P-ISSN
2548-6063
KURIKULA: JURNAL PENDIDIKAN VOLUME: 7 NO. 1 TAHUN 2022
https://ejournal.iaingawi.ac.id/index.php/kurikula/index
E-ISSN
2746-4903
PENINGKATAN KEMAMPUAN SENI LUKIS MELALUI KEGIATAN FINGER
PAINTING PADA ANAK KELOMPOK B DI RA ARROHIM SUMBERBENING
BRINGIN KAPUPATEN NGAWI
Eny Setyowati1, Eko Prasetiyo2, Ana Setiawati3 Institut Agama Islam Ngawi
Institut Agama Islam Ngawi Institut Agama Islam Ngawi [email protected]
[email protected] [email protected] Article
history Submitted
01 /09/2022 Accepted
10/09/2022 Published
30/09/2022 ABSTRACT This study aims to determine the ability of painting through finger painting activities for group B children in RA ARROHIM Sumberbening Bringin Ngawi Regency. This study uses a classroom action research method with the subject of the Principal RA ARROHIM Sumberben- ing, Teacher RA ARROHIM Sumberbening, Students RA AR-Rohim Sumberbening. The results of this study the children are very enthusiastic in participating and happy when doing this activity, so that through this application it can improve children’s ability to hone children’s painting well.
This can be seen from the beauty of the child in painting with finger painting. In the second cycle 90.9% of the children have scored in the high category, with the description that the child has been able to meet the predetermined assessment indicator criteria, and the first cycle only reached 72.7%.
Keywords: artistic ability, painting, finger painting
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan seni Lukis melalui kegiatan finger painting terhadap anak kelompok B di RA ARROHIM Sumberbening Bringin Kabupat- en Ngawi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan subjek Kepala Sekolah RA ARROHIM Sumberbening, Guru RA ARROHIM Sumberbening, Siswa-siswi RA AR-Rohim Sumberbening. Hasil dari penelitian ini anak-anak sangat antusias dalam mengi- kuti dan senang saat mengerjakan kegiatan ini, sehingga melalui penerapan ini dapat mening- katkan kemampuan anak dalam mengasah seni lukis anak dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari keindahan anak dalam melukis dengan finger painting diperoleh pada siklus II 90,9%
anak sudah mendapat nilai kategori tinggi, dengan diskripsi anak sudah dapat memenuhi kriteria indikator penilaian yang telah ditentukan, dan siklus satu hanya mencapai 72,7%.
Kata Kunci: kemampuan seni, seni Lukis, finger painting
51-57
PENDAHULUAN
Menurut Sulistyo (2005:1-2) Melukis dikatakan sebagai kegiatan menggambar yang di sertai menuangkan ungkapan perasaan (ekspresi) sebagai aspek yang paling dominan. Melukis merupakan usaha seseorang untuk menyalurkan ungkapan perasaan dengan media seni rupa, la- zimnya adalah media cat minyak di atas kanvas atau cat air di atas kanvas.
Seni lukis merupakan jenis seni murni yang berwujud dua dimensi yang mengekspresikan gagasan atau perasaan terdalam seseorang melalui media ungkap tertentu seperti cat akuarel, cat minyak, cat akrilik. Kemampuan pengolahan bahan dan penguasaan alat serta teknik melukis merupakan hal yang utama. Melalui media lukis, seseorang lebih bebas dalam mengekspresikan dirinya atau menafsirkan objek yang dilukis sesuai persepsi dan daya imajinasi atau perasaannya.
Karya lukis dapat dibedakan menurut beberapa corak, antara lain representatif (nyata atau kon- kret), non representatif (abstrak), dekoratif, dan ekspresif.
Corak dan seni adalah ciri khas yang terlihat pada unsur-unsur visual (garis, warna, ben- tuk, dan lain-lain) dari karya lukis tersebut. (Widia dkk, 2018:9) Banyak manfaat dari kegiatan melukis bagi anak usia dini, salah satu manfaatnya yaitu dapat menumbuhkan kemampuan kre- ativitas bagi anak yaitudapat di lakukan dengan menggunakan kegiatan melukis finger painting
Finger painting adalah kegiatan melukis dengan jari tangan. Menurut novi mulyani (2017:20) finger painting adalah kegiatan melukis anak dengan jari-jarinya dan tidak di perboleh- kan menggunakan alat bantu seperti yang dilakukan dalam kegiatan menggambar atau melukis biasa yang lazimnya menggunakan alat pensil, crayon, kuas dan sebagainya.
RA ARROHIM merupakan RA yang berdiri pada tahun 2009 berada di Desa Sumberbe- ning, Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi. RA tersebut masih mengalami banyak hambatan dan kekurangan dalam proses belajar mengajar. Kenyataan menunjukkan bahwa pembelajaran di ting- kat RA ARROHIM Sumberbening seringkali kurang menarik bagi anak. Ada beberapa hal yang menyebabkan demikian, diantaranya adalah penyajian yang kurang menarik serta kreativitasnya kurang, sehingga dalam kegiatan belajar mengajar guru dan anak didik kurang begitu semangat, anak cenderung bosan dengan tugas yang diberikan dan akhirnya proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) terhambat dan kurang maksimal. Minimnya kreativitas di RA ARROHIM Sumberbe- ning membuat kegiatan belajar khususnya bidang pengembangan seni hanya menggunakan kertas dan crayon saja. Hal ini sangat mempengaruhi tingkat belajar, semangat dan kemampuan anak dalam pembelajaran bidang seni. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil pekerjaan anak dari 22 anak hanya 11 anak yang sudah mampu menunujukkan kemampuannya dalam bidang seni seba- gian lainnya masih perlu bimbingan guru.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah proses bela- jar mengajar di RA ARROHIM melalui teknik finger painting. Konsep pokok penelitian tindakan yang akan dilaksanakan menggunakan Model Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, yaitu pe- rencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen itu dipandang sebagai satu siklus. (Hatibe, 2012:18)
Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah RA ARROHIM Sumberbening, Guru RA AR- ROHIM Sumberbening, Siswa-siswi RA AR-Rohim Sumberbening. Adapun selebihnya adalah tambahan seperti dokumen. Sedangkan sumber data tertulis adalah juga sumber tambah. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Implementasi Tindakan Kemampuan Seni Lukis Melalui Kegiatan Finger Painting Siklus Pertama
Perencanaan Tindakan Siklus Pertama
Pada siklus pertama dilakukan 2 tahap yaitu tahap pertama dalam perencanaan tindakan adalah menentukan tema. Tema yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman dengan sub tema tanaman obat. Setelah menentukan tema peneliti membuat rencana pembelajaran dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan.
Tahap pertama pertemuan awal dimulai dari membaca doa, menyebutkan nama hari, tang- gal, dan bulan, menyampaikan tema yang diajarkan, bernyanyi. Setelah itu guru memberikan pertanyaan kepada anak tentang tanaman obat yang diketahui anak dan dilanjutkan dengan guru menjelaskan tentang seni lukis dengan teknik finger painting.
Pelaksanaan Tindakan Siklus Pertama
Pada kegiatan awal anak diajak untuk berbaris didepan kelas dengan tertib dan rapi, se- telah itu guru melakukan pengamatan mulai dari : Mengucap salam, berdoa sebelum belajar, membaca surat pendek, dan dilanjutkan menyanyikan lagu sesuai dengan tema. Guru memberi pertanyaan tentang seputar tanamaan obat. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti, dikegiat- an ini adalah seni lukis atau melukis dengan menggunakan teknik finger painting. Anak di ajak untuk belajar sambil bermain dengan mengunakan teknik finger painting. Guru menjelaskan apa itu finger painting. Setelah itu guru memberikan tugas melukis dengan teknik finger painting.
Terakhir kegiatan
penutup, pada kegiatan ini guru melakukan evaluasi pada anak dengan melakukan tanya jawab pada anak dan berdiskusi tentang pelajaran yang telah dilakukan, hal itu bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keberhasilan guru melakukan proses belajar mengajar, dan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pema- haman anak terhadap tugas yang telah dikerjakannya. Setelah itu guru memberi aba aba persiapan untuk pulang dengan terlebih dahulu menyampaikan informasi kegiatan yang akan dilakukan esok hari, bernyanyi, doa pulang dan salam.
. Observasi
Pada siklus pertama dalam keindahan anak dalam melukis dengan finger pain- ting pertemuan
pertamadari 22 orang anak hanya 10 orang anak (45,4,%) yang men- capai kriteria berkembang sangat baik . Untuk kriteria berkembang sesuai harapan pada pertemuan pertama sebanyak 6 orang anak (
27,2%). Untuk kriteriamulai ber- kembang pada pertemuan pertama sebanyak 4 orang anak (18,1%). Untuk kriteria belum berkembang pada pertemuan pertama sebanyak 2 orang (9,0).
Pada aspek kerapian anak dalam membuat finger painting dari 22 anak pada sik-
lus
pertemuanpertama yang mencapai kriteria berkembang sangat baik sebanyak 9
orang anak (40,9%). Untuk kriteria berkembang sesuai harapan sebanyak 7 orang
anak (31,8%) . Untuk kriteria mulai berkembang pada pertemuan pertama sebanyak
4 orang anak (18,1%). Untuk kriteria belum berkembang sebanyak 2 orang (9,0).
Pada
aspekkemampuan anak yang dapat menyelesaikan tugas membuat finger painting secara tepat waktu dari 22 orang anak yang memenuhi kriteria berkembang sa- ngat baik pada pertemuan pertama hanya 9 orang anak (40,9%). Untuk kriteria berkem- bang sesuai harapan sebanyak 9 orang anak (40,9%). Untuk kriteria mulai berkembang sebanyak 3 orang anak (13,6%) dan untuk kriteria belum berkembang sebanyak 1 orang anak (4,5%).
Refleksi Pertemuan Pertama
Dalam kegiatan melukis dengan teknik finger painting pada siklus I (satu) pertemuan pertama
ditemukan
rata-rata anak belum bisa melukis dengan teknik finger painting. Dalam kegiatan melukis ini anak terlihat antusias tapi anak masih merasa takut dan bersikap ragu – ragu untuk melukis dengan mengunakan cat yang langsung bersentuhan dengan tangannya dan anak masih asal-asalan dalam membuat finger painting, sehingga hasilnya belum sesuai harapan dan perlu adanya perbaikan pada pertemuan kedua.Siklus Kedua
Perencanaan Tindakan Siklus Kedua
Tahap pertama dalam perencanaan tindakan adalah menentukan tema. Tema yang diguna- kan dalam penelitian ini adalah tanaman dengan sub tema tanaman ubi-ubian. Setelah menentu- kan tema peneliti membuat rencana pembelajaran dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembela- jaran Harian (RPPH) yang sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan.
Tahap pertama pertemuan awal dimulai dari membaca doa, menyebutkan nama hari, tang- gal, dan bulan, menyampaikan tema yang diajarkan, bernyanyi. Setelah itu guru memberikan pertanyaan kepada anak tentang tanaman ubi-ubian yang diketahui anak dan dilanjutkan dengan guru menjelaskan tentang finger painting .Tahap kedua kegiatan inti, adapun langkah – langkah dalam kegiatan finger painting yaitu :
. Menyiapkan 1 lembar kertas HVS berukuran A4.
. Cat untuk melukis ada 3 macam warna cat diantaranya warna merah, kuning, dan biru.
. Tisu untuk membersihkan tangan.
. Guru menjelaskan tentang finger painting
. Guru menjelaskan macam-macam cat yang digunakan untuk finger painting dan bagaimana dengan hanya 3 macam warna dapat menghasilkan banyak warna seperti hijau, orange, coklat, ungu, dll. Caranya dengan mencampurkan warna tersebut, misalnya warna kuning di campur dengan biru akan menghasilkan warna hijau dll.
. Guru akan membagikan alat-alat dan bahan untuk finger painting kepada anak-anak.
. Guru terlebih dahulu mempraktekan bagaimana cara mencampurkan warna-warna tersebut.
. Guru mulai memberikan contoh bagaimana membuat finger painting.
Tahap ketiga, istirahat, setelah anak melakukan kegiatan dan aktivitasnya anak diberi ke- sempataan untuk beristirahat makan dan bermain di luar kelas. Tahap keempat penutup, berdisku- si yang telah dilakukan hari ini, kemudian guru menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan esok hari, persiapan pulang dengan bernyanyi dan membaca doa dan salam.
Pelaksanaan Tindakan pada Siklus Kedua
Pada kegiatan awal anak diajak untuk berbaris didepan kelas dengan tertib dan rapi, se- telah itu guru melakukan pengamatan mulai dari: Mengucap salam, berdo’a sebelum belajar, membaca surat pendek, dan dilanjutkan menyanyikan lagu sesuai dengan tema. Guru memberi pertanyaan seputar tentang tanaman ubi-ubian. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti, dike- giatan ini guru memberi tugas kepada anak melukis dengan finger painting, namun melukisnya beda dari siklus pertama.
Observasi siklus kedua
Pada aspek keindahan anak dalam melukis dengan finger painting pada siklus kedua da- lam pertemuan pertama dari 22 anak ada 16 anak (72,7%) yang berkembang sangat baik, 6 anak (27,2%) berkembang sesuai harapan.
Pada aspek kerapian anak dalam membuat finger pain- ting dari 22 anak pada siklus pertemuan pertama yang mencapai kriteria berkembang sangat baik sebanyak 16 orang anak (72,7%). Untuk kriteria berkembang sesuai harapan pada pertemuan pertama sebanyak 6 orang anak (27,2%). Pada aspek kemampuan yang dapat menyelesaikan tugas fnger painting secara tepat waktu dari 22 orang anak pada pertemuan pertama sebanyak 18 orang anak (81,8%). Untuk kriteria berkembang sesuai harapan pada pertemuan pertama sebanyak 4 orang anak (18,1%). Deskripsi tersebut dapat dilihat pada tabel 10.
Refleksi Pertemua kedua
Dalam
kegiatan finger painting pada siklus II (dua) pertemuan pertama ditemukan rata- rata anak sudah bisa membuat finger painting. Dalam kegiatan finger painting ini anak terlihat lebih mengerti dan paham langka-langkahnya dari pada siklus pertama karena sudah pernah me- lakukan kegiatan ini. Namun anak masih terlihat bosan dan kurang bersemangat dalam kegiatan finger painting ini. Dari hasil pelaksanaan pertemuan pertama perlu perbaikan pada pertemuan keduaHasil Dari tindakan perbandingan penelelitian Siklus I dan siklus II
Berdasarkan analisa siklus pertama dan siklus kedua dapat diperoleh data adanya penerapan teknik finger painting untuk mengasah kemampuan seni lukis anak, Hasil yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 9 dan 12. Untuk keindahan anak dalam melukis dengan finger painting diperoleh pada siklus II 90,9% anak sudah mendapat nilai kategori tinggi, de- ngan diskripsi anak sudah dapat memenuhi kriteria indikator penilaian yang telah ditentukan, dan siklus satu hanya mencapai 72,7%.
Pada kerapian anak dalam membuat finger painting pada siklus kedua mencapai 86,3%
dengan kategori tinggi dan anak sudah dapat mencapai indikator yang telah ditentukan, sedangan siklus satu hanya mencapai 72,2%. Pada kemampuan anak yang dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya pada siklus dua mencapai 95,4% dengan kategori tinggi, dengan diskripsi anak dapat mencapai semua kriteria indikator penilaian yang telah ditentukan, sedangkan pada siklus pertama 81,8%.
Adapun permasalahan yang peneliti temui pada siklus I (satu) baik dari faktor guru atau faktor anak adalah sebagai berikut: Faktor anak yaitu: 1) kurangnya rasa percaya diri dan sikap ragu-ragu pada anak untuk mencoba hal baru yaitu melukis dengan mengunakan teknik finger painting. 2) tingkat pemahaman anak tentang melukis dengan teknik finger painting masih rendah dan masih asal-asalan dalam belajar finger painting. 3) masih banyak yang belum fokus pada saat guru menjelaskan.
Faktor guru diantaranya: 1) Guru belum bisa mengorganisir kelas dengan baik sehingga anak masih tidak fokus saat guru menjelaskan tentang cara melukis dengan teknik finger painting.
2) Guru kurang memberi motivasi kepada anak saat anak belajar sehingga anak cepat bosan untuk mengikuti pembelajaran yang sedang dilakukan. 3) Hendaknya guru memberi macam-macam contoh finger painting kepada agar anak lebih tertarik pada pembelajaran. 4) Guru harus memberi cukup waktu pada anak untuk memberi kesempatan dalam mengerjakan finger painting.
Meningkatnya penerapan teknik finger painting untuk mengasah kemampuan seni lukis anak pada siklus II sesuai dengan hasil yang telah di bahas diatas dikarenakan guru sudah melaku- kan seluruh perbaikan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran didalam kelas, dengan gambaran sebagai berikut: 1) Guru yaitu: a) Secara keseluruhan pengorganisasian kelas yang di- lakukan guru sudah baik. b) Guru sudah mampu memotivasi anak sehingga hasil yang diharapkan sudah tercapai dengan baik. 2) Anak yaitu: a) Anak sudah bisa membuat finger painting dengan indah dan rapi. b) Anak sudah tidak takut kotor tangannya bersentuhan dengan cat. c) Anak mulai berani dan percaya diri dalam membuat finger painting. d) Anak dapat menyelesaikan tugas finger painting dengan tepat waktu. e) Anak dapat mengikuti proses belajar dengan aktif dan bersema- ngat.
Peningkatan dalam penerapan teknik finger painting untuk mengsah kemampuan seni lu- kis anak ini juga tidak terlepas dari peran guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang merupakan tanggung jawab seorang pendidik. Dilihat dari setiap siklus dan ketercapaian ketuntasan belajar secara klasikal, maka dengan diterapkannya teknik finger painting ini dapat mengasah kemampuan seni lukis anak di RA ARROHIM.
PENUTUP Kesimpulan
Penerapan teknik finger painting (melukis dengan jari) untuk mengasah kemampuan mengasah seni lukis anak dapat meningkatkan kemampuan seni lukis anak. Hal ini terbukti de- ngan adanya peningkatan kemampuan dari sebelum tindakan sampai dilaksanankan penerapan teknk finger painting. Hal ini karena teknik finger painting merangsang anak untuk berfikir kre- atif, perhatian anak lebih serius, anak mampu mengorganisasikan kemampuan diri untuk melatih kemampuan diri atau melatih kepercayaan diri, merangsang imajinasi anak, menambah perben- daharaan lukisan sehingga menghasikan karya yang original.
Melalui
teknikfinger painting untuk mengasah kemampuan seni lukis anak di RA
ARROHIM Sumberbening, anak-anak sangat antusias dalam mengikuti dan senang saat
mengerjakan kegiatan ini, sehingga melalui penerapan ini dapat meningkatkan kemam-
puan anak dalam mengasah seni lukis anak dengan baik. Penerapan ini berjalan sesuai de-
ngan harapan peneliti. Hal ini dapat dilihat dari keindahan anak dalam melukis dengan
finger painting diperoleh pada siklus II 90,9% anak sudah mendapat nilai kategori
tinggi, dengan diskripsi anak sudah dapat memenuhi kriteria indikator penilaian yang
telah ditentukan, dan siklus satu hanya mencapai 72,7%.
Pada kerapian anak dalam membuat finger painting pada siklus kedua mencapai 86,3% dengan kategori tinggi dan anak sudah dapat mencapai indikator yang telah ditentukan, sedangan siklus satu hanya mencapai 72,2%.Pada kemampuan anak yang dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya
pada siklus dua mencapai 95,4% dengan kategori tinggi, dengan diskripsi anak dapat
mencapai semua kriteria indikator penilaian yang telah ditentukan, sedangkan pada
siklus pertama 81,8%.
DAFTAR PUSTAKA
Hatibe, Metodologi Penelitian Tindakan Kelas PTK, cet Ke-1 Yogyakarta: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga, 2012
Mulyani, Novi, Pengembangan Seni Anak Usia Dini Cet. 1, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
2017
Pakerti, Widya, dkk. Metode Pengembangan seni Cet. 1, Tangerang Selatan: Universitas Terbu- ka. 2018
Pamadhi, Hajar. Seni Keterampilan Anak cet. 10, Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. 2014 Sulistyo, E.T. Tinjauan Seni Lukis Indonesia. Surakarta:Pustaka Rumpun Ilalang MKU dan
UNS Press 2005