• Tidak ada hasil yang ditemukan

WORK DISCIPLINE AFFECTED BY THE WORK ENVIRONMENT, ORGANIZATIONAL CULTURE AND LEADERSHIP IMPACT ON EMPLOYEE PERFORMANCE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "WORK DISCIPLINE AFFECTED BY THE WORK ENVIRONMENT, ORGANIZATIONAL CULTURE AND LEADERSHIP IMPACT ON EMPLOYEE PERFORMANCE"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

WORK DISCIPLINE AFFECTED BY THE WORK ENVIRONMENT, ORGANIZATIONAL CULTURE AND LEADERSHIP IMPACT ON

EMPLOYEE PERFORMANCE

Akhmad Nurrofi,1, Sri Sulistyaningsih.2, Martini.3

Jurusan Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Anindyaguna Semarang

ABSTRAK

Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap disiplin kerja yang berdampak pada kinerja pegawai pada organisasi. Dalam penelitian ini peneliti mengambil sebanyak 35 orang responden. Pelaksanaan pengambilan sampel menggunakan teknik sensus sample pengambilan sampel secara menyeluruh kepada responden / pegawai Teknik analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Lingkungan kerja terhadap Disiplin kerja artinya semakin baik lingkungan kerja karyawan maka semakin baik pula disiplin kerja karyawan. Sebaliknya, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Budaya organisasi terhadap Disiplin kerja, artinya semakin baik budaya organisasi maka akan semakin meningkatkan disiplin kerja, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Kepemimpinan terhadap Disiplin kerja, artinya semakin baik kepemimpinan maka akan semakin meningkatkan disiplin kerja. Dengan adanya kedisiplinan kerja yang meningkat diharapkan kinerja karyawan akan semakin meningkat dalam penelitian ini disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai.

Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Budaya Organisasi, Kepemimpinan, Disiplin Kerja.dan Kinerja pegawai.

ABSTRACT

This study is to analyze the influence of the work environment, organizational culture and leadership on work discipline that has an impact on employee performance in the organization In this study, researchers took as many as 35 respondents. Implementation of sampling using a census sampling technique as a whole sampling to respondents / employees Data analysis techniques using multiple regression. The results of the study have a positive and significant influence on work discipline, meaning that the better the work environment, the better the employee's work discipline. On the other hand, there is a positive and significant influence on organizational culture on work discipline, meaning that the better the organizational culture will increase work discipline, there is a positive and significant influence on work discipline, meaning that the better the leadership will increase work discipline. With the increased work discipline, it is expected that employee performance will increase in this study, work discipline has an effect on employee performance.

Keywords: Work Environment, Organizational Culture, Leadership, Work Discipline and Employee Performance.

(2)

LATAR BELAKANG

Dalam menghadapi persaingan global yang makin intensif, perkembangan teknologi yang cepat berkembang, perubahan demografi, keadaan ekonomi yang tidak menentu dan perubahan-perubahan dinamis lainnya telah memicu perubahan kondisi lingkungan yang mulanya stabil, dapat diprediksi berubah menjadi lingkungan yang penuh ketidakpastian, komplek dan cepat berubah. Perusahaan berdiri dan beroperasi di tengah-tengah lingkungan di sekitarnya. Perusahaan tidak dapat mengendalikan lingkungan di sekitarnya, sebaliknya perusahaan harus selalu adaptif terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya.

Perusahaan senantiasa berupaya dalam meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia sebagai salah satu unsur yang sangat menentukan keberhasilan organisasi. Sumber daya manusia terpenting bagi organisasi adalah orang-orang yang memberikan tenaga, bakat dan kreativitas mereka pada organisasi. Oleh karena itu, kinerja karyawan perlu ditingkatkan dengan memperhatikan disiplin kerja pegawai yang bekerja pada organisasi. Pegawai memiliki kinerja yang baik akan melakukan tindakan disiplin kerja yang sesuai dengan peraturan organisasi. Mathis dan Jackson (2017) dalam Sutanto., Nurrofi (2021) mendefinisikan, bahwa disiplin merupakan bentuk pelatihan yang menegakkan peraturan-peraturan organisasi. Tujuan bertindak disiplin untuk meningkatkan kesadaran pegawai akan kebijakan dan aturan organisasi.

Pengetahuan tentang tindakan disiplin dapat mencegah terjadinya pelanggaran atas peraturan organisasi. Peraturan sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi pegawai dalam menciptakan tata tertib yang baik di organisasi. Dengan tata tertib, semangat kerja, moral kerja yang baik, efisiensi dan efektivitas kerja pegawai akan meningkat. Hal ini akan mendukung tercapainya tujuan organisasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi disiplin kerja antara lain : lingkungan kerja, budaya organisasi dan kepemimpinan.

Beberapa masalah yang dikeluhkan karyawan ini diambil dari kotak saran, salah satunya karena disiplin kerja yang kurang baik. tetapi ada beberapa penelitian telah menemukan beberapa Gap tetang faktor –faktor yang mempengaruhi disiplin kerja karyawan serta dampaknya pada kinerja karyawan.

(3)

Tabel 1 Tabel Research Gap

Variabel Berpengaruh Tidak Berpengaruh

1 Lingkungan Kerja terhadap disiplin kerja

Herawati (2019) Putra, Ardin, Aprianti. Kartin (2020); Armawan dan Suana (2019); Sentosa, Fauziah dan Mas’adah (2019)

Wiryawan, at. al 2020.

2 Budaya organisasi terhadap disiplin kerja

Asgaruddin (2021); Fajrillah at.al (2021); Syaiful Pakaya (2021)

Astarman (2019)

3 Kepemimpinan terhadap disiplin kerja

Syaiful Pakaya (2021), Sugiantara dan Ardana (2019); Armawan dan Suana (2019)

Sentosa, Fauziah dan Mas’adah (2019)

4 Disiplin kerja

terhadap kinerja.

Sinaga. Sarman, at al (2021),

Berna (2022)

Wiryawan, at. al (2020.)

Sumber : Penelitian terdahulu, 2022

Tinjauan Pustaka Kinerja

Kinerja adalah pencapaian / prestasi seseorang berkenaan dengan tugas- tugas dibebankan kepadanya. Marwansyah (2014), Menurut Levinson dalam Cascio, W.F (1992) dalam Marwansyah (2014), mendefinisikan kinerja dan beberapa istilah lain yang terkait berikut ini : 1). Kinerja atau unjuk kerja adalah pencapaian atau prestasi seseorang berkenaan dengan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya, 2) Penilaian kinerja adalah uraian sistematis tentang kekuatan atau kelebihan dan kelemahan yang berkenan dengan pekerjaan seseorang atau sebuah kelompok. 3). Periode penilaian adalah lamanya waktu untuk mengobservasi kinerja seseorang karyawan, hasil observasi ini kemudian dibuat menjadi laporan formal.

Disiplin Kerja.

Disiplin adalah sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti atau menaruh segala aturan atau keputusan yang telah ditetapkan Sinungan, (2014) dalam Sutranto, Nurrofi.(2021) Menurut Hasibuan (2017) Disiplin merupakan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati segala aturan dalam organisasi dan semua norma dalam organisasi dan dari norma sosial yang berlaku. Disiplin yang merupakan fungsi operatif manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena semakin disiplin pegawai, maka akan semakin tinggi prestasi kerjanya.

(4)

Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diembankan, Nitisemito, (2014). Lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya di mana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok, Sedarmayati, (2001) lingkungan kerja merupakan tempat dimana pekerja melakukankegiatannya dan segala sesuatu yang dapatmembantunya didalam pekerjaan (Simamora, 2005)

Budaya Organisasi

Budaya organisasi merupakan suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi tersebut, suatu sistem dari makna bersama, Robbins, (2016). Budaya organisasi mengacu ke suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. Sistem makna ini bila diamati dengan lebih seksama merupakan seperangkat karakteristik utama yang dihargai oleh organisasi itu. Armstrong, (2014) mengemukakan bahwa budaya organisasi merupakan pola sikap, keyakinan, asumsi dan harapan yang dimiliki bersama yang mungkin tidak tercatat tetapi membentuk cara bagaimana orang-orang bertindak dan berinteraksi dalam organisasi dan mendukung bagaimana hal-hal dilakukan (Schein, 2014)

Kepemimpinan

Kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok menuju pencapaian sasaran. Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas dari anggota kelompok.

Robbins (2016).

Kerangka Pemikiran Teoritis

Sumber : Putra., Kartini (2020), Asgaruddin (2021), Syaiful Pakaya (2021, Berna (2022) Gambar 1: Kerangka Pemikiran Teoritis

Lingkungan Kerja (X1)

Budaya Organisasi (X3)

Disiplin kerja (Y1) H1

H2

H3

Kepemimpinan (X3)

Kinerja Pegawai (Y2) H4

(5)

Metode Penelitian Populasi dan Sampel Populasi

Menurut Sugiyono (2016) Populasi adalah suatu wilayah yang terdiri dari objek dan subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian dibuat kesimpulan. Populasi bukan hanya jumlah yang ada pada subjek maupun objek yang akan dipelajari.

Akan tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu. Adapun yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai tetap sebanyak 35 orang.

Sampel

Sampel penelitian adalah sebagian populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili semua populasi, apabila subjek dalam penelitian kurang dari 100 alangkah lebih baiknya jika subjek diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik sensus sampel yaitu seluruh populasi di gunakan sebagai sampel.

Pembahasan Hasil Penelitian Asumsi Klasik

Uji Normalitas

Tabel 2

Uji Kolmogorov Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 35

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 1.64652313

Most Extreme Differences Absolute .141

Positive .080

Negative -.141

Kolmogorov-Smirnov Z .832

Asymp. Sig. (2-tailed) .493

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data

Sumber : Data Primer yang diolah, 2022

Pada tabel kolmogorov smirnov diatas menunjukkan nilai Z hitung sebesar 0,832 < Z tabel (1,96) dan nilai probabilitas sebesar 0,483 > taraf signifikansi 5%

atau 0,05, maka data penelitian berdistribusi normal, sehingga layak untuk menggunakan model regresi dalam pengujian hipotesisnya.

(6)

Uji Multikolinieritas

Hasil pengujian uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 3

Uji Multikolinieritas

Model

Collinearity Statistics B Tolerance VIF

1 (Constant) -1.019

Lingkungankerja .472 .674 1.483

BudayaOrgani .451 .616 1.623

Kepemimpinan .242 .866 1.154

a. Dependent Variable: Disiplin

Sumber : Data Primer yang diolah, 2022

Dari Tabel di atas diperoleh angka VIF yaitu kurang dari 10 dan nilai tollerance lebih besar dari 0,1 yaitu untuk VIF variabel Lingkungan kerja (X1) sebesar 1,483 dan nilai tolerance sebesar 0,674; VIF untuk variabel Budaya organisasi (X2) sebesar 1,623 dan nilai tolerance sebesar 0,616; dan VIF untuk variabel Kepemimpinan (X3) sebesar 1,154 dan nilai tolerance sebesar 0,866. Hal ini berarti tidak terdapat asumsi multikolinieritas dalam model regresi pada penelitian ini.

Uji Heteroskedastisitas

Tabel 4

Uji Asumsi Heteroskedastisitas

Sumber : Data Primer yang diolah, 2022

Melihat tabel di atas terlihat menunjukkan nilai signifikansi atau probabilitas lebih besar dibandingkan taraf signifikansi 5% atau 0,05 menunjukkan tidak terjadi gangguan asumsi heteroskedastisitas, sehingga penelitian ini dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah.

(7)

Analisis Regresi Linier Berganda

Tabel 5

Pengujian Regresi Linier Berganda Ke 1

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -1.019 2.823 -.361 .721

Lingkungankerja .472 .175 .337 2.700 .011

BudayaOrgani .451 .128 .460 3.515 .001

Kepemimpinan .242 .113 .237 2.147 .040

a. Dependent Variable: Disiplin

Sumber : Data yang diolah, 2022

Dari Tabel di atas, didapatkan persamaan garis linier berganda (dilihat dari standardized coefficient) didapatkan

Y = 0,337 X1 + 0,460 X2 + 0,237 X3

Berdasarkan persamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa variabel yang paling dominan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin kerja yaitu Budaya Organisasi (X2) dengan koefisien regresi sebesar 0,460; selanjutnya variabel lingkungan kerja (X3) dengan koefisien regresi sebesar 0,337 dan variabel kepemimpinan (X2) dengan koefisien regresi sebesar 0,237. Dilihat dari Tabel diatas dapat diartikan, Koefisien regresi variabel Lingkungan kerja terhadap Disiplin kerja sebesar 0,337 artinya semakin baik persepsi karyawan dalam menanggapi indikator-indikator Lingkungan kerja, maka akan diikuti peningkatan Disiplin kerja. Koefisien regresi variabel Budaya organisasi terhadap Disiplin kerja sebesar 0,460 artinya apabila persepsi karyawan dalam menanggapi indikator-indikator Budaya organisasi semakin baik, maka akan diikuti peningkatan Disiplin kerja. Koefisien regresi variabel Kepemimpinan terhadap Disiplin kerja sebesar 0,237 artinya apabila persepsi karyawan dalam menanggapi indikator-indikator Kepemimpinan di perusahaan semakin meningkat, maka akan diikuti peningkatan Disiplin kerja.

Tabel 6

Pengujian Regresi Linier Berganda Ke 2

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B

Std.

Error Beta

1 (Constant) 7.800 2.320 3.362 .002

Disiplin .632 .112 .702 5.668 .000

a. Dependent Variable: Kinerja

Dari Tabel di atas, didapatkan persamaan garis linier berganda (dilihat dari standardized coefficient) didapatkan

(8)

Y = 0,702 Y1

Berdasarkan persamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa variabel disiplin kerja dengan koefisien regresi 0,702.dengan angka signifikan 0..000 lebih besar dari pada 0,05.

Uji Kelayakan Model Uji Simultan F

Tabel 7

Pengujian Output Uji F ke 1 ANOVAb

Model

Sum of

Squares Df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 190.225 3 63.408 21.325 .000a

Residual 92.175 31 2.973

Total 282.400 34

a. Predictors: (Constant), Kepemimpinan, Lingkungankerja, BudayaOrgani b. Dependent Variable: Disiplin

Sumber : Data yang diolah, 2022

Dari hasil pengujian dengan SPSS didapatkan angka F hitung antara Lingkungan kerja (X1), Budaya organisasi (X2), dan Kepemimpinan (X3) terhadap Disiplin kerja (Y) secara simultan sebesar 21,325 > F tabel (v1=3; v2=35) sebesar 2,90 dan nilai probabilitas sebesar 0,000 lebih kecil dibandingkan taraf signifikansi 5% atau 0,05; sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara Lingkungan kerja (X1), Budaya organisasi (X2), dan Kepemimpinan (X3) terhadap Disiplin kerja (Y) secara simultan (bersama-sama) artinya model regresi dinyatakan fit atau layak sebagai model penelitian.

Tabel 8

Pengujian Output Uji F ke 2

ANOVAb

Model

Sum of

Squares Df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 112.953 1 112.953 32.128 .000a

Residual 116.018 33 3.516

Total 228.971 34

a. Predictors: (Constant), Disiplin b. Dependent Variable: Kinerja

Sumber : Data yang diolah, 2022

Dari hasil pengujian dengan SPSS didapatkan angka F hitung antara disiplin kerja (X1), terhadap kinerja (Y) secara simultan sebesar 32,128 > F tabel (V1=3;

V2=35) sebesar 2,90 dan nilai probabilitas sebesar 0,000 lebih kecil dibandingkan taraf.

(9)

Koefisien Determinasi (Uji R2)

Tabel 9

Output Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .821a .674 .642 1.724

a. Predictors: (Constant), Kepemimpinan, Lingkungankerja, BudayaOrgani

b. Dependent Variable: Disiplin

Sumber : Data yang diolah, 2022

Dari Tabel hasil uji regresi didapatkan angka koefisien determinasi berganda (Adjusted RSquare) sebesar 0,642. Hal ini berarti bahwa sebesar 64,2%

dapat dijelaskan oleh variabel Lingkungan kerja (X1), Budaya organisasi (X2), dan Kepemimpinan (X3) dapat menjelaskan Disiplin kerja (Y). Sedangkan sisanya (100% - 64,2% = 35,8%) dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain di luar variabel yang diteliti.

Tabel 10

Output Koefisien Determinasi

Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .702a .493 .478 1.875

a. Predictors: (Constant), Disiplin

Dari Tabel hasil uji regresi didapatkan angka koefisien determinasi berganda (Adjusted RSquare) sebesar 0,478. Hal ini berarti bahwa sebesar 47,8%

dapat dijelaskan oleh variabel Disiplin kerja (Y1),dapat menjelaskan kinerja karyawan (Y2). Sedangkan sisanya (100% - 47,8% = 52,2%) dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain di luar variabel yang diteliti.

Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Uji t digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel bebas secara individu (parsial) dalam menerangkan variabel terikatnya (Disiplin kerja). Dari hasil penelitian dapat dilihat nilai pengujian hipótesis pada tabel tersebut diatas.

1) Uji Pengaruh Lingkungan kerja terhadap Disiplin kerja

Berdasarkan Tabel di atas didapatkan nilai koefisien regresi Lingkungan kerja (X1) terhadap Disiplin kerja (Y) sebesar 0,337 dan angka probabilitas sebesar 0,011 < taraf signifikansi  = 5% (0,05) dan nilai t hitung sebesar 2,700 > t tabel (df=n-k=35-3=32) sebesar 1,693; berarti secara parsial (individu) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Lingkungan kerja (X1) terhadap Disiplin kerja (Y).

2) Uji Pengaruh Budaya organisasi terhadap Disiplin kerja

Berdasarkan Tabel di atas didapatkan nilai koefisien regresi Budaya organisasi (X2) terhadap Disiplin kerja (Y) sebesar 0,460 dan angka probabilitas sebesar 0,001 < taraf signifikansi  = 5% (0,05) dan nilai t hitung sebesar 3,515 > t

(10)

tabel (df=n-k=35-3=32) sebesar 1,693; berarti secara parsial (individu) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Budaya organisasi (X2) terhadap Disiplin kerja (Y).

3) Uji Pengaruh Kepemimpinan terhadap Disiplin kerja

Berdasarkan Tabel di atas didapatkan nilai koefisien regresi Kepemimpinan (X3) terhadap Disiplin kerja (Y) sebesar 0,702 dan angka probabilitas sebesar 0,040 < taraf signifikansi  = 5% (0,05) dan nilai t hitung sebesar 2.147 > t tabel (df=n-k=35-3=32) sebesar 1,693; berarti secara parsial (individu) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Kepemimpinan (X3) terhadap Disiplin kerja (Y).

4) Uji Pengaruh Disiplin terhadap Kinerja karyawan

Berdasarkan Tabel di atas didapatkan nilai koefisien regresi disiplin (Y1) terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 0,702 dan angka probabilitas sebesar 0,000 < taraf signifikansi = 5% (0,05) dan nilai t hitung sebesar 5.668 > t tabel (df=n-k=35-3=32) sebesar 1,693; berarti secara parsial (individu) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Disiplin kerja (Y1) terhadap Kinerja karyawan (Y2).

Pembahasan

Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Disiplin Kerja

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (individu) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Lingkungan kerja (X1) terhadap Disiplin kerja (Y). Angka positif dan signifikan ini mengindikasikan bahwa dalam upaya meningkatkan disiplin kerja, diharapkan organisasi lebih memperhatikan lingkungan kerja karyawan. Hal ini berarti semakin baik lingkungan kerja karyawan di instansi maka akan semakin meningkatkan disiplin kerja karyawan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Herawati (2019) Putra, Ardin, Aprianti. Kartin (2020); Armawan dan Suana (2019); Sentosa, Fauziah dan Mas’adah (2019) menemukan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap disiplin kerja. Dengan demikian hipotesis pertama H1 yang menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja terhadap disiplin kerja, diterima.

Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Disiplin Kerja

Budaya organisasi sendiri memiliki dua komponen, yang pertama adalah keyakinan yang menjadi nilai filosofis organisasi dan keyakinan operasional yang dijalankan. Guiding beliefs adalah seperangkat nilai yang diharapkan dapat menjadi panduan bagi suatu organisasi didalam meraih adaptasi eksternal dan memperoleh integrasi internal, sedangkan Daily beliefs adalah seperangkat nilai yang dipraktekkan di dalam kehidupan keseharian organisasi dan yang akan menjadi karakter dari suatu organisasi (Aditya dan Nugraheni, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (individu) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Budaya organisasi (X2) terhadap Disiplin kerja (Y). Angka positif dan signifikan ini mengindikasikan bahwa semakin baik budaya organisasi yang dirasakan karyawan di instansi sehingga dapat meningkatkan disiplin kerja.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitain yang dilakukan oleh Asgaruddin (2021); Fajrillah at.al (2021); Syaiful Pakaya (2021) menemukan

(11)

bahwa budaya organisasi berpengaruh positif terhadap disiplin kerja. Dengan demikian hipotesis kedua H2 yang menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap disiplin kerja, diterima.

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Disiplin Kerja

Kepemimpinan adalah pola prilaku yang ditunjukkan oleh pemimpin dalam mempengaruhi orang lain, Ardana et al (2012). Faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya adalah ada tidaknya keteladanan pemimpin dalam perusahaan, keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan (sanksi/hukuman), ada tidaknya pengawasan pemimpin serta ada tidaknya perhatian kepada karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (individu) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Kepemimpinan (X3) terhadap Disiplin kerja (Y). Angka positif dan signifikan ini mengindikasikan bahwa semakin baik kepemimpinan di instansi akan memberikan dampak yang baik pula pada peningkatan disiplin kerja.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitain yang dilakukan oleh Syaiful Pakaya (2021), Sugiantara dan Ardana (2019); Armawan dan Suana (2019) bahwa kepemimpinan berpengaruh positif terhadap disiplin kerja. Dengan demikian hipotesis ketiga H3 yang menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara disiplin kerja terhadap disiplin kerja, diterima.

Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja karyawan

Disiplin adalah sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti atau menaruh segala aturan atau keputusan yang telah ditetapkan Sinungan, (2014). Faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya adalah ada tidaknya kedisiplinan karyawan dalam perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (individu) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Disiplin kerja (Y1) terhadap Kinerja karyawan, Angka positif dan signifikan ini mengindikasikan bahwa semakin karyawan disiplin di instansi akan memberikan dampak yang baik pula pada peningkatan kinerja karyawan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitain yang dilakukan oleh

Sinaga.

Sarman,

at al (2021),

Berna (2022) bahwa disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian hipotesis ketiga H43 yang menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, diterima.

Simpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Lingkungan kerja (X1) terhadap Disiplin kerja (Y) artinya semakin baik lingkungan kerja karyawan maka akan semakin baik pula disiplin kerja. Sebaliknya, semakin buruk lingkungan kerja maka akan semakin buruk disiplin kerja karyawan. terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Budaya organisasi (X2) terhadap Disiplin kerja (Y), artinya semakin baik budaya organisasi karyawan maka akan semakin meningkatkan disiplin kerja. Sebaliknya, semakin buruk budaya organisasi karyawan maka akan semakin menurunkan disiplin kerja karyawan. terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Kepemimpinan (X3) terhadap Disiplin kerja (Y), artinya semakin baik

(12)

kepemimpinan di organisasi maka akan semakin meningkatkan disiplin kerja.

Sebaliknya, semakin buruk kepemimpinan di instansi atau perusahaan maka akan semakin menurunkan disiplin kerja. Disiplin kerja (Y1) terhadap Kinerja karyawan (Y2), artinya semakin baik disiplin kerja di organisasi maka akan semakin meningkatkan kinerja karyawan. Sebaliknya, semakin buruk disiplin kerja di instansi atau perusahaan maka akan semakin menurunkan kinerja karyawan.

Saran

Saran-saran penelitian ini antara lain :

Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja. Indikator terendah yang perlu dioptimalkan yaitu Hubungan sesama rekan kerja sangat harmonis perlu dioptimalkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja. Oleh karena itu indikator terendah dari budaya organisasi perlu dioptimalkan yaitu karyawan berusaha melaksanakan kewajiban saya di perusahaan dan berusaha tidak mendapatkan sanksi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja. Hasil ini mengindikasikan bahwa indikator terendah kepemimpinan patut ditingkatkan yaitu karyawan hormat pada pada pemimpin di perusahaan.

Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian ini antara lain :

Variabel bebas dalam penelitian ini dibatasi pada variabel lingkungan kerja, budaya organisasi, dan kepemimpinan dalam mempengaruhi variabel terikat yaitu disiplin kerja.

Agenda Penelitian Yang Akan Datang

Dari keterbatasan penelitian diatas, maka agenda penelitian yang akan datang adalah Penelitian mendatang perlu menganalisis faktor lain yang mempengaruhi disiplin kerja selain faktor lingkungan kerja, budaya organisasi, dan kepemimpinan. Dan obyek untuk penelitian mendatang perlu melakukan kajian pada beberapa obyek penelitian atau mengganti obyek penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Aditya, & Nugraheni. (2014). Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Budaya Organisasi Sebagai Variabel Moderating (Studi Pad Apt. Randugarut Plastic Indonesia). Jurnal Studi Manajemen &

Organisasi, hal. 153-164.

Ardana. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia . Yogyakarta: Penerbit PT.

Graha Ilmu.

Armawan, P. A., & Suana, I. W. (2019). Pengaruh Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Disiplin Kerja Karyawan . E-Jurnal Manajemen Vol. 8 No. 8 .

Armstrong, M. (2014). A Handbook of Human Resource Management Practice Edition. London: Kogan Page.

(13)

Asgaruddin (2021), Pengaruh Profesionalisme Kerja Dan Budaya Kerja Terhadap Disiplin Kerja Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Pegawai (Suatu Kajian Studi Literatur Manajemen Sumberdaya Manusia) Jurnal Ilmu Hukum Humaniora, dan Politik. Volume 1, Issue 4, 2021 E-ISSN:

2747-1993, P-ISSN: 2747-2000.

Berna (2022) Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Kantor Imigrasi Parepare Decision : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Issn. 2721-4907 Volume 3, Nomor 1, Februari 2022.

Fajrillah at al. (2021) Pengaruh Budaya Organisasi, Kompensasi dan Motivasi Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Pada PT Inti Palm Sumatra, Journal of Business and Economics Research (JBE) Vol 2, No 1, Februari 2021, Hal. 20-25 ISSN 2716-4128 (Media Online)

Hasibuan, M. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Herawati, ad al. 2019. Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Pada PT. RPJ Yayasan Akrab Pekanbaru, Jurnal AKRAB JUARA, Volume 4 Nomor 2 Edisi Mei 2019 (27-41)

Marwansyah, (2014), Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua, Penerbit CV. Alfabeta, Bandung.

Minarsih, M. M. (2017). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Dan Kompensasi Terhadap Disiplin Dan Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada Karyawan CV. Premier Semarang). Jurnal Penelitian Universitas Pandanaran Semarang.

Nitisemito, A. (2014). Manajemen Personalia: Manajemen sumber Daya Manusia . Jakarta : Ghalia Indonesia.

Pribadi, M. L., & Herlena, B. (2016). Peran Budaya Organisasi terhadap Disiplin Kerja Karyawan Direktorat Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Cilegon . Jurnal Ilmiah Psikologi Psympathic Vol. 3 No. 2 tahun 2016.

Putra., Aprianti, (2020), Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Camat Lambitu Kabupaten Bima, SULTANIST: Jurnal Manajemen dan Keuangan Volume: 8 No: 1 Tahun 2020 Page (19-27) ISSN:

2338-4328 (Print), ISSN: 2686-2646 (Online) Available online at:

https://sultanist.ac.id/index.php/sultanist.

Riduwan. 2010. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung:

Alfabeta.

Robbins, S. (2016). Perilaku Organisasi . Yogyakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Schein. (2014). Organizational Culture and Leadership, (Edisi Kelima) . San Fransisco : Jossey Bass Publisher.

Sedarmayanti. 2001. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung:

Mandar Maju.

Sentosa, B., Fauziah, N., & Mas’adah, T. (2019). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro . Jurnal Riset Entrepreneurship Vol. 2 No. 1 tahun 2019.

(14)

Simamora, H. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sinaga. Sarman, at al (2021), Pengaruh Disiplin Kerja dan pengembangan karir Terhadap Kinerja Karyawan Di Pelni lhoksumawe. JURNAL DARMA AGUNG Volume 29, Nomor 3, Desember 2021 ;404–415.

Sugiantara, I. W., & Ardana, I. K. (2019). Pengaruh Kepemimpinan, Hubungan Kerja Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Disiplin Kerja Karyawan. E-Jurnal Manajemen Vol. 8 No. 7 .

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Administrasi . Bandung: CV Alfabeta.

Sutranto. at al.(2021), Disiplin Kerja Dipengaruhi Oleh Lingkungan Kerja, Budaya Organisasi Dan Kepemimpinan, Jurnal Ekonomi dan Bisnis STIE Anindyaguna Vol 3, No 2, pp 228-239 Desember 2021. E-ISSN: 2746- 1173, P-ISSN: 2085-773X https://jurnal.stieanindyaguna.ac.id/index.php.

Sutranto, Nurrofi.(2021). Disiplin Kerja Dipengaruhi Oleh Lingkungan Kerja, Budaya Organisasi Dan Kepemimpinan. Vol 3, No 2, pp 228-239 Desember 2021, E-ISSN: 2746-1173, P-ISSN: 2085-773X.

https://jurnal.stieanindyaguna.ac.id/index.php

Syahyuni, D. (2018). Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Disiplin Kerja Pada Badan Kepegawaian Negara Jakarta . Jurnal Sekretari dan Manajemen Widya Cipta Vol. 2 No. 2.

Syaiful Pakaya, (2021) Pengaruh Budaya Kerja Dan Kepemimpinan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Pada Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Jurnal Ilmiah Manajemen EMOR (Ekonomi Manajemen Orientasi Riset) Vol. 4, No 2, hal 229 – 241, e-ISSN : 2581 – 2262 p-ISSN : 2579 - 4744

Wiryawan, at. al (2020). Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Motivasi Dan Disiplin Serta Dampaknya Pada Kinerja e-ISSN 2716-0238 Volume 01 Issue 01 – Jan 2020, Jurnal Ekomabis.

Referensi

Dokumen terkait

Dari persamaan ini menunjukkan bahwa variabel Motivasi Kerja dan variabel Disiplin Kerja berpengaruh positif terhadap variabel Kinerja Karyawan sedangkan dari hasil uji t

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel konflik kerja dan variabel lingkungan kerja secara parsial dan simultan terhadap kinerja

Dengan demikian, hipotesis ketiga yang menyatakan “ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai

Dari hasil pembahasan tentang pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan maka, dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi dan disiplin kerja baik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Self Efficacy, dan Lingkungan Kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan Hotel Horison Lampung, namun

hasil dari Hal ini sependapat dengan penelitian yang dilakukan oleh Muna & Isnowati, 2022 yang menyatakan bahwa disiplin kerja tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap

Penelitian ini berhasil membukikan adanya pengaruh positif dengan singnifikan Varibel Disiplin Kerja dan Semangat Kerja baik secara parsial maupun simultan terhadap Kinerja Pegawai pada

Tabel 4.2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach’s Alpha Kesimpulan Disiplin Kerja X1 0,833 Reliabel Lingkungan Kerja X2 0,847 Reliabel Kinerja Y 0,893 Reliabel Sumber: Data