menggerakkan rakyat walaupun sebenarnya sudah ada safety nett sudah ada macam-macam bantuan sosial, tapi namun demikian pekerjaan-pekerjaan yang diterima langsung oleh rakyat itu yang paling afdhal dan paling nikmat rasanya dari pada dikasih melalui bantuan sosial. Oleh karena itu pekerjaan-pekerjaan yang bersifat kemasyarakatan itu perlu diprogramkan dengan baik ya dan melibatkan tentu Anggota itulah aspirasi Anggota.
Mengenai BASARNAS lebih dari tenaga potensinya Pak ya mudah- mudahan teman-teman bisa memanfaatkan itu tenaga-tenaga potensi untuk dilatih di masing-masing wilayah, bahkan saya berpikir setiap kabupaten ada anak muda saya nanti saya ingin ikutkan untuk ikut Pendidikan dan Pelatihan BASARNAS sebagai potensial sebagai tenaga potensi dari BASARNAS, tapi kalau dalam sehari-hari saya gunakan setiap kabupaten di partai saya itu yang akan saya lakukan.
Saya hanya minta untuk dididik kalau dibutuhkan secara umum oleh negara itu akan saya apa namanya persilakan untuk dimanfaatkan, tapi saya berusaha bagaimana mendidik anak-anak melalui BASARNAS untuk pertama-tama itu bagaimana menangani pertolongan dan apa namanya kecelakaan dan sebagainya, karena tidak tertutup kemungkinan di desa-desa itu kalau sudah ada tenaga potensial di daerah, itu mudah bagi BASARNAS untuk melakukan kreativitas-kreativitas dalam menangani bencana-bencana.
Saya kira itu saja Pak Ketua, Pak BASARNAS, Ibu BMKG manakala ada yang sangat dipentingkan lagi terutama BASARNAS yang belum cukup anggarannya, kalau BMKG saya titip catatan itu mengenai food estate ya food estate juga dukungan dari BASARNAS 2 BASARNAS dengan Ibu BMKG di dalam bagaimana program food estate ini bisa dibantu dalam pelaksanaan dan mewujudkan apa-apa yang menjadi program dari food estate tersebut.
Saya kira ini saja mohon maaf kalau belum bisa banyak yang ditambahkan, kemaren tidak bisa lagi dibicarakan karena sudah Menteri Keuangan dengan Bappenas mengatakan BASARNAS saya sudah tambah, BMKG saya sudah tambah terpaksa kita diam dulu sementara untuk walaupun sudah ditambah beliau menyampaikan kalau dengan catatan ya.
Saya kira ini yang bisa saya sampaikan. Terima kasih, mohon maaf.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Terima kasih Pak Hamka.
Pak Irwan.
F-PD (H. IRWAN, S.IP., M.P.):
Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
Yang saya hormati Pimpinan Komisi V serta Rekan-rekan Komisi V yang saya batidakan.
Yang saya hormati Kepala BMKG, Kepala BASARNAS, Kepala BPWS beserta jajaran yang hadir pada rapat kali ini.
Langsung saja pertanyaan saya untuk BASARNAS. Dari tadi saya buka ini apa namanya bahan ini sampai akhir saya tidak menemukan Kaltim, kecuali pembinaan potensi SAR 150 orang di Balikpapan. Mungkin pertanyaan saya selain pembinaan potensi SAR tahun 2021 ini untuk BASARNAS di Kaltim itu kegiatan terutama di pengelolaan sarana prasarana SAR, kemudian pengelolaan operasi SAR serta pengelolaan sistem komunikasi SAR apa saja Pak? karena bagaimanapun Kaltim untuk wilayah laut saja masuk ALKI II Pimpinan itu cukup padat ya alur transportasi laut dan sering terjadi kecelakaan, belum lagi kemudian bencana-bencana banjir dan lain-lain akibat pemanfaatan sumber daya alam di Kaltim, sehingga saya pikir saya ingin lihat gambaran dari alokasi anggaran 2021 ini cukup jelas juga disampaikan perencanaannya untuk di Kaltim, karena pada faktanya di sana sering juga terjadi bencana baik di darat maupun di laut.
Kemudian apakah ini bagian dari ketidakmampuan apa namanya staf BASARNAS KPP di Kaltim untuk meng-creat kegiatan yang berbasis kebutuhan masyarakat Kaltim, ini juga perlu kemudian menjadi evaluasi Kepala BASARNAS.
Kemudian harapan saya juga bahwa apakah dimungkinkan bantuan- bantuan perahu karet ataupun misalnya pemadam-pemadam kebakaran yang sifatnya portable yang mana bantuan-bantuan perahu karet ataupun pemadam ini diberikan kepada relawan-relawan kemanusiaan ataupun organisasi-organisasi kemanusiaan yang selama ini sudah bermitra dengan BASARNAS setiap ada bencana. Ini juga konkrit artinya bagaimana kemudian memaksimalkan potensi partisipasi masyarakat terhadap pencarian dan pertolongan sesuai dengan Tupoksi dari BASARNAS.
Harapan saya apa namanya kreativitas kegiatan-kegiatan alokasi anggaran seperti ini juga penting untuk kemudian mendorong partisipasi publik yang tinggi terhadap pencarian dan pertolongan. Itu untuk apa