1 BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Mutu pendidikan haruslah ditingkatkan seiring berkembangnya zaman.
Untuk mengetahui mutu dari kualitas pendidikan bisa terlihat dari proses pembelajarannya. Hal tersebut menjadi tanggung jawab seluruh tenaga pendidik terutama guru, peran guru sangatlah penting sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan karena tugas guru adalah mengatur segala proses pembelajaran. Sesuai pada Peraturan Pemerintahan nomor 19 tahun 2017 tentang guru yaitu guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Upaya meningkatkan mutu pendidikan dimulai dari proses pembelajaran.
Proses pembelajaran tidak hanya kegiatan dilakukan oleh siswa tetapi guru berperan juga dalam mengembangkan potensi siswa, sehingga guru disebut sebagai fasilitator. Maka itu peranan penting dari guru dalam pembelajaran adalah sebagai pemberi fasilitas yang baik (Dimyati dan Mudjiono, 2013:173).
Sebagai pemberi fasilitas, maka guru harus berinovasi dalam meningkatkan interaksinya dengan peserta didik dengan memberikan media yang dapat menarik bagi peserta didik sehingga tercapai tujuan dari proses pembelajaran.
Media merupakan salah satu hal terpenting dalam pembelajaran, yaitu untuk alat bantu proses penyampaian materi atau informasi kepada peserta didik.
Salah satu komponen pembelajaran yang sangat penting agar pembelajaran dapat tercapai adalah dengan adanya media (Ponza, dkk, 2018: 10)
Kehadiran media dalam pembelajaran akan mudah membantu peserta didik untuk memahami suatu konsep yang ada, yang tidak dapat dijelaskan dengan bahasa. Pemilihan media pembelajaran harus menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan jenis karakteristik media yang akan digunakan dalam
proses pembelajaran. Dalam penerapan media diharapkan tidak hanya dapat menampilkan pesan atau materi, tetapi juga harus dapat menarik perhatian dan minat peserta didik dalam pembelajaran. Dengan menggunakan media dapat menjelaskan sesuatu yang masih abstrak dan sulit dipahami oleh peserta didik.
Media memiliki peranan penting dalam pembelajaran, yakni untuk menjelaskan hal – hal abstrak dan dapat mewakili guru sebagai alat komunikasi materi pembelajaran (Haryono, 2015:48).
Perkembangan teknologi yang semakin maju dapat mempengaruhi guru dalam menentukan media, salah satunya yaitu pembuatan media pembelajaran berbasis TIK. Media pembelajaran berbasis TIK diharapkan bisa menjadi solusi guru dalam mengatasi keterbatasan pada penyampaian pembelajaran.
Selain dapat menarik perhatian siswa media TIK juga mudah disesuaikan dengan perkembangan zaman, bisa dilaksanakan dimanapun dan kapanpun.
Dalam konteks pendidikan, sesungguhnya peran TIK adalah sebagai “enabler”.
Dengan kata lain, TIK dijadikan alat untuk memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien, serta menyenangkan (Haryono, 2015:57).
Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan tanggal 25 Oktober 2019 dengan guru kelas IV di SDN Tlogomas 1 Malang yaitu penggunaan media pada subtema 3 energi alternatif masih menggunakan gambar yang terdapat pada buku siswa sehingga pada saat pembelajaran siswa hanya memperhatikan gambar alat yang terdapat dalam buku. Sehingga kurang menarik perhatian siswa dalam belajar dan membuat siswa cenderung ramai pada proses pembelajaran. Ini berdampak pada kesulitan siswa dalam memahami materi yang telah disampaikan guru dan membuat siswa mudah bosan pada pembelajaran.
Pembelajaran pada SDN Tlogomas 1 Malang lebih sering menggunakan buku dalam kegiatan belajar mengajarnya. Kemampuan guru cukup terampil dalam mengoperasikan gadget (laptop), terlihat dari penempatan LCD dan layar proyektor di kelas untuk menunjang guru dalam pembelajaran berbasis TIK. Oleh karena itu, pelaksanaan pembelajaran tematik bisa dimaksimalkan dengan memanfaatkan media yang ditunjang oleh fasilitas tersebut. Termasuk pada pembelajaran tematik tema selalu berhemat energi subtema energi
alternatif, yang dalam pembelajaran membutuhkan media sebagai alat bantu pemahaman materi oleh peserta didik. Pada materi subtema energi alternatif pemahaman siswa masih kurang, ini terlihat dari evaluasi yang diberikan kepada siswa dan hasilnya masih kurang memuaskan sehingga perlu ditingkatkan agar pemahaman siswa terhadap materi energi alternatif dapat tercapai.
SDN Tlogomas 1 Malang memiliki sarana pendukung yaitu layar proyektor, LCD, dan Laboratorium komputer, namun masih kurang digunakan secara maksimal oleh guru di sekolah. Hal tersebut dikarenakan tidak semua guru memiliki ketertarikan dalam mengaplikasikan media berbasis TIK sehingga memilih menggunakan buku dalam pengajarannya. Maka itu perlu dilakukan solusi yang dirasa sesuai dengan mengembangkan media berbasis TIK yang disesuaikan dengan materi dan mudah diaplikasikan oleh guru.
Media yang telah dipadukan dengan IPTEK ini yaitu media berbasis animasi, dengan berbasis website. Media berbasis website adalah pemanfaatan dari internet ke dalam dunia pendidikan dan dalam pembelajarannya memanfaatkan media situs (website) yang dapat diakses melalui jaringan internet. Media pembelajaran yang bebasis media situs website atau biasa disebut “web based learning” adalah pemanfaatan dari pembelajaran elektronik (e-learning).
Adapun penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengembangan media yang dilakukan Muhammad Aris Setiawan (2019) dengan judul
“Pengembangan Media Detektif Alergi (Video Interaktif Selalu Berhemat Energi) Sebagai Media Pembelajaran”. Pada penelitian tersebut menghasilkan multimedia yang pembuatannya menggunakan Software Macromedia Flash dan didalamnya terdapat menu materi, kuis berbasis game, dan evaluasi.
Penggunaan media diharapkan dapat memberikan kemudahan terhadap peserta didik dalam menyerap segala informasi yang diajarkan. Anak usia Sekolah Dasar dalam perkembangan kogntifnya masih dalam tahap konkret sehingga media dapat memudahkan siswa dalam memahami materi. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang “Pengembangan Media Animasi (AGIA) pada Pembelajaran Tematik Subtema 3 Energi Alternatif Kelas IV Sekolah Dasar”. Pengembangan media animasi energi alternatif ini memiliki keunggulan dapat dilakukan dimana saja dan kapanpun karena berbasis website
dan media dapat diubah isi kontennya sesuai kebutuhan yang ada. Sehingga pembelajaran dapat dilakukan jarak jauh. Untuk materi energi alternatif seluruh elemen dari energi alternatif dapat ditampilkan keseluruhan sampai proses yang rumit juga dapat ditampilkan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan media AGIA dalam pembelajaran subtema 3 energi alternatif pada siswa kelas IV sekolah dasar yang valid, praktis, dan menarik?
C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan
Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa media animasi pada pembelajaran subtema 3 energi alternatif kelas IV sekolah dasar yang valid, praktis dan menarik.
D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan
Media pembelajaran ini bernama media animasi energi alternatif. Media ini merupakan media berbasis TIK. Media animasi energi alternatif ini dibuat dengan berbasis website. Seperti produk lainya, media ini mempunyai spesifikasi khusus, adapun spesifikasinya sebagai berikut :
1. Konten
a. Media animasi energi alternatif memiliki muatan materi yang terdapat dalam Tema 2 Subtema 3 pembelajaran 1.
b. Tampilan awal media pembelajaran yaitu menampilkan isi kompetensi inti dan kompetensi dasar.
c. Kemudian jika dimulai di dalam media memliki berbagai menu yang didalamnya terdiri dari materi, kuis, info, dan profil. Untuk menu materi terdapat video mengenai isi materi beberapa mata pelajaran diantaranya:
1) Bahasa Indonesia yang berisi video materi tentang langkah-langkah petunjuk pembuatan sebuah benda.
2) IPA berisi video materi tentang berbagai jenis sumber energi alternatif.
3) IPS berisi video materi tentang pemanfaatan sumber energi alternatif yang bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat d. Menu kuis memiliki isi kumpulan soal digunakan untuk evaluasi.
e. Menu info memiliki isi tentang tata cara penggunaan media yang bisa dipelajari oleh pengguna.
f. Menu profil memiliki isi tentang data diri perancang media.
g. Media pembelajaran yang dihasilkan diperuntukan untuk guru sebagai pengajar dan dapat digunakan oleh siswa sebagai pembelajar. Media ini tersimpan dalam bentuk website sehingga dapat diakses lewat laptop maupun android.
2. Konstruk
a. Berbetuk multimedia yang didalamnya terdapat berbagai tombol menu.
b. Terdiri dari tombol menu materi, kuis, info, profil.
c. Media ini dikembangkan dengan berbasis website.
d. Format video menggunakan resolusi 720 pixel e. Warna dalam media beragam
E. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan
Produk yang dihasilkan dari penelitian pengembangan adalah media animasi energi alternatif. Pengembangan diperlukan karena adanya kebutuhan dari siswa untuk mempermudah dalam memahami proses pembelajaran dan materi tentang energi alternatif. Sehingga guru memiliki inovasi untuk mengembangkan media animasi energi alternatif. Untuk lebih jauhnya dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Untuk guru
Guru dapat menjadikan alternatif pengembangan media animasi berbasis website. Guru dapat mudah dalam menyampaikan materi dalam kurikulum 2013. Guru dapat kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa.
2. Untuk siswa
Siswa mendapatkan pemahaman materi yang lebih variatif dan luas. Dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran agar dapat mencapai indikator dan tujuan pembelajaran sehingga dapat membuat siswa senang dan aktif dalam kegiatan pembelajaran.
3. Untuk sekolah
Bagi sekolah pengembangan media animasi berbasis website ini dapat dijadikan referensi pengembangan media yang dapat meningkatkan mutu pendidikan disekolah.
4. Untuk peneliti lain
Dapat digunakan sebagai referensi pengembangan media animasi berbasis website, dan diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk lebih bagus dan
disesuaikan kebutuhan yang lebih baru.
F. Asumsi Dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan 1. Asumsi penelitian dan pengembanagan
a. Penerapan kurikulum 2013 di SDN Tlogomas 1 Malang, sehingga kegiatan pembelajaran menggunakan tematik.
b. Peserta didik mengetahui cara penggunaan komputer dan android.
c. Peserta didik memahami berbagai sumber energi alternatif di lingkungan sekitar.
d. Peserta didik mengetahui pemanfaatan dari sumber daya alam bagi kehidupan masyarakat.
e. Peserta didik memahami berbagai teks bacaan.
2. Keterbatasan penelitian dan pengembangan
a. Pengembangan media ini memiliki keterbatasan agar produk yang dihasilkan dari penelitian pengembangan ini digunakan untuk sekolah dasar siswa kelas IV dan difokuskan pada tema 2 selalu berhemat energi subtema 3 energi alternatif pembelajaran 1.
b. Media ini membutuhkan akses internet dalam pengoperasiannya
G. Defisini Operasional
Agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda oleh pembaca maka perlu adanya penegasan istilah dalam penelitian ini yaitu:
a. Penelitian pengembangan
Penelitian pengembangan merupakan suatu usaha untuk mengembangkan suatu produk yang efektif untuk digunakan sekolah, dan bukan untuk menguji teori
b. Media pembelajaran
Merupakan alat bantu dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari guru ke peserta didik
c. Animasi
Animasi merupakan suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga penonton merasakan adanya ilusi gerakan (motion) pada gambar yang ditampilkan
d. Energi alternatif
Energi alternatif merupakan contoh dari energi yang dapat menggantikan energi yang dapat habis seperti bahan bakar fosil.
e. Pembelajaran tematik
Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu, dengan mengelola pembelajaran yang menggabungkan materi dari beberapa mata pelajaran dalam satu pembahasan yang disebut tema