BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Persalinan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pesalinan secara normal atau spontan (lahir melalui vagina) dan persalinan abnormal atau persalinan dengan bantuan suatu prosedur seperti Seksio sesarea. Seksio sesarea adalah proses dilakukan tindakan pembedahan, berupa irisan di perut ibu (laparatomi) dan Rahi (histerektomi) untuk mengeluarkan bayi (Abasi, 2015 dalam Utami 2016).
Sectio caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut .(Amin Huda,2015).
Seksio sesarea bisa dilakukan apabila terjadi indikasi Plasenta previa sentralis dan leteralis (posterior), Panggul sempit, Disproporsi sefalovik, Rupture uteri mengancam, Partus lama (prolonged labor), Partus tak maju, Distosia serviks, Pre- eklamsia pada ibu, malpresentasi janin, letak lintang, letak bokong dan presentasi dahi dan muka (Nurarif & Kusuma 2015).
Menurut WHO (2019) angka kejadian sectio caesarea di Mexico dalam 10 tahun terakhir Dari tahun 2007 – 2017 mengalami peningkatan .Tingkat nasional persalinan sectio caesare sebanyak 45,3% dan sisa nya adalah persalinan pervaginam .tingkat kelahiran sectio caesarea sedari tahun 2007—2017 mengalami peningkatan. Tingkat nasional persalinan sectio caesarea di mexico meningkat dari 43,9% menjadi 45,5.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 angka kejadian persalinan sectio caesarea di Indonesia adalah sebesar jumlah 17,6% tertinggi di wiliyah DKI jakarta sebesar 31,3% dan terendah di papua sebesar ( KEMENKES RI,2019).
Menurut Amin & Hardhi (2013), sectio caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Operasi sectio caesarea biasanya dilakukan karena adanya indikasi-indikasi yang dapat mempersulit kelahiran dan untuk menyelamatkan ibu dan janin. Seperti, presentasi bokong, kehamilan gemeli, mal presentasi, letak lintang, diproporsi cepalo pelvic, tumor jalan lahir, hodrocepalus, placenta previa. Placenta previa juga merupakan
indikasi dilakukan sectio caesarea karena apabila dipaksakan pervagina dapat beresiko, sehingga dapat menyebabkan kematian ibu bahkan janin yang dikandungnya. Plasenta previa merupakan keadaan dimana placenta berimplantasi pada tempat abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (0stium Uteri Internal).
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang didapatkan di RSUD dr Drajat Prawiranegara serang di ruang Wijaya Kusuma adanya jumlah ibu bersalin yang mengalami indikasi post section caesarea.pada tahun 2021 sebanyak 24 , dari bulan Juni-desember 2021 menunjukkan terdapat 24 ibu yang mengalami indikasi post section caesarea. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang"Asuhan keperawatan Asuhan keperawatan pada pasien dengan post sectio caesarea dengan indikasi plasenta previa dengan pemenuhan kebutuhan monitoring cairan di ruangan wijaya kusuma RSUD dr.Dradjat Prawiranegara Serang 1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,rumusan masalah pada studi kasusi ini adalah Bagaimanakah asuhan keperawatan pada ibu post seksio cesarea atas indikasi plasenta previa Dengan pemenuhan kebutuhan monitoring cairan di ruang wijaya kusuma RSUD dr.Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang Tahun 2021?
1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1Tujuan Umum
Menggambarkan Asuhan keperawatan pada pasien dengan post sectio caesarea dengan indikasi plasenta previa dengan pemenuhan kebutuhan monitoring cairan di ruangan wijaya kusuma RSUD dr.Dradjat Prawiranegara Serang .
1.3.2Tujuan Khusus
a. Mampu membuat Pengakajian Pada Pasien ibu Post sectio caesarea atas indikasi plasenta previa dengan pemenuhan kebutuhan monitoring cairan diruangan wijaya kusuma RSUD dr.Dradjat Prawiranegara serang
b. Mampu membuat masalah keperawatan pada Pasien ibu Post sectio caesarea atas indikasi plasenta previa dengan pemenuhan kebutuhan monitoring cairan di ruangan wijaya kusuma RSUD dr.Dradjat Prawiranegara serang
c. Mampu menyusun rencana Keperawatan Pada Pasien ibu Post sectio caesarea atas indikasi plasenta previa dengan pemenuhan kebutuhan monitoring cairan diruagan wijaya kusuma RSUD dr.Dradjat Prawiranegara serang
d. Mampu melakukan tindakan keperawatan dengan pemenuhan kebutuhan cairan pada pasien post sectio caesarea di ruangan wijiya kusuma RSUD dr.Dradjat prawiranegara serang
e. Mengetahui dan memahami evaluasi keperawatan pada Pasien ibu Post sectio caesarea atas indikasi plasenta previa dengan pemenuhan kebutuhan monitoring cairan di RSUD dr. Dradjat prawiranegara serang
1.4.1manfaat bagi peneliti 1.4.2 Manfaat Bagi Peneliti
Peneliti ini merupakan pengalaman berharga bagi peneliti dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien secara umum dan khusus pada pasien dengan indikasi plasenta previa akibat tindakan operasi caesarea di ruang Wijaya Kusuma RSUD dr.
Drajat prawiranegara.
1.4.3 Manfaat Bagi Instansi Pendidikan
Pendidikan D3 keperawatan Untirta Penelitian ini diharapkan dapat menjadi data yang valid sehingga dengan demikian hasil penelitian yang dilakukan dapat dijadikan bahan referensi bagi peneliti selanjutnya.
1.4.4 Manfaat RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang
Diharapkan pada hasil penelitian yang akan dilakukan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi perkembangan dan rekam medis pasien dengan post op section caesarea atas indikasi Plasenta Previa.
1.4.5 Manfaat Bagi Peneliti
Penelitian ini merupakan pengalaman berharga bagi peneliti dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien secara umum dan khususnya pada pasien dengan
indikasi plasenta previa akibat tindakan operasi section caesarea di ruang Wijaya Kusuma RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang.