1. Meningkatkan tugas keluarga dalam pemeliharaan kesehatan : Keluarga mengenal perilaku upaya Kesehatan dalam pencegahan TB, keluarga memahami dukungan pengambilan keputusan dalam pencegahan TB, Keluarga dapat melakukan tindakan untuk meangurangi factor risiko TB, kemampuan keluarga melakukan strategi control risiko, Keluarga dapat melaksanakan panduan system pelayanan Kesehatan.
2.
Peningkatan tingkat kemandirian keluargaOUTPUT
1. Terlaksananya sosialisasi program pencegahan dan pengendalian TB 2. Adanya koordinasi lintas program dan
lintas sektor penanganan masalah TB 3. Adanya program home visit ke
keluarga risiko TB oleh perawat dan kader
4. Meningkatnya pengetahuan kader mengenai pencegahan dan pengendalian TB
5.
Meningkatnya keterampilan kader mengenai upaya penemuan kasus dan pengawas meminum obat1. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan penderita TB terkait manfaat dari upaya Pencegahan TB 2. Meningkatnya efikasi diri dan persepsi
masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit TB.
3. Terbentuknya kelompok pendukung program Menu Silacak Galuh TOSS TB melalui Program DESI.
4.
Terlaksananya monitoring pelaksanaan Menu TOSS TBKeluarga (Familu Center Nursing)
1. Identifikasi pengaruh sosial budaya thd kesehatan
2. Identifikasi struktur,Tahap dan Riwayat Perkembangan Keluarga
3. Identifikasi risiko Lingkungan yg dapat mempengaruhi Kesehatan t/u tertularnya penyakit TB
4. Identifikasi Struktur Keluarga
5. Peran dan Fungsi Keluarga dalam pencegahan TB
6.
Stress, Koping dan Adaptasi Keluarga dalam pencegahan TBINPUT
Integrasi Teori dan Model CAP, FCN, HBM dan Konsep Manajemen pada Agregat Dewasa dengan masalah TB:
MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN
Perencanaan : identifikasi kebijakan, visi misi, renstra, RUK, renop pelayanan kesehatan TB
Pengorganisasian : identifikasi struktur, organisasi pelayanan kesehatan TB di puskesmas tupoksi
Personalia : identifikasi SDM yang tersedia (tenakes & kader), bagaimana melakukan rekruitmen, pernahkah mengikuti pelatihan
Pengarahan : identifikasi pelaksanaan dan suvervisi yang telah dilakukan oleh dinkes ke Puskesmas pelayanan KB
Pengawasan : identifikasi monem yang telah dilakukan
KOMUNITAS (Community As Partner)
Data demografi : Usia tingkat Pendidikan, pekerjaan, pendapatan RT.
Statistik Vital
Angka kesakitan/kematian
Pemeriksaan fisik : TTV, BB, TB
Faktor resiko TB : Riwayat penyakit, kondisi kesehatan saat ini
Nilai dan keyakinan : Interaksi pasien TB dengan anggota masyarakat, pandangan masyarakat tentang pasien TB.
HBM : persepsi terhadap kerentanan penyakit TB, persepsi keparahan penyakit TB, persepsi manfaat dari upaya pencegahan, hambatan dalam berperilaku sehat, efikasi diri dalam pencegahan TB.
Lingkungan fisik : kepadatan penduduk penataan perumahan, keamanan lingkungan, sarana olahraga.
Pendidikan : tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang pencegahan TB.
Pelayanan kesehatan dan sosial : jenis pelayanan, bagaimana akses pelayanan kesehatan, perawatan medis/ tradisional, asuransi kesehatan.
Ekonomi : sumber pembiayaan kesehatan keluarga.
Komunikasi : (media informasi, pola komunikasi yang digunakan, ketersediaan akses informasi kesehatan
Politik dan keamanan : kebijakan dari pemerintah daerah tentang pencegahan dan penanggulangan kasus TB.
Rekreasi : jenis rekreasi yang tidak beresiko terhadap Kesehatan
Transportasi : jenis transportasi yang digunakan, kemudahan akses menuju fasilitas Kesehatan.5 elemen Strategi Intervensi:
1. Proses kelompok 2. Pendidikan kesehatan 3. Intervensi profesional
keperawatan
4. Kemitraan/kerjasama 5. Pemberdayaan
(empowerment)
Penerapan Menu SILACAK GALUH TOSS TB (Strategi Pelacakan dan
Penanggulangan Menyeluruh untuk Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) Intervensi Keperawatan Komunitas meningkatkan
skrining DESI
Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga Menu SILACAK GALUH TOSS TB (skrining DESI)
1. TUK 1 : Promosi perilaku upaya Kesehatan 2. TUK 2 : Dukungan Pengambilan Keputusan 3. TUK 3 : Pencegahan risiko lingkungan 4. TUK 4 : Terapi Keluarga
5.
TUK 5 : Panduan Sistem Pelayanan KesehatanAsuhan Keperawatan Komunitas Menu SILACAK GALUH TOSS TB melalui upaya pengajaran, bimbingan dan dukungan pencegahan TB
Primer:
1. Promosi perilaku upaya Kesehatan dan perubahan persepsi masyarakat terhadap TB
2. Pengajaran pencegahan masalah Kesehatan/lingkungan berisiko
Sekunder :
1. Skrining kesehatan dalam rangka meningkatkan, penemuan kasus dengan penerapan Menu SILACAK GALUH TOSS TB (DESI)
2. Peningkatan system dukungan pelayanan Kesehatan untuk pencegahan penularan TB.
Tersier:
1. Manajemen penyakit menular : Cara batuk yang benar, cara buang dahak yang benar, cuci tangan 6 langkah dan kebersihan lingkungan
2. Manajemen perilaku pencegahan penyakit dengan melibatkan Kerjasama lintas program dan sektor
3.
Pengembangan kesehatan masyarakat melalui empowerment diantaranya meningkatkan peran kader Kesehatan dan keterlibatan anggota keluarga TBMasalah Keperawatan : 1. Manajemen
2. Keluarga 3. Komunitas
PROSES
Manajemen Pelayanan Keperawatan 1. Perencanaan:
- Identifikasi kebijakan dan program pencegahan dan penanganan masalah TB
- Perencanaan program penanganan masalah TB - Pengembangan instrumen pengkajian sampai
evaluasi
2. Pengorganisasian: Pelibatan puskesmas, kader, posyandu, dan LSM terkait dalam pencegahan dan penanganan masalah TB
3. Personalia: Pelatihan untuk kader posyandu (promosi kesehatan, penemuan kasus TB, dan pengawas meminum obat)
4. Pengarahan: Supervisi kader